Jump to ratings and reviews
Rate this book

Hijrah Bang Tato

Rate this book
Dulu Lalan ditakuti karena sepak terjangnya di dunia para preman, disegani karena tato yang tercetak di hampir sekujur tubuhnya. Namun, kini ia adalah sosok yang berbeda. Ia berjuang untuk istri dan anak-anaknya, “Ingin memberi mereka rezeki yang halal,” katanya. Dan, Lalan bangga menjalani dunia barunya sebagai peracik kopi, meski hijrah ini membuatnya jatuh miskin!
Tahun lalu, pada masa-masa awalnya berhijrah, saat sentimen SARA mencuat dalam pertarungan politik ibu kota, ia masih berujar, “Jika tragedi '98 terulang lagi, toko-toko itu yang kali pertama akan saya bakar!” Sambil menunjuk kompleks pertokoan yang dikelola oleh para pengusaha yang berbeda etnis dengannya. Namun, ia kini punya cara pandang berbeda terhadap mereka yang dulu begitu ia benci, “Ternyata dulu saya salah. Kita mungkin tidak bersaudara dalam iman, tetapi kita bersaudara dalam kemanusiaan ….”
Perjalanan seperti apa sebenarnya yang sudah dilalui Lalan?
Apa yang sudah mengalahkannya secara telak?
Inilah biografi orang biasa. Inilah Hijrah Bang Tato.

246 pages, Paperback

First published November 5, 2017

5 people are currently reading
69 people want to read

About the author

Fahd Pahdepie

27 books530 followers
FAHD PAHDEPIE, suami juga ayah penuh-waktu untuk Rizqa Abidin serta dua putra mereka Falsafa Kalky Pahdepie dan Alkemia Malaky Pahdepie. Menulis, bekerja, dan berkreativitas dirayakannya di waktu senggang. Orang rumahan yang menulis untuk diceritakan pada istri dan anak-anaknya.

Selain menulis, Fahd juga merupakan pembicara publik, penulis skenario dan sutradara film maupun teater. Saat ini menjadi co-founder dan CEO inspirasi.co. Ia bisa ditemui di www.fahdpahdepie.com atau facebook.com/fahdpahdepie atau twitter @fahdisme.

Profil lengkapnya bisa dibaca di: http://id.wikipedia.org/wiki/Fahd_Pah...

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
36 (42%)
4 stars
27 (32%)
3 stars
17 (20%)
2 stars
2 (2%)
1 star
2 (2%)
Displaying 1 - 28 of 28 reviews
Profile Image for Teguh.
Author 10 books334 followers
December 6, 2017
Setelah membaca ini saya mendapatkan beberapa hal,
1. Semua orang itu dasarnya baik. Tinggal dikasih momen tertentu untuk memantik bibit kebaikannya, sudah jadilah dia.
2. Orang yang tidak pernah "nakal", akan lebih mudah melabeli orang. Heeeheee
3. Kalau hijrah ujiannya macem-macem.

Bukunya ringan, tapi menarik sekali. Apalagi mengungkap tokoh yang dekat dengan penulis.
Profile Image for raafi.
936 reviews456 followers
November 30, 2017
Ulasan bertajuk "Hijrah dengan Rajah" di sini.

Begini. Apa yang kamu harapkan ketika sebuah buku berlabel "Novel" memiliki cerita dari seseorang yang nyata? Aku akan mengharapkan buku itu berisi kisah si tokoh dari kecil sampai dewasa dan memberikan sedikit sentuhan fiksi di antaranya. Itulah ekspektasiku akan "Hijrah Bang Tato".

Pada awal cerita, aku masih berprasangka baik terhadap bentuk cerita yang dibawakan oleh penulis. Bahwa penulis adalah subjek dan Bang Tato adalah orang ketiga yang penulis ceritakan. Namun, ternyata hal itu terbawa terus sampai akhir. Bahwa penulislah yang menceritakan kisah Bang Tato. Sungguh tidak ada yang salah selain ekspektasiku yang perlu disalahkan.

Walaupun begitu, aku tetap bertahan dengan bentuk cerita seperti itu dan menelusuri kisah Bang Tato. Sedikit risih karena pada beberapa bagian Bang Tato bercerita dengan penulis menggunakan kalimat langsung. Ada kata-kata penjeda yang tidak memuluskan kisah yang dituturkan Bang Tato.

Terlepas dari itu, aku melihat bahwa apa yang dikisahkan dalam buku ini memberikan pencerahan terhadap stigma penyandang tato yang dianggap kotor dan bengal. Orang-orang berubah. Sebuah keberuntungan bila perubahan itu adalah dari yang buruk menjadi yang baik. Seperti perumpamaan yang penulis sampaikan pada awal buku ini:
Mengalirkan ... sesungguhnya air bersih yang diam lebih buruk daripada air kotor yang mengalir.
Profile Image for Ashri.
133 reviews6 followers
July 22, 2018
Sesuai dengan judulnya, buku ini mengisahkan tentang perpindahan Bang Tato dari masa lalunya ke masa depan, yang berarti prosesnya sedang berlangsung di masa kini (masa kini dalam buku). Hijrah saja tantangannya besar, apalagi istiqamah, jauh lebih berat ujiannya. Beruntung Allah memberi pertolongan-Nya pada Bang Tato. Bagaimana ceritanya? Hehe baca coba. Kisah Bang Tato ini menjadi pengingat sekaligus penyemangat, bahwa asalkan ada niat mendekat pada Allah, Allah akan lebih dulu mendekati kita dengan kasih sayang-Nya.
Profile Image for Haryadi Yansyah.
Author 14 books64 followers
April 20, 2023
Samar-samar ingatan saya terhadap sosok Bang Tato yang ada di buku ini. Namun ada beberapa hal yang saya yakini soalnya sebelum memulai membaca. Pertama, Bang Tato, si tokoh yang diceritakan dibuku ini telah meninggal beberapa tahun lalu. Kedua, kisah hidupnya sangat menginspirasi sebagaimana yang saya baca lewat laman facebook penulisnya Fahd Pahdepie.

Bertahun-tahun menunggu kapan momen yang pas untuk mendapatkan buku ini, akhirnya kesampaian. Gak butuh waktu lama ketika bukunya tiba* saya langsung melahap halaman demi halaman.

Tadinya, saya kira Bang Lalan alias Bang Tato (dipanggil demikian sebab badannya penuh tato. Ya, sesederhana itu) adalah orang penting, juragan sukses yang kisah hidupnya from zero to hero yang kemudian meminta Fahd untuk menuliskan kisahnya.

Ternyata tidak demikian. Rupanya, Bang Tato adalah sosok orang biasa yang derajat hidupnya (harus diakui) kemudian terangkat disebabkan campur tangah Fahd secara langsung.

Lalan (itu nama aslinya), adalah nama yang ditakuti oleh banyak orang. Dia preman dari segala preman. Gak ada yang berani melawannya. Hidupnya berpindah dari satu kota ke kota lain. Naik turun. Dari yang sangat miskin, banyak duit (ketika mulai jadi artis tato dan punggawa band) hingga kembali miskin lagi saat memulai proses hijrah.

Tampang sangar, hidup penuh "kecacatan" (sebagaimana yang orang sering bilang) tapi kok ya berani melamar Nurmah, anak pak haji/kiai tanpa persiapan yang memadai. Rasanya sulit dipercaya, kehidupan yang mereka lalui di awal-awal, yang saking miskinnya, sampai-sampai mencuri ikan dari kucing yang juga mendapatkan ikan itu dengan mencuri dari sebuah warung.

"Wajah Nurmah mendadak cemberut. Dia meletakkan bungkusan itu. Hijab panjangnya menyentuh lantai, "Ih, nggak mau! Haram..." ujarnya.

Lalan menatap Nurmah. "Neng," ujarnya lembut, "sekali ini aja. Biar Aa' yang tanggung jawab. Nanti kalau udah ada uang, Aa' bayar ke Bi Juju." Hal.10.

Nggak mudah mengubah paradigma masyarakat. Itu dia yang kemudian Fahd coba lakukan. Saat orang-orang merasa ketakutan, Fahd pula yang memberikan kepercayaan kepada Lalan, memberikan modal usaha walaupun ia tahu usaha itu akan gagal.

Tapi ya namanya juga perjalanan hidup ya. Allah Swt pun punya banyak cara untuk mengangkat derajat seseorang. Apalagi seseorang yang tengah berhijrah, demi kehidupan yang lebih baik. Hmm, saya sepertinya harus sedikit meralat. Ya, walapun Bang Tato bukanlah sosok orang yang sukses sebagaimana yang saya kira sebelumnya sehingga Fahd mau menuliskannya, namun dengan keadaannya, tak salah juga jika Bang Tato termasuk orang yang From Zero to Hero itu.

Ya ampun, banyak sekali bagian-bagian yang mengharukan di buku ini. Yang sampe mau bikin nangis bukan karena sedih, tapi juga bahagia. Misalnya saja, saat kemudian Fahd mempercayakan usaha lain (barber dan cafe) kepada Lalan, dan Lalan dengan sisa-sisa kejayaannya memerintahkan semua anggota gengnya dulu untuk datang potong rambut ke tempatnya, sebab saat itu ia sedang melakukan projek amal, di mana sebagian besar hasil pangkas rambut digunakan untuk donasi.

Saya ketawa hingga membulirkan sedikit air mata saking terharunya. Adegan lain yang gak kalah bikin mewek, saat Lalan berhasil bikin acara kelulusan anak-anak TPA istrinya di kampung dengan meriah. Aduh sialan, kok sebegitu indahnya jalan hidup beliau.

Ya, Bang Lalan meninggal dunia 2020 lalu. Kala saya cek di IGnya @bangtatos penyebabnya korsleting listrik dari perangkat audio yang ia pegang. Apapun itu, semoga jalan hijrahnya, dan segala yang ia perbuat untuk istri, anak dan warga sekitar menjadi jalan terang dan amal zariahnya. Amiin amiiin.

Skor 9/10

*gak semua buku seberuntung ini hehe, sebagian besar lagi dibeli karena nafsu. Baru dibaca bertahun-tahun kemudian.
Profile Image for Gloscindy Arocca.
6 reviews
November 25, 2017
Judul : Hijrah Bang Tato
Pengarang : Fahd Pahdepie
Penerbit : Bentang Pustaka
Cetakan : Pertama, Oktober 2017
Tebal : 246 halaman

Hijrah bukanlah perkara yang mudah apalagi untuk istiqamah berada di jalan hijrah. Itulah kiranya yang dirasakan oleh Lalan alias Bang Tato.

Bang Tato yang dulunya merupakan pimpinan preman dapat dibilang memiliki prestasi cemerlang di bidang kepremanan sehingga dia memiliki banyak pengikut dan disegani preman-preman lain. Sejak usia sekolah Bang Tato telah berkenalan dengan narkoba dan sering terlibat aksi-aksi kekerasan. Kekecewaannya terhadap keluarga yang semestinya menjadi tempatnya berlindung membuatnya semakin jauh dari jalan yang benar.

Berbagai pekerjaan di dunia hitam telah ia lakoni. Sampai pada akhirnya saat ia kembali ke kampung halamannya, Bang Tato bersama teman-temannya mendirikan band beraliran underground dengan dirinya sebagai vokalis. Selain itu ia juga mendirikan organisasi kemanan yang sehari-harinya memalak para pemilik toko dengan dalih meminta iuran uang keamanan.

Suatu hari saat pulang dari aktivitas kelamnya, Bang Tato tiba-tiba mendapat perasaan ganjil yang membuatnya ketakutan luar biasa. Di tengah peluh membanjiri tubuhnya dan napas memburu, hanya satu hal yang terbesit di benaknya yaitu "Aku harus sholat".

Itulah awal proses hijrahnya yang penuh halang merintang. Bahkan hanya untuk sholat di masjid saja ia harus menghadapi penolakan dari ustadz setempat karena tato yang membalut hampir seluruh penampang kulitnya. Ia juga harus menghadapi pandangan  negatif orang-orang di sekitarnya sehingga kesulitan mendapat pekerjaan padahal ia harus menghidupi istri dan anaknya.

Meskipun jalan hijrah yang ia lalui tidak mudah, namun berkat keteguhan tekadnya  ia tetap berusaha untuk tidak menyerah da n kembali menjerumuskan diri ke lembah hitam. Beruntung di tengah usahanya tersebut ia dipertemukan dengan orang-orang yang membantu menguatkannya di jalan hijrah, salah satunya adalah Fahd Pahdepie yang kemudian mengabadikan kisahnya dalam bentuk buku.

Namun suatu ketika, saat hati dan hidupnya mulai tertata, kembali ujian datang menerpa. Ibu kandung Bang Tato dipanggil Sang Pencipta. Itu merupakan pukulan keras bagi batinnya yang sejatinya masih rapuh. Ia kembali terpuruk dan menyerah pada bujuk rayu setan.

Sungguh sangat disayangkan. Seorang mantan pimpinan preman yang telah hijrah tiba-tiba kembali berbelok ke jalan yang justru belakangan ini berusaha ia tinggalkan. Akankah ia kini menyandang sebutan "mantan hijrah"?
Profile Image for Shofiatul Marwah.
7 reviews
April 12, 2019

Review buku Hijrah Bang Tato
Setiap orang memiliki jalan ceritanya masing², dan setiap manusia memiliki "rumah" untuk pulang. Based on true story, Hijrah Bang Tato ini merupakan salah satu industri kreatif yg membantu tentang pemahaman radikalisme dan perspektif orang terhadap stigma masyarakat ttg kebanyakan orang² yg cenderung dinilai "buruk" di masyarakat, buku ini juga membantu kita untuk berfikir terbuka dan tidak berfikir sempit menilai sesuatu dari luarnya saja, buku ini juga dinilai sebagai salah satu mediasi bagi mereka yg lupa jalan "pulang" dan merasa tdk memiliki sesuatu apapun yg dapat ditonjolkan dari kehidupannya karena cenderung putus asa, bku ini menjadi jembatan penghubung atas persepsi² demikian karena sejatinya setiap manusia memiliki "the second chance" ksmpatan kedua untuk menntukan dan merubah hidupnya. Buku ini jga dianggap salah satu contoh terbaik dlm kisah naratif utk mengurangi aksi dan pemikiran radikalisme, sebab itu buku ini tlah sampai pada acara² bertaraf internasional sprti TED inspirated talk oleh Australia Global Alumni. Pada akhirnya bercerita sederhana tanpa menghilangkan nilai² yg ingin disampaikan menjadi salah satu jalan untuk menyentuh hati para pembaca, penulis buku ini telah membuktikannya. Fahd Pahdepie ingin menunjukan kepada masyarakat bahwa "mereka yg dinilai" sebelah mata atau buruk sejatinya memiliki kesungguhan hidup untuk berubah apabila kita memberikan kesempatan kedua tersebut. Jangan menilai sesuatu dari luarnya saja :). Hijrah Bang Tato buku asyik untuk dibaca, narasinya yg mengalir serta bahasa dan kosa kata sehari-hari membuat para pembaca mudah mencerna dan menyimpulkan setiap pesan yg ingin disampaikan dari setiap ceritanya, bagi mereka yg ingin berubah peecayalah di dunia ini tidak sesempit yg kita pikir, bahwa masih ada titik cerah bagi kita yg ingin dan benar² berubah. One word for these book amazing!!
Profile Image for Yusuf Ks.
425 reviews53 followers
June 2, 2018
Kacau! Cerita dan perjalanan hidup Bang Tato dalam berhijrah dari dunia maksiat menjadi dunia barakah dalam buku ini benar-benar kacau. Kacau dalam arti sesungguhnya (karena masa lalunya yang kelam), maupun dalam arti yang positif (setelah berhijrah dan berusaha untuk menjadi orang yang lebih baik). Penulis yang dengan tulus membantu dan menuntut Bang Tato dalam perjalanan hijrahnya juga patut diacungi jempol, saya salut dengan penulis yang mau dan rela melakukannya untuk kebaikan Bang Tato. Dan tentu Bang Tatonya juga saya salut karena pada akhirnya dapat mempertahankan proses hijrahnya, walau Bang Tato sempat mengalami titik mundur akibat musibah yang sangat memilukan hati.

Ini mengingatkan pada kita semua bahwa siapapun yang hendak berhijrah menjadi lebih baik, hendaklah kita dukung semampu kita, lakukan apa yang bisa kita lakukan untuk mendukungnya, meskipun hanya persoalan kecil. Dukungan kecil yang kita berikan dapat membuat mereka semakin mantap dan konsisten dalam menjalani proses hijrahnya. Sedangkan penolakan yang diberikan, secara langsung maupun tidak langsung, dapat menghambat bahkan membalikkan proses hijrah yang selama ini dijalaninya.

Hijrah itu gampang, yang susah adalah konsisten dalam menjalani proses hijrah tersebut, sehingga dapat selalu berusaha berbuat kebaikan dan tidak kembali ke dunia kemaksiatan. Kacau!
Profile Image for Makati Wandansari.
6 reviews
July 13, 2018
Counter-narration for terrorism.

Sumpah, suka banget analogi 'air sungai yang pasti mengalir ke laut' untuk 'manusia yang balik ke Sang Pencipta'. DEG! Allah SWT lebih agung dibanding laut, mau kita penuh cela dan kekurangan, kodrat kita pasti bakal balik padaNya.

Lalu hal kedua yang pelajaran banget yaitu ttg adzan. Ini mungkin akan selalu jadi ilmu yang selalu diingat. Kalau bacaan Allahu Akbar itu untuk ketakjuban dan ketundukan. Ketakjuban untuk sibuk takjub dengan hal-hal yang terjadi oleh kehendakNya. Ketundukkan yang kemudian mengajak untuk mengucapkan syahadat, salah satu baris bacaan adzan.

Kalau dari cerita Bang Tato, yang bikin DEG lagi adalah praktik gelar 2 sajadah pas sholat. Cara romantis biar kalau sholat selalu berasa ada istri, dan karenanya istrinya juga gelar 2 sajadah biar berasa ada suami :"

Ada juga sedikit ilmu bisnis yang termuat:
kalau bisnis keluarga itu mungkin banget untuk gagal (somehow artinya itu harus terpisah) dan kalau dibaca, buku ini salah satu bentuk pemasaran untuk usaha2 A'Fahd. Ntaps!

Termasuk salah satu buku yang cepet dibaca, karena suka dengan alurnya. Tapi juga termasuk buku yang tertunda-tunda. Bukan, bukan karena jenuh, tapi perlu waktu untuk meresapi setiap bab nya.

Makasih A'Fahd!
*keikutan manggil Aa' kyk Bang Tato
Profile Image for Nike Andaru.
1,653 reviews112 followers
December 7, 2017
sudah lama gak baca buku Fahd, tapi saya mengikuti sosial medianya. waktu ke Togamas Jogja, saya lihat bukunya dan masukin ke keranjang bawa ke kasir.

seperti buku-buku sebelumnya sih, saya selalu menyukai tulisan Fahd yang non fiksi, selalu menyenangkan dibaca apalagi kali ini dari kisah nyata, orang yg diceritakan pun masih ada hingga sekarang. gak cuma menceritakan kisah hijrahnya Bang Tato aja tapi banyak pesan yang saya tarik dari buku ini.

dari sisi Bang Tato, saya melihat premen pensiun yang sesungguhnya, yang dengan niat hijrah lalu menemukan penolong yaitu Fahd sendiri. tangan Tuhan selalu bersama kita jika kita mencarinya terus dan terus. bagaimana Fahd menunjukkan banyak cara agak Bang Tato berada pada niatan hijrah yang sebenarnya dan mencoba istiqomah. sulit tapi Bang Tato beruntung bertemu dengan Fahd.

dari sisi Fahd, ah saya iri. iri dalam artian saya ingin seperti dia yang bisa memberi banyak dan membuka keran rezeki orang lain lebih banyak. semoga saya dan semua pembaca buku ini mampu belajar banyak dan meneladani kisah ini.
Profile Image for Soraya Nur Aina.
168 reviews1 follower
April 7, 2021
Membaca kisah hijrah seseorang itu selalu menarik. Karena bisa jadi refleksi diri sejauh mana kualitas kita sebagai hamba-Nya. Salah satunya ini, kisah hidup seorang preman pensiun bernama Lalan Maulana atau Bang Tato.

Dunia malam, tato di sekujur tubuh, narkoba, minuman keras, hidup di jalanan dan sederet masa kelamnya sempat membuatnya kalut untuk berhijrah. Ia dipertemukan dengan Fahd Pahdepie yang menjelma menjadi kaum Anshar untuk kaum Muhajirin seperti kisah Rasul dulu.

Terharu sampe nangis waktu baca ini. Karena aku tau ada yang lebih susah dari hijrah yakni istiqomah. Tapi Bang Tato mampu lewatin itu hingga berpulang Juni Tahun lalu. Ia adalah sebaik-baiknya definisi hidup selalu memberi kita kesempatan kedua. Recommended!

"Orang harus dikalahkan secara luar biasa oleh hidup ini agar bisa bertekuk lutut dan menyerah secara luar biasa"
Profile Image for Ade Putri.
216 reviews
July 23, 2018
Dari ceritanya saya bisa merasakan, bahwa hijrahnya Bang Tato sangat niat. Meski harus tertatih-tatih bahkan nyaris terjerumus masa kelam lagi, Bang Tato mampu bangkit kembali dan kini bisa istiqomah :’)

Bersyukurnya, ia juga menikah dengan wanita yang baik-baik. Sehingga semakin memotivasinya untuk berhijrah secara total.

Kisah-kisahnya sangat mengharukan. Apalagi ketika hatinya tiba-tiba bergetar saat ingat azan. Dan menggelar dua sajadah dengan membayangkan bahwa di belakangnya ada istri yang ikut sholat. Supaya termotivasi untuk selalu sholat katanya. Masya Allah romantis sekali :’)

Selengkapnya di Delina Books
Profile Image for Rainilamsari.
181 reviews20 followers
January 28, 2020
khas banget emang selalu tulisan Bang Fahd. apa adanya banget. ngalir. mudah dicerna. kadang nyebelin, tapi ga ada yang salah dengan itu. nyebelinnya tuh, "duh, responnya gini amat," tapi ya itu tadi, apa adanya. Bang Fahd nggak menjadi orang lain dalam tulisannya, dia menjadi dirinya sendiri. dan ini lebih dari menyenangkan. tulisan yang jujur selalu berhasil membawa kita masuk lebih jauh, lebih memahami, yakan?

kemudian tentang Bang Tato ini, luar biasa sih. perjalannya itu, gemesin, wkwk. banyak yang berkesan, salah satunya karena daerah tinggal kami berdekatan, wkwk. jadi merasa lebih intim. terus, beberapa hal sederhana yang menghangatkan hati. bikin refleksi banget, untuk banyak-banyak bersyukur atas nikmat iman dan Islam yang udah digenggam selama ini.
7 reviews2 followers
January 11, 2018
Ini buku Fadh pertama yang saya baca. Cara berceritanya sih biasa, tapi cerita perjalanan proses tobatnya seorang preman dalam buku ini memang tidak biasa. Bahwa memelihara konsistensi itu memang tidak mudah. Kematian sang kakek, berhasil menyadarkan bang Tato untuk merubah hidupnya. Tobat dan hijrah dari dunia hitam. Tapi kematian juga hampir menyeretnya kembali ke dunia lamanya. Di sini saya agak heran juga sih, mengapa kematian ibunya yang dalam cerita ini tidak diceritakan peran dan pengaruhnya pada pada hidup bang Tato bisa membuat bang Tato putus asa dan hampir kembali ke dunia lamanya.
Profile Image for Imam Rahmanto.
149 reviews8 followers
Read
October 30, 2018
Seperti epilog dalam buku ini, "Cerita-cerita yang sederhana, membumi, dan apa adanya..." memang menunjukkan isi buku terbaru Fahd Pahdepie.

Saya cukup terkesan dengan isinya yang lebih banyak berputar pada Lalan atau disapa Bang Tato. Mantan preman yang disegani ini belajar bagaimana menjadi orang yang lebih baik. Tentu saja, melalui bantuan dari penulis sendiri.

Ceritanya memang biasa-biasa saja. Malah cenderung agak ringan, sehingga bisa selesai dalam sekali duduk. Akan tetapi, berhati-hatilah dengan matamu. Bisa-bisa kelilipan debu atau bawang merah. Ada bagian-bagian yang menyentuh dan bisa membuat mata berkaca-kaca.

Yah, sekali lagi, buku Bang Fahd memang jempol lah.
Profile Image for Riapurwanti Jamin.
123 reviews8 followers
November 28, 2017
Touchy. Fahd menyampaikan dengan bahasa yg mudah saya pahami di setiap sesi ceritanya. Semua orang berhak dapat kesempatan dimanusiakan karena memang seharusnya gitu.
Balik ke awal banget, ternyata emang betul ya..dukungan keluarga dan kata-kata pofitif adalah dua hal yang penting saat membentuk jati diri seorang anak di masa-masa remajanya.

Di luar dari kisah Bang Tato itu sendiri, saya dapat pelajaran lain yang mungkin bisa sedikit-sedikit saya pakai sendiri buat saya dan adik, atau anak saya nanti. hehe
Profile Image for Ariyanti.
57 reviews15 followers
September 5, 2020
Diingatkan kalau belum baca buku karya salah satu penulis favorit aku yang satu ini ketika lihat postingannya di instagram bahwa bang Tato (yang diceritakan di buku ini) meninggal dunia karena tersengat listrik, inalillahi.

Bukunya bagus, Fahd selalu bisa menyampaikan sesuatu dengan baik. Bang Tato pun luar biasa. Proses hijrah tak pernah mudah, tapi jika kita memang berusaha pasti bisa, dengan niat dan tekad yang kuat, seperti bang Tato ini.
Profile Image for Siti Mune Sarah.
45 reviews1 follower
November 11, 2017
recomended sekali untuk di baca :)

biografi orang biasa yang luar biasa , cara kang fahd menceritakan kisah bang tato di buku ini ringan , tidak belibet dan berat , tapi pesan nya tersampaikan , berubah menuju baik itu perlu proses ...
Profile Image for Bina Izzatu Dini.
103 reviews4 followers
September 27, 2018
Di luar ekspektasi, buku ini luar biasa!
Kisah hijrah manusia biasa yang diceritakan dengan sangat mengalir, humanis, dan penuh hikmah.

Banyak filosofi hidup yang nendang di buku ini. Recommended.
Profile Image for Ayu Novita.
81 reviews1 follower
April 23, 2022
Membaca buku ini setelah Bang Tato tiada sungguh menerbitkan haru. Bagaimana perjuangannya untuk beranjak dari kegelapan menuju cahaya menjadi pelajaran yang sangat berharga. Semoga kelak bisa bertemu Bang Tato di surgaNya kelak. Aamiin
Profile Image for M_agunngh.
301 reviews4 followers
February 3, 2018
entah ini fiksi atau nyata,
tpi berubah itu adalah keharusan...
#baca aja deh
Profile Image for Eni Ristiani.
34 reviews2 followers
April 11, 2019
Buku ini sebenarnya bagus alurnya. Saya suka. Ringan dan sarat akan makna. Hanya saja cara berceritanya agak membosankan :))

Tp sy menikmati. Keren.
Profile Image for avizena zen.
214 reviews5 followers
September 18, 2023
Kisah hijrah bang tato yang mengharukan. Ditulis dengan apik oleh Fahd Pahdepie. Storytellernya bagus banget.


Semua orang punya kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik.

Makasih Uda Fahd.
Profile Image for Lagi Baca.
38 reviews11 followers
October 15, 2021
Kisah yang menarik untuk dibaca serta mengambil pelajaran darinya
1 review
Read
November 22, 2017
Buku yang akan saya review kali ini cukup spesial untuk saya, karena buku ini saya baca bahkan sebelum release resmi dari penerbit a.k.a Pre Order. Tapi bukan sembarang pre order, pre order ini begitu istimewa karena buku ini bisa sampai ke Bursel hanya dengan ongkir 16 ribu.

Ongkir yang murah ini sebenarnya adalah skema dari frundraising dar penulisnya untuk membangun TPQ. Harga normal buku ini sekitar 50 ribuan, tapi jika ingin membayar lebih untuk pre-order maka selisih harga tersebut akan disumbangkan untuk membangun TPQ dengan ongkir 16 ribu ke seluruh Indonesia. Saya menyumbangnya tidak seberapa jadi sebenarnya buku ini sampai di Bursel adalah bentuk sumbangan penulis kepada saya secara tidak tersirat. Ongkir barang (minimal 1kg) dari Jakara ke Maluku sebesar 175 ribu sedangkan saya menyumbang dibawah angka tersebut jadi sebenarnya saya ngga nyumbang. Parah!


Entah kenapa kalau saya rasakan beberapa tahun belakang ini masyarakat Indonesia sedang tertarik-tertariknya dengan fenomena Hijrah. Fenomena yang paling kentara adalah selebritis yang hijrah dari dunia hiburan ke dunia dakwah. Beberapa dari mereka istiqomah beberapa lagi sayangnya tidak.

Tak jauh berbeda dengan buku ini. Buku ini menceritakan seorang mantan preman bernama Lalan yang sudah tobat dari dunia per-premanan. Tubuh Lalan dari atas sampai bawah digambarkan penuh dengan tato bahkan kalau pakai pakaian yang serba panjangpun ada saja tato yang masih terlihat. Oleh sebab itu Lalan mendapat panggilan Bang Tato di kesehariannya.

Saya sedikit dibuat bingung sebenarnya tipe penulisan apa yang ada di buku ini. Jika disebut novel rasanya ada yang aneh tapi ya mirip sih sama novel. Fahd Pahdpie dalam akun media sosialnya menyeburkan jika karyanya ini bukan novel tetapi sebuah cerita dia dalam menemani proses hijrah dari Bang Tato. Kemampuan strorytelling dari pria alumni Monash University tidak perlu diragukan kapasitasnya. Ketika saya membaca buku ini saya merasa dia sedang bercerita langsung kepada saya tetang Bang Tato tersebut.

Penulis memulai cerita dari buku ini ketika Bang Tato berada dalam keterpurukan ekonomi saat berumah tangga dengan istrinya, Nurmah. Bab setelahnya adalah cerita bagaimana Bang Tato yang notabene mantan preman bisa memperistri seorang putri dari ustadz yang terpandang di daerahnya. Sebab kesulitan ekonomi tersebut Bang Tato dikenalkan oleh temanya ke Fahd dalam rangka pengajuan proposal usaha. Proposal usaha yang disebut Indomie moshing dengan banyak pertimbangan akhirnya disetujui oleh Fahd tetapi tak lama berselang usaha tersebut gulung tikar karena Bang Tato belum memiliki kemampuan pengelolaan bisnis yang mumpuni.

Bang Tato tidak menyerah begitu saja. Demi menghidupi keluarganya dia menghubungi Fahd lagi tapi bukan untuk pengajuan usaha melainkan untuk bekerja kepada Fahd. Saat itu Fahd masih belum memberikannya pekerjaan tetap hanya sekedar mengikuti acara Fahd dan jika sewaktu waktu dibutuhkan Bang Tato akan dimintai tolong.

Fahd mempunyai kenangan saat kecil tentang preman-preman yang insyaf. Dahulu supir keluarga Fahd juga mantan preman tetapi ayahnya memberdayakan dia agar menjadi pribadi yang lebih baik baik. Dari situ Fahd ingin seperti ayahnya yang memberikan kesempatan untuk Bang Tato.

Selain menjadi penulis Fahd juga seorang pengusaha. Kebetulan dia ingin membuka usaha Babershop tetapi bukan sembarang babershop. Babershop tersebut akan dikombinasikan dengan kafe. Timbulah ide Fahd untuk menjadikan Bang Tato sebagai pekerja di kafe tersebut. Bang Tato 'disekolahkan' Fahd untuk menjadi barista kepada rekan kerjanya. Fahd berpikir Bang Tato harus memiliki keahlian agar keahlian tersebut bisa menghilangkan paradigma orang lain tentang tatonya.

Setelah resmi menjadi barista barulah cerita-cerita tentang proses hijrah Bang Tato dimunculkan. Dari Bang Tato adzan, Bang Tato yang menggalang dana dari konser musik betema 'dakwah metal', keistiqomahan Bang Tato yang diuji dan sebagainya.

Meskipun cerita ini berdasarkan kisah nyata tetapi penulis mengakui bahwa beberapa bagian sengaja didramatisir untuk tujuan strorytelling. Menurut saya pendramatisiran cerita terjadi ketika Bang Tato kembali ke dunia hitamnya setelah ibunya meninggal. Karena di sana diceritakaan ketika ibu Bang Tato meninggal dia bertolak ke Bandung. Namun setelah dua minggu peristiwa duka tersebut Bang Tato tidak kembali bekerja di Babershopnya Fahd. Fahd segera mengkorfirmasi keberadaan Bang Tato ke istrinya melaui telepon. Nurmah menjelaskan jika Bang Tato juga belum pulang ke rumah sejak bertolak ke Bandung.

Dari sini timbul keanehan jika memang Bang Tato harus bertolak ke Bandung ketika berduka otomatis seharusnya sang istri juga menyertainya tapi ternyata tidak. Istrinya di Jakarta sedangkan Bang Tato di Bandung. Saya menduga peristiwa duka tersebut memang benar adanya tapi peristiwa tidak kembalinya Bang Tato ke Jakarta merupakan dramatisasi cerita. Sependek yang saya baca sih begitu.

Buku ini memberika gambaran bahwa memberikan kesempatan kepada orang lain yang ingin berhijrah itu keharusnya. Orang sebelum hijrah memandang dunia hanya dua sisi, benar salah, aku kamu, kita mereka. Dalam benaknya jika ada orang yang tidak sejalan dengan dia berarti adalah musuh. Begitu lah pemikiran preman bahkan teroris.

Fahd teingat buku yang berjudul The Staircase to Terrorism: A Psychological Exploration saat kuliah master di Aussie. Di buku tersebut dijelaskan terdapat 6 tangga sampai akhirnya teroris melakukan aksi teror. Intinya secara berjenjang alasan teroris melakukan aksi teror karena meraka merasa dunia ini tidak adil kepada mereka, pemerintah tidak sepihak dengan meraka, masyarakat tidak setuju dengan gagasannya untuk itulah mereka melawan.

Setali tiga uang, saat pertemuan Fahd dan Bang Tato pertama kali, Fahd menilai Bang Tato sudah masuk tangga yang kelima dan jika tidak segera ditolong maka preman ini akan melakukan aksi teror kepada orang yang berlawanan dengan dia.

Pada akhirnya buku ini membuat pendangan saya lebih terbuka. Apapun latar belakang seseorang dia pastan untuk merasakan proses hijrah. Dan jika kita adalah pribadi Anshor maka kita wajib membuka tangan selebar-lebarnya untuk kaum Muhajirin.
Profile Image for Lulu Khodijah.
441 reviews10 followers
September 4, 2018
Suka cara bertuturnya. Dan salut sama bang Tato. Pengen ketemu orangnya langsung hehe
Profile Image for ndavanilla.
82 reviews2 followers
January 25, 2019
Aku udh pnya buku bang fahd jodoh dan sehidup sesurga.. tapi baru buku hijrah bang tato ini yg kubaca pertama kali. Aku suka dari cara penulisannya begitu asyik untuk dibaca dan buku ini mengajarkan kita bahwa pada dasarnya manusia itu baik.. dan setiap org yg berbuat salah memliki kesempatan kedua
Displaying 1 - 28 of 28 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.