Jump to ratings and reviews
Rate this book

Dirt on My Boots

Rate this book
Entah ini kutukan atau anugerah, tapi ada banyak laki-laki tampan di kantorku.

Bos besarku masih menawan di usianya yang sudah enam puluhan, namun tentu saja dia bukan pilihan potensial. Aku mencari kekasih, bukan ayah angkat. Lalu Pak Freddy, laki-laki paling tampan di kantor. Dia punya senyum maut yang sayangnya hanya diperuntukkan istrinya. Masih ada pria yang tidak kalah tampan di divisiku lho, dan mereka lajang!

Hore…? Tidak juga.

Putra lebih muda dariku, dan menjalin cinta dengan berondong tidak ada di daftarku. Sandro lebih tua, tapi aku tak menemukan ada aliran listrik yang tiba-tiba menyambar saat kami berdekatan. Tidak ada ribuan kupu-kupu yang tiba-tiba membentuk koloni, bersarang, dan mendadak mengepak bersamaan di perutku.

Lalu Pak Andra, bos baru di kantorku yang memiliki bokong terindah di dunia. Ya, dia potensial. Tampan dan pintar, dua keunggulan yang hanya dimiliki satu dari seribu laki-laki di dunia. Barangkali masalahnya ada pada diriku. Aku jelas bukan calon potensial baginya. Aku tidak memiliki apa yang diharapkan olehnya, atau lelaki lainnya di dunia ini. You know what I mean—sesuatu yang besar di bagian tubuhmu. Tapi yang jadi masalah, seharusnya sejak awal aku tidak jatuh cinta pada laki-laki yang tidak mempercayai komitmen seperti dia.

Kebingunganku semakin berlimpah-ruah, ketika suatu pagi aku terbangun di sebuah ranjang dan mendapati sosoknya berada di sampingku. Semenjak itu pikiranku kian terusik. Apa yang sudah kulakukan dengan bosku? Atau, tepatnya, apa yang telah bosku lakukan kepadaku?

300 pages, Paperback

First published September 25, 2017

29 people are currently reading
384 people want to read

About the author

Titi Sanaria

32 books205 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
149 (16%)
4 stars
312 (34%)
3 stars
331 (36%)
2 stars
72 (8%)
1 star
34 (3%)
Displaying 1 - 30 of 231 reviews
Profile Image for Nana.
405 reviews27 followers
November 24, 2017
Saya ndak kuat baca novel ini sampe habis. Lol lol lol... Pas udah.. hmmm... sekitar 3/4 kali ya... langsung skip, skip, skip... baca cepet ajah. Soalnya males banget logika ceritanya.

Ga bisa suka sama 2 tokoh utamanya, Sita dan Pak Andra. Dan Pak Andra itu ketimbang cool atau seksi malah nyeremin, psycho sih kalo menurut gue. Gue tipe orang yang bakal kabur sejauh-jauhnya kalo sampe dideketin sama cowok kayak ini. RESIGN. Gimanapun caranya, gue harus resign, bahkan kalo sampe harus ngomong ke owner pun akan gue jabanin. Bahkan kalau gue sampe diblacklist di perusahaan lain pun bodo amat, mending gue kerja jualan online di instagram or gabung MLM deh ketimbang stay di kantor itu dan digangguin orang kayak Pak Andra gitu.
Pak Andra ini tipikal cowok yang emang lagi tren kali ya sekarang, yang demen maksain kehendak, ga bisa ditolak dan bisa kurang ajar demi ngebikin cewek yang dia suka tunduk sama dia. euw euw euwww!!! Adegan pas dia maksa masuk ke rumahnya Sita dan nyium Sita... Euw euw euwww!!!!

Dan Sita pun nggak jauh-jauh amat dari nyebelin. Cewek tukang bohong yang sok berpengalaman soal seks dan kehidupan bebas tapi sebenernya cuma berbekal novel dan video hot.. Bahkan jenis minuman alkohol pun dia ga tau sama sekali. Errr... Mbak, kalo emang kepepet ya pesen bir aja kali, ga perlu main tenggak minuman gak jelas! Gue yakin ni cewek bukan cuma perawan bahkan digrepe cowok aja belum pernah. Meh! Dan dari sini udah ketauan ya gimana cara kerja otaknya.

Psycho sih menurut gue, cuma yaa... emang ceritanya dibungkus secara lucu dengan gaya bercerita blak-blakan dan rame. Temen gue sih baca ini demen banget, tapi gue nggak deh. Mendingan baca novel-novel romance barat yang walau hot, paling nggak tokoh-tokohnya tau apa yang mereka lakuin dan how to stop when the counterparty ask them to.






Profile Image for Utha.
824 reviews402 followers
May 4, 2022
Secara keseluruhan, Dirt on My Boots seru banget. Pemakaian PoV 1 juga bisa dibilang tepat karena pembaca bisa mengetahui pikiran dodol Sita. Percakapan mesum yang ada di novel ini biasanya sih paling sering gue denger dalam percakapan para generasi boomers di kantor. Kadang suka zzzzt sendiri pas mereka ngobrol, tapi baca percakapan kayak begitu di sini aku malah jadi ngakak.

Kalau karakter, aku suka banget sama Raisa yang polos tapi minta ditempeleng... yang paling aku nggak suka malah karakter alpha male-nya.

Secara teknis, semoga di cetakan selanjutnya diperbaiki karena jumlahnya kayak bintang yang bisa dilihat di langit Wae Rebo. Hint-nya, bukan salah tulis kayak kurang koma, titik, atau huruf sih (meski memang ada jugaaa), tapi... ya gitu deh.

Dua kata buat novel ini: blakblakan dan seru!

Selamat membaca kisah perjalanan apel fuji Sita!
Profile Image for Reina Tan.
291 reviews143 followers
August 3, 2018
⚠ subjective opinion || Indonesia || lil bit vulgar and rant
° ° °

Dirt on My Boots bercerita tentang Sita, wanita 27 tahun, yang memiliki mulut asal jeplak. Apapun bisa meluncur dari mulut wanita tersebut, tapi yang paling sering mengenai bokong dan hal mesum lainnya(?). Sampai akhirnya, Bos baru datang menggantikan posisi Pak Freddy, yaitu Pak Andra dengan bokong lebih seksi dan mulut yang tidak kalah jeplak nya.

Tunggu, aku merasa itu ringkasan teraneh yang pernah aku ketik😂 maafkan bila rada-rada, karena isi ceritanya memang rada-rada.

Aku baca ini karena banyak kawan di bookstagram dan goodreads mengatakan bahwa Resign! segi ceritanya rada mirip dengan Dirt on My Boots. Dengan memanfaatkan Gramedia Digital, aku mencari tahu buku ini segera.

Apakah memang mirip?

Konsepnya saja yang mirip. Sama-sama harus berhadapan dengan Bos yang nyebelin, sama-sama punya geng gosip di kubikel, dan... Aku gak tau lagi apa yang sama😂

Yang paling berasa itu aja sih 😂

Baiklah, ayo kita bahas buku ini.

Dari segi komedi, buku ini kocak. Lucu kok, aku sampai dibuat tertawa beberapa kali. Hanya saja, topik leluconnya sangat amat menyangkut hal dewasa. Mungkin itu adalah alasan kenapa rating buku ini 18+

Tapi, alangkah lebih baiknya ditulis besar-besar pake kapital bahwa buku ini adalah NOVEL DEWASA.

Soalnya, ada kali ¾ isi novel ini membicarakan orgasme dan segala macam yang berhubungan dengan ML. Jujur, aku kadang terusik sama bagian itu.

Di satu sisi, itu bisa jadi kocak. Tapi di sisi lainnya, aku merasa itu jadi pelecehan. Yah mungkin si Sita sih kalem-kalem aja ngomongin hentai segala macam sama cowok kayak temannya, Putra dan Sandro, atau bahkan Bos-nya, Pak Andra. Tapi menurutku, sesantainya itu karakter ngomongin hal begitu, enggak seharusnya ngomongin begituan pas kerja.

Mau Bos-nya yang mulai duluan kek, temennya yang mulai duluan kek, bahas hal kayak gitu di hampir setiap momen rasanya enggak etis banget gitu.

Terus, perihal karakter. Duh, aku tuh awalnya mayan demen. Cuma anjlok di beberapa bagian sebelum tamat.

Sita yang awalnya nyablak soal hal mesum dan berani. Mendadak mudah sakit hati karena ada yang ngomong ina inu sama dia. Ya aku juga paham sih kenapa dia sakit hati, soalnya emang beneran nyakitin. Tapi kalau diingat-ingat lagi nih ya, yang mulai itu si Sita nya juga.

Aku kurang bersimpatik sama dia pas digituin, meskipun pasti sakit hati. Tapi itu lah hukum-karma. Siapa yang menabur dan menuai, dia yang harus tanggungjawab. Contohnya deh biar nyambung sama topik buku ini. Kalau ada laki-laki hamilin perempuan di luar nikah, dia harus tanggung jawab kan?

Sama kayak Sita ini.

Makanya, Mbak Sita, sesuka-sukanya sama hentai mulutnya tetap dijaga :)

Kemudian, Pak Andra. Ini juga sama aja. Bagian awal-awal, aku masih oke sama karakter dia—meskipun juga sama nyablaknya kayak Sita. Pas menuju ending, aku rasa ini laki-laki punya kepribadian yang enggak stabil deh.
Kayak Psycho.

Dari Bos gagah dan berwibawa, jadi cheesy dan hopeless romantic enggak jelas. Galau-galau merana aneh. Seketika pandanganku bubar. Dia juga rada sexist sih, dan ayolah. Aku sih kalau udah punya Bos ngegodain pake kata mesum—misalkan aku jg suka film hentai—it's not a good thing to talk in office. Apalagi bercanda sambil kode-kode ke arah sana
.

Iya, sana yang jauh.

Yah, namanya fiksi. Apapun bisa terjadi. Tapi enggak gitu juga seharusnya.

Klimaksnya juga seperti novel-novel romansa biasanya. Cukup bikin pilu, tapi karena aku udah lelah sama perubahan mendadak kepribadian mereka, jadi enggak begitu terasa.

Aku sebenarnya, bisa bilang suka sama buku ini. Tapi, enggak sesuka itu. Kadang kalau ingat hal-hal gak wajarnya, aku jadi sebel. Tapi enggak sampai benci.

Topik leluconnya kadang kocak, tapi kadang enggak etis.


Atau mungkin hanya bermaksud dirty talk kayak novel Sylvia Day dan Emma Chase? Entahlah 😂

Mungkin kalau bahasanya diperhalus atau kekonsistenan watak tokohnya bagus, aku bakal kasih bintang lebih.

Tapi kalau boleh jujur, buku ini cukup menghibur terlepas dari hal-hal yang aku enggak suka. Mungkin di aku kurang, tapi di kamu? Mungkin kamu bakal biasa aja 😂
Profile Image for Ifa Inziati.
Author 3 books60 followers
October 30, 2017
WARNING: LONG HONEST REVIEW AND MILD SPOILER

Sebelumnya, saya mau bilang meski saya buddy reading buku ini, ulasan dan opini tetap milik saya. Pertimbangan dari rekan buddy reading hanya sebagai pemanis dan penyeimbang.

Jadi... mulai dari mana, ya? Ada banyak hal yang ingin saya ceritakan di sini dan ini pertanda baik. Saya suka buku dan saya suka bercerita tentang buku, termasuk kover dan suntingannya. Jadi maafkan bila di tengah-tengah ulasan topiknya terasa kacau karena antusiasme, hehehe. Kita mulai dari depan dulu mungkin, ya.

Ini bisa dibilang kali pertama saya membaca novel terbitan Elex Media dalam bentuk cetak (hard copy). Desain mukanya sederhana tapi memikat. Diwarnai sedikit pulasan warna pink, judul yang sama dengan lagu country populer dalam font warna hitam tegas, dan blurb menggoda. Oh, logo City Lite-nya juga mengikuti coretan pink di kover.

Panggil saya ribet, tapi sebetulnya ada yang sedikit mengganggu ketika saya melihat novel Elex, and tbh that's what lowkey puts me off. Logonya. Saya pembaca komik Elex sejak kecil dan kapan pun saya melihat logo itu, saya jadi teringat komik (tadinya suami juga mengira kalau itu komik) daaan mengapa tiap di novel terbitannya logo itu tetap berwarna merah? Untungnya di sini dominan warnanya pink sehingga merah masih masuk. Tapi saya pernah lihat desain kover novel Elex yang memakai palet warna biru dan ungu yang kalem, lalu jreng, ada merah nemplok di pojok. Yang ada saya malah lebih ngelihat merah logonya ketimbang kovernya 😅 kalau lihat buku lain yang logo penerbitnya dinamis (diubah sesuai palet warna kovernya) atau netral (putih atau transparan), logo Elex sepertinya bisa juga dibuat seperti itu. Tapi mungkin mereka punya pertimbangan tersendiri kenapa logonya tetap dibuat merah.

Baru kover aja udah bawel, ya. Hehe.

Lanjut ke ukurannya, menurut saya enak digenggam meski tebal (300-an halaman). Kertasnya juga bagus. Ukuran tulisannya mungkin agak sedikit kecil untuk sebagian orang, tapi buat saya cukup terbaca.

Novel ini dilabeli 'novel dewasa' di bagian belakang kover untuk penggunaan bahasanya. Selebihnya seperti cerita dan adegannya menurut saya masih bisa dinikmati dari usia remaja. Dan label itu nggak main-main, karena istilah seksual langsung muncul di paragraf pertama dan bertahan untuk bertebaran secara intens hingga sepertiga awal. Karena bagian 'tidur bareng'-nya bahkan belum muncul, saya bertahan untuk membacanya sampai awal sepertiga tengah. Di situlah ceritanya mulai bergulir seperti di blurb.

Sepertiga tengah diisi dengan interaksi Sita dan Andra yang makin sering. Perasaan Sita pada Andra juga dipertanyakan, apa benar dia sebetulnya sudah jatuh cinta pada bosnya itu. Kehidupan tokoh lain pun diperlihatkan, seperti Sofi sahabat Sita yang memiliki restoran vegan, Kak Gian yang pura-pura jadi pacar Sita, dan geng mesumer yang mulai terlihat penokohannya. Di sini saya mulai bisa menikmati dinamika hubungan mereka.

Bagian serunya justru terjadi di sepertiga akhir, yaitu saatnya perubahan beberapa karakter terjadi dan saya semakin ingin tahu akhir cerita hubungan Sita dan Andra. Memang, ada bagian yang sepertinya dipotong dari versi originalnya (saya belum bilang ini novel Wattpad, ya?), tapi tidak mengurangi kenyamanan membaca. Buat yang sering baca atau nonton kisah office romance dengan karakter playboy sebagai tokoh utama pria mungkin lebih familier dengan jalan ceritanya.

Novel ini ditulis sebagian besar dari sudut pandang Sita dengan pengecualian prolog dan epilog yang menggunakan sudut pandang Andra. Saya salut sekali dengan suara Sita di sini. Begitu kuat, khas, dan sangat memegang cerita. Faktor Sita sangat berpengaruh sehingga jika kita menggantinya dengan suara tokoh lain, saya yakin buku ini tak akan terlalu seru. Saya pun yakin suara Sita-lah salah satu yang memenangkan hati pembaca Wattpad. Pemilihan PoV yang tepat sekali. Sedangkan suara Andra pas, terlihat bedanya dengan Sita tapi mengingat porsinya yang hanya dua bab rasanya sudah cukup.

Sebetulnya, terlepas dari label novel dewasanya (saya anak YA hehe, malu baca novel dewasa 🙈) cerita dan keseluruhan bukunya bisa mengambil empat bintang. Sayangnya saya punya sedikit isu dengan salah satu karakternya, Andra.

God, how pretentiously sexist he is.

Pertama, saya justru melihat ketidaknyamanan itu bukan pada Andra, tapi Sandro. Ini juga dilihat rekan buddy reading saya (kuotasi menyusul ya, mau dicek dulu hehe). Kemudian saya sampai pada interaksi Andra-Sita yang kebanyakan dipegang Andra, dan sebetulnya masih terasa biasa, hingga akhirnya saya membaca bagian ketika Sita ke rumah teman kecilnya Abdi dan secara *kebetulan* bertemu Andra di sana.

Aku baru menutup pintu mobil ketika Pak Andra sudah berdiri di dekat jendela. Aku tidak tahu kalau dia mengikutiku. Aku menurunkan kaca ketika dia mengetuk.
"Ada apa, Pak?" Aku berusaha mengulas senyum.
"Saya ikut dengan kamu. Kebetulan mau ke mal juga."
"Hah? Apa?" Ini pasti mimpi buruk. Aku tidak mau pergi dengannya.
"Turun, biar saya yang nyetir."
Eh buset, dia pikir ini kantor, seenaknya memerintah. "Tapi, Pak--"
"Tidak perlu harus berdebat dulu, kan? Ayo, turun. Saya tidak suka disopiri perempuan."


Lalu Sita mempersilakan mobilnya dan dirinya disopiri.

Jujur, saya gemetaran saat mengetik kuotasi di atas (juga pas cari kuotasi Sandro tapi belum ketemu, harusnya ditandai. Salah saya). Coba baca kalimat terakhirnya: saya tidak suka disopiri perempuan. Tapi dia MENGAMBIL mobil perempuan itu. PEREMPUAN yang punya mobil, PEREMPUAN yang mau pergi duluan dan Anda ngikut, tapi kenapa Anda yang otoriter? SIAPA ELO? Saya menunggu Sita membalas dan keukeuh dia saja yang membawa mobil, tapi ternyata tidak.

Lalu, dalihnya, mobil Andra dibawa adiknya. Like it's the bullshit of the year. Ya kalau mau ikut orang jangan malah merintah orangnya, dong! Atau kalau mau nunjukkin chivalry isn't dead mbok ya ngomongnya baik-baik. Situ kan pimpinan, tahu kan kata BOLEHKAH? Bilang 'Boleh saya menyetir?' aja susah amat. Dan menurut saja dengan meminta izin seperti itu tidak akan merusak karakternya yang memang dingin. Bisa kok, cowok cool tapi masih sopan. BISA BANGET! Dan pakai alasan 'nggak suka disopiri perempuan itu...' asdfghjkl. Kan bisa pakai alasan lain yang lebih nggak seksis 😡😡

And I have problems with him ever since.

Tidak berhenti sampai di situ, ke sananya pun si Andra ini makin bertingkah sama Sita seolah Sita propertinya. Harus ini, harus itu, ikut sana, ikut sini. Dia nggak lagi coba channeling Christian Grey si another pretentious control freak kan? Because it seems like it. Dan fakta bahwa dia nggak ngapa-ngapain Sita ketika Sita mabuk nggak lantas menjadikan dia seketika gentleman. I don't buy bad boy or player or protector part. Abusive is abusive. Dalam kasus ini memang bukan fisik, tapi Andra berkali-kali merusak privasi Sita, menganggapnya tahu apa yang terbaik untuk Sita, SOK TAHU pula (Sita udah bilang nggak mau loh pas dia mau dicium. Udah bilang dia udah punya pacar meski bohongan. Tapi Andra tetap maksa. Dan meski katanya Sita menikmati, tetap saja dia udah bilang 'nggak'. Tapi ya namanya juga novel). The point is, I can't stand him. Kediktatoran dia berlanjut saat Andra menembak Sita dan Sita belum bilang menerima, tapi sudah dia anggap pacaran. Dan ketika Sita meminta putus, Andra nggak mau mengakui mereka putus KARENA PUTUS ADALAH KESEPAKATAN KEDUA BELAH PIHAK. Begitu juga dengan jadian, Bro. Aelah lu.

Memang, Sita nggak bilang 'ya' tapi nggak nolak juga. TAPI KAN BELUM ADA JAWABAN! JADI ORANG KEPEDEAN BANGET DAH! Duh maaf jadi kesal begini. I just... mungkin karena di usia sekarang I just don't buy things like that. Kalau udah saling suka, nggak perlu kata jadian juga udah otomatis. Huh. Nikah aja butuh ijab kabul, tunangan butuh ketemu orangtua, masa jadian on a whim aja nggak ada kata janji persetujuan apa pun?

I like Sita. I stand with her and I desperately want her to stand up for herself! Di tengah-tengah saya ikut dibuat geregetan juga sama Sita karena tiap Andra maksa dia cuma bilang 'Tapi Pak, tapi Pak' aja. Untungnya diselingi dengan pendirian dia yang teguh dan pandangan dia yang nggak lagi soal bokongnya Andra (alias nggak akan luluh sama penampilan lagi). Dia karakter yang solid. Saya sangat senang ketika itu dibayar di akhir, saat Sita meminta putus. Dia mulai memberi jarak pada privasinya untuk tidak diacak-acak Andra lagi, memberikan Andra jarak untuk berubah pelan-pelan, dan berakhir manis. Dan di sepertiga akhir itu pula logika cerita dapat, alur berjalan mulus, masuk akal, dan tentunya seru untuk diikuti.

Ada satu poin yang dilihat rekan buddy reading saya yaitu penamaan tokoh yang mirip-mirip. Andra, Sandra, Sandro, Sita, Sofi, dan itu sempat bikin dia bingung. Poin lainnya, suntingannya. Rapi banget! Dijamin enak membacanya dan nggak perlu misuh-misuh nggak penting soal saltik. Eh, ada satu paling, kayaknya harusnya it's worth bukan it worth. Selebihnya, okeee. Ngomong-ngomong kenapa judulnya Dirt on My Boots, ya? Kalau lagunya sendiri tentang kehidupan petani seperti lagu country pada umumnya, makanya ada tanah di botnya 😁

Buat yang sudah baca di Wattpad, wajib beli lagi karena pasti ada yang beda. Buat yang penasaran, beli aja. Lumayan dapat pengalaman baru (yang ternyata juga pengalaman baru penulisnya di genre ini). Dan buat Elex, punten tolong kalau bisa logonya dibuat netral aja atau disesuaikan kover ya. Hehe *jitak dahi* Makasiiih.

Reading progress bisa dibaca di bawah ini, ya 👇👇👇
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book268 followers
October 15, 2017
Harap diperhatin dengan baik label "Novel Dewasa" di sampul belakang buku ini. Karena isi buku ini hanya untuk pembaca yang pikirannya dewasa. Vulgar, mesum, dan blak-blakan sarkasme-nya. But I do enjoy read it. Terlepas dari karakter tokoh wanitanya yang lugu menggemaskan soal cinta.

Sita bekerja di divisi iklan di kantornya. Bersama Putra, Sandro dan Raisa mereka adalah tim kreatif yang mulutnya benar2 minta dicuci. Obrolannya pasti nyerempet mesum terus. Termasuk mengagumi bokong Big Boss di kantor. Meski mulutnya tergolong murahan, Sita sebenarnya adalah gadis jomblo yang memegang prinsip no sex before married. Lantas ketika dia mabuk dan terbangun dalam pelukan Big Boss, tentu saja Sita jadi panik.

Andra adalah bos yang sulit dihadapi. Rekornya bersama gadis-gadis berdada melon membuat Sita yakin bosnya tidak akan memilih dada apel fuji seperti dirinya. Tapi ketika tingkah si bos mulai mengganggu Sita tak.bisa tinggal diam.

Novel ini lucu. Ya karakternya, ya plot ceritanya..Baru kali ini saya menemui novel yang berangkat dari platform penulisan novel yang dibaca jutaaan kali itu malah menyindir si paltformnya dalam novelnya..Bahkan si penulis tampil bak cameo, dan dipandang sebelah mata sama tokoh wanitanya. Hahaha...
Profile Image for Boo Boo.
361 reviews12 followers
March 1, 2022
Wah buku ini lebih sesuai sama genre kesukaan. Daripada yang kubaca sebelumnya. Lawak nih Sita. Tapi mesumnya kelewatan deh. Aku suka Jamie Dornan juga gak sampai donwload hentai tiap malam😭

Bohongnya itu loh terlalu diumbar berujung jadi malu-maluin diri sendiri. Tiap di kantor ngomongin batangan. Padahal awal-awal tuh kocak parah si Sita. Tapi pas udah pacaran kok jadi beda. Malah scene bertengkarnya mulu yang dibahas. Dan mendadak konflik komitmen yang jadi pilihan akhir. Kesannya kok lari-larian? Apa karena mengedepankan scene ribut mereka mulu jatuhnya ni kopel jadi kurang manis?

Alasan Sita buat nikahnya itu loh aku agak gak terima😂 Padahal udah menantikan pas Sita ketahuan bohong itu gimana. Tapi yah😩

Buku ini lumayan buat aku ketawa. Thanks😂 Kemaren subuh lagi kesel amat gw elah. Akhirnya gak sengaja ketemu buku ini di GD. Dan foila penulisnya sama dengan buku yang aku baca kemaren💕
Profile Image for Katherine 黄爱芬.
2,428 reviews292 followers
May 31, 2020
Reread novel ini memang moodbuster yg ok. Nyaris tiap hlm yg dibaca (masih) bikin gw ngekek-ngekek gak habis pikir dgn cara pikir Sita yg unik (bin licik) ini.

Mungkin krn bekerja di bidang Kreatif periklanan, Sita ini sangat intens utk meng-gol-kan tujuan-tujuannya dgn segala cara dari halal sampai dgn haram. Yg paling parah adalah bualannya ttg sudah berpengalaman dlm making love, pdhl "jebol gawang" aja belum. Dan Sita ketemu batunya, dipasangkan dgn lawan tangguh yg gak kalah gebleknya dgn dirinya. Andra alias Fendi adalah tipikal bos yg menyebalkan, meremehkan kemampuan Sita utk membalikkan keadaan. Andra juga tipe pria yg "memaksakan" bhw dirinya benar dan Sita pihak yg salah. Gimana caranya dua karakter yg bertolak belakang ini bisa bersatu, cuma Tuhan dan pengarangnya yg tahu.

Tapi saya suka chemistry mereka. Love-hate relationship mereka dapet banget. Sita yg biasanya gak punya urat malu jadi sering malu sejak PDKT Andra yg (emang sih) bikin malu. Gak ada yg mengalahkan kelucuan saat kebohongan Sita "gagal" utk membohongi Andra. Dan yg saya salut adalah author bisa aja selalu menyelipkan frasa "melon" di tiap kalimat dlm pikiran Sita yg penuh prejudice ini kpd Andra (gw pasti ngakak tiap baca ada kata "melon" ini).

Gak bisa menyalahkan sih sikap Sita selama mereka pacaran spt setengah hati tapi gak sabaran ingin serius nikah. Mengingat sejarah panjang Andra dgn melon-melonnya, gak heran Sita jadi insecure dan paranoid gitu.

Jujur ya, cuma novel lokal ini yg heroine-nya menambat hati saya, Sita dgn segala kelebihan dan kekurangannya saya terima sepenuh hati. Saya gak perlu kagum dgn heroine yg sempurna tapi cukup dgn heroine (wanita) yg bisa nyaman dgn segala ketidaksempurnaannya. Ciye e lah bahasa gw.

Recommended buat yg demen banget comedy romantic novel.
Profile Image for Al-Al Malagoar.
Author 1 book51 followers
Read
January 13, 2018
dnf pertama di awal tahun. Tidak ada karakter yang saya suka dari dua tokoh utamanya di sini. Sita digambarkan berkarakter kuat, tegas, tapi sepanjang saya membaca, dia nggak lebih dari seorang denial. Berkata "nggak bakal suka sama dia" tapi saat dicipok, yaaah malah mendesah -____- 😒😒😒

Ada sejuta kalimat novel di sana kurlebnya kek gini:
"Aku bersumpah tidak akan jatuh ke pesonanya"
tapi yah, you knowlah, akhirnya cemana 😐😐😐

Saya tidak mendapatkan suara karakter tegas di sosok Sita, selain seorang perempuan yang ngomongnya nyablak, nggak bisa diatur, dan banyak tingkah. Dia bahkan tidak bisa tegas untuk dirinya sendiri, saat dia dipaksa dicipok si cowok, kalau memang digambarkan sita adalah perempuan kuat, bisa saja Sita menendang selangkangan si cowok, lalu menamparnya, peduli sampah lah dia atasan sementara sita bawahan, yang namanya pelecehan memang harus ditindak. Tapi tidak, karena well atas nama cinta, dicipok gitu akhirnya dia merem melek deh. enak ya, Sit 😂😂😂

Saat dirinya ditelanjangi dalam keadaan mabuk dan dikeloni si Andra, Sita juga nggak mengeluarkan suara setelah bertemu kembali dengan bosnya di kantor di hari senin, selain ngegerundel nggak jelas, uring2an kayak perawan di masa mens pertamanya. Indikasinya, dia memperbolehkan Andra mengeloni dia dalam keadaan mabuk. 😐😐😐😐 Bahkan dia meladeni Andra menjadikannya bahan tembakan.

Sosok Andra, aw psycho parah -_____- memaksakan kehendak, diktaktor, dan nakutin. Apa yang dilakukan Andra nggak ada romantis2nya selain menimbulkan hawa2 mencekam.

Yah seperti itulah
Profile Image for Dion Sagirang.
Author 5 books56 followers
September 5, 2017
Saya beneran nggak nyangka kalau seorang Titi Sanaria yang biasanya mellow menulis tema yang bertolak belakang dengan dirinya. Sangat menghibur. Saya tahu, ke depannya penulis akan semakin berkembang dan ... sempurna.
Profile Image for Semi.
85 reviews1 follower
February 9, 2025
Tipe cerita yang hanya perlu dinikmatin tanpa harus dipikirin pakai akal sehat karena jujur, laki-laki macam Andra kalau ada di dunia nyata mit-amit banget mending kita semua RUNNN😭🙏🏻 Untung lawannya Sita tapi yang ga mending juga sih soalnya makin akhir character development jadi luntur banget…
Profile Image for Briliantina Hidayat.
203 reviews15 followers
April 14, 2023
Premisnya sih oke, tapi eksekusinya sangat jauh di bawah ekspektasi. Dialognya terasa slapstik, meskipun ga ada sih adegan orang kejeduk/kepleset/dll gitu. Obrolannya juga kasar, selalu berkutat di area orgasme, ukuran d*da, ukuran pen*s, dan sebangsanya. Dan parahnya, itu obrolan di kantor lho.
Sebagai orang yang pernah cukup lama berkecimpung di dunia kreatif periklanan, aku bisa bilang, tidak sekalipun berpengalaman menemui orang-orang periklanan mbahas urusan ranjang sevulgar itu. Atau orang kerja kantoran pada umumnya deh. 🙄
Jadi aku bilang sih novel ini cukup oke, sayang eksekusinya kedodoran, plus dengan tema sesimpel itu dan tanpa adanya problem lain, kisahnya lebih cocok untuk diselesaikan dalam bentuk cerpen. 🤷‍♀️
Profile Image for Anna Oey.
61 reviews34 followers
August 11, 2018
2,5 / 5 bintang

Warning : Novel Dewasa
Lumayan lah si karakternya Sita ini, satu hal yang kusuka karena dia bukan tipe cewe menye menye.. tapiiii kalau dia sama geng mesumernya udah ngomong ituloh, hummm pengen ta' jorokin pakai sambel terasi deh mulutnya hahahaha XD
Dan juga, dirty talk nya kelewat banyak menurutku.. hehehe menurutku aja sih, mungkin beberapa dari kalian yang baca ini ngerasa biasa aja. Ohya aku suka juga dengan prolog sama epilog yang diceritakan dari sudut pandang pak Andra, dari situ aku bisa merasakan lebih banyak tahu tentang perasaan si doi.
Overall guys, aku bener-benerrr terhibur sama buku ini hahaha suka :D
Profile Image for Emilya Kusnaidi.
Author 3 books40 followers
Read
July 1, 2018
DNF.

Kalau lihat dari bintang-bintang yang bertebaran di rate novel ini, mungkin review saya termasuk dalam kategori #unpopularopinion. Tapi saya nggak bisa meneruskan membaca buku ini, simply karena saya nggak bisa relate dengan para karakternya. Terutama dengan Sita, si tokoh utama. Bagi saya, karakternya tidak terasa nyata. Jadi belum sampai 1/3 buku udah di skip-skip aja.

Mungkin next time bakalan mencoba membaca ulang lagi.
Profile Image for Ika.
103 reviews3 followers
November 10, 2017
Salute!!
Itu yang ingin aku ucapkan kepada editor tampan dari novel ini hhahaa..Kak Dion di tangan beliau novel ini jadi lebih "halus" walaupun masih terdapat beberapa typo tapi tidak menganggu kesenanganku untuk membaca novel ini. 4 thumbs for you.
.
DOMB ini novel dewasa ya jadi untuk dedek dedek gemes mohon jangan membaca sebelum waktunya ya. Hmm... Rate nya 21+ yak. (tapi aku turunin deh jadi 18+)
.
Aku belum membaca novel ini versi wattpad jadi aku tidak akan membandingkan antara keduanya. Dan DOMB ini tulisan kak Titi yang pertama aku baca dan aku langsung jatuh cinta ama tulisannya. Mesum dan vulgar nya masih dalam kadar elegant hahahha...
.
DOMB ini...
Mengajarkan, bagaimana caranya mempertahankan pendapat ketika kita dalam posisi benar.
.
Mengajarkan, mesum boleh bego jangan. Sita mengajarkan semesum apapun kita tapi tetaplah memegang prinsip teguh; no sex before married, jangan mudah "ngangkang" yak hohoho
.
Mengajarkan, bahwa komitmen itu sesuatu yang penting dalam hidup.
.
Mengajarkan, betapa pentingnya kita memberikan kepercayaan pada pasangan.
.
Apabila cinta berbicara, sekuat apapun kita men-deny perasaan, we can't do anything.
.
DOMB ini unik berbeda dari novel kebanyakan. Prolog dan epilog novel ini dilihat dari sisi Fendy Sastradiandra lho.
.
DOMB ini menggunakan alur maju. Sudut pandang yang digunakan sudut pandang orang pertama.
.
Dari halaman pertama sampe halaman terakhir readers pasti ngakak meskipun disambi dengan rasa greget yang maksimal gegara tingkah Sita dan Andra.
.
Walaupun banyak kosakata mesum, tapi DOMB ini bukan buku porno ya, banyak pelajaran yang bisa diambil lho.
.
Terima kasih kak Titi yang telah melahirkan DOMB ini, a best stress killer for me. Thank you Kak Dion dan Elex. Mohon maaf apabila review aku masih kurang bagus.
.
.
Dan kak Titi bilang ini merupakan novel yang keluar dari zona nyamannya tapi sungguh SPEKTAKULER lho, kak. aku siey bilangnya Romance Comedy. Ngakaknya dapat, gregetnya apalagi.

-@dumzcharming-
Profile Image for Natha.
780 reviews73 followers
October 23, 2017
Oke, kalian harus tahu betapa buruknya hubunganku dengan buku-buku jebolan wattpad. Aku cukup syok saat tahu dari lembar 'terima kasih penulis' di bagian awal itu (yeah, aku membacanya), karena aku sudah terlanjur tertarik dari sinopsis kocak yang ditulis di bagian akhir sampul. Beruntung aku mengabaikan semuanya dan tetap lanjut membaca.

Harus aku akui, untuk novel lokal, bahasa di dalam buku ini cenderung vulgar. Percayalah, ketika label buku berkata 'novel dewasa', maka jika kamu merasa 'belum dewasa', baik secara umur atau secara mental, sebaiknya jangan membaca. Karena aku, yang sudah membaca buku-buku Historical Romance berkali-kali saja merasa cukup syok saat membaca buku ini. Yeah, kata-kata vulgarnya cukup banyak. Hanya dua bab saja sudah cukup memenuhi kuota dari buku-buku HR yang sering kubaca. :))

Mungkin itulah bedanya buku terjemahan dan lokal? Atau karena beda penerbit? Hmm, ya sudahlah. Jika kamu bisa menikmati label dewasanya, mari bahas ke poin berikutnya.

Entah bagaimana, aku merasa sepertinya pergaulan si tokoh utama mandeg di lingkungan vulgar dan somplaknya saja. Sampai pertengahan buku, aku baru menyadari perbedaan mendasar dari setiap karakter teman-temannya. Sayangnya, paruh awal buku, aku selalu tertukar-tukar dengan karakter mereka. Rasanya sifat mereka koq sama semua. =.=a

Aku baru bisa menikmati buku ketika tersisa sepertiga buku terakhir. Akhirnya ketika konfliknya mulai menanjak dan berakhir di klimaks yang oke, aku baru menyematkan bintang ketiga. Sebelumnya aku hanya akan berniat memberikan dua bintang. :3

Btw, momen ketika si tokoh utama ke tokbuk itu seperti curcol yak. :P
Profile Image for Yoyovochka.
313 reviews7 followers
March 15, 2025
Bingung mau kasih bintang berapa. Setelah pikir panjang, akhirnya maaf beribu maaf aku kasih bintang dua. Gaya bahasa dan penulisannya enak dan mengalir sekali. Dan oleh sebab itu, aku bisa selesaikan buku ini dalam 1-2 hari aja. Percakapannya juga informal banget, serasa dengerin orang ngobrol sehari-hari. Tetapi sayangnya ada banyak hal yang bikin aku nggak suka sama buku ini. Aku tahu kalau sekarang lagi tren banget cerita-cerita romansa kantor dengan bos super ajaib: ganteng, cool, bossy dan tukang maksa + suka manfaatin kekuasaan mereka buat merebut hati si pujaan hati yang notabene adalah karyawannya. Aku sering banget baca novel-novel sejenis ini. Dan berkali-kali juga bisa aku katakan dengan jujur, aku nggak suka. Bagiku tokoh utama laki-lakinya menyeramkan, sumpah andaikan aku ada di kantor dengan bos seperti itu biarpun seganteng Christian Bale, aku pasti kabur. Risih diikutin dan diperlakukan seperti itu karena buatku itu pelecehan. Pelecehan macam ini seharusnya nggak diromantisasi, terutama setelah aku dengar ada kenalanku yang kena pelecehan jenis begini sampai dia nangis lapor ke orang dan ga dipercaya. Ya gini ini, diromantisasi. Selain itu, ada banyak banget obrolan dewasa bikin aku bingung sendiri, emangnya sebegitunya ya di kantor bisa bentar-bentar ngobrolin soal seks dan Big-O? Kayaknya obrolan pertemanan ini nggak jauh-jauh dari situ.
Kira-kira gitu aja, sih, aku lebih nggak suka sama isinya. Tapi, jelas nggak menutup kemungkinan bakalan baca karya lainnya dari Mbak Titi.
Profile Image for Putri Natalia.
120 reviews10 followers
October 27, 2017
3,5 Bintang... Udah lamaaaa banget atau malah hampir ga pernah ya nemu buku yang vulgarnya dan explicit wordsnya melebihi majalah Cosmopolitan.

Aku lega banget baca buku ini walaupun vulgar tapi hanya dalam kata-kata saja. Tokoh utama wanita ( Sita) walaupun bermulut comberan tidak dibuat sebagai wanita yang gelap mata jatuh cinta pada Andra begitu saja. Dan syukurnya tokoh Andra pekerjaannya bukan CEO! If You know what i mean :))
Profile Image for Pradnya Paramitha.
Author 19 books462 followers
March 23, 2018
Ku heran kenapa Sita hobi banget cakap jorok dan mesum. Apakah dia merasa itu keren? Atau cuma buat menutupi kisah cintanya yang suram (seperti saya)? :(
Profile Image for Jeon Dani.
132 reviews64 followers
March 11, 2020
Kek Resign. Pak Andra macem Tigran. Creepy, annoying dan maki-able.
Profile Image for Amel  Armeliana.
509 reviews31 followers
November 9, 2019
3 ⭐ to Dirt on My Boots by Titi Sanaria

Sita yg cantik tapi bermulut laksana comberan kesal setengah mampus dengan bos barunya, Pak Andra. Menurut Sita, Andra adalah bos yg mau menang sendiri plus playboy yg doyannya sama cewek2 dgn dada segede melon. Karena itu Sita menolak keras ketika sohibnya bilang bahwa Sita sedang berada dalam perangkap cintanya Andra. Berbagai cara dilakukan Sita utk menghindar, termasuk ngaku2 sudah punya pacar. Satu cumbuan panas ketika sedang mabuk dan banyak ciuman panas di sebuah pesta tetap tidak menggoyahkan Sita yg tetap berpegang teguh pada keyakinan bahwa dia tidak tertarik pada Andra. Tapi beneran nih ngga suka? Kalau ngga suka, kenapa Sita selalu "meleleh" ketika bersama Andra? Dan debaran2 itu, apa dong artinya? Artinya.......😁

Novel kedua dari Mba TS yg gw baca dan sangat menikmati alur ceritanya. Humor2 segar mengalir walaupun "menjorok" ke arah yg emang jorok 😂😂. Tapi jujur, gw kurang nemu chemistry antara Sita dan Andra disini. Dan heran aja orang sepinter Sita masa ngga bisa nangkep sih kalau Andra itu lagi melancarkan pendekatan ke dia. Ketebak banget kali. Dan utk ukuran orang yg katanya ngga mau banget msk dlm perangkap Andra, Sita gampang bgt "lumer". Andra juga sebagai "playboy insaf" gampang banget "nyerah" ke Sita. Dan yg bikin bintang buku ini stuck di angka 3 adalah eksekusinya, endingnya kok gak seasik perjalanannya ya. But overall, Dirt on My Boots asik dan menghibur sekali.

Note : Sekali lagi, seperti di buku Mba TS yg gw baca sebelumnya, pemeran pendamping lebih menarik perhatian gw, yaitu Raisa dan Putra yg gw curigai bakal ada apa2nya nanti (dan ternyata emang iya 😁). Jadi ga sabar ketemu Raisa dan Putra di "The Hating Game".
Profile Image for Nindya Chitra.
Author 1 book22 followers
May 27, 2019
Nyobain tulisannya Mbak titi. Beliau sangat terkenal di jagat maya saya. Wkwk. Dan pantas sih. Tulisannya mengalir dan renyah banget. Dan yak, sita nyablaknya pake super. Jadi bintang tiga buat gaya penulisan.

But, lagi, jenis citylite dan metropop bukan cup of tea-ku. Enak sih dibaca, tapi ... aku selalu naikin alis tiap baca kisah kaum urban yang terlalu kebarat-baratan dan selalu nimbulin pertanyaan 'emang separah itu ya kehidupan kaum urban?' And then, 'kenyataannya memang gitu ya?'

Kalo emang benar sebebas itu ya, sangat disayangkan sih. Terlebih sekarang kaum zaman milenial udah lebih dikoridori agama. Dan agama bukan lagi pajangan melainkan dah jadi gaya hidup.

Jadi bukan tulisannya yang kurang memuaskan. Namanya juga nyobain. Hehe. Aku cuma kurang sreg sama lingkungan kehidupannya. Nggak Indonesia banget.
Profile Image for Delasyahma.
242 reviews124 followers
January 26, 2018
NOVEL DEWASA

Dirt On My Boots, merupakan buku pertama karya Titi Sanaria yang aku baca, jujur, tidak mengecewakan, buku ini cukup menghibur kepenatan aku.

Gaya bercerita yang dipadukan dengan bahasa yang pas membuat novel ini terasa ringan dan asik untuk dibaca. Dengan tokoh yang juga memiliki karakter yang cukup kuat. Walaupun, aku kurang suka dengan tokoh Sita. Sifatnya terlalu mengarah ke hal2 negatif.

menggunakan POV 1 yang dilihat dari tokoh Sita, sejauh ini tidak ada masalah karena aku merasa cukup terwakilkan dengan POV nya.

Konflik dan penyelesaian yang juga cukup baik dan bisa diterima akal sehat, tanpa banyak drama.

hanya saja mungkin buku ini dikategorikan Novel Dewasa, jadi buat teman2 pembaca yang dibawah umur 20 tahun, aku tidak begitu merekomendasikan. Karena ada beberapa bahasa dan bagian yang tidak bisa di baca teman2 yang umurnya kurang dari 20 tahun.

Rate : 3,5/5 star
Profile Image for Seffi Soffi.
490 reviews143 followers
November 9, 2017
Kisah Sita dan Geng mesum ini, bikin ngakak parah.. Apalagi udah ada trio : Sandro, Raisa dan Putra. Hadeuh mulut mereka kotor smua deh, kayak jamban. Kelemotan Raisa bikin keki orang-orang. Malah kata Putra, bisa bikin mati saking keselnya. Tapi yang paling ngena sih, Antara pak Andra dan Sita ini. Mereka tuh, kayak pada jaim gituu deh. Yang satu terlalu ahli, yang satu sok ahli padahal cuman jago teori doang. Ujung-ujungnya kan bikin heboh jadi nya... Ada hal-hal lain juga sih yang dibahas, bukan cuman tentang kemesuman aja. Mau tau apa? Baca sendiri yaaa 👅👅
.
.
Ini udah buku keempat yang aku baca dari ka @titisanaria, gaya cerita yang ini mulai keluar dari zona nyaman. Tapi tetep mengalir, detail dan asik. Apalagi memakai POV pertama, bikin baca nya jadi cekikin gara-gara mulut Sita yang cablak. Tokoh nya yang beranekaragam, bikin cerita hidup dan rame sama tingkah mereka. Konflik roman mainstream seputar percintaan dan ada beberapa hal yang lumayan bikin gemes dan kesel ya. Apalagi kelakuan dua-dua nya yang gengsi gede. Ka @titisanaria sukses bikin cerita roman komedi yang bikin ngakak, nggak kriuk kok ka ✌✌. Masih ada beberapa kata yang janggal, tapi tidak mempengaruhi kok. Masih bisa dinikmati... Rekomen bagi yang cari cerita roman comedy, kalian WAJIB baca. Tapi inget, harus udah cukup umur ya :)
Profile Image for Nisa Rahmah.
Author 3 books105 followers
October 31, 2017
Rasanya susah untuk nggak suka sama Sita. Cewek blakblakan yang omongannya nggak disaring, vulgar, sok iye, tapi menggemaskan. Bagaimana nggak menggemaskan kalau ternyata semua yang diucapkannya itu masuk ke kategori omdo. Supaya keren, supaya iye. Tipikal yang begini ini, kalau ketemu di dunia nyata, rasanya pengin dijorokin dan dilarutin ke sungai. Namun, terlepas dari apakah kedoknya bakal terbongkar atau nggak, jokesnya itu lucu (dan vulgar! Ya Merlin. Saya sampai ngelus dada berkali-kali dan milih aman saja, baca buku ini di rumah dan nggak berani baca di depan publik.)

Selain karakter Sita yang gitu banget itu, saya suka dengan premis yang disampaikan di buku ini. Kalau dijadikan FTV, mungkin judulnya adalah: "Cewek Mesum, Kejerat Cinta Bos Playboy Ganteng". Belum apa-apa, badan sensor sudah men-tiiiitttt! puluhan kali obrolan teman-teman kantor Sita ini. Tidak heran, label "novel dewasa" tersemat di belakang sampulnya. Sebagai karakter bermulut tak disaring, Sita termasuk yang konsisten. Ini jadi poin penting mengingat dialah penggerak ceritanya. Lalu muncul tokoh Pak Andra, si bos yang kemunculannya memorakporandakan kehidupan Sita dan khayalannya yang diamini oleh Raisa, Sandro, dan Putra, para rekan kerja dan teman membualnya. Karakter Pak Andra juga nggak terlalu too good to be true, mengingat tipikal begitu banyak bertebaran di atas bumi ini (baca: playboy kelas kakap, yang keplayboyannya meninggalkan jejak di mana-mana). Karakter teman-temannya juga unik, mereka punya warna tersendiri yang cukup mudah untuk dibedakan satu sama lain.

Overall, saya suka buku ini, ringan, vulgar (tapi cuma di bahasa saja, kelakuan karakternya malah nggak ada vulgar-vulgarnya) khas obrolan santai sambil lalu, perkembangan karakternya juga menarik. Apalagi bintang utamanya muncul dengan kekhasan yang sulit untuk membuatnya tidak disuka.

(Meskipun saya masih susah untuk membayangkan, bagaimana jika saya terlibat obrolan-obrolan macam itu di antara rekan kerja yang mesum. Oh, tidak, mending kabur dengan wajah polos saja. #melenggangcantik)
Profile Image for Nur Reti Jiwani.
109 reviews27 followers
March 22, 2024
"AKU MURAAAAHHH.. AKU MURAAAAHHH.. AKU SUKA TULISANNYA!!!"

Mungkin bagi sebagian orang cerita novel ini tuh klise, tapi berhubung aku nih 'murah' (HAHA) jadinya aku nggak berhenti senyum-senyum kek orang bego selama baca novel ini. Buatku, novel Titi Sanaria ini super menghibur!

Padahal, ini novel pertamanya yang aku baca. Aku merasa tulisan Titi Sanaria tuh mirip oase di tengah kekeringan duniawi yang aku alamiiiiii (halah). Aku hanya butuh kurang lebih 4 hari buat menamatkan semua halamannya. Juga tidak sabaaaaarrrrr deh baca tulisannya yang lainnya.

AKU SUKA AKU SUKA!
Profile Image for Riz.
1,262 reviews140 followers
July 31, 2018
KOPLAK!!

Buku ini gua rekomendasikan buat orang-orang yang butuh penyegaran dengan bacaan ringan somplak yang bikin ngakak geli sendiri ahahahahaha.

Btw, gua ngerasa agak relate sama si Sita soal ngomongnya yang kurang filter :3 cuma gua gak seekstrem dia sih ahahahaha
Profile Image for Yuli Pritania.
Author 24 books286 followers
February 18, 2018
A fun and quick read.

Tokoh Sita mengingatkan saya kepada seseorang, aka me. Banyak pasokan film dan novel hawt, tapi pengalaman nol besar *buka aib sendiri

Cuma butuh tiga jam untuk menyelesaikan buku ini karena narasinya yang seru dan banyak nyerempet. Jadi kalau menilai keseimbangan dialog, narasi, dan adegan, sebenarnya adegan kipas-kipas Sita dan Pak Andra kurang (serius, selera pribadi, tapi nggak suka nama Fendy).

Kayaknya kalau cewek tiba-tiba menemukan tambatan hati, langsung aja banyak cowok dari masa lalu berdatangan untuk menggoyahkan. Apa itu formula wajib, ya?

Rada terganggu sama beberapa sifat Andra yang patriarki sekali (seperti penganut 'wanita dijajah pria sejak dulu'), terutama pas adegan maksa ngemudiin mobil Sita.

Ada beberapa dialog aneh karena nyampurin kata baku dalam percakapan berbahasa gaul, tapi gaya berceritanya enak sih ya, jadi sudahlah. Dan paling ngakak kalau nama Ibu Puji udah disebut-sebut.

Lebih suka kalau epilognya dipangkas. Standar banget soalnya, nggak istimewa. Formula curhat playboy tobat yang ada dalam bayangan cewek-cewek.

Secara keseluruhan sih suka bacotan Sita. Segar. Pertemuan pertama dengan Pak Andra berkesan. Pertemuan pertama saya dengan tulisa Titi Sanaria pun sama berkesannya.
Profile Image for Gabriella Halim.
194 reviews13 followers
July 26, 2018
more on : https://whatsgabyread.blogspot.com/20...

Novel bertema romcom alias romance-comedy ini bener-bener juara menurutku. Gimana nggak? Sejak awal, kita udah diajak ketawa haha hihi sama kelakuan Sita, Sandro, Putra dan juga Raisa. Mulai dari omongan Raisa yang nggak nyambung sampe bikin semuanya jengkel, atau kelakuan Sita yang kadang malu-maluin di depan Andra, bos barunya. Part paling lucu menurutku itu, waktu Sita kedapetan disuruh bikin iklan kondom. Bener-bener deh ya
Profile Image for Alya N.
306 reviews12 followers
March 31, 2019
Genre city lite milik Elex Media tuh ternyata lumayan juga ya. Salah satunya buku ini.
Pertama kali baca karya Titi Sanaria, dengan judul ini. Gaya bercerita penulisnya enak. Meskipun premisnya bukan sesuatu lagi yang baru: karyawan jatuh cinta dengan atasan atau bosnya. Tapi karena gaya bercerita penulis yang enak, buku ini jadi nyaman untuk dinikmati. No doubt i'm gonna give some opportunities for other Titi's books to be read
Displaying 1 - 30 of 231 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.