Jump to ratings and reviews
Rate this book

Ethnobotany: A Phytochemical Perspective

Rate this book
A Phytochemical Perspective explores the chemistry behind hundreds of plant medicines, dyes, fibers, flavors, poisons, insect repellants, and many other uses of botanicals. Bridging the gap between ethnobotany and chemistry, this book presents an introduction to botany, ethnobotany, and phytochemistry to clearly join these fields of study and highlight their importance in the discovery of botanical uses in modern industry and research.

Part I. Ethnobotany, explores the history of plant exploration, current issues such as conservation and intellectual property rights, and a review of plant anatomy. An extensive section on plant taxonomy highlights particularly influential and economically important plants from across the plant kingdom. Part II. Phytochemistry, provides fundamentals of secondary metabolism, includes line drawings of biosynthetic pathways and chemical structures, and describes traditional and modern methods of plant extraction and analysis. The last section is devoted to the history of native plants and people and case studies on plants that changed the course of human history from five geographical Africa, the Americas, Asia, Europe, and Ocean. Throughout the entire book, vivid color photographs bring science to life, capturing the essence of human botanical knowledge and the beauty of the plant kingdom.

358 pages, Kindle Edition

Published July 25, 2017

Loading...
Loading...

About the author

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
2 (50%)
4 stars
2 (50%)
3 stars
0 (0%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 of 1 review
Profile Image for Center For Study Indonesian Food Anthropology .
46 reviews5 followers
February 23, 2023
Buku ini merangkum etnobotani (bidang ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dan tumbuhan) dari perspektif fitokimia/fitonutrien (segala jenis zat kimia atau nutrien yang diturunkan dari sumber tumbuhan, termasuk sayuran dan buah-buahan). Secara keseluruhan buku ini menyajikan dua Bagian.

Bagian 1 : Pengantar Etnobotani dan Fitokimia yang terdiri dari : pengertian etnobotani dan konsep kunci untuk mempelajari etnobotani, topik terkini dalam etnobotani, taksonomi (keluarga tumbuhan), identifikasi tanaman herbaria, koleksi tumbuhan, dan membahas spesimen yang disertai referensi tambahan, selanjutnya membahas fitokimia (metabolit primer dan sekunder, teknik ekstraksi dan kromatografi, dan evaluasi aktivitas biologi).

Bagian 2 : Studi Kasus yang didahului oleh pendahuluan diikuti data-data etnobotani dari beberapa wilayah seperti ;
a. Afrika (Selatan, Utara) dan Diaspora Afrika, Achillea millefolium : Menjelajahi Kembali Pengobatan Herbal untuk Memerangi Malaria, Vanila: Ekonomi Anggrek Madagaskar, Pengobatan Tradisional untuk HIV di Afrika Selatan, Duckweed sebagai Bioetanol Generasi Pertama yang Lebih Berkelanjutan
dan Bahan baku

b. Benua Amerika (Utara, Tengah, Selatan, Karibia), Florotanin dalam Rumput Laut, Agave: Lebih Dari Sekedar Tequila, Quinoa: Sumber Rezeki Manusia dan Ketahanan Tinggi, Maqui (Aristotelia chilensis): Obat Mapuche Kuno dengan Potensi Antidiabetes, Betalains dari Chenopodium quinoa: Pewarna Alami Andean dengan Penggunaan Industri di luar Pangan dan Obat-obatan

c. Asia (Tengah, Barat, Selatan, Timur, Etnobotani Kue Festival Rakyat Dai di Tiongkok Barat Daya, Etnobotani Penghitaman Gigi di Asia Tenggara, Spesies Artemisia dan Kesehatan Manusia, Pengobatan Tradisional Penyakit Kuning di Manipur- India Timur Laut, Etnobotani dan Fitokimia Spesies Tumbuhan Keramat Betula utilis (bhojpatra) dan Quercus oblongata (banj) dari Uttarakhand
Himalaya, India, Insektisida Berbasis Mimba

d. Eropa, Diferensial Penggunaan Lavandula stoechas L. antara Orang Anatolia terhadap Gangguan Metabolik, Madu Gila, Indigo: Pewarna Iblis dan Revolusi Amerika, Insektisida Berbahan Dasar Minyak Atsiri Tumbuhan

e. Oseania, Pisang (Musa spp.) sebagai Pengobatan Tradisional Diare, Efek Farmakologi Kavalactones dari Kava (Piper methysticum), Akar.

Disajikan pula : Indeks Botani, Indeks Subyek dan Perjanjian Lisensi Pengguna Akhir untuk penelusuran lebih lajut.

Ulasan Studi Kasus Asia Tenggara :

Sebagai Ulasan Studi Kasus di Asia Tenggara sebagai berikut :

Asia Tenggara didefinisikan sebagai 11 negara yang berkisar dari Cina hingga India, dapat dibagi lagi menjadi semenanjung daratan Asia Tenggara, yang disebut Indochina atau pulau dan wilayah maritim. Daratan Asia Tenggara terdiri dari pegunungan kecil dan kaki bukit dengan sungai panjang yang dimulai dari dataran tinggi China dan India. Sungai-sungai tersebut mengalir ke dataran rendah yang dipisahkan oleh perbukitan dan medan pegunungan.

Wilayah pulau ini terdiri dari beberapa pulau besar seperti pulau : Kalimantan, Sumatra, dan Jawa dan banyak juga pulau kecil.Hampir seluruh Bagian Asia Tenggara beriklim tropis; oleh karena itu, suhu
umumnya panas dan lembab dengan curah hujan yang melimpah. Hutan hujan di Asia Tenggara umumnya panas dan lembab dengan curah hujan yang melimpah ini adalah yang kedua terbesar ukurannya setelah hutan hujan Amazon. Besar juga kan hutan hujan di Asia Tenggara ini ? Di hutan hujan Ini adalah area dengan keanekaragaman hayati yang tinggi dan spesies endemik. FAO pada tahun 2006 mencatat ada Sekitar 27% hutan bakau dunia terletak di Asia Tenggara.

Mari menelisik sejenak apa itu hutan bakau ?
Hutan yang tumbuh di air payau (campuran antara air tawar dan air laut. Jika kadar garam yang dikandung dalam satu liter air adalah antara 0,5 sampai 30 gram, maka air ini disebut air payau. Namun jika lebih, disebut air asin.

Air payau ditemukan di daerah-daerah muara dan memiliki keanekaragaman hayati tersendiri) dan dipengaruhi oleh pasang-surut air laut. Fungsi ekologis dari hutan mangrove yaitu sebagai habitat atau tempat hidup, berlindung, mencari makan, atau berkembang biak binatang laut.Hutan Mangrove umumnya tumbuh dilahan dimana terjadi endapan lumpur dan zat-zat organik akibat gerusan aliran air dari berbagai tempat yang bermuara pada lokasi yang menjadi tempat tumbuhnya hutan Mangrove. Apakah kerabat disini ada yang sudah mengunjungi hutan mangrove ? Kalau ada kesempatan kerabat bisa mencoba mengunjunginya dan merasakan suasana ekologisnya.

Melanjutkan ulasan etnobotani di Asia Tenggara. Menurut bukti arkeologi, manusia telah menghuni Asia Tenggara selama setidaknya 40.000 tahun. Kelompok suku dari Cina melakukan perjalanan menyusuri sungai yang panjang dan pada akhirnya kelompok suku dari cina ini membawa pengaruh pada beberapa hal yang sampai saat ini masih ada dan berkembang seperti : bahasa, agama, dan budaya. Penduduk asli ini memang bermigrasi dari Australia dan Papua Nugini ke Filipina dan Kepulauan Melayu serta Indonesia (dahulu Indonesia juga masih disebut dengan kepulauan).

Biasanya Para pelaut dan orang laut, hidup secara eksklusif di perahu, yang lainnya tumbuh subur di hutan yang dalam, termasuk kelompok headhunter atau para pemburu. Sekitar 2000 tahun yang lalu, daerah tersebut mengalami perubahan budaya yang berasal dari China dan India. Orang Cina memperluas kerajaan mereka ke bawah Sungai Yangtze kemudian ke Vietnam. Mereka membawa filosofi Konfusianisme, Buddhisme, dan Taoisme.

Salah satu ajaran agama Buddha adalah nilai kebenaran mulia yang ditujukan untuk semua orang tanpa membedakan ras, suku, agama, dan budayanya. Ajaran ini ditemukan oleh Siddhartha saat sedang melakukan meditasi di bawah Pohon Bodhi sampai ia akhirnya mendapatkan Penerangan Sempurna dan menjadi seorang Buddha.

Lanjut pada bahasan etnobotani di Asia Tenggara, bahwa ada Sisa daratan dan pulau di Asia Tenggara sangat dipengaruhi oleh budaya India karena sebagai hasil perdagangan yang melintasi Teluk Benggala.

Banyak produk dari hutan hujan dan lautan yang unik di wilayah tersebut yang secara historis menyebabkan perdagangan internasional yang intens. Misalnya seperti Cengkeh [Syzygium aromaticum), fuli/pala dari kepulauan banda/komoditas perdagangan yang penting sejak masa Romawi (arils of Myristica fragrans Houtt.), dan pala (biji dari M. fragrans) dulunya hanya ditemukan di pulau-pulau kecil di Indonesia yang disebut Kepulauan rempah-rempah. Nenek moyang yang komoditas padi (Oryza sativa L.) berasal di suatu tempat di lempeng Asia Selatan.

Spesies liar dapat ditemukan di mana-mana di Asia Tenggara. ras indica ekogeografi ditanam secara komersial di seluruh wilayah. Sinica dan javanica ditumbuhkan menjadi lebih rendah pada beberapa cakupan. Setelah padi, kemudian tanaman ekonomi penting lainnya di wilayah ini termasuk (dalam
urutan menurun dari nilai produksi tahun 2013) seperti kelapa sawit, karet alam, singkong,
tebu, pisang, dan sayuran segar (disampaikan oleh statistik FAO tahun 2013). Kopi juga merupakan
produk utama untuk beberapa negara.

Vietnam adalah produsen terbesar kedua kopi terbesar di dunia, diikuti oleh Indonesia.
Kelapa sawit (Elaeis guineensis) mungkin berasal dari Afrika Barat, tetapi pada tahun 2013, Indonesia
dan Malaysia memproduksi 85% minyak sawit dunia dan beberapa tanaman penting yang berasal dari Asia Tenggara. Jainisme adalah agama yang mengajarkan jalan menuju kemurnian dan pencerahan spiritual melalui non kekerasan disiplin

Ada lagi , pohon dewandaru untuk Menurunkan kolesterol, tekanan darah, antidiare, diuretik, antirematik, anti-febrile, dan antidiabetik.

Reserpin adalah obat antipsikotik dan antihipertensi alkaloid yang berasal dari Snakeroot/Ageratina, umumnya dikenal sebagai snakeroot, adalah genus lebih dari 330 tanaman keras dan semak bulat di keluarga Asteraceae. Tanaman ini tumbuh terutama di daerah yang lebih hangat di Amerika dan Hindia Barat. Lebih dari 150 spesies berasal dari Meksiko. Obat ini dan doksetaksel mewakili keluarga obat taksane.

Kaki Gajah merupakan sumber steroid obat anti radang, . Sedangkan diosgenin , senyawa asalnya ditemukan di ubi khas Meksiko dan digunakan untuk membuat kontrasepsi oral.


Sekian ulasan etnobotani Asia Tenggara.
Displaying 1 of 1 review