To be honest, dari gaya bahasa, alur, pembangunan dan perkembangan cerita keseluruhan, aku suka. Detail-detail tentang Verona, Juliet Club, serta beberapa tempat wisata di Verona cukup membuatku memberi banyak bintang, termasuk isu perselingkuhan yang diangkat. Bukan lagi perselingkuhan dalam ikatan pacaran, tapi pernikahan.
Sayangnya oh sayangnya, tokoh di novel ini membuatku gemas. Terutama Seren, yang di kepalanya berkali-kali menghujat Bansar, suaminya, yang konon melakukan perselingkuhan. Lalu dengan "santai"-nya dekat-dekat dengan Aris, si bule Italia yang jelas-jelas menggodanya--dan sialnya, Seren beneran tergoda. Like ... what? Dia nggak suka, benci suaminya selingkuh, tapi dia sendiri melakukan hal itu ...? Belum lagi Bansar yang katanya cukup religius, tapi meninggalkan Seren untuk shalat sendirian (dan rasanya janggal kalau Seren terlihat acuh sama kewajibannya, sementara mereka sudah menikah enam tahun, di mana selama itu Bansar bertanggung jawab pada Seren, dunia akhirat). Sudah begitu, saat kukira mau ada penyelesaian antara dua orang ini, malah marah-marah karena menyangka suaminya "menjebak"-nya, meledak karena perselingkuhan suaminya, tapi dia masiih saja meladeni Aris, meski nggak seantusias sebelumnya. Dan sayangnya lagi, nggak ada confession antara Seren dan Bansar untuk menyelesaikan masalah komunikasi antara mereka, masalah selesai begitu aja.
Anyway, kalau tidak terlalu gemas sama Seren, mungkin aku akan membulatkan nilai 3,5 ke atas >.<