Pernahkah kita "nguping" pembicaraan orang lain, tanpa kita sengaja mau nguping? Pasti pernah banget! Di angkutan publik, di pasar, di halte, di toko, di ruang pertemuan, di pantai, di toilet umum, di antrean, dan masih banyak lagi. Rasanya "nguping" adalah salah satu aktivitas sehari-hari kita :D
Inilah yang dengan cerdas diangkat oleh Oslo Davis, seorang jurnalis yang juga jago gambar. Dia membuat gambar-gambar keseharian "nguping" orang lain.
Ada seorang istri yang mengembalikan baju suaminya di sebuah toko, karena baju tersebut kekecilan. tapi coba apa yang dikatakan si istri ke staf toko: "I have to return this, my husband's slim fit days are long gone."
Ada seorang ayah yang berteriak-teriak pada anaknya di lapangan.
Ada seorang anak muda yang sedang berbicara dengan ibu tua berhijab di halte bus. Teksnya: "My hoodie is my burqa." (Saya membayangkan, sebelum berkata seperti itu, apa ya yang anak muda dan ibu tua tsb obrolkan?)
Ada juga seorang perempuan yang berteriak histeris di baggage claim, karena barang-barang pribadinya berceceran :D.
Dan ada banyak lagi.
Saya jadi ingat buku Nguping Jakarta, yang memotret keseharian aktivitas warga Jakarta. Bedanya, Nguping Jakarta lebih banyak mengangkat "keseleo lidah" yang kocak dan konyol. Sedangkan Overheard lebih umum dan beragam.
I've been a fan of Oslo Davis' illustrations in various media for years. He is one of the many talented artists who influenced my drawing style. This year I happened to find his book on Big Bad Wolf, and I ordered it without thinking twice.
Overheard is a compilation of previously published cartoons in The Age newspaper. It consists of his observations through eavesdropping on strangers in the city. It's been a long time since I've overheard someone's conversation in a public place since I've been staying at home as long as I can in this pandemic. This book brings back the familiar feeling of accidental eavesdropping and knowing that we have the same insecurities and ridiculousness in life as someone else. And from their stories or complaints, we're also able to humanize the strangers on the street to whom we usually just pay no attention.
These snippets of conversation are witty and very candid. The illustrations given here are also captivating and helpful for understanding the context of the conversation. I enjoy reading almost all of them. I just wish there were more themes and cartoons included because 143 pages still left me wanting more.
Sebagai seseorang yang suka banget mengobservasi orang lain, bahkan kadang "kepo" sama apa yang dibicarain orang-orang di sekitar, buku Overheard: The Art of Eavesdropping karya Oslo Davis ini kayaknya buatku, deh. Ini adalah buku hasil "nguping" orang-orang di berbagai tempat: di toko buku, di museum, di taman, dan masih banyak lagi.
Ilustrasi di buku ini bagus-bagus dan sangat khas! Andai semua ilustrasi dibuat berwarna, pasti akan lebih menarik! Meski buku ini cukup menarik, sayang hasil ngupingnya enggak terlalu ngena. Mungkin karena beda budaya, bahasa, dan jokes.
4.5 stars. An excellent demonstration of Oslo Davis' powers of observation/eavesdropping and wry sense of humour. These vignettes seem very Melbourne, yet very universal at the same time. Totally hilarious.