first of all, mau ngucapin terima kasih ke bang andhy yang berbaik hati kasih buku ini secara gratis dengan barter "anak" 😂😂
AKU SUKA BUKUNYAAA😍😍
jujur, tadinya aku baru baca mungkin tiga chapter dari Desember. Terus ngaret mulu, mungkin reader's block kali ya. Dan kebetulan pagi ini gabut dan mikir "woiya TDR belom dibaca, baca ah" dan malah keterusan bablas baca weyalo.
Dalam urusan penjiwaan tokoh, world building, TDR menang. Dari deskripsi di narasi di setiap chapter, setiap karakter terlihat dengan jelas bagaimana wataknya, penokohan dilakukan dengan tegas. Thumbs up for Ka Sanaz & Bang Andhy. World Buildingnya juga bagus, aku bisa membayangkan bagaimana dunianya dengan mudah.
Karakter favoritku sudah pasti Hara. Gatau kenapa, tapi dirinya keren aja gitu. Dia tipe karakter yang memiliki banyak kekurangan, tapi justru itulah yang membuat dia terasa nyata banget.
Di sisi lain, justru karakter yang kurang kusukai adalah Afsheen. Agak aneh aja karena dia terkesan 'terlalu sempurna'. Yah, seperti contohnya cantik, baik hati, gemar menolong sesama, dan langsung populer di kerajaan. Kalo menurutku, karakter ini agak garing sorry not sorry :< (jangan tabok diriku, hanya jujur :"3) Di tengah-tengah konflik pun hingga mendekati akhir kuakui sosoknya entah mengapa terasa 'fade away' karena chapter-chapter Afsheen agak kurang ngena. Sebaliknya justru di chapter-chapter Hara, kurasa jauh lebih ngefeel banget, kerasa fiercenya.
Dan sekarang ke beberapa hal yang agak kubingungkan di cerita ini. Pertama, ada adegan tangan Afsheen terluka, lalu dikompres dengan menggunakan kantong es. Aku malah bertanya-tanya eta esnya dari mana? Sebab kupikir itu masih zaman baheula yang lemari es pun gak ada, terus gak ada tanda-tanda ada salju. Lalu itu esnya dari mana._.? Dan kantongnya gimana? Plastik kah? sebenarnya keganjilan ini tidak terlalu mencolok, tapi gatau kenapa aku kepikiran mulu karena agak aneh mengingat latar ceritanya.
Kedua, (awas spoiler) di bagian Hara mengakui segalanya kepada Afsheen. Kalo kupikir ... apa itu terlalu gampang? Soalnya selama ini, Hara selalu berhati-hati dan menutupi segalanya. Lantas kenapa tiba-tiba ia membeberkannya segampang itu._.?
Aku agak bingung juga kenapa pencarian Heron dihentikan begitu cepat (menurut surat dari Carel). Apakah secepat itu kerajaan menyerah?
Satu hal lagi yang kuherankan adalah ilustrasi cerita ini. Kuakui bagus, hanya saja ga cocok ama ceritanya. Karena jika dilihat-lihat dari deskripsi karakter hingga dunianya, maka cerita ini berlatar ala-ala medieval hingga Eropa. Tetapi ketika melihat ilustrasinya, Asia banget. Jadi hal ini kurasa bisa cukup membingungkan readers. Mereka akan be like "jadi kudu bayangin gimana?"
Namun yang kusukai dari cerita ini adalah Hara memperjuangkan emansipasi wanita (meski dengan cara yang agak 'y gt'). I love her so much because of that. Dia ambisius dan pantang menyerah.
Overall, buku ini patut dibaca penggemar fantasy. Aku bener-bener ketipu abis ama plot twistnya. BANG ANDHY, KA SANAZ, TANGGUNG JAWAB HAYOOO. AKU GABISA DIGINIIN AMA ENDINGNYAA 😭😭😭
3.8 for this book ⭐⭐⭐🌟
amazing work bang andhy, ka sanaz! dan buat bang andhy, ditunggu PO LoCo-nya~