Darka tersenyum sinis. “Bukannya ini yang lo mau, kan?”
“G-gue....”
“Gue nggak mau ada penolakan, mulai sekarang lo jadi pacar gue!”
Tidak tahu kenapa, Tuhan seperti menjawab doanya, Darka berubah dan meminta Chinta untuk menjadi pacarnya. Apakah ini jadi awal dari kebahagian, atau malah ini awal dari kesedihan panjangnya?
Dua bintang mungkin buat beberapa part yang sukses bikin aku nangis—meskipun sekarang kalau dipikir-pikir, lumayan cringe. Plot-nya bagus, kok, aku suka. Tapi penulis bikin karakter Darka terlalu jahat, mulutnya juga kasar banget woy, seram. Bicara soal alur, cerita di buku ini lumayan ringan, yang berat mungkin bagian Darka yang marahin Chinta sampai bawa-bawa penyakitnya; entah gimana caranya, penulis bisa buat aku seolah berada di posisi Chinta.
Sampulnya... KEREN! SERIUS. Sempat baca sedikit waktu masih di Wattpad, dan mutusin buat beli bukunya tanpa pertimbangan karena lihat sampul secakep itu. Buat isinya, layout-nya udah bagus, cuma mungkin ukuran hurufnya bisa diperbesar sedikit lagi, dan Gosh... ada banyak banget typo sana-sini. Narasinya juga lumayan membingungkan di beberapa tempat, bahkan ada kesalahan penulisan kata, aku ketemu cukup banyak kata nggak baku di dalam buku ini, padahal setelah aku lihat-lihat, narasi ceritanya memang seharusnya pakai kosakata baku.
Cerita remaja emang gak bakal jauh dari cinta segitiga, ya. Dan aku lumayan bosan sama hal itu. Seperti judulnya, setelah C pasti ada D, maka sebelum C pasti ada B. Penulis bener-bener niat banget dari segala sisi alur, aku suka. Mungkin buat kedepannya, kesalahan-kesalahan tsb di atas bisa diperbaiki lagi, ya.
^^
This entire review has been hidden because of spoilers.
Tipikal bacaan umum di wattpad yaitu konsep bad boy and good Girl dengan toxic romance, awalnya saya baca buku ini karena ada embel-embel terlaris di wattpad dan saya tak masalah dengan konsep asalkan ceritanya bagus, sayang nya alur cerita nya terlalu flat, penokohan yang buruk dan drama yang biasa biasa saja, cukup butuh waktu lama saya menamatkan buku nya karena sering bosan di tengah jalan.
Sebenarnya gatau mau bilang apa. Ceritanya agak flat di awal sampai hampir menuju akhir, tapi endingnya lumayan. Penokohan Chinta sama Darka bagus, tapi chemistry dengan karakter lain (terutama Eca, Indah, Chinta) masih kurang. Penulisnya punya potensi kok. Pasti bisa berkembang setelah menulis Darka.
Gak tahu kenapa cerita ini laris di wattpad. Ceritanya biasa aja. Tak ada konflik besar/konflik unik. Banyak hal yang kurang logis terutama menjelang ending. Mungkin karena cerita ini sangat sederhana maka banyak yang suka.
Saya membeli buku ini karena covernya yang menarik. Setelah baca tidak tau kenapa novel ini sangat laris di Wattpad. Ceritanya biasa-biasa saja, datar, flat, ga ada konflik yang menarik. Banyak banget basa-basi ga penting. Yah, mungkin buku ini bukan buat saya.
Jujur, gue beli nih novel karena covernya item—gue selalu suka sama warna tersebut.
Gue gak pernah baca nih novel sebelumnya, enggak di Wattpad sekalipun. Gue cuma tertarik sama Warna-nya dan judulnya yang sedikit menarik. Namun sepertinya ekpentasi gue kalo nih cerita bakalan berkesan itu sedikit salah, ceritanya sih biasa aja enggak ada yang membuat gue tertarik.
Bintang tiga yang gue kasih karena; 1. Nih novel warnanya item 2. Novelnya sad ending
Gak tau kenapa emang akunya yang baperan apa emang buku ini yang bikin nyesek. Baru baca berapa halaman aja hati udah sesak. Baca halaman halaman selanjutnya buat ngeluarin air mata aja itu susah bgt padahal dada udah sakit. Buat kalian semua pokoknya yg lgi nyari novel baper baper sakit hati. Ini cocok bgt. Setuju kalo kalian baca ini hati kalian nyesek