Ada dua tipe laki-laki di dunia ini: sofa type dan roller coaster type.
Sofa type biasanya adalah laki-laki yang tampak boring. Kalem, teratur, lurus hidupnya, dan cenderung tertebak sifatnya. Good boys banget. Sementara laki-laki tipe roller coaster jauh lebih seru. Mereka bikin penasaran, sifatnya tidak tertebak, cool, spontaneous, pemberontak, dan penuh kejutan. Tetapi seperti halnya roller coaster, laki-laki jenis ini memang seru pada awalnya. Membuat penasaran dan memacu adrenalin. Tapi lama-kelamaan membuat pusing dan mual. Butuh ribuan mil bagi Nadine Alisha untuk membuktikan kebenaran ucapan ayahnya ini. Dan butuh satu kesalahan baginya untuk mengerti maksud ucapan ayahnya ini. Tapi sahabatnya meyakinkan bahwa pilihan yang salah bisa membawanya ke tempat yang tepat.
Telah menerbitkan beberapa buku yang berjudul Manjali (komik), Manjali 2 (komik), Manjali the Novel (novel), Cerita Hati: Ini Cinta Pertama (kompilasi cerpen), Manjali 3 (komik), Setahun Berkisah (kompilasi novela), Dear Prudence (novel), Diary Manjali (novel), Hilang (novel), Summer Solstice and Strawberry Moon (novel), Perfec Ten (novel), dan Manjali 4 (komik). Selain menulis komik dan novel, Dannie juga seorang praktisi kreatif dan entrepreneur.
Ceritanya dikemas dengan manis walaupun tergolong ringan. Jalan ceritanya juga unpredictable terlepas dari saya emang nggak tau apa-apa tentang buku ini haha
Ceritanya juga kurang panjang nih singkat banget, padahal timeline-nya panjang. Mungkin gara-gara halaman juga jadinya adegannya kepotong-kepotong gitu. Sayang banget.
Tadinya mau kasih 4 bintang, tapi karna ada beberapa hal yang saya jabarin di full review jadi ngga jadi. Tapi bukunya seru kok.
Summer Solstice and Strawberry Moon - Dannie Faizal
Rating: 3,75/5⭐
Review: Buku ini akan membawa kita memasuki dunia seorang Nadine. Dimana kita akan memasuki kehidupan seorang Nadine dan kebimbangan dirinya untuk memilih lelaki yang tepat baginya. Kata ibunya, ada dua tipe lelaki di dunia ini: sofa type dan roller coaster type. Sebetulnya, aku lebih suka tipe lelaki yang lurus, kalem, teratur, ya seorang lelaki dengan tipe sofa type. Tapi, Alleyhan Satu Bintang, lelaki tipe roller coaster itu, lain daripada yang lain. Yeah, I'm falling in love with him too, Nad, huhu. Si ganteng, tulus, dan keren. Walaupun di masa lalu dia agak menyebalkan. Tapi, penantiannya engga main-main. Setelah baca novel ini, aku jadi punya pandangan lain yang bisa digunakan untuk memilih pasangan nantinya. So, buku ini worth it untuk dibaca, terlebih yang suka baca romance.
Wah wah, cerita singkat untuk perjalanan yang mayan panjang yeah. Jadi ceritanya si tokoh utama ini—Nadine—sedang curcol sama sahabatnya soal kehidupan asmaranya yang bermasalah, so yeah... kita bakal disuguhin alur campuran. Saat si Nadine cerita asal muasal dari mana dia dan si soulmate kenalan otomatis kita dibawa ke jaman doi masih pake seragam abu-abu terus bentaran diselingi sedikit tentang Nadine yang sekarang, Nadine yang pernikahannya diujung tanduk. Lah loh?
Lagi nggak pengen bahas storylinenya yah karena sedikit banyak agak mainstream, tapi saya suka banget sama permainan kata authornya. Misalnya dibagian tentang 2tipe laki-laki: tipe sofa dan rollercoaster itu yang menurut saya emang ngena banget. Terus tentang tipe rollercoaster yang kalo udah taubat—lah? Yah pokonya ketemu “udah”nya mereka bakal bener-bener jadi orang yang kebalikan mereka dulunya, sama kaya tipe sofa juga sih ya. Well people change, who doesn’t?
Saya paling suka kalo dibawa jalan-jalan keluar Indonesia—bukan berarti Indo jelek ya—maksud saya cerita lewat buku pun jadi nambah wawasan kita soal geografi negara seberang. Terus soal summer solstice sama strawberry moon yang emang baru pertama kali saya denger— beburu googling, LOLs.
Back to the novel, kalo kata saya sih endingnya masih ngambang banget ya, Nadine sama Koster the Groot gimana, terus Nadine sama Alleyhan juga gimana. So kasih tiga bintang cukup yah? Hehe. Selamat menikmati ceritanya guys!
Dulu, tertarik sama novel ini karena kovernya cantik sekali. Sekarang, mencoba baca lagi karena lihat review salah seorang penulis tentang buku ini.
Blurb sekaligus prolog-nya mencuri perhatian. “Dua tipe cowok: sofa type dan roller coaster type.”, diwujudkan dalam sosok Koster dan Alle. Sebuah pilihan-pilihan dalam hidup yang membawa kita ke hasil akhir yang tidak terduga. Mulanya, Nadien adalah seorang siswi SMA Jakarta yang hidupnya lurus, kemudian hidupnya bersinggungan dengan Alle yang penuh spontanitas.
Singkat cerita, Nadien menata hidupnya kembali dengan berkuliah di Amerika Serikat, memiliki pacar bernama Koster yang tegas dan visioner, dan.. tanpa sengaja bertemu lagi dengan Alle. Hingga mereka berdua tenggelam dalam petualangan-petulangan menyusuri berbagai tempat di New York dan Seattle.
Keunikan cerita ini ialah, di tiap akhir bab-nya, seorang tokoh bernama Nadhan berperan sebagai pendengar yang baik terhadap curahan hati Nadien. Tanggapan Nadhan seringkali mewakili penilaianku sebagai pembaca di tiap bab-nya.
Pernah membaca Manjali, aku menyukai tulisan Dannie Faizal. Latar yang ditulis tidak hanya sekadar tempelan, Amerika bukan semata-mata penjabaran bangunan terkenalnya, tapi diceritakan seakan-akan memang itulah cerita penulis yang tengah dituliskan kembali. Aku merasa tengah ada bersama Nadien, Alle, Astrid, dan Koster di negara itu.
Pernah menonton cerita romansa berlatar negara tersebut? Rasa yang sama aku dapatkan ketika membaca novel ini. Aku terkesan dengan hal-hal itu. Tetapi, untuk jalan ceritanya aku tetap merasa masih banyak hal yang bisa dieksplor, terkait hidup Alle, dan alur yang terasa terlalu cepat di beberapa bagian, hingga sudah melompat ke bagian waktu lainnya di masa depan. Soalnya, novel ini hanya punya 212 halaman.
Pesan yang disampaikan sangat eksplisit, ada dua halaman yang bahkan aku baca berulang kali karena tokoh Nadhan memberikan konklusi sarannya terhadap masalah Nadien. Sejujurnya, aku merasa ini agak unreal di beberapa bagian, seperti kebetulan yang selalu terjadi (3 orang yang sama dari SMA yang sama bertemu kamu di Amerika Serikat?), Nadien dengan keinginan “gila”-nya di usia muda, hingga bolak baliknya Nadien berkali-kali, New York-Jakarta. I mean, mungkin orang kaya raya banget tapi yah tetap saja aku lihatnya agak aneh.
Spontanitas dan tidak terprediksi, adalah hal yang ditawarkan novel ini meski ide awalnya adalah tentang tokoh dan kehidupannya yang lurus dan terencana. Dari sini aku bisa melihat bahwa, hidup itu semacam kejutan, bisa membawa kamu ke mana saja.
Tapi aku agak merasa narasinya terlalu “tell” tentang karakter Alle-Nadine, bertolak belakang dengan realita sikap (“show”). Aku juga kurang setuju dengan statement serupa: bad boy tobat kalo ketemu the one. Cowok baik bisa bandel karna belom pernah bandel. Selebihnya aku oke dengan novel ini. 🙌🏻
This entire review has been hidden because of spoilers.
Wah.. bener-bener menceritakan tentang kehidupan remaja.. Ceritanya ringan, gak berat.. dan gw suka penggambaran fisik setiap karakternya.. kalo di dunia nyatanya, Nadine seperti siapa yah? Michelle Branch, Citra Kirana, apa sapa yah, hehehehehee....
Sosok Nadine digambarkan sebagai pelajar yang cerdas dan beruntung sampai bisa sekolah ke Amrik. Setting tempat bener-bener digambarin secara detail, jadi walopun blm pernah kesana, seenggaknya bisa membayangkan beberapa spot disana seperti apa (duile... gaya gw dagh ah.. :p )
Intinya, menceritakan perjalanan hidup Nadine sampai dengan dia kembali ke jakarta, dan skaligus perjalanan cintanya, yang pada akhirnya dia harus memilih 1 dari 2 pria ... sofa type atau roller coaster type
Gw suka quote ini : "kita tak salah hanya butuh waktu untuk belajar, kita tak tersesat hanya butuh waktu untuk menemukan"
Bener juga sie, kita sering menyesal kalo gagal dan salah mengambil pilhan. Padahal pilihan yang salah itu justru pembelajaran dalam hidup kita... ehemm...
Pas dateng ke GWFG di Matraman kemarin asli ngga tau mau beli yang mana. Semua cover2 novel yang ada di sana terlalu ke'cewe2an'. Nemu yang penulisnya cowo tapi warna covernya pink tapi ahirnya dibeli juga. Awalnya tanpa harapan apapun ternyata sama sekali ngga rugi. Bener2 iseng2 berhadiah soalnya isi buku ini penuh dengan pelajaran hidup. Cara penyampaiannya ringan jadi gak terkesan menggurui, ngalir, santai.
Suka sama karakter Astrid yang gokil, woles, n ceplas ceplos. Seandainya ada di dunia nyata w pasti dah naksir sama ni cw.
Setelah kepoin IGnya bang dannie sebulan akhirnya aku membeli bukunya dihari pertama. Summer Solstice and Strawberry Moon ini karya bang dannie yang ke11. Tapi menurutku buku ini yang paling dewasa diantara 10 buku sebelumnya. Paling dewasa maksudnya dari kerapihan plot, narasi, dan efektifitas dialognya terlihat rapi. Novelnya yang kualitasnya mendekati ini paling Dear Prudence.
Dari semua seri wattpad grasindo yang aku baca, novel mas dannie ini yang paling enak dibaca. tapi awalnya aku sempat boring waktu baca bagian prolognya. Pas dibaca seterusnya malah sayang ceritanya habis. bikin sequelnya dong mas, aku pengin tahu kelanjutan hubungan alleyhan dan nadine.
Covernya aku suka, simpel, ilustrasinya bagus. 4,8 buat novel ini. recomended buat anak muda yang ingin menentukan pilihan masa depannya.
Buku yang kereeennn. Tentang pilihan akan jalan hidup yang sering membuat orang lupa bahwa manusia tak lepas dari kesalahan maka dari itu tak kan bisa menciptakan kesempurnaan. Karena kesempurnaan bukan untuk untuk dicari atau diciptakan manusia. Tetapi kesempurnaan adalah milik Tuhan dan pemberian dari Tuhan. Sebaik-baiknya manusia pasti ada kekurangannya. Lagi-lagi Dannie Faizal memang kereeeennnn!
Entah bagaimana, menurutku novel ini bercerita tentang seorang cewek yang berusaha untuk keluar dari zona nyaman. Temanya seputar percintaan dan pencarian jati diri. . Novel ini ringan, enak dibaca, sangat remaja, renyah, alurnya tidak tertebak. Saya tidak sadar jika penulisnya seorang cowok karena tulisannya sangat rapi, sarat makna, seperti tiap paragraf sudah ditata rapi baik kalimat atau maknanya. Salut!
Tokohnya terasa real bgt terutama nadhan aku paling suka. bagian endingnya banyak pelajaran yg bs aku petik karna aku sendiri pernah melihat kejadian seperti yg dialami nadine di keluargaku. beli buku ini krn ada seri wattpad dari grasindo dan karna penasaran sama judulnya makanya aku beli. nggak nyesel, byk pelajaran yg bisa aku petik.
Senyum-senyum sendiri liat kelakuannya astrid, gemas melihat kelakuan alleyhan yang misterius, dan senang dengan karakter nadhan yang bijak. banyak kata-kata mutiara yang betebaran dalam novel ini. salah satu yang aku suka:
"Kita tak salah, hanya perlu waktu untuk belajar dan kita tak tersesat, hanya butuh waktu untuk menemukan."
Pertama penasaran banget sama judulnya. Tadinya aku kira Summer Solstice itu semacam nama penginapan dan ternyata makna judulnya sangat dalam, pemirsaa!
Penasaran sama maknanya? Aku nggak mau spoiler disini, yang pasti novel ini sangat inspiratif dan ringan. Cocok buat remaja dan dewasa yang pengen mencari jati diri lewat pilihan.
Ah ah baca buku ini sambil dengar Akadnya Payung Teduh pas weekend kemarin. Jarang -hampir ga ada malah- penulis romance cowok yang bisa touchy seperti kisah nadine & alleyhan ini. Ah, aku membayangkan mas dannie ini pasti orang yang romantis *edisilebay ........
Sutralah, lanjut membaca. Ini termasuk must-read-romance before we die
“Seandainya kamu menikah dengan cowok cakep tapi nakal, kamu bisa berdoa pada Tuhan supaya suamimu jadi orang yang baik, suatu saat suami bisa jadi baik. Tapi, kalau kamu menikah dengan cowok jelek tapi baik lalu kamu berdoa pada Tuhan supaya suatu saat suamimu itu berubah jadi ganteng, apa bisa jadi ganteng?” Quote ngawur dari buku ini. Tapi ada benernya sih 😂
This entire review has been hidden because of spoilers.
novel ini cukup banyak mengajarkan pembaca akan beberapa poin penting dalam kehidupan terutama mengenai pilihan. dari situ kita bisa tau bahwa sebuah pilihan pasti memiliki positif dan negatifnya masing-masing.
But, ending dari novel ini menurutku terlalu terburu-buru. Tapi overall alur diceritakan dengan sangat rapi dan teratur sehingga pembaca tidak merasa kebingungan.
So far so good! Romance di buku ini sederhana banget, kamu bisa ngerasain betapa Alle sayang dan cinta sama Nadine dari cara dia menanti selama bertahun-tahun. Buku ini ngasih pelajaran yang banyak banget tentang pandangan seorang wanita dalam memilih mana pria yang baik dan nyaman untuk dijadikan pasangan kedepannya.
Kisah cinta yang cukup getir dan plotwist..story telling-nya enak..buku ini bisa selesai dibaca dengan sekali duduk..hanya karakter2 di buku ini gak ada yg lovable buat saya, yg cewek tipe lembek gak tegas, plus diantara 2 cowok yg ada disini kalau saya jadi si cewek saya gak bakal pilih dua duanya sih..mending lanjut kuliah trus kerja sampai kaya
covernya menarik. ceritanya seru. aku suka tokoh nadhan di sini, sahabat yang dewasa dan pengertian. pelajaran yang dialami nadine ngena banget sama pesan yang disampaikan penulisnya. jempol buat bang dannie. aku baru tahu kalo ini buku ke 11 nya bang dannie. jadi penasaran sama buku-buku lainnya
Saya sudah mengikuti buku-buku bang dannie sejak dear prudence. Semuanya bergenre rom-com (kecuali "hilang"). Novel Summer Solstice and Strawberry Moon ini tadinya saya kira cuma novel melankolis seperti kebanyakan seri wattpad grasindo yang lain, ternyata isinya inspiratif! Salut!
Dua tipe laki-laki: Sofa type & Roller Coaster type... Hahaha aku langsung tertarik sama sinopsisnya ini karena aku pernah menghadapi dua jenis cowok ini. Ceritanya ringan, mengalir, dan cocok banget jadi bacaan weekend
Aku tertarik sama konsep type cowo sofa type and roller coaster type. Menurutku itu bener banget dan dialami Nadine adalah permasalahan yang banyak dialami para cewe". 4,1 buat buku ini, covernya bagus banget, banyak pesan" yang berguna
Aku dapatkan buku ini dari temanku, hadiah tak terduga. Terima kasih, bukunya langsung aku lahap dalam dua jam. Alurnya mengalir dan asyik terus buat diikuti. Ngga terasa udah habis dan ngerasa sayang banget. Mudah2an ada buku lain yang seenak ini dibacanya
My boyfriend recommend this book for my holiday feed. Salah satu novel Indonesia yang keren. Latar belakang Manhattan yang keren, dan pesan yang keren! Jarang ada novel Indonesia bawa pesen se-BOLD ini
I very much enjoyed reading this book. It was one of the most endearing, touching, and fun friends-to-lovers tropes I've read in a long time. I adored and swooned over Alleyhan (Oh, how I LOVED him), sympathized with and understood Nadine, and felt they shined brilliantly together.
unieq.....buat gw jadi pengen namain anak dengan nama Alleyhan Satu Bintang...padahal tiga kata ini punya makna yg dalam, sumpah!!menarik bgt dan easy to read....ga sabar nunggu terusannya!!!!
Suka, suka, suka! Dibandingkan dengan Perfect Ten, saya lebih suka yang ini. Lebih 'menggugah' & 'greget'. Dear Prudence juga suka tapi yg ini lebih 'touchy'.
I really enjoyed this... as much as Dear Prudence...which is odd as I truly enjoyed both Alleyhan and Nadine just as much - if not more - than Nadhan and Astrid.