Jump to ratings and reviews
Rate this book

Pingkan #1

Serial Pingkan

Rate this book
Tak seorang pun bisa menduga perjalanan hidupnya. Tak juga Ping. Ternyata kepergiannya ke Benua Kanguru untuk kuliah, akan banyak mengubah dirinya.

Beragam keceriaan dan kesedihan datang silih berganti, sejalan dengan semakin dekatnya Ping dengan kebenaran yang tak pernah dipedulikannya dulu.

Tapi Pingkan tetap Pingkan... seorang gadis muda yang ceria dan penuh energi. Keceriaan yang dibawanya menyinari pula orang-orang tercinta di sekelilingnya, melalui ketulusan pribadi Pin, dan hatinya yang hangat... sehangat mentari musim semi.

Muthmainnah, demikian nama pena yang dipilih penulis favorit Majalah SKI Annida ini. Kisah Pingkan merupakan slaah satu karya yang paling banyak ditunggu par apembaca setianya. Kali ini dihadirkan secara lengkap dalam buku ini,plus cerita yang belum pernah diterbitkan sebelumnya.

425 pages, Paperback

First published January 1, 1999

22 people are currently reading
429 people want to read

About the author

Muthmainnah

11 books27 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
115 (21%)
4 stars
160 (30%)
3 stars
185 (34%)
2 stars
58 (10%)
1 star
14 (2%)
Displaying 1 - 30 of 42 reviews
Profile Image for Melyn Mel.
13 reviews5 followers
May 13, 2010
buku waktu smp dulu. buku kesayanganku yang sekarang uda ilang gara2 tsunami.
buku ini selalu aku baca tiap kali aku mulai males ibadah.
terbayang di kepalaku, sosok pingkan di negeri orang yang untuk sholat lima waktu aja mesti berpayah2. sementara aku yang diberi keleluasaan beribadah dengan bebas merdeka malah males2an.

alur ceritanya seru. meskipun terkesan agak maksa. yang jelas aku bisa sampe nangis bacanya.
bagi aku yang masih smp waktu itu, ini buku sip bangetlah. gak bosen2 meski dibaca berkali kali juga.

kalo nemu buku ini lagi yang dijual murah. aku mau belilah. =D
Profile Image for Nurul.
2 reviews5 followers
July 10, 2007
Selalu seneng karyanya Muthmainnah deh! I was really amazed at the book because the story is about the girl's strength in facing her life, abroad pula and tanpa bantuan family. Roel pernah baca kritik di majalah apa gito bhw Pingkan ini is too perfect as a person. Anyway, the description is clear for the readers and ada juga sih sisi kekurangan Pingkan yang emang ga sebanyak kelebihannya. It means that Pingkan masih manusia (walaupun sekedar imajinasi pengarangnya :D)
Two thumbs up for Muthmainnah!
Profile Image for Mutiah.
7 reviews2 followers
January 29, 2009
Pengen jadi Pingkan...
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Eyiazzahra Fathurahman.
26 reviews4 followers
February 1, 2014
Judul Buku : Serial Pingkan, “Sehangat Mentari Musim Semi”
Penulis : Muthmainnah
Penerbit : Pingkan Publishing
Tahun Terbit : September 2009
ISBN : 978-979-1397-59-9
Tebal Buku : 320 hlm
Ukuran Buku : 14 cm
Harga : Rp32.000,-
Kategori : Fiksi Islami

Sehangat Mentari Musim Semi
Pingkan Rahma, gadis Minang asli, berangkat ke Perth, Australia, untuk melanjutkan studi ke universitas Murdoch atas tawaran Tom, abang angkatnya yang dulu pernah tinggal selama setahun di rumah Pingkan waktu pertukaran pelajar. Pingkan gadis mandiri dan cerdas. Di Perth, Pingkan bekerja part time sebagai pelayan di Bell’s Cafe. Bahkan, secara tak terduga Pingkan juga mendapat kesempatan menjadi model iklan, lumayan papan atas pula. Di kampus, Pingkan juga berhasil masuk jurusan Fisika dan meraih average point (IPK 3,8).
Perjalanan Pingkan di Perth bergulir dalam waktu yang terus membawa hal-hal baru dalam kehidupan Pingkan. Perkenalan Pingkan dengan Beth, Daphne, Diana, Stef, Reni, juga sisters dan brothers di IMSA membawa warna baru bagi hari-hari Ping. Pingkan juga berkenalan dekat bahkan menjadi cucu angkat Nenek Lauren, seorang nenek tua yang kesepian namun amat lembut dan penyayang. Berbagai masalah pun hadir satu persatu dalam hari-hari Pingkan. Masalah dengan Tom dan Beth, pertikaian dengan Ni Lis, kepergian nenek Lauren, serta seabrek persoalan lain hingga perjodohan sepihak keluarga Pingkan dengan seorang ikhwan pun menambah rentetan kisah dalam hidup Pingkan. Sanggupkah Pingkan menghadapi persoalan-persoalan itu? Bagaimana serunya metamorfosis Pingkan dalam menggapai hidayah dan menjadi pelita bagi teman-temannya yang nonmuslim? Bagaimana seorang Pingkan Rahma menyesuaikan nilai-nilai Islam dalam kehidupannya dan orang-orang sekitar di tengah-tengah hiruk pikuk hedonisnya kehidupan di Perth? Temukan jawannya dalam novel inspiratif dan menggugah ini.
*****
Menakjubkan! Begitulah kesan yang saya dapatkan pertama kali usai membaca novel ini tahun 2009 lalu. Novel yang terjual lebih dari 40.000 eksemplar dan menjadi best seller ini sangat menginspirasi dan memberi pencerahan, apalagi tokoh utamanya seorang gadis muslimah, yang diwakili oleh sosok Pingkan Rahma. Sosok Pingkan Rahma yang awalnya ditampilkan seperti gadis kebanyakan namun di tengah perjalanan hidupnya mampu menemukan dan menggapai hidayah untuk berhijab mampu menggaet pembaca untuk larut dan merasakan ceritanya. Membaca setiap ceritanya kadang membuat tersenyum, terharu, juga menitikkan air mata.
Novel ini memuat kisah yang sarat akan pesan dan nilai-nilai Islami. Sekali pun begitu, ceritanya mengalir begitu lancar, ringan, dan seru sehingga pembaca tak perlu mengerutkan kening untuk mencerna nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Metamorfosis seorang Pingkan dari gadis yang usil dan sering ceroboh menjadi sosok muslimah yang dewasa mengalir dengan begitu memesona tanpa kehilangan keceriaan ceritanya. Sosok Pingkan tetap menjadi diri sendiri dengan selaksa hal yang mendewasakannya hingga mampu menjadi magnet yang menarik dan menginspirasi sahabat-sahabat dan orang-orang terdekatnya untuk ikut dalam Islam yang kaffah. Sosok Pingkan sangat menginspirasi, terutama bagi para muslimah yang sedang mencari jati diri. Pelajaran demi pelajaran yang terkandung di dalam buku ini dapat diambil untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Begitu bijak dan menarik.
Konflik demi konflik yang disajikan beserta solusinya dituturkan dengan apik melalui dialog-dialog yang rancak dan menyentuh. Konflik-konfliknya tidak saling tumpang tindih, solusi-solusi yang diberikan disajikan dengan sederhana namun sangat mendalam. Persoalan-persoalan yang ditampilkan seiring aktivitas tokoh utamanya (Pingkan) memang beragam, memberikan warna yang tidak monoton ketika membaca novel ini. Namun keseluruhan pesannya saya simpulkan menjadi beberapa bagian. Pertama, tentang perjalanan seseorang (muslimah) dalam menggapai hidayah seiring waktu. Artinya seorang muslimah mesti bijak dalam mengambil hikmah setiap kejadian dalam hidupnya. Kedua, mu’amamalah dengan sesama, bagaimana agar hidayah itu tidak hanya menjadi milik diri sendiri, tetapi bagaimana kita dapat menarik orang lain agar turut merasakan dan menerapkan ajaran Islam yang benar di manapun kita berada. Ketiga, mu’amalah terhadap orang tua dan keluarga. Keempat, masih berkaitan dengan yang kedua namun lebih spesifik, mengenai adab pergaulan dengan lawan jenis.
Pertama, tentang perjalanan seseorang (muslimah) dalam menggapai hidayah seiring waktu. Artinya seorang muslimah mesti bijak dalam mengambil hikmah setiap kejadian dalam hidupnya. Hal ini terlihat dalam kisah Pingkan dalam menghadapi hari-harinya yang tak luput dari masalah dan persoalan yang kadang menekan batinnya. Namun Pingkan tak menyerah meski seorang Pingkan juga tak setegar karang. Namun intinya adalah bagaimana Pingkan mampu menghadapi persoalan-persoalan itu dengan bijak dan mengambil hikmah persoalan tersebut. sikap Pingkan inilah yang mengantarkannya pada hidayah untuk berhijab. Pelajaran ini dapat diterapkan seorang muslimah dalam hidupnya, apalagi bagi kita yang sedang mencari jati diri agar mampu bersikap bijak kemudian mengambil hikmah dan menerapkan dalam kehidupan.
Kedua, mu’amamalah dengan sesama, bagaimana agar hidayah itu tidak hanya menjadi milik diri sendiri, tetapi bagaimana kita dapat menarik orang lain agar turut merasakan dan menerapkan ajaran Islam yang benar di manapun kita berada. Pada kisah Pingkan dalam novel ini, kisah disajiakn dengan begitu menarik dan mengharukan bagaimana Pingkan mencari metode untuk menyentuh hati sahabat-sahabatnya yang muslim dan nonmuslim untuk merasakan keindahan Islam. Suatu perbuatan yang mendatangkan pahala untuk diri dan sesama. Sangat menginspirasi.
Ketiga, mu’amalah terhadap orang tua dan keluarga. Konflik yang dihadapi Pingkan yang membuatnya terasa menentang sang uni dan orang tuanya terlihat ditampilkan dalam kisah yang tentu berat bagi seorang muslimah. Disinilah Pingkan secara tidak langsung dituntut untuk menerapkan pemahamannya akan Islam terhadap hubungan dan kepatuhannya terhadap keluarga. Masalah yang sering juga dialami oleh kita para muslimah sehingga kita dapat belajar dan mengambil hikmah melalui kisah Pingkan ini.
Keempat, mengenai adab pergaulan dengan lawan jenis. Dalam novel ini, jelas sekali bagaimana penulis menerangkan adab pergaulan dengan lawan jenis melalui kisah yang ringan tentang Pingkan dan kawan-kawan bagaimana mesti bersikap terhadap para ikhwan (brothers) dan rekan lelaki yang lainnya. Tentu ini adalah pelajaran yang sangat penting terkait kehormatan seorang muslimah.
So, sosok Pingkan beserta cerita dan kisahnya benar-benar tampil menggugah semangat dan jiwa pembaca, khususnya muslimah. Muslimah mana yang tak ingin menjadi mahasiswi cerdas di kampus terkenal dengan IPK nyaris sempurna, mandiri, namun tetap menjaga izzah dan nilai-nilai Islam? Muslimah yang hangat, sehangat mentari musim semi. Tertarik? Yup, baca novel ini ^_^



Profile Image for Harumichi Mizuki.
2,456 reviews73 followers
December 21, 2022
Secara cerita sebenarnya oke aja, sih. Makin ke belakang makin slice of life karena ada beberapa momen yang dibiarkan menggantung begitu berlalu, kemudian digantikan cerita lain. Secara seting juga cukup meyakinkan.

Pingkan ini termasuk novel legend di era ramainya novel remaja Islami. Aku pernah baca versi kover lamanya, tapi banyak yang lupa. Makanya baca ulang. Ternyata ini bersambung ke buku berikutnya, ya.

Ada beberapa hal yang bikin aku nggak nyaman, potret Islam yang digambarkan kelewat tegas dan saklek. Juga didakwahkan dengan kelewat tajam di beberapa bagian. Misal soal Pingkan yang mengatai Uda Tom sebagai pengecut karena tak kunjung menerima Islam.

Seperti lazimnya novel remaja Islam di zaman itu, misi karakter utama adalah mengislamkan tokoh-tokoh nonmuslim di sekitarnya, haha. Ada tokoh yang memang masuk Islam karena pemikiran sendiri (meski tidak terlalu disertakan komparasi dengan agama lamanya, Yahudi), ada yang terkesan ujug-ujug seperti Stef.

Rasanya yang paling bikin kagok adalah gaya narasinya yang tidak terlalu rapi dan terputus-putus. Narasinya menggunakan sudut pandang orang ketiga, tapi sering ditampilkan kayak sudut pandang orang pertama, dengan penulis yang ikut campur sebagai narator yang terus menyela narasi dengan berbagai komentar. Lalu beberapa head-hopping juga. Mungkin karena ditulis dengan gaya lama, ya, waktu materi creative writing jarang ada.

Pingkan kurasa agak Mary Sue. Dia benar-benar diistimewakan di sepanjang cerita. Ceria, cantik, jadi model, caring, dapat warisan dari nenek kaya di Perth yang bersyahadat sebelum meninggal (dan keluarganya anteng aja? Aneh), bisa mengislamkan orang-orang di sekitarnya, hasil GPA tertinggi, jago silat pula.

Well....

Tapi bakal tetep baca lanjutannya, sih. Pingin tahu endingnya. Sekalian melengkapi puzzle masa muda.
Profile Image for Yass Ferguson.
21 reviews25 followers
November 8, 2016
Inget banget pas beli buku ini.... hasil uang ngumpulin and nitip sama temen. Ahhhhh...rindu cerita2 heroik kayak gini lagi
Profile Image for Agie Botianovi.
41 reviews1 follower
December 28, 2017
Saya baca versi terbaru yang sudah dijadikan satu dengan buku kedua. Masyaallah kisahnya sungguh menginspirasi
1 review
May 28, 2020
So amazing
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Merenung.
29 reviews3 followers
October 24, 2021
Buku lama yang menginspirasi untuk semangat beribadah di mana pun.
Profile Image for Kurnia Dwi Aprilia.
216 reviews4 followers
October 6, 2017
Pingkan, nama yang lucu. Adalah seorang anak Minang yang tomboy, lincah, dan energik. Anak ke 2 dari 2 bersaudara. Memiliki seorang kakak kandung perempuan bernama Liz dan seorang kakak angkat laki-laki bernama Tom. Liz bersekolah di universitas di Bandung dan Tom pernah tinggal di Padang bersama keluarga Ping karena mengikuti program pertukaran pelajar selama satu tahun. Sejak saat itu Tom memiliki keluarga baru, yaitu keluarganya Ping. Karena sudah dianggap sebagai bagian dari keluarga Ping, Tom pun sudah menganggap Ping sebagai adik kandungnya sendiri. Oleh sebab itu, untuk membalas jasa dan budi baik keluarga Ping, Tom menawarkan diri untuk menyekolahkan Ping di Perth. Tawaran ini diterima baik oleh Ping tentu dengan izin dari Amak dan Abaknya. Namun Uni Liz, kakak perempuannya Ping kurang setuju jika Ping harus bersekolah di Australi dan tinggal bersama Tom yang bukan mahromnya. Uni Liz juga menghawatirkan pergaulan yang akan digeluti Ping ketika tinggal di Perth. Namun semua itu tidak menyurutkan semangat Ping untuk tetap menerima tawan Uda Tomnya, untuk bersekolah di sana.
Di Ausi Pingkan tinggal di rumah Tom bersama Tom dan kekasihnya Tom, Beth. Tom dam Beth belum menikah, namun mereka tinggal di dalam satu rumah. Hal ini sudah menjadi hal yang lumrah terjadi di negara tsb. Awalnya orangtua Ping tidak mengetahui hal ini, setelah mengetahui hal tersebut maka Tom secara terdesak dipaksa untuk segera menikahi Beth. Awalnya mereka tidak mau karena berbagai hal, namun akhirnya mereka segera menikah juga. Di Ausi rumah Tom bertetangga dengan Nenek Lauren yang sangat baik dan kaya raya. Suami nenek Lauren sudah lama meninggal dunia dan anak-anaknya tinggal di berbagai negara yang sangat jauh-jauh. Maka beliau tinggal seorang diri dan hal ini membuat Ping merasa kasihan, sehingga hampir setiap hari Ping mampir ke rumahnya untuk menemani beliau. Nenek Lauren sangat dekat dengan Ping, hingga di saat-saat terakhir hidup nenek, Ping ada di sampingnya. Nenek sempat mengucapkan 2 kalimat syahadat dan kemudian meninggal dunia. Rumah beserta deposito yang dimiliki Nenek diwariskan seluruhnya ke Pingkan. Rumah inilah yang kemudian dijadikan markas IMSA, sebuah organisasi perkumpulan muslim-muslimah di kampusnya, dan sejak itu Pingkan pindah ke rumah nenek dan tidak tinggal dengan Tom dan Beth lagi. Di organisasi tsb Ping menemukan banyak teman baru dan teman-temannya banyak yang memeluk Islam. Tom, Beth, termasuk juga temannya ketika bekerja sebagai pelayan di Bill's cafe, Stef, akhirnya memeluk Islam sebagai agamanya.
Namun sayang, ending dari cerita ini terlalu menggantung. Mungkin ada di buku selanjutnya kali ya?

Ceritanya cukup inspiratif dan menarik. Teh Imum mampu menceritakan secara runut dari sekianbanyak tokoh yang ditampilkan. Namun rasanya, kehidupan Ping terlalu mudah dijalani. Begitu ada kesulitan, dengan mudahnya dipecahkan. Selain itu, rasanya mudah sekali menjadi perantara hidayah orang untuk masuk Islam. Sehingga tidak ada cerita yang memuncak di suatu bagian. Selebihnya, ceritanya bagus. Mungkin akan menginspirasi banyak orang yang belum mengenal Islam secara menyeluruh. Dengan penyampaian yang sederhana dan cerdas, maka orang akan lebih mudah dekat dengan nilai-nilai Islam yang terkandung di dalamnya.
1 review
March 11, 2008
PINGKAN: Sehangat Mentari Musim Semi
nggak akan pernah lupa sama buku ini. pertama kali baca waktu jaman sma nich sekitar 1998/1999 di Annida sebuah majalah remaja Islam yg sering dibaca Kk (waktu itu dibuat cerber). nggak lama kemudian salah seorang teman mendapatkan kado Ulangtahun buku ini langsung aja DAFTAR jadi Pemimjam pertama hehe.

buku ini bagus bangeeet...-terlepas dari tokoh yg dibilang terlalu perfect- yg jelazz nih buku berhasil membuat gw Intens untuk terus baca yg waktu itu paling males baca cerita bersambung and nggak "ngeh" mang yg namanya Fiksi Islami.


bravo muthmainnah
-sampai saat ini msh setia hunting buku mba maimon & terakhir baca buku "Rahasia Dua Hati" yg haru biru bangett-

Profile Image for Puspa Firda.
1 review
January 21, 2015
tadinya ngira kalo buku ini sama aja kaya novel remaja lainnya, tapi di buku ini jadi tau, gimana jadi muslimah yg baik ketika menjelaskan tentang islam pada yg belum 'paham' tentang islam. salah satu penggalan favorit adalah saat pingkan menjawab persoalan jilbab di mata kaum feminis; "pakaian ini membuat orang menilai kami, dengan siapa kami. Bukan bagaimana fisik kami. Orang menilai kami berdasarkan kecerdasan kami, kebaikan sifat kami, bukan berdasarkan seksi atau tidaknya tubuh kami. Itulah pembebasan yang saya maksudkan. Pembebasan dari cara pandang yang mengukur kami dari kurus gemuknya badan kami, besar kecilnya betis kami. Pakaian ini bukti bahwa kita bebas mengontrol siapa saja yang bisa melihat kita, siapa yang bukan. Kita dengan sendirinya dari santapan mata pria-pria nakal."
Profile Image for Femmy.
Author 34 books540 followers
July 6, 2007
Ini salah satu fiksi Islami pertama dari FLP yang saya baca. Senang sekali membaca sesuatu yang membuat hati terasa adem :-) Buku ini bercerita tentang Pingkan yang kuliah di Australia, dan berhasil menyajikan kisah yang tidak eksklusif. Tokoh-tokoh non-Islam di sini digambarkan secara seimbang.

Hanya dua keluhan saya. Pertama, cerita ini mulanya diterbitkan sebagai serial, dan sayangnya tidak dirombak sedikit agar menjadi novel yang utuh. Cerita jadi terasa patah-patah. Kedua, tokoh Pingkan ini terlalu sempurna, berhasil menarik setiap orang sekitarnya menjadi mualaf. Tapi, secara keseluruhan, buku ini cukup bagus.
Profile Image for Nuri.
39 reviews3 followers
April 28, 2011
Saya baca novel ini sudah bertahun-tahun-tahun yang lalu (saking lamanya). Novel saya sudah robek dan kena air karena sudah terlalu lama, sayangnya sudah cari kemana-mana (termasuk ke senen) tidak ada lagi yang menjual kopinya.

Cerita ini masih merupakan cerita favorite saya sepanjang masa. cerita ini merupakan jendela pertama saya ke dunia orang dewasa (baca : kuliah). Pingkan menceritakan tentang seorang perempuan yang mandiri dan berpegang teguh pada ajaran islam walaupun ia tidak berjilbab.

Saya belajar kemandirian, ketulusan dan bagaimana mempertahankan keimanan, sekalipun berada di tempat yang tidak islami.
This entire review has been hidden because of spoilers.
9 reviews5 followers
November 20, 2013
Sebuah perjalanan indah yang tidak terlupakan,
yang menjadi sebuah titik tolak dalam ke istiqomahan perjalanannya di negeri orang.
dengan kepribadian yang unik dan periang, ia hadir di tengah tengah orang orang yang membutuhkan pencerahan..
ya..
semua akan terjadi jika ia berani bertindak di jalan kebaikan..
Profile Image for Utrie.
31 reviews
February 22, 2008
buku ini adalah buku pertama karangan Muthmainnah yang aku baca....
gara-gara buku inilah...karya-karya Muthmainnah yang lain selalu menjadi pilihan pertama untuk dibaca.
ceritanya ringan tapi sarat dengan pesan-pesan yang tidak menggurui...tapi lebih mengajak secara tak langsung.
Profile Image for Ummu.
27 reviews
July 22, 2007
Good to read when u need relaks and get something value from religion side also
Profile Image for Pipa.
235 reviews3 followers
September 5, 2007
baca pas sma
lumayan walaupun tokohnya kesannya perfect banget
Profile Image for Apop.
33 reviews16 followers
February 29, 2008
lumayan.. tapi seperti karya penulis2 'annida' umumnya... tokoh protagonis harus 'akhwat' yang perfect, menjadikannya kurang membumi dan mirip2 kisah sejenis, cuma beda setting aja.
Profile Image for Ori.
101 reviews6 followers
April 1, 2008
novis yg berkesan bgt.. termasuk salah satu koleksi novis pertama ri.. bagus deh..
Profile Image for Questa.
33 reviews
April 27, 2008
Sangat menarik untuk dibaca. Segar, khas remaja. Top deh :)
18 reviews
November 20, 2008
Pertama membacanya di majalah annida...kalo gak salah dalam bentuk serial gitu. Jadi gak sabar nunggu edisi berikutnya hanya untuk mengetahui kelanjutan kisahnya Pingkan
Profile Image for Lisdiawati.
70 reviews5 followers
December 31, 2008
Hmm... ceritanya menarik, cuman sekali lagi gue gak gitu suka ma karakter yang terlalu sempurna, hey... in reality, nobody's perfect and that what made them perfect in reality.
Profile Image for Alia.
47 reviews1 follower
April 8, 2009
kisah yang menyentuh hati
1 review
July 23, 2010
i ever see and finish reading this book...
i like that story...

please make a new book...

i hope u can to be as mr. habibburrahman el shirazy....


ps. i have this book since 2000
This entire review has been hidden because of spoilers.
Displaying 1 - 30 of 42 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.