Menjadi ibu telah menyadarkanku Akan tak mudahnya menyandang predikat itu Akan besarnya tanggung jawab yang menyertai nama itu
Menjadi ibu telah mengajarkanku Tentang cinta yang tiada berbatas waktu Tentang pengorbanan tanpa mengharap balasan sesuatu Tentang keikhlasan yang begitu dalam pada kalbu
Ada ibu yang terkejut saat anaknya justru menjelma menjadi 'guru' untuknya. Ada pula yang takjub menyaksikan doa dan teladan yang ia curahkan untuk sang anak benar-benar terwujud dalam tingkah laku buah hati. Ada ibu yang diuji dengan anak yang lahir dalam keadaan yang tidak menyenangkan. Ada yang ingin menunda momongan, lalu Allah justru anugerahkan keturunan dengan cepat. Ada juga ibu yang harus berjuang keras melawan baby blues. Dan, ada yang bergulat dengan gigih untuk dapat menempuh pendidikan tinggi sekaligus membesarkan buah hati.
Apa pun kondisi yang datang bersamaan dengan kelahiran anak, haruslah disyukuri. Sedih atau bahagia, sibuk atau senggang, ibu harus selalu berada dalam kondisi siap. Terus menyemai kebahagiaan dalam balutan ketabahan yang dapat kita pelajari dari kisah-kisah yang mereka tuliskan dalam buku ini.
Buku yang ringan tapi kaya hikmah. Bisa dibaca siapapun, baik yang sudah ataupun belum menikah, sudah ataupun belum menjadi ibu. Karena semua cerita berasal dari pengalaman para penulisnya dalam menghadapi tantangan mereka masing-masing sebagai ibu. Menurut saya, buku ini akan lebih lengkap kalau saja ada satu dua penulis yang sudah memiliki anak usia belasan tahun, dan bercerita mengenai pengalaman mereka menghadapi anak puber. 😉 But, I’ll keep this book and re-read it again when the day I become a mom happens.
Membaca buku ini membuat saya sadar, bahwa amanah menjadi orang tua tidaklah mudah, baik menjadi ibu maupun ayah. Dari judul bukunya yang bertulis diary, maka isinya adalah curhatan dan kisah para ibu. Bukunya bukan hanya baik dibaca oleh ibu ataupun calon ibu, melainkan oleh ayah dan calon ayah pula. :)
Kumpulan cerita perjuangan para ibu dalam menghadapi beragam ujian di kehidupan rumah tangga. Sejatinya setiap orang pasti diuji, dengan variasi ujian yang berbeda-beda. Butuh fondasi iman dan ilmu yang kokoh untuk bertahan menghadapi ujian ujian tersebut.