Jump to ratings and reviews
Rate this book

Perkabungan untuk Cinta

Rate this book
Saya tidak peduli sedang membaca puisi, prosa, drama, atau nonfiksi, yang saya pedulikan adalah gagasan di dalamnya, hal itu juga terjadi ketika saya menulis. Genre bukan hal yang penting; yang penting ialah sampainya sebuah gagasan. Genre hanyalah kereta api, pesawat, sepeda, kapal laut—gagasan adalah orang-orang yang mengendarainya dan semua kendaraan tersebut akan tiba pada tujuannya. Hari ini saya ingin mengendarai kereta api karena cuaca sedang buruk, besok saya akan mencoba pesawat karena saya buru-buru dan beberapa hari kemudian saya mengayuh sepada karena hanya ingin ke komplek perumahan sebelah.

Faisal Oddang

84 pages, Paperback

First published August 15, 2017

1 person is currently reading
49 people want to read

About the author

Faisal Oddang

33 books112 followers


Faisal Oddang was born on 18th September 1994. He finished his study in Universitas Hasanuddin, focusing on Indonesian Literature. His books are: Poetry Collection Perkabungan untuk Cinta (Mourning for Love) and Manurung was shortlisted for Khatulistiwa Literary Award 2018, Novels: Tiba Sebelum Berangkat (Arriving Before Departing) was shortlisted for Khatulistiwa Literary Award 2018, Puya ke Puya (From One Heaven to Another) won 4th place in Jakarta Art Council Novel Competition 2014 and was chosen as the best novel in 2015 by Tempo Magazine.

He achieved: Robert Bosh Stiftung and Literary Colloquium Berlin Grants 2018, Iowa International Writing Program 2018, Asean Young Writers Award 2014, Best Short Stories Writers 2014 by Kompas Daily, Prose Writer of The Year 2015 by Tempo Magazine, Best Essayist in Asean Literary Festival 2017. He was invited as a speaker in Ubud Writers and Readers Festival 2014, Salihara International Literary Biennale 2015 and Makassar International Writers Festival 2015, and participated in writer’s residency 2016 in Netherland by Indonesian National Book Committee.

Email: faisaloddang@gmail.com

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
9 (16%)
4 stars
25 (46%)
3 stars
17 (31%)
2 stars
3 (5%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 20 of 20 reviews
Profile Image for Nike Andaru.
1,643 reviews111 followers
October 31, 2022
81 - 2022

Didera reading slump, maka buku puisi adalah penolong.
Judul favorit dalam kumpulan puisi ini :
- Apa yang Pantas Kukenang dari Perpisahan Ini?
- Jangan Jatuh Cinta di Kota Ini
- Waktu
Profile Image for Hëb.
170 reviews7 followers
March 2, 2021
Buku kedua dari Faisal Oddang yang kubaca -setelah sebelumnya menamatkan Manurung: 13 Pertanyaan untuk 3 Nama. Dibandingkan dengan buku sebelumnya, aku lebih menikmati buku ini dari segi isi. Faisal Oddang piawai dalam memilih judul karena dalam buku ini, aku menangkap puisi-puisi bertema cinta yang tidak melulu soal bahagia atau kasmaran. Beberapa puisi memang terbilang singkat, ada juga yang cukup panjang. Buatku sendiri, interpretasinya tidak begitu sulit karena terasa relevan dengan romansa anak muda (well, bukan sepenuhnya pengalamanku juga, sih).

"-tetapi kata-kata tak pernah benar-benar tepat."
(dalam "Boleh Kupeluk Kau Sejenak", hal. 15)

Sepenggal potongan puisi di atas menjadi salah satu baris favoritku. Lugas dan memiliki makna yang langsung 'ngena' bagi pembacanya. Selain itu, baris favoritku lagi adalah;

"Cinta bisa jatuh, tetapi bukan kita yang menjatuhkannya."
(dalam "Jatuh Cinta", hal. 23)

Selain puisi yang terasa dekat, aku juga menikmati pemilihan judul-judul puisi yang unik, seperti "Drawing Hands, 1948", "Fireworks, 1933", dan judul-judul lain yang senada. Intinya, buku ini membuktikan kapasitas Faisal Oddang sebagai penyair muda yang berwawasan luas soal sastra. Selanjutnya, aku akan mulai membaca karyanya yang lain, yaitu Raymond Carver Terkubur Mi Instan di Iowa!
Profile Image for Grassyllew.
14 reviews
February 10, 2025
🌱Merupakan kumpulan puisi. Namun, penulisnya menyebutkan bahwa apapun bentuk tulisannya kali ini, yang ia pedulikan adalah satu, yaitu gagasan didalamnya. Maksudnya, besar harapan penulis agar makna yang diuraikan dalam baris demi baris sajaknya dapat tersampaikan kepada pembaca. Dan menurutku, penulis berhasil mewujudkan keinginannya itu. Makna yg ia ungkapkan memang sampai ke kita (pembaca) saat dibaca.

🌱Tentang hati, kenangan manis dan pahitnya.

🌱Bahasanya sederhana. Walaupun ada beberapa baris yg dimasukkan diksi agak rumit—tidak menjadikan maknanya sulit dipahami.

🌱Halaman demi halaman menyimpan emosinya sendiri. Seperti judulnya, buku ini memang memadatkan bagian-bagian pilu dan remuknya.

🌱Yang aku dapati, terutama dari setelah juga memperhatikan latar waktu penulisan yg maju mundur—berputar antara tahun 2015-2017—membuatku sedikit lebih mudah memahami maksud penulis. Karena ternyata, buku ini bisa dikatakan sebagai pelampiasan penulis atas perasaan yang ia simpan—sejak mantan kekasihnya pergi dari dunia untuk selama-lamanya di tahun 2015.

🌱Last, meskipun buku ini berhasil dipahami, but sorry to say, ada beberapa halaman yang membuat (anak-anak seusiaku) menjadi kurang nyaman saat membacanya. Bukan karena diksinya yang sulit, tapi, pembahasannya. Seperti misalnya ketika penulis mengenang 'hal manis' saat ia bercinta dengan sang mantan kekasih. Dan sejenisnya. Saat sampai di halaman itu, jujur yang awalnya aman-aman saja justru menjadi kurang nyaman. Dan dampaknya? 2 halaman sengaja aku lompati setelah judulnya ku baca. Selebihnya, semuanya aman. Bahkan, 86 halaman ini selesai ku baca dalam waktu kurang lebih 1 jam.
Profile Image for he.
11 reviews
April 24, 2023
Sebuah puisi tentang cinta kadang tak perlu kata yang terlalu banyak mengundang tanya. Kadang satu dari dua tulisan cukup untuk buatmu merasa bahwa tulisan ini cukup masuk ke dalam kurasi rasa dalam dadamu. Faisal Oddang tahu bagaimana meramu perkabungan jadi sebuah bahasa yang terlalu dibuat berpikir terlalu panjang. Ia tulis puisi bagai merangkum kehidupan, dia rangkum perselingkuhan, ditinggal mati, ditinggal tanpa kabar dan rasa sedih lainnya lewat baris demi baris, bait demi baik.

Beliau juga jelas tahu bagaimana membuat bagian yang paling meledak untuk dibaca teredum oleh rasa yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Kata-kata? Kata-kata.

Saya tidak perlu terlalu banyak berpikir, saya hanya harus jadi gelas kosong yang belum diisi oleh air, dan sajak yang ditulisnya memenuhi cawan dengan menawan.

Ini adalah buku tentang cinta, tentang sindiran kecil yang menggelitik, tentang perkabungan yang membungkam angan, dan tentang segala jenis rasa sedih yang mampu membuatmu ingin menulis lebih.

Beliau tau cara menafsirkan waktu lewat beberapa suku kata, lewat banyak waktu yang dia gunakan untuk menulis, sedang saya mampu menafsirkannya lewat waktu yang dipakai untuk baca ini sekali duduk.

Saya jatuh cinta pada selipan halaman pertama, dan akan terus jatuh cinta jika kembali bertemu dengan sampul pertama.
Profile Image for Awal Hidayat.
195 reviews36 followers
July 8, 2018
Saya sedang gemarnya membaca tulisan Faisal Oddang ketika teman komunitas mengadakan arisan buku perdana. Hasil undiannya, buku ini menjadi milik saya. Can't you feel how glad I am?

Honestly, saya memiliki ekspektasi cukup tinggi dari buku ini. Setelah buku terakhir yang dikhatamkan adalah Tiba sebelum Berangkat. It was stuck on my head, the magic words of Faisal on Tiba Sebelum Berangkat.

Membaca buku antologi puisi ini sebenarnya memiliki penuturan yang lugas. Ia seolah menanggalkan identitasnya dalam beberapa karyanya beberapa waktu terakhir, tulisan berlatar budaya. Entah antologi puisi (Manurung), cerpen (Di Tubuh Tarra, dalam Rahim Pohon), maupun novel (Puya ke Puya), ia selalu membawa pesan leluhur Sulawesi Selayt4n.

Kali ini, Faisal lebih banyak berbicara tentang one-sided love, unrequited love, ataupun skinny love. Nyaris tidak ada hubungan yang betul-betul bahagia. Barangkali, itulah mengapa judul buku ini berkabung.

Impresi? Not that good, but not bad at all. Saya tetap suka beberapa puisi dalam buku ini. Ada beberapa lembar yang saya tandai dengan melipat ujung halaman buku, which is for some readers, this way is such a crime. Peace!

At last, keep writing, Faisal. Saya masih menantikan novel atau cerpen berlatar sosio-budaya Sulsel.
Profile Image for A N P.
59 reviews4 followers
July 24, 2019
Dikenal sebagai penulis muda asal Makassar, ternyata gak bikin Faisal Oddang jumawa. Terbukti dari "curhat"nya di buku puisi ini. Pada kata pengantar bagian awal, ia bilang bahwa ia kerap bingung akan apa yang ditulis, kadang cerpen, kadang novel, kadang prosa, atau puisi. Tapi, lama kelamaan ia sadar kalau produk kepenulisan ibarat berbagai macam kendaraan. Bayangkan deretan bentuk tulisan tadi sebagai kendaraan dan tujuannya adalah pesan dari cerita yang ditulis. Jadi, penulis pemenang DKJ 2016 ini sudah gak peduli lagi akan jadi apa tulisannya--cerpen, puisi, novel--apapun itu, terpenting adalah muatan si karya tsb bisa dinikmati pembaca.
.
Puisi ini adalah puisi pertama Oddang yang saya baca. Setelah membaca 2 bukunya yang menyinggung fiksi sejarah, saya penasaran seperti apa anak muda itu menggambarkan berbagai hal dalam puisi. Hasilnya? Wah kacau. Puisinya punya nuansa suram tapi membuat pembaca bisa berkelana sana sini tanpa khawatir tersesat. Puisi-puisi ini membingungkan, dibilang ringan pun gak juga, dibilang nyastra banget pun biasa aja. Tapi yang jelas, puisi-puisi ini manis. Romantis yang wajar. Membuat saya enggan buru-buru melahapnya.
.
Mungkin cocok bagi kamu yang mau icip-icip roman dalam puisi yang apa adanya.
9 reviews
April 18, 2018
Jatuh Cinta

Jatuh cinta
jatuh di mana saja,
seorang penyapu jalan akan tiba
sebelum matahari terbit dan meletakkanya
di tempat sampah bersama
daun kering
bungkusan permen
sisa makanan
atau botol minuman.

Cinta bisa
jatuh di mana saja
seorang tentara bisa
menginjaknya dengan sepatu lars
yang dibeli dari pajak
orang-orang jatuh cinta.

Cinta bisa jatuh tetapi bukan
kita yang menjatuhkannya.

2017

♡♡♡
Cinta bisa datang dan pergi
pada hati yang mudah goyah
ia akan mudah tergoda
berhati-hatilah, sebab cinta bisa menghidupkan dan mematikan di saat yang bersamaan
Profile Image for Andria Septy.
249 reviews14 followers
December 27, 2018
Aku begitu menyukai kumpulan puisi ini, selain karena kertasnya tebal, isinya pun memukau. tadinya kupikir puisi-puisinya bakal serumit penyair-penyair yang kerap muncul di buku-buku pelajaran Bahasa Indonesia tempo dulu, tapi ternyata puisi-puisi Oddang dapat kucerna dengan baik. Tidak membuatku mengernyitkan jidat. Bahkan kuanggap saja membaca puisi ini seperti makan sepotong red velvet. Puisi-puisi ini sebenarnya menggambarkan seseorang yang patah hati atau yang mengalami keterlukaan, tapi serius, kumpulan puisi ini selezat red velvet. Coba baca deh.
Profile Image for Aisyah Hudabiyah.
8 reviews
December 18, 2017
Satu kata buat kumpulan puisi ini. UNCH. Hehehe. Di sisi kesulawesi-sentrisannya, Oddang ternyata cukup lihai mengeksplor sisi-sisi romantis dalam dirinya. Banyak puisi yang saya sukai dalam kumpulan puisi ini. Namun, salah satu yang paling membekas anehnya puisi romantis yang juga sulawesisentris. Huhu, yakni puisi Dilarang Jatuh Cinta di Kota Ini (kalau ga salah judulnya wkwkwk). Great, Faisal. Semakin produktif sajaaa yaaa.
Profile Image for Rizky Arya.
126 reviews2 followers
February 18, 2021
Dalam 84 halaman buku ini menyajikan sekitar 50-an judul puisi yang rasanya bercampur aduk. Gelap, terang, gelap lagi, terang lagi, dan seterusnya. Perasaan sedih yang dihadirkan penulis sangat terasa lewat pilihan kata dan kalimat bermakna tentang cinta. Kisah cinta yang berakhir sedih karena ditinggal kekasih ? Apakah ini pengalaman hidup penulis ? Mungkin saja.

Selanjutnya ada disini : https://kepinganarya.blogspot.com/202...
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book265 followers
March 22, 2021
Terbiasa membaca karya cerpen atau novel yang sarat dengan muatan lokal dari beliau, membaca puisi-puisinya dalam buku ini serasa ada yang hilang. Bukan beratti puisi-puisi ini tidak menarik, justru menampilkan sisi lain dari penulis. Buku ini berisi puisi-puisi cinta tentang rindu, harapan dan masih banyak lagi.
Profile Image for Lidia.
91 reviews
October 18, 2021
Membaca puisi2 di buku ini membuat saya bertanya kepada diri sendiri, apakah ini puisi? Dengan kemasan diksi yang tak benar-benar puitis tapi asik dibaca, seakan mendobrak kepercayaan saya selama ini yang mengatakan, puisi itu rumit dengan segala kerumitannya.

Saya suka puisi-puisinya yang berbau romance ini.
Profile Image for Wiwinndut.
75 reviews1 follower
February 6, 2022
Suka sekali dengan puisi-puisinya.
Paling suka dengan 'Boleh kupeluk kau sejenak?' dan 'Di Hari Pernikahanmu'

Arah
Seseorang mencintaimu di suatu tempat,
tetapi kau tidak tahu menebak letaknya.
Seseorang yang tidak mencintaimu ada di dalam dirimu,
dia memaksamu membuang semua peta yang kau miliki.

2017
Profile Image for Avifah Ve.
22 reviews207 followers
October 12, 2017
dari semua puisi yang manis tanpa bikin eneg dalam buku ini, SUATU HARI DI SHAKESPEARE AND COMPANY adalah yang paling saya suka. suka banget! terlepas dari saya yang memang penggemar Before Sunset ya. hehehee!
Profile Image for Ariel Seraphino.
Author 1 book52 followers
December 18, 2019
Ternyata puisi Faisal Oddang menarik juga dengan tema cinta yang diolah dengan kata yang sederhana, saya pikir puisi-puisi pertama setiap penyair pemula pasti lebih tulus dan jujur dalam menemukan muaranya. Saya suka puisi-puisi dalam buku ini.
Profile Image for tia.
239 reviews7 followers
July 29, 2021
Saya ngga pernah sangka buku ini bakalan melampaui ekspetasi saya. Buku sekian yang saya baca dari Faisal Oddang. Ya Tuhan, rasanya pengen jatuh cinta tapi juga pengen ngehadepin perpisahan(apa maksudnya, sih) karena ini indah banget! Nyesek? Ada. Bahagia? Ada. Rasa haru? Sial, suka banget!😭✨👍🏼
Profile Image for Fira.
80 reviews1 follower
November 30, 2024
Favoritku banyak sekali!!

Boleh Kupeluk Kau Sejenak?, Di Hari Pernikahanmu, Mungkin Bila Saatnya Tiba, Suatu Hari di Shakespeare and Company, Membayangkan Danau di Halaman Rumah Kita, Reuni Sekolah Menengah Atas, Ketukan pada Pintu, Arah, dan Menjelang Pulang.
Displaying 1 - 20 of 20 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.