It seems that Naela Ali tries so hard to convince her readers that she is boring and her whole life is one big boredom that interest no one. Then why in the world this book is published then? Especially with its price tag that can't be considered cheap. Maybe just to show that she can tell people that it's boring to be her? I don't know.
Cocok buat kolektor buku "cantik". Isinya memang lebih banyak gambar. Kalau mau kontennya kayak seri si penulis sebelumnya ya jangan harap banyak cerita-cerita galau. Harganya juga waryasak, untung gue masih punya kartu sakti...
3.5 bintang buat gambar-gambarnya yang bisa mejeng di Instastory.
Siapa yang belum tahu Neala Ali? Ilustrasi cat air serta kisah-kisah yang menemani hujannya bahkan sudah masuk ke volume kedua. Masih menggunakan ciri khas tersebut, Naela Ali kembali menyapa pembaca melalui Things and Thoughts I Drew When I Was Bored. Buku yang dirilis pada tanggal 9 September 2017 di Indonesia International Bookfair tersebut ternyata memang eyecatching. Bahkan Neala juga sempat memberikan semacam sneak peek melalui akun Instagram Things and Thought I Drew
Pembaca tidak perlu membaca dua buku sebelumnya terlebih dahulu. Seperti yang dituliskan oleh Neala Ali sendiri, buku ini lebih banyak merupakan apa yang dipikirkan olehnya ketika tengah dilanda kebosanan. Meskipun dituliskan dengan gaya Naela Ali sendiri, tetapi pembaca pasti akan merasa familiar dengan pesan dan makna yang disampaikan melalui buku ini. Tidak jauh-jauh dari mengenai perihal mencintai diri sendiri dan mengapresiasi yang sudah kita miliki daripada merasa iri dengki dengan apa yang dimiliki orang lain. Konten yang sudah biasa kita dengar dan baca namun tetap terasa menjadi bermakna karena diberi sentuhan ala Naela Ali. Jangan lupa juga, ilustrasi cat airnya.
Maka, jangan heran apabila tulisan di dalamnya ada yang bersifat normatif atau kita sudah terasa familiar dengan hal itu. Buku ini tertulis sebagai artbook. Sudah tentu, ilustrasi warna lembut yang akan mendominasi buku hardcover ini.
Things & Thoughts I Drew When I Was Bored bisa dijadikan referensi desain, di samping tulisan-tulisannya yang selalu akan relevan dibaca kapan pun. Berulang kali. Dengan harga diatas seratus ribu rupiah dan menyuguhkan ilustrasi berwarna, silakan dicerna kembali apakah buku ini layak koleksi atau bisa sekedar dibaca saja.
Pada dasarnya aku memang suka buku bergambar (kecuali komik). Bukan karena aku anak desain yang suka menggambar, tapi karena penyampaian lewat gambar/ilustrasi tuh kadang lebih mewakili, termasuk buku ini. She knows how to deal with bored dan mencoba gimana caranya biar pembaca gak ikut bosen.
One thing that interests me about Naela Ali is that she is a very productive illustrator. If you noticed, she would come up with another artwork every once in a short while, which is good, because that productivity has led her to be where she is now (not mentioning all the sleepless nights, prayers and stuff because I don't think that is necessary). Her artworks were just simple, not really details-oriented, and just..sweet. I knew that it's not just me thinking that her works are too random and just like some writings we can find in blog or tumblr (i bet she was just sort of redrawing the object she screenshotted on instagram and pinterest. ah, and magazine. of course, she got all those references which she wouldn't point out directly on her posts) that I couldn't stand any of it (especially the price that can't be considered cheap!). Okay, I don't blame her tho as we all got our own taste. One day, she revealed that she didn't need fame, that all she does is just for the sake of her passion. Being alive. Having purpose and all that. But then, I saw one of her books (Things and Thoughts I Drew) and I couldn't help but thinking why there has to be her name on almost every single artworks in that book?! Is she being not confident or something? Does she wants everyone who capture and post it, indirectly spread the 'news' that it is hers? I have never found any artists that is as narcissistic and self-centered as she is. Even the most adorable Indonesian artists that I knew don't even (almost never, just quiet) put watermark on their artworks that they post in instagram (it's a different story when it comes to real exhibition). Because you know, everyone can already tell! Sorry to say, but I don't think she is ready for those kind of 'artist' world as she is too concerned about herself being known (I might mistaken about this).
But two stars for her productivity tho! May she keeps doing things that make her feel most alive. Ah, and I am wondering if she really could write a real 'book'.
Finally, I can read Naela Ali's book! Since I know her in 2019 maybe._. because I saw her book called "Silly Gilly Daily" in Gramedia Bookstore and I'm so amazed of that, but I didn't buy it because my pocket tidak mendukung:( so, I follow her on Instagram and she's so brilliant!
And yeah, malah ini menjadi buku pertama yang gue baca dari kak Nae, buku yang juga lagi gue butuhin akhir2 ini yaitu tentang "kebosanan". Dan ini menjadi buku pertama yang gue baca dalam sehari wkwk karna saking terkesimanya gue sama buku ini mulai dari covernya, terus masuk ke isi ceritanya yang penuh dengan lukisan watercolor langsung digambar sama penulisnya, bahkan secara gak sadar gue selalu mengelus-elus setiap artwork yang dia buat dan gue merasa ini emang bener2 watercolor asli sih. Salut!
Di Buku Things & Thoughts I Drew When I Was Bored ini gue merasa seperti sedang ngobrol sama kak Nae tentang kebosanan yang "kami" rasakan, bahkan setiap kalimat yang ada di buku ini gue menyisipkan sticky notes kecil yang gue isi sebagai jawaban gue dari apa yang penulis tuliskan dalam bukunya.
Buku ini cocok bgt buat yg lagi merasa bosan atau mumet sama apa yg lg lo rasain karna buku ini bisa dibilang sebagai self healing juga sih dengan melihat setiap gambarnya yang sangat artistic dan tulisannya juga yg gak terlalu banyak. Dan beruntungnya gue beli pas lagi diskon jadi gue semakin happy! Haha. Tapiii bagaimanapun juga menurut gue WORTH IT sih harga dan isi bukunya, plus-nya lagi kita akan mendapatkan stiker lucu yang ada di halaman belakang buku.
Secara keseluruhan, gue paling suka sama kalimat ini dalam bukunya: There is no such thing as "the right time", there is only "right now" or "too late".- Naela Ali
I must frankly admit that this Things & Thoughts I Drew When I was Bored got me bored as well, though. Halaman demi halaman saya baca begitu cepat.
Seolah enggak ada kalimat atau ilustrasi yang mampu menahan saya lebih lama pada halaman tertentu. Entah untuk membaca kalimat yang ditulis berulang kali, atau menikmati ilustrasi buatannya.
Memang, ilustrasi yang dibuat Naela Ali bagus-bagus banget. Dibandingkan dua buku sebelumnya, Naela Ali mencoba menggambar dengan lebih detail, warna-warnanya lebih terkoordinasi, dan pose orang yang digambarnya enggak yang begitu-begitu aja. Namun, saya merasa Naela Ali pasti lebih bisa explore lagi.
Aku cukup enjoy baca novel grafis ini. Gambar2nya bagus. Isi tulisannya banyak menyinggung soal self love, the relationship dynamics with people, life, or completely random things. Rasanya kayak lagi liat2 sketchbook orang lain. Beberapa tulisan di dlmnya menurutku relate, tapi ga cukup "ngena".
Kalau suka koleksi buku semacam ini oke sih, kertasnya bagus, lebih tebal daripada Stories for Rainy Days, gambarnya juga lebih variatif karena nggak diulang-ulang.
Naela Ali's third book is definitely improving compared to the previous two. She decribe this as an artbook which is perfectly suitable with the content. Her drawings becomes more detail, more colour-coordinated and less repetition unlike The Story Of Rainy Days. I can see that she enjoy the entire proses making this book. The imperssion I got from Story for Rainy Days was full of anxious, made in a hustle-bustle and rough. In contradiction, though with the similar concept and style, Things And Thoughts I Drew When I Was Bored is a collection of random drawings (which of course she drew when she was bored) with enjoyable process and enjoyable presentation. Anyhow I belive this books will fit perfectly for the millenials; a lot of picture with short description, it doesn't need a long penetration to understand it, though it doesn't amuse me enough.
Sejujurnya, saya lebih suka buku Stories for Rainy Days I & II. Buku ini bagus, saya suka karena buku ini adalah buku yang menunjukkan kreativitas dari Naela Ali. Saya membayangkan Naela Ali menyusun buku ini dari lapisan lembar demi lembar layaknya membuat scrapbook? Ada tulisan-tulisan tangan, ada juga tulisan komputer yang kemudian digunting-gunting untuk membuat mood tertentu hadir. Menarik. Hanya saja, mengapa saya lebih suka buku sebelumnya adalah karena di buku sebelumnya cerita yang disampaikan lebih banyak dan lebih dalam. Sesuai dengan judulnya. Buku ini, sebenarnya pun sesuai dengan judulnya. Kemudian, hal yang menganggu adalah ukuran buku ini, menurut saya ukuran buku ini terlalu besar. Di lain sisi, dengan ukuran buku yang besar, kita bisa mengapresiasi gambar yang Naela Ali buat dengan lebih baik. Ya, lebih daripada itu semua, saya senang membaca buku ini. Saya senang buku ini menjadi koleksi buku ilustrasi yang saya miliki.
This is not a book for everyone. Some may find this boring or worthless but i love it so much, i've always loved illustration books like this. This book is just simply beautiful! Amazing artworks and have quite a lot of inspirational self-love quotes. ✍️✍️✍️✍️
"Tôi là tia nắng của đời tôi. "
"khi bạn dũng cảm chiến đấu cho chính mình, dù chẳng hề dễ chịu chút nào, bạn tự mang đến cơ hội tỏa sáng cho bản thân. "
"Tôi là chính tôi dù mọi người có nói gì tôi cũng chẳng bao giờ lung lay bởi tôi hiểu bản thân hơn bất cứ ai trên đời."
"Sau tất cả thất vọng, luôn có những may mắn. Nó sẽ đến theo cách bạn chẳng hề ngờ tới."
"Bạn ko cần sự chấo thuận của bất kì ai để được phép tự hào về chính bản thân bạn. “
"Chẳng có gì được gọi là 'đúng thời điểm' . Chỉ có 'ngay lập tức' hoặc 'quá muộn' ."
"Bạn có thể sống cả đời mà chẳng nhận ra thứ bạn vẫn mải mê kiếm tìm lại ở ngay trước mắt."
"Vâng, tôi vẫn rất ngầu bất kể họ nói gì đi chăng nữa."
Things and Thougts. Hal-hal dan Pikiran-pikiran. Isi buku ini adalah kumpulan gambar dan quotes yang ditulis tangan oleh Naela Ali. Ada juga tulisan yang ditaruh dengan model kolase.
Dari segi tulisan, nggak ada yang terlalu 'spesial' banget dengan quote-quote yang sering ditemui di tumblr, instagram, majalah, dan media-media lainnya. Hampir senada lah walau mungkin kata-katanya beda.
Dari segi gambar, kebanyakan gambar cewek ya. Secara yang nulis cewek. #gapenting #abaikan
Satu-satunya hal yang tertanam dalam benak saya setelah membaca buku ini adalah bahkan di saat sedang bosan saja, kita bisa menghasilkan karya (dan uang, wkwkwk) jika kita kreatif dan pantang menyia-nyiakan waktu. Ya, kan?
Buku yang bisa diselesaikan dengan sekali duduk, nggak butuh 24 jam buat aku untuk menyelesaikan buku ini.
Ini buku Kak Naela Ali yang pertama aku baca—pinjem dari perpustakaan mini punya temen. Semua ilustrasinya menarik dan goresan tangan watercolor Kak Naela Ali bagus banget, bikin aku penasaran dan candu what's next what's next.
Buku ini banyak menceritakan tentang hal-hal yang berhubungan dengan remaja—dan mungkin beberapa young adult—rasain tentang hidup ini. Aku selalu suka setiap bagian dimana Kak Naela Ali memberikan booster positif untuk selalu mencintai diri sendiri apa adanya dengan tetap selalu berproses ke arah yang baik.
When you bought a book because the cover looks pretty and later found out that the content is also beautifully written and drawn. 😊
"Sometimes, very occasionally, songs, books and films express who you are perfectly. And they understand you in a way you can't explain. Like those stories are specially made for you." - Things & Thoughts I Drew when I was Bored, simply one of aesthetically pleasing books.
In the beginning of the book, Naela described herself as "I am not a social kind of person. I am kind of person who spend my time mostly alone. Reading books, watching films, listening to music...". --> This is so me. 😁
Suka dengan gambar-gambarnya, mungkin karena saya juga lagi belajar gambar. Tapi kalau gambar manusia sepertinya sih baru bisa mengagumi gambar orang lain dulu, termasuk ilustrasinya Naela Ali ini. Ekspresinya dapet, dan kalimat-kalimat yang ditulis pun singkat saja.
Cocok buat yang seneng dan butuh kalimat penghibur seperti ini, juga pas buat difoto dan dipajang di IG story, kalau saat itu pas rasa dan quotenya.
Kalau bosannya aja menghasilkan gambar-gambar yang ciamik gini, gimana saat dia lagi gak bosen ya? Gambarnya bakal WAW banget mungkin?
Finally I have a time to read this one, and it doesn't need a lot of time actually.
This book is quite interesting and eyecatching, with a lot of tumblr-y quotes and beautiful colored sketches. But somehow I found it rather bored reading it, idk maybe because I'm not someone who like reading quotes. I prefer her other books (Stories for Rainy Days).
Suitable for light reading and well the cover itself is collect-able (is this even a word lmao)
read this during the reading-marathon in bookstore (i didn't buy it fyi since i'm broke). honestly, nothing special from the all poetries in it. but the illustrations itself which makes it more beautiful, special, and of course mostly are have a lot of relations with the poetry. so yeah, if most people asking why this book is expensive, the answer is the illustrations are too worth it to be read and enjoy.
rated 3 stars for aesthetically pleasing illustrations.
Buku artbook ini termasuk graphic novel yang sangat bagus dan penuh arti di setiap ilustrasinya.
Wonderful, Beautiful, Awesome adalah 3 hal yang menggambarkan karya seni di buku ini.
paling senang baca buku ini karena ia adalah penulis+ilustrator favoritku. baca buku ini di waktu aku butuh pengalihan sementara setelah baca fiksi/non fiksi.
Bacaan paling tepat dan bisa diselesaikan dalam sekali duduk.
Novel grafis kedua yang aku baca setelah Love Is. Sepertinya aku menyukai semua hal yang ada di buku ini, kovernya, isinya, pikiran-pikiran yang tertulis, gambar-gambar dan warnanya. Beberapa kali tertohok sama tulisannya, dalam dan indah. Suka!😍 seolah menyuarakan apa yang sulit kuungkapkan whahaha😂 Buku ini, collection-able banget dah😍
Pertama kali liat buku ini dan pengen beli gara2 gambar cherry didepan hihih.. ini adalah buku koleksi pertama saya bertema gambar-gambar dengan quotes. Buku yang sangat cantik desainnya, gambar-gambarnya menambah inspirasi bagi penikmat dan orang yang hobby gambar watercolor pemula bagi saya.
Buku yang selalu bisa dibaca lagi dan lagi. Yang bisa disimpan quote-quote dari lembar pertama hingga akhir. Cara mbak Naela Ali menemani kebosanan pembacanya dengan berbagi hal-hal yang ia pikirkan saat ia sendiri bosan,, me LOVE!! Selalu suka cara penulis menuangkan isi pikiran. Dan ternyata tidak hanya lewat kata. Tapi juga dengan gambar. 5 Bintang dan segelas teh panas.
bukunya emang mahal tapi kalo kata aku sih wajar-wajar aja abisan cantik banget, hardcover yang cover luarnya bisa dilepas gitu kayak buku hardcover luar dan dalemnya juga cantik-cantik. kalimat-kalimatnya masih cheesy yah tapi god ilustrasinya plus desain bukunya enak banget diliat ><
I really enjoy reading this book. The words make sense and sometimes relatable. The illustration is so beautiful. Even though these are the things and thoughts you drew when you're bored, but it came out amazingly beautiful and meaningful. You really got a talents. Keep doing what you're loving.
Một cuốn sách với những dòng tản mạn lộn xộn, lơ lửng. Cộng với các hình vẽ minh họa của tác giả (là một người yêu vẽ). Điều đó khiến cuốn sách thật nhẹ nhàng. Không hẳn có giá trị, cũng không hẳn vô giá trị. Sách thích hợp với những ai muốn tìm cái gì đó thật nhẹ nhàng để lướt.
Sangat bagus apalagi kualitas bukunya, ilustrasi - ilustrasi yang disajikan sangat khas terutama pengunaan warna kalau dibandingkan dengan harganya si aku pikir masih wajar karna kualitas bukunya sangat bagus cocoklah buat koleksi ☕️
I kind of prefer Stories for Rainy Days I and II, it feels having more content than this. But... Still, Naela Ali has managed to draw me in with her short yet beautiful words. I like it.