What do you think?


La Galigo Menurut Naskah NBG 188 #1
La Galigo: Menurut Naskah NBG 188
- GenresIndonesian Literature
526 pages, Paperback
First published January 1, 1995
About the author
Retna Kencana Colliq Pujie Arung Pancana Toa
3 books2 followersColliq Pujié, atau lengkapnya Retna Kencana Colliq Pujié Arung Pancana Toa Matinroé ri Tucaé adalah bangsawan Bugis Melayu kelahiran tahun 1812 dan meninggal pada tanggal 11 November 1876.
Colliq Pujié merupakan seorang pengarang dan penulis, penyunting naskah Lontarak Bugis kuno, penyalin naskah dan sekretaris istana Kerajaan Tanete (sekarang adalah Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan).
Colliq Pujié adalah putri dari La Rumpang, Raja Kerajaan Tanete, yang jarang berada di istana dan menyerahan urusan kerajaan kepada putrinya akibat intimidasi dari Belanda. Kegiatan kerajaan Tanete yang hampir sepenuhnya berada di tangan Colliq Pujié membuat dirinya dianugrahi gelar Datu' Tanete.
Colliq Pujié merupakan seorang pengarang dan penulis, penyunting naskah Lontarak Bugis kuno, penyalin naskah dan sekretaris istana Kerajaan Tanete (sekarang adalah Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan).
Colliq Pujié adalah putri dari La Rumpang, Raja Kerajaan Tanete, yang jarang berada di istana dan menyerahan urusan kerajaan kepada putrinya akibat intimidasi dari Belanda. Kegiatan kerajaan Tanete yang hampir sepenuhnya berada di tangan Colliq Pujié membuat dirinya dianugrahi gelar Datu' Tanete.
Ratings & Reviews
Friends & Following
Create a free account to discover what your friends think of this book!
Community Reviews
Displaying 1 - 1 of 1 review
August 22, 2026
Apresiasi bintang lima karena inilah sastra asli kebudayaan bangsa kita. Bukan orang Bugis tapi tetep bangga bacanya.
Di bagian buku jilid 1 ini menceritakan turunnya Batara Guru hingga meninggalnya orang tua istri Batara Guru (sebelum jd istri sih). Itu semua belum selesai sebetulnya. Namun di awal bagian buku ini sudah dijelaskan ringkasan cerita La Galigo.
Penulisannya seperti puisi, pendek2, namun dibawakan berulang2 karena seharusnya La Galigo ini dinyanyikan.
Bagus untuk menambah wawasan tentang sastra dan literasi Indonesia (Bugis).
Di bagian buku jilid 1 ini menceritakan turunnya Batara Guru hingga meninggalnya orang tua istri Batara Guru (sebelum jd istri sih). Itu semua belum selesai sebetulnya. Namun di awal bagian buku ini sudah dijelaskan ringkasan cerita La Galigo.
Penulisannya seperti puisi, pendek2, namun dibawakan berulang2 karena seharusnya La Galigo ini dinyanyikan.
Bagus untuk menambah wawasan tentang sastra dan literasi Indonesia (Bugis).
Displaying 1 - 1 of 1 review


