Laki- laki itu serupa mimpi buruk bagi Dara. Mungkin lebih mengerikan daripada sekadar mimpi yang sewaktu-waktu berakhir saat terjaga. Karena dunia nyata tak bisa dipenggal seperti mimpi.
Dia kembali. Layaknya menggarami luka, hanya perih yang meraja. Dara bisa merasakan kenangan perlahan menyeret, menggulung, dan menenggelamkannya. Kehadiran laki-laki itu mengupas helai-helai memori menyakitkan yang berusaha dilupakan Dara.
Dara tahu dia harus menyelamatkan diri. Namun, bagaimana caranya?
terlepas dari tema cerita yang bukan santapan favoritku tapi tetap saja dibaca, saya suka penulisan dalam buku ini dan bisa paham luka parah yang disinggung pada sinopsis.
Lho sebentar, ini bukan Dara sahabatnya si Mia (Dongeng tentang Waktu) itu ya? Samar-samar saya inget kalo Dara ini janda kembang—eh? Yah seinget saya udah pisah sama suaminya karena kepergok selingkuh? Eh iya nggak sih?
Yah orang dari masalalu emang seharusnya muncul sebagai kenangan aja ya. Tapi nggak berlaku buat Dara-Satya. Satya yang ngerasa akan memperjuangkan Dara malah menemui gadis itu di Makassar. Well perjuangan Satya masih dititik awal banget sih, Dara tidak menerima kehadiran orang yang udah membuat dia kehilangan semuanya. Satya yang ditolak—lebih tepatnya mengalah untuk kebahagian Dara akhirnya balik lagi ke Jakarta. Sepeninggal Satya, Dara seperti mendapat hidayah (hastagah) ya dia hanya mencari kambing hitan atas semua hal yang menimpa dirinya.
Setahun berlalu, Satya yang berjanji nggak akan mengganggu Dara dan akan pura-pura gak kenal saat mereka ketemu dimanapun. Yah itu yang Satya janjikan untuk menebus semua yang sudah terjadi pada Dara, demi kebahagiaan Dara sendiri. Ah tapi lagi-lagi, cinta meruntuhkan semua. Nggak tahan si Satya pura-pura nggak kenal Dara. Terlebih setelah ada “orang ketiga” diantara mereka. Satya belingsatan tau Dara tinggal dengan lelaki lain, gak bisa tinggal diam, sekali lagi akhirnya Satya berjuang buat dapetin Dara. Yah perjuangan Satya akhirnya berbuah manis. Sekalipun ada sedikit drama didalemnya yah.
Eh iya, ada yang inget nggak kalo si Satya ini ternyata masih Sodaraan sama si Bos monster Dada akak Fendy. Yes, jadi si Satya inj adikny pak Freddy mantan bosnya si Sita. Kusuka banget serial kaya gini, yang jalan ceritanya sedikit bersinggungan dengan buku yang lain. Kaya dapet side story tokoh utamanya sebelum menemukan cintanya.
Ah ya ada yang punya novel mba Titi yang lain? Ku mau dongs, hehe.
"Kamu bisa mengatakan semua hal yang tidak ingin kamu bagi dengan orang lain. Karena itu membuatku merasa berharga dan merasa diinginkan." (Hal.255)
Ini buku ke 6 karya ka Titi yang aku baca. Lagi-lagi aku dibuat jatuh cinta sama tokoh cowoknya dan dikasih pelajaran berharga dari tokoh cewek yang tegar bener.
Yasss, Satya pesona nya tiada tara. Dan Dara cewek strong dalam menghadapi segala ujian. Feel mereka dapet abis. Ditambah tokoh-tokoh lainnya yang menambah seru cerita ini
Kisahnya memang terkesan biasa. Namun, konflik dan penyelesaiannya yang bagus membuat ceritanya ini cukup menarik bagiku.
Bahkan part menceritakan kejadian yang membuat Dara trauma berkepanjangan itu aku beneran nangis. Sedih abis. Nyesekkkk 😂
Tertolong dengan sikap Satya yang sweet jadi meweknya reda seketika hehe
Penyampaiannya bagus. Alur maju dengan sedikit menceritakan masa lalu nggak bikin bingung.
Latar tempat Makassar dan Jakartanya kurang di explore sih tapi nggak apasih karena memang lebih menceritakan kisah mereka di tempat kerja 😂
Overall, sukaaakk sama ceritanya. Recomended. And sukses buat ka titi sanaria ditunggu karya selanjutnya
'Aku sungguh ingin berjuang untukmu. Tapi aku sadar, aku tidak bisa melakukannya seorang diri.' ~Satya
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀 Ini adalah kisah kesempatan kedua pada sebuah perasaan. Sebuah kesempatan memperjuangkan kebahagiaan atas kekecewaan yang telah ditorehkan. Sebuah kesempatan untuk memaafkan, mengikhlaskan dan menerima kenyataan. ❤️ Dara, seorang arsitek handal di bidangnya. Menjalani kehidupan di Makassar, jauh dari tanah kelahiran dengan harapan mengubur luka kelam karena seseorang. Sebuah luka yang merenggut nyawa orang paling berharga di hidupnya, memberikan mimpi buruk di setiap tidur malamnya. ❤️ Satya, dengan rela terbang dari Jakarta menuju Makassar demi seorang wanita yang dicintanya dari masa SMA. Wanita yang dari dulu telah menarik semua perhatian dan hatinya. Seorang wanita yang telah membuatnya kelimpungan dalam menjalani kehidupan di bawah naungan rasa bersalah atas kehilangan.
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀 Begitu salut pada sosok Dara yang mampu menghadapi ketakutan yang telah bertahun-tahun dipendamnya dan berakhir pada langkah untuk menghadapi ketakutan itu dengan memaafkan. Serta menerima kenyataan dan memberi kesempatan dirinya untuk mendapatkan secerca bahagia dari orang yang namanya selalu tersemat di hati. ❤️ Cerita Dara dan Satya adalah cerita kesekian dari penulis hebat yang saya baca. Peristiwa-peristiwa yang terjadi dijabarkan dengan kalimat-kalimat bak puisi, berirama dan mengena. Masalah demi masalah disajikan dengan selipan kisah lalu namun tetap padu di alur cerita.
Judul buku : Dia Yang Kembali Penulis : Titi Sanaria Tahun terbit : 2017 Penerbit : Kubusmedia Tebal : 282 hlm. Penilaian pribadi :✨4,7/5
Semua hal punya masa kedaluwarsa. Makanan, obat, kosmetik, bahkan surat perjanjian. Mengapa hal yang sama tidak berlaku untuk perasaan? ~Dara
Sebuah trauma masa lalu memang tidka bisa hilang begitu saja, terlebih trauma itu membut kita kehilangan orang yang paling kita cintai, Mama. Rasa bersalah yang terus bertumpuk membuat Dara begitu beku bertemu sosok masa lalu yang ikut andil atas kepergian Mamanya. Bahkan hanya sekedar bunyi sirine telah membuat tubuhnya gemetar. . . Kisah Satya dan Dara yang ingin menyelesaikan masa lalu yang belum tuntas, rasa cinta di antara keduanya termasuk tanda tanya besar yang menghinggap di hati Satya karena Dara menghilang begitu saja setelah kebakaran yang melanda Vilannya beberapa tahun yang lalu, masa putih abu-abu. . . Dara yang melempar semua kesalahan kepada Satya, karena tidak sanggup menampung sedih dan rasa bersalah yang menggerogoti jiwanya tentu tidak akan mudah memaafkan Satya. Dan ketika Satya akhirnya mundur, ada lubang besar yang membuat Dara bertanya-tanya pada diri sendiri apa yang telah dia lakukan. . . Kesempatan untuk bertemu kembali dengan Satya seiring kesempatan yang diberikan perusahaanya untuk pindah ke kantor pusat dan juga keinginannya untuk meminta maaf kepada Satya terkabul. . . Namun apa yang terjadi jika Satya memegang teguh janji terakhir kali saat bertemu Dara untuk tidak peduli jika kelak mereka jumpa benar-benar ditepati Satya? Apakah Dara akhirnya mampu mendapatkan maaf dan cinta Satya, sedang janji Satya terakhir kali bersama adalah melepasnya dan menganggapnya tidak ada?
“Semua hal punya masa kadaluarsa. Makanan, obat, kosmetik, bahkan surat perjanjian. Mengapa hal yang sama tidak berlaku untuk perasaan?” (hal. 2) ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ Tapi kenapa rasa sakit di hati Dara, wanita cerdas namun pendiam ini, tidak juga mencapai masa kadaluarsanya? Rasa sakitnya masih ada, mimpi buruk masih setia berkunjung. ** ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ “Setelah apa yang terjadi di masa lalu, dia memang pantas mendapatkan semua perlakuan buruk Dara. Dia sama sekali tidak berhak mengeluh.” (hal. 98) ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ Satya, lelaki yang pernah menjadi Bintang di hidup Dara, sebelum perannya berubah menjadi sekelam malam, rela melakukan apapun demi maaf dan pengampunan dari Dara. Demi mendapatkan kesempatan kedua dari wanita yang menjadi sumber bahagianya. ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ Akankah sakit hati Dara mencapai masa kadaluarsanya? Mampukah Satya meraih maaf dan menghapus luka hati Dara?
Huaaa baca Satya-Dara ini selalu bikin penasaran, terutama tentang Trauma masa lalu yang menjadi mimpi buruk Dara. Hal-hal yang emang harus dihadapi kalau kita mau melangkah ke depan. Sikap trauma Dara, cara meminta maaf Satya. Novel di bosa dijadikan pembelajaran, memaafkan itu harus selalu dilakukan. Selalu suka aja gaya bercerita ka Titi. Overall novel ketiga ini, selalu bikin jatuh cinta. Cerita roman manis yang katanya bikin diabetes pembaca nya ❤❤ . Akhirnya aku mesti say goodbye nih sama Satya-Dara huhuhu :( Makasih yaa ka @Titisanaria atas kesempatan yang diberikan, dikenalkan ke sosok Satya-Dara ❤
Well, i like this book very much. Membaca buku ini cukup emosional. Memang kesannya klimaksnya agak datar, tokoh utamanya juga cenderung pendiam jadi tidak banyak dialognya, hanya saja mba Titi sepertinya berhasil membangkitkan aura tertentu yang dapat membawa pembaca merenungkan masa lalunya sendiri. Aku turut merasakan bagaimana sedih dan jatuh bangunnya Dara dalam novel ini, juga turut bersimpati pada Satya dan penyesalan terbesarnya. Wajar saja bila ada yang bilang pengalaman membaca buku dapat membekas lama di hati penggemarnya, seperti membaca buku Dia (yang kembali) bagiku akan membekas lama juga.
Kisah antara satya dan dara yang harus terpisah karna insiden kecelakaan yang menimpa ibu dari dara. Bertemu kembali ketika sudah dewasa dengan cinta yg sama besar. Namun karna konflik batin yg dialami dara membuat satya harus berusaha lebih keras lagi untuk mendapatkan dara.
Sangat suka sm karakter Satya yg gentle dan setia banget.
Sebagai pembaca setia novel Titi Sanaria, jujur aku merasa chemistry antartokoh di novel ini kurang berasa. Mungkin karena hubungan Dara dan Satya terjadi di masa SMA, kemudian kembali bertemu bertahun-tahun setelah bekerja. Proses pendekatan kembalinya pun kurang nampol. Tau-tau udah jadian lagi aja. 😅
Tapi secara keseluruhan tetap menghibur kok. Langsung selesai dalam sekali duduk.
Luka hati hanya dapat diobati oleh dia yg menyakiti atau mengikhlaskan yg sudah sudah terjadi. Di sini, penulis menjabarkan keduanya. Bahwa dia yg menyakiti, dia yg mengobati. Dan mengikhlaskan adalah kuncinya.
Setelah membaca beberapa karyanya saya sudah cukup yakin dengan karya yang lainnya. sampai mengantarkan saya membaca novel satu ini. Menurut saya cerita ini sedikit berbeda dengan yang lain dan saya suka cerita satu ini. keren!
Ulasan (yang kayaknya cukup) singkat ini mungkin mengandung sedikit spoiler
Ada beberapa buku yang gua berikan rating tinggi karena plot line dan plot twist-nya yang mind blowing. Ada juga buku yang gua kasih rating tinggi simply karena gua menikmati aja ceritanya dari awal sampai akhir walaupun ga ada bagian yang membuat gua terpukau. Dan buku ini masuk dalam kategori ke dua.
Ya, buku ini sebenarnya alurnya biasa aja, ga ada plot twist berarti bahkan rahasia yang bikin gua penasaran pun udah diungkap di pertengahan buku. Tapi buku ini sukses membuat gua baca ini dari awal sampai akhir tanpa merasa bosan. Gua selesai baca buku ini dalam waktu 2.5 jam (bukunya tergolong tipis), di mana 1.5 jam bacanya di gramed, sisanya gua lanjutin di kosan. Ya, akhirnya gua beli buku ini, ga sekadar baca di tempat secara gratis kayak biasanya :3 Nah, gua ga tahu secara khusus kenapa menikmati baca ini, apakah karena gua sempat berkaca-kaca sewaktu baca bagian pengorbanan ibu Dara, ataukah karena gua in the mood baca tema begini. Dunno. Yang pasti buku ini simply hit me right in the heart. Oya, gua juga suka sama gaya penulisannya Mbak Titi Sanaria ini. Ini buku ke dua yang gua baca dari beliau dan dua-duanya gua suka! <3
Kalau ditanya kekurangannya, ya sebenarnya gua mengharapkan buku ini bisa dijabarkan dengan sedikit lebih dalam dan lebih detail. Misalkan di bagian pergolakan batin Dara dan Satya sewaktu mereka belum bertemu tapi masih dihantui oleh perasaan masing-masing. Atau di bagian proses healing Dara setelah mengalami peristiwa traumatis itu. Atau proses pergolakan perasaan mereka sewaktu bertemu lagi di Jakarta. Gua juga berharap scenes pertemuan dan interaksi antara Satya-Dara sebelum mereka akhirnya balikan lagi itu diperbanyak :3 muehehhee. Kebanyakan maunya #plaks!
"Ah, lucu bagaimana perasaa mempermainkannya. Bukankah dulu dia yang memohon supaya ditinggalkan dan dibiarka sendiri? Lalu, mengapa hal yang dimintanya berbalik melukai dirinya sendiri? . . "Maaf juga, untuk menjadikanmu kambing hitam untuk mengikis rasa bersalahku pada Mama. Kamu tidak pantas menerimanya. Itu cara termudah menghadapinya. Menumpahkan kesalahan pada orang lain untuk tanggung jawab yang seharusnya kupikul sendiri" . . Setelah salah satu antara Dara dan Satya menyerah. Hal itu tidak serta merta melegakan untuk keduanya. Ada beberapa hal yang masih membekas dan enggan pergi dimasing-masing kehidupan mereka. Lantas apakah mereka akan berjuang kembali? Lalu apakah semudah itu memdapatkan kembali apa yang telah dilepas? . . Ini adalah buku pertama kak Titi Sanaria yang aku baca. And honestly, aku bener-bener suka dengan gaya kak Titi bernarasi, boook. Cara kak Titi menulis buat aku bener-bener masuk kedalam ceritanya. . Kanola cukup puas dengan ending yang dihadirkan. Sesuai ekspektasi, walau jalan menuju kesana nya diluar dugaan, boook. Karakter tokoh nya juga kuat banget. Dara yang introvert dengan Satya yang ekstrovert. Berbanding terbalik tapi saling melengkapi. Beberapa tokoh yang hadir belakangan juga pelengkap yang sangat apik dalam menyelesaikan cerita ini. Dan berkat cerita ini aku jadi pengen baca karya kak Titi yang lain
oke pertama, ini aku bingung baca judul di covernya gimana. trus ukuran bukunya sedikit lebih lebar dari buku biasa, jadi kurang pas di tangan, dan spasi perparagrafnya juga lebar banget. konflik cerita di awal, sedih dan bikin aku nangis:" tapi pas udah menuju ending, kok???? yha gitu, antara awal dan akhir tuh agak njomplang gtu
Saya sangat menikmati membaca novel ini. Gugusan kalimatnya manis nan berbobot. Selain banyak quote kece, setiap alenia seolah mengandung pesan tersirat, kadang membawa saya pada titik perenungan. Begitu baca, saya enggan melepas novel ini sebelum tahu masa lalu Dara dengan Satya, kisah traumatik yang menjadi pilar utama cerita ini. Penulis sukses membangun rasa penasaran.
Saya suka cara penulis menghadirkan penggalan-penggalan masa lalu tanpa banyak embleng-embleng. Diungkap pelan-pelan, disampaikan bergantian dengan masa sekarang, tapi di beberapa bagian malah terkesan menyatu. Perpindahannya sangat halus.