Jump to ratings and reviews
Rate this book

Dharitri

Rate this book
Pada tahun 2279, seratus lima puluh tahun setelah Perang Dunia III meletus, sisa umat manusia dikumpulkan dalam naungan Dunia Baru berbasis Persatuan Unit. Dunia baru tersebut diyakini sebagai dunia yang lebih baik bagi umat manusia di Bumi. Pernyataan itu rupanya tidak berlaku bagi Ranala Kalindra.

Ranala yang berusaha kabur dari Persatuan Unit mengalami kecelakaan hingga terdampar di sebuah negeri asing bernama Dharitri dan bertemu dengan makhluk hibrida yang diberi nama Lal. Ranala merasa menemukan rumah baru, yang membuatnya harus menyembunyikan identitas sebagai penduduk Persatuan Unit. Ranala mengubah namanya menjadi Aran, lalu bergabung dengan Adhyasta Hibrida, pasukan elit Bala Karta yang menangani makhluk Hibrida.

Namun, ada seseorang yang mengetahui identitas asli Aran. Seseorang yang selalu mengawasi Aran dan menunggu saat yang tepat untuk menyingkirkannya.

Paperback

First published April 1, 2017

14 people are currently reading
184 people want to read

About the author

Nellaneva

7 books160 followers
Nellaneva menulis untuk melegakan diri. Pada waktu senggangnya, dia bergegas mengabadikan imajinasi ke dalam kata-kata sebelum waktunya di Bumi habis.

Rekomendasi urutan membaca buku fantasi /fiksi ilmiah Nellaneva:
Tujuh Kelana -> Dharitri -> Palagan Nusantara -> Alamanda

Nellaneva dapat dihubungi melalui:
Instagram: nellaneva.books
Email: nellaneva.books@gmail.com
Wattpad: http://wattpad.com/nellaneva

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
79 (42%)
4 stars
84 (44%)
3 stars
20 (10%)
2 stars
2 (1%)
1 star
3 (1%)
Displaying 1 - 30 of 68 reviews
Profile Image for Aoi Matsuzaki.
60 reviews
April 28, 2017
Actually 4.3 dari 5.

Oke. Jadi, setelah tanya ke Kak Nellaneva tentang 'gimana bukunya kok belom nyampe?', lantas berbelit dengan resi yang apdetnya ternyata udah lebih dari sepuluh hari dengan status DELIVERED, penerima bukan atas nama saya, dan alamat yang menyatakan deliv-nya sangat jauh dari alamat sekolah saya (yang kalo mau tau, saya emang kirimnya ke sana biar mempermurah ongkir).


Dan akhirnya, semuanya terbayar hari Selasa. Bu Iin, selaku anggota TU sekolah, berdiri di depan kelas sambil manggil nama saya, dan ngasih paketnya. Sumpah itu momen yang .... ditunggu dan saya langsung salim sama Bu Iin sambil bilang makasih plus plus senyum manis. ULULU.

Sip. Selesai flashbacknya.

So, saya mau komen dari segi cetakan dulu. Pertama liat fisik bukunya, hmmm, oke lah. Bagian depannya bagus. Gak cacat. Fix!

Yang hancur waktu liat cover belakang.

Bukannya gimana ya. Sebagai pecinta buku, saya rada kecewa (banget) liat sampul belakangnya ada goresan, dengan bagian nggak rata yang rada sobek di ujung sampul, dan yada-yada-yada. Jadi, saya langsung inisiatif nyampul bukunya pake plastik.

Bicara soal intrinsiknya ... SUKA! Saya suka banget awalnya, menjanjikan sekali. Persatuan Unit, serasa kayak baca The Hunger Games deh sensasinya. Dan tentang kisah Ranala yang terdampar di hutan itu, entah kenapa ngingetin saya sama cerita di Winter. Hahaha.

Saya udah nemu typo di bab-bab awal. Tapi senyum aja, karena typonya cuma: you know, kurang spasi (jadi dua atau tiga kata kegabung), dan miss di sekitar empat kali dalam hal huruf kapital. Awalnya, saya masih memaafkan typo kurang spasi itu. Tapi akhirnya, kesel juga. Jadi ganggu. Karena typo semacam itu makin sering seiring halamannya makin ke tengah, makin ke akhir.

By the way, buku ini ada misterinya juga. Dengan beberapa clue, kegemaran saya baca Kindaichi yang kasusnya keren minta ampun, dan pengalaman saya baca The False Prince-nya Jennifer A. Nielsen, saya udah bisa nebak siapa si anu, kenapa bisa begini. Yah. Padahal, di awal, saya pikir saya bakal kasih buku ini 4.7 yang dibuletin ke atas. Kekurangan unsur twist itulah salah satu faktor yang bikin saya nurunin rating.

Faktor kedua, entah kenapa saya kurang menikmati karakter Shreyas. Awalnya, saya pikir: OMG cowok kaukasia, muka ramah, dan ahli, giles naksir aing. Tapi karakternya berlanjut menyebalkan, dan bukan berkembang jadi karakter yang klik buat saya pribadi. Saya justru suka banget sama Dylan dan Cakra (oh Cakra unyu sekali). Terus, feel buku ini nggak berasa di bab agak hampir ke ending (entah karena saya lanjut baca di sekolah atau gimana. Tapi menuju ending, rasanya ada yang kurang).

Ketiga, layout super-bikin-gemes di bab 25. Di bab sebelumnya, pakai align justify semua. Tapi di bab dua-lima, jadi left. Kesannya jadi nggak rapi, dan nggak enak dibaca.

Overall, kalo ada yang tanya kenapa saya bisa beli buku ini, semuanya berdasar pada keimpulsifan otak saya begitu liat pengumuman penerbitannya. Saya belum pernah baca Dharitri sebelumnya, satu bab pun. Dan iming-iming pemenang the wattys sungguhlah menggiurkan untuk ukuran novel non-teenfic.

Saran saya buat Kak Nell, mungkin tentang perbaikan alur agar lebih kerasa twist-nya, juga pembangunan feel di chapter-chapter terakhir.

Semangat terus kak Nell! Aku cinta Cakra!
Author 3 books19 followers
November 28, 2017
Baru saja sampai di rumah kemarin, hari itu juga langsung habis di baca. Kenapa? Kareana novel ini ... argh gak bisa dideskripsiin deh. Sampai rela baca hingga jam 12 malam karena seru banget .

Review pertamaku, aku suka banget dengan world building yang dilakukan dengan sang author. Semua dideskripsikan dengan detail, membuatku mudah mengimajinasikan. Karena selama ini setiap bawa cerita fantasy, sci-fi, atau yang berhubungan dengan dunia lain, aku seringkali mengalami kesulitan dalam membayangkan dunianya. Seperti mislanya, bagaimana sistem pemerintahannya? Bagaimana sistem militernya? Budaya apa yang dianut warganya? Dan oh gosh, Dharitri really nailed it!

Mungkin world building adalah hal yang paling kusuka di novel ini. Serius deh, mungkin dua jempol gak cukup. Aku bener-bener suka banget. Cukup baca sekali deskripsi, sudah langsung bisa membayangkan. Sementara biasanya jika baca cerita lain, kadang harus baca beberapa kali dulu untuk mendapatkan bayangan yang jelas.

Kemudian character building. Aku suka dengan perkembangan karakter Ranala a.k.a Aran di sini. Dimulai dari gadis biasa yang kikuk bersosialisasi, ia menjadi karakter yang begitu kuat. Mungkin perubahan karakternya agak terlalu cepat, tetapi menurutku tak begitu masalah. Karena mungkin saja, jati diri asli Aran yang memang pemberani, rela berkorban, penolong, dan setia kawan akan muncul ketika ia berada di dunia yang memang tepat dengannya. Terutama hubungannya dengan Lal. Uh aku pengen banget jadinya punya peliharaan kaya Lal .3. lucu banget :(

Aku juga suka dengan perkembangan karakter Cakra dan hubungannya dengan Aran. Perkembangan hubungan mereka tidak cepat-cepat, juga tidak pelan. Karena memang butuh waktu bagi dua orang yang bermusuhan menjadi kawan, dan sang author ini lagi-lagi berhasil dalam hal ini!

Shreyas memiliki karakter yang unik juga. Aku suka gimana cara Kak Dhira mengembangkan dan membuat karakter ini. Serius deh, Shreyas itu bener-bener ga bisa ditebak. Persis kaya sosiopat banget dan mulai mikir ini authornya ko bisaan banget ya bikin karakter kaya dia. Mungkin karakter favoritku adalah dia karena ... entahlah, aku juga tidak tahu. Meski agak licik, dia baik dan peduli pada sesama. Apalagi ketika adegan yang di ending di mana dia ehm...(spoiler alert) mecahin itu tuhhhh. Ehe. Dan yang kusuka dari dia juga adalah dia begitu cerdas untuk berpikir di endingnya! Suer deh, aku bener-bener shock dengan plot twistnya. Alasan lain aku suka dia karena (#fangirlmodeon) OH MY GOD KARAKTERISTIKNYA DIA MIRIP DENGAN KARAKTER NOVELKU SENDIRI, YAKNI RAMBUT HITAM, MANA SAMA-SAMA PRAJURIT. DUH KAK DHIRA, KARAKTER KITA BISA JADI KEMBARAN LOH! T-T #Shreyas4Life #fangirlmode off

Dan by the way, konfliknya juga wow banget. Harus kuakui, konfliknya cukup rumit (ketika belum baca cerita ini dan bacain review-reviewnya, aku udah duga pasti rumit konfliknya dan ternyata iya rumit) tapi subhanallah sekali mudah dimengerti T-T Bahasanya ringan banget, aku suka. Gak bertele-tele juga. Dan bagaimana cara Kak Dhira merangkai setiap kejadian saling berhubungan satu sama lain juga membuatku teringat dengan Om Darwis Tere Liye yang pinter banget bikin hal semacam itu. Duh, suka pisan pokona aing mah!

Kekurangan buku ini? Tidak banyak. Aku hanya menemukan beberapa typo di beberapa halam, barangkali nanti bisa dibenerin lagi ya kalau cetak ulang. Dan sebenernya ada 1 hal yang bikin aku bertanya-tanya. Yakni ketika lengan Aran patah dan dia pake gips. Logikaku soalnya kalau di negara dengan budaya tradisional seperti Dharitri, sudah ada kah gips? :'3 aku hanya bertanya itu, dan karena otakku hanyalah otak remaja, aku masih bingung sedikit :'3

Intinya, Dharitri itu buku yang komplit. Thrilling ada. Action ada. Sci-Fi ada. Fantasy ada. Romansa ada. Unik iya. Tolong perbanyak penulis seperti Nellaneva ini haduh T-T

Mungkin itu saja review dariku. Thumbs up buat Kak Dhira! Ditunggu novel lainnya :3 insya allah aku beli!
Author 3 books29 followers
July 17, 2017
Ini bagus! Jadi rating sebenernya 3.5* atau 7/10. Plotnya rapi, tulisannya rapi. Cetakannya gak rapih sih, ada banyak kata tanpa spasi. Tp kalau mengabaikan itu semua, ini lumayan bagus. Tokoh Aran atau Ranala sebenarnya menyebalkan dan ada banyak kejadian yg 'ujug-ujug' tanpa proses mendalam. But again, everything is mengalir dan kisah Aran sukses membangkitkan jiwa remaja dalam diri saya hingga saya bergumam "uwuwuwuwuwuwuw"
*gak jelas*
*abaikan*

Semoga penulisnya bikin lagi kisah yg lebih kompleks yaaa....
Profile Image for Dinar Widyasmara.
121 reviews6 followers
October 12, 2019
Love the idea!!! Ayolah banyakin yang kaya begini di perbukuan Indonesia, supaya kita punya lebih banyak bahan bacaan buatan anak negeri. Soalnya saya kalau baca fantasi seringnya terjemahan. Jadi saat buku ini berseliweran di IG, saya langsung pengen baca.

Dunia di masa depan yang mengalami perubahan signifikan akibat perang nuklir. Tapi ada dua dunia. Yang satu penuh dengan peraturan ketat, yang satu lagi hidup dengan kearifan lokal. Seakan penulis menyajikan dua pilihan masa depan dunia. Kamu mau yang mana? hehe

Oke, abaikan yang di atas, saya melantur.

Yang saya suka dari fantasi adalah dunianya. Dunia dengan tatanan baru dan kehidupan baru. Selalu berhasil membuat saya kagum dengan penulisnya, orang yang menciptakan dunia baru itu. Begitu juga dengan buku ini. Dunia baru, Persemakmuran Unit dan Dharitri yang ada di buku ini, berhasil membuat saya terkagum-kagum. World building-nya kece parah.

Terlebih setelah masuk Dharitri, berasa banget Indonesianya. Buku fantasi luar memang banyak yang mengambil latar yang di hutan atau pedesaan atau yang lainnya, tapi entah kenapa ini rasanya kayak deket aja, berasa Indonesianya gitu. Dan itu membuat saya bahagia. hehe

Konflik dan pengembangan karakternya juga saya suka, tidak memaksakan walaupun bikin gregetan. FYI, saya lebih suka Candra dibanding Shreyas, dan yang paling paling paling saya suka itu, Lal. Ga ada yang paling bikin saya kangen sama buku ini, selain Lal. Entah kenapa saya sedih kalau harus pisah dengan Lal.

Oke, daripada saya malah nge-bucin Lal kan yah, mari kita sudahi. Pokonya buku ini amat sangat layak kalian baca, penyuka fantasi malah kayaknya wajib banget baca ini.
Profile Image for Shelly.
Author 2 books44 followers
July 22, 2018
Banyak yang mengira novel ini sarat akan distopia, termasuk saya. Nyatanya tidak seperti itu.
ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ
Jangan khawatir soal genre. Baik science fiction maupun fantasi terbangun dan berpadu dengan cukup baik dalam buku ini. Berlatar di tahun 2279 masehi, dikisahkan bahwa Dharitri adalah sebuah pulau yang dulunya bernama Borneo. Ya, bisa dikatakan novel ini menggunakan latar Indonesia di masa depan.

description
ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ
Sebuah insiden membuat Ranala Kalindra bertolak dari Unit 41 ke sebuah pulau bernama Dharitri. Dharitri tidak seperti Unit 41. Tidak modern, tidak ada polusi, tidak ada robot. Ranala sendiri tidak tahu bagaimana ia bisa berakhir di pulau itu. Ia hanya tahu, ia jatuh ke sungai yang terletak di Unit 41, lalu ketika siuman ia sudah berada di Dharitri.
ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ
Begitulah cerita ini bermula. Bagian awal cerita ini memang dipenuhi narasi, tapi jangan khawatir. Cerita ini dibawakan dengan sangat mengalir dan sederhana.
ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ
Satu hal yang saya salut dari cerita ini, sudah pasti tentang pengambilan latar Indonesia (jarang lho, novel scifi-fantasi lokal semacam ini). Juga, penamaan tokoh². Sang naga hitam milik Ranala bernama Lal—nama yang cukup adorable dan sangat cocok utk naga tersebut. Nama 'Dharitri' dari Bahasa Sansekerta pun memiliki wibawa tersendiri (beneran, nih). Hehe.

Walaupun konflik utama baru mencuat di akhir, tapi subkonflik-subkonflik mewarnai tiap pergerakan cerita. Cukup mulus, menurut saya. Sesuai dengan kebutuhan cerita itu sendiri.
ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ
Mengenai karakter tokoh, banyak yang saya suka. Ranala cukup sinis dan cuek. Lal yang sangat adorable. Keluarga Sambas yang hangat. Noui, sosok tegas namun bermurah hati. Shreyas, misterius. Dylan, lucu. Mereka favorit saya.❤ ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤ

Adegan favorit saya, ketika para Adhyasta Hibrida bertemu dengan Noui dan naga-naga es lainnya.
ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ
Jujur saja, bagi saya, Dharitri menunjukkan perkembangan penulisan cukup signifikan​. Saya membahas perkembangan penulisan karena saya pernah membaca karya Nellaneva sebelumnya—Tujuh Kelana. Dharitri sangat layak pula memenangkan Wattys 2016. Semoga penulis bisa semakin berkembang.
ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ
Satu hal lagi, mengenai unsur romance. Tidak terlalu manis, tidak terlalu pahit. Cukup, pas porsinya! Sangat pas, jadi saya sangat suka~
ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ
Kutipan-kutipan favorit saya:
ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ
Persetan dengan cinta, itu omong kosong! Hanya akal-akalan dan buai bualan untuk manusia lemah! - Ranala, hlm. 255

ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ
"Jadilah sepertiku, menyukai buku-buku. Mereka tidak akan menyakiti." - Dylan, hlm 370

ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ
Terakhir, saya mengucapkan terima kasih pada Nellaneva yang telah menulis cerita ini. Sukses terus, yaaa~

Terima kasih juga sudah menyertakan nama saya di Ucapan Terima Kasih!❤ ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ

Terakhir, maju terus fiksi science fiction dan fiksi fantasi Indonesia! Horyeaaaah!

Poin saya untuk Dharitri: 4/5
1 review
March 19, 2017
[Spoiler Alert]

Dhartiri benar-benar menyajikan sebuah aksi kolosal dan transformasi karakter yang jarang ditemui di rak buku fiksi Indonesia zaman sekarang. Konsep proposional antara fiksi ilmiah, fantasi, post-apocalypse, distopia, dan romansa, merupakan suatu daya pikat tersendiri bagi peforma novelnya.

Bermula dari aksi bunuh diri seorang wanita di sebuah sungai, dan berakhir dengan intrik keluarga pemerintan di sebuah negara, penulisnya, saya akui, memang telah berusaha mematangkan tiap aspek dari novelnya. Latar, dunia, dan karakternya, dibangun dengan serius. Sebuah implementasi dari butterfly effect yang mengagumkan. Saya seperti melihat perpaduan dari Hunger Games dan How To Train Your Dragon.

Tema dan premis berbeda dari selera mayoritas pembaca pada umumnya. Premia yang diangkat begitu sederhana, yakni transformasi mental dan fisik yang dialami karakter-karakternya, terlepas dari tema-tema dan premis tambahan yang dibubuhkan ke dalam novel, inilah yang membuat saya tertarik. Eksplanasi ilmiah bagi beberapa aspek penceritaan, terutama ketika Aran mengunjungi Perpustakaan Dharitri, atau saat Aran akan melawan Shreyas di Laga, bukanlah sekadar gimmick atau tempelan belaka, seperti di beberapa tren buku fiksi ilmiah Indonesia. Ia memiliki peran krusial bagi eksposisi background karakter dan jalannya alur cerita, sama sekali bukan sebagai strategi gimmick marketing untuk menjual.

Treatment bagi karakter Aran, yang semula pengecut, menjadi pemberani dengan berbagai rintangan yang dihadapinya. Berkat penokohan yang kuat, juga background tiap karakter yang dipaparkan melalui eksposisi dan alur maju-mundur, karakter-karakter milik sang penulis dapat berkembang pesat tanpa ada paksaan dari plot utamanya. Dengan kata lain, karakternya semakin realistis, tidak berbau RPG klise, dan bukan abal-abal. Dengan adanya unsur romansa antara Aran dan Shreyas, saya merasa Dhartiri lebih condong sebagai sebuah roman, 'tapi bukan roman picisan dengan bahasa yang picisan. Anda bisa melihatnya melalui emotional development karakter-karakternya, terutama pada satu adegan eksplisit yang signifikan bagi relationship antara Aran dan Shreyas.

Shreyas, dingin, cuek, dan complicated, juga terkadang hipokrit. Tidak heran bahwa baik Aran maupun Shreyas sama-sama destruktif dan memiliki masa kecil yang kurang baik dan keduanya menyadari akan kemiripan mereka di akhir cerita. Keduanya dipertemukan di Dharitri dengan adanya pihak ketiga yang diam-diam mengintervensi, yakni Cakra, putra Presiden Mandala. Mereka semua adalah anggota Adhyasta Hibrida, pengendali hibrida-hibrida aneh hasil eksperimen di masa lampau. Shreyas sendiri, entah kenapa, punya aura persuasif seorang alpha male bagi seorang skeptis seperti Aran, meskipun di sini diceritakan ia adalah karakter yang bermuka dua. Sementara itu, karakter antagonisnya ternyata sudah muncul dari awal, sebagai pengamat licik dan menjadi bagian dari plot twistnya yang lumayan mindblowing. Banyak pembaca dan saudara-saudara yang berhasil dijatuhkan ekspektasinya karena Cakra tetap menjadi seorang jomblo, padahal memiliki potensi secara kedudukan dan wewenang untuk menggaet Aran sebagai Cinderella Dhartiri.

Ditilik dari latar tempatnya, Dhartiri, negara eksotis yang menyimpan berbagai keragaman budaya dan kejahatan terselubung, bisa jadi adalah bentuk prediksi dan refleksi terhadap Indonesia di masa depan, setelah adanya perang nuklir antar bangsa. Penduduknya semi-konservatif dan terkadang idealis, terlepas dari berbagai teknologi yang digunakan dalam peperangan masa silam dan kembali pada alam sebagai mata pencaharian sehari-hari serta penguat kebudayaan leluhur mereka. Namun, entah karena keterbatasan halaman atau kemauan penulis, saya kurang bisa melihat sisi religius atau spiritualitas dari kesaharian penduduknya. Apakah semua bentuk dogma kepercayaan telah dihilangkan demi tercapainya kehidupan damai, saya juga kurang paham. Karena semua hal tidak dapat diekspos secara mendetail seperti halnya mata uang, strata, agama, kendaraan, pakaian, furnitur, dan lain sebagainya karena keterbatasan halaman, hal itu dapat dimaklumi. Sebab penulis juga harus fokus agar tidak melenceng dari premis awal.

Sebagian penulis Indonesia terjebak dalam interior monologue yang bertele-tele dalam sudut pandang pertama, atau eksposisi yang kelewat detail melalui sudut pandang ketiga. Penulis Dhartiri setidaknya berhasil selamat dari dua jebakan tersebut. Saya suka bagaimana caranya membawakan diksi-diksi segar dan analogi-analogi yang mencerminkan intelegensi penulis sebagai seorang penulis handal. Kalimat-kalimatnya mengalir dengan perlahan. Kendati demikian, ia tetap menjaga proporsi agar tidak terjerumus dalam diksi puitis. Pasal pace, saya pikir berada dalam kecepatan standar, walaupun ada beberapa bab tambahan yang mengalami akselerasi pace (yang saya maksud adalah flashback masa lalu Abimana di Dhartiri).

Overall, novel (atau roman) langka ini merupakan bacaan wajib bagi para penulis fiksi spekulatif Indonesia. Sarat akan amanat dan kaya akan pengalaman. Mungkin terlalu dini untuk mengatakan ini, 'tapi saya berharap, ke depannya, novel ini dapat diapresiasi lebih baik lagi. Tidak menutup kemungkinan pula novel ini beredar di toko buku luas jika biaya untuk pemasaran dan crowdfundingnya sudah melampaui ekspektasi.

Bagi penulis, saya hanya berpesan, jangan menyerah dalam berkarya, bisa jadi Andalah yang membawa hawa baru bagi kesusastraan Indonesia kali ini. Saya menulis review ini bukan atas dasar skandal penjilatan atau memanipulasi Anda, 'tapi karena masterpiece milik Anda memang benar-benar patut diapresiasi. Ini membuktikan bahwa penulis minoritas Wattpad juga tidak kalah kerennya dengan penulis-penulis luar dan mayoritas. Semoga review subjektif ini tidak mengecewakan bagi Anda.

[Dari seorang proofreader bangsat dan kritikus gadungan yang tak tahu malu ]
Profile Image for Fahri Rasihan.
478 reviews124 followers
August 27, 2017
Ini merupakan pertama kalinya bagi saya membaca novel fantasi karya penulis lokal, yang ternyata ceritanya tak kalah bagus dengan novel-novel fantasi luar. Mendengar judulnya, yaitu Dharitri, saya langsung terbayang akan budaya Jawa. Tapi ternyata, Dharitri merupakan kata dari bahasa Sansakerta, yang memiliki arti bumi. Cover buku Dharitri juga sukses membuat saya penasaran akan cerita apa yang disajikan didalamnya. Terlihat gambar kepala seekor naga yang gagah dengan latar berwarna hijau tua, membuat cover buku ini semakin cantik dan misterius. Apalagi dengan font tulisan yang unik, semakin menegaskan tema fantasi yang sangat khas nusantara.

Tema yang diangkat masih sama seperti novel dystopia lainnya, yaitu sistem pemerintahan di masa depan. Dimana dalam Dharitri diceritakan Dunia Baru yang terbentuk setelah Perang Dunia III. Semua bentuk teknologi dan senjata perang dimusnahkan, yang membuat masyarakat di Persatuan Unit harus hidup tanpa adanya teknologi serta harus dikungkung oleh peraturan pemerintah yang ketat. Akan tetapi, ada sebuah negara bernama Dharitri yang memisahkan diri dari sistem pemerintahan Persatuan Unit. Di Dharitri, masyarakat hidup secara tradisional, di sana juga terdapat sisa hewan-hewan Hibrida yang dahulu digunakan sebagai senjata perang dalam Perang Dunia III.

Terdapat tiga tokoh utama dalam Dharitri, yaitu Ranala Kalindra, Shreyas, dan Cakra Gemintang. Ranala Kalindra merupakan seorang gadis yang tinggal di Unit 41. Karakter Ranala sendiri digambarkan sebagai gadis yang introvert dan pemalu. Ini disebabkan karena kurangnya perhatian orangtua Ranala, serta terlalu banyakan tuntutan dan tekanan yang diberikan kepada Ranala. Untuk menutupi kekurangannya itu, Ranala sering kali bersifat kasar dan ketus kepada setiap oramg yang akan mendekatinya. Shreyas yang merupakan anggota dari divisi Adhyastya Hibrida, memiliki sifat ramah sekaligus misterius. Ini dikarenakan Shreyas baru bergabung dengan pasukan Bala Karta. Selain itu, sifat Shreyas juga sering berubah-ubah, terkadang baik, tapi terkadang juga menjadi ketus dan mengancam. Terakhir ada Cakra Gemintang, yang merupakan anak dari Presiden Mandala. Cakra juga merupakan kapten divisi Adhyastya Hibrida di pasukan Bala Karta. Memiliki sifat yang sedikit menjengkelkan dan pemberani. Meskipun Cakra merupakan anak seorang presiden, tapi dia selalu royal terhadap bawahannya di divisi Adhyastya Hibrida.

Alur yang digunakan adalah alur maju-mundur yang menceritakan petualangan Ranala serta sejarah awal mula dibentuknya negara Dharitri. Cerita dimulai dari Ranala yang jatuh ke dalam sungai beracun hingga petualangannya di negara Dharitri. Ceritanya sendiri cukup mengalir, dengan penjelasan yang mendetail, meskipun ada beberapa bagian cerita yang terkesan 'tiba-tiba', tapi secara keseluruhan ceritanya sendiri sangat seru. Selain itu penggambaran tokoh dan tempat pun sangat jelas dan tidak berlebihan. Sudut pandang yang digunakan adalah sudut pandang orang ketiga melalui tokoh Ranala.

Gaya bahasa yang digunakan cukup sederhana dan mudah untuk dimengerti. Terdapat juga beberapa istilah, seperti Hibrida, tetapi untungnya sang penulis menjelaskannya dengan mendetail. Namun, saya kurang begitu nyaman dengan typo yang bertebaran, seperti tanda baca yang hilang dan spasi.

Konflik yang terdapat dalam Dharitri adalah bagaimana Ranala yang terdampar di Dharitri, harus berurusan dengan pasukan Bala Karta akibat aksinya di dalam Laga. Di satu sisi, Ranala tidak ingin terlibat dengan divisi Adhyastya Hibrida, tapi di sisi lain, dia juga mulai akrab dengan anggota-anggota lainnya, termasuk sang kapten, Cakra Gemintang. Meskipun Ranala terganggu dengan keberadaan Shreyas.

Secara keseluruhan Dharitri seperti menyindir kehidupan di masa kini, yang mulai individualis akibat kecanggihan teknologi. Nellaneva juga berhasil melakukan riset yang mendalam untuk menulis cerita di dalam Dharitri. Sebuah novel fantasi karya anak bangsa, yang sangat wajib untuk dibaca, karena selain ceritanya yang seru, tapi juga penuh dengan pesan moral yang mendidik.
Profile Image for Dian Achdiani.
207 reviews26 followers
August 12, 2018
Sebetulnya kubosan membaca cerita yang dilabeli dystopia (apalagi kemudian bikin banyak orang salah paham disangkanya scifi itu pasti dystopia, hih!) yang bertema 'perang dunia ketiga tahun [insert angka yg besar] yg kemudian menjadikan teknologi dunia mundur sekian dekade bahkan sekian abad. Tidak semudah itu membuat teknologi mundur...

Tapi yg ini agak lumayan lah. Engga dystopia banget. Dan angka tahunnya engga bombastis (dibanding scifi beberapa alumni wattpad lainnya) lebih real. Walau masih ada beberapa hole plot. Tapi twist-nya oke juga.

Daaaaaaan, ADA NAGA-NYA!!!

Dan kusedih saat naganya
Profile Image for Ayom Wratsangka.
7 reviews3 followers
September 10, 2017
This book is really good.
i like it.

Susunan katanya jelas, lugas, dan bisa benar-benar mengajak pembaca untuk masuk ke dunia "DHARITRI".

Thanks for the imagination experience Nellaneva.

And happy reading for all.
11 reviews1 follower
October 31, 2017
Satu kata untuk buku ini adalah keren. Aku suka cerita dengan genre fantasi, tapi buku ini menyuguhkan fantasi yang berbeda dari biasanya. Apalagi penggunaan diksinya!

Cerita fantasi dari penulis lokal dan berlatar di Indonesia.

Suka banget aku sama buku ini meski diawal aku cukup lama membacanya dan membutuhkan mood ekstra untuk melanjutkan bacaanku yang sempat terhenti. Tapi setelah mencapai halaman 80 lebih aku rasanya ga mau berhenti dan ingin segera menamatkan cerita ini.


Cerita semakin seru dari halaman ke halaman apalagi setelah muncul Shreyas dan Cakra❤.

Untuk ending sendiri aku rasanya kok ga rela cuman berhenti sampe disitu😅.

Dan aku suka dengan tulisan Nella (fix masukin ke list author fav).

Aku rekomendasiin buku ini. Apalagi bagi kalian yang suka dengan genre fantasi, harus ikut mencicipi juga!
Profile Image for Maryanti Abubakar.
9 reviews
April 13, 2018
menarik dan menghibur.
harusnya buku ini berseri! dan ini adalah buku pertama yg sangat bagus, coll.. jalan ceritanya mengalir, gaya bahasanya mudah dimengerti.. ide ceritanya juga bagus dan pesannya juga sampai ke pembaca. complete! karakter, plot, ide cerita fantasy dytopian... recomended lah.
Profile Image for Dhia Citrahayi.
Author 3 books21 followers
September 12, 2018
Nice story!

Di antara beberapa karya fiksi fantasi/ilmiah dari penulis indonesia yang pernah saya baca, sedikit sekali yang benar-benar bisa saya selesaikan hingga akhir. Kendalanya apa? Gaya bahasa, cara bercerita, dan cerita dari novel itu sendiri. Dan saya bisa menyelesaikan novel ini karena gaya bahasanya nyaman untuk dibaca alias nggak bikin sakit kepala, sekalipun terkadang ada kalimat yang menumpuk dan nggak efektif, tapi bagi saya itu bisa dimaafkan.

Sebelumnya, saya kenal Nella neva dari wattpad. Cerita-cerita yang dia buat sering sliweran di laman rekomendasi dan yang pernah saya baca adalah Tujuh Kelana. Dari pada Dharitri, sebenarnya saya cenderung lebih suka dengan Tujuh Kelana. Karakterisasi heroinenya lebih kuat dan meyakinkan di Tujuh Kelana. Sementara untuk Aran/Ranala sendiri, saya merasa karakterisasinya labil.

Ranala menyebut dirinya pengecut. Namun sekali waktu dia terlihat amat-sangat berani. Kemudian, tiba-tiba dia berubah jadi galau, lalu balik lagi ke watak yang lain. Sedari awal saya baca ini, saya ngerasa terganggu dengan karakterisasi Ranala yang berubah-ubah. Saya berusaha memahami kenapa karakternya terasa kurang konsisten, mulai dari masa lalu Ranala, kekecewaannya, lalu pandangannya. Tapi..., saya masih kurang bisa menangkap, kenapa Ranala sifatnya berubah-ubah seperti ini. Mungkin akan lebih enak kalau karakternya dibuat berubah sedikit demi sedikit, sampai dia menemukan jati dirinya.

Untuk tokoh utama laki-laki, yaitu Shreyas, karakterisasinya lebih mantap dari Ranala. Sifat dan sikapnya konsisten, tetapi begitu menginjak di akhir cerita. Saya merasa karakterisasinya agak lepas kendali, sehingga sifat-sifat yang sebelumnya nggak terlihat, secara 'tiba-tiba' keluar begitu saja dari diri Shreyas. Terutama di bagian ketika dia nendang-nendang mayat pemberontak. Kayaknya keluar dari karakter dia banget.

Ceritanya sendiri menarik, mengenai kisah petualangan Ranala dan Shreyas dengan latar distopia. Kalau dibilang ini cerita distopia, kayaknya kurang masuk, karena lebih mengedepankan ke petualangannya Ranala di sebuah Negara bernama Dharitri. :D

Bab-bab awal, saya terkesan dengan penggambaran dengan dunia Dharitri yang tradisional dan berkebalikan dengan dunia yang ditempati Ranala selama ini. Sayangnya, kesan saya sedikit turun ketika Ranala main di Laga dan bertanding dengan anak presiden.

Enggak tahu kenapa, saya ngerasa kasihan sama si anak presiden. Logikanya, sebagai kapten divisi, seharusnya dia kuat dan bisa mengalahkan Ranala, sih. Karena Ranala 'kan, juga 'baru' belajar sebagai penjinak Hibrida. Nah, ini mbalik lagi ke bagian karakterisasi. Jadi si Ranala tetiba bisa mengalahkan kapten divisi itu rasanya.... semacam keajaiban bagi saya :'D

Selain itu, hal yang turut mengganggu di novel ini adalah kegilaan salah satu tokoh. Yang mana dia mengatur sedemikian rupa untuk menghancurkan sesuatu, tetapi menyuruh tokoh lain yang melakukannya (yang belum tentu dia mau melakukan), daaaannn..... tokoh tersebut tetap akan menghancurkan sekalipun si tokoh yang disuruh enggak mau.

Saya merasakan kemblunderan di situ. Kalau secara sederhana, lebih baik si tokoh gila itu main perang langsung sama si presiden, dari pada kucing-kucingan dan berakhir dengan kemblunderan besar, kan? Plot holenya ketutup sih, apalagi dengan penjelasan-penjelasannya. Namun, semakin dijelaskan, ternyata justru ada 'miss' yang semakin besar. Dengan kata lain, pemikiran si tokoh gila ini sama sekali enggak praktis. Saya pikir, dia memang semakin menggila setelah ngebunuh adiknya.

Dan endingnya antiklimaks banget. Saya serasa dihempaskan ke tumpukan kapas setelah membaca epilognya. Seolah-olah, cukup sampai di sini perjalanan Ranala dan Shreyas. Sebetulnya saya mau ngomel, karena masa' cuma segitu aja? Kan nanggung banget. Apalagi hubungan Ranala dan Shreyas juga nggantung.

Mereka itu saling mencintai nggak sih? Itu kenapa di akhir cerita, Ranala sok-sokan rada jual mahal ke Shreyas?

Saya serasa dibuat ngambang. :')

Lebih dari itu, saya menikmati cerita ini. Kisah petualangannya menarik dan distopia nggak melulu mengenai analisis tentang pemerintah, tentang kebebasan, atau pun tentang peperangan besar. (Kadang saya pun eneg baca kebanyakan distopia yang kayak gini). Distopia rasa baru ini termasuk nyegerin buat pikiran saya. Daaan... makin banyak penulis-penulis fantasi/ilmiah yang kemampuan menulisnya terasah. Saya berharap, makin banyak penulis-penulis seperti ini, sehingga bisa menampilkan sisi lain dunia fantasi/ilmiah di ranah penulisan nusantara.

Sekian~~

This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Nurul.
311 reviews38 followers
October 29, 2017
Full review bisa dilihat di https://dailybooksread.wordpress.com/...
.
Novel beralur maju-mundur ini menggunakan sudut pandang orang pertama yaitu Ranala. Untuk alurnya, bisa dibilang tidak terlalu cepat atau lambat, jadi sedang-sedang aja. Tapi di awal-awal terlalu banyak narasi, karena untuk penggambaran kehidupan Ranala dan tempat-tempatnya. Covernya juga eye-catching banget nggak ngerti lagi.
.
Untuk penggambaran karakternya udah cukup kuat, namun ada beberapa karakter lain yang kurang digali. Dan, penggambaran setting tempat yang penulis lakukan sudah baik. Saya jadi mudah membayangkannya dan world-buildingnya dapat.
.
Sebenarnya 4,5 bintang untuk Dharitri 🌟🌟🌟🌟 terima kasih kak Nellaneva sudah memberi saya kesempatan untuk membaca bukunya. Saya suka banget kayak bukan distopia lokal sangking bagusnya. Ditunggu karya selanjutnya 🤗
Profile Image for Ika.
103 reviews3 followers
October 19, 2017
Pertama kita membuka novel ini, kita diajak bertemu dengan Ranala Kalindra, salah satu penduduk unit 41, Persatuan Unit.
.
Ranala seorang perempuan yang tidak bodoh namun kehidupan sosialnya tidak bisa dibilang baik.
.
Gadis itu sangat membenci semua hal kehidupannya di Unit 41 dan kebenciannya bukan tanpa sebab. Apa yang terjadi pada Ranala sehingga ia sangat membenci kehidupannya?
.
Malam itu, Ranala mengabaikan Jam Malam di unit tempat tinggalnya. Gadis itu terus melangkahkan kakinya menjauhi pusat kota dan sampailah ia di jembatan penghubung Unit 41 dan 42.
.
Ia pun bertemu dengan 2 orang penjambret dan berakhir tercebur ke dalam sungai terlarang unit 41. Nah lho... gimana nasib Ranala selanjutnya? Apakah nyawa Ranala tertolong?
.
.
Ketika tubuhnya tercebur ke dalam sungai, Ranala segera memejamkan mata seolah menikmati waktunya untuk segera bertemu dengan Tuhan. Namun, keadaan berkata sebaliknya, Ranala selamat dan dirinya terdampar di sebuah hutan lebat yang sangat berbeda dari unit 41. Kenyataan itu membuat Ranala lega, walaupun dia tidak jadi meninggal, dia sudah jauh dari tempat tinggalnya. Setidaknya dia tidak perlu melihat murka sang ayah dan tangisan sang ibu.
.
Ranala bertemu dengan seekor Naga yang terluka ketika ia melanjutkan perjalanannya untuk mencari pemukiman. Setelah 3 hari bermalam bersama Lal, nama yang ia berikan untuk Naga tersebut, ia memberanikan diri untuk mencabut panah yang tertancap di sayap Lal. Sejak saat itu, Ranala dan Lal menjadi rekan sejati.
.
Berminggu-minggu berada di dalam hutan, akhirnya Ranala dan Lal bertemu dengan manusia, yang memperkenalkan diri sebagai Sambas. Pria itu berbaik hati mengajak naga dan gadis itu ke pondok tempat tinggalnya.
.
Istri Sambas menyuguhkan makanan untuk Ranala. Gadis itu baru pertama kali melihat makanan itu, nasi tahu dan tempe. Sambas dan istri mengernyitkan dahi ketika melihat reaksi Ranala. Mereka segera menutup pintu ketika Ranala menyebutkan daerah asalnya.
.
"Salah besar! Kamu tidak seharusnya berada disini! Harusnya kusadari kamu bukan pribumi sejak melihat penampilanmu!"
_
"Ini adalah Dharitri,"
— Hal. 40-41

Melihat ekspresi khawatir dan gelisah dari Sambas dan keluarganya, jadi penasaran ada apa sebenarnya antara Persatuan Unit dengan Dharitri?
.
Wabah malaria yang menyerang Desa Wanadu, membuat Ranala berinisiatif untuk mengikuti Laga di Rayon Pusat. Dia mengubah penampilan dan namanya. Berhasilkah ia di Laga tersebut?
.
.
Cakra Gemintang —juara pertama Laga Puncak tahun sebelumnya— merupakan lawan Ranala di Laga Penyisihan. Pertarungan yang cukup sengit antara Ranala dan Cakra.
.
Aku merasakan deg deg an saat membaca adegan pertarungan antara Ranala dan Cakra serta Lal dan Patron, Hibrida Iguana besar milik Cakra. Benar-benar menegangkan.
.
"Mengacungkan pedang ke depan hidung seseorang bukan cara yang baik untuk memulai negosiasi, Saudara ... Aran?" — Hal. 87
.
Aran... identitas palsu yang dipakai Ranala untuk mengikuti Laga. Kenapa Ranala harus mengubah namanya menjadi Aran? Dan kenapa ia berani mengacungkan pedangnya ke depan muka sang Presiden Dharitri?
.
"Selamat datang, Aran, di divisi Adhyasta Hibrida." — Hal. 95
.
Setelah Laga Penyisihan, Ranala masuk ke Adhyasta Hibrida. Pasukan mereka ada 5 orang, Cakra Gemintang merupakan kaptennya. Brenda Hampra, Dylan Sunther, Malakar Kuyaf, Santos Jemenez dan Shreyas, ditambah Aran, makin memperkuat formasi divisi tersebut.
.
"Tahu apa yang kutahu? Kamu bukan penduduk asli Dharitri." — Hal. 113
.
Nah lho.. Shreyas mengetahui identitas Aran yang sebenarnya. Setelah kejadian itu, Aran menjaga jarak dengan Shreyas. Siapa sebenarnya Shreyas ini?
.
"Lawan tersulit adalah lawan yang mengenakan topeng ekspresi." — Hal. 151
.
Aran diserang Hibrida Hyena saat akan mengunjungi Lal, serangan itu membuat Aran menderita patah tulang, "dibebastugaskan" sementara waktu.
.
Aran menghabiskan waktunya di perpustakaan, salah satu bacaannya saat itu, Kerajaan Dharitri : Sebuah Ikhtisar yang menceritakan tentang Raja Keenam Dharitri, Raja Abimanyu Dharitri. Feelingku mengatakan ada hubungannya antara Shreyas dan Raja Abimanyu.. sungguh penasaran euy dengan Shreyas.
.
"Sejauh ini, hanya hipotesis tersebut yang dapat kususun. Kasus anggota divisimu yang bernama Aran itu bukan kecelakaan " — Hal. 198
.
.
Aran : "Aku sedang menyusun kesimpulan."
Shreyas : "Kesimpulan apa?"
Aran : " Bahwa aku hanya sedang apes di pinggir jembatan Unit 41 dan tahu-tahu malah terlibat dengan intrik keluarga di Dharitri."
Shreyas : "Kesimpulanku, bila kamu tidak sedang sial bertemu denganku, sekarang aku sudah menghancurkan satu pulau"
— Hal. 373
.
.
UNBELIEVABLE!!
Aku tidak percaya aku langsung jatuh cinta dengan Dharitri, serial fantasy lokal karya anak bangsa. Secara aku ini termasuk orang yang susah cross genre namun Dharitri mematahkannya. Aku jadi berani untuk cross genre ke fantasy.
.
Bahasa yang digunakan Dhira enak, ringan dan mengalir. Jalan cerita nya sukses membuat aku penasaran. Apabila tidak disambi dengan kerjaan lain, aku bisa langsung abis melahap Dharitri sekali duduk.
.
Alur yang digunakan dalam novel ini alur maju mundur, sehingga kita tau cerita di masa lalu. Dharitri menggunakan sudut pandang orang ketiga. Tidak hanya romansa yang ditawarkan, namun persahabatan, kerjasama antar tim, tolong menolong serta kasih sayang antar sesama dan hibrida juga terangkum jelas dalam Dharitri. Dhira sukses mengemasnya dengan apik.
.
Banyak sekali kejutan yang akan kita temukan ketika membaca Dharitri. Aku aja sampe ternganga membaca Dharitri.
.
"Astaga.. jadi dia ini..." atau "ya ampuuun kok Shreyas tega siey..." atau juga "matii.. kan ketahuan kan" dan masih banyak gumaman yang aku lontarkan ketika berhadapan dengan twist nya. Twist nya KECE BADAI.
.
Aku rekomendasikan novel ini bagi suka cerita ringan yang spektakuler bergenre fantasy walaupun masih ada beberapa typo yang aku temukan.
.
Aku tidak sabar menunggu Dharitri dalam versi cetakan penerbit Mayor, semoga kualitas tulisan dan cetakannya menjadi lebih baik ya.
.
Terima kasih Dhira yang mempercayakan aku untuk memiliki dan membaca Dharitri. Terima kasih pada ICC Publisher. Sukses terus untuk kalian berdua.
Profile Image for Farah Deer Kat.
26 reviews
September 6, 2017
Novel fantasi karya anak negeri yang sangat recommended. Meski di awal alur lambat tapi sama sekali tidak mengganggu saya karena penjelasannya yg penuh detail bagus dan tidak membosankan. Ada banyak typo berupa kalimat2 yg tanpa spasi tapi masih jelas untuk dibaca.

Karakter favoritku adalah Cakra Gemintang bin Mandala Gemintang. Sukaaa banget sama karakter dia di novel ini. Malah jaaauhh lebih suka daripada karakter Shreyas/Ranala yg "bandel". Andai saja Cakra punya lebih banyak scene di novel ini 😢.

Dan asli aku dibuat baper sama endingnya yg tidak sesuai ekspetasiku. Tapi over all aku suka sama ide cerita, plot, setting novel ini. Sungguh layak dibaca 👍👍👍
1 review
May 3, 2019
Buku ini sangat disarankan bagi kalian pecinta novel petualangan dan fantasi. Terlebih lagi, bagi kalian yang antusias dengan buku hasil guratan tangan anak bangsa, seperti saya.

Buku ini menyajikan cerita yang luar biasa, dengan pendalaman karakter yang baik; juga pembawaan alur yang rapih. Ditambah, dunia yang dibangun pun berhasil membawa kesan hidup dan memberi efek seolah kita bisa merasakan suasananya. Pilihan yang baik lah untuk menjadi minum bagi kehausan kalian dalam membaca!
Profile Image for Akaigita.
Author 6 books238 followers
January 9, 2024
rate: 3.5/5

nggg....

mulai dari cover dan fisik buku ini deh.

akuuu suka banget sama covernya. suka sama layout dalemnya. suka sama ukuran buku dan berat kertasnya, juga bindingnya yang nggak kaku. sekilas kalau nggak cermat, kalian bakal nyangka buku ini produksi Elex, atau malah GPU, tapi ternyata penerbitnya Histeria. aku suka ilustrasi covernya, warnanya, sampai font covernya. font dalemnya juga bagus, enak dibaca, serif pula (aku agak males baca buku fiksi yang pake font sans serif).

udah puas mengagumi lahirnya, kita ke batinnya yuk, eh, gimana.

setelah baca Alamanda yang lucu parah dan sedih parah, baca ini... terasa... flat.

salah sih emang urutan membacanya ya. harusnya mengikuti perkembangan penulis dari dulu ke kini.

terlepas dari drama romansanya yang menurutku maksain, cerita ini sebenarnya seru, tentang dunia post-apocalypse, tentang pemberontakan, tentang pengkhianatan. tokoh utama kita, Ranala/Aran ini tipikal cewek biasa banget di dunia normal kita, tapi di dunia lain dia jadi penjinak naga. mungkin kita-kita yang mediokernya keterlaluan ini juga punya bakat menjinakkan naga kalau diberi kesempatan #ngarep

world buildingnya sih jangan ditanyalah. memang Nellaneva ini pakarnya. rapi, mudah dibayangkan tempat-tempatnya (dan nggak jauh-jauh juga sebenarnya wkwkwk), dan mendukung plot. soal hewan-hewan hibrida ini juga, meskipun yang bagian naga nggak terlalu original (kayaknya cuma supaya tokoh utama dapet tunggangan paling keren) hewan hibrida lain justru menarik ditelusuri. serasa masuk lab jurassic park #nahlo

shreyas! shreyas ini... apa-apaan sebenarnya. dia kayak tokoh pembunuh psikopat yang dijustifikasi kejahatannya karena masa kecilnya suram. padahal kalau dia nggak seblengcek itu, dia berpotensi jadi prince zuko kedua. cakra yang jabatannya kapten nggak ada wibawa dan powernya di depan shreyas padahal dia nggak punya utang dan aib yang dipegang shreyas.

hmm yaudahlah pokoknya aku selalu menantikan karya terbarunya kak author karena sumpah, semakin ke sini semakin bagus plot, worldbuilding, chemistry, dan tokoh-tokohnya.

oh, mungkin cerita ini sepi karena nggak ada kucing cerewetnya ya...

sukses terus buat penulisnya! <3
Profile Image for Gabrielle.
156 reviews12 followers
October 17, 2017
"Kadang lebih mudah membenci daripada menyukai, karena yang kedua selalu berujung pada pengharapan, dan tidak semua harapan mewujud nyata." -- hal 374, epilog.
.
Petualangan Aran dan Lal sungguh mengasyikkan untuk kuikuti. Dimulai dari penulisan, alur, karakterisasi dan konsep yang unik membuatku tidak bisa berhenti untuk membaca setiap halaman agar tidak melewatkan detail yang penting.

Ending dan penyelesain konfliknya sungguh memuaskan sehingga aku juga bisa menghela napas lega. Dengan beberapa halaman yang tersisa, kak Nellaneva berhasil memberikan solusi yang pas atas segala kesulitan yang dialami Adhyasta Hibrida selama mereka mengurus pemberontakan serta masalah mengenai Aran dan Shreyas yang menyembunyikan identitasnya sebagai warga Persatuan Unit.

Yang kurang mungkin ada pada chemistry Aran dan Shreyas yang beberapa kali terkesan lumayan dipaksakan, aku merasa karakter mereka lebih sering tidak konsisten saat mereka bersama-sama dibanding saat berkelompok atau sendiri-sendiri. Contohnya kayak Aran yang misalnya begini, kalo di depan Shreyas tiba-tiba malah begitu. Jadi terkadang aku tidak bisa merasakan koneksi khusus yang terjadi pada mereka seperti yang mungkin diinginkan oleh penulis. Padahal aku lumayan lemah kalau masalah roman gitu *sigh* *dilempar aran dan shreyas ke jurang*

Tapi mengabaikan hal itu, secara keseluruhan, aku menyukai setiap aspek yang dihadirkan dalam novel ini, terutama unsur fantasi dan aksi yang mendominasi yang belum pernah kutemui di fantasi lokal. Novel yang bagus untuk mengawali bacaan fantasi kelas menengah yang lumayan ringan 😆
Profile Image for PhiliaFate.
Author 1 book22 followers
April 10, 2018
Buku ini sudah mengundang rasa penasaranku sejak dia berkeliaran di wattpad apalagi dengan embel-embel pemenang Wattys. Hanya saja aku tidak berjodoh sampai cerita ini diterbitkan secara mayor.

Singkat cerita aku berhasil mendapatkan buku ini dan membacanya. Ekpetasi awal buku ini begitu tinggi, karena kukira termasuk genre High Fantasy dengan intrik politik yang begitu rumit, tapi ternyata buku ini berisi hal-hal sederhana tentang seorang gadis yang berusaha mencari jati dirinya di negeri Dharitri. Pun demikian, buku ini tetap memenuhi ekpetasiku sebagai buku yang layak dibaca.

Hal pertama yang kusukai dari cerita ini adalah bagaimana Nella berhasil menggabungkan setting nusantara post apokalips dengan sentuhan scifi yang menarik. Setting yang digambarkan begitu apik dan detail lewat rangkaian kata deskripsi, karakter yang unik dan relateable serta world building beserta sejarahnya yang jelas. Segala hal di atas membuat buku ini mendapat empat bintang.

Hanya saja, ada satu hal yang membuatku merasa kurang. Alur. Awal-awal alur cerita ini terasa lambat, aku tidak bisa menebak mau dibawa ke mana corethubungancoret cerita ini. Baru menjelang tengah, alur berjalan baik dengan tempo yang enak dinikmati. Endingnya walau tidak seheboh dan sememuaskan yang kuharapkan, adalah ending yang realistis dan sedikit menggantung (haha!)

Overall cerita ini salah satu fantasy scifi lokal terbaik yang pernah kubaca dan dengan senang hati akan kurekomendasikan ke para pecandu buku.
Profile Image for athiathi.
367 reviews
August 1, 2022
"Semua orang punya kesempatan untuk berubah. Kau tinggal menentukan mau mengambil kesempatan itu atau tidak."

AKU KEMBALI DIBUAT JATUH CINTA DENGAN KARYA DARI KAK NELLANEVA ✨

Kata yang cocok untuk menggambarkan novel ini adalah LUAR BIASA.

Jadi, secara garis besar, novel fantasi ini mengisahkan perjalanan seorang Ranala Kalindra yang bermula ingin kabur dari Persatuan Unit dan berakhir dengan terdamparnya dia di negeri asing bernama Dharitri. Identitasnya harus disembunyikan sebab kalau tidak, ancamannya bisa jadi nyawa.

Ranala menggunakan Aran sebagai nama barunya. Ia bertemu dengan makhluk hibrida besar bernama Lal. Hari-harinya kini terasa lebih berwarna. Aran sendiri tidak percaya akan dapat sebegitu dekatnya dengan Lal.

Waktu demi waktu pun berlalu hingga ia dipertemukan dengan masalah yang mengharuskannya bertemu dengan Adhyasta Hibrida (Shreyas, Cakra, Brenda, Dylan, dan lainnya).

Benar-benar meluaskan imajinasiku. Aku sungguh menyukai novel ini. Gaya penulisannya nyaman, alurnya mengalir dan menurutku pas.

Konfliknya sukses memorakporandakan emosi. Aku dibuat penasaran, marah, senang, berdebarkan, dan terharu oleh novel ini.
Puncak masalahnya tepat sasaran. Makna kehidupan juga turut melengkapi.

Cocok untuk sesiapapun yang ingin berpetualang, mengasah imajinasi, dan ikut merasakan debar tak tertahan.

AKU SANGAT BERTERIMA KASIH KEPADA KAK NELLANEVA KARENA TELAH MENCIPTAKAN KARYA YANG SELUARBIASA INI!

Salam hangat dan sampai jumpa 💛
Profile Image for starrstruck.
19 reviews1 follower
July 1, 2022
Kisah ini bermula ketika seorang wanita bernama Ranala yang hidup di persatuan unit 41 terjatuh ke sungai dan membawanya ke negara Dharitri. Disana Ia berteman dengan hibrida naga, yang diberi nama Lal. Sejak itu, Ranala akhirnya dipaksa masuk ke Adhyasta Hibrida yang diketuai oleh Cakra, anak dari presiden mandala.

Novel Indonesia bergenre fantasi romansa yang pertama kali kukasih bintang 5. Ceritanya seru banget jujurrrr, plot dan ending nya bener bener mantep. Awalnya aku lumayan kesel dengan sikap Aran yang kadang lengah but perkembangan karakter nya dan tokoh lain bener-bener bagusss. Dari awal aku baca ini, khas penulisan nya itu mengingatkanku sama cerita-cerita wattpad pas masih seru serunya dan nggak cerita romantis/geng geng an doangg.

Tbh, awalnya ngerasa si Shreyas ngeselin bgt dan sempet bimbang mau ship-in Ranala sama dia atau sama Cakra wkwkwk. Tapi seiring perkembangan cerita, mereka makin lucuuuu dan bikin saltingg. Pertemanan antara anggota Adhyasta Hibrida dengan Ranala juga bisa dibilang mantep. Oh iya, karena ini latar nya setelah perang dunia ke 3, jadinya author bikin negara negara sendiri yang mana membuatku takjubbb dengan imajinasi nya. Terima kasih banyak author, telah membuat cerita semenakjubkan ini 😳🤯💛
Profile Image for Amaya.
748 reviews58 followers
May 2, 2023
Actual rating: 3,8

Ada keuntungan kenalan sama tulisan Nellaneva dari buku2 yang terkini. Di sini kelihatan banget feel debutnya. World building-nya bagus dan nggak terkesan mengada-ada. Risetnya kelihatan, kok. Cuma tekniknya masih telling. Jadi, bab awal banget alih2 bikin semangat malah kena info dumping.

Karakterisasi semua chara-nya khas dan kuat, terutama Aran dan Shreyas. Aran kelihatan beda banget sebelum dan setelah pindah ke Dharitri. Wajar banget sih, dianya senang di negeri baru soalnya punya identitas. Sayangnya, sosok orang tua Aran nggak ada wujudnya. Cuma muncul buat kasih latar belakang Aran punya orang tua lengkap dan alasan yg bikin dia akhirnya kedampar ke Dharitri. Sedangkan, Shreyas dari awal konsisten sama tujuan awalnya dengan bersikap fake. Sebenernya agak kesel, kenapa pula Aran selalu terjebak di lingkaran yang sama, tapi ya emang Shreyas dasarnya rada2 brengski 😅

World building Dharitri bagus. Jelas dan lengkap. Kalau dibandingin sama Persatuan Unit, kelihatan bedanya. Kayak PU jelas gambarin dunia modern yg tambah kelam karena kebanyakan polusi, sedangkan Dharitri serasa back to zaman kerajaan.

Oh, aku suka sama konsep hibridanya. Yah, intinya buku ini ringan sekaligus enggak ringan kadar fantasinya.
Profile Image for Dede Supriyatna.
1 review
October 15, 2017
Ranala yang berasal dari unit 41 mengalami insiden penjambretan, kejadian itu menyeretnya keluar dari unit 41 dan berpindah ke dunia baru yaitu Dharitri.
.
Di sana dia bertemu dengan Hibridanya yang bernama Lal, seekor naga hitam yang dapat meneluarkan es. Tak hanya itu, dia jg berhadapan dengan konflik yang ada di 'negara' tersebut dan secara tidak sengaja masuk ke dalam anggota adhyasta Hibrida. Di sana dia berkenalan dengan Cakra si anak pemimpin Dharitri dan Shreyas yang latarbelakangnya cukup misterius. Ranala pun merubah namanya menjadi Aran supaya identitas aslinya tidak diketahui oleh penduduk Dharitri.
.
Oke sori tapi jujur aku lebih suka kalau ini dijadikan novel sastra yang menceritakan asalmula terbentuknya sebuah negara dan latar belakang kerajaan yang ada di khawasan tersebut. Karena aku sangat bersemangat saat membaca bagian 'itu' dan aga 'lama' di bagian 'fantasi'nya.
.
Tokoh yang diambil pun beberapakali bikin mulut mengaga karena terkejut dan aku suka 'adegan ituuuuu' (sori takut spoiler).
.
Buku ini sangat direkomendasikan untuk pembaca yang sula tema distopia. Konfliknya seru, asmaranya jg somehow bikin gemes, teka-tekinya jg oke. Tapi ak pribadi tetep berharap novel ini bisa jd novel sastra, hehehe...
.
Good job, Nellaneva. <3
Profile Image for Ratna Juwita.
68 reviews18 followers
October 21, 2018
Salah satu fantasi lokal favoritku!

Naga adalah spesies yang paling misterius dan paling kusuka. Segala hal yang berhubungan atau melibatkan naga, menurutku akan selalu menarik. Termasuk novel ini.

Di antara kemelut novel romance, novel ini seperti angin segar. Aku butuh novel-novel sejenis ini dalam dunia literasi Indonesia. Penuh imajinasi, riset, dan aksi-aksi mendebarkan.

Sayangnya, aku tidak terlalu puas dengan kemunculan naga di novel ini. Peran naga di dalamnya cenderung sedikit dan kurang. Mungkin akan lebih baik jika perannya dipertajam dan membuat cerita tak bisa berjalan tanpanya, mengingat cover novel yang sudah menunjukkan ‘kekuasaan’ naga.

Sisi romance yang diselipkan di dalam cerita pas sesuai porsinya. Tidak berlebihan dan lebih menekankan aksi-aksinya. Kupikir, seharusnya novel ini menjadi trilogi saja supaya lebih puas bacanya. Hehe.

Untuk kalian yang mulai bosan dengan novel romance dan ingin coba-coba novel fantasi lokal dengan latar tempat yang tidak asing, coba deh baca novel kece ini.
Profile Image for Jess.
609 reviews141 followers
March 10, 2018
love this book❤❤
dystopia Indonesia pertama yang ku baca, dan sangat sesuai dengan ekspektasi ku😁
penjelasan latar tempat dan situasinya sangat detail, membuat aku bukan hanya membayangkannya tapi juga sebisa mungkin mencari informasi tentang detail itu.
mahluk2 unik, karakter yang luar biasa dan budaya yang di angkat menjadi nilai ++ bagi buku ini.
penulis tidak segan-segan membangun dunia yang baru dengan imajinasinya dan membuat dunia itu sangat hidup. i lovve this storyyy ❤❤ and wish there is sequel🙏
Profile Image for Neemumars.
139 reviews2 followers
September 16, 2018
4.0/5 Star

Hal pertama yang kurasakan saat membaca bab pertama, wah bahasanya kaku gimanaaa gitu... trus baca capter selanjutnya, oke dari masa depan, sci fi?, no?, historycal fantasy?, idk its weird... next chapter, oke buku ini unik..., next, and next, and ... !!! I like it though... 😂
Profile Image for Katarina Nia.
18 reviews
January 4, 2018
Dharitri merupakan perjalanan fantasi yang menyenangkan! Dari awal hingga akhir, Nellaneva tidak kehabisan akal untuk menyuguhkan cerita yang apik serta menegangkan. Puas bacanya!!
1 review
May 23, 2018
Pertama aku Dharitri ini di Wattpad. Sekali baca langsung jatuh cinta. Alurnya ngga mudah ditebak. Pokoknya keren!
Displaying 1 - 30 of 68 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.