Jump to ratings and reviews
Rate this book

Around The World With Love

Rainbow After the Rain: Love in Moscow

Rate this book
Arabel adalah keluarga korban terorisme yang mendendam. Suatu hari, gadis yang berprofesi sebagai penulis ini ditantang editornya menulis kisah bertema terorisme.

Semua berawal dari kedatangan sepupu Arabel, Reno dan Sarah, untuk bulan madu di Rusia. Reno membawa sahabatnya, Dimitri, yang perlahan tapi pasti membuat Arabel sadar bahwa teror adalah sifat manusia yang tidak terkait agama mana pun.

Seiring waktu, Arabel jatuh cinta pada Dimitri. Pria itu dan riset penulisan menjadi alasannya datang ke Bali. Padahal sejak kejadian Paddy’s, Arabel bersumpah tidak akan menginjakkan kaki ke Pulau Dewata. Di tempat itu pula semua kesakitan kembali datang. Dimitri membongkar rahasia besar yang menjungkir-balikkan dunia Arabel.

Akankah Arabel menerima Dimitri dan masa lalunya seperti pelangi yang datang setelah hujan?

224 pages, Paperback

First published October 30, 2017

1 person is currently reading
82 people want to read

About the author

Angelique Puspadewi

6 books8 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
27 (38%)
4 stars
24 (33%)
3 stars
19 (26%)
2 stars
1 (1%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 22 of 22 reviews
Profile Image for Fahri Rasihan.
478 reviews125 followers
November 10, 2017
Rainbow After The Rain: Love In Moscow merupakan karya dari Angelique Puspadewi dan seri Around The World With Love pertama yang saya baca. Siapa yang tidak jatuh hati ketika melihat cover bukunya yang cantik dan manis. Dengan didominasi warna pink dan putih berhasil membuat saya penasaran dengan isi bukunya. Selain itu bentuk pembatas bukunya juga unik, yaitu berbentuk gedung Saint Basil's Cathedral yang didominasi dengan warna pink. Tak hanya cover dan pembatas bukunya saja yang cantik, tapi ceritanya pun tak kalah cantik. Selain diajak jalan-jalan di kota Moscow dan Saint Petersburg, kita juga diajak untuk mendalami ilmu agama Islam secara singkat dan padat.

Saya sempat terkecoh dengan judul dan cover bukunya yang menurut saya akan menceritakan kisah cinta berlatar Negeri Beruang Merah. Akan tetapi ternyata ceritanya jauh lebih menyentuh daripada hanya sekadar kisah romance biasa. Tema yang diangkat oleh Mba Angelique adalah bagaimana seseorang harus berdamai dengan masa lalunya yang buruk. Unsur keluarga lebih mendominasi ketimbang unsur romance-nya ditambah lagi dengan ilmu agama Islam yang sangat bermanfaat. Kita juga diajak jalan-jalan keliling Rusia sekaligus menambah ilmu agama. Saya suka dengan tema dan jalan ceritanya yang sederhana, namun berisi.

Tokoh utama dalam buku ini adalah Arabel yang merupakan seorang gadis muda blesteran Italia-Indonesia yang berprofesi sebagai penulis. Semenjak ayahnya meninggal, Arabel beserta ibunya memilih untuk tinggal di Moscow, Rusia. Akibat tragedi yang merenggut nyawa ayahnya pula, Arabel menjadi pribadi yang jauh dari Tuhan dan agama. Bahkan saking kecewa terhadap agamanya, Arabel berniat untuk pindah agama. Tapi untungnya ibu Arabel selalu berhasil menggagalkan niat putrinya tersebut. Selain tokoh Arabel, terdapat juga tokoh-tokoh lainnya, seperti Dimitri yang rupawan dan alim, Reno yang jail, Sarah yang selalu memotivasi, dan masih banyak lagi. Mba Angelique berhasil menghidupkan para tokohnya dengan sangat baik. Dimana setiap tokohnya memiliki karakter dan sifat yang berbeda-beda. Meskipun latar belakang tokohnya tidak dibahas secara mendalam, tapi Mba Angelique berhasil menggambarkannya secara mengalir. Saya sendiri tak sulit untuk ikut merasakan rasa sakit yang dialami oleh Arabel akibat trauma yang dialaminya. Karena setiap orang pasti memiliki kenangan buruk di masa lalu. Dari semua tokoh yang ada, Reno adalah tokoh favorit saya karena selain taat beragama, dia juga memiliki pembawaan yang ceria dan bisa mencairkan suasana.

Diceritakan dengan sudut pandang orang ketiga melalui tokoh Arabel dan sedikit tokoh-tokoh lainnya. Alur ceritanya berjalan dengan cukup cepat dimana sesekali diselingi ingatan di masa lalu. Gaya bahasanya sangat sederhana dan mudah untuk dimengerti, meskipun ada beberapa kata yang terdengar kaku dan tidak pas di beberapa bagian. Saya juga tidak menemukan typo ketika membacanya.

Konflik yang ingin ditonjolkan dalam buku ini adalah bagaimana Arabel harus berdamai dengan traumanya di masa lalu. Dengan dibalut unsur keluarga yang kuat, buku ini berhasil memberikan konflik yang sederhana, tapi penuh dengan makna kehidupan. Mba Angelique berhasil mengangkat konflik yang mudah untuk dicerna bagi semua pembaca. Saya sangat nyaman mengikuti alur dan konflik yang terdapat dalam buku ini, karena gaya berceritanya yang mengalir dan tidak bertele-tele. Eksekusinya pun tidak berlebihan dan pas sesuai dengan porsinya.

Secara keseluruhan buku ini berhasil mengemas ceritanya dengan baik. Dimana unsur romance, keluarga, dan religi melebur menjadi satu menciptakan sebuah cerita yang menarik. Ditambah lagi Rusia sebagai latar tempatnya, menambah keindahan dari ceritanya. Mba Angelique juga berhasil memberikan petuah-petuah, tapi dengan cara tidak menggurui. Selain itu para tokohnya pun mudah diingat dan berkarakter. Satu lagi hal yang saya sukai dari buku ini adalah plot-twist serta cover bukunya yang sama-sama sukses membuat saya menyukainya.

Selengkapnya : https://www.facebook.com/notes/fahri-...
Profile Image for Nola Andriyani.
180 reviews
June 20, 2018
"Jangan samakan semua perilaku manusia hanya karena mereka dalam komunitas yang sama. Di dunia ini, tidak ada yang seratus persen baik begitupun sebaliknya. Betapa Tuhan adil menciptakan makhluk hidup dengan berbagai perbedaan." (hlm. 113)
.
.
Ini tentang Arabel yang selama 12 tahun krisis kepercayaan dan kecewa terhadap agama yang dianutnya, yaitu agama Islam, akibat bom yang terjadi di Bali dan menghilangkan jejak sang Ayah. Pertemuannya Dimitri menggetarkan kembali nuraninya. Ditambah dengan tantangan untuk menulis buku korban terorisme. Disaat Arabel mantap memperbaiki diri, rahasia Dimitri nyatanya seperti bom yang dijatuhkan ke dirinya.
.
Satu hal yang buat aku menyesal adalah kenapa baru baca sekaraaang?? Ini paket komplit. Ada lucu, gemes, manis, senang, dan sedih disini. Apalagi saat ini kasus terorisme lagi hangat banget. Walaupun konfliknya cukup sensitif, tapi penulis mengemasnya dengan sangat baik, nggak ada kesan menghakimi. Gaya menulisnya asik, jelas, dan tepat sasaran. Cara penulis mendeskripsikan keindahan kota Moskow juga detail. Tapi sayang, terlalu sedikit, aku mau lagi...
.
Menggunakan POV ketiga dengan tokoh yang lumayan banyak. Tapi aku nggak merasa ada hal yang janggal. Perasaan tiap tokoh tersampaikan dengan baik. Semuanya mulus, chemistry tiap tokohnya juga asik. Interaksi Arabel sama Dimitri apalagi. Dan aku cukup penasaran ini sama sosok Ergata.
.
Buku ini bener-bener rekomended. Nggak cuman ada romansa aja, tapi banyak pesan-pesan moral. Salah satunya jangan sama ratakan semua orang, apalagi dari segi agamanya.
Profile Image for Shirley.
923 reviews81 followers
March 25, 2020
Jujur yg bikin aku gak pikir panjang buat beli buku ini adalah karena backgroundnya di Moscow, karena dari kecil aku emang tertarik dengan Rusia.
Suka sama ide utama cerita ini. Dibanding buku lain di seri ini, buku ini yg menurutku paling kental agamanya, kalau buku lain cenderung lebih mengingatkan syukur-syukur bisa mengajak, sedangkan buku ini lebih 'kekeuh' buat mengingatkan dan ngajak pembaca untuk selalu ingat, bersyukur, dan menjalankan perintah Tuhan. Untuk karakter utamanya ada saat dimana aku kurang suka dengan perilakunya tapi minor sih.
Profile Image for Melani Ivi.
55 reviews5 followers
November 30, 2017
“Benar bahwa masa lalu menentukan perilaku masa depan, tetapi salah jika untuk membawa keburukan masa depan. Sebagai manusia yang diberi kecerdasan emosional, harus dapat menerima masa lalu dan berdamai dengannya.” (hal. 29)

“Jangan samakan semua perilaku manusia hanya karena mereka dalam komunitas yang sama. Di dunia ini, tidak ada yang seratus persen baik begitupun sebaliknya.” (hal. 113)

"Bertahun-tahun Arabel berpikiran sempit hingga membenci agama yang sejak kecil dia anut. Hanya karena takdir yang tidak bisa dia terima." (hal. 114)

“Setiap takdir Allah baik.” (hal. 127)

“Kesabaran adalah kunci dari setiap penyelesaian masalah. Seseorang yang penuh emosi sulit menemukan jalan.” (hal. 129)

Buku ini merupakan salah satu judul dari seri novel romance “Around The World With Love” terbaru dari Gramedia Pustaka Utama. Sebagai novel bergenre romance, saya sama sekali tidak menyangka topik terorisme dan agama yang bisa dibilang sensitif diangkat dalam kisah ini. Ini juga jadi kali pertama bagi saya membaca karya Mbak Angelique Puspadewi. Menurut saya, dia cukup berhasil menggali sisi kemanusiaan dan religi dalam kisah ini, selain unsur romansa yang tetap sangat terasa. Mengambil alur maju (kecuali di bagian prolog), kisah perdamaian dengan takdir milik Arabel ini tergolong cepat dengan menggunakan POV orang ketiga yang rapi.

Setting Rusia dan Indonesia yang dipilih pun disajikan dengan apik dan berkesesuaian dengan topik dan logika cerita. Saya sangat menyukai eksplorasi wisata Rusia, terutama Moskow dan Saint Petersburg yang cukup banyak mendapat porsi. Apa lagi, ada nuansa religi selama Ramadan di sana, juga fenomena White Night di Sungai Neva. Saya pun bertambah kagum dengan para muslim minoritas yang pada faktanya memang berhasil beradaptasi di sana hingga masa sekarang. Salah satu pesan kebaikan dan wawasan yang menjadi poin plus dari novel ini. Interaksi dan dialog-dialog tukar pikiran yang bernas dan menyentuh yang ditampilkan antartokoh pun sangat menarik.

Mengenai penokohan, sosok Arabel yang blasteran Italia-Indonesia tak hanya cantik dan pintar, tetapi juga memiliki sisi rapuh yang manusiawi. Saya sempat dibuat teramat jengkel dan gemas dengan sikap emosional dan mudah berburuk sangka dari Arabel. Tapi gara-gara Arabel juga saya merasa tertohok dan pasti ada pembaca yang menangis. Ini bisa dibilang bukti bahwa Mbak Angelique sukses mengaduk-aduk emosi pembaca. Sedangkan tokoh pria, Dimitri Aldebaran, digambarkan nyaris sempurna. Tampan, mapan, religius, dan bertanggung jawab, tapi tetap menyimpan sisi manusiawi yang bisa saja khilaf. Pembawaan Dimitri yang jauh lebih kalem dan dewasa ketimbang Arabel menurut saya jadi paduan yang klop sehingga chemistry antara mereka berdua terasa. Tokoh-tokoh lain menurut saya tak kalah penting dalam jalinan cerita. Seperti Reno, Sarah, Mom alias Mama Arabel, Adriana, Misja, dan Tante Sisi. Masing-masing berhasil menciptakan plot yang mengasyikkan untuk diikuti. Ada dua tokoh yang membuat saya cukup penasaran, sayangnya hanya ditampilkan sekilas, yaitu Ergata dan Rando. Well, saya rasa dua tokoh ini bolehlah dibuatkan kisah sendiri, hehe...

Secara keseluruhan, novel ini sangat layak dibaca dan dikoleksi oleh para pencinta genre romance, terutama yang mengidamkan romansa dengan ide yang nggak biasa dan tokoh pria yang ‘husband material’. Saya yakin pembaca wanita akan dibuat baper dengan kisah Arabel dan Dimitri. Banyak pesan moral dan kutipan-kutipan bagus juga di dalamnya. Obviously recommended.

Profile Image for Ika.
103 reviews3 followers
November 28, 2017
"Omong-omong, baru kali ini aku melihat pasangan bulan madu mengajak teman." — Hal. 7
.
Arabel bertemu pertama kali dengan Dimitri ketika ia menjemput sepupunya, Reno –dan juga istrinya, Sarah– yang akan berbulan madu di Rusia. Kesan pertama Arabel ketemu Dimitri adalah pria tampan ini sombong dan sukses membuat gadis itu keki. Walaupun demikian, Arabel tetap ingin menarik perhatian Dimitri.
.
Arabel tersedak ketika Dimitri minta diantarkan ke Historical Mosque karena ingin menunaikan sholat Dhuha dan hal itu dianggap aneh oleh Arabel.
.
Tidak tanpa alasan kenapa Arabel tidak suka membahas soal agama yang diyakininya. Dia mempertanyakan keberadaan Tuhan ketika kejadian Paddy's Pub yang merenggut Dad. Sejak kejadian itu, Arabel tidak percaya akan adanya Tuhan bahkan ia ingin mengubah keyakinannya. Arabel belum dapat memaafkan keyakinan yang mengecewakannya.
.
Arabel tidak suka dengan kealiman Dimitri. Namun hatinya bimbang, apakah ia akan menjauhi atau mengakrabi pria itu.
.
"Kita boleh berkelana ke mana saja. Menjelajah bangunan - bangunan bersejarah atau tempat menarik lainnya di muka bumi, tetapi kita tetap harus pulang ke rumah Allah. Masjid adalah rumah batin kita meminta makan. Agar tidak lapar, kita harus melakukannya lima kali sehari. Jadi lahir sehat, batin pun sehat." — Hal. 18
.
Arabel menjadi guide tour Reno, Sarah, dan Dimitri selama mereka berada di Rusia. Ia mengajak mereka ke Red Square. Mausoleum merupakan tujuan pertama mereka. Mereka akan melihat jasad Lenin dalam sarkofagus.
.
"Jangan menjadikan masa lalu sebagai musuh atau pembiaran, itu akan merusak kecerdasan emosional. Seseorang yang berada dalam posisi ini adalah orang yang merugi." — Hal. 30
.
Ada yang setuju ucapan Babang Dimi?
.
.
Arabel mengajak Sarah, Reno dan Dimitri ke Saint Petersburg yang dikenal sebagai Venezia-nya Rusia. Mereka segera ke Grand Palace dan Grand Cascade, sebuah istana dengan taman bertingkat yang ditengahnya terdapat taman air mancur dan dikelilingi aneka bunga, setelah meletakkan koper mereka di hotel.
.
Akhirnya Arabel menceritakan kekecawaannya pada agama yang diyakininya, penyebab kenapa dia ingin sekali berpindah keyakinan. Jujur, aku nyesek membaca cerita masa lalu Arabel.
.
Setelah menceritakan masa lalu nya, Arabel mengalami pergolakan hebat di hatinya. Hati Arabel perih ketika mendengar Mom mengaji, mata Arabel basah ketika mendengar Dimitri mengimami sholat berjamaah. Pikiran Arabel melayang ke masa kecilnya saat ia belajar mengaji dengan Dad ketika secara tidak sengaja mendengar suara Dimitri melantunkan ayat-ayat suci.
.
"Pindahkan rasa sakitmu ke lembaran kertas. Jika ditulis sepenuh hati, Mom yakin, akan bermanfaat bagi korban lain yang merasakan sakit sepertimu." —Hal. 90
.
Setelah peristiwa yang dialami Arabel ketika Sarah, Reno dan Dimitri berada di Rusia dan omongan Mom, Arabel memutuskan untuk kembali mempelajari keyakinannya.
.
Satu per satu do'a Mom terkabulkan. Aku jadi ingat kata almh nenekku. "Apabila kamu merasa bahagia dan beruntung, itu berarti do'a Papa Mamamu dikabulkan oleh Allah swt.
.
Ketika Arabel mengalami writer's block, sebuah email —yang memberitahu bahwa Dad, Yusuf Alberto, masih hidup— masuk ke surelnya.
.
Apa yang akan dilakukan Arabel? Percaya kah ia dengan email tersebut?
.
.
"Yang terpenting menautkan cincin ke jemari perempuan itu dengan sebuah janji suci di hadapan Allah." — Hal. 121
.
.
Akhirnya Arabel menerima tantangan dari Misja, editor sekaligus sahabat terbaiknya, untuk membuat novel dengan tema tentang terorisme. Hatinya tersakiti setiap ia mengingat kejadian di Paddy's Pub. Keputusannya untuk datang ke Indonesia -meskipun untuk riset novel terbarunya itu-sungguh diapresiasi Mom, Tante Sisi, Sarah, Reno bahkan Dimitri. Akhirnya salah satu doa Mom dikabulkan.
.
Setelah 4 harinya di Jakarta, akhirnya Arabel bertemu kembali dengan Dimitri. Perasaannya bercampur aduk tidak keruan ketika bertemu Dimitri. Campuran rasa malu, kesal, rindu. Untuk menghibur Arabel, Dimitri mengajak gadis itu memutari Jakarta, tentu saja tidak berdua, Dimi mengajak serta asistennya.
.
Ajakan Dimitri ke Bali sukses membuat Arabel galau. Ia sangat membenci Bali.
.
".... boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Dan boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal itu baik bagimu. Percayalah, Arabel, hanya Allah yang tahu yang terbaik bagi kita." — Hal. 127
.
"Kesabaran adalah kunci dari setiap penyelesaian masalah." — Hal. 129
.
Arabel memutuskan untuk berdamai dengan rasa benci yang terlalu dalam pada Bali. Ia menyetujui tawaran Dimitri untuk ke Bali. Gadis itu menemukan fakta baru tentang Dimitri ketika ia menginjakkan kaki di Bali.
.
"Banyak yang kusembunyikan darimu." — Hal. 146
.
Aku ternganga ketika Dimitri mengucapkan itu. Apa yang disembunyikan Dimitri dari Arabel? Aku kok deg deg an ya.
.
Arabel melabeli Dimitri seorang krimiminal dan berniat menuntut pria tampan itu ke pengadilan. Apa yang dibuat oleh Dimitri?
.
.
"Bukan gembok yang menjadi pengait cinta dua insan, melainkan sumpah setia di hadapan Allah, akan menjadi sebaik-baik imam bagi wanita pilihannya." — Hal. 181
.
.
Kalau ditanya apa yang dirasa setelah membaca novel ini? SPEECHLESS saking bagusnya.
.
Novel ini bercerita tentang Arabel seorang penulis muda yang memiliki masa lalu sangat kelam hingga membenci bahkan berniat mengubah keyakinannya. Kebencian terhadap keyakinannya perlahan terkikis ketika dia bertemu dengan Dimitri Aldebaran, yang sukses membuatnya jatuh cinta dan terluka kembali. Penasaran?
.
Novel ini ber-setting di Rusia lho.. Ahh aku jadi mupeng dengan white night.
.
Novel ini tidak hanya menyuguhkan romance tetapi juga kisah yang dibumbui unsur keagamaan dan keluarga. Ahh.. Aku suka banget dengan karakter Mom, Sarah dan Dimitri tentunya 😄😄.
.
Banyak sekali ilmu penting yang tertuang di novel ini tapi penulis sukses mengemasnya dengan apik sehingga kita sebagai pembaca tidak merasa digurui.
.
Novel ini sukses membuatku menghabiskan berlembar-lembar tissue lho. Hatiku bergetar hebat menyaksikan pergolakan batin yang dialami oleh Arabel.
.
Konfliknya benar-benar sukses membuatku mengeluarkan air mata dan ternganga.
.
Novel yang menggunakan POV 3 dan memiliki alur campuran ini merupakan novel seri ATWWL batch 5.
.
Mohonku setelah membaca novel ini TOLONG PERTEMUKAN DAN JODOHKAN AKU DENGAN DIMITRI ALDEBARAN 😘😘
Profile Image for Anis Nur Lailiyah.
13 reviews1 follower
April 25, 2019
Pertama, saya mau memuji dulu penampilan fisik Rainbow After The Rain. Seperti Arabel, novel ini cantik sekali. Mulai dari cover yang bernuansa pink dan putih dengan Saint Basil di tengahnya, simple namun anggun. Juga, pembatas buku yang unik dengan miniatur Saint Basil yang didominasi warna merah, cantik.

Tema yang diangkat dalam novel ini sangat menarik dan cukup berani dengan memadukan romantisme Islam dan terorisme. Sebuah perpaduan yang cerdas. Seperti yang kita tahu, terorisme adalah sebuah topik yang sentitif dan tiada habis untuk dibahas termasuk di Indonesia. Apalagi, saat ini negeri kita sedang hangat dengan isu-isu yang berhubungan dengan agama. Tapi, jangan takut pembahasan novel ini menjadi berat karena penulis menyampaikannya dengan bijaksana tanpa ada kesan menghakimi dan menggurui yang membuat pembaca menjadi nyaman. Keren.

Alur cerita mengalir dengan rapi. Tidak ada rasa membosankan selama membaca Rainbow After The Rain apalagi ditambah dengan setting Kota Moskow yang luar biasa cantik. Banyak scene-scene baper dari novel ini yang tentunya tidak bisa saya ceritakan satu-persatu karena akan spoiler.

Alur cerita yang rapi juga diiringi dengan tokoh-tokoh yang semuanya menarik. Arabel yang cantik, cerdas, dan tegas namun sebenarnya rapuh dan lembut. Dimitri yang tampan, lembut, dan bijaksana. Reno yang jahil namun bertangggung jawab. Sarah yang menurut saya versi perempuannya Dimitri 😃. Ibu Arabel yang lembut dan penuh kasih sayang, dan masih banyak tokoh-tokoh yang lain. Semuanya mendapatkan porsi yang seimbang. Tapi, saya pribadi kurang dengan peran tokoh Adriana yang selalu disebut-sebut di novel namun hanya muncul di akhir-akhir, mungkin karena adik Arabel ini sedang menempuh pendidikan di Paris. Padahal, saya tertarik sekali dengan karakter Adriana yang masih muda namun cerdas, dewasa, dan bijaksana. Pingin deh, kalau one day penulis buat novel sendiri untuk Adriana dengan setting Kota Paris, sepertinya bagus. Saya request nih Mbak Angelique Puspadewi. 😊

Kekurangan novel ini adalah typo di beberapa tempat, tapi tidak banyak sehingga tidak mengganggu keindahan cerita. Selain itu, saya merasa kurang panas dengan sesi debat antara Arabel dengan Dimitri dan Sarah 😃. Arabel banyak kalahnya di sini padahal saya berekspektasi tinggi debat mereka akan cukup alot mengingat Arabel adalah gadis modern yang cerdas dan sudah dua belas tahun bersikukuh untuk mencari Tuhan lain selain Allah. Seharusnya, ilmunya tentang beragam agama sudah cukup mapan dan bisa membantah segala teori yang diajukan Dimitri dan Sarah. Apalagi kalau mereka debat filsafat, pasti akan lebih seru lagi meskipun segala argumen yang dianggap benar oleh Arabel pada akhirnya tidak akan mampu menandingi kebenaran dari Islam dan al-Qur'an.

Penulis menyampaikan pesan dalam novel ini dengan cara yang Masyaallah, luar biasa. Beliau menyisipkan beberapa ayat al-Qur'an yang sinkron dengan cerita sekaligus menjadikannya sebagai pesan yang disampaikan kepada pembaca. Sungguh, tidak ada pesan yang lebih indah dari pesan yang dibawa al-Qur'an yang mampu menyejukkan hati setiap Muslim yang mempercayai kebesaran-Nya. Pesan moral paling utama dari novel adalah:

"Jangan jadikan luka masa lalu sebagai sesuatu yang membuatmu lemah. Jangan melawannya karena kamu tidak akan mampu. Tapi, peluklah dia karena itu akan membawa keikhlasan bagimu. Sebuah keikhlasan yang mengajarkan bahwa tiada takdir Allah yang tanpa manfaat bagimu, seburuk apapun takdir itu dalam pandanganmu, karena Allah itu suci dari segala kesia-siaan. Selalu ada hikmah dibalik semua takdir yang diberikan Allah kepada hamba-Nya selayaknya sebuah pelangi yang selalu muncul selepas hujan mengguyur bumi."

Full review:
http://messiliyah.blogspot.com/2018/0...
Profile Image for tia.
239 reviews7 followers
September 9, 2021
Ini kali kedua saya baca novel ini. Saya yang termasuk tipe orang tergila-gila sama Rusia, dibawa jalan-jalan ke Rusia. Apalagi, waktu dibawa ke Moskowa dan St. Petersburg, sudah deh, menarik perhatian saya.

Arabella, si tokoh utama yang merupakan campuran Italia dan Indonesia, yang menyimpan dendam hingga ingin pindah ke agama selain Islam karena peristiwa Bom Bali dan kehilangan ayahnya, pada akhirnya memutuskan untuk memilih atheis dan selalu, sayangnya, sang Ibu—sang Mom— yang bukan hanya pintar, tapi juga cerdas dan kritis, yang selalu menghalangi putrinya untuk pindah agama. Arabella punya sisi manusiawi yang rapuh karena peristiwa yang merenggut sang ayah, bikin hati saya terenyuh. Saya merasa, tokoh Arabella sendiri bisa jadi, adalah saya juga di kala melihat mengapa agama yang katanya rahmatan lil'alamin, justru menghancurkan sana-sini, menghakimi sana sini dan merasa benar. Apakah ini yang namanya Islam itu? Ya, saya sering mempertanyakan keyakinan saya sendiri seperti Arabella.

Hingga datang Dimitri. Si cowo misterius yang hampir seluruh perkataannya di buku ini, bikin saya mau menangis dan mohon ampun sama Tuhan saya karena selama ini, saya tidak pernah merasakan sisi kasih dan sayangnya Tuhan saya. Dimitri benar-benar tokoh yang amat sangat saya perhatikan di buku ini. Bukan karena hubungannya dengan Arabella, tapi bagaimana caranya dia untuk memperkenalkan ini Islam yang benar pada Arabella yang meragu karena trauma masa lalu yang sempat membuatnya hampir menjauh dari-Nya dengan cara yang rasional, metode komunikasi yang tidak memaksa tapi lembut, sungguh-sungguh memikat saya secara subjektif.

Romansanya ngga lebay sama sekali. Cara penulis menuliskan perasaan Arabella terhadap Dimitri dan cara Arabella menghadapi Dimitri, bagi saya, begitu bersahaja. Romansa imut antara Sarah dan Reno, apalagi. Gemes-gemes uwu tapi tidak lebay. Buku ini penuh pelajaran, tapi tidak menggurui. Jadi, saya rasa, menemukan buku ini menjadi jalan saya (lagi) untuk meyakinkan diri saya terhadap keagungan Tuhan saya, bisa jadi, kan? Hehehe. Menemukan novel ini dilautan banyak novel, bener-bener merasa bahwa saya lebih dari beruntung.✨🌹💞
Profile Image for Perpustakaan Dhila.
200 reviews12 followers
December 7, 2017
3.5 🌟

RAINBOW AFTER THE RAIN : Love in Moscow by Angelique Puspadewi | Published by @bukugpu | 218 pages | 2017 ●

"Sebab, tidak ada satu agama pun yang mengajarkan kekerasan." (Halaman 79)

Bukan. Ini bukan novel agama. Bukan novel motivasi juga. Ini kisah cinta yang dilatarbelakangi trauma masa lalu yang membawa isu agama dan keyakinan. Meski begitu, kamu bisa belajar banyak dan mendapat banyak motivasi melalui buku ini.

Kamu pemuja #bookboyfriend? Tenang, sini kenalan dengan Dimitri Aldebaran. Ada 'debaran' dalam kata Aldebaran. Dijamin, pembaca bisa ikut merasakan debaran yang dirasakan Arabel saat bertemu Dimi. *bisa aja lau, Dhil. 😝 Dimitri bukan hanya sosok yang nyaris sempurna dalam hal fisik, tetapi jg dalam tingkah laku dan keimanan. Pokoknya, ini nih yg mama kamu cari sebagai calon mantu. Iya enggak?

Penulis mengajak kamu berkeliling Moskow, Rusia juga mengajak kamu menyusuri Ground Zero di Bali. Merekam jejak-jejak tragedi di Bali jg menelusuri tempat-tempat bersejarah di Rusia. Menarik dan tdk terkesan sebagai sebuah tempelan saja.

Hanya saja, ada beberapa kata yang kurang tepat penulisannya, tetapi tidak mengganggu. Saya juga cukup penasaran lho dgn sosok Rando dan Adri. Huhuhu part mereka masih kurang nih, Mama Dimi. 😢

Terlepas dari kekurangan yang ada, novel ini cocok dibaca siapa saja. Tidak terbatas agama tertentu, tdk terbatas umur (well, ini aman kok untuk dedeq-dedeq), tdk terbatas keyakinan apa pun yg kamu percayai. Kamu bisa melihat agama dari salah satu sisi.

Kamu akan tahu, bahwa yang jahat bukan agama ... tetapi orang-orang tertentu yang membuat sebuah agama terlihat jahat.
Profile Image for Rizky.
1,067 reviews89 followers
December 27, 2017
Aku mengenal tulisan Mba Angelique lewat novel The Man Next Door yang masuk dalam lini amore. Sejak saat itu, aku selalu menunggu novel-novelnya yang selanjutnya. Kali ini, aku antusias sekali karena Mba Angel mencoba mengangkat novel romance religi dalam novel terbarunya yang masuk dalam seri Around The World With Love.

Walaupun novel ini mengangkat nuansa islami, percayalah novel ini aman dibaca buat semua pembaca tak terbatas agama tertentu. Mba Angel mengangkat isu sensitif terorisme dengan sangat menarik dari kacamata keluarga korban terorisme itu sendiri. Bagaimana aksi terorisme melukai hati para korban dan menimbulkan trauma begitu dalam.

Aku suka bagaimana Mba Angel membawa isu terorisme dan kemanusiaan ini melalui interaksi para tokoh dengan baik dan sama sekali tidak terkesan menggurui. Bagaimana masing-masing tokoh memiliki peran masing-masing dan melebur menjadi 1. Kehadiran Dimitri, pria tampan nan sholeh ini cukup mengundang perhatianku. Ah, ternyata Dimitri juga tetaplah manusia biasa ya, aku cukup kaget dengan plot twistnya.

Secara keseluruhan, dari semua novel Mba Angel, aku jatuh cinta dengan kisah Arabel dan Dimitri. Aku merasakan perkembangan tulisan Mba Angel yang semakin matang. Kamu mencari sebuah kisah romansa dan keluarga berbalut isu kemanusiaan bersettingkan Moscow, kamu wajib baca novel ini.

Aku rekomendasikan novel ini untuk kamu yang masih memendam kebencian dalam hati, yang masih suka menyalahkan Tuhan atas takdir yang menimpamu, percayalah selalu ada pelangi setelah hujan. Di balik semua kejadian, pasti ada hikmah untuk kamu resapi.
Profile Image for Catrin.
43 reviews
December 19, 2017
Menceritakan tentang Arabel, seorang penulis muda yang ingin pindah keyakinan akibat peristiwa bom Bali yang membuatnya kehilangan Ayahnya. Arabel bertemu dengan Dimitri seorang pria alim yang perlahan membuat Arabel kembali pada keyakinannya. Penasaran?

Novel pertama karya kak Angelique Puspadewi yang ku baca ini memiliki tema dan konflik menarik yaitu tentang terorisme, keluarga, persahabatan, romance dan religi. Bersetting di Rusia yang membuat aku mupeng pingin kesana, apalagi ke ST Petersburg.

Gaya penulisan yang mudah di mengerti, mengalir membuat aku ikut terbawa suasanan dalam cerita. Apalagi aku sempat menangis ketika membacanya. Penjelasan dan penggambaraan sangat detail dan tanpa menggurui ini yang sangat membuat aku suka.

Sebenarnya aku juga sempat memiliki pertanyaan seperti Arabel, apakah terosime terkait dengan sebuah agama? Dan di novel ini lah semua pertanyaanku terjawabkan.

Hmm mungkin untuk kekurangan aku kurang sedikit tidak nyaman ketika Mom menggunakan kata "aku" ketika berbicara kepada anaknya. Selebihnya aku suka. Apalagi dengan sosok Dimitri Aldebaran wkwkwkk.
Profile Image for Wini Agnia.
54 reviews
March 24, 2025
ceritanya sangat relegius, pas banget bacanya saat bulan ramadhan aku suka ceritanya karena mengaitkan semua kepada ajaran islam tapi entah kenapa aku gasuka sama karakter Arabel yang terlalu gegabah, ya sifat manusia emang berbeda2 mungkin akunya aja yang gasuka sifat orang seperti itu😭, trus aku juga kurang suka sama alur ceritanya yang mudah ditebak tapi gapapa sih mungkin yang terpenting dari ceritanya adalah pesan2 yang dapat diambil.

ceritanya tentang arabel yang keluarganya menjadi korban bom bali tahun 2002, ayahnya menghilang smenjak kejadian itu membuat dia jauh dari Tuhannya, kemudia datang Dimitri sosok lelaki soleh yang membuat Arabel termotivasi juga ingin belajar agama Islam kembali, ternyata selama ini ayahnya dirawat oleh Dimitri, sempat membuat Arabel memarahinya, tapi akhirnya mereka menikah setelah lebaran.

novel ini bagus, banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari sini.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Ichy Utami.
48 reviews6 followers
April 1, 2018
Akhirnya ada buku yang membuat saya kembali membaca tanpa jeda, dan membuat saya selesai membaca dalam waktu sekitar 3jam saja. Tidak seperti dua novel yang saya baca tahun ini, yang keduanya berasal dari wattpad sehingga saya dapat agak skimming membaca alur ceritanya, novel ini membuat saya tidak dapat berhenti membaca karena memang alur ceritanya asik. Tidak sekadar soal cinta antara lelaki dan perempuan, tetapi lebih luas. Soal berdamai dengan masa lalu, ikhlas, dan sabar. Latar belakang tempat pun digambarkan dengan indah. Saya tidak sabar mengikuti seri love around the world lainnya. ;)
Profile Image for Agustin Handayani.
Author 3 books3 followers
June 12, 2018
Tidak ada sehelai daun yang jatuh tanpa izin Allah. Begitulah kisah dalam novel ini terjadi. Semua perkecambukan emosi dalam novel ini jelas mengaduk perasaan pembaca. Begitupun dengan Nilai religius yang diangkat. Perihal terorisme di Bali, trauma hingga peran Allah dalam setiap skenario yang diciptakan-Nya. Hubungan antara lelaki dan perempuan muslim di hadapan Allah juga menjadi pemanis novel ini. Keseluruhan, Novel Rainbow After The Rain : Love in Moskow benar-benar sempurna.
Profile Image for Ossy Firstan.
Author 2 books103 followers
April 25, 2018
Pertama, ternyata ini novel islami (beserta beberapa potongan ayat-ayatnya)
Kedua, ketika hendak menulis review kumenyadari bahwa semua sampul Kakak Angelique berwarna merah muda.
Ketiga, aku cukup menikmati membacanya sambil menunggu dosen dan duduk di bus.
Keempat, sukses untuk penulisnya.
Kelima, tidak ada karena balon hijau sudah meletus.
Profile Image for Vinia.
19 reviews2 followers
January 20, 2018
Suka. Awal sampe tengah kadang bikin emosi, mau ke ending malah bikin senyum-senyum sendiri. So sweet banget pas tau gimana cara Dimitri pengen jadi keluarga sahnya Yusuf Alberto.. Keren. Semuanya menurutku pas..
2 reviews
April 25, 2020
Keren banget novel ini! Gue kasih 5 bintang, karena alur ceritanya ga ketebak, konflik yang diangkat keren.
Profile Image for sam.
1 review
November 21, 2020
Baca buku ini karena direkomendasiin Kak Tia. Bagus bangeeet, ikut degdegan dan emosinya ngena banget 🥺🥺
Profile Image for Ati.
127 reviews
June 9, 2024
Mau satu kek Dimitri 😭😭
Profile Image for Yasmin Nabilla.
193 reviews
January 7, 2023
Beli buku ini karena ada tugas sekolah saat masih SMP untuk membuat resensi buku, karena bingung mau beli buku apa jadi ku putuskan membeli buku ini selain karena sinopsisnya menarik, covernya juga gemes. Setelah aku membacanyaa dan bummmm AKU SUKA BANGET...
Penulis dapat menggambarkai bagaimana indahnya Moscow dengan apik rasanya seperti aku diajak mengelilingi rusia ditemani dengan para tokoh yang sangat hidup di dalamnya. Selain itu cerita dalam buku ini bukan hanya tentang cinta biasa tetapi juga menceritakan perjalanan tokoh utama untuk kembali kepada Allah, aku sungguh terharuuu...
Terima kasih kepada penulis yang sudah berjuang menulis cerita yang indah ini, dari membaca buku ini akhirnya aku suka membaca dan terus ingin membacaa... Aku tak menyangka diriku sekarang memiliki hobi membaca novel. Padahal sebelumnya aku sangat tidak suka membaca, tetapi setelah membaca novel ini aku dibuat terpana dengan dunia buku...
Sekarang aku sudah kuliah dan masih menikmati dunia buku, terima kasih banyak
Profile Image for Ansar Siri.
34 reviews10 followers
November 15, 2017
Novel ini segelintir dari sekian bacaan zaman now yang mungkin bisa menyelamatkan generasi muda. Cinta tidak sekadar dipertontonkan, tapi makna dan tujuannya dijabarkan dari berbagai sisi. Kemunculannya pun pas di saat isu agama lagi hangat-hangatnya. Menurut saya ini novel pembangun jiwa yang tidak memaksakan mengambil porsi lebih besar untuk pembahasan seputar agama. Penulis mengupayakan dakwah melalui kegelisahan tokoh dan aktivitasnya sehari-hari. Muslim yang telah membaca novel ini sedikit banyak akan mendapatkan pandangan baru perihal agama/keyakinan secara liberal, seperti yang saya rasakan.

Review selengkapnya di sini;
http://ansarsiri357.blogspot.co.id/20...
Displaying 1 - 22 of 22 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.