Jump to ratings and reviews
Rate this book

Potret

Rate this book
Pernikahan bukanlah permainan catur.

Tatyana tak pernah membandingkan dua hal tersebut hingga Saddam hadir dalam hidupnya. Meski bulan perkenalan mereka masih dalam hitungan jari, Tatyana dengan berani menerima lamaran lelaki itu.

Berdiri di samping Saddam bukan perkara mudah. Banyak hal yang harus Tatyana hadapi, dimulai dari peringatan dan ketidaksetujuan saudara-saudara Saddam, masa lalu yang menjadi hantu, dan orang-orang terdekat yang menjadi monster.

Seperti permainan catur, keputusan Tatyana menerjunkannya dalam perang tak kasatmata. Melawan bidak-bidak bermuka dua. Menyiapkan strategi dan rela berdarah.

Pernikahan bukanlah permainan catur. Tapi, bagi Tatyana dan Saddam, mereka membutuhkan sebuah sekakmat.

386 pages, Paperback

First published November 2, 2017

4 people are currently reading
31 people want to read

About the author

Aditia Yudis

16 books20 followers
Kunjungi Aditia di:

Facebook: adhiet07@yahoo.com

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
7 (26%)
4 stars
10 (38%)
3 stars
7 (26%)
2 stars
2 (7%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 8 of 8 reviews
Profile Image for Akaigita.
Author 7 books240 followers
December 29, 2017
Ketika membaca buku ini, aku sudah tahu apa konsekuensi buruknya: enggak surprised lagi karena sudah pernah baca dalam bentuk berbeda. Tapi ya tetap aja, aku baca. Sama seperti Tatyana yang sudah tahu bahwa Saddam menyimpan rahasia kelam dalam keluarganya, tapi tetap nekat menerima lamarannya.

Satu per satu saudara dan orang-orang terdekat Saddam pun maju. Entah hanya untuk memperingati Tatyana, atau malah menjegalnya. Seperti permainan di atas papan catur. Namun, Tatyana begitu teguh, lebih keras dari karang malahan. Meskipun ia dilanda gundah gulana akibat sang mantan terindah yang masih terus menghantui, ia memantapkan langkah. Apa pun yang terjadi, ia dan Saddam harus tetap menikah!

Kalau boleh jujur, ini adalah karya terbaik Aditia Yudis sejak Time After Time (novel-novel sebelum masa itu belum kubaca karena belum kenal dia, heuheu). Ada jiwa si penulis di dalam novel ini. Dia seperti menari bebas dengan kata-kata dan alur cerita, yang sebenarnya dekat dengan dirinya sendiri. Buku ini lebih serius dari novel-novel roman populer, tapi lebih ringan dari buku sastra. Ia mengangkat tema cinta yang tidak biasa; hal yang bagiku cukup berisiko. Untungnya, dari segi plot, kekhawatiranku enggak terbukti sih. Meskipun masih terasa sedikit melompat-lompat dan kurang fokus ke hubungan Saddam dan Tatyana, ending novel ini tereksekusi dengan baik.

Hal yang menjadi masalah buatku adalah narasi dan mood cerita yang kayaknya kurang... gimana ya? Apa karena aku sudah pernah baca dan emosiku sudah tumpah semua di sana jadinya waktu baca versi cetak ini rasanya datar aja, aku enggak ngerti juga. Mungkin juga karena buku ini berada di tengah-tengah antara populer dan sastra, jadinya susah menentukan gaya bahasanya bagaimana. Mungkin tekniknya bisa diperhalus pada buku berikutnya (ujung-ujungnya nodong buku baru).

Demikianlah.
Profile Image for Adhinda Puteri.
69 reviews26 followers
November 14, 2017
Potret pertama kali aku temukan di Storial.co sekitar dua tahun lalu. Viewsnya yang mencapai ribuan saat itu, akhirnya bikin aku penasaran dan ikut berlangganan. Ketika membaca bab pertamanya, aku merasa langsung 'klik' dengan ceritanya. Tidak heran kalau banyak pembaca yang berlangganan serta memberi komentar positif.
Sekarang, Potret sudah bisa dimiliki dalam bentuk cetak. Bisa dipeluk, bisa ditimang, dibaca saat suntuk maupun santai. Dan meskipun Potret sudah mengalami perombakan di sana dan di sini, rasa Potret tetaplah sama, namun lebih padat dan berisi.
Misteri Keluarga Suryakanta, serta konspirasi dua tokoh utamanya--Saddam dan Tatyana--menjadi bumbu dasar cerita ini. Belum lagi kisah cinta masing-masing tokoh yang tidak kesampaian menjadikan bab demi bab makin greget untuk dinikmati. Kamu harus membacanya pelan-pelan agar mengerti cerita ini dan aku jamin, kamu tidak akan menyesal berkenalan dengan seluruh anggota Keluarga Suryakanta, Tatyana, Atharvan dan lainnya.
Profile Image for sofiaidrish.
145 reviews26 followers
October 3, 2018
Review di IG @sofiadheril
Detail review is coming soon here.
Profile Image for Inggrid Hidayanti.
28 reviews7 followers
January 2, 2018
Ini adalah buku fisik pertama dari tante Adit yang saya baca *maafkeun* . Bermula dari silent reader buku ini di Storial.co saya mulai mengenal Saddam dan Tatyana, si tokoh utama, dan terus mengikutinya sampai akhirnya naik cetak serta berniat untuk pre order. Bukan hanya karena jatuh cinta sama Saddam dan Om Har , tapi juga karena buku ini menceritakan kisah cinta walaupun bukan tentang cinta.

Saddam, duh ribet juga kalau ketemu Saddam, apalagi sama keluarganya, tapi yah begitulah keluarga Suryakanta. Misteri tentang Saddam adalah misteri yang buat kita pengen memecahkannya demi mendapatkan Saddam yang seutuhnya*apalah*

Tatyana, saya pengen kasih nama anak saya nanti Tatyana ah! boleh kan Tante Adit? Tatyana suka banget warna turqouise di rambutnya *yang bikin iri* bagaimana dia bisa menghadapi semua misteri kelyuarga Suryakanta dengan (agak) tenang dan berani itu yang bikin agak tenang bacanya.

Mungkin ini adalah sedikit kelemahan dari cerita yang ditulis di platform online ketika naik cetak : kita udah ngerti alur ceritanya, jadi rasanya sudah tahu, nggak ada hal yang mengagetkan lagi. Tapi buku ini layak buat dibaca, ada beberapa hal di storial nggak begitu ngerti akhirnya jadi paham setelah baca buku cetaknya.

Btw Tante Adit, boleh request lagu? siapa tahu ada keluarga Suryakanta yang mau nyanyiin. Ha ha ha.

Buku ini sekaligus buku terakhir yang jadi penutup bacaan saya di 2017.
Terima Kasih buat kisah Saddam dan Tatyana Tante!
xoxo.
Profile Image for Aro~.
246 reviews9 followers
July 24, 2025
Baca buku ini rasanya kayak diajak berkelana tanpa diberi tau tujuan akhir yang dituju. Kita tau akan mencapai suatu tempat, tapi kita nggak pernah diberi petunjuk soal jalan maupun persimpangan mana yang diambil. Semuanya tertutup rapat-rapat.

Konflik keluarga Saddam, rasanya masih seperti kelabu buatku. Terlihat tapi menyembunyikan banyak hal lainnya. Hubungan Sadam-Tatyana juga bukan hubungan yang bisa dibaca dengan mudah. Ada batas-batas kasat mata yang bikin keduanya dekat tapi tidak lekat.

Bab awal buku ini nggak terlalu membuatku cukup tergerak untuk membaca buku ini cepat-cepat. Hubungan Saddam-Tatyana serupa kayak jalan. Ada banyak persimpangan, lampu merah, juga rambu lalu lintas penuh peringatan. Aku ngga bisa bilang suka atau nggak sama buku ini. Rasanya menarik tapi ngga cukup banyak sampai bisa dibilang suka dan ngga kurang sampai dibilang nggak suka. Mengambang.
Profile Image for Mama_mia.
4 reviews
February 18, 2018
Beli buku ini tanpa ekspektasi apa2 saya jg baru tau kalo novel ini berasal dr storial, tapi sy puas banget bacanya, suka sama alur ceritanya, sampai2 sy tdk sempat mencatat kekurangannya 😁😁...

imajinasi saya memvisualkan adegan demi adegan dan setting lokasi, its like a movie. suka sama karakter saddam dan tatyana, mereka katanya tdk saling cinta tapi entah kenapa saya merasakan chemistry yg luar biasa. konon katanya salah satu unsur penting dr cinta adalah kepercayaan, saddam dan tatyana telah menumbuhkan cinta yg belum mereka sadari lewat kepercayaan dan saya pengen banget ada buku kedua yg menceritakan kehidupan pernikahan mereka, gimana mereka bisa tetap saling percaya di tengah konflik dan intrik...aaah suka lah pokoknya sm novel ini, suka sm saddam dan tatyana...😍
Profile Image for Arinta Iga.
45 reviews4 followers
March 15, 2019
Buku ini disampaikan dengan bahasa yang sederhana namun tetap mengena. Setiap halamannya membuat kita (saya) ingin terus membalik ke halaman berikutnya karena rasa penasaran akan misterinya. Tapi ketika sampai di akhir halaman buku, saya rasa cerita ini kurang klimaks. Kurang gimanaaa gitu. Tapi cukup seru.
Profile Image for anggiareads.
51 reviews44 followers
August 19, 2020
Jujuuuur.. Aku bingung baca novel ini. Ya gak bingung2 kali sih. Mungkin karena lg kena sindrom reading slump kali yaaa 😅. Seminggu aku baru bisa menyelesaikan buku ini.
.
Bercerita tentang Tatyana dan Saddam yg memutuskan untuk menikah tanpa saling mencintai. Why so why? Bukankah seharusnya kita menikah dengan orang yg kita cintai?
Begitu pula dengan banyaknya anak dari Pak Hartono Suryakanta, aku agak lelah bacanyaa. Karena semua anak2nya mengambil peran.
.
Selain itu, aku kurang dapat sih feelnya kenapa Saddam harus menyembunyikan Tatyana dari ayahnya bahkan setelah mereka bertunangan? Mengapa sebegitu bencinya atharvan kepada ayahnya? Juga anak2 Hartono lainnya. Ada beberapa hal yg kurang aku mengerti dari buku ini. Namun aku suka sosok Malina. Wohooo 👌
.
Bagi yang sudah membaca, bagaimana respon kalian? Atau memang aku saja yg gak sealiran dengan jalan ceritanya? Maafkaaan 🙏
.
"Aku selalu bermimpi menikahi pria yang kucintai. Yang membuatku jatuh cinta hingga lupa segalanya. Bahkan setelah aku menemukan seseorang yang aku cintai. Aku masih tidak bisa lupa segalanya. Aku menolak pinangannya..."
Displaying 1 - 8 of 8 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.