Jump to ratings and reviews
Rate this book

Cahaya di Tirai Sakura

Rate this book
Penugasan Riza di Nagoya, Jepang, oleh perusahaan penerbangan tempatnya bekerja, membuatnya merasakan bagaimana hidup di negara lain. Tak hanya strategi untuk mengembangkan bisnis, usaha menjalani budaya Jepang yang berbeda dengan budayanya—Indonesia, Jawa, dan muslim—juga menjadi tantangan baginya. “Culture shock” yang ia alami—mulai dari cara orang Jepang menghargai waktu, kebiasaan mereka minum sake, mahalnya harga barang-barang di sana, hingga harakiri yang terjadi pada kolega dekatnya—memberi makna dan ilmu tersendiri bagi hidupnya. Ia percaya, dengan hati yang ikhlas, perbedaan dua budaya itu bisa dijalani tanpa menanggalkan prinsip yang tertanam dalam dirinya sejak kecil.

224 pages, Paperback

First published September 18, 2017

2 people are currently reading
27 people want to read

About the author

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
12 (35%)
4 stars
10 (29%)
3 stars
10 (29%)
2 stars
2 (5%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 8 of 8 reviews
Profile Image for Marina.
2,042 reviews359 followers
January 2, 2021
** Books 02 - 2021 **

3,4 dari 5 bintang!

Bisa dikatakan aku tertarik membaca buku ini ketika Pak Riza sempat mengisi sesi inspirasi dikantorku pada hari Kamis, 19 November 2020. Melihat antusiasme rekan-rekan sekerjaku menjawab kuis yang berhadiah buku ini membuatku penasaran akan buku ini. Aku mengecek di gramedia digital premium dan ternyata buku ini sudah tersedia tanpa ragu lagi aku unduh dahulu untuk bisa sewaktu-waktu dibaca

Untuk mengisi awal tahun baru di 2021 aku akhirnya memilih buku ini karena tertarik dengan judulnya yang berkaitan dengan jepang. Isinya sungguh menarik mengenai penugasan Pak Riza untuk kantor penerbangan indonesia di Nagoya, Jepang. Sejujurnya aku tidak menyangka kalau isinya akan lebih mengenai pemaparan kehidupan Pak Riza di Jepang. Perbedaan budaya jepang dengan budaya indonesia. Sekilas buku ini mengingatkanku akan bukunya Weedy koshino yang berjudul Unbelievable Japan!, Unbelievable Japan 2, dan Unbelievable Japan 3 yang ternyata berbeda isinya.

Ini ada beberapa hal mengenai jepang yang aku ketahui setelah membaca buku ini yaitu :
1. Aku selalu mengira kalau janjian jam 11 siang kita datang jam 10.50 itu lebih baik ternyata sama merugikannya
"Karena jika ia terlambat, orang lain akan menunggu untuknya, dan jika ia datang lebih awal ia akan menyita waktu orang lain yang sebenarnya bisa digunakan untuk mengerjakan hal lain" (Halaman 21)

2. Ketika bekerja di kantor ternyata apabila seseorang tidak mampu menyelesaikan tugas dari atasannya makan teman-teman satu timnya akan dengan sukarela membantu meski mengharuskan mereka pulang larut karena mereka prinsipnya kerja tim bukan kekuatan perorangan (Halaman 51). Hal ini membuatku kaget sih aku mengira disana akan kerja individual ternyata tidak seperti pemikiranku

3. Aku bahkan kaget kalau musim dingin dijepang tidak boleh mandi pagi karena dianggap ketika musim dingin kondisi badan manusia tidak gampang kotor atau berkeringat sehingga tidak perlu penting akan kegiatan mandi. Bahkan dibuku ini teman Pak Riza ditegur oleh guru sekolah anaknya karena kedapatan memandikan anaknya.

4. Masalah oleh-oleh juga ternyata berbeda dengan kebiasaan di Indonesia yang digeletakin di ruang tengah utama akan jadi milik bersama. kalau di Jepang ternyata sebaiknya diserahkan kepada salah satu orang untuk membagikan atau langsung dibagikan kepada setiap orang dengan menawarkan secara langsung. (halaman 145). Aku gak menyangka sih jepang menghormati orang sampai segininya bener2 gak akan mengambil secara langsung oleh-oleh tak berpunya ditengah. bahkan dikantorku kadang ada sistem siapa cepat dia dapat. aku kadang suka mengambil oleh-oleh di meja tengah untuk diberikan ke teman-teman yang saat itu tidak ada di meja. kasian kalau gak kedapetan sama oleh-olehnya :')

masih banyak hal lain yang dibagikan Pak Riza didalam buku ini. lebih lengkapnya silakan membaca bukunya langsung ya. kalau kalian yang penasaran sama kebudayaan jepang pasti suka sama buku ini :)

Terimakasih Gramedia Digital Premium atas peminjaman bukunya!
Profile Image for Bambang Yuno.
276 reviews13 followers
October 24, 2017
Pengalaman memang menjadi guru yang paling berarti..

Begitu juga pengalaman mas Riza selama 3 tahun tinggal di Jepang, berkomunikasi dengan orang Jepang asli dan berbagai penyesuaian yang dia lakukan, serta pelajaran2 kehidupan yang dia dapatkan yang dituangkan di dalam buku ini, diselingi dengan ingatan2 masa kecilnya di kampung Sayidan Yogyakarta, menjadikan buku ini semakin enak dibaca...

Dengan gaya bertutur nya yang hampir mirip seperti Andrea Hirata.. mudah2an setelah buku ini ada buku2 lainnya yang dikarang oleh Riza (temen SMP ku..hehehe), yang diilhami dari pengalaman2 bekerjanya, bahkan mungkin cerita tentang masa kecilnya di kampung Sayidan ...



Ditunggu,... buku2 berikutnyah....

Profile Image for Northe Made.
34 reviews1 follower
September 18, 2020
Buku ini emang nggak pakai bahasa yang mendayu-dayu dan cenderung strict membicarakan tentang pengalaman Bang Riza selama tinggal di Jepang. Maka itu aku juga nggak bisa lihat sebagai novel berstruktur awal-konflik-solusi sebagaimana umumnya. Menurutku setiap BAB punya masalah dan penyelesaiannya sendiri. Dan malahan, setiap masalah dibahas dengan sederhana tapi mudah dipahami. Jelas juga.
Profile Image for Blank.
127 reviews4 followers
January 10, 2021
Sebuah cerita pengalaman yang dikemas apik, enak dibaca dan sama sekali ga ngebosenin. Ada sedikit informasi dibuku ini tentang budaya - budaya orang Jepang, bagaimana mereka berinteraksi antara satu sama lain dan beberapa tips buat yang mau ke Jepang, baik itu gara - gara urusan pekerjaan maupun sekedar pingin liburan.
Profile Image for Diamonda Putra.
25 reviews1 follower
June 15, 2021
Buku ini membuat angan-angan ku untuk tinggal di Jepang semakin kuat hehe. Banyak informasi mengenai budaya dan pola hidup masyarakat Jepang dipaparkan dengan apik oleh penulis. Selain itu, penulis juga memotivasi pembaca untuk hidup aktif dan menerapkan pola hidup sehat, teratur dan disiplin layaknya orang Jepang.
Profile Image for Harumichi Mizuki.
2,442 reviews73 followers
January 16, 2024
Buku ini berkisah tentang pengalaman Pak Riza Perdana Kusuma ketika ditugaskan untuk membuka kembali jalur penerbangan Indonesia-Nagoya oleh Garuda Indonesia. Sebagian besar berisi penilaian yang sangat positif tentang masyarakat Jepang. Seperti ketelitian dan tingkat detail yang luar biasa dalam melalukan pekerjaan, kebiasaan disiplin dan menjaga kebersihan, dan sebagainya.

Bagi Pak Riza, dia sangat menikmati bekerja di Jepang karena sangat jarang berurusan dengan masalah SDM. Para karyawan sudah terkondisi untuk melakukan pekerjaannya dengan sangat baik. Namun, ketika membandingkan masyarakat Jepang yang disiplin dengan masyarakat Indonesia yang lebih longgar terhadap aturan di depan teman-teman Jepangnya, mereka justru menganggap bahwa Indonesia adalah surga dunia karena tak banyak peraturan dan larangan seperti di Jepang. Malah dia bilang sebaiknya Indonesia jangan berubah agar dia tak kehilangan surga dunia hahaha.

Namun, cerita kedua terakhir dari buku ini malah tentang koleganya yang bunuh diri karena harakiri. Pak Riza baru mengetahui hal itu setahun kemudian, karena menurut tradisi Jepang, ternyata orang baru boleh melayat ke orang yang meninggalnya karena harakiri setelah setahun. Apa berlaku untuk jenis bunuh diri yang lain juga? Terenyuh rasanya saat anak lelaki dari koleganya yang masih kecil mengira ayahnya hanya pergi jauh dan akan kembali untuk membawa oleh-oleh.

Untungnya akhir buku ini ditutup dengan kisah yang tidak kelam, berita bahwa Pak Riza sudah menikah dan memiliki anak lelaki bernama Hidetoshi. Sahabatnya, Profesor Yokota sampai datang ke rumahnya di Yogya untuk memberikan hadiah secara pribadi.
1 review
June 28, 2025
First time pegang buku ini ketemu di perpustakaan sekolah, sekitar dua tahun yang lalu kalau tidak salah. Pas waktu istirahat habis solat dhuhur, coba mampir sebentar ke perpustakaan, niatnya hanya cari AC.

Karena suasananya lumayan sepi, akhirnya coba lihat-lihat buku di rak. Waktu itu saya sudah mengambil beberapa buku sebenarnya, mau dibaca sambil nunggu bel. Tapi ada salah satu yang menarik perhatian saya untuk dipinjam dan dibaca di rumah.

Hal yang bikin tertarik itu covernya, bagus ilustrasi nya. Pemilihan warnanya bisa bikin orang tertarik buat ngambil dari kesekian puluh buku di rak. Saya bukan ahli warna, yang penting betah saja melihatnya. Paling senang baca buku tentang negeri matahari terbit. Budayanya, bahasanya, negerinya, semuanya indah.


Overall, alurnya bagus, gaya bahasanya saya suka. Santai tapi tidak klise. Saya rekomen juga bukunya ke teman sekelas. Beberapa kawan sempat pinjam ke perpustakaan. Setelah selesai baca, katanya mau cari loker di Jepang. Wkwkwk. Jepang memang secantik itu ya.
Displaying 1 - 8 of 8 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.