Jump to ratings and reviews

Islam dan Diabolisme Intelektual

Diabolos adalah iblis dalam bahasa Yunani kuno (Greek). Maka istilah 'diabolisme' berarti pemikiran, watak dan perilaku ala iblis ataupun pengabdian kepadanya. kendati terbilang sangat dekat dan kenal sekali dengan Tuhan, ia dikutuk dan dihalau karena menolak sujud kepada Adam.

Ia memang bukan atheist dan bukan pula agnostik. Iblis jelas mengakui adanya Tuhan dan tidak mengingkari ketunggalan-Nya. Tetapi, mengapa ia dilaknat dan disebut 'kafir'? Di siniliah letak persoalannya.

Iblis adalah prototype intelektual 'keblinger'. Kesalahan iblis bukan karena ia tak tahu atau tak berilmu. Kesalahannya karena ia membangkang, menganggap dirinya hebat, dan melawan perintah Tuhan. Dalam hal ini, iblis tidak sendirian. Sudah banyak orang yang berhasil direkrut sebagai staf dan kroninya, berpikiran dan berperilaku seperti yang dicontohkannya.

Buku ini mengupas aneka ragam diabolisme intelektual yang acapkali kita jumpai di sekitar kita, dalam sikap maupun ucapan, pemikiran maupun perbuatan. Meski disajikan dengan bahasa yang mudah dan renyah, bobot ilmiah buku ini dan jangkauan literaturnya sangat luas, dengan rujukan langsung ke sumber-sumber primer baik dalam bahasa Inggris, Arab, Yunani, Latin, Perancis, maupun Jerman.

253 pages, Hardcover

Published August 1, 2017

Loading...
Loading...

About the author

Syamsuddin Arif

9 books29 followers
Selepas tamat dari KMI Gontor di 1989, ia pun mengabdi dan mengaji di Majlis Qurra' wa-l Huffazh di Bone, Sulawesi Selatan. Kemudian pada tahun 1996 Syamsuddin berhasil menyelesaikan studi S1-nya di International Islamic University Malaysia (IIUM). Lalu ia pun menyelesaikan studi S2 dan S3-nya di kampus yang sama di International Institute of Islamic Thought and CIvilization (ISTAC) IIUM pada 1999 dan 2004. Program S3 untuk yang kedua kalinya ia tempuh di Johann Wolfgang von Goethe University, di Frankfurt.
Bersama sahabat-sahabatnya, ia mendirikan INSISTS dan menjadi anggota redaksi majalah ISLAMIA. Pernah dikirim oleh ISTAC ke Istanbul selama dua bulan dalam acara yang diselenggarakan oleh IRCICA untuk mempelajari seni khat langsung dari Hasan Celebi (murid Hamid al-Amidi).
Di samping Arab dan Inggris, bahasa yang telah dan masih terus dipelajarinya antara lain Greek, Latin, Jerman, Prancis, Hebrew, dan Syriac. Karya tulisnya yang telah diterbitkan antara lain : "Intuition and Its Role in Ibn Sina's Epistemology" dalam al-Shajarah, vol.5, no.1 (2000): 95-126, "Sufi Epistemology: Ibn 'Arabi on Knowledge and Knowing" dalam Afkar, no.3 (2002): 81-94, dan "Intuitive Knowledge in Ibn Sina: Its Distinctive Features and Prerequisites" dalam al-Shajarah vol.7, no.2 (2002). Ia juga aktif menulis di media massa nasional seperti Republika dan Hidayatullah.

Sejak Juni 2007 suami dari Andi Sri Suriati Amal (Inci) dan ayah dari empat anak (Jehan, Abdussalam, Deniz, dan Iffah) ini kembali ke almamaternya di IIUM sebagai staf pengajar.

Ratings & Reviews

What do you think?

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
22 (62%)
4 stars
10 (28%)
3 stars
1 (2%)
2 stars
1 (2%)
1 star
1 (2%)
Displaying 1 - 3 of 3 reviews
Profile Image for Asdar Munandar.
173 reviews5 followers
February 10, 2018
Tahun 2018 saya kembali mengikuti reading challengge di goodreads. tahun ini saya menurunkan targetku dari 30 buku ke hanya 20 Buku yang kemungkinan besar bisa ku selesaikan, akibat kegagalanku 2 tahun terakhir ini menyelesaikan challenggeku.

Selain itu saya masih terikat beberapa buku yang belum mampu kuselesaikan di tahun sebelumnya. saya masih terkatung-katung membaca The Fall of The Khilafah dan Api Sejarah 2 yang harus segera kuselesaikan secepatnya. Tahun ini saya menargetkan membaca buku ilmiah 75% lebih banyak dibanding buku non ilmiah.

Buku pertama yang kubaca tahun ini adalah buku karya Syamsuddin Arief “Islam dan Diabolisme Intelektual”. Buku ini sangat menarik, buku ini kuberi bintang 5 di goodreads dan satu-satunya buku yang pernah kuberi nilai sempurna di goodreads selama ini.

Buku ini merupakan kumpulan artikel penulis yang pernah di terbitkan di berbagai media cetak dan online, dihimpun dan dicetak menjadi buku yang wajib menjadi salah satu referensi bagi kalian yang suka berkutat dengan ranah “worldview” peran pemikiran, islamisasi sains atau apapun nama kerennya. Meski ditulis dengan bahasa sederhana buku ini dilengkapi dengan referensi-referensi ilmiah yang menjadikannya begitu berbobot.

Pertama kali melihat buku ini saya sangat tertarik dengan judulnya “ Islam dan Diabolisme intelektual” dua hal yang dibenturkan dalam satu kalimat “Islam dan Diabolisme”. Diabolisme sendiri berarti pemikiran, watak dan perilaku ala Iblis ataupun pengabdian kepadanya. Iblis kata penulis buku ini adalah prototype intelektual “keblinger’. Kesalahan Iblis bukan karena ia tak tahu atau tak berilmu. Kesalahannya justru karena ia membangkang, menganggap dirinya hebat, dan melawan perintah Tuhan. Dalam hal ini Iblis tidak sendirian, sudah banyak kader-kader yang berhasil direkrut sebagai staf dan kroninya termasuk di Indonesia.

Buku ini banyak mengupas bagaimana logika-logika yang terkesan intelektual namun menyesatkan dan berbahaya disisipkan sedemikian rupa dalam tubuh umat Islam. Pembangkangan yang dibungkus dengan manis dalam wajah intelektualitas. Penyakit yang beberapa dekade terakhir juga mulai merusak generasi-generasi muda muslim di Indonesia.
Profile Image for Farid Akram.
120 reviews17 followers
September 16, 2017
Buku ini mempunyai penambaikan dari edisi lamanya.Secara keseluruhan,penulis membincangkan isu yang didepani oleh umat Islam di masakini. Ia sesuai dibaca untuk mendapatkan gambaran awal permasalahan.
Profile Image for Gema Muchamad.
54 reviews
August 7, 2021
Siapa itu Ulama? dijelaskan di buku ini. Siapa itu intelektual? dijelaskan di buku ini. Apakah Ulama itu intelektual? Apakah seorang intelektual sudah pasti Ulama? dijelaskan juga di buku ini. Lalu intelektual diabolik itu apa? apa ciri-cirinya? dijelaskan secara gamblang juga di buku ini. Memberikan penjelasan kepada kita yang awam ini, supaya tidak gampang terkecoh di akhir zaman ini akan kehadiran Ulama jadi-jadian dan intelektual diabolik menyesatkan.

Siapa saja yang tidak ingin "tergocek" oleh intelektual selebritis, intelektual diabolik, Ulama Su dan so-soan dianggap "Ulama" tukang asal lempar opini bahkan berfatwa dan tentu tidak otoritatif maka dianjurkan membaca buku ini
Displaying 1 - 3 of 3 reviews