Seri Yakumo paling intens dan menegangkan, jauh lebih merentak dari seri-seri sebelumnya. Terlebih karena kasus yang ditangani di sini sangat personal bagi Yakumo, yaitu misteri peristiwa 15 tahun sebelumnya, saat ia pertama kali ditemukan Gotou dan rentetan kejadian sebelum dan setelahnya. Herannya, dulu saat membaca manganya, arc ini malah tidak begitu kusukai, karena kurasa ceritanya melompat-lompat, tidak mulus dlm bercerita, dan membingungkan. Ya mungkin karena novelnya sangat padat, sehingga saat berpindah media mjd manga, banyak hal yg tertinggal.
Seperti biasa ada 2 kasus yang ternyata berhubungan di sini. Kasus pertama adalah tersangka pembunuh yang buron setelah menghabisi 4 orang sekeluarga 15 tahun lalu muncul kembali, hanya bbrp hari sblm tenggang waktu kasusnya berakhir. Kasus ini sedikit sensitif bagi kepolisian karena bukan saja merupakan citra kegagalan, namun jg krn polisi yg pertama sampai di tkp saat itu -dan kehilangan tersangka-
adalah kepala polisi saat ini, Inspektur Miyajima. Bagi Gotou, yg lbh pribadi adalah, tempat munculnya si tersangka ini adalah gedung bobrok di mana ia menemukan Yakumo hampir tewas dicekik ibunya sendiri. Mengapa tersangka itu muncul, sekarang, saat gedung itu sedang dipersiapkan untuk diruntuhkan, dan ke mana ia seakan menghilang saat dikejar.
Dari sisi lain kasus ini, Makoto, si jurnalis surat kabar, sedang mengumpulkan bahan-bahan untuk artikel pembunuhan masa lalu itu, dan mengunjungi rumah tua tempat tkp. Di sana ia menemukan reporter televisi lokal yg hampir mati ketakutan karena melihat hantu perempuan cantik, dan terekam dalam kamera videonya. Makoto meminta bantuan Isshi dan Gotou, serta tentu saja menyeret Yakumo ke kumpulan ini. Saat melihat rekaman video itu, Yakumo tersentak. Lalu pergi begitu saja. Setelah berpamitan(!) dan meminta maaf(!!!) pada Haruka lewat telepon, ia lalu menghilang. Lenyap. Sirna. Puufffff....
Belum jelas apa yg sebenarnya terjadi, Gotou yg mengunjungi tkp, juga pufff..... hilang lenyap sirna.
Giliran Isshi, Makoto dan Haruka yang harus tunggang langgang mencari Yakumo dan Gotou. Satu-satunya jalan yang tersisa adalah memecahkan misteri-misteri di balik rentetan kejadian 15 tahun lalu, pembunuhan sadis sekelurga, dan... percobaan pembunuhan Yakumo oleh ibunya.
Ini berarti harus menggaruk-garuk luka lama keluarga Saito, dan kehidupan Saito Azusa, ibu Yakumo. Tak terduga, ada saksi lain yang memberi pandangan baru pada kepribadian Azusa, berkebalikan dari kepahitan yang dikenang Yakumo dan Gotou, teman baik Azusa malah menyatakan Asuza sangat menyayangi Yakumo dan punya rencana demi kebahagiaan mereka. Kenyataan ini membantu Haruka dan Isshi melihat titik terang untuk menyingkap kegelapan kasus ini.
Diikuti banyak twist dan kejutan-kejutan tak terduga, akhirnya satu demi satu misteri terbuka. Endingnya, bittersweet, akhirnya Yakumo menemukan jawaban dari pertanyaan yang selama ini mengganjal pikirannya.
Haaaaiihh, setengah membaca buku ini rasanya aku sering lupa bernapas saking tegangnya. Tanpa komentar-komentar sinis Yakumo dan teriakan-teriakan Gotou, kedua tokoh sidekick harus kuat berusaha sendiri. Mana hantunya suka tiba-tiba muncul lagi. Penyelesaian kasusnya aku suka. Terutama ttg penyadap itu lo. Yup, keren!! Yakumo membayar utangnya sepenuh hati :))
Juga saat ia mengatakan pada si culprit, kalo satu-satunya yang salah dalam perhitungannya adalah ia tidak memperhitungkan ketangguhan Haruka. Yup, itu juga betuuuul sekali. :)
Jadi... seri selanjutnya... perang terbuka dengan si mata merah? Gak sabar nungguuuu.....