Sesuai dengan judulnya, buku ini menceritakan pengalaman-pengalaman hidup penulis yang merantau dari Delft hingga Madinah. Pak Oki Muraza selaku penulis buku ini adalah pemimpin di tempat saya bekerja, sehingga ketika saya membaca buku ini, rasanya seperti saya membaca dengan suara Pak Oki yang sedang bercerita tentang kisah hidupnya dan kisah teladan orang-orang yang ditemui sepanjang perjalanannya.
Melalui buku ini, saya belajar lagi lebih banyak tentang hubungan yang baik dengan Tuhan dan dengan manusia. Pak Oki bercerita tentang awal kehidupannya dari sebuah desa di Sumatera Barat, yang seringkali disisipi kesulitan demi kesulitan. Namun kesulitan-kesulitan tersebutlah yang membuat manusia merasa lemah di hadapan Tuhan, sehingga adalah tugas manusia untuk bersyukur walaupun kehidupan sedang diuji, serta selalu ada kemudahan yang datang bersama kesulitan.
Membaca buku ini, saya jadi tahu bahwa Pak Oki kerap merenungkan kejadian yang dialaminya sehari-hari. Seperti cerita tentang seorang staf admin universitas yang akan pulang ke negara asalnya setelah 32 tahun bekerja. Bagi orang biasa, mungkin hal tersebut adalah hal yang biasa, namun bagi Beliau, dapat menjadi renungan bahwa manusia ujungnya juga akan "berpulang" dan mesti menyiapkan "tabungan" yang bisa dibawa pulang.
Saya rasa, hanya orang-orang besar yang mampu melakukan hal yang besar pula. Dalam kehidupan sehari-harinya, saya yang bekerja di bawah pimpinan beliau juga kerap ikut merasakan kebesaran hati Pak Oki. Beliau tidak segan untuk berkomunikasi langsung dengan saya ketika memohon bantuan. Saya yang boleh dibilang tidak memiliki jabatan apa-apa dibandingkan dengan beliau sebagai orang penting perusahaan. Namun seperti dalam kisah-kisah pada bukunya, Pak Oki selalu menjalin hubungan yang baik dengan siapapun yang bekerja dengannya. Saya pribadi merasa hal ini spesial, sebab dengan pemimpin sebelumnya yang menduduki jabatan setinggi Pak Oki, belum pernah saya dikirimi pesan secara langsung untuk dimintai bantuan.
Sebab lulus dari jurusan Teknik Kimia dan satu almamater dengan saya, tentu saja banyak juga perenungan pak Oki tentang kehidupan yang berasal dari ilmu teknik kimia, seperti pada bab Energi Aktivasi, Katalis, Troubleshooting, dan sebagainya. Menarik untuk mengikuti perenungan-perenungan tersebut.
Buku ini barangkali cocok untuk dibaca siapapun yang sedang merasa ingin mendekatkan diri dengan Tuhan dan memperbaiki hubungan dengan manusia lain. Saya harus bilang bahwa tujuan "berbagi semangat" yang dituliskan pak Oki pada pengantar sukses dengan baik, paling tidak untuk saya belajar banyak tentang kehidupan, etos kerja, berbuat baik, tidak memandang rendah manusia, dan selalu merasa bersyukur.
Buku ini berisi tulisan2 pendek, yang kadang berisi pengalaman pribadi, orang lain, atau cerita lainnya. Sebagian besar tulisan ditutup dengan hikmah yang didapat oleh penulis. Ide-ide tulisan atau ceritanya menarik, tapi seringkali deskripsi ceritanya kurang jelas dan kurang lengkap. Untuk sebagian cerita, kurang jelas juga di mana tempat dan siapa tokohnya, dan apakah cerita2nya diatur berdasarkan waktu atau tidak. Jadi poin utama, atau pemersatu cerita2 di buku ini rasanya tidak ada atau kurang tersampaikan.
cerita singkat dari penulis menerangkan kisah hidupnya, mulai dari kuliahnya di Indo, menjejakkan kaki ke Belanda (Delft) untuk menuntut ilmu hingga ke Madinah. Banyak kisah inspiratif yang dapat diambil hikmahnya dibuku ini
Buku yang berisi mengenai hikmah dari potongan pengalaman hidup Pak Oki. Perlu dibaca bagi orang-orang yang sedang belajar untuk terus bersyukur dan berjuang menjadi seseorang yang lebih bermanfaat di hidup ini.