Jump to ratings and reviews
Rate this book

Parade Para Monster

Rate this book
"There's a monster inside me."

Semenjak kekuatan misterius dalam dirinya bangkit, Weena jadi sangat terobsesi pada Festival Halloween yang diadakan di Greenwich Village di Manhattan. Bagi Weena yang dianggap monster, tidak ada tempat yang lebih cocok selain Festival Halloween: paradenya para monster!

Bersama dengan sahabatnya, Jack, Weena mendaftar sebagai volunteer di Festival itu. Sayangnya pengajuan mereka ditolak. Tapi tiba-tiba, muncul undangan misterius untuk datang ke Festival Halloween "yang lain".

Sebuah undangan yang membuka pintu ke dunia para monster... yang akan membahayakan nyawa mereka berdua!

"I am never afraid, never sad, and never cry. I will destroy those who hurt me. I am a monster."

311 pages, Paperback

First published October 30, 2017

7 people are currently reading
99 people want to read

About the author

Eva Sri Rahayu

24 books121 followers
Menulis thriller, romansa, dan chicklit. Menyukai kucing, dandelion, dan warna hijau. Margaret Mitchell dan Scarlet O'Hara adalah inspirasinya.

Buku:
1. Voice from the Past (Gramedia Pustaka Utama, 2019)
2. Playing Victim (NouraBooks, 2019)
3. Parade Para Monster (Clover, 2017)
4. TwiRies - The Freaky Twins Diaries (deTeens, 2014)
5. Love Puzzle (Teen@Noura, 2013)
6. Dunia Trisa (Stiletto Book, 2011)
7. I'm Not an Underdog (Bukupop, 2006)

IG: @eva.srirahayu

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
17 (19%)
4 stars
38 (43%)
3 stars
29 (33%)
2 stars
3 (3%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 30 of 44 reviews
Author 3 books29 followers
November 30, 2017
errr.... bingung mau kasih rating dan reviewnya. Kalo menurut pendapat pribadi, buku ini so-so aja. which means, cm bisa dapet 2*. tapi secara standar kualitas buku ini layak dapet 3*. hanya saja saya nggak begitu suka dengan alur ceritanya. Premisnya sudah bagus. tentang seorang gadis indo yg punya kemampuan telekinetis tp dianggap monster lalu dapet undangan ke festival halloween misterius di manhattan (ala2 undangan Hogwarts). sayangnya, gak seperti judulnya yang fantatis, parade para monster justru... kurang penampakan monster. Lalu entah kenapa, ceritanya jadi teenlit biasa, dgn segala cinta segitiganya, melibatkan cogan yg bule dan separo bule. misteri2nya juga kurang digali. jadilah crita yg bosenin sepanjang 200 halaman. kurang lebih. soalnya sering banget plot begini dipake. latar belakang antagonisnya cukup ok, meski nggak mengejutkan, tapi ok lah. saya agak berharap lebih tadinya, karena saya penyuka horror dan dark fantasy. suasana yg digambarkan di novel sudah cukup dark tapi plotnya lovey dovey. that's my opinion anyway. now... how to rate this.......
Profile Image for Fikriah Azhari.
362 reviews148 followers
November 30, 2017
“Namun bukan berarti kita bisa lengah, selalu ada kemungkinan-kemungkinan yang mengejuykan. Bersiaplah...” — halaman 249.


Weena awalnya hanya memenuhi undangan untuk hadir dalam Festival Halloween yang diadakan di Far Far Away. Bersama Jack, ia memberanikan diri untuk pergi ke sana, dan bertemu dengan orang-orang lain seperti dirinya, yaitu mereka yang juga dianggap ‘monster’ .

Ternyata Far Far Away adalah dunia-nya para monster. Namun, terlalu banyak rahasia di dalamnya, yang kemudian menjadi malapetaka, bahkan membahayakan nyawa mereka berdua.
.
.
***
.
.
Pertama kali baca buku tentang Halloween gini, suasana yang memang cocok untuk menghidupkan cerita bertema misteri. Bab awal didominasi oleh perkenalan tokoh dan pendalaman karakternya. Kalian akan menemukan beberapa nama tokoh yang mungkin nggak asing lagi, seperti Edward yang diceritakan sebagai drakula, Frank yang selalu diejekin Frankenstein, penyihir Merlin, hingga legenda Jack O'lantern.

Suasana Far Far Away digambarkan dengan detail, aku ngebayangin kayak lagi nonton film terus para tokoh tiba-tiba pergi ke wilayah terlarang gitu, gelap, dengan pepohonan berbentuk aneh yang semakin menambah rasa merinding saat melewatinya.

Untuk storylinenya sendiri berfokus pada teror yang terjadi selama Festival Halloween. Teror yang terjadi terasa mencekam.

Potongan-potongan teror bak puzzle yang bisa mengecoh pembaca, Karakteristik masing-masing tokoh menghidupkan cerita ini, pembaca dibuat bertanya-tanya apakah apa yang mereka tunjukkan adalah sebuah kebenaran? Atau itu hanya topeng belaka? Apakah mereka bisa dipercayai?

Scene favoritku ada pada saat pertunjukan sirkus yang rasanya keren banget! Penggambaran saat itu kayak antara mau kagum atau takut karena merasakan keganjilan terhadap pertunjukannya.

Plot twistnya cukup membuatku terkejut meskipun dari awal aku sudah mengira bahwa akan ada sesuatu mengenai 'dia' yang nggak bisa dianggap enteng, dan memang pembaca 'dibimbing' untuk mengamatinya.

Sayangnya untuk latar belakang Jack rasanya aku masih butuh penjelasan lagi, aku merasa bahwa karakternya masih kurang digali.
Profile Image for Biondy.
Author 9 books234 followers
December 28, 2017
Ada monster di dalam diri Weena. Hal itu membuatnya dijauhi orang-orang karena takut akan kekuatannya. Suatu hari dia mendapatkan undangan untuk mengikuti pesta Halloween di Far-Far Away yang terletak di Greenwich Village, Manhattan. Bersama Jack, sahabatnya yang mencari ayahnya yang hilang di Greenwich Village, pergi memenuhi undangan itu. Masalahnya, mereka tidak bisa menemukan Far-Far Away di manapun.

Pertama, selamat buat Mbak Eva karena novel ini akhirnya lahir. Saya kebetulan berkesempatan membaca draf awal novel ini. Jujur saya sudah tidak ingat cerita di draf itu bagaimana dan apa saja perbedaannya dengan hasil akhirnya ini. Maklum, rasanya sudah setahun lebih sejak saya membacanya.

Akan kuceritakan padamu bagaimana pertama kalinya aku berubah menjadi monster. (hal. 7)


Ceritanya saya suka. Mbak Eva menggabungkan unsur-unsur yang saya rasa sudah familier, seperti: tokoh yang teralienasi karena suatu hal, undangan ke tempat misterius yang eksklusif, pertemuan dengan tempat dan orang-orang eksotis. Kalau diuraikan seperti ini, entah kenapa terdengar seperti Harry Potter. Tapi, tentu saja, ini bukan HP dan memang tidak pernah diniatkan ke arah sana.

Buat saya, novel ini mungkin akan lebih menarik kalau dibagi ke beberapa buku. Saya tahu kalau novel fantasi berbentuk -logi tergolong tidak lazim di sini. Tidak lazim lanjut sampai tamat maksudnya. Ada beberapa hal yang menurut saya kecepatan dan akan lebih menarik kalau dibuat lebih pelan dan bertahap. Ibaratnya HP, novel ini seperti si Harry buku pertama langsung ketemu Voldemort di buku ketujuh. Tapi, saya rasa strateginya Mbak Eva sudah tepat untuk buku ini. Selesaikan ceritanya, tapi sisakan ruang untuk kemungkinan sekuel.

Secara keseluruhan, Parade Para Monster adalah novel fantasi yang solid dan patut dibaca para pecinta fikfan lokal.
Profile Image for Lia Nurida.
Author 6 books30 followers
December 1, 2017
#bookreview •

Judul : Parade Para Monster
Penulis : Eva Sri Rahayu (@eva.srirahayu )
Penerbit : @penerbitclover
Tebal : 309 hal • "Tidak ada buruknya menjadi monster. Monster bukan perkara 'rupa', bukan juga masalah terlahir 'berbeda'. Tidak masalah menjadi monster atau pahlawan, itu hanyalah sebutan. Tapi yang penting adalah bagaimana menerima diri apa adanya. Menerima yang ada pada diri seutuhnya. Menjadikannya anugerah." - hal 304 •

Whoaa!! Bener-bener diajak berpetualang seru sama kisah Weena dan Jack yang ditulis sama Teh @eva.srirahayu dalam novel #ParadeParaMonster ini.
Sejak awal kisah dibuka dengan sesuatu yang udah bikin penasaran. Apalagi ketika mereka diundang ke sebuah kota, yang pas disamperin malah kotanya nggak ada di GPS! Jadi semakin ingin baca terus ke halaman-halaman selanjutnya.
Novel ini kece banget. Teh Eva menuliskannya dengan sangat asyik jadi saya bacanya nggak kerasa tau-tau udah mau ending aja. Setiap bab selalu ada scene tegang yang seru juga teka teki yang bikin penasaran.
Bener-bener genre yang fresh banget buat saya di antara list novel romance yang jadi koleksi saya. Mengingatkan saya pada bacaan saya masa kecil dulu.

Sukses terus ya Teh Eva!! Semoga setelah #ParadeParaMonster lahir lagi novel genre serupa yang lebih seru lagi!!
Profile Image for Sherry Heather.
199 reviews3 followers
December 13, 2017
Buku ini awalnya agak membosankan, tapi ternyata di tengah-tengah, saya nggak bisa berhenti baca 😂
Saya suka penokohan di buku ini, dengan swmua konflik misteri dan romance-nya. Tokoh di buku ini memiliki karakternya sendiri, dan semuanya terasa misterius sehingga buku ini cocok dijadikan bacaan Halloween. Apalagi, ternyata buku ini juga bertema Halloween.
Tokoh-tokohnya lovable alias cukup mudah disukai dan penggambaran dunianya cukup jelas. Bahkan di akhir buku, saya suka villainnya juga 😂 Buku ini memakai setting di Manhattan dan ada beberapa referensi dari kotanya tersendiri juga sehingga bagi saya tempatnya terasa hidup. Saya juga suka dengan Far-Far Away dan twist yang terdapat di dalam ceritanya. Memang benar kalau ada pepatah "don't judge a book by it's cover". Jangan menilai para tokoh di dalam buku ini dari apa yang dilihat.
Terakhir, buku ini membuat saya penasaran tentang nasib akhir salah satu tokoh di buku ini. Sampai ketemu di sekuel ya! (well, semoga ada 😂)
Profile Image for Fuan Arencsid.
3 reviews2 followers
December 1, 2017
Suka sama covernya. Keren banget.
Selamat yah Epa, akhirnya setelah perjuangan panjang penuh rintangan dan
menghabiskan berpuluh-puluh rantang isi lontong kari, Nongol juga Parade Para Monsternya.
Aslinya sih, ceritanya seru dan enggak horor yah, walaupun judulnya pakai
kata monster. Ini lebih ke Petualangan yang mengasyikan. Namun tentu itu tergantung oleh siapa buku
ini dibaca. Kalau yang takut horor, pasti menilai buku ini serem. Tapi kalau dibaca sama pecinta horor
racikan horornya kurang nendang. Kalau aku sih, justru lebih serem denger Backsound booktrailernya.
Aku sih gitu aja yah, ngereviewnya. Enggak mau spoiler.
(Emang menurut lo, ini tuh review? Ini mah komen)
Ya gak papalah, maklum aja, namanya juga Reviewer Absurd. (Lah, masih nyebut dirinya reviewer)
Biarin sih!

Sukses yah Epa...
Profile Image for Melani Ivi.
55 reviews5 followers
July 24, 2018
“Tidak masalah menjadi monster atau pahlawan, itu hanyalah sebutan. Tapi yang penting adalah bagaimana menerima diri apa adanya.” (hlm. 304)


Mengangkat tema Halloween, novel fantasi dengan aura misteri dan thriller yang kental ini berseting Amerika Serikat dan Indonesia. Deskripsi seting cukup mendetail, terutama bagaimana membangun dunia fantasi Far-Far Away dan situasi Festival Halloween. Di dalam buku juga disertakan ilustrasi di beberapa halaman yang mendukung deskripsi dan memudahkan saya membayangkan cerita.


Tokoh-tokoh utamanya remaja yang memiliki kekuatan dan bakat unik yang membuat mereka berbeda dan dalam keseharian dijauhi teman-teman sebaya. Menggunakan POV orang pertama—aku sebagai Weena, novel ini ingin membuat pembaca merasakan bagaimana menjadi remaja yang dicap sebagai monster ‘hanya’ karena berbeda. Dan menurut saya hal ini cukup berhasil. Saya bisa merasakan konflik batin Weena terkait jati diri dan peran keluarga serta teman baiknya dalam mendorongnya membuat keputusan di saat-saat kritis. Karakter Weena sendiri meskipun terkadang masih terkesan labil dan gamang dengan jati diri, tapi tetap mempunyai sisi-sisi positif, semisal kesetiakawanan, kasih sayang, kecerdasan, dan keberanian. Demikian juga dengan sosok Jack yang sering tampak acuh tapi sebenarnya perhatian dan pemberani. Tokoh-tokoh remaja lain juga memiliki kekuatan karakter masing-masing. Penokohan secara keseluruhan kuat, juga tetap logis dan manusiawi.


Alurnya dominan maju dan plotnya terbilang rapi. Petunjuk demi petunjuk yang mengarahkan pembaca pada rahasia masa lalu serta mengerucut pada konflik utama disuguhkan dengan apik. Saya diajak menebak apa kekuatan dari masing-masing tokoh dan kaitannya dengan teror, siapa yang baik atau jahat. Sisipan wawasan terkait Halloween dan teori psikologis untuk menunjang cerita dan penokohan pun disuguhkan dengan cukup luwes. Saya sebagai pembaca merasa mendapat asupan informasi yang relevan dengan cerita. Twist dan ending-nya pun logis dan dapat saya terima. Memuaskan, dengan pesan moral yang jelas. Meskipun terpancing untuk ikut menerka-nerka teka-teki teror, saya tetap dapat menikmati keseluruhan cerita.


Bagi pembaca remaja, novel ini layak sekali dibaca. Gaya bahasanya yang ringan akan membuat nyaman meskipun ini merupakan novel remaja bertema fantasi. Saya menantikan karya penulis selanjutnya, tentunya dengan ide baru lainnya.
Profile Image for Sayfullan.
Author 10 books39 followers
August 14, 2018
Assalamu'alaikum.

Hmm... Sudah agak lama sih saya baca ini, tapi karena baru mainan GR lagi, akhirnya mulai memberikan rate beberapa buku yang sudah saya baca.

Premis yang menarik, detail setting yang mantap, dan serat makna, membuat saya memberikan 3.5 bintang. Namun, saya merasa bosan di awal-awal bab karena alur terasa lambat. Sempat saya meletakkan buku ini, karena konflik utama dan teror sepertinya masih jauh. *Nggak sabaran banget sih lo, Ful.

Kebosanan ini apa mungkin karena penulis menggunakan POV-1 Weena? Jujur, mengenai tokoh saya tidak begitu suka dengan Weena. Kalau sudah tidak simpati, bagaimana saya mau mendengarkan ceritanya atau curhatannya? Penggunaan sudut pandang pertama memang rawan, kata seorang editor. Karena jika tokoh tidak bisa menyenangkan atau menarik simpati pembaca, otomatis akan mempengaruhi narasi si tokoh. Dampak yang tidak bisa dihindari.

Justru di Parade Para Monster saya sangat mencintai tokoh antagonisnya. Sumpah, menurut saya bagian masa lalu si tokoh antagonis ini adalah scene terindah yang berhasil mengaduk-aduk emosi saya. Dibanding dengan roman Weena dan Jack, justru bagi saya lebih membekas roman kakak-adik Piet-Lewis. Entah, chemistry Weena dan Jack kurang terasa menghangatkan hati. *Dasar pembaca romen lo, Ful.

Lepas dari itu, saya sangat kagum dengan penulis dalam merancang plot yang rapi dan tidak terburu-buru. Saya yang tidak sabaran ini jadi bisa belajar banyak dengan buku ini dalam merangkai misteri dan membukanya perlahan-lahan. Terima kasih ya Teh Eva.

Akhir kata, ditunggu novel thriller dan atlet anggarnya yak Teh. wassalamu'alaikum. SEMANGAT!
Profile Image for Kirana Nath.
49 reviews4 followers
December 29, 2017
Aku suka novel yang mengangkat kisah tentang petualangan Weena juga para monster Far-Far Away saat Festival Halloween berlangsung ini. Kisah fantasy dengan sedikit bumbu horor karena ada monsternya ini menarik. Karena sejak aku baca bab awalnya, aku dibuat terus penasaran akan seperti apa ending-nya.

Tiap karakternya punya pesona sendiri dan ada beberapa yang misterius. Hingga aku terus dibuat untuk menebak kemampuan 'unik' mereka, dan apakah mereka baik atau jahat.

Aku juga suka dengan nilai dan kutipan yang bisa diambil setelah membaca novel ini. Bahwa kita tidak perlu takut jika kita 'berbeda'. Karena 'berbeda' itu bukan kejahatan. Bahkan bisa jadi kalo 'berbeda' itu jadi kekuatan buat kita. Suka!

"Menjadi 'berbeda' bukan kejahatan." (hal. 286)

Review lengkap : https://kiranathya.blogspot.co.id/201...
Profile Image for Rain.
106 reviews18 followers
December 1, 2017
"Aku mengerti, ada hal-hal yang tidak bisa kita bagi dengan siapa pun,"
.
.
"Bukan begitu maksudku. Aku cuma bingung mengatakannya. Begini, apa kamu pernah... merasa takut? Takut pada dirimu sendiri?"
.
.
"Pernah, sering malah." -h.116
.
.
Beberapa poin yang kucatat tentang novel ini
.
.
Covernya tuh kerennyaaa kebangetaan.
Sama ilustrasi di dalamnya kece-kece juga.
Layout-nya bikin nyaman buat mata, ukuran hurufnya juga pas, nggak kekecilan
.
.
Awal-awal bab novel ini sudah mengikatku. Penuh teka-teki yang membuat penasaran dan bertanya-tanya. Perihal geek-nya Jack dengan Halloween, undangan misterius dewan tetua Far-Far Away dan apa yang menanti di baliknya
.
.
World building Far-Far Away nya bikin mupeng pengin ke sana. Tokoh-tokoh di dalamnya unik-unik dan misterius, seolah menyimpan rahasia
.
.
Perihal dialog, ada yang membuatku sedikit terganggu seperti saat Weena bilang ke Pieter "Nggak kok, Piet.", mungkin karena aku berharap dialognya seperti terjemahan. Kalau untuk Jack dan Weena rasanya pas aja karena mereka sahabatan dan dari Indonesia
.
.
Plot twistnya epic! Aku nggak nyangka ternyata si tokoh itu tuh.... aaaaahhh.. kalian harus baca sendiri, surprise banget pokoknyaa
.
.
Overall, Parade Para Monster ini salah satu fantasi lokal keren yang mencoba menyampaikan makna bahwa "Monster atau pahlawan, itu hanyalah sebutan. Yang penting adalah bagaimana menerima diri apa adanya. Menerima segala yang ada pada diri seutuhnya. Menjadikannya anugerah."
Profile Image for Kathlien.
67 reviews3 followers
April 27, 2023
Parade Para Monster direkomendasikan oleh adikku, katanya seru banget. memang seru kok tapi setelah 80% bagian akhirnya saja.
dari penulisannya di awal buku, aku ngerasa kayak "bocah" banget writing style dari Kak Eva (kalimatnya membingungkan, jadi harus bolak-balik halaman untuk make sure apakah memang benar begitu sudah diceritakan?) dan karakter si Weena ini kebanyakan konflik batin sama dirinya sendiri :(

point plusnya, gaya penulisan Kak Eva semakin develop di buku ini!! makanya, menurut aku yang serunya setelah 80% dari buku ini, hehehe.
Profile Image for Yessie L. Rismar.
136 reviews2 followers
November 10, 2017
"Semua orang punya bagian hitam dan masa terkelam dalam hidup mereka." -hal. 117

Tema novel ini unik, tentang monster dan Halloween. Meskipun di awal-awal alurnya agak lambat, tapi nggak masalah karena rasa penasaran dengan petualangan mereka di Far-Far Away lebih besar.

Saya hanya agak terganggu dengan penggunaan kata yang kurang konsisten, seperti kata 'nampak' dan 'tampak'. Tapi ini lebih ke masalah teknis sih ya. Secara keseluruhan saya suka novel ini. Adegan demi adegannya menegangkan. Ilustrasinya juga keren.
Profile Image for Harumichi Mizuki.
2,442 reviews73 followers
July 7, 2018
Dapet giveaway. Yippi. Alhamdulillah. Covernya emang bikin mupeng. Buat review kudu baca ulang. Haha.
Profile Image for Afrianti Pratiwi.
100 reviews28 followers
December 18, 2017
Judul: Parade Para Monster | Pengarang: Eva Sri Rahayu | Penerbit: Clover | Tahun Terbit: Oktober 2017 | Jumlah Halaman: 311 hlm.| ISBN: 9786024286736 | Harga: Rp 68.000-

"Akulah yang menilai diriku sendiri. Akulah yang memilih menjadi apa dan siapa. Aku juga yang harus mengendalikan hidupku sendiri. Bukan mereka, atau siapapun yang hanya suka menghakimi dari kulit luarnya." (Hlm. 304).

Saat pertama kali Teh Eva, penulis novel Parade Para Monster mengunggah sneak peak soal novel ini, saya sungguh tertarij dan penasaran. Bagaimana tidak, kalimat "Ayahku hilang di Halloween" langsung membuat saya penasaran setengah mati. Apa yang terjadi? Ayah siapa yang hilang? Apa hubungannya dengan Halloween, ya?

Parade Para Monster launching tepat di hari Halloween, 31 Oktober 2017. Setelah merasa penasaran, saya kemudian malah merasa takut ketika menonton trailer buku Parade Para Monster. Aura menegangkan dan kesan seram kerap menghantui saya. Apakah saya berani membaca buku ini? Padahal saya bukan penyuka novel-nivel seram dan berbau horor. Namun, di obrolan saya sebelumnya dengan Teh Eva, ia bilang kalau nivel ini sebenarnya bergenre fantasi, meskipun settingnya memang tentang pesta Halloween.

Omong-omong soal Halloween, yang saya tahu adalah setiap malam Halloween masyarakat (terutama negara Barat) sering mengadakan pesta untuk merayakannya, yaitu dengan berpakaian dan berdandan serupa monster-monster di elahan dunia. Misalnya, menjadi drakula, penyihir, frankstein, manusia serigala, atau segala jenis monster yang dianggap menakutkan. Ada juga tradisi trick or treat—yang saat ini digunakan anak-anak untuk meminta permen dari rumah ke rumah.

"Pada awal abad 19 di Eropa, di hari Soul Day qtau Hari Jiwa, para pengemis akan berjalan dari desa ke desa untuk meminta soul cake atau kue jiwa. Sebagai imbalannya, mereka akan mendoakan arwah keluarga yang memberikan kue tersebut. Trick or treat berkembang menjadi trick or treat yang kita kenal sekarang. Trick sebagai ancaman supaya orang-orang memberikan treat berupa makanan manis atau permen, agar terhindar dari berbagai kejailan kalau keinginan si peminta tak dipenuhi." (Hlm. 48).

Nah, novel Parade Para Monster ini sendiri menceritakan soal Weena Anushka yang mempunyai kekuatan tersembunyi. Pada waktu itu ia belum bisa mengendalikan kekuatannya, sehingga yang keluar dari dirinya malah menghancurkan sekitarnya. Hal ini membuat Weena merasa ketakutan dan malah dijauhi oleh teman-temannya. Nggak cuma itu, Weena seringkali disebut-sebut sebagai monster. Monster yang mengerikan.

Selama sekolah, Weena tak pernah punya teman. Rumor mengenai dirinya yang punya kekuatan monster telah menyebar dari mulut ke mulut. Sampai ketika ia masuk SMA, ia tetap dijauhi teman-temannya. Alasannya sederhana karena mereka tak ingin mendapat celaka karena dekat dengan Weena. Kemudian bertemulah ia dengan seorang lelaki bernama Jack Brown, yang sering menyebut dirinya sebagai Jack O'Lantern. Akhirnya mereka bersahabat karena sama-sama menyukai hal-hal yang berkaitan dengan Halloween.

Weena menyukai Halloween karena ia merasa punya kesamaab dengan mereka—para monster, sedangkan Jack... ia punya semacam rasa suka pada tokoh Jack O'Lantern. Awalnya saya sebdiru tidak tahu apa itu Jack O'Lantern, namun Jack menjelaskan dengan detail ketika mereka berdua berada di festival Halloween di Manhattan.

Jack O'Lantern adalah sebuah legenda yang berasal dari Irlandia. Jack adalah nama seorang petani yang licik dan mempermainkan setan untuk mendapatkan kesempatan di akhir hayatnya. Sehingga ia masih hidup. Namun kemudian Jack tetap mati dan setan memberinya lilin di kepalanya karena Jack berdalih takut gelap. Dari sanalah Jack berkeliling sepanjang malam untuk mengumpulkan hiwa-jiwa jahat agar ia tidak kesepian. (Lengkapnya di hlm 58-60).

Weena dan Jack kemudian mendapatkan sebuah undangan misterius untuk berkunjung ke Festival Halloween di sebuah kota bernama Far-Far Away, di Manhattan. Weena amat antusias untuk datang karena ini adalah festival impiannya, sedangkan Jack ternyata punya misi lain. Ayahnya hilang di festival itu dan ia berniat untuk mencarinya. Wah, ketemu nggak ya Jack sama papanya?

Keberangkatan mereka ke Manhattan mulai dibayangi kejadian-kejadian aneh, terlebih ketika mereka tidak menemukan kota bernama Far-Far Away. Ketika sudah kebingungan, mereka akhirbya bertemu Anne Lancer, seorang lain yang juga me dapat undangan festival Halloween seperti mereka. Ternyata nggak cuma Anne—yang tampil layaknya penyihir—namun ada juga Danny, seorang anak kecil yang suka bermain dengan bonekanya, lalu ada Frank yang mukanya mirip monster frankstein, termasuk juga Pieter, sahabat Anne sejak kecil yang tidak mendapatkan undangan hari itu. Weena dan Jack akhirnya menemukan teman-teman barunya, meski tetap merasa janggal.

Opened the vision, opened the gate.

And... they were there.

Teh Eva memberikan detail yang apik dalam penggambaran Far-Far Away, termasuk suasana seram dan rumah-rumah para monster yang ada di dalam sana. Hal yang paling saya suka adalah rumah berbentuk kelelawar tempat Weena dan teman-temannya menginap. It's so cool pake banget!

Parade Para Monster ini ternyata memang novel fantasi yang seru banget. Saya jadi banyak tahu soal festival Halloween di luar negeri. Salah satunya Village Halloween Parade—meski saya nggak tau apakah parade itu benar-benar ada atau enggak. Tetapi kembali lagi, berkat penggambarannya yang detail, saya jadi bisa membayangkan bagaimana berada di sana dan menikmatinya. Ya, mulai dari kostum para monster, musik, sampai dengan atraksi sulap dan sirkus yang ternyata cukup menegangkan buat saya. Keren deh pokoknya. Cuma kayaknya saya nggak akan berani datang secara langsung ke festival semacam ini soalnya masuk rumah hantu aja saya lari ketakutan.

Teror menegangkan selama parade terus menghampiri Weena. Kejanggalan demi kejanggalan mulai hadir dan menjadi misteri yang harus dipecahkan. Lalu, apa yang terjadi dengan Weena, Jack, dan teman-teman undangan lainnya? Apakah mereka bisa selamat? Apakah Jack bertemu ayahnya lagi? Duh...
---

Omong-omong soal tokoh favorit, awalnya saya mau menjatuhkan hati kepada Pieter, secara dia punya sisi kharismatik dan misterius. Namun akhirnya saya menjatuhkan hati saya pada... jack Brown! Ya, sahabat Weena satu ini tipe yang penyayang tapi cuek; peduli tapi sok nggak tau. Intinya saya suka sama sikapnya Jack sebagai sahabat yang baik dan selalu ada buat Weena. Jack yang rela berkorban, Jack yang pedulian banget. Keren ah pokoknya saya ngefans!
Profile Image for Fahri Rasihan.
478 reviews124 followers
November 7, 2017
Jika melihat blurb dan cover dari novel Parade Para Monster, pasti banyak orang yang akan penasaran dengan ceritanya. Ini wajar karena penulis dan penerbit berhasil melakukan promo yang tidak biasa. Mulai dari teaser-teaser ilustrasi hingga book trailer yang sukses bikin merinding. Tema teenlit dan dark fantasy yang diusung oleh penulis, sedikit mengingatkan saya pada novel Harry Potter dan Alice Adventures in Wonderland. Selain itu cover buku Parade Para Monster juga terlihat sangat memikat serta misterius. Dimana aura gelap dari dark fantasy serta dua tokoh utamanya yang masih remaja, berhasil diinterpretasikan dalam cover bukunya.

Saya sedikit merasakan aura Harry Potter yang misterius dalam cerita Parade Para Monster. Apalagi saat kedua tokoh utamanya mendapatkan undangan ke Festival Halloween. Saya salut kepada penulis yang dengan kreativitasnya berhasil mengambil beberapa ide dalam buku-buku lain dan mengemasnya kembali menjadi sebuah cerita yang baru dan unik. Penulis juga tidak main-main saat melakukan riset hingga empat tahun demi menulis novel ini. Dan dengan riset yang mendalam, Parade Para Monster berhasil membangun atmosfer yang gelap serta seru untuk diikuti.

Terdapat dua tokoh utama dalam Parade Para Monster, yaitu tokoh Weena dan Jack. Tokoh Weena digambarkan sebagai seorang gadis remaja yang suka menyendiri. Ini semua akibat kekuatan misterius yang dia miliki. Akibat kekuatan misterius itu pula, Weena sering disebut monster oleh teman-temannya. Lalu ada tokoh Jack yang merupakan sahabat Weena satu-satunya di sekolah. Jack memiliki karakter yang cuek dan pemalas. Akibat kedua sifatnya itu, tak jarang Weena menyebutnya menyebalkan. Selain itu terdapat juga beberapa tokoh lainnya, seperti Anne, Dyllan, Frank, Pieter, dan masih banyak lagi. Dari semua tokoh yang ada, tokoh favorit saya adalah Anne yang memiliki gaya dan aura yang misterius.

Parade Para Monster memiliki alur cerita yang maju-mundur. Dengan menggunakan alur cerita yang maju-mundur, kita diajak untuk menyelami latar belakang para tokohnya di masa lalu. Saya pun menjadi lebih mudah untuk memahami karakteristik para tokohnya karena latar belakangnya yang cukup kuat. Diceritakan melalui sudut pandang orang pertama melalui tokoh Weena. Saya suka ketika penulis menuliskan narasi tentang perasaan Weena yang tergambar dengan jelas. Namun ada beberapa narasi yang menurut saya terlalu mendetail, sehingga membuat saya bosan di beberapa bagian cerita.

Gaya bahasa yang digunakan dalam Parade Para Monster terbilang sederhana dan mudah untuk dimengerti. Bahkan ada beberapa bagian cerita yang menjelaskan sejarah serta asal usul suatu budaya. Saya suka ketika penulis meriset dengan serius bahan cerita mereka dan membagikannya kepada pembaca dengan jelas serta akurat. Seperti Parade Para Monster, yang selain memberikan cerita yang seru, tapi juga memberikan edukasi kepada para pembacanya.

Karena Parade Para Monster merupakan novel teenlit, maka konflik yang disajikan pun tidak terlalu rumit dan berat. Dimana Weena dan Jack harus mencari tahu akan musuh yang menebar teror kepada mereka. Selain itu penulis juga tidak lupa untuk memberikan bumbu romance dalam ceritanya. Porsi antara fantasi dan romance dalam buku ini terbilang pas, sehingga memberikan sugguhan cerita yang menarik.

Parade Para Monster berhasil memberikan sebuah alternatif cerita baru untuk novel teenlit. Penulis juga berhasil melakukan riset yang mendalam, sehingga saya merasa kualitas ceritanya tak kalah bagus dengan penulis-penulis luar negeri. Meskipun konflik dan ceritanya terbilang biasa, tapi Parade Para Monster berhasil mengemasnya dengan baik. Secara keseluruhan saya puas dan menikmati membaca Parade Para Monster. Bagi pembaca yang merasa bosan dengan tema teenlit yang itu-itu saja, saya merekomendasikan untuk membaca Parade Para Monster sebagai alternatif cerita baru. Karena selain disugguhkan cerita yang epik, kita juga diajak untuk melihat sejarah kebudayaan bangsa lain.

Selengkapnya : https://www.facebook.com/notes/fahri-...
Profile Image for Rizky.
1,067 reviews89 followers
November 22, 2017
Ini bukan pertama kalinya aku membaca tulisan Eva. Tulisan Eva kali ini cukup berbeda dengan novel Eva sebelumnya, karena Eva berani keluar dari zona nyamannya dan mencoba sesuatu yang baru.

Parade Para Monster merupakan novel fantasi pertama Eva. Novel yang melalui perjalanan yang cukup panjang hingga sampai di tangan pembaca. Tidak main-main butuh 4 tahun untuk menyelesaikan novel ini dan aku tahu Eva tidak pernah setengah-setengah dalam menulis novelnya

Seperti novel Parade Monster ini, Eva mengisahkan kehidupan para remaja istimewa. Istimewa dengan kekuatannya masing-masing. Seperti Weena Anushka, gadis remaja yang memiliki kemampuan telekinesis. Kemampuan yang muncul saat dia sulit mengendalikan diri atau hilang kontrol. Karena kemampuan inilah, Weena dianggap monster bagi teman-temannya. Weena bahkan tak punya teman. Hanya Jack, satu-satunya sahabatnya.

Weena dan Jack sama-sama tergila-gila dengan Halloween. Weena bahkan ingin turut serta merasakan serunya suasana halloween di Manhattan. Karena itulah dia dan Jack mencoba mendaftarkan diri sebagai relawan Village Halloween Parade.

Sayangnya, mereka ditolak. Hingga sebuah undangan dari Dewan Tetua Far-Far Away datang. Undangan misterius yang ditujukan untuk Weena dan Jack.

Singkat kata, mereka pun berangkat untuk menghadiri Festival Far-Far Away. Tapi, sampai di sana mereka malah menemukan tidak hanya mereka saja yang diundang. Ada Anne, Frank dan Dyllan juga yang diundang.

Dimulailah petualangan mereka di Far-Far Away. Hidup Weena dan Jack tak sama lagi. Karena mereka harus menghadapi serangkaian teror yang tentunya membahayakan mereka.

Apa yang sesungguhnya terjadi? Akankah Weena dan Jack bisa kembali ke rumah atau terjebak selamanya?

Seru dan menegangkan. Sinopsis dan cover yang menarik jujur yang pertama kali menggodaku untuk membaca Parade Para Monster ini.

Awalnya aku pikir aku akan disuguhi petualangan bersama para monster, nyatanya "monster"disini memiliki arti yang lain. Arti yang lebih dalam dari yang kubayangkan.

Membaca kisah Weena dan Jack ini membuatku terus bertanya-tanya tentang apa yang sesungguhnya terjadi hingga siapa pelaku teror sesungguhnya. Eva merangkai kisahnya dengan sangat menarik, membuatku begitu betah membacanya. Kepingan demi kepingan puzzle disebar secara detail dan terjalin dengan indah.

Diceritakan dari sudut pandang Weena, aku jadi bisa memahami perasaan dan pikirannya. Karena cerita remaja jadi jangan bayangkan konflik yang terlalu rumit, karena kisahnya sungguh ringan tetapi memiliki pesan yang bermakna.

Tidak hanya kisah misteri dan fantasi saja, aku juga mendapatkan informasi baru seputar Halloween. Selain kisah itu, tentunya tak lengkap jika tak ada kisah romansanya. Eva sekali lagi menyelipkan kisah romansa yang memikat, kalau aku jadi Weena tentu saja bingung antara Jack atau Pieter :)

Secara keseluruhan, sekali lagi Eva membuktikan diri kalau dia bisa menuliskan kisahnya dengan baik. Sebuah kisah misteri dan fantasi remaja yang ringan tetapi menghibur.

Membaca kisah Weena, kita akan belajar untuk menerima diri apa adanya. Mensyukuri semua kelebihan dan kekurangan, menjadikannya suatu anugerah. Semua individu terlahir istimewa.

Review juga bisa dibaca di http://www.rizkymirgawati.com/2017/11...
Profile Image for DENKUS.
Author 8 books22 followers
November 3, 2017
Parade Para Monster
📝 @eva.srirahayu
🏢 @penerbitclover
Ilustrasi Cover : Grace Djiauw/RSDF
Terbit : Oktober 2017
Tebal : 309 hal. .

"I an never afraid, never sad, and never cry. I will destroy those who hurt me. I am a monster." .

#reviewalakadar Gue pikir monster di sini bener-bener menyerupai monster. Ternyata, dalam konotasi berbeda.

Novel ini pakai POV 1. Dan gue hepi karena nggak kebanyakkan telling. Prolog-nya langsung ke kejadian yg cukup penting dalam hidup Weena. Oke, Weena ini monster! Dia bersama Jack terobsesi pada Festival Halloween. Sampai sebuah undangan misterius datang.

Bab-bab awal sih bagi gue cukup menarik. Perkenalannya nggak lama dan nggak bertele-tele. Dan tadinya gue mau protes soal dialog, tapi setelah dipikir-pikir... its okay. Karena saat Weena dan Jack bicara, mereka pakai bahasa Indo. *Kamu bakal tau maksud gue setelah baca novel ini.

Far-Far Away! Sial, gue ngerasa ditipu. Twist-nya cukup menarik, meski bagi gue nggak terlalu mengagetkan. Btw, soal Weena. Gue agak jengkel. Udah tau dia monster, tapi lelet banget waktu disakiti. Dan jawabannya... udah ada di awal. Dan diperjelas di akhir. Tapi tetap aja, gue jengkel. -,- .

Parade Para Monster ini masuknya genre fantasi, ya? Tapi misteri dan thriller-nya dapet banget. Gue penasaran sama teki-teki di dalamnya, juga ketegangan saat... duh, pokoknya saat festival halloween dimulai cerita mulai seru. Apalagi penulis nggak ngasih napas saat di scene-scene seru itu. Suek, mau ditunda tapi kan sayang. *apa ini?

Secara keseluruhan, gue suka novel ini. Nggak bertele-tele, menegangkan dan SERU! Kalau ditanya scene favorit, rasanya nyaris semua saat festival halloween dimulai.

Goodjob buat ka Eva yang udah menghadirkan petualangan seru Weena dan Jack di Far-Far Away. I Love! Btw, kovernya cantiQ!
Profile Image for Vie Asano.
Author 8 books27 followers
April 7, 2018
Oke, sblm nulis review ini, saya mau bikin sbh pengakuan dosa. Sdh bbrp bulan ini sy kena reading slump yg ckp parah. Malah, menurut @dylunaly, levelnya udh parah bgt. Itulah sebabnya bbrp bulan terakhir IG saya jarang bgt mengulas buku, walau di bio tertulis deskripsi "bookstagrammer" *tutup muka* 🙇
.
.
Makanya, wkt sy terima tawaran Eva utk terlibat dlm proyek PPM, saya stgh berharap buku ini sedikit banyak bs mengobati reading slump saya. Dan, yeayy, saya berhasil menamatkan baca buku ini plus siap bikin review! 🎉🎉🎉
.
.
Overall, saya sk ide buku ini. Premis 'berdamai dgn diri sendiri' disampaikan dgn sgt kuat. Setiap jalinan ceritanya disusun matang, saling terkait, dan bagian yg paling saya suka: semua masalah - termasuk yg paling sepele sekalipun - mendapat jawabannya. Termasuk soal minuman merah yg diminum oleh Drakula. Itu artinya penulis betul2 memikirkan soal plot dgn teliti. Good job! 👍
.
.
Buku ini jg ditulis dgn gaya bercerita yg mengalir dan diksi ringan yg menggigit, sehingga mudah diikuti oleh siapa saja. Bagian lain yg perlu diacungi jempol adlh mslh setting. Setiap tempat, termasuk Far-Far Away, ditulis dgn deskripsi yg sgt detail. Nggak kebayang deh brp byk waktu riset yg harus dilakukan penulis utk menulis buku ini 👍💚
.
.
Setiap karakter dlm buku ini pun ditulis dgn matang, dan memiliki latar belakang yg kuat. Kita diajak utk bersimpati pd setiap karakter yg ada disini, termasuk tokoh antagonis utama. Ini menarik banget, krn setelah selesai baca buku ini, kita akan merasa terikat pada tokoh2 didalamnya. Tentu saja Weena dan Jack sbg tokoh utama mencuri perhatian terbesar.
.
.
Kesimpulan:
Buku ini sy rekomendasikan utk siapa saja yg menyukai genre fantasi-teenlite 👍 worth to read! Covernya juga beli-able banget, bikin buku ini layak bgt dikoleksi 💚
.
.
Ide: 4/5
Plot: 4/5
Chara dev: 3.5/5
Humour: 3.5/5
Cover: 4/5
Profile Image for Vi N Khalishah.
7 reviews
December 26, 2017
Novel ini bercerita tentang Weena yang diundang ke festival Halloween, bersama dengan Jack dan 3 anak istimewa lainnya. Ternyata yang diundang adalah mereka yang dianggap monster & memiliki kekuatan unik.

Awal baca blurb-nya, saya kira akan disuguhkan cerita horor, tetapi ternyata ceritanya lebih pada fantasy— penyihir dan kekuatan supernatural.

Agak jauh dari ekspektasi saya sih, tapi justru saya lebih menyukainya. Weena dan kawan-kawan dihadapkan oleh teror yang terjadi sebelum & saat festival, saya cukup banyak menebak-nebak pelaku teror itu karena semua tokoh sangat mungkin untuk dicurigai.

Novel ini bisa dikategorikan teenlit misteri mungkin, salah satunya karena protagonisnya yang merupakan anak SMA. Di dalamnya juga dibumbui sedikit romance dan cinta segi tiga.

Misteri, kekuatan supranatural, romance, fantasy, meskipun judulnya 'Parade Para Moster,' saya tidak menemukan bagian horornya— yah, walaupun di bagian Weena mengunjungi bangunan rumah yang belum selesai membuat saya sedikit merinding, tapi gak ada hantu di sana :-D

Cara penulis mengemas ceritanya menarik, misterinya dapet banget, dan bagian ketika sang pelaku teror terungkap, membuat tak bisa beranjak sampai benar-benar ending.

Yang paling menarik temanya, tema dari novel ini begitu segar untuk saya sendiri– Festival Halloween. Tema seperti ini biasanya hanya saya jumpai pada buku terjemahan karena Festival Halloween sendiri tidak seterkenal itu di Indonesia— atau saya yang terlalu kuper sehingga tidak tahu jika banyak novel Indonesia dengan tema yang sama. Entahlah, ada yang bisa memberitahu saya?

Karakter tokohnya menyenangkan dan punya misteri masing-masing, membuat saya menebak-nebak bayak hal.
Selain protagonisnya, karakter Pieter yang paling berkesan untuk saya.

Pesan moralnya juga dapat, konflik batin protagonisnya secara langsung & tidak langsung mempertanyakan tentang makna monster itu sendiri.
Profile Image for Cepi Dini.
Author 2 books8 followers
January 1, 2018
Judul: Parade Para Monster
Penulis: Eva Sri Rahayu
Penerbit: Clover

"I am never afraid, never sad, and never cry. I will destroy those who hurt me. I am a monster." (Hal. 21)
I love this quote so much and i want to be like that :D

Jadi, baca novel ini tuh kayak baca Goosebumps dengan tokoh Indonesia. Saya pecinta Goosebumps, by the way.

Cara Teh Eva nyempilin pertanyaan di setiap bab dan mengungkap satu per satu dengan perlahan-lahan tuh daebak. Semua pertanyaan terjawab, bahkan hal kecil seperti perihal keluarga Dracula.
Meski saya agak penasaran, sih tentang asal-usul keluarga Ogre dan Zombie. Sayangnya nggak dibahas.

Layaknya novel remaja, selain petualangan, di dalam buku ini juga disisipkan kisah cinta si tokoh. Suka geregetan sendiri sama Weena dan Jack yang sama-sama suka, tapi bersembunyi di balik kedok persahabatan. Agak sebel sama Weena yang hatinya mudah terpecah.

Nggak cuma itu, penjelasan tentang asal-usul dan hal-hal yang berhubungan dengan Halloween juga tertulis di sini. Bolehlah untuk menambah pengetahuan tentang Halloween.

Overall, saya suka buku ini. Menurut saya recomended buat pecinta cerita misteri, terutama yang bertema Halloween.

And last...
Yes, ia am a monster, a good monster. (Hal 304)
Profile Image for leni.nrf.
6 reviews
July 21, 2019
#reviewbooks #ParadeParaMonster
.
"Orang-orang yang tidak pernah memiliki, tak akan pernah merasakan kehilangan." anonymous
.
Judul : Parade Para Monster
Penulis : @eva.srirahayu
Penerbit : @penerbitclover
Tebal : 309 halaman (isi cerita)
.
Halloweeen! Yeay! Tema dari novel ini adalah halloween! Tau labu yang giginya runcing-runcing itukan? Nah itu ternyata namanya Jack O'latern. (kebetulan juga ini barusan liat trailer dari salah satu aktor favoritku yang filmnya bakal tayang halloween tahun ini😂)
.
Novel ini, meskipun sebagian besar latarnya bukan di Indonesia, tapi karakter utamanya tetap orang Indonesia 💕(nah, hari ini Indonesia menang kan yaa). .
Karakter utamanya adalah Weena Anushka, terus ada Jack, ada juga Anne, dan... Ada juga Pieterr.
.
Kalo ada yang tanya, karakter mana yang bisa bikin aku ngerasa sayang diakhir novelnya, itu adalah Pieter (hehehe). Pieter ini tipe-tipe yang, sayaang banget sama keluarganya. Jadi ya, aku menghargai perasaan-perasaan seperti itu.
(Dijamin, kalian pasti bakal greget juga sama Pieter 😏)
.
Ada bagian yang bikin greget. Waktu Weena dapet teka-teki untuk menemukan gerbang Far-far away. Mungkin karena dia terlalu terpesona sama Jack kali yaa, jadi agak memakan waktu lama untuk memecahkannya 😂.
.
Aduh banyak spoiler ya disini? Tapi jujur, aku suka novelnya. Memang seperti parade, dimana semua orang yang berbeda berkumpul menjadi satu. Nuansanya juga sangat pas sekali.
.
Btw itu aku rencananya mau fotoin bukunya di Pasar Malem (kan di Daya Murni depan Smansatuja ada tuh) tapi ternyata faktornya nggak mendukung. Jadi aku fotonya di kelasku yang lama, @xian1da36, dan jadi ajang perpisahan juga. Soalnya kan kelasnya udah beda gitu.
.
Intinya buku ini recomended banget untuk para penggemar fantasy. Sangat Imajinatif gitu.
💕🌻
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for sirafiya.
15 reviews1 follower
November 21, 2017
Parade Para Monster by Eva Sri Rahayu

Gue bukan pecinta horor, apalagi berbau halloween gitu. Awal tau Mba Eva bikin novel berbau halloween, gue sempet skeptis. Ah, palingan soal setan-setanan dah, gitu pikir gue. Tapi, akhirnya gue coba baca.

Dan ternyata, gak ada setan sama sekali. Yang ada kumpulan "monster". Kenapa gue kasih tanda kutip? Karena monster di sini beda. Semacam mereka sebenernya manusia, tapi karena berbeda dan sulit diterima manusia normal pada umumnya, mereka dicap sebagai "monster"

Ide yang menarik, dan diisi dengan sebuah teka-teki yang harus Weena dan Jack pecahkan. Settingnya detail banget, ditambah ilustrasi di buku yang semakin menunjang imajinasi. Walaupun alur awalnya agak lambat, gue nyaris ngantuk bacanya 😅

Anyway, bagi para pecinta Halloween (walaupun halloween udah lewat dari kapan tau), novel ini rekomendasi banget buat mengasah imajinasi. Atau bahkan inspirasi cosplay Halloween tahun depan. Karena tokoh di dalamnya unik banget dan pasti seru buat nge-cosplay tokoh-tokohnya
Profile Image for Heru Prasetio.
210 reviews2 followers
June 15, 2020
“Kalau monster memang jahat, lalu kenapa kami yang dianggap monster ini malah jadi objek penindasan? Sebenarnya yang monster itu siapa?” (hlm. 33)

"Novel Parade Para Monster adalah karya pertama Mbak Eva yang selesai aku baca. Oh iya, Mbak Eva sendiri aku kenal saat acara #FAMTripMusi&Beyond2019 di Palembang. Balik lagi ke bukunya, novel ini bergenre fantasi dengan tema Hallowen yang tenyata tidak begitu horor tapi seru dan meneror. Pembaca disuguhi beberapa kode yang perlahan ditebar dan membuat penasaran di sepanjang cerita. Barulah di bagian akhir, kode-kode tersebut dieksekusi secara berbeda. Plot twistnya dapat dan kemasan cerita menarik. Satu lagi, untuk penggambaran susana dan seting cerita berhasil dibuat sedetail mungkin oleh Mbak Eva. Hal yang wajar sih karena hal tersebut adalah unsur wajib untuk cerita fantasi nan fiktif."
Profile Image for Erva  aryanti.
1 review4 followers
November 5, 2017

#ParadeParaMonster resmi rilis sehari sebelum Halloween day 2017 berlangsung dalam 309 halaman. Diterbitkan oleh penerbit Clover, novel ini bercerita tentang Weena seorang gadis yang mempunyai kekuatan misterius dalam dirinya menerima undangan tak dikenal untuk datang ke sebuah festival Halloween Far-Far Away. Semua berlangsung normal sampai kemudian suatu hari... (ups! Tar spoiler 😂). Well, setelah membaca ini aku kasih bintang 4/5 untuk desain cover en layout dan bintang 3/5 untuk cerita.

Why?
Untuk cover mah liat aja sendiri dah sekece badai kek gitu tampilannya, selain itu di dalam bukunya juga banyak ilustrasi ala halloween yang super creepy.
Nah, untuk cerita sendiri oke banget. Premisnya kece, ada twist-twist yang aku tidak bisa tebak lagi. Pokoknya up and down cerita ini perfect. Tapi, kelemahan dari cerita ini adalah beberapa part creepy-nya nanggung dan bikin aku, "Ah, Ini bisa lebih creepy harusnya!" Dan karakter Weena kurang di eksplor kekuatan monsternya. Overall aku tetap merekomendasikan buku ini sebagai booklist kamu bulan ini!
Profile Image for Evi Rezeki.
Author 7 books34 followers
November 23, 2017
Pernahkah kamu merasakan ada monster yang menggeliat dalam diri? Ketika manusia dengan segala pembenarannya berlaku tidak adil, menginjak-injak kemanusiaan, atau dalam hal terkecil merasa lebih baik dari manusia lainnya. Ketika itulah monster dalam diri terbangun, menari-nari bergembira. Karena setiap manusia memiliki monster dalam dirinya, lalu apa sebetulnya monster itu? Barangkali itulah yang sedang dipertanyakan pengarang lewat karyanya.

Baca review selengkapnya di http://www.evisrirezeki.com/2017/11/r...
Profile Image for Nowela.
117 reviews2 followers
September 8, 2021
Tertarik karena judulnya. Parade para monster. Jadi kebayang gimana monster-monster pergi parade. Secara fantasi, cerita ini cukup dapat. Sihirnya pun ada walau tidak dominan lebih. Plot dan alurnya saya suka. Bertema tentang Halloween. Yap, vibes dari awal hingga akhir buku ini. Nuansa dan vibesnya cukup dapat.

Teenfic fantasi nya dapat, misterinya dapat bahkan action dan adventurenya. Gak nyesal lah kalau bacaa... Bacaannya ringan untuk segala usia
Profile Image for Vindy Putri.
68 reviews44 followers
January 1, 2018
Suka deh, ceritanya ringan. Konfliknya menarik, apalagi manusia setengah monster nya itu jadi membuat pembaca sepertiku berkhayal, gimana kalau aku juga seorang monster ya?
Profile Image for Eksa.
292 reviews25 followers
June 14, 2018
Hm..cuma mau bilang novelnya cute banget😂
Aku suka gaya bahasanya yang ringan, suka konfliknya yang bikin penasaran dan agak ala-ala terjemahan yaa. Kovernya juga cuteeee. Ilustrasinya bagusss. Meskipun kadang aku suka jenuh sama narasinya, aku juga gak terlalu suka karakter Weena, entah kenapa menurutku dia terlalu banyak menebak-nebak kemungkinan ( biarkan aku sj yg menebak:( ), dan banyak geernya. Aku juga gak suka romancenya kayak dipaksain gt :( tdk alami:(
Aku suka ide far-far away😍
Tapi jujur agak sulit membayangkan setiap latar di novel ini, padahal deskripsinya cukup detail, entah mungkin aku yg kurang fokus😳
Semoga makin banyak buku fantasi lokal yg nyaingin terjemahan😍
Profile Image for Elsita F..
120 reviews6 followers
January 8, 2018
Parade Para Monster adalah buku Eva Sri Rahayu pertama yang saya baca. Ketinggalan banget ya hihi. Tapi, walau buku pertama, di awal-awal baca buku ini udah langsung suka sama ceritanya. Harus diakui kalau penulis genre fantasi di Indonesia masih jarang. Bacaan fantasi kita rata-rata kayaknya masih didominasi buku terjemahan. Jadi, saya appreciate banget setiap ada penulis Indonesia yang menulis buku bergenre fantasi.

Ide cerita dan tema yang diangkat juga menarik. Halloween! Indonesia memang nggak merayakan festival ini, tapi lewat buku ini saya jadi tahu tentang apa sih sebenarnya Halloween itu? Siapa Jack O’lantern dan kepala labunya yang menyeringai serta mengapa sampai ada perayaan Halloween? Hanya saja di pertengahan unsur roman yang ada entah kenapa terasa sedikit mengganggu karena porsinya yang kebanyakan. Ekspektasi saya lebih ke petualangan fantasi yang akan dialami Weena bersama teman-temannya di negeri Far Far Away. Namun yang dominan rupanya malah debar-debar cinta anak SMA yang diliputi unsur orang ketiga.

Leganya, ketika memasuki konflik utama dan penyelesaian, bagian romannya sudah agak berkurang berganti dengan pertarungan-pertarungan hebat dan cukup sengit kalau boleh saya bilang. Akhirnya ceritanya seru lagi dan sarat petualangan kembali. Endingnya cukup mengejutkan karena dari pertarungan yang ada, saya seperti merasa bahwa buku ini tidak akan menemukan akhir bahagia. Ternyata perkiraan saya salah. Rumus ending yang digunakan sebenarnya mainstream dan banyak ditemukan dalam film-film action yang pernah saya tonton, tapi penulis berhasil membuat pembaca tidak menyadarinya sehingga nggak muncul kalimat “ah paling juga gini....” atau “nanti pasti juga begitu.”


Oh ya satu lagi. Ini bukan kritik, bukan saran, juga bukan penilaian minus terhadap bukunya tapi entah mengapa saya merasa bahwa bukunya sepertinya akan lebih enak kalau menggunakan sudut pandang orang ketiga. Ini hanya pendapat pribadi saya saja sebagai pembaca.
Profile Image for Achame.
178 reviews1 follower
November 17, 2017
Aku mau berbagi kesanku setelah membaca novel ini. Disimak baik-baik ya:
1.Aku suka banget sama cover dan gambar ilustrasinya. Asli, keren.

2. ini soal penggambaran latar di novel ini. Sebenarnya aku agak bingung waktu baca part awal. Pertama aku pikir Weena ini tinggal di Amerika tapi ternyata setelah aku baca lebih teliti lagi ternyata dia tinggal di Indonesia. Jadi, menurutku penggambaran latar di part awal agak kurang.

3. Dari segi cerita. Sejauh yang aku baca, ceritanya menarik. Berbagai misteri tentang tokoh dan tentang keberadaan kota Far far away. Menurutku yang paling misteri itu si tokoh Dyllan. Sesosok anak kecil yang suka main marionette. Kesannya misterius banget. Ditambah lagi aku udh baca sampai dia menghilang, kira2 kmn ya hilangnya?

4. ini bagian yang paling kusuka. Ini waktu Weena tahu kalau bukan cuma dia yang dibully. Anne temannya yang barunya, juga dibully oleh teman sekolahnya. Mengetahui itu Weena berkata dalam hati, "Kalau monster memang jahat, lalu kenapa kami yang dianggap monster ini malah jadi objek penindasan? Sebenarnya yang monster itu siapa?". Nah, sekian dulu review dari aku hari ini.

5. Ternyata Jack romantis juga. Mengejutkan padahal diawal aku kira dia orangnya cuek. Aku suka ekspresi khawatirnya terhadap Weena. So sweet banget menurutku. Tapi, aku gemes sama Weena, udah tahu Jack yang dia suka malah lihat Pieter. Nyebelin. Tapi, memang gitu sih kalau perempuan😂.

6. Di novel ini diselipkan tentang sejarah tentang serba-serbi Halloween yang membuatku merasa "Wah, ternyata Halloween itu aslinya gini...gini...gini..."

7. Ini soal alur. Menurutku alurnya mainstream. Sejak kemunculan Pieter, aku sudah bisa menebak alurnya.

8. Saat membaca novel ini aku merasa, "Wah, bagian ini harusnya bisa lebih serem lagi. Kalo lebih serem bakal bagus banget."

9. Tokoh favoritku di novel ini itu Dyllan sama Ralph si boneka marionette.

10. Terakhir, pelajaran yang bisa kuambil dari novel ini adalah semuar orang punya monster dalam dirinya sendiri. Tinggal bagaimana orang itu mengendalikan monster yang ada di dalam dirinya dan menerimanya. "Monster bukan perkara rupa, bukan juga terlahir berbeda. Tidak masalah menjadi monster atau pahlawan, itu hanyalah sebutan. Tapi yang penting adalah bagaimana menerima diri apa adanya." Sekian review dariku. Aku kasih poin 3.5/5 buat novel ini. Buat kalian yang suka tema halloween baca novel ini ya😊.
▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪ "YES, I AM A MONSTER, A GOOD MONSTER."
Displaying 1 - 30 of 44 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.