Jump to ratings and reviews
Rate this book

A Hole in The Head

Rate this book
Musim panas telah tiba dan Ann bersemangat menyambut liburannya di Mönchblick Inn, penginapan paling populer di Lauterbrunnen.

Atau setidaknya, pernah populer.

Penginapan tua itu kini sepi pengunjung, bahkan saat puncak liburan begini. Para tamu mengeluh tentang bunyi derap langkah tanpa sosok di koridor dan kengerian yang menyelimuti kamar 303. Bahkan Ann sendiri harus mengakui memang ada yang meresahkan di dalam kamar tersebut.

Dengan bantuan Jo, cucu sang koki penginapan, Ann mulai mencari petunjuk untuk memecahkan misteri di Mönchblick Inn. Dua anak berusia tiga belas tahun itu menemukan fakta tentang persaingan lama, rumor liar yang berseliweran, dan kejanggalan paranormal misterius yang tiba-tiba muncul.

Akankah rahasia yang menyelubungi penginapan tersebut berhasil mereka bongkar?

232 pages, Paperback

First published October 30, 2017

19 people are currently reading
255 people want to read

About the author

Annisa Ihsani

6 books181 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
81 (18%)
4 stars
233 (52%)
3 stars
121 (27%)
2 stars
8 (1%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 30 of 145 reviews
Profile Image for Utha.
825 reviews402 followers
October 4, 2021
Tadinya mau baca A.J. Fikry duluan, baru novel ini. Tapi biar beda, gue baca ini duluan deh :))

Nggak nyesel juga baca novel ini. Selesai baca, cuma geleng-geleng, penulisnya punya ide banyak banget! FYI, ceritanya ala detektif cilik gitu. Suka banget sama Ann--apalagi ibunya! :p
Profile Image for Daniel.
1,179 reviews854 followers
November 4, 2017
Annisa Ihsani
A Hole in the Head
Gramedia Pustaka Utama
236 halaman
7.2

Dalam buku ketiganya, Annisa Ihsani berhasil menyajikan cerita misteri middle grade yang cerdas dan menggelitik pikiran, tetapi tanpa gereget yang sama yang pembaca rasakan saat membaca debutnya.

Salah satu keunggulan Teka-Teki Terakhir, karya debut Annisa Ihsani, adalah bagaimana Ihsani berhasil menginkorporasi sejarah yang benar-benar terjadi ke dalam sebuah cerita fiksi yang autentik, not to mention menyajikannya sebagai sebuah cerita remaja tanggung. Jelas bukan perkara yang mudah. Tetapi sialnya--atau untungnya--kepiawaian Ihsani justru membuat pembaca menyetel standar mereka menjadi terlalu tinggi. Ia berhasil melampauinya dalam A Untuk Amanda, sebuah cerita remaja berani yang mengangkat tema depresi, religiositas, dan feminisme. Lagi, A Untuk Amanda berhasil membuktikan bahwa karya-karya Ihsani patut untuk ditunggu. Ia berhasil mendobrak trope novel remaja lokal yang melulu mengangkat topik romansa yang membosankan. Terlebih lagi, melalui karakternya yang cerdas, Ihsani berusaha menyuarakan suara dan nilai-nilai positif yang ia percayai secara subtil. Karakter cerdas tidak berarti ia bisa merepetkan fakta-fakta trivia tanpa ada angin tanpa ada hujan. Karakter cerdas dilihat melalui cara mereka berpikir dan bertindak dalam novel yang mereka bintangi, dan Ihsani adalah master dalam menciptakan karakter cerdas.

In any way, A Hole in the Head, bukanlah buku remaja yang buruk. Instead, buku ini terasa sangat menghibur dan menarik. Sekilas dari premis yang ditawarkan, A Hole in the Head terkesan seperti buku pertama dalam karya klasik serial detektif bocah milik Enid Blyton, seperti Lima Sekawan atau Pasukan Mau Tahu, jika mereka kehilangan tiga orang personel. Ann, karakter utama dalam buku ini, seorang gadis cilik yang precocious melebihi usianya--salah satu ciri khas dalam karakter Ihsani: wanita muda yang cerdas dan berani--tiba-tiba harus menghabiskan liburan musim panasnya di Mönchblick Inn, penginapan paling populer di Lauterbrunnen, bersama ayahnya. Tetapi penginapan itu sekarang sepi karena rumor hantu yang mengganggu para pengunjung. Awalnya, Ann tidak percaya dan berusaha memecahkan misteri di penginapan itu bersama dengan Jo, cucu dari juru masak penginapan. Tetapi ketika ia sendiri mengalami pengalaman gaib, Ann sendiri mulai tidak yakin apakah hantu itu memang tidak ada.

A Hole in the Head sendiri dipenuhi dengan ciri khas Ihsani dengan referensi ilmiah yang bergizi dan karakter-karakter yang menarik. Dalam buku ini, Ihsani--yang juga seorang ibu--sendiri berusaha menyelipkan dirinya ke dalam sosok Indira dan Mama Nina, dua orang ibu dengan insting maternal mereka yang berusaha untuk melindungi dan menjaga anak-anak mereka. Melalui sosok mereka, kita bisa meraba bagaimana pandangan Ihsani tentang sosok ibu. Dan sama seperti A Untuk Amanda, dalam A Hole in the Head sendiri Ihsani berusaha memasukkan isu lingkungan dan perubahan iklim, membuat buku ini terlihat lebih kompleks daripada seharusnya.

Masalahnya, A Hole in the Head seperti kehilangan oomph yang menjadikan Teka-Teki Terakhir menjadi salah satu buku remaja lokal terbaik. Ceritanya sendiri tipikal kisah detektif bocah yang berusaha memecahkan misteri hantu, mengelaborasi kejadian yang tak masuk akal ke dalam penjelasan ilmiah. Belum ada sesuatu yang membuat novel ini terasa gereget. Petunjuk yang Ihsani selipkan memang cukup samar, tetapi triknya sendiri tidak cukup rumit untuk mengakomodasi pembaca buku ini yang masih muda. Dalam buku yang jauh lebih tipis daripada Teka-Teki Terakhir ini, Ihsani berusaha menjejalkan semuanya menjadi satu.

Meski demikian, A Hole in the Head diakhiri dengan jembatan yang membuka kesempatan Ihsani untuk mengeksplorasi karakter-karakter dalam buku ini, membawa mereka ke dalam misteri yang jauh lebih twisted daripada buku pertama ini. Tentu saja, sekuelnya--sama seperti buku-buku Ihsani--masih tetap patut untuk dinantikan.
Profile Image for Marina.
2,042 reviews361 followers
December 26, 2017
** Books 290 - 2017 **

3 dari 5 bintang!

Entah kenapa sedikit kecewa sama buku ini karena tidak sesuai ekspektasi saya di awal. Salah saya juga dari awal berharap lebih terhadap buku ini. Tetap sih saya paling suka dengan teka-teki terakhir dan lalu A For Amanda dan buku ini masuk ke dalam urutan paling buncit..

covernya juga membuat saya menduga kalau ini buku horor padahal tidak horor sama sekali kalau menurut saya ceritanya 😅

Terimakasih Scoop Premium!
Profile Image for Rido Arbain.
Author 6 books100 followers
November 2, 2017
Membaca novel karangan Annisa Ihsani selalu memberi sensasi yang berbeda. Setelah membahas tema-tema minor di "Teka-Teki Terakhir" dan "A untuk Amanda", di sini pun penulis masih berlimpah ide, selalu bisa menulis satu buku dengan banyak pendekatan. Walaupun blurb-nya cenderung 'horor', tapi ternyata isinya juga banyak menyinggung peran dan hubungan orangtua dengan anak, sampai topik yang terkesan subtil dibahas seperti isu rasisme dan ramalan.

"Pesulap dan paranormal sama-sama membohongi penontonnya, tapi seorang pesulap terlebih dahulu memberi tahu penontonnya bahwa mereka akan dibohongi."

Aku nyaris suka semua karakter dan latar belakang tokoh-tokoh dalam novel ini. Indira yang single parent dan sangat keibuan, Jo yang suka bergosip tapi informatif, Nina yang supel dan merobohkan stereotip ibu tiri, dan tentu saja tokoh utama kita—Ann—yang cergas dan hobi belajar sulap. Omong-omong, nama Ann ini penggalan dari nama penulisnya sendiri ya hmm?

Aku pernah bertanya ke editornya kenapa novel ini nggak dikasih judul pakai bahasa Indonesia kayak dua novel sebelumnya, dan dijawab kalau judul "A Hole in the Head" ada filosofinya. Mungkin lebih tepatnya konsep yang diangkat untuk konklusinya. Lagi pula, judul "Lubang di Kepala" agak terlalu romantikus, sih.

Meskipun novel ini berakhir ala-ala cerita misteri pada umumnya, tapi jadi nggak begitu penting, karena A Hole in the Head tetap jadi 'novel detektif cilik' milik Annisa Ihsani.
Profile Image for Akaigita.
Author 7 books240 followers
November 7, 2018
I LOVE IT!

Udah gitu aja.

Enggak ding. Masih banyak yang mau kubilang tentang novel ini. Pertama soal sampul. Aku percaya seharusnya di gambar pohon itu ada gambar pria yang gantung diri (buset, imajinasi lo, Git -,-)

Kedua, sebagai penikmat cerita misteri ala-ala Scooby Doo, aku jingkrak-jingkrak banget mengamati perkembangan penyelidikan Ann sampai terungkap siapa dalang di balik hantu Matteo yang melegenda. Triknya canggih dan ilmiah banget, rasanya kayak baca Conan :')

Ketiga, aku baca ini dari kemarin lusa hanya setiap malam, waktu semua orang sudah tidur dan suasana rumah sepiii banget. Biar hawa horornya tambah greget. Eh, serius, aku deg-degan waktu Ann keluyuran tengah malem buat nguping kamar tamu satu per satu. Gimana kalau tiba-tiba ada yang bisikin dia dari belakang coba?

Keempat, aku jadi mau ke Swiss T_T

Oh ya, satu lagi. Masalah parenting di sini khas masalah mamah muda haha. Relatable banget. Ya ibunya Ann yang ngaku nangis setiap hari hingga Ann berusia 6 bulan, ya Mama Nina yang sudah seperti zombie gara-gara begadang setiap hari. Ada juga pembahasan milestone perkembangan anak, haha. It makes me wonder if the author was having a baby when she wrote this.

Tapi bukan berarti novel ini nggak punya kekurangan dong. Yang paling mengganjal bagiku adalah bab satu. Aku sudah pernah mau baca novel ini, tapi karena ceritanya dibuka dengan pertemuan orang tua Ann waktu muda alih-alih langsung menyorot Ann, kubalikin ke rak ipusnas dululah.

Meskipun begitu, karena buku ini memberiku pengalaman membaca yang menyenangkan (sekaligus ngeri-ngeri sedap), novel ini berhak diganjar nilai 4,8 dari 5 (dibulatkan ke atas). Sebaran petunjuk dari awal cerita yang jelas (walau sudah bisa ketebak sih) dan bagaimana penulisnya memadukan semua itu ke dalam konklusi yang cerdas bikin aku bahagia banget.
Profile Image for Eksa.
292 reviews25 followers
June 23, 2018
4.5🌟
Dari pertama liat kovernya, aku kira novel ini terjemahan, trus judulnya juga eye-catching banget menurutku, penuh filosofi. Ternyata pas baca blurb, aku tau kalau novel ini adalah novel yg bercerita tentang anak-anak dan temanya horor!

Hm, bukan genre favoritku sebenernya, tapi bosen baca romance terus akhirnya aku baca. Kesan pertamaku adalah: novel ini rasa terjemahaaaan! Asli mirip bgttt sama terjemahan😂👌 mantap sekali kak annisa ini yaa👌

Aku mungkin memang ngerasa bosen awal-awal babnya, temanya emang menarik sih, tapi yaa...gitulah, ini sudut pandang anak kecil 13thn yg gak jadi liburan ke rumah nenek trus jadinya liburan ke tempat ayahnya, sebuah penginapan tapi di sana ada hantu. Well, klasik ya? Ceritanya juga tentang detektif-detektifan gitu. Kayak baca buku dongeng deh, tapi gatau kenapa aku suka aja pas bacanya. Aku memang bisa menebak kalau konfliknya bakal kayak gini, cuma aku gak kepikiran 'dalang'nya. Dan ini lah yg jadi daya tarik novel ini buatku. Sains! Pecinta fisika bakal doyan neh:)

Aku suka kalau bisa nemuin sesuatu yg baru apalagi berhubungan sama ilmu pengetahuan. Secara garis besar novelnya kayak novel anak biasa sih, tapi penyajiannya oke:)

Anyway aku agak gereget kalau nemu tokoh anak kecil yg kelewat pinter, agak sangsi anak kecil bisa sepinter itu wkwkwk tapi aku bisa menerima Ann:)

Ah ya, latar Swiss-nya juga kerasa banget gataulah mungkin karena gaya bahasanya yg terjemahan banget trus detail ceritanya apik deh:)
Profile Image for wulan.
247 reviews7 followers
July 26, 2024
wah wah wah. dengan ini total aku udah baca 4 buku karya annisa ihsani. kebanyakan aku suka, yang paling aku suka a untuk amanda sama teka teki terakhir. aku kepincut banget kayaknya sama tulisan kak annisa 🥰

buku ini bercerita tentang ann, tanpa huruf e. jadi teringat anne with an e 😂 kynya penulis emang sengaja. orangtua ann ternyata sudah bercerai. tapi ann merasa kedua orangtuanya masih berkomunikasi dengan baik.

saat liburan, ann mengunjungi ayahnya yang mengelola penginapan bersama istri barunya. tapi, ada yang aneh dengan penginapan itu. bersama jo, cucu dari koki di penginapan, mereka mulai menelusuri keanehan tempat penginapan.

mungkin aku yang memang jarang baca buku misteri, tapi saat semua dibeberkan, aku terkejut banget 🤯 kayak ... ih kok bisa ya kepikiran?? aku tuh sebenernya pengen ikutan menebak nebak, tapi ya akhirnya aku nikmatin aja ceritanya hehe

cerita ini berlatar di eropa. karena aku kurang familiar sama latar tempatnya, aku jadi agak susah membayangkan pemandangan yang dituturkan penulis. tapi gak begitu masalah buatku sih.

nah, mungkin karena latarnya di luar negeri, orang orangnya juga orang luar negeri, membaca cerita ini terasa seperti membaca buku terjemahan. tapi!! narasi dan dialognya nggak kaku sama sekali.

tokoh utama kita, ann, adalah perempuan berusia 13 tahun. ann ini punya keingintahuan yang besar, juga punya wawasan luas. sikap dan sifat yang ditanamkan penulis ke ann terasa realistis.

genre misteri memang bukan favorit aku (kynya aku udah sering bilang ini 😂 maaf ya kalo ngulang2 terus 😂) tapii aku suka suka aja baca buku ini. karena aku penasaran dengan apa yg sesungguhnya terjadi di penginapan. petualangan ann dan jo sangat menarik untuk diikuti.

seru banget bisa mengikuti petualangan mereka. dan tentu aja mindblowing melihat mereka berperan seolah olah detektif cilik.
dengan ini tinggal satu buku dari penulis yang belum aku baca. aku akan baca sih, mungkin tahun ini.
Profile Image for April Silalahi.
227 reviews213 followers
June 23, 2018
Sepertinya aku mulai suka semua tulisan Annisa Insani.
Buku yang bagus seperti buku buku sebelumnya.
Profile Image for raafi.
933 reviews452 followers
November 1, 2017
Sedikit ragu ingin memberi nilai berapa pada buku ini. Antara 3 atau 4. Namun, setelah menutup buku ini dan melihat sampulnya, aku membulatkan tekad untuk memberinya 3 saja. Yah, aku tidak begitu suka dengan komposisi gambar dan grafik 2D-nya. Walaupun nuansa oranyenya sudah memberi tanda bahwa buku ini mengandung misteri yang menyerempet suasana Halloween!

Untungnya, tiada ragu mengacungkan jempol gaya bahasa Annisa. Tipikalnya seperti novel-novel terjemahan dengan bahasa baku namun lugas dan luwes. Tidak butuh waktu lama menyelesaikan buku ini karena aku terus dibuat penasaran dengan apa yang terjadi di dalam penginapan yang Ann tempati selama liburannya di Swiss.

Tiada ragu juga mengapresiasi bagaimana Annisa mendeskripsikan latar Lauterbrunnen-nya. Dengan gunung-gunung berpuncak es, lembah-lembah yang hijau nan asri, serta sungai-sungai yang airnya jernih. Ini firdaus dunia atau apa? Membuatku ingin sekali ke sana.

Suka dengan pesan moral yang dibawakan buku ini. Konsep "lubang di kepala" itu jenius juga. Yah, peribahasa "Gajah di pelupuk mata tak tampak, semut di seberang lautan tampak" sepertinya cocok untuk buku ini.

Kisah remaja (apakah anak umur 13 tahun bisa disebut remaja?) yang mengimaji!

Bukannya tidak menghargai sang desainer sampul, tapi aku masih berharap sampulnya bukan yang ini. Maafkan aku.
Profile Image for Aldrina.
84 reviews15 followers
April 19, 2020
Imo, blurb-nya menarik bgt, dan gaya penulisannya kayak baca terjemahan yg ngalir gt.

Pas awal2 baca agak bingung "dmn horrornya?" + udh nebak2 kyknya baru kerasa dipertengahan cerita, dan bener aja lgsg disuguhkan dgn kejadian2, mulai dr tamu2 smpe pengalamannya Ann.

Well, ada satu minus poin yg mnrt w sayang bgt, yakni penutupan scene ketika mereka melakukan "ritual" pemanggilan Matteo, it got me like "hah? Gt aja, trs gmn setelahnya?" I mean, yeah blm saying goodbye, tpi kurang gt.

Dan imo, ini novel ngasih vibe yg kontras bgt setiap scene2 Matteo. Tapiiii, penjelasan sainsnya lumayan good, alias I'm impressed, girl.

Ohhh, dan sebenarnya banyak clue2 bertebaran yg ternyata well-hiding dan sekilas baca ya yauda b aja, but booom in the end they are all matters. W jg suka satu petunjuk crucial yg dikemas dlm scene "informasi tambahan g penting" hehe.

Dan ternyata horrornya itu sendiri bs dibilang bonus krna alasan sebenarnya adalah ketidakpuasan salah satu tokoh terhadap salah satu tokoh lain.

Anyway, scene Matteo ampuh bikin w parnoan😅
Profile Image for Shanya Putri.
352 reviews166 followers
August 4, 2021
4th book of 2018!

Suka!! 💯💙

Walaupun tokoh utamanya anak-anak 13 tahun, seru banget ceritanya. Juga ada diselipkan pengetahuan tentang sains.

Aku nggak nyangka kalau ini ada horrornya. Covernya pas banget siih menggambarkan ceritanya😍.

Selalu suka cerita berbau detektif! Semoga ada cerita lanjutannya pas Ann berlibur ke Swiss lagi dan memecahkan misteri bareng Jo🙆🙆
Profile Image for Alvina.
732 reviews119 followers
November 1, 2017
Gara gara nenek bakal sibuk mengurus cucunya yang baru lahir, Ann batal menghabiskan liburan 2 minggu bersamanya. Padahal Ibu akan pergi mengurus pekerjaannya di pedalaman Sumatra dan tak mungkin Ann diajak atau ditinggal sendirian selama 2 minggu di apartemen. Dalam keadaan kepepet, Ibu akhirnya memutuskan Ann akan menghabiskan liburannya di rumah sang Ayah di kota kecil Lauterbrunnen. Ann tentu saja girang, selain karena ia akan bertemu ayahnya 3 bulan lebih cepat dari jadwal pertemuan mereka yang biasa, ia juga akan sendirian naik pesawat ke Jenewa. Jarang jarang Ibu punya kebesaran hati seperti ini.
Ayah dan ibunya memang telah berpisah sejak lama, namun keduanya masih akur satu sama lain terutama segala sesuatu yang berhubungan dengan Ann. Sang ayah kemudian menikah lagi dengan wanita bernama Nina, yang dipanggil Mama Nina oleh Ann, dan keduanya mengelola sebuah penginapan bernama Monchblick Inn.
Di penginapan itulah Ann akan berlibur. Tentu Ann girang sekali saat melihat suasana khas pedesaan dan pegunungan di sekitar penginapan. Sungai yang mengalir, air terjun, danau dan sapi yang sedang merumput membuat Ann bersemangat untuk menghabiskan liburannya meski mungkin si ayah tak akan sempat menemaninya. Karena biasanya saat musim liburan, tamu penginapan akan semakin ramai.
Tapi ternyata penginapan sedang sangat sepi. Alasannya karena ada gosip yang sedang beredar bahwa penginapan mereka ada hantunya. Tentu Ann tidak mudah mempercayai hal tersebut, meski pada malam pertamanya ia memang merasa mendengar ketukan pintu dan langkah kaki di lorong.
Rasa penasaran membuat Ann melakukan penyelidikan mengenai gosip hantu ini. Mengapa bisa sampai ada hantu di penginapan mereka?
Sewaktu melihat sampulnya yang seliweran di timeline twitter, saya jadi penasaran sama buku baru ini. Mungkin karena saya senang senang saja membaca dua buku pertamanya, jadi cukup bersemangat juga buat baca karya lainnya Annisa. Yang kedua, mungkin karena covernya mirip dengan Juniper Berry, salah satu novel anak yang pernah saya baca -dan sialnya lupa saya review di blog ataupun di goodreads.
Secara keseluruhan, saya cukup suka dengan ceritanya. Cara penyampaiannya mudah dipahami, alurnya cepat, misterinya (meski bisa ditebak dengan mudah oleh saya) belum tentu bisa ditebak dengan mudah oleh remaja yang membacanya. (kenapa bagian ini saya jadi merasa agak sombong ya 😂)
Bagian yang paling berkesan sebenarnya bagaimana Mama Nina terlihat kesusahan sewaktu mengurus bayinya. Oke ini sebenernya cuma adegan adegan pelengkap sih malamya Jarang jarang ada buku teenlit yang nyeritain beginian. Jadi pada dasarnya, ngurus anak itu ngga gampang, wahai pembaca. Selain ngurus printilan semacam makan, jadwal ganti popok, saat sakit, nantinya juga bakal mikir hal hal lain yang berhubungan, terutama masalah ekonomi. Dan betul kata Ann, tinggal di luar negeri, di tempat wisata nan terkenal belum tentu jaminan kalau sesorang itu kaya.
Oh ada lagi bagian yang saya suka, yaitu cukup dekatnya hubungan antara Ibu dan Ann. Asyik aja gitu mbayangin mereka ngobrol berdua via email maupun skype.
Mungkin yang agak saya sayangkan hanya covernya, kupikir cerita di buku ada hubungannya dengan halloween. Terus judulnya juga lebih cocok buat thriller sih daripada teenlit. Oh satu lagi, si Ann ini kayaknya ngga punya gadget ya. Atau saya kelewatan waktu baca. Kenapa skype-an aja pake komputer bapaknya? Ya ngga apa sih kalau ngga punya pun. Saya juga ngga ada niat mbeliin Ann.
Profile Image for Harumichi Mizuki.
2,468 reviews73 followers
August 13, 2019
Keren banget, ih! Harusnya Mbak Annisa Ihsani bikin serial detektif anak aja, deh. Yang tokohnya Ann dan Jo. Pasti seru baca lebih banyak lagi petualangan mereka dalam memecahkan banyak misteri.

Semua plot device yang kutandai di sini beneran kepake semua! Chekov's Gun, nih :D

Dan aku penasaran sama kutipan yang diambil dari James Randi yang ditaruh penulisnya di awal buku dan di bagian pertengahan ketika dia mulai bisa menebak siapa dalang di balik rumor hantu di Penginapan: There's a difference between having an open mind and having a hole in your head from which your brain leaks out.

James Randi sendiri adalah pesulap yang kemudian mendedikasikan hidupnya untuk membongkar penipuan-penipuan yang dilakukan orang-orang yang mengaku sebagai cenayang: https://tirto.id/cara-james-randi-bon...

Dia sampai menyediakan dana 1000 USD untuk orang yang bisa membuktikan kemampuan supernaturalnya. Para donatur yang bersimpati padanya kemudian menambah iming-iming hadiah itu sampai jadi 10.000 USD dan akhirnya 100.000 USD! Mereka lalu bikin lembaga sendiri akhirnya. Wueh!

Menyertakan James Randi dalam novel ini memang sungguh tepat, karena memang ada elemen trik cenayang juga di novel ini. Tapi ya gitu, karena nggak dijelaskan lebih lanjut si James Randi itu siapa (kecuali bahwa dia seorang pesulap yang punya julukan The Amazing Randi), ya akhirnya pembaca sepertiku harus browsing mandiri, deh XD
Profile Image for Wardah.
954 reviews172 followers
November 20, 2017
Lagi-lagi suka sama novel middle grade-nya Annisa Ihsani. Kali ini, ada hal-hal klenik yang bergabung dengan misteri dan sains. Bacanya asik dan menarik. Niat awal mau kasih 4 bintang, tapi batal karena:

1. Kovernya jelek. Banget.
2. Konflik di akhir itu kok datar banget ya? Berharapnya ada ... yah jotos-jotosan gitulah atau apalah drama dikit. Tapi ternyata gitu doang. Akhirnya juga terus, yaudah gitu doang (?). Intinya rada kecewa sama akhir konfliknya.

Tapi tentu saja saya menikmati banget misteri dan kisah hantu misterius yang ditulis di buku ini. Ulasan lengkap segera!
Profile Image for Ainay.
418 reviews77 followers
October 23, 2018
Its 3.7! Ya kayak kurang ikhlas ngasi 4 penuh. Karena ... perasaanku yang ini nggak senendang 2 novel sebelumnya. Tapi aku tetep sukaaa dengan gaya ala novel terjemahan dari penulis. Terus misterinya juga okeee.

Akhir kata, kepalaku nggak bolong. Wkwkwk.
Profile Image for Reia.
47 reviews
July 5, 2025
3.45/5
plot twistnya ga bs ditebak WKWKWK
Profile Image for Nisa Rahmah.
Author 3 books105 followers
October 28, 2017
Ada perbedaan besar antara memiliki pikiran terbuka dengan memiliki lubang di kepalamu sehingga otakmu bocor keluar.---halaman 207


Menyenangkan sekali rasanya, menghabiskan waktu dengan buku yang ringan dan seru setelah membaca buku yang berat-berat dan memusingkan. Buku ini, bisa dibilang jauh lebih ringan ketimbang dua buku penulis sebelumnya yaitu Teka-Teki Terakhir dan A untuk Amanda. Saya tidak mengira bahwa buku ini bersetting masa kini, karena dugaan saya, buku ini bersetting sedikit lampau, seperti Teka-Teki Terakhir yang mana penulis membawa pembacanya menuju tahun 1992, dengan karakter yang berumur kurang lebih sama. Nuansa Teka-Teki Terakhir lebih kental ketimbang A untuk Amanda yang bersegmentasi remaja menuju dewasa. Aura detektif-detektifan dan rasa ingin tahu yang besar dari Ann, si tokoh utama, juga mengingatkan saya pada Laura. Namun, tenang saja, buku ini memiliki premis yang jauh berbeda dengan buku perdana Annisa Ihsani tersebut. Buku ini istimewa dan menarik, tentu saja, meskipun ekspektasi saya terhadapnya tinggi karena kedua buku sebelumnya istimewa. Tiga koma lima bintang, dan rasanya saya cukup puas untuk membulatkannya ke atas :)

Membawa pembaca menikmati pemandangan Jungfrau, dan pemandaan indah dari pegunungan Switzerland, penulis menceritakan kisah Ann, si gadis tiga belas tahun, yang terpaksa menginap bersama ayahnya di sebuah tempat kecil--lebih spesifik lagi, sebuah penginapan yang dulunya pernah terkenal, bernama Mönchblick Inn. Penginapan milik keluarga sang ibu tiri, yang dikelola oleh ayahnya (dan juga Mama Nina, ibu tirinya), memiliki masalah. Satu setengah tahun terakhir, ada isu tentang kamar 303 yang katanya berhantu. Para tamu yang menginap tidak pernah betah, desas-desus berkembang dan merebak, membuat tamu semakin hari kian sepi. Apalagi, kedatangan Ann ke sana dalam pekan liburan, yang biasanya ramai, begitu terasa sepinya. Ann dan Jo, cucu tukang masak di tempat itu, memiliki misi untuk mengungkap misteri di balik keberadaan hantu tersebut.

Akankah misi itu berhasil sebelum masa liburan Ann berakhir?
Profile Image for Lila Cyclist.
857 reviews71 followers
November 9, 2017
Meski banyak teman-teman saya di sini memberi rating 3, saya menyukai karya ketiga Annisa Ihsani ini. Mungkin karena Annisa ini memiliki gaya menulis yang tidak membuat saya ingin men-skip paragrap atau halaman. Jadi saya benar-benar membaca from cover to cover.

Cerita di buku ketiga ini memang terkesan lebih ringan dibandingkan buku keduanya, A untuk Amanda, lebih cenderung seperti buku pertama, Teka Teki Terakhir. Cerita anak-anak yang seru dan menghangatkan selalu menjadi favorit saya.

Ann lahir dari kedua orangtua yang belum siap menjadi orangtua. Alhasil, mereka bercerai ketika Ann berusia sangat muda. Satu hari ia sudah bersiap untuk menghabiskan masa liburannya di rumah neneknya. Sayang, sang nenek bakal sibuk mengurus bibinya sepanjang Ann liburan. Jadi, sang ibu pun memberika alternatif libura. Alternatif yang tidak main-main. LIBURAN KE JERMAN MENENGOK AYAHNYA. JERMAN! SEKALI LAGI, JERMAN!!!

Sorry, capslock jebol :D

Di sebuah desa yang indah, di situlah sang ayah dan mama tirinya tinggal, mengelola penginapan. Susah sekali menulis nama desanya, jadi saya memilih tidak menulis nama desanya :D. Di desa inilah Ann bakal menemukan pengalaman seru, seseru kisah-kisah detektif Lima Sekawan.

Sejak saya mengenal karya Annisa Ihsani pertama kali, Teka Teki Terakhir, saya sudah meyakinkan diri bahwa saya akan selalu membaca karya-karyanya. Bahasa baku yang ia pakai berasa saya membaca novel terjemahan alih-alih novel lokal. Belum lagi hal-hal baru yang selalu ia tawarkan dalam setiap bukunya. Membaca karya Annisa berasa mengalami pengalaman baru secara pribadi. Kisah misteri digabungkan dengan science semacam gelombang infrasonik lengkap dengan penjelasan yang runut dan memikat. Danau, gunung dan air terjun yang digambarkan dalam buku ini seperti ilustrasi dalam kepala saya meski berupa imajinasi (malas googling sih :D). Berlatih sulap dan tertarik dengan hal-hal seram terkadang memang menjadi hal menarik bagi sebagian anak-anak baru gedhe, seperti Ann dan teman barunya, Jo.

Overall, saya sangat menikmati kisah Ann ini. Lumayan gagal menebak dalang misteri di buku ini, meski latar belakangnya sudah jelas dari awal, tapi tidak menyangka saja kalau ternyata si itu pelaku utamanya. Hmmm... Kereenn....
Profile Image for Tike Yung.
174 reviews5 followers
November 17, 2018
Selalu dapat pengetahuan baru setiap baca karyanya Kak Annisa,
di "Teka-teki Terakhir" dapat pengetahuan mengenai matematika, "À untuk Amanda" kita dapat memahami psikologis siswa macam Amanda. Nah, di novel ini, yang tadinya kukira horor ternyata eh malah mengasyikkan.

A Hole ini The Head, kisah petualangan Ann dan Jo di libur musim panas yang mungkin menjadi awalan aku membaca sesuatu yang berbau horor hahahaha

Ohya tak lupa juga, karyanya Kak Annisa ini juga selalu membahas hubungan antara orang tua dan anaknya. Kusuka Ibunya Ann.

Pesan setelah membaca novel ini ialah kalau kamu berada di tempat yang katanya berbau mistis, tolong jangan kabur terlebih dahulu, lebih baik dicek dulu. Siapa tau kamu menemukan apa yang juga Ann temukan di penginapan milik ibu tirinya itu hehe.

Ditunggu novel keempatnya....
Profile Image for Dini Afiandri.
Author 4 books17 followers
February 9, 2021
Sangat mengalir dan meninggalkan kesan yang kuat. Sampai sekarang saya masih terhanyut dan terbayang-bayang roti jahe, donat gula, muffin cokelat dan bluberi, serta telur dadar isi keju leleh yang tentu saja semuanya adalah masakan Nenek Bertha.

Latarnya? Siapa sih yang tidak terbuai kalau dibawa naik kereta gantung ke puncak-puncak gunung yang di kejauhan bersalju tapi hamparannya hijau, sambil bawa bekal piknik roti lapis dan cokelat hangat?

Maaf makanan semua yang saya sebutkan, tapi bener deh, buku ini semenyenangkan itu.
Untuk petualangannya, silakan baca sendiri. Tokoh-tokohnya memikat dan karakternya terasa hidup, bahkan tokoh sampingan sekalipun. Interaksinya akrab, dan meski bagi sebagian orang akhir ceritanya kurang greget, bagi saya justru terasa pas dan tidak dipaksakan.

Ilmu sains, hikmah dan edukasi juga bertebaran di sepanjang buku. Bacaan yang menghangatkan hati.

4,3 dari 5 bintang. Maafkan saya pelit membulatkannya ke bawah, tapi hey, percayalah, saya sesuka itu dengan buku ini.
Profile Image for Putri Natalia.
120 reviews10 followers
October 28, 2017
Dari awal cerita hantu disuguhkan aku sdh menebak apa yg ada dibalik semuanya. Cuma karena ingin tau saja bagaimana mereka (Ann dan Jo ) menguak semuanya membuat gw penasaran dan ga perlu lama untuk menyelesaikan buku ini. Oh iya buku ini lebih mudah gw cerna daripada 2 buku sebelumnya.
Profile Image for Ayu.
73 reviews4 followers
March 29, 2023
Act 4.5/5⭐
.
Cukup seru untuk diikuti, page turner, dan tidak membosankan. Unsur misterinya dapet, teka-teki disebar dengan apik. Jika teliti dari awal baca pasti tahu siapa biang keladinya.
.
Review lebih panjang akan aku up di akun bookstagram ku @booksfairy__
Profile Image for mochipanda.
17 reviews24 followers
April 9, 2018
Ada perbedaan besar antara memiliki pikiran terbuka dengan memiliki lubang di kepalamu sehingga otakmu bocor keluar.

I wept while I was reading A untuk Amanda
I beamed while I was reading Teka Teki Terakhir
And, I thrilled while I was reading A Hole in The Head.

All of the books I mentioned above deserve a 5 stars rating from me because its extraordinary and brilliant story for each book. Annisa Ihsani was the incredible author behind them.

Setelah memukau saya dengan kedua karya sebelumnya, Annisa Ihsani kembali mengeluarkan karya terbarunya, A Hole in The Head yang membuat seorang penakut seperti saya BERHASIL menghabiskan buku ini di jam 4 pagi. HAH! Ya, sebagus dan sekeren itu buku ini sehingga saya mau menyelesaikannya padahal saya paling amit2 sama apapun yg berbau horror dan hantu.

Despite for the rating, buku ini keren bgt dan worth untuk dibaca. Di setiap karyanya penulis selalu menyelipkan fakta2 pengetahuan (kebanyakan dalam bidang sains) yg dijabarkan dalam bahasa yg mudah dimengerti tapi tidak menghilangkan esensi dari ilmu pengetahuan itu sendiri. Penulis yang cerdas bukanlah yang paling banyak menulis semua hal yang ia ketahui dalam bahasa sains rumit ke dalam tulisannya, melainkan yang menulis paling sedikit dengan bahasa amatir tetapi pesan dan arti di dalamnya tetap tersampaikan. Penulis satu ini berhasil melakukan yg kedua.

Seriously man.. the author, Annisa Ihsani, ini merupakan tipe2 penulis yang ingin saya culik sehari trus saya ajak ngopi2 di angkringan pinggir jalan sambil mengobrol ngalur-ngidul because I really want to sneak into her head to know what is inside her bloody genius head!! Tentu akan lebih lengkap jika teman mengobrolnya ditambah Dee Lestari dan Ilana Tan juga hehe *fangirlingdetected*

The 3 books of Annisa Ihsani was a well-written books and they're all really personal for me. Reading her books was like finding hiding gems that somehow connected to my dark history I told no one.

I hope it would reach to you too :)
Profile Image for Zahro.
162 reviews
December 25, 2024
Wow. Seru🤭🤣 Petualangan yang menyenangkan. Serasa bgt diajak jalan-jalannya. Gimana mendeskripsikan tempatnya tuh cantik. Lumayan healing dalam imajinasiku sendiri.

Ann tuh cerdas ya. Dia punya rasa penasaran ke banyak hal baru. Menaruh curiga ke hal dirasanya gak masuk akal. Bakal cari bukti atau penjelasan ilmiahnya kenapa sesuatu itu terjadi.

Tahu kenapa dia bisa punya kepribadian seperti? Yang ku tebak sih karena pengaruh pola asuh dari ibunya. Ibunya adalah seorang pakar iklim yang sering berkutat dengan riset ilmiah. Beliau pasti selalu mengajarkan sesuatu yang rasional kenapa putri kecilnya.

Lucunya, beberapa kali aku menangkap sejenis sarkasme diantara dialog tokohnya khususnya tentang isu lingkungan. Yang ku inget adalah bagaimana perkebunan sawit itu harus membabat jutaan pohon agar dapat dibuka. Dan disitu disebut "kriminal". Haha.

Beberapa pelajaran yg kudapat dari kisah ini:
1. Pernikahan bukan untuk siapa cepat, namun untuk diwaktu yang tepat. Persiapkan lah pernikahanmu sebaik mungkin. Pernikahan bukan untuk perlombaan. Namun, janji seumur hidup sekali. Pernikahan bukan hanya tentangmu dan pasangan, namun anak yg harus kalian pikirankan nasibnya
2. Ibu sambung tidak jahat. Bagaimana disini sosok ibu sambung digambarkan sebagai orang yang memang baik dan tetap sayang pada anak sambungny.
3. Orang yang dekat dengan kita, bahkan saudara kandung kita sendiri, bisa jadi menjadi orang yang paling membenci kita. Membenci dan iri dengan apa yang kita punya. Tidak ingin mereka lebih baik dari dirinya sendiri.

Rekomendasi untuk kamu yang cari bacaan middle grade yang mengandung unsur misteri. Disini kamu bakal dibawa penasaran untuk memecahkan kasus dan banyak pengetahuan yang akan kamu dapat.

📍Versi digital ada di Gramedia Digital, E-book Batu, Eperpusdikbud, RBK, Ipusnas, & Play Books.
Profile Image for aeri.
109 reviews1 follower
May 12, 2021
Awalnya aku berpikir bahwa buku ini merupakan buku terjemahan, tapi setelah mencari tahu tentang penulisnya, astaga aku tidak menyangka bahwa penulisnya merupakan orang Indonesia asli. Bahasa buku ini sangat menarik, persis seperti saat membaca buku terjemahan, namun bahasa yang digunakan dalam buku ini lebih mudah untuk dimengerti.

Ceritanya sangat ringan dan menarik. Awal cerita dimulai saat Anna liburan ke rumah Ayahnya yang ada di Swiss yang sedang mengelola sebuah penginapan. Namun, sesuatu hal terjadi hingga ketenangan dan kenyamanan penginapan tersebut menjadi terganggu. Aku sudah menduga bahwa ada suatu trik dalam kasus yang terjadi pada penginapan tersebut, namun aku tidak menyangka bahwa betapa hebatnya kedua anak ini, Anna dan Jo, dalam mengungkapkan kebenaran.

Pengetahuan mereka terhadap sains berhasil membuatku terkagum-kagum, padahal usia mereka masih anak-anak. Hal yang paling membuatku merasa kagum ialah saat Anna membaca banyak makalah hanya demi mempelajari pengetahuan sains. Aku saat umur segitu saja masih suka menangis bila tidak dibelikan mainan wkwk.

Aku kira penulisnya sempat tinggal di Swiss, karena pendeskripsian tentang negara itu cukup rinci. Aku merasa seolah-olah sedang berada di Swiss, saking begitu bagusnya penulis dalam menggambarkan suasana Swiss.

Buku ini sangat cocok buat dibaca di masa senggang.
Profile Image for Mandewi.
575 reviews10 followers
December 7, 2018
4.5/5

Untuk novel dengan target pembaca remaja (teenlit), aku sangat berharap A Hole in The Head ini ada di SEMUA perpustakaan SD dan SMP di seluruh Indonesia!

Suka sama penulisnya sejak baca A untuk Amanda, dan kali ini, sekali lagi dibuat takjub. Annisa Ihsani ini keren, di novel ini dia jago banget menjalin petunjuk untuk mengarahkan pembaca ke pemecahan misteri. Pemunculan informasi baru sangat pas waktunya. Ini contoh yang tepat dari ‘nggak ada informasi yang sia-sia atau sekadar tempelan’.

Selain itu, pilihan lokasi di Jerman bikin novel ini rasa novel terjemahan. Ini penting untuk mengantisipasi pembaca yang terbiasa membaca novel luar dan belum tahu kalau novel lokal juga ada yang rasa internasional.

Bagi yang punya anak, adik, kerabat usia remaja, sarankanlah membaca novel ini( dan karya lain Annisa Ihsani). Salah satu karya penulis Indonesia yang sangat layak disebarluaskan.
Profile Image for Bunga Mawar.
1,358 reviews43 followers
February 10, 2019
Buku anak2, yg dibuka dgn sedikit drama kehidupan orang dewasa. Tenang, hanya di bab pertama.

Bab2 berikutnya diisi kegiatan anak2 pada umumnya yg senang bermain, penuh rasa ingin tahu, dan punya keinginan menyelamatkan dunia, jika mampu. Latar cerita di Swiss, tapi meski ada jalan2 dan gambaran indah daerah pegunungan penuh turis ini, fokus cerita pada kegiatan Ann dan Joachim menyelidiki musabab munculnya hantu di penginapan ibu tiri Ann.

Masih dgn gaya penulisan seperti cerita terjemahan, kisah ini ringan, bagus, gampang selesai sekali duduk (dan setelahnya bokongmu sakit kalau tempat duduknya nggak enak).
Saya masih lebih suka Teka Teki Terakhir
Displaying 1 - 30 of 145 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.