Jatuh. Terbangun. Jatuh. Patah. Jatuh lagi. Bangkit. Patah lagi. Menjadi perca. Lalu remuk. Bangkit. Jatuh lagi.
Proses yang malam ini ingin kuberhentikan dengan titik keberdirianki melawan segala rindu dan rasa takut kehilangan, untuk kembali pada titah-Nya. Semoga tak ada lagi jatuh tanpa tangan yang siap memberdirikan, mengajak bersisihan menuju cinta-Nya. Aku takut. Takut sekali. Pada-Nya.
Maaf atas segala rasa yang pernah begitu berlebihan, atas bertumpuk-tumpuk rindu yang pernah dikirim angin, atas segala sakit yang sempat kita rasa, atas air mata tak tertahan, atas segala huruf yang pernah terangkai begitu saja, atas jatuh dan bangkit yang berseling membersamaiku, atas amarah dan benci yang aku tak berhak melakukannya. Semoga Sang Maghfiru memberikan ampunan-Nya padaku. Juga padamu. Bukankah kita sudah sama-sama percaya bahwa ini semua hanya ephemera?
Karena jatuh cinta dan patah hati hanya sementara.
Pengen buku ini udah dari lamaaa banget. Dan baru keturutan punya taun 2018. Sampe covernya udah ganti berapa kali ya hehehe. Buku yg kubaca ini cetakan keempat. Alhamdulillah msh ada kesempatan membacanya dengan memesan di bukku.co.id.
Mengenai isinya, terdiri dari kumpulan cerpen dengan berbagai tema. Banyak pembelajaran yg bisa diambil. Sebagian besar memang tentang cinta, namun ada pula tentang cita, keluarga, maupun persahabatan.
Sebenarnya, yg bikin penasaran adalah kata “Ephemera”. Unik, menarik. Dan ternyata, ada quote nya lagu Letto dengan judul yg sama :3 Ephemera :)