Hanya karena satu kecerobohan, Fianne harus rela menjadi kekasih Arhoz Aldebaran dan kehilangan kesempatan jadian dengan Revo---si bintang sekolah. Ketampanan dan ketenaran Arhoz tidak membuat Fianne bahagia menjadi kekasih san ketua OSIS yang ingin itu, sebab baginya rasa suka tidak bisa dipaksakan.
Impian Fianne adalah memiliki kekasih romantis, bisa bermain musik, seperti Revo. Bukan cowok super dingin dan tidak peka seperti Arhoz. Namun, dia terlanjur menjadi kekasih Arhoz dan semua murid di sekolahnya tahu. Kesempatan bersama Revo pun kandas.
Mampukah keterpaksaan berubah jadi kebiasaan dan berakhir jatuh cinta? Apakah Arhoz mencintai Fianne sehingga memaksanya menjadi kekasih? Atau, karena ada hal lain yang hanya Arhoz yang tahu?"
Hell-O Typical fanfics sekaleee, baru baca berapa chapter udah kerasa dunia hayal ala anak SMA. Cewe cakep tapi nggak populer—Prince Charming, idola seluruh sekolah, tapi kaya kulkas, cool gitu maksdunya—dan bau2nya mereka Indo nih. Duh lengkap deh ngayalnya. Wkwk
Oh Aldebaran Risjad, is that you? *sial Saya jadi ikutan delusional* wkwk Umm... udah kelar baca, dan yah gituuu... emang fanfict hehe. Mungkin faktor umur nih yang bikin Saya agak cringe gitu pas baca. Geez, si Fin ini manjah banget yau—yaya, dia baru pertama jatuh cinta san sebagainya—percayalah anak muda, hal-hal yang kamu ributkan sama si Risjad—eh, Arhoz itu sebenernya ga perlu. Mulai agak menikmati sampe hampir ending, eh kaya si Ahroz yang dilempar ke udara terus dihempas—endingnya duh :( bikin betek pake banget! WHY oh why? pake acara kejar-kejaran di airport segala sih :(
Kesekian kalinya membaca karya kakak Ai. Always bikin baper dan melting. Kisah dari Arhoz yang sebelas dua belas sama Daddynya. Cool dan calm. Tapi kayak dispenser, bentar panas bentar dingin . . Fianne yang salah orang saat penembakan. Malah membawa dia pada sebuah petualangan rasa yang tak biasa. Salah paham, konflik, sikap yang tak biasa, bikin Fianne bingung setengah mati. Tapi, ketika semua tanya di hati terjawab, akankah waktu memihak kepada mereka untuk bersama? . . Membaca kisah Arhoz dan Fianne bikin balik nostalgia ke jaman putih abu-abu. Apalagi saat melihat sikap Arhoz yang bikin gemes banget pingin ngelempar dia ke Bulan biar ketemu sama Sailormoon. Sikap Fianne yang ceroboh, panik, cengeng, suka menyimpulkan sesuatu sendiri tanpa bertanya apapun namun pintar ngedesign, rasanya pingin ngajakkin Fianne main ke dufan naik rollercoaster . . Konflik yang ringan dan ending yang bikin pingin protes, bikin waktu 1,5 jam kurang, nggak terasa buat menghabiskan novel ini. Ada banyak ilmu yang didapat dari novel ini. Antara lain, persahabatan, keterbukaan, kekeluargaan, dan kejujuran. Novel ini ringan buat dibaca, ada beberapa adegan yang bikin ketawa karena gokil abis . . Buat kamu yang suka baca novel sweet bikin melting, jangan lupa baca novel ini yaa.
◾ Ceritanya sangat SMA. Latarnya pun kebanyakan di sekolah. Yang punya kisah sejenis pasti bisa langsung relate, karena saya pun yang masa SMA-nya nggak begitu tetap bisa merasakannya.
◾ Temanya juga khas percintaan remaja. Namun jadinya lurus-lurus saja, konfliknya juga sederhana, dialognya lebih dominan dari narasi. Banyak yang bisa digali lagi, seperti hobi baking-nya Fianne, latarnya, persahabatan Fianne-Prita. Romansa Fianne-Arhoz juga sebetulnya bisa dibuat lebih dalam, masih ada ruang.
◾ Saya kurang sreg dengan panggilan Mommy-Daddy, karena tokohnya bukan anak kecil lagi. Mom dan Dad rasanya cukup. Dan tidak perlu dicetak miring, jadinya Daddy, bikin saya mikir yang nggak-nggak hahaha. Kalau tokohnya sudah 16 tahun terus panggilnya Daddy, jadi bingung kan, dia panggil ayahnya betulan atau bukan.
◾ Naming tokoh-tokohnya juga tidak biasa, ya. Tadinya malah saya pikir Arhoz dibacanya Ar-hoz bukan A-rhoz, haha. Contohnya Oneil, Oghan, Erhol, Vegya, Revo, Supra X (nggak ding 😁). Yang paling familiar ya Prita dan Salsa. Buat saya, nama-nama di atas terdengar dan terlihat peculiar, untungnya penulis menyisipkan deskripsi bagi tiap tokoh.
◾ Saya tersadar mulai dari adegan ayah dan ibu Fianne, bahwa mereka adalah tokoh dari novel penulis yang lain. Kalau nggak salah Vegya dan Erhol (ortu Arhoz) dari novel Baby and Me, ya? Span waktunya berarti panjang sekali, seharusnya ada perubahan minimal menunjukkan teknologi yang lebih maju (etapi kalau latar waktu di novel sebelumnya di masa lalu, nggak papa deh).
◾ Oh, teknis bisa salah tembak itu juga sayangnya tidak diceritakan detail, apakah tiba-tiba Arhoz menyingkirkan Revo, atau Revonya pergi dan Arhoz ambil alih tanpa ketahuan Fianne, saya tidak kebayang. Tahu-tahu saja Fianne mendongak dan mendapati Arhoz di depannya, yang tadinya disangka Revo. Kebetulan?
◾ Saya suka gambar cupcake yang ada di kovernya... haha. Lucuuu 🍰
◾ Kurang suka akhirnya yang hmmm begitulah dan diceritakan lurus-lurus saja 😐
◾ Bahasanya ringan, mudah dicerna, hanya ada beberapa hal teknis seperti titik koma dan dialog yang penempatannya agak membingungkan, jadi harus dibaca seksama siapa yang sedang berbicara.
◾ Buat bacaan ringan sambil menunggu giliran (misalnya lagi mau bikin NPWP atau di antrian toko), buku ini bisa jadi pilihan. Romansanya manis dan nggak bikin misuh. Cuma, buat saya, masih ada masalah teknis yang menghalangi kenyamanan membaca serta beberapa bagian kurang digali sehingga tampak permukaannyan saja, yang mana sangat disayangkan. Tapi saya mengerti kenapa buku ini bisa bikin baper para remaja, karena memang dialognya khas dan pas untuk usia mereka.
◾ Kovernya pasti buatan Kak Aqsho. Haha beliau itu buat Grasindo kayak Mas Martin Dima buat GPU mungkin ya... bedanya Kak Aqsho spesialisasi kover novel lokal remaja. Kalau Mas Martin banyak di novel terjemahan. Dua-duanya punya ciri khas.
"I want to be your favorite hello and your hardest goodbye."
Ceritanya simpel, tentang Fianne yang naksir kakak kelasnya. Tapi saat mencoba menyatakan perasaannya, Fianne salah sasaran dan berakhir pacaran dengan Arhoz yang terkenal cool abis. Nah, di bagian salah tembak ini nggak dijelasin lebih lanjut gimana ceritanya pas Fianne mendongak, bukan Revo yang ada di sana melainkan Arhoz. Dan sampai akhir pun masih belum terlalu jelas tentang alasan Arhoz suka dengan Fianne.
Saya mulai menikmati novel ini di halaman 50-an dan mulai malas baca di halaman 150-an dari total 200 halaman yang ada. Konfliknya itu bikin saya sebel sama karakter Fianne, asal mula kekesalan Fianne yang merasa dibohongi oleh Arhoz itu bikin geleng-geleng kepala. Sampai menjelang akhir pun saya kesel setengah mati sama Fianne. Bikin saya bertanya-tanya, "kok ini anak cari ribut mulu sama pacarnya?"
Untuk karakter, saya lebih suka Prita, sahabat dekat Fianne (yang sayangnya nggak digali lebih lanjut). Banyak karakter yang berpotensi memberi warna dalam cerita, tapi penulis memilih untuk memasukan Revo-Salsa (sebagai calon-calon orang ketiga) yang bikin cerita makin mainstream . Gaya bahasanya enak dan mengalir untuk ukuran novel teenlit dari wattpad. Tapi penyebutan daddy dan mommy di narasi itu bikin geli sendiri, akan lebih baik kalo panggilan itu cuma ada di dialog aja. Sungguh saya jadi gagal fokus dan nggak nyaman baca bagian yang mengandung kata ini. This book can be better.
Impian Fianne untuk jadian dengan Revo sang pujaan hati harus kandas begitu saja. Sebaliknya ia pun jadian dengan Arhoz, ketua osis yang punya sikap dingin bak es batu di kantin. Pernyataan cinta Fianne tidak bisa di tarik kembali, Arhoz sudah menerimanya dan mengklaim kalau mereka resmi pacaran. Setelah Fianne terbiasa dengan sikap dingin Arhoz & mulai menyadari perasaannya yang sebenarnya, konflik dan kesalah pahaman pun menghampiri hubungan mereka . Terfokus pada kisah romansa Fianne & Arhoz dengan bekal interaksi manis dan bikin baper ala teen lit, novel ini dibalut dengan alur yang sederhana, gaya penulisan yang mengalir, konflik yang ringan, serta penokohan yang cukup tereksplor aku dibuat betah mengikuti kisah Fianne & Arhoz. Hanya butuh waktu singkat untuk menyelesaikan membaca buku ini . Selain ilustrasi cover yang menurutku cantik, buku ini juga memuat kutipan yang manis dan berkesan pada setiap permulaan babnya. Kutipannya pun quoteable banget, which is jadi daya tarik tersendiri buat aku . Membaca kisah mereka aku disadarkan akan pentingnya komunikasi dan rasa percaya satu sama lain dalam membangun suatu hubungan. Karena rasa cinta tanpa di dasari kepercayaan dan komunikasi akan berakhir dengan salah paham . ☆ 3.5 /5
Arhoz yang cool abis, menerima pernyataan cinta dari Fianne. Dan ternyata Fianne salah sasaran, harus nya dia nyatain sama kakak kelas yang jadi incaran nya. Nasib Fian emang lagi sial aja, eh nggak tau nya ka Arhoz malah nerima. Trus Arhoz, memploklamirkan kalau Fian pacarnya. Tanpa menunggu persetujuan dulu. Fian kaget dan shok... Status boleh pacaran, tapi rasa-rasa single masih berasa. Sikap Arhoz yang biasa aja bikin Fian binggung... Mampu kah Fian bertahan sama orang yang cuek dan cool ini? . Ini keberapa kali nya saya baca karya ka @ainunufus. Gaya cerita nya mengalir dan asik, tokoh-tokoh remaja nya pas, chemistry nya juga dapet. Konflik nya bikin gemes, apalagi kekurang-pekaan Arhoz yang bikin naik darah. Cowo cool mah gitu ya, kadang nggak peka. Tapi sekalinya perhatiin, maniss banget deh.. Novel ini ngasih tau, kalau komunikasi itu penting. Inget, cowok bukan cenayang yang paham kode-kode ceweknya 👅👅 Rekomen bagi yang suka cerita teenlit, kamu bakalan suka sama pasangan ini ❤
Kelar baca dalam waktu 2jam, novelnya tipis, alur ceritanya si juga ga bertele-tele. Cuman si Fin ini nyebelin banget dah.. Salah paham mulu, selalu ngambil kesimpulan sendiri.. Arhoz yaaa emang karena dialah si 'cool boy' jadi irit ngomong, kaku banget dan pemaksa 😳😳😳 Overall 3/5 bintang untuk Novel ini .. Cukup enjoy kog bacanya.. Kembali ke zaman putih abu-abu 😊😊😊
Karya ke 2 kak Ai yang dibaca setelah Lavina. Bab awal itu bikin penasaran, apa sih yang membuat Arhoz bisa menerima pernyataan cinta nya Fianne dengan mudah. Bersikukuh Fianne gak boleh minta putus dari Arhoz, padahal tau Fianne itu awalnya suka Revo. Bacaan ringan yang bisa ikut senyum sama kelakuan Arhoz 💙.
Ini kali pertama aku baca karya penulis, jadi untuk kesan pertama kenalan sama karya beliau, emm novelnya enak dijadiin teman mengisi waktu luang.
Bahasanya ringan, alurnya mengalir, bikin baper ria khas novel teenlit jaman now 😅 Dan yang aku suka dari novel ini, meski konfliknya cukup ketebak, penulis mengemasnya dengan rapi, gak bertele-tele sehingga gak bikin bosen.
Untuk karakter tiap tokoh, sesuai judul, Arhoz kayak kulkas tapi sayang kurang berhasil bikin aku klepek-klepek. Fianne, bikin kesel kuadrat. Tokoh yang bikin penasaran aku malah abangnya Fianne.
Knp hrus Aldebaran namanya? Knp hrus mommy daddy? Knp hrus 'menggembungkan pipi dengan kesal'? Knp hrus ada scene tarik2 an? 😂 Maaf bgt sepanjang baca buku ini aku cuma bisa ketawa trus bilang 'widih, wadidaw, ucett 😂'
Hanya karena suatu kecerobohan Fianne harus rela menjadi kekasih Arhoz. Cerita ini unik, bagaimana kepolosan Fianne yang secara 'tak' sengaja menjadi kekasih Arhoz Aldebaran sang ketua OSIS yang dingin. Impian Fianne yang ingin memiliki kekasih romantis pun seolah terbang jauh. Berniat memiliki Revo sang pujaan hati nya, alih-alih Arhoz sangat memaksa Fianne untuk mencintai dirinya. Konflik nya membuatku terkesan. Bagaimana tidak? Arhoz diam-diam ternyata memliki sebuah perasaan pada Fianne. Yang itu sudah dirasakannya sejak lama. Plot twistnya benar-benar mengagumkan. Fianne merasa tertohok begitu mengetahui alasan Arhoz menyukainya. Well, saya suka sekali dengan buku ini. Cerita romantis ala SMA. Satu kekurangan saya, sifat Fianne disini penurut sekali terhadap Arhoz. Mungkin karena dia tidak ingin Arhoz marah padanya. Tapi, itu memang berasal dari sifat asli Fianne yang lugu sekali. Buku ini cocok untuk 17+ Selamat berkarya kembali kak Ainun 😍😘