Dongeng macam apa sih yang kubaca barusan ini?? 🤣🤣
Aku nggak tahu apakah yang genius di sini adalah Mark Twain atau Philip Stead. Jadi, berdasarkan catatan di belakang, buku ini terlahir dari fragmen-fragmen catatan kecil dongeng twain (yang nggak jelas) untuk kedua putrinya, yang kemudian dirajut oleh Philip Stead sehingga jadi satu cerita panjang.
Dongeng ini berjalan dalam dua dunia. Yang pertama adalah dunia dongeng itu sendiri, tentang bocah bernama Johnny yang selalu apes, lalu mendapat hadiah kacang dari janda kelaparan, yang membuat dia bisa ngobrol dengan hewan-hewan. Dunia yang kedua adalah dunia Twain dan Philip, sebuah percakapan imajiner Philip dengan Twain, tentang bagaimana dongeng ini dibuat. Bagian ini kocak banget karena mereka mengomentari dan mengritik dongeng yang mereka buat sendiri.
Plotnya lumayan absurd, terutama waktu Twain tiba-tiba hilang, dan teman cerita Philip digantikan oleh seekor musang. Iya, musang yang terus-terusan minta camilan. Lalu si musang mempertanyakan kenapa ayam Johnnny yang hilang tiba-tiba kembali, dan jawaban Philip sangat masuk akal.
Yang paling menampol adalah dialog bagian akhir antara musang dan Philip tentang nasib si ayam yang namanya Wabah & Kelaparan (ini satu ayam, emang namanya begitu).
Philip bilang, "Dia (si ayam) hidup hingga seratus tahun."
Musang protes, "Ayam tidak mungkin hidup sampai selama itu."
Philip menjawab dengan kalem, "Ayam yang ini bisa."
Wkwk bagian ini bikin teriak "Woii Philip, Anda niat bikin plot tidak sih? Hahahah". Rasanya ini kayak ngeledek semua usahaku untuk bikin plot, karakter, dan ending cerita yang logis dan nggak bolong. Gapapa, namanya juga dongeng. Hihi
Ini karya yang super absurd, sampai aku sering bertanya-tanya, udah tahu ceritanya absurd kok masih dibaca aja? Tapi percayalah, ini sangat seruuu.