It’s such an adorable book that is full of love. It has inspired to write letters like his if I ever have kids because of two reasons: 1) sometimes it’s better to write than to talk in person on some issues; and 2) these love letters will stay as the dear reminder and support for their daughters and sons even the parents go to heaven one day. And I must say I love how this dad signed off each letter. So warm but with a sense of humor. You could tell the author was a great dad.
Third time I’ve read this!! I cling to this book with all my heart. I lost my first copy and searched everywhere for a second one, because I hear my dads voice when I read it. He delivered the same... spoke the same... Legend! 🙌🏾
I would recommend it to anyone, recommend it to your children, your husbands, wives, there’s something for everyone in here ...
Berasa dinasihatin ayah sendiri sih buku ini. Segala pengalaman, pemikiran bijak, dan tips tips kehidupan tuh dishare banget. Applicable pula, cocok banget sama orang2 yang baru masuk dunia kerja dan masih bingung cara menghadapi kerasnya hidup. Ceilah. I rated it 4!
Pertama kali lihat buku ini malesnya minta ampun, soalnya udah muak sama buku-buku yang sok menginspirasi dan sok berceramah, you knowlah! Dari covernya pun nggak menarik dan terkesan kaku serta serius, tapi saya memutuskan untuk mencoba membaca beberapa halaman dari buku berjudul The Lesson : Surat-Surat Seorang Jutawan Kepada Puteranya Tentang Hidup Dan Bisnis. Dari halaman pertama ternyata, saya ketagihan dan The Lesson lebih dari pada sekadar buku-buku yang sok menginspirasi dan berceramah.
Sinopsis
The Lesson bukanlah, sebuah cerita melainkan kumpulan surat jutawan bernama G. Kingsley Ward kepada puteranya sepanjang perjalanan karier si putera. Surat pertama dibuka dengan tulisan mengenai, masa-masa awal putera Ward yang nampak bingung mau melakukan apa dalam hidupnya. Ward mengingatkan puteranya, bahwa ia adalah orang yang beruntung karena mampu mengecap pendidikan tinggi serta memberikan keberanian dengan menunjuk beberapa keberhasilan si putera di masa kuliah.
Surat G. Kingsley Ward, berlanjut seiring dengan hidup anaknya. Ward mulai menulis surat ketika anaknya meniti jenjang karier diperusahaan farmasi miliknya, memberitahu apa yang harus dilakukan serta apa yang seharusnya tidak dilakukan. Memberi puteranya petunjuk bagaimana menjadi seorang karyawan baru serta bekerja tidak hanya sekadar bekerja saja.
Ward tidak berhenti menulis surat pada putera, ia terus mengawasi serta membingbing melalui surat-surat yang ditujukan pada si anak. Memberitahukan kesalahan serta bagaimana menyelesaikan masalah yang dibuat oleh si anak, termasuk ketika anaknya bermasalah dengan salah satu pegawai loyal perusahaan farmasi mereka.
Resensi
Biasanya saya pengen muntah baca buku-buku yang sok menginspirasi dan berceramah, tahulah buku-buku semacam inikan banyak banget di sini. The Lesson : Surat-Surat Seorang Jutawan Kepada Puteranya Tentang Hidup Dan Bisnis, justru malah adem bacanya, mungkin karena ini adalah sebuah surat bagi si anak, bukan petuah atau wejangan yang ditujukan bagi orang yang membaca, sehingga saya nggak merasa digurui atau diceramahi.
Surat G. Kingsley Ward pun, nggak menggunakan bahasa yang bertele-tele atau sok intelektual maupun sok bijak. Ini adalah sebuah surat dari ayah kepada anaknya, dengan bahasa yang mudah dipahami.
Banyak hal dari surat G. Kingsley Ward yang bikin jleb! Misalkan kenapa perusahaan mengharuskan anda datang jam 8 pagi, dan nggak boleh telat, kenapa anda bekerja tapi hanya sekadar bekerja saja? Lalu ada bahasan mengenai menilai pekerja hanya dari luarnya bukan penampilannya, kita cenderung menyukai karyawan yang sesuai dengan kepribadian kita dari pada kinerja mereka. Serta semua permasalahan yang dirasakan oleh para pekerja muda seperti saya ini, dibahas melalui surat seorang ayah pada anaknya.
The Lesson : Surat-Surat Seorang Jutawan Kepada Puteranya Tentang Hidup Dan Bisnis ini, banyak membantu dalam menghadapi berbagai problematika serta drama perkantoran dan bisnis, saya heran kenapa buku ini sama sekali nggak boming? Padahal bahasannya tepat dan perlu sekali bagi orang-orang di Jakarta seperti saya ini, kecuali anda seorang PNS baru boleh mengskip The Lesson. Akan tetapi, kalau anda pekerja kantoran, enterpreneur wannabe dan pebisnis, surat G. Kingsley Ward ini sama sekali nggak boleh dilewatkan.
Salah satu dari buku bermutu yang aku temukan di rak obralan di toko buku. Menarik sekali, banyak pelajaran hidup yang bisa diambil. Namun bukan hanya pelajaran dari pengalaman Pak Kingsley, tetapi juga banyak Quotation dari filsuf dan tokoh-tokoh terdahulu.
Dari seluruh surat Pak Kingsley yang aku sukai adalah salah satu surat yang diberi judul Keseimbangan dalam Hidup. dimana ketika Pak Kingsley sudah berniat untuk mulai meninggalkan Dunia Bisnis untuk diteruskan ke anaknya, Kingsley Jr. Ia memberi pesan kepada anaknya kurang lebih intinya itu adalah antara kehidupan bisnis dan di luar bisnis harus seimbang.
Pak Kingsley sejatinya menulis surat ini untuk anaknya, namun Istrinya menyarankannya bagaimana jika ia menerbitkan surat-suratnya? Lalu ia menerbitkan dan buku ini terjual hingga 1 juta eksemplar dalam delapan bahasa di 12 negara . Akan tetapi mengapa saya menemukannya di rak obralan ? Mungkin buku ini bukan minat para pembaca di Indonesia Dewasa ini. Sebaiknya saya menyarankan anda membaca buku ini. Karena tak ada yang lebih indah selain membaca pengalaman orang-orang sukses.
I liked this short book written like a collection of letters . He teaches his son how to be a professional, he prepares him for the challenge of the future (to become the president of his companies) since high-school till he actually has to take tough decisions as new manager.