Jump to ratings and reviews
Rate this book

Around The World With Love

Unforgettable Sunset - Love in Santorini

Rate this book
“Kau sendirian, Miss? Kalau boleh tahu, siapa namamu? Atau... haruskah kupanggil ‘Milikku’?” Sapaan lancang yang awalnya dilontarkan sambil lalu oleh Terry Sinclair itu mengubah hidup Masha Sedgwick. Kegeramannya pada pria hidung belang itu malah mengantarkan Masha pada petualangan hati yang menyusahkan. Terry, tidak punya niat ambisius apa pun saat menggoda Masha yang ditemuinya saat berlibur di Santorini. Tapi Tuhan malah membuatnya menahan tinju seorang model mabuk untuk melindungi Masha. Tak cuma itu, mereka pun melewatkan senja tak terlupakan berdua, di tempat dengan sunset terindah di dunia. Hingga berakhir dengan perasaan cinta yang meluap-luap dan tak bisa dikendalikan.

Masalahnya, meski akhirnya terbelit cinta, Masha dan Terry adalah dua orang yang tak berani mengambil risiko untuk berkomitmen. Terry berubah menjadi playboy setelah melewati pernikahan yang buruk. Dia juga penderita cedera otak yang mungkin takkan pernah sembuh. Sementara Masha selalu bergidik jika diajak menikah karena terlalu takut dikhianati. Alhasil, dia membuat pilihan yang dianggap cerdas: hidup melajang selama sisa usia. Namun, suara hati tak bisa dikekang lebih lama. Masha dan Terry, suka atau tidak, sudah saling jatuh cinta hingga tak bisa diselamatkan. Pertanyaannya, bagaimana mereka bisa bertahan?

256 pages, Paperback

First published September 11, 2017

8 people are currently reading
81 people want to read

About the author

Indah Hanaco

67 books97 followers
Indah Hanaco penyuka novel-novel historical romance. Tergila-gila pada segala hal yang berbau tahun 90-an. Juga sederet serial kriminal dan film-film romance. Mendadak mellow hanya karena gerimis. Kolektor majalah dan buku-buku resep yang jarang dimanfaatkan.

Fans sejati Michael Schumacher yang memilih berhenti menonton balapana Formula Satu begitu sang idola pensiun. Tidak bisa lepas dari kopi meski sangat tidak menyukai kopi.

Indah Hanaco pernah bekerja kantoran, tetapi benar-benar merasa menemukan "dunia" saat menjadi penulis. Cita-cita saat ini adalah pindah dan menetap di Yogyakarta, keliling Eropa serta menghabiskan sisa hidup untuk menulis.


Indah Hanaco telah menerbitkan 23 novel, beberapa buku anak dan parenting. Indah Hanaco juga menulis novel dengan pseudonym Aimee Karenina.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
11 (14%)
4 stars
41 (55%)
3 stars
19 (25%)
2 stars
3 (4%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 27 of 27 reviews
Profile Image for Nur Fadilla Octavianasari.
565 reviews45 followers
July 31, 2018
#2018-[108]

Ah... wanita memang mahluk yang menakjubkan—unik dan rumit disaat yang beraamaan. Yah setidaknya itu yang Saya tangkap tentang si Masha (bukan Masha & the Bear) ini, dan well secara general bisa dikatakan emang gitu yes. Mati-matian bilang ogah padahal hatinya ngarep banget, haha I feel you, ladies!

Kay, kembali ke cerita novelnya—padahal belum cerita samsek. Agak sedikit beda dari “kakak-kakaknya” di novel kali ini kita nggak menemukan adanya penyatuan dua agama yang berbeda. Iya nggak ada masalah soal perbedaan keyakinan soal agama yang jadi penghalang. Masha dan Terry, keduanya muslim—ya sekalipun bukan aliran garis keras yes. Justru masalah keduanya ada dikeyakinan soal hubungan. Masha yang karena kecewa atas apa yang terjadi pada pernikahan kedua orangtuanya jadi “anti” dan milih kabur kalau udah diajakin nikah sama pacarnya. Sedangkan si Terry sendiri dengan segala pengalaman tentang wanita dan “kelamnya” kehidupan masalalu yang masih menghantuinya hingga saat ini memilih untuk oke atas tawaran Masha untuk pacaran tanpa arah yang jelas padahal si Terry ini type lakilaki yang kalau udah cinta bakalan cinta mati.

Yah intinya sih gimana usaha Terry buat mati2an meyakinkan Masha bahwa nggak ada yang salah tentang cinta dan pernikahan. Banyak pertengkaran sana-sini, menjadi hypocrite dan menahan gengsi padahal keduanya sakit hati. Ah kenapa cinta harus serumit itu?

Saya malah sempat salfok soal TBI dan PTSD. Udah sering baca dan nonton film dengan cerita soal dua gangguan itu tapi tetep aja merinding. Membayangkan harus hidup seperti Terry cs dan para veteran di dunia ini, aah. Ya Tuhan berikan mereka kekuatan, beri mereka orang-orang terkasih yang selalu ada dan menemani mereka, dan jauhkanlah mereka dari tindakan-tindakan bodoh yang pastinya sangat Kau benci. Amen.
Profile Image for pidaalandrian.
364 reviews5 followers
February 15, 2019
Rate 3.5/5

Proses perkenalan yg kemudian jatuh cinta (menurutku) ntah kenapa nggak beda jauh sama sama yg dialami Gladys dan Callum di Love In Pompeii. Malah ada beberapa scene yg mengingatkan aku ke ceritanya Gladys (tb2 kebayang ke sana pas baca).
Baca buku ini membuat aku terkagum-kagum sama pejuang yg selama ini aku nggak terlalu yakin sama kerjaan dan kegiatan mereka yg sebenarnya. Tapi efek dr ledakan dr melalui buku ini aku cukup punya gambaran ttg mereka di saat sedang bertugas diperbatasan khususnya.
Aku bahkan baru tau dr buku ini, kl suara tembakan bisa sampai separah itu efek samping yg di alami oleh aparat2 tersebut. Pekerjaan mereka memang patut diapresiasi.

Dan untuk karakter Terry di Love in Pompeii nyaris menjebak sih menurutku (kl kalian ada baca love in pompeii dan masih teringat dengan kemunculan Terry yg menggoda Gladys di Pompeii pasti tahu maksud aku ini). Wlpn demikian aku suka dengan karakternya di buku ini.
Profile Image for Seffi Soffi.
490 reviews143 followers
November 4, 2017
"Ketika suatu hubungan makin mengarah pada keseriusan atau sebaliknya, karena pasangan mulai menemukan apa yang benar-benar diinginkan." [hal 221]
.
.
Baca novel ini tuh, kadang tebakan-tebakan ku meleset nih. Apalagi tentang kepribadian Terry, sumpah aku kaget banget deh. Masha pun sama, mungkin emang ya kadang ketakutan itu susah buat di atasi. Tapi kalau berniat mau berubah, pasti bisa sih ya.
Disaat udah ngerasa bahagia, eh ada aja ya yang bikin ngumpat gemes gitu... Ah mereka ituu bikin pembaca deg-deg an deh. Hal yang di alami Masha juga emang sesuatu yang menakutkan sih ya. Pokok nya baca novel ini tuh, kayak naik roller coaster... Ah nggak mau cerita banyak nanti aku spoiler 👅👅
.
.
Overall cerita mbak Indah, selalu mengalir, asik dan bikin jatuh cinta. Konflik yang digali nya bikin tebakan meleset ih, tapi aku selalu suka konflik yang kaya cerita ini tentang ketakutan. Karena meyakinkan orang yang udah punya mindset begini, susah. Apalagi nyeritain keindahan Santorini juga, huaaa mau berburu sunset juga aku. Sosok Terry idaman banget ya ini, minta di sayang banget lah ahaha 😁😁
Pokonya yang suka cerita roman manis, rekomen banget deh cerita nya.
Novel ini mengajarkan kita untuk memaafkan, keluarga, persahabatan, dan tentang cinta yang jangan egois.
Profile Image for Ika.
103 reviews3 followers
October 19, 2017
Masha Tatum Sedgwick, anak pertama dari pasangan Rosie dan Brandon Sedgwick, kembali memutuskan tali pertunangan dengan Judd, —mantan— tunangannya yang ketiga dengan alasan belum siap berkomitmen.
.
Yang aku rasakan ketika "bertemu" dengan sosok Masha ini seperti bercermin, seperti menemukan diriku di diri Masha.
.
Apa alasan Masha sebenarnya? Kenapa Masha begitu takut ketika (para) tunangannya mengajaknya menikah?
.
Aku suka sekali dengan ungkapan yang diutarakan oleh Prilly, adik bungsu Masha ketika dia tau bahwa pertunangan Masha dan Judd telah berakhir. .
"Kalau kau tak ingin menikah, kenapa kau setuju bertunangan?"
.
Dengan kejadian itu, membuat Masha memutuskan untuk liburan ke Santorini, bagian dari kelompok kepulauan Cycklades, termasuk salah satu pulau gunung berapi di Laut Aegea yang kontur tanahnya berbukit-bukit.
.
Di pintu masuk sebuah restoran yang tidak jauh dari tempatnya menginap, Masha bertemu pria lancang bernama Terry Sinclair.
.
"Kau sendirian, Miss? Kalau boleh tahu, siapa namamu? Atau... haruskah kupanggil 'Milikku'?"
.
Terry Sinclair seorang veteran marinir yang memiliki iris mata hijau, rambutnya merah. Hidung bangir dan bibir seksi serta luka sepanjang empat sentimeter di atas alis kanannya menambah ke-maskulin-an yang dimilikinya.
.
Terry masih bergulat dengan migrain, mimpi buruk, ingatan yang terkadang begitu samar, hingga sembilan butir obat yang harus diminumnya setiap hari.
.
Apakah pertemuan mereka yang tidak disengaja itu, di pintu masuk sebuah restoran, bisa menjadi kisah yang tidak terlupakan? Bagaimana keseruan Masha, Terry, —Sadness dan aku— di Santorini?
.
.
Setelah bertemu di pintu masuk sebuah restoran, Terry menahan tinju seorang model yang mabuk, membuat mereka menjadi teman se-perjalanan selama di Santorini.
.
Ada alasan kenapa Terry seakan menguntit Masha setelah kejadian "menahan tinju" tersebut.
.
Terry dan Masha memutuskan menggunakan motor untuk berkeliling Santorini. Ahh aku benar-benar terhanyut dengan penggambaran detail setiap lokasi yang dikunjungi. Yang paling menarik perhatianku adalah arsitektur khas negara Yunani yang ternyata bisa dilihat di Santorini.
.
Rumah-rumah bergaya cave house atau dug-in dibangun dengan cara mengeruk dinding tebing. Khas nya, tidak hanya gereja yang berkubah warna biru yang khas, tetapi juga rumah penduduk disana. Interior dan eksterior bangunan didominasi warna putih. Perpaduan warna tersebut menghasilkan kekontrasan yang memikat.
.
Interaksi yang terlalu sering dengan Terry dan mendapatkan tatapan serius dari pria bermata hijau itu, Masha merasakan dadanya berdebar-debar tanpa alasan.
.
Setelah 5 bulan sepulangnya mereka dari Santorini (yang sebelumnya ada kejadian tidak mengenakkan saat kepulangan menuju London), Terry —yang saat itu masih merasakan migrain— memberanikan diri untuk menemui Masha di Monarchy.
.
Pria itu sangat sumringah ketika menemukan sosok Masha lalu menatapnya dengan mata yang dipenuhi berbagai emosi dan memeluk erat gadis itu.
.
Masha yang tidak tega dengan kondisi Terry, akhirnya mengantar pulang pria itu ke rumahnya. Disanalah Terry menceritakan tentang dirinya.
.
"Aku menderita traumatic brain injury di pertempuran terakhirku. Migrain cuma salah satu efeknya." — Hal. 103
.
Aku merasakan sesek yang sungguh luar biasa ketika dengar cerita Terry tentang "Terror" di Fallujah dan efek yang ditimbulkan dari "terror" tersebut.
.
.
Ketika Masha pertama kali datang ke Freedom, gadis itu bertemu dengan Graeme, salah satu sahabat Terry. Graeme langsung mengancam Masha agar tidak membuat Terry patah hati untuk kesekian kalinya.
.
Dengan datangnya Masha ke Freedom, membawa dampak baik ke hubungan mereka, walaupun mereka sama-sama tau bahwa hubungan tersebut tidak bermasa depan.
.
Satu kunjungan selanjutnya ke Freedom, Masha mendapatkan sebuah kejutan yang sungguh luar biasa yang membuat air matanya mengalir. Apa yang sebenarnya terjadi? Kejadian itu juga membuat sebuah rahasia yang dipendam ibu nya bertahun-tahun terkuak. Sanggupkah Masha menghadapi semuanya?
.
Banyak sekali puzzle atau kejutan yang membuat aku ternganga dari hubungan Masha dan Terry. Dan aku ikutan menangis saat Terry menceritakan kepingan puzzle masa lalunya pada Masha.
.
"Manusia, sekuat apapun, pada akhirnya membutuhkan tempat bersandar. Dan hanya Tuhan yang menjadi jawaban sempurna." — Hal. 191
.
.
Aku jatuh cinta. Ya!! Aku jatuh cinta pada tulisan Kak Indah dan jatuh cinta pada tokoh karakter prianya, Terry Sinclair. Psst.. aku membayangkan dr. Calisle dari Twilight lho.
.
Novel ini bercerita tentang sepasang manusia, Masha dan Terry, yang pernah terluka di masa lalu sehingga mereka takut berkomitmen.
.
Namun, pertemuan mereka di Santorini yang diawali oleh rayuan Terry ke Masha, yang akhirnya jadi teman se-perjalanan menikmati keindahan Santorini perlahan mengubah prinsip mereka. Pertemuan itu memberi rasa yang berbeda di hati masing-masing.
.
Cerita masa lalu selalu membayangi setiap langkah mereka di masa depan. Akankah mereka mengalah demi masa lalu yang buruk atau berjuang dan berdamai untuk meraih kebahagiaan?
.
Yang aku rasakan ketika membaca novel ini adalah aku hanyut dalam setiap ceritanya. Aku bahkan ikut menangis ketika Terry menceritakan masa lalunya pada Masha. Oh god, kalau aku jadi Terry, aku sudah tidak sanggup.
.
Aku juga merasakan kesal bin greget pada Masha dan Terry, oh c'mon, hilanginlah gengsi kalian
.
Novel ini juga menceritakan betapa kuatnya persahabatan antara Terry, Graeme dan Miles. Mereka saling support satu sama lain.
.
Kak Indah mengajak kita mengenal TBI, trauma brain injury, dan dampak yang ditimbulkan dari perang yang dikemas dengan ringan sehingga mudah dicerna.
.
Selain itu, Kak Indah sukses mendeskripsikan tempat-tempat indah di Santorini sehingga aku mupeng kesana.
.
Banyak lho pelajaran yang dapat diambil dari novel ini, salah satunya adalah seburuk apapun masa lalumu teruslah bangkit demi masa depanmu karena kebahagiaan sudah pasti menunggu.
.
Kalo readers berhasil penasaran, jom jemput novel ini di toko buku atau online store kesayangan kamu yak.
.
Terima kasih Kak Indah dan Gramedia yang sudah melahirkan novel sekece ini.
Profile Image for Umara' Nur Rahmi.
62 reviews5 followers
December 4, 2018
"Aku perempuan, selalu menyukai kerumitan. Apa yang diucapkan tak selalu menunjukkan apa yang diinginkan." (Hlm. 197)
____
Tumben bisa selesai baca novel kurang dari 24 jam. Setelah sebelumnya cukup lama tidak pernah membaca novel lagi.
Ahaha...mungkin ini juga sekaligus mengejar target "Reading Challenge 2018" yang benar-benar cukup tertinggal.
Oke...abaikan curcol di atas.
Kembali ke isi novel.
Saya baru pertama kali membaca novel karangan Mba Indah Hanaco dan langsung jatuh cinta...eaaa
Selain kisah asmara Masha dan Terry, saya mendapat ilmu baru mengenai trauma yg di alami oleh para veteran ternyata cukup berat, salut kepada para militer yang terjun langsung ke daerah konflik.
Tidak hanya itu, saya menemukan cukup banyak kata baru yang menarik seperti manai, imbesil, bindam dll. Karena biasanya istilah-istilah yg jarang saya dengar tersebut hanya akan ada di novel-novel sastra. Terima kasih Mba ❤️
Bacaan ringan yang cukup menguras emosi...
Siap lanjut baca karangan Mba Indah Hanaco lainnya...
Ada yang ingin memberikan rekomendasi ?
Profile Image for Erin  F.
135 reviews1 follower
September 27, 2017
Akhirnya Araoun The World With Love Series Batch 4 lahir juga. Kali ini Mba Indah mengambil setting di Santorini. Pada tahu kan? Itu loh negara yang terkenal dengan keindahan sunsetnya. Untuk ceritanya sendiri tentang si playboy nomor satu di London dan Ms. Sedgwick yang telah membuat 3 pria terluka.

"Ah, aku punya nasihat untukmu. Jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan hanya dari apa yang tampak sekilas. Kau akan kaget saat tahu siapa sebenarnya aku, apa yang kualami. Terry Sinclair tak selalu seperti apa yang terlihat. Percayalah!'' Hlm. 89

Terry Sinclair lelaki berusia 28 tahun yang merupakan playboy kelas kakap. Namun di usianya yang terbilang masih muda Terry sudah menjalani kehidupan yang rumit dan mengerikan. Tentang ayahnya yang suka memukul sang ibu, dua kali gagal dalam pernikahan dan saat ini tengah menderita akibat trauma setelah melaksanakan tugas di Turki. Yups, Terry adalah seorang veteran. Si playboy satu ini paling gak bisa nahan untuk meraya setiap gadis menawan yang dilihatnya. Sayangnya rayuan maut Terry tidak berlaku terhadap Ms. Sedgwick.

Masha Taura Sedgwick, gadis yang takut berkomitmen terhadap pernikahan. Masa lalu telah menciptakan luka yang dalam dirinya. Karenanya hubungan yang dijalani dengan mantan-mantannya hanya sampai tahap tunangan. Itu pun karena rasa cinta itu lambat laun menghilang. Dia pun memutuskan untuk menjomblo selamanya. Tapi Santorini mematahkan niatnya saat Masha bertemu dengan Terry.

"Jangan selalu mencurigai niat baik seseorang, Masha. Aku memang tidak terlalu sering ke sini, tapi bukan berarti buta sama sekali. Aku punya beberapa referensi yang akan menunjukan sisi terbaik dari Santorini.'' Hlm. 58

Diawali dengan pertemuan yang tak terduga saat Terry mencoba merayu Masha. Lalu, Terry menjadi sang penyelamat saat Masha akan dipukul oleh Leonard. Dari sanalah mereka memutuskan liburan bersama. Tentu saja dengan catatan Masha tetap berhati-hati dengan si playboy satu ini. Sayangnya berakhir dengan kekesalan dan kesalpahaman.

5 bulan berlalu Terry datang menemui Masha. Gak tangung-tanggung Terry mengungkapkan perasaannya bahwa dia jatuh C-I-N-T-A pada Masha. Walau mendapat penolakan Terry menekankan akan tetap mengejar cinta. Dan, akhirnya keduanya memang memutuskan untuk berpacaran. Tanpa ada pertunangan atau pernikahan. Sayangnya hati itu penuh misteri seperti Terry. Saat satu memutuskan untuk berkomitmen, di sanalah badai besar datang. Ditambah masalah lainnya, membuat hubungan mereka terancam. Sanggupkah mereka menuntaskan permasalhan tersebut? Temukan jawabannya di bukunya langsung ya.

"Jangan seyakin itu, Masha! Aku bicara berdasarkan pengalaman. Masalah hati adalah misteri, tidak akan bisa diprediksi. Aku cuma minta satu hal, tolong beri aku waktu. Aku ingin kau mengenal Terry Sinclair yang sebenarnya. Bukan Terry yang berlindung di balik topeng playboy menyebalkan itu.'' Hlm. 114

Hubungan Terry dan Masha ini bikin gemes-gemea gimana gitu ya. Mereka itu terjebak oleh masa lalu yang membuat hidup mereka itu gak semudah yang dibayangkan.Karenaya aku suka dengan karakter tokoh yang dibangun. Terry dan Masha bisa saling melengkapi. Chemistry mereka dapet banget. Aku juga suka dengan Miles. Dia itu sahabat yang songong tapi perhatian banget. Kabar baiknya Mba Indah lagi bikin kisah Miles. *Yeyy*

Untuk alur ceritanya mengalir, konflik oke. Dan Love In Santorini ini mengingatkanku dengan novel Perfect Purple dimana Neal O'Mara adalah seorang aktifis SNFS (Sea Not For Sale) sedangkan di sini Terry adalah seorang veteran yang pernah bertugas di Turki untuk melawan para pemberontak. Tugas berat yang dijalani Terry itu hingga membuatnya mengalami cedera otak (Traumatic Brain Injury). Bukan sekedar pemanis cerita, baik tentang SNFS maupun kisah Terry adalah nyata adanya. Penulis sendiri menuliskannya di awal BAB. Inilah yang membuatku selalu salut sama Mba Indah. Kelebihan lainnya adalah selalu menemukan kosa kata baru.

Love In Santorini mengajarkan bahwa masa lalu terkadang bisa menghambat masa depan. Namun, seperti hati yang penuh misteri. Tak akan ada yang tahu jika kita berani melewati dinding penghalang itu.

Overall, rekomen ya buat yang suka romance. Ayo, ayo, di adopsi.
Profile Image for Melani Ivi.
55 reviews5 followers
November 7, 2017
“Aku pria bijak, Graeme. Hanya saja, orang cenderung memberi penilaian yang keliru.” (hal. 19)
“Itu namanya takdir, Terry. Aku percaya, semua terjadi karena izin-Nya.” (hal. 79)
“Ah, cinta adalah sesuatu yang tidak bisa diprediksi kapan datang dan perginya. Juga sebesar apa yang bisa dikecap seseorang.” (hal. 200)
“Itulah gunanya teman, melengkapi kita. Teman dan pasangan punya fungsi yang kurang-lebih sama.” (hal. 207)

Awalnya saya mengira kisah Terry dan Masha ini cukup sederhana. Nyatanya perkiraan saya cukup meleset. Selain cinta, kisah ini mengangkat banyak isu penting. Ada isu seputar veteran perang, korban perang, dan fakta kasus-kasus trauma mereka yang mencengangkan. Juga terselip isu toleransi agama, terutama di Inggris, dan konflik rumah tangga terutama perceraian yang disebabkan perselingkuhan dan kekerasan domestik. Kak Indah Hanaco agaknya cukup berani dengan pilihan ini sekaligus menambah poin plus untuk novel romance ini.

Setting Santorini yang dipilih pun sangat indah dan memukau, dipaparkan lewat deskripsi yang apik dan luwes, bahkan sudah tergambar sekilas melalui ilustrasi kover yang cantik. Wawasan seputar sejarah Santorini pun dapat kita temui dalam buku. Memilih penggunaan POV orang ketiga juga tepat, sehingga penulis lebih leluasa mengeksplorasi setting dan deskripsi karakter tokoh.

Penokohannya juga kuat, menampilkan sosok veteran yang rupawan, tapi di luar dugaan memiliki pengalaman hidup yang tak sederhana di usia yang masih terbilang muda. Saya sangat suka karakter Terry, dengan sisi ceria maupun suramnya. Sosok tokoh fiksi yang tak akan mudah dilupakan pembaca, sekaligus ‘menantang’ bagi penulis. Sedangkan Masha dengan segala trauma dan kerapuhannya memang amat menggemaskan. Dia juga mewakili sosok perempuan konservatif di tengah negara yang sekuler dan lingkungan kerja yang dekat dengan para model. Cara masha bertindak dalam hubungan romantis pun seolah menyentil para kaum wanita, termasuk saya, sehingga kerap memicu salah paham dengan pasangan. Banyak momen konyol dan lucu yang menghibur sekaligus menjadi cerminan kaum hawa umumnya. Chemistry antara Masha dan Terry pun bagus, sangat terasa, sehingga bikin saya baper dan tersenyum-senyum. Kak Indah pun menyelipkan detail-detail yang mampu membuat pembaca baper.

Tokoh-tokoh lain, seperti keluarga Masha dan dua sahabat Terry pun sukses menarik perhatian saya. Prilly yang kerap menjengkelkan dengan hobi ikut campurnya dan Noel yang misterius. Juga Miles dan Graeme, dua sahabat Terry yang punya karakter bertolak belakang dan saling melengkapi. Persahabatan mereka mengundang simpati. Saya pribadi bisa dibilang jatuh suka dan penasaran dengan sosok Miles, yang sempat disebut Terry sebagai Masha versi pria. Saya berharap Kak Indah akan menuliskan kisah spesial sendiri tentang Miles, di novel selanjutnya.

Novel yang tak terlalu tebal ini alurnya relatif cepat, dengan konflik yang disajikan dengan apik, dan kilas balik kisah yang disampaikan mampu menyampaikan pesan maupun mengungkap satu per satu konflik dan rahasia masa lalu secara bertahap. Penyelesaian ceritanya memuaskan dan manis, sesuai ekspektasi saya. Saya merekomendasika novel ini sebagai bacaan ringan berbobot yang layak dikoleksi bersama seri ‘Around The World With Love’ lainnya. Sebuah petualangan bacaan yang berkesan bagi saya.
Profile Image for nina.
148 reviews8 followers
May 21, 2022
Masha tak ingin lagi menjalin hubungan romantis dengan pria manapun setelah hengkang dari pertunangan ketiganya. Saat liburan ke Santorini, ia bertemu Terry yang dikiranya seorang playboy akut, apalagi adik Masha bernama Prilly memperingati kakaknya itu agar menjaga jarak dengan Terry. Tapi, selama perjalanannya di Santorini, Masha sebenarnya tak ingin berhubungan dengan pria itu, tapi Terry bertekad untuk menemaninya berkeliling kota itu.

Lima bulan setelah perjalanan mereka di Santorini tanpa interaksi apapun, Terry mengunjungi tempat kerja Masha hanya untuk melihatnya karena sangat rindu, apalagi akhir di perjalanan ketika hendak pulang ke London sangat tidak menyenangkan. Maka Terry harus menjelaskan apa yang telah terjadi dan memutuskan bahwa Masha adalah orang yang ingin dimilikinya. Tapi, trauma masa lalu yang dialami Masha membuat kedua orang ini harus menjalani hubungan yang agak rumit.

Suka banget sama buku ini, apalagi interaksi Masha dan Terry membuatku sesekali tertawa. Karakter pendukungnya juga sangat penting demi kelangsungan cerita. Aku suka juga penulis menjabarkan tentang unsur psikologi, yang mana menambah ilmu tentang ilmu itu.

Buku ini termasuk series around the world with love, jadi ada beberapa tokoh di sini yang beragama islam dan dibahas di beberapa bagian tertentu. Karena aku sudah baca beberapa buku yang ada di series ini, buku ini lebih sedikit unsur islaminya dibanding yang sebelum-sebelumnya, apalagi ada tokoh yang interaksinya membuatku sedikit tak nyaman (skinship with non-mahram).

Alurnya maju-mundur karena menceritakan tentang masa lalu tokoh. Aku suka narasi yang menceritakan masa lalu (apalagi tentang trauma) yang membuat tokoh dengan karakter yang dibangun akibat masa lalu itu, which I've enjoyed the whole thing. Meskipun begitu, ada beberapa narasi yang alurnya bisa kutebak juga karena mungkin bisa dibilang agak klise permasalahan yang dialami tokoh tersebut.

But, overall this book is a fun light reading! Bisa kukatakan sih ini genrenya romance-comedy.

4.0
Profile Image for Hesty Afriani.
15 reviews5 followers
February 3, 2018
Cinta adalah sesuatu yang tidak bisa diprediksi kapan datang dan perginya. Juga sebesar apa yang bisa dikecap oleh seseorang. Perasaan seindah itu, ada kalanya mengintimidasi karena tidak bisa dikendalikan. Ketika berhadapan dengan Masha, Terry seolah menjadi robot yang tak mampu menuruti logika dan akal sehat. Dia tunduk pada emosi yang sulit dimengerti.
.
.
"Kau sendirian, Miss? Kalau boleh tau, siapa namamu? Atau... haruskan kupanggil 'Milikku'?" .
.
Terry, tidak punya niat ambisius apa pun saat menggoda Masha yang ditemuinya saat berlibur di Santorini. Tapi Tuhan malah membuatnya menahan tinju seorang model mabuk untuk melindungi Masha. Dan berakhir pada perasaan cinta yang meluap-luap.
.
.
"Aku perempuan, selalu menyukai kerumitan. Apa yang diucapkan tak selalu menunjukkan yang diinginkan. Kau jangan mengaku playboy kalau tidak tau hal itu." .
.
Masha dan Terry adalah dua orang yang tak berani mengambil resiko untuk berkomitmen. Terutama Masha yang selalu bergidik jika diajak menikah karena selalu takut dikhianati.

Jatuh cinta lagi? Pasti dong, siapa yang gak jatuh cinta sama cowok-cowoknya mbak Indah @indah_hanaco 😁😁 setelah dibuat tergila-gila sama Taura dan Val sekarang hati aku digetarkan oleh Terry Sinclair 😍 begitu banyak kejutan yang diberikan Terry membuat hati ini meleleh 😍😙
Profile Image for Risyca Pujiastuti.
45 reviews
December 25, 2018
"Ah, cinta adalah sesuatu yg tidak bisa diprediksi kapan datang dan perginya. Juga sebesar apa yang bisa dikecap oleh seseorang. Perasaan seindah itu, ada kalanya mengintimidasi, karena tidak bisa dikendalikan." (Hal. 200)


Menceritakan tentang Masha dan Terry yang sama-sama memiliki masa lalu yg cukup kelam sehingga mempengaruhi kehidupan di masa sekarang.
Saya selalu suka dengan novel yg ditulis oleh mba Indah Hanaco, karena selain menampilkan karakter yang kuat untuk masing-masing tokohnya, alur yang jelas dan padat, juga memberikan hal-hal baru untuk pembaca, salah satunya tentang PTSD dan dampak dari peperangan.


"Gejala TBI ini agak mirip dengan PTSD. Bedanya, TBI dipastikan muncul akibat terkena gelombang ledakan yang menyebabkan terjadi benturan pada tengkorak. Biasanya cuma berlangsung beberapa milidetik, tapi efeknya sama sekali tidak simpel. Migrain dan mimpi buruk cuma dua dari sekian banyak hal yang harus dialami penderitanya. Gangguan emosi, sakit dada, telinga berdengung, masalah penglihatan, atau kejang juga dialami." (Hal.108)

Novel ini layak untuk menjadi teman bacaanmu.
Selamat membaca!!
Profile Image for Wini Agnia.
54 reviews
March 9, 2025
cerita tentang Masha yang takut menikah dan bertemu Terry di Santorini secara tidak sengaja. sebenarnya ceritanya ala ala ftv gitu karna pertemuan tidak sengaja, di santorini pula. cuman aku gasuka sm Masha yang terlalu keras kepala dan tidak bisa konsisten sama pendiriannya sendiri. kalau emang tidak berniat menikah mengapa masih menjalin hubungan dengan seseorang? emang kamu ga mikir gimana rasanya diposisi orang yang kamu permainkan itu? terlalu egois menurut ku, apakah ada orang seperti Masha di dunia nyata?
aku gatau mau kasi rating berapa sebenarnya, karena agak kesal sama tokohnya tapi penasaran akhirnya Masha nerima Terry ga ya?. trus penasaran juga kenapa sebelumnya Masha menerima tunangan 3 orang sebelumnya? dan kenapa semudah itu melupakan mereka? tetapi kepada Terry tidak? disana pun aku tidak melihat apa yang membuat Masha benar2 bisa jatuh cinta kepada Terry. entahlah ya namanya cinta emang buta, tapi menurut aku ga sesuai logika dia tiba-tiba menerima Terry tanpa alasan jelas, dan juga menolak ketiga mantan tunangannya juga dengan alasan yang tidak jelas??
hehe IMO thnx
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Septia Wulandari.
11 reviews20 followers
November 10, 2019
Dari 5 buku yang kubaca akhir-akhir ini, baru novel ini yang benar-benar membuatku terpana. Sosok seperti Masha memang sudah banyak, tetapi Author berhasil membuatku mengerti kenapa Masha bisa memiliki keputusan percintaan seperti itu. Terry pun demikian, meski belakangan penyakit TBI-nya tidak diceritakan lagi, huhu.

Sudah begitu, aku menemukan kosakata berbahasa Indonesia yang baru dengan padanan makna serupa yang sudah lazim digunakan. Atau kosakata baru sejenis kosakata arkais dan lainnya. Sungguh aku berterima kasih karena kosakata bahasa Indonesiaku bertambah, hehe.

Ah, ketinggalan, menurutku bagian ini yang bisa memengaruhi penilaianku juga, yaitu alurnya tidak cepat. Justru menurutku tepat. Tidak lamban tapi tidak terlalu cepat juga. Aku pikir 200++ halaman itu sudah lebih dari cukup, meskipun aku masih ingin membaca kehidupan rumah tangga Masha dan Terry yang pasti tiada hari tanpa cemburu, haha.

Terima kasih ya, Author. Berkenalan denganmu dari novel Unforgettable Sunset ini sungguh membuatku penasaran dengan karyamu yang lain. Tetap semangat menulis, ya 🖤
Profile Image for Eka Mardiana.
36 reviews3 followers
March 14, 2018
Selama ini selalu underestimate sama novel romance karya penulis lokal. Entah karena alur ceritanya yang cheesy atau plot yang mudah ketebak. Tapi aku akui karya2 mbak Indah benar2 bikin aku ketawa + haru dalam waktu bersamaan. Bahkan aku gak rela melepas bacaan di tengah2 konflik, berasa kayak ada yang hilang.

Unforgettable Sunset sendiri jadi karya kedua mbak Indah yang aku baca. Well, aku suka sama plot twistnya di bagian akhir. Penggambaran karakternya juga detail dan kuat, keliatan banget observasi penulis. Meskipun termasuk novel romance lokal, aku salut sama pemilihan diksi mbak indah. Diksinya ringan tapi gak mengesampingkan makna cerita yang pengen disampaikan.

Selipan beberapa joke dari tokoh2nya juga menurutku pas. Gak terkesan berlebihan yang sampe bikin gumoh. Setting waktunya bener2 juara, mulai dari pertemuan, konflik, joke, sampe ending. Aku benar2 suka dan mulai jatuh cinta sama karya mbak Indah.
Profile Image for Carolina Tedjapranata.
70 reviews
January 22, 2018
full review:
https://wolfcxreads.wordpress.com/201...

"Manusia, sekuat apa pun, pada akhirnya membutuhkan tempat bersandar. Dan hanya Tuhan yang menjadi jawaban sempurna. Dunia yang serba menyilaukan ini di suatu ketika akan menjadi membosankan dan melelahkan juga."

Unforgettable Sunset merupan kisah Masha dan Terry yang diawali dengan pertemuan tidak disengaja di Santorini.
Ini bukan kisah romansa biasa seperti yang aku bilang sebelumnya. Melainkan, kisah 2 orang yang menjalin hubungan, tetapi tidak ingin berlanjut ke level selanjutnya. *Ngerti, kan?😂*
Tentu ada alasan dibalik suatu hal, begitu pun juga dengan mereka. Jika kalian penasaran, silahkan ditemuakan sendirinya jawabannya😌.

Banyak pelajaran hidup yang diambil dari novel setebal 250an halaman ini. Sikap Terry untuk menjalani hidupnya dan juga Masha yang begitu takut terhadap suatu hubungan yang lebih mendalam. Dari 2 hal yang berbeda, mereka memulai suatu hubungan yang baru, tetapi tanpa komitmen. Penasaran? Jangan lupa baca juga, ya!

Buku ini adalah karya kak Indah pertama yang aku baca. Sekarang aku mengerti kenapa banyak yang jatuh hati dengan karyanya. It's not just romance but you can get a lot after reading this. Aku banyak belajar dari sosok Terry dan aku lihat dari masalah2 yang dialaminya, aku begitu kagum dengannya.
Sekaligus turut prihatin dengan cedera otak yang dialaminya.😢

Alurnya mudah dimengerti, begitu pula dengan bahasanya. Dengan latar di luar negeri, Unforgattable Sunset ditulis dengan bahasa yang baku tapi tetap mudah dipahami. Buku ini menggunakan sudut pandang orang ketiga, tapi ditulis lengkap dari kedua sisi (Terry dan Masha).

Aku suka dengan covernya yang biru, sangat pas dengan Santorini yang bernuansa putih dan biru. Santorini berperan sangat penting di dalam kisah Masha dan Terry.😌
Profile Image for Desti Rachmadyah.
125 reviews4 followers
January 22, 2023
Pertama, aku suka settingnya: Santorini. Pulau dengan kontur berundak-undak, dan sunset yang memanjakan mata. Ditambah detail-detail setting yang dipaparkan mbak Indah berhasil membuatku membayangkan Santorini meski belum pernah ke sana—dan juga menambah list destinasi wisata, tentu saja.

Kedua, aku suka pembahasan soal TBI atau traumatic brain injured, yang ternyata "temenan" sama PTSD meski beda penyebabnya; TBI spesifik ditimbulkan oleh ledakan. Maka wajar kalau Terry, tokoh utama pria kita, dengan kedua sahabatnya membangun semacam komunitas untuk para veteran yang punya trauma sejenis.

Sayangnya, ada banyaak bagian yang diulang-ulang, beberapa diantaranya terkait trauma masa lalu kedua tokohnya terhadap cinta dan pernikahan. Sayangnya juga, pengembangan karakter utama kita terasa minim, dengan pola permasalahan dan penyelesaian yang berulang dan bikin gemes.
41 reviews
April 12, 2022
Ini semuanya tentang selera lah yaaaa....
Aku merasa buku ini terkesan di cepat2kan. Alurnya terlalu dipersingkat utk ukuran novel.
Aku suka dg tokoh pria dan tokoh wanitanya namun endingnya terasa trllu cpt dan dipaksakan smpai rasanya jd ga masuk akal.
Tp nilai plusnya, cara penulis menjabarkan dan menulis dialog itu sgt menyenangkan untuk dibaca. Pemilihan diksi dan katanya sgt bagus, penjabarannya juga enak dibaca.
Tidak ada mslh dalam kepenulisan, kalau aku pribadi mmg murni bermasalah di bidang alur dan pengembangan cerita sih
Sbnrnya aku mau kasih bintang 2,5 tpi krn gbsa makaaa...aku ksih 2 deh..
Sekali lagi,mngkin ini hanya masalah selera

Maaf jika kurang berkenan yaaa..
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Yuni Yustikasari.
5 reviews
October 15, 2023
Novel romance yang bercerita tentang dua muslim yang tinggal di London. Yang satu muslimah taat beribadah tapi memiliki ketakutan berkomitmen karena alam bawah sadarnya trauma melihat pernikahan orang tuanya. Yang satu lagi veteran perang yang mengalami TBI (traumatic brain injury) dan trauma dengan pernikahan, sehingga kehilangan kepercayaan pada Allah. Mereka tak sengaja bertemu di Santorini saat liburan, pertemuan yang mengubah jalan kehidupan mereka. 


Banyak kejutan yang terungkap di sepanjang cerita. Banyak nilai Islami yang diangkat, tapi juga masih banyak hal2 yg tdk sesuai Islam—mungkin menunjukkan keadaan spiritual muslim minoritas di tanah Eropa. Meski tokoh utamanya muslim dan muslimah, serta ada beberapa tokoh pendukung yang juga muslim, tapi ini bukanlah novel romance islami, jadi harap kebijaksanaannya utk menyaring hal2 yg bisa diambil dari novel ini. Ini buku Indah Hanaco pertama yang kubaca, secara keseluruhan sangat seru. Cocok untuk bacaan santai. Happy ending. 


Kutipan favorit: "Esensi dari mencintai adalah menerima kelebihan dan kekurangan pasanganmu dengan hati lapang." (hlm 200) ~ 10 Oktober 2023
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for R I K A.
124 reviews10 followers
January 31, 2019
Jujur, aku tertarik membaca buku ini karena blurb yang ada di cover.

"Kau sendirian, Miss? Kalau boleh tahu, siapa namamu? Atau... haruskah kupanggil ‘Milikku’?”

Kalimat di atas benar-benar memancingku. Untungnya, aku menikmati cerita dalam novel ini. Aku sangat menyukai deskripsi mengenai keindahan Santorini hingga membuatku ingin ke sana.
Novel ini juga memberi pengetahuan baru bagiku mengenai TBI dan PTSD yang diderita oleh para veteran perang. Ternyata efek dari perang benar-benar tak terbayangkan olehku.
Profile Image for Sylvia.
Author 10 books72 followers
November 26, 2022
Seperti biasa, penulis menyuguhkan sesuatu yang berbeda dalam novelnya ini. Kali ini tentang trauma yang dimiliki para tentara veteran. Hal yang dilakukan Terry dan sahabat2nya sangat mulia. Persahabatan mereka pun inspiring banget.

Masha adalah wanita muslim yang baru2 aja menemukan kedekatan dengan Allah. Sementara Terry, meninggalkan Allah karena merasa tak adil. Nah baru kali ini yang saya baca kalo kedua tokoh sama2 muslim. Jadi konfliknya beda sama novel lainnya di seri yang sama ini. Suka!

Cuma satu deh, panggilan Terry ke Masha, aduuuhh... 'cringe' banget hahahhahaa!
Profile Image for Ichy Utami.
48 reviews6 followers
September 6, 2019
Latar belakang karakter dua tokoh utamanya kuat, tapi itu juga yang akhirnya menjadi konflik. Walaupun pas baca kayaknya ada yang kurang apa gitu... tapi mungkin itu tak terlalu penting, malah mungkin jadi ga fokus ke keduanya kalo lebih detail. 🙈
Profile Image for Insy.
3 reviews
September 9, 2018
Terlalu loncat di awal-awal. Tiba-tiba suka. Lalu udah beberapa bulan kemudian. Ya gitu
Profile Image for Vindy Putri.
68 reviews44 followers
January 7, 2018
ini seri terlama yg kubaca, karena jujur saja aku agak pusing mencerna bagian-bagian awal. Terlalu banyak nama tempat destinasi juga yang membuatku bingung ini sebenernya lagi di mana dan untuk apa di sini? Tapi kisahnya bagus konfliknya. Tentang dua orang yang punya semacam trauma masing-masing bertemu.
Review lengkap baca bit.ly/UnforgottableSunsetReview
Profile Image for Yuan Astika Millafanti.
314 reviews7 followers
February 25, 2024
24.09.21⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
Unforgettable Sunset • Indah Hanaco • PT Gramedia Pustaka Utama • 2017 • iii + 252 hlm.

Masha memutuskan pertunangannya dengan Judd tepat ketika lelaki itu hendak mengajaknya ke jenjang yang lebih serius. Judd bukan korban pertamanya, melainkan tunangan ketiga Masha yang diputuskannya begitu saja. Tak ada satu hal pun yang kurang dari Judd yang membuat Masha memutuskan pertunangan mereka.

Apa jadinya ketika Masha bertemu dengan "playboy" kelas kakap macam Terry? Terry, salah seorang pemilik kelab Fabulous Fab dan penggagas Freedom--sebuah tempat rehabilitasi bagi para korban perang, berusaha menggoda Masha pada liburan mereka di Santorini. Sama-sama berengseknya cara mereka menghadapi pasangan masing-masing, Masha dan Terry justru bersama-sama menghabiskan sisa hari liburan mereka setelah Terry menyelamatkan gadis itu dari jotosan seorang lelaki.

Satu per satu permasalahan dikupas oleh penulisnya dengan apik. Menguak alasan sebenarnya perihal sikap Masha dengan para tunangannya, pun sikap Terry pada gadis-gadis yang pernah dikencaninya.

Bagaimana jadinya ketika Masha dan Terry terlibat dalam kisah cinta yang rumit? Terry dengan cedera otak dan segala trauma soal kehilangan. Sedangkan Masha memiliki kekhawatiran berlebihan soal menjalin komitmen lantaran pengalaman pernikahan orang tuanya.

Buku ini adalah salah satu buku yang mampu membuat saya enggan meletakkan buku saat pergantian bab. Jalan cerita serta tema yang menarik membuatku semangat melahap halamannya sebanyak mungkin dalam sekali duduk. Konflik antara Masha dan Terry membuatku tersipu, sedih, dan gusar. Satu lagi yang kusuka, penulis mengajak pembaca berkeliling di sekitar Santorini.

==
Profile Image for Yasmin Nabilla.
193 reviews
June 28, 2025
Salah satu yang aku suka yaitu covernya cantik sekali dan aku beli buku ini juga karena mau koleksi dari serial around the world with love. Buku ini mengajak aku untuk menyelami kisah mereka yang berusaha untuk bangkin dari masa lalu, berusaha untuk berdamai dengan trauma. Sulit memang dan gak mudah tapi di situlah keindahannya. Alurnya juga mudah diikuti dan ceritanya juga berkembang. Cukup bisa menghibur aku di kala aku membutuhkan hiburan di liburan
Displaying 1 - 27 of 27 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.