Ini kisah tentang empat sahabat dengan masalahnya masing-masing. Fayra sudah bertahun-tahun pacaran, tetapi tak kunjung dinikahi Danu, kekasihnya. Ully selalu saja diselingkuhi Juned, tetapi dia selalu memaafkan dan yakin suatu saat dia bisa menghentikan kebiasaan buruk kekasihnya itu. Nina menjadi selingkuhan Radit, mantan kekasihnya yang sudah menikahi wanita lain. Sementara itu, Abi dengan masalahnya sendiri justru menantang tiga sahabat perempuannya untuk menyelesaikan masalah masing-masing. Abi bertaruh, jika mereka berhasil, ia berjanji akan menjadi “normal”. Enam bulan kemudian, ternyata Abi memenuhi janjinya. Apakah ini karena ketiga sahabatnya berhasil menyelesaikan problem asmara mereka, atau...?
3 Women and A Guy merupakan buku kedua yang berhasil kuselesaikan tahun 2018 ini. Namun, ini kali kedua aku membaca 3 Women and A Guy. Sebelumnya, aku sudah pernah membaca kisah Fayra-Ully-Nina-Abi versi cover lama, tetapi aku tetap menikmati membaca kisah mereka versi cetak ulang dengan cover baru.
4 sahabat, 4 kisah percintaan yang rumit.
Fayra, Ully dan Nina memiliki kisah romansa yang berbeda dan tak kalah rumit. Siapa menyangka sebuah taruhan dari Aby mengubah hidup mereka sedemikian rupa dalam 6 bulan ke depan. Akankah mereka berhasil menyelesaikan permasalahan percintaan mereka?
Novel ini terbagi menjadi 3 bagian besar, bab tentang kisah Fayra, Ully dan Nina, bagaimana mereka bertemu dengan pasangan masing-masing, apa yang harus mereka hadapi dan apa yang akan mereka pilih nantinya.
Aku suka dengan gaya menulis Kak Ana. Sebuah kisah yang menarik sekali. Kak Ana berhasil memotret kehidupan wanita modern masa kini. Tidak terkesan menggurui, hanya memberikan gambaran tentang ada orang-orang seperti mereka.
Aku juga suka dengan ide memasukkan unsur LGBT dalam novel ini, tidak terkesan vulgar dan menghakimi.
Secara keseluruhan, aku sangat menikmati membaca kisah 4 sahabat ini. Walaupun mungkin penyelesaiannya terkesan terlalu cepat untuk setiap tokoh tetapi aku suka dengan endingnya. . Secara keseluruhan,membaca kisah ini kamu akan belajar untuk membuat pilihan terbaik untuk hidupmu. Untuk mengikuti kata hati, tanpa melupakan logika.
Suka sekali dengan persahabatan Fayra, Ully dan Nina, chemistrinya terasa sekali. Mereka selalu ada untuk satu sama lain.
Oiya, novel ini khusus untuk pembaca dewasa ya. Pastikan usiamu diatas 20+ untuk membaca novel ini ya karena memuat konten dewasa walaupun tidak vulgar :)
Baca kisah mereka berempat itu, kesel sekaligus sedih deh. Banyak hal yang di kehidupan nyata juga emang terjadi ya. Apalagi kalau sudah cinta, ya begitulah. Logika nggak kan pernah jalan, selalu perasaan duluan yang emang diprioritaskan. Cinta emang bikin buta. Cerita nya cukup, aku ngomel karena gemes. Ah kenapa kesetiaan itu, tidak dianggap. Malah menjadi permainan. Mereka bertiga emang kaum masa kini, banyak hal yang bisa dijadikan pembelajaran. Ada yang penasaran akhir nya mereka gimana? Apakah Abi memenuhi janji nya? Saya nggak mau cerita banyak, mending kalian baca sendiri. Karena saya pun kaget dengan ending mereka :) . Ini pertama kalinya saya baca novel nya ka Ana, cerita nya menarik, tentang kaum urban masa kini. Banyak info yang saya dapet dari novel ini.
Tokoh - tokoh nya kuat, Fayra, Ully dan Nina. Menunjukkan kekuatan dan kerapuhan, tapi mereka masih bisa mengatasi hal-hal tersebut. Abi pun sama, sosok yang bikin kaget.
Gaya bahasa yang digunakan mengalir juga, membuat pembaca betah. Memakai sudut pandang orang pertama dan orang ketiga, tapi saya nyaman bacanya :)
Konfliknya tentang cinta, yang meliputi tentang kesetiaan, persahabatan, dan trauma. Tema yang unik ini sungguh membuat saya, sedikit gemes sama tokoh-tokoh lelaki yang ada di cerita. Konflikny cukup kompleks, tapi penyelesaiannya cukup baik. Cuman kayaknya lebih baik pembagian cerita nya Fayra - Nina - Ully. Bagi yang mau baca ini, harus siapkan mental. Karena ceritanya lumayan membahas hal-hal yang tabu bagi sebagian orang.
Overall saya menikmati cerita nya dan suka, bagi yang cari cerita tema cinta dan dewasa. Wajib baca, rekomen :) Btw aku sarankan sih, buat 21+. Lebih bijak lagi dalam membaca yaa ^o^
Kehidupan masyarakat kaum urban memang selalu seru untuk ditelusuri. Gaya hidup bebas masyarakat perkotaan memang tak jarang sangat bertentangan dengan budaya timur di Indonesia. Melalui buku ini penulis mencoba untuk menyampaikan kisah cinta para tokohnya dengan latar belakang kehidupan masyarakat urban. Akan tetapi penulis tidak menghakimi dan menilai pilihan hidup para tokohnya. Saya suka dengan gaya bercerita penulis yang cenderung santai dan berpikiran terbuka. Jika melihat cover bukunya, pasti cerita yang disajikan adalah tentang kehidupan wanita yang tidak akan jauh dari persahabatan dan percintaan. Terlihat gambar lipstick, high heels, tas, dan jam tangan yang sangat menggambarkan isi ceritanya. Warna cover bukunya pun terlihat pas dan lembut sehingga cukup menarik perhatian pembaca.
Untuk kalian yang masih remaja dan di bawah umur, sebaiknya tidak disarankan untuk membaca novel ini. Alasannya adalah karena tema yang diangkat dalam novel ini bisa dibilang cukup vulgar dan dewasa. Dimana tema persahabatan dan percintaan dibalut dengan gaya hidup masyarakat urban yang bebas dan moderat. Gaya hidup seperti seks bebas, dugem, dan LGBT cukup banyak dibahas dalam novel ini. Penulis mencoba menceritakan kisah para tokohnya dengan pemikiran yang terbuka serta tidak menghakimi pilihan hidup mereka. Saya cukup menikmati tema cerita novel ini, dimana penulis bisa menuliskan kehidupan masyarakat perkotaan kalangan atas yang kebanyakan menganut gaya hidup bebas. Saya sendiri jadi lebih tahu tentang beberapa hal mengenai kehidupan masyarakat urban yang tak jarang membuat saya tercengang. Mungkin bagi sebagian pembaca, tema seperti ini belum bisa diterima, tapi untuk saya sendiri tema cerita yang diangkat dalam 3 Women & A Guy bisa dibilang cukup berani. Butuh pemikiran yang terbuka dan kedewasaan jika kalian ingin membaca novel ini.
Tokoh Fayra merupakan seorang wanita yang tertutup dan introvert. Dia juga memiliki prinsip untuk tidak melakukan hubungan seks di luar nikah. Di antara teman-temannya, Fayra merupakan sosok yang dewasa. Akan tetapi, Fayra memiliki gangguan kecemasan jika dihadapkan dengan keramaian dan masalah yang berat. Lalu ada tokoh Ully yang memiliki karakter yang kuat, mandiri, dan keras kepala. Sikap keras kepalanya terlihat ketika dia tetap ‘kekeuh’ untuk mempertahankan hubungannya dengan Juned. Dengan background-nya sebagai seorang psikolog, Ully yakin bisa merubah Juned menjadi pria yang setia melalui cinta yang dia berikan. Kemudian ada tokoh Nina yang memiliki masa lalu yang buruk mengenai sosok seorang ayah. Nina sendiri memiliki karakter yang mandiri, menyayangi ibunya, serta keras kepala. Saya salut terhadap penulis yang sukses menggambarkan para tokohnya dengan sangat baik. Penulis menceritakan latar belakang setiap tokoh utamanya dengan cukup detail. Saya merasakan perbedaan sifat dan karakter dari setiap tokohnya. Apalagi setiap tokoh memiliki masa lalu yang berbeda-beda, yang menjadikan sosok mereka di masa kini. Dari semua tokoh yang ada, tokoh Nina merupakan tokoh favorit saya. Alasannya adalah karena tokoh Nina berani mengambil risiko untuk kebahagiaannya. Sementara tokoh yang saya benci, mungkin tokoh Ully. Ini karena sikapnya yang terus mempertahankan hubungannya dengan Juned.
Diceritakan dengan sudut pandang orang pertama melalui tokoh Fayra, Ully, dan Nina. Serta sedikit sudut pandang orang ketiga melalui beberapa tokoh pendukung. Alur ceritanya berjalan cepat dan mengalir. Saya menikmati alur cerita yang seperti ini, karena saya dibuat nyaman dan betah untuk menyimak ceritanya. Gaya bahasa yang digunakan juga santai dan mudah dimengerti. Meskipun ada beberapa kalimat berbahasa Inggris, tapi saya tidak dibuat bingung.
Terdapat tiga konflik dalam novel ini. Konflik pertama adalah bagaimana Fayra harus bersabar dan menerima kenyataan jika Danu tidak kunjung melamarnya juga. Konflik kedua adalah bagaimana Ully yang bersabar menerima kelakuan Juned yang sering berselingkuh, tapi pada akhirnya Ully harus mengambil keputusan. Konflik yang terakhir terjadi pada Nina yang harus menjadi selingkuhan Radit. Semua konflik itu pada akhirnya secara tidak langsung saling berhubungan antara satu sama lain. Saya cukup menikmati konflik yang terdapat dalam novel ini, tapi sayang menurut saya penyelesaian dari ketiga konflik ini terlalu terburu-buru. Untuk selebihnya penulis berhasil memberikan konflik yang serius dan seru untuk dibaca.
Secara keseluruhan 3 Women & A Guy berhasil menceritakan kehidupan kaum urban masa kini. Dimana gaya hidup bebas sudah menjadi hal yang lumrah dalam masyarakat perkotaan. Kisah cinta keempat sahabat ini juga sukses memberikan informasi baru bagi saya. Mulai dari sejarah buaya darat hingga sudut pandang kaum yang tersisihkan akibat pilihan hidup mereka. Saya juga menyukai gaya bercerita penulis yang detail dan informatif. Dimana saya dipuaskan dengan latar belakang yang kuat dari setiap tokohnya. Ceritanya pun sederhana, tapi cukup kompleks untuk diikuti. Namun, menurut saya penyelesaian konflik setiap tokohnya terlalu terburu-buru dan tiba-tiba. Membaca novel ini membuat mindset saya semakin terbuka untuk menerima perbedaan. Dimana penulis tidak menghakimi pilihan hidup setiap tokohnya yang bisa dibilang tabu di Indonesia. Pokoknya saya terhibur dan menikmati cerita yang disuguhkan dalam novel ini.
Tentang persahabatan Ully, Fayra, Nina dan Abi. Ide cerita cukup menarik. Tapi aku terganggu dengan penggunaan Aku dan Gue dalam satu kalimat langsung yang tidak konsisten.
Chemistry tokoh kurang terbangun. Pov 1 dan 3 berganti-ganti. Aku seperti membaca 3 novel dalam 1 buku.
Rekomended buat yang pengen baca novel lokal ringan.
Jujur aja, novel ini keren banget. Kalau kubilang sih, bisa dibaca siapa aja. Asal jangan orang yang berpikiran pendek yang baca. Karena percuma. Mau dikasih kebenaran soal LGBT pun bakalan mental. Jadi, buat orang yang berpikiran luas, novel ini asik banget. Moralnya nggak cuma tentang LGBT, tapi juga tentang perselingkuhan, persahabatan dan hidup. Lengkap banget kan?
Kisah 4 sahabat yang seru. Konflik juga tidak terlalu berat. Alurnya sendiri pas menurutku. Namun aku kurang suka dengan kisah Nina, padahal aku memiliki ekspektasi tinggi terhadap kisahnya. Tapi akhirnya harus berpuasam diri dengan kisah Uly-nya saja.
Pertama-tama, saya mau jujur bahwa sinopsis novel ini cukup menarik. Hal yang paling menggelitik rasa ingin tahu saya justru adalah janji dari Abi, tapi tentu saja kisah ketiga tokoh lainnya (Fayra, Ully, Nina) tak kalah bersinar :)
Novelnya pun tebal (479 halaman). Dan saya paling suka sama novel2 tebal. Rasanya seperti ada jaminan bahwa penulis akan bercerita sampai saya merasa puas (yang ada di kepala saya : Perahu Kertas by Dee).
Dan memang itu yang terjadi, saya lumayan puas membacanya serta suka sekali dengan topik bahasannya dan hubungan antar karakter yang mengingatkan saya pada tv series Amrik : Sex & The City.
Sayang, novel ini memiliki banyak kekurangan yang ironisnya bukan dari cerita, tapi proses editing yang menurut saya terburu-buru dan kurang matang.
Tapi yang menurut saya paling disayangkan adalah, kronologis kisah yang berurut seperti ini : kisah Fayra - Ully - Nina, yang menurut saya seharusnya dibuat seperti ini : Fayra - Nina - dan Ully sebagai penutup.
Karena
Semoga masih bisa dikoreksi di cetakan selanjutnya, karena sebenarnya ceritanya berpotensi sekali :). Saya pribadi sangat suka dengan pesan yang ingin disampaikan oleh penulisnya :).
BAGUS! itu yang pertama kali terlintas di kepala saya saat menamatkan novel ini. Ceritanya realistis, mesti konfiknya complicated banget. Saya suka cara penulis bercerita, menjelaskan beberapa poin yang harus di jelaskan, semuanya terasa pas. Terlebih karakternya seperti relate di dunia nyata. Saya bisa liat beberapa hal yang ngingetin saya sama temen-temen saya sendiri.
Plot twist-nya bikin saya kagum, sama sekali nggak nyangka terlebih di part Nina. Lucu, sedih, seneng, kalut, bete, semua kumpul jadi satu. Penulis juara bikin perasaan saya campur aduk nggak keruan. Babak per babak pas, nggak terasa dipaksakan.
Tapi, ada tapinya. Typo-nya bikin saya mau kasih lima bintang jadi kurang satu. Typo-nya menyebar di mana-mana, bikin gemes sendiri mau benerin.
Liat yang review masih sedikit, sayang banget buku potensial ini belum banyak yang tengok di goodreads.
Pokoknya, selamat buat penulis yang udah buat saya seneng banget bacanya. Ditunggu karyanya yang lain :)
Ceritanya banyak twist yang tidak terduga. Kisah Fay mungkin manis banget bak fairy tale gitulah, kisah Ully dan Abi menurutku yang paling dekat dengan kenyataan yang terjadi di sekitar kita dan kisah Nina ... oh girl, you make me shock with you decision.
Intinya, mau review buku ini tanpa spoiler itu tidak mungkin! Buku ini terlalu indah untuk cuma mejeng di toko buku lalu berakhir di gudang toko buku karena gak laku. Padahal ceritanya asik banget dan kadar adult yang ditawarkan itu pas banget.
Dan yang suka karakter bad boy, buku ini akan menampar kalian dengan realita sesungguhnya isi pikiran bad boy. Hmm ... masih berani naksir bad boy setelah baca buku ini? Salute
Review lengkapnya dan berikut spoiler lengkapnya bakalan aku posting di blog.
baca ini seperti baca cerpen sih, karena walaupun masih terikat, tapi ceritanya beda. di cerita fayra, suka dengan ceritanya dan penasaran buat cerita lainnya. di cerita ully, merasa bener2 ga sreg karena terlalu banyak survey yang dipaparkan, dan bener2 secara mentah gitu dibahasnya, jadi berasa hasil penelitian, di cerita nina suka di awal, tapi nggak suka endingnya. kayak terlalu maksa dan jatohnya aneh banget
Cerita tentang 4 orang sahabat, 3 orang perempuan dan seorang lelaki. Terdiri atas 3 bagian utama, Fayra, Ully, dan Nina. Aku menyukai cerita Fayra dan Ully, tapi aku kurang suka ceritanya Nina. Dan kenapa cerita ini ada terdiri dari 3 bagian, karena salah satu dari perempuan itu akan bersama dengan sang sahabat lelaki.