Jump to ratings and reviews
Rate this book
Rate this book
Bagi Liona, Rey adalah mahasiswa abadi yang selalu sentimen padanya, cowok yang tidak punya masa depan. Rey hanya beruntung karena memiliki keluarga kaya dan bisa mencukupi kebutuhan hidup tanpa harus repot-repot bekerja. Tapi anehnya, cowok itu mampu membuat sahabat Liona tergila-gila. Apa bagusnya sih?

Sementara bagi Rey, Liona adalah tetangga pembawa sial. Gadis tanpa ekspresi yang sok cool dan menyebalkan. Tapi anehnya pula, teman-teman Rey malah menyukai cewek muka papan itu. Di mana menariknya, coba?

Suatu hari Rey mendapat ide cemerlang untuk mengerjai Liona. Rencana itu dianggapnya akan menjadi tebusan paling manis atau rasa tidak sukanya selama ini. Dan Liona berhasil masuk ke dalam perangkap yang dibuat Rey.

Namun, benang takdir ternyata punya rencana lain. Tak hanya Liona, tapi Rey juga terperangkap. Tak bisa menolak.

Akankah hel tersebut membawa keduanya pada akhir yang bahagia? Atau malah menjadi kehancuran bagi keduanya?

248 pages, Paperback

First published December 4, 2017

2 people are currently reading
67 people want to read

About the author

Vevina Aisyahra

2 books12 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
11 (8%)
4 stars
29 (21%)
3 stars
74 (54%)
2 stars
16 (11%)
1 star
5 (3%)
Displaying 1 - 30 of 64 reviews
Profile Image for Daniel.
1,179 reviews852 followers
July 23, 2018
Vevina Aisyahra
A Sweet Mistake
Gramedia Pustaka Utama
241 halaman
3.7

A Sweet Mistake feels like a mistake right from the start and even the sweet moments that happen throughout the book cannot save this book from running off the rails.

Vevina Aisyahra's debut book, A Sweet Mistake, hits the wrong note right from the start. It opens with a conversation between Liona, our main female character, and her friend Silvi that doesn't even pass the Bechdel test while the readers are get acquainted with a bunch of jerks; one of them is Rey, our main male character who later becomes her love interest. And the book derails from there when the plot takes drastic turn that leaves sour taste to my mouth.

In an era when #MeToo movement encourages women to talk vocally more about the rape culture that's prevalent in our society, A Sweet Mistake doesn't fit in. The relationship between Liona and Rey was built in the wrong foundation, further proving the point that there's something wrong with this society where the voice of women are silenced and making it hard to sympathize with the characters. A Sweet Mistake is a remnant of young adult books circa 2000's and my reminder of what's wrong with the depicted relationships in them: abusive relationship, nonconsenting physical contacts, lies. Sure, these things really happen and still perpetuate until now, but these things are not mere plot devices to deliver drama in your book.

This review may get too political and serious for a young adult book, but everything is political now, everything is a source to spread your hidden agenda. The book--labeled as young adult book--is read by tons of young minds out there and as we know, they are the gatekeeper of our future. It means they have to learn from our mistake and to not redo it. It's 2018 already: less rape culture, more substantive and healthy relationship.
Profile Image for Utha.
824 reviews401 followers
December 5, 2017
Gaya bercerita penulis asyik banget~ nungguin premis cerita penulis yang lebih cetarrr.
Profile Image for inas.
392 reviews37 followers
August 17, 2018
Sejujurnya, kemaren-kemaren tu aku lagi nyari bacaan yang ringan. Jadilah, aku ambil ASM. Eee, nggak taunya, cerita ASM beneran ringan banget. Saking ringannya sampe aku nggak tau bobotnya ada di mana.

description

Pertama-tama, aku mau ngomongin plot ASM dulu. Yang jadi sorotan besar di sini tuh perjodohan dan pola benci-jadi-cinta. Sebenernya, pas awal aku baca, aku ngerasa “sering banget yha nemu yang begini; yang cewek keliatan anti sama senior cowoknya di kampus, tapi akhirnya malu-malu juga pas udah dijodohin dan nikah”. Nggak ada yang lain apa yha. :3

Seperti yang biasa aku komentari, aku mengharapkan banget ada alasan kuat kenapa Rey sama Liona bisa saling benci gitu. Apalagi, durasinya tahunan—pasti ada sesuatu yang parah di masa lalu mereka sampe jadi seserius ini. Salah satu temennya Rey bahkan sempat nyebutin ini; meski seperti yang udah bisa dunia tebak, plot yang kutunggu-tunggu itu zilch. None. Nggak ada.

Otomatis, aku inget sama Be My Sweet Darling-nya Queen Soraya. Di sana, Bima sama Marsha juga saling benci gitu; sampe teriak-teriak segala kalo mereka olok-olokan. Awalnya si Bima ini cuma nuduh Marsha sebagai cewek nggak sopan; tapi setelah Bima ngekos di rumah cewek itu, dia ngasih tugas banyak banget ke Marsha. Jelas Marsha bete dong gara-gara dia antara sengaja dikerjain sekaligus terikat perjanjian. Dan akhirnya, kebencian mereka transparan dan asal-usulnya bisa dipahami dengan baik.

Selain alasan benci-jadi-cinta yang masih absen, aku mikir perjodohan di sini bakal mengungkapkan sesuatu yang baru. Pasalnya, tokoh-tokoh ASM nggak punya tujuan apa-apa; jadi kemungkinan besar polanya ya plot-driven. Ternyata, yang terjadi malah Rey dan Liona digampangin banget semua-semuanya. Dan bukan masalah finansial mereka, tapi gimana mereka nggak punya konflik sama sekali dan kerjaannya cuma keluar-masuk acara makan malam dan ribut-ribut bareng.

Aku jadi bingung, apa sih sebenernya yang mau dibahas? Okelah, katakan kesalahan Rey itu sebagai plot point yang bikin hidup mereka berdua berubah selama-lamanya; dan bahwa itu juga bisa dijadiin patokan plot yang ngebawa pengaruh ke depannya. Cuman, yang ada malah garis three act structure-nya dataaaaaaaar, terus muncak dikit di bagian akhir, terus langsung turun.

Contohnya nih,

Singkatnya sih ya, udah tujuan tokoh nggak ada, dilema mereka nggak ada, konsekuensinya apalagi. Yang aku baca tuh bener-bener cuma perjalanan hidup si A dan B dari mereka yang nggak kenal terus menuju lebih kenal. Udah. Kelar. Gitu doang. :')

image: description

Bahasan kedua adalah tentang tokoh. Sentralnya cuma di Rey sama Liona; yang lain... lewat. Ini pun si Rey sama Liona nggak menonjol-menonjol amat—terutama di deskripsi fisik. Jadi deskripsi ini keluarnya pas di akhir-akhir doang. Mereka kadang juga nggak konsisten, terutama kalo udah pada nunjukin kebiasaan cerewet. Pasti salah satunya bingung, “sejak kapan nih anak cerewet elah”; meski di halaman sebelumnya udah dicantumkan dengan jelas gimana kebiasaan itu muncul.

Yang bikin gemes tuh golongannya Adri, Tommy, sama Tito. Saaaaaama persis kayak nggak ada bedanya. Dari awal, mereka udah dibilang setan lah, bandel lah. Dan aku nggak dapet info apa-apa lagi. Padahal yha masa sih, segeng langsung sama semua gitu? Nggak ada bedanya dikit aja, apa? =w= Kemunculan mereka juga kayak sengaja dibuat gitu supaya pernikahan Rey sama Liona berjalan mulus. Padahal sih, kalo perasaan Tommy dibikin serius dikit, sebenernya bisa kok nambahin konflik sama Rey. Sayang, agaknya para tokoh di sini udah memilih jalan yang benar dan mulus; tanpa repot-repot bikin pembaca gregetan apalagi kasihan.

description

description

Ketiga, eksekusi. Ini juga cukup bikin pembaca pengin bertobat dan segera ngerjain tugas saking bosennya.

Adegan di ASM kebanyakan ditunjukin pake tell. Mau tokohnya sedih, susah, semua ditunjukin pake kata “nangis”, “sakit hati”, dan semacamnya. Alhasil, karena dicekoki terlalu banyak dikte kayak gitu, aku jadi nggak ngerasain apa yang seharusnya kurasain. (Apalagi dilema sama konsekuensi tiap tokoh nggak ada dari awal, so...)

Tell itu juga cukup jadi masalah. Di narasi, misalnya, udah dibilang si Rey inget. Eeeeh, si Liona tanya lagi, kok bisa Rey inget. Dan model pengulangan narasi-dialog ini ada di banyak tempat. Sampe aku capek sendiri tiap kali pola ini muncul. Plus, banyak kalimat beranak, kayak di hlm. 29 paragraf akhir.

Rey langsung pucat. Sementara Liona sekuat tenaga berusaha membalikkan tubuh, menghadap pada dua orang yang kini memandang ke arah mereka dengan tatapan marah.


Udah subjeknya banyak, kata kerjanya apalagi. Dan ini tersebar—lagi-lagi—di banyak tempat, sampe aku pusing dan pengin cepet paham tapi nggak bisa. Sejujurnya, aku ngerasa gaya bahasa di sini malah nggak memudahkan pembaca untuk terus ngebuka halaman demi halaman. Yang ada, karena strukturnya kayak gitu, malah menghambat. Selama baca, aku udah coba bandingin sama novel-novel lain, dan nggak ada yang sampe separah ASM.

description

Masalah keluarganya juga... terlalu singkat dan kurang dibahas di tengah-tengah. Ya itu, karena plotnya lurus dan mulus, rasanya kayak nggak ada apa-apa yang terjadi. Tau-tau udah ending dan semua selesai dengan begitu mudahnya.

description

Satu-satunya kualitas dari buku ini adalah: typo-nya minim banget! Plus, kovernya cakep. Jadi, 1.5 bintang (dibuletin jadi 1) cukup lah yha.

Kesimpulannya, plot di A Sweet Mistake terlalu datar, tokohnya kurang konsisten, dan eksekusinya nggak cukup greget apalagi sampe bikin engaged dan penasaran. Aku rekomendasiin penulis buat baca-baca novel yang aku daftar di bawah ini:

1) Plot: TwinWar
2) Keluarga: Dark Love, Persona
3) Hate-to-Love: Be My Sweet Darling, Mahogany Hills

P.S.: Misal ada perbedaan pendapat, boleh banget kok buat diskusi. Siapa tau ada yang bisa menyadarkan aku di mana letak masuk akal dan acceptable-nya ASM. Wkwkwkwk.
Profile Image for Ipeh Alena.
543 reviews21 followers
November 29, 2017
Novel A Sweet Mistake karya Vevina Aisyahira ini menjadi novel ke-80 yang sudah saya baca. Menghabiskan waktu semalaman untuk menyelesaikannya bukan hal yang sulit, karena memang novel ini termasuk bacaan yang ringan. Juga merupakan novel kedua yang bertemakan pernikahan mendadak karena dianggap melakukan sesuatu yang dilarang, sementara novel pertama ditempati oleh Marry Me, Olivia.

Kalau di novel Marry Me, Olivia! keduanya merupakan sahabat yang tidak sengaja ketahuan tidur berdua, padahal enggak melakukan apa-apa. Sementara novel ini justru mempertemukan dua musuh bebuyutan yang saling membenci sejak mereka kecil sampai kuliah. Kok lucunya, mereka bisa satu kampus bareng, sampai-sampai rasanya sulit untuk tidak saling menyerang saat bertemu.

Rey dan Liona, keduanya bertetangga, rumahnya berdekatan. Kebencian yang tertanam dalam diri masing-masing sangat besar. Rey, yang sejak kecil selalu berusaha untuk membuat Liona menangis, ternyata tidak berhasil. Memang tidak memiliki alasan yang jelas mengapa tidak menyukai Liona. Demikian juga Liona, si gadis cantik berwajah datar, yang juga membenci Rey karena baginya cowok itu hanya menyia-nyiakan waktu selama kuliah.

Mahasiswa abadi, demikian label yang diberikan Liona pada Rey dan kawan-kawannya. Memang benar, keempat cowok yang memberikan label pada Liona sebagai cewek berwajah datar itu merupakan mahasiswa yang masih saja betah di kampus. Namun, saat pertemuan mereka di kantin, Rey memastikan bahwa dia akan bisa lulus bersamaan waktunya dengan Liona.

Read More : http://www.bacaanipeh.web.id/2017/11/...
Profile Image for Hana Bilqisthi.
Author 4 books279 followers
December 16, 2017
3,5
Seru! Tulisannya page turner!
Karakternya kurang likeable but hana suka banget interaksi antara mereka berdua 😆
Profile Image for Nola Andriyani.
180 reviews
January 7, 2018
🌟3,8


A sweet mistake benar-benar sweet. Kisah Liona dan Rey yang awalnya musuhan tapi akhirnya bersama hanya karena satu kesalahpahaman masing-masing keluarga. Ditulis dengan gaya bahasa yang mudah dipahami dan jelas buat aku sangat menikmati buku ini. Interaksi antara Liona dan Rey juga lucu dan gemesin. Endingnya sesuai harapan ku, overall aku suka buku ini
Profile Image for Yusda Annie.
221 reviews32 followers
March 18, 2018
3.5 / 5

- predictable tapi aku suka kemistri yg dibangun antara Rey dg Liona.

- tdk suka konflik antara Liona dan ayahnya. Penyelesaiannya terkesan begitu saja dan tiba-tiba.
Profile Image for Seffi Soffi.
490 reviews143 followers
February 3, 2019
3.5 🌟

[8/100]


Kisah Liona dan Rey ini mirip banget Tom dan Jerry! Ya mereka ini kayak tokoh kartun kucing dan tikus, di mana ada kesempatan selalu aja berantem. Rey emang cukup menyebalkan sih, sering banget ngegoda Liona. Iya Liona lebih kalem menghadapi keisengan Rey. Meskipun kadang emang ada batas sabar kan ya.⁣

Yang paling lebih membuat Liona marah adalah Rey membuat Liona terjerat masalah yang cukup serius. Masalah yang membuat keduanya harus terperangkap sebuah komitmen. Kebayang nggak sih, mereka berdua ini yang kayak Tom & Jerry ini harus akur. Dan dari sinilah, mereka dipaksa untuk bisa rukun.⁣

Ide cerita Rey dan Liona ini menurutku sederhana, tapi aku suka cara penulis menyajikan ceritanya. Gaya ceritanya menarik, enak banget diikutin.⁣

Aku sebel sama kelakuan Rey, keterlaluan tapi dia ternyata punya sisi manis yang bikin meleleh. Sikapnya sok bossy tapi dia care banget sama Liona. Ah Rey, emang pinter bikin aku kesel sekaligus suka juga sama dia 😂😂. Mengimbangi sikap Liona yang emang agak pasif. Aku suka sih sama karakter mereka ini, konsisten menurutku.⁣

Memakai sudut pandang orang ketiga, aku suka penulis menceritakan kisah yang bikin aku baper. Ya dibagian menuju ending itu bikin sedikit mewek.⁣

Dengan gaya bahasa yang mengalir dan ringan, narasi dan dialognya ini enak diikutin.⁣

Chemistrynya juga dapet, feelnya berasa banget. Ah Rey mah, pinter aja dia bikin orang terpesona.⁣

Yang terakhir konfliknya, menurutku ringan sih cuman yang bagian konflik keluarga, aku rasa terlalu cepat sih ya. Tapi ya kalau berlarut-larut juga jatuhnya nanti drama banget sih wkwkwk. Aku udah deg-degan loh sama endingnya, untungnya eksekusinya sesuai ekspektasiku. Aku puas sama endingnya 😍.⁣

Overall, aku suka ceritanya bikin baper juga 💕💕💕.⁣

"Apa yang bukan milik kita takkan pernah bisa dipaksa untuk tinggal." - Hal. 227.⁣
Profile Image for Eksa.
292 reviews25 followers
August 11, 2018
Terlalu biasa sih ceritanya..udah banyak yang kayak gini tapi lumayan menghibur kok :D
Konfliknya ringan banget, kapal berlabuh ke pelabuhan yang sudah ditetapkan :D
Profile Image for MAILA.
481 reviews120 followers
December 7, 2017
saya tertegun ketika membaca profil penulis:

''berawal dari keinginan membuat cerita yang ia baca...dsb dsb''

kalau boleh jujur, cerita dengan tema macam ini tuh saya suka banget. 2 orang saling benci atau tak saling kenal trus dijodohin gitu

ceritanya manis, ringan tapi sayang saya menemukan banyak yang mengganjal. tapi entah kenapa saya nrimo2 aja wqwq

mungkin karena saya sudah terlanjur jatuh cinta sama Rey, mengingatkan saya sama seseorang hhe

endingnya terlalu maksa. kurang suka.

kalau disuruh milih yang mana jadi kesukaan dari 3 juara GWP mungkin twinwar yang pertama, ini yg kedua dan yg seventeen again yg ke 3 hhe
Profile Image for Marina.
2,042 reviews359 followers
December 30, 2017
** Books 311 - 2017 **

3,2 dari 5 bintang!

Gaya berceritanya cukup asik untuk diikuti namun tema cerita masih mengingatkan akan cerita ending ceritanya juga cukup ketebak :)

Terimakasih Scoop Premium!
Profile Image for Akaigita.
Author 7 books239 followers
March 14, 2018
Emang bener ya karya juara-juara GWP batch 3 ini ada greget lainnya. Tapi sejauh ini yang gregetnya kena banget ya buku ini. Tentang Liona dan Rey, bertetangga dari zaman bocah, sama-sama pejuang skripsi, dan dipertemukan dalam satu rumah akibat 'kesalahan manis' yang dilakukan Rey.

Jadi ceritanya mereka dinikahin paksa sama keluarga mereka dan langsung ditempatkan di rumah sendiri, jadi bebas mau ngapa-ngapain *ketawa mesum*

No, seriously. Aku yang memang dasarnya agak-agak miring ini pun membayangkan hal-hal 'menyenangkan' yang bisa mereka lakukan selagi berduaan di rumah.

Tapi Ayuk Penulisnya mana ngasih kesempatan buat otak ngeresku untuk berkembang. Yang terjadi sesungguhnya, Rey sama Liona ini berantem melulu. Ya berantemnya lucu-lucu gitu sih, bikin gemes pengin benturin jidat mereka ke satu sama lain. Gemeslah yawla gemes.

Kemudian di bab ke-14 (itu bab kedua terakhir), aku yang tadinya cekikikan geli mendadak menitikkan air mata *musik biola sedih*. Lho lho lho kok gini? Kok sama-sama keukeuh sama perjanjian awal? Belum juga malam pertama *ditabrak mobil Rey*

Ya... kuakui meskipun ini adalah bacaan yang menyenangkan, ada beberapa ganjalan yang cukup menggangguku di sepanjang cerita. Beberapa event penting diskip begitu saja dengan senjata sakti "beberapa hari setelahnya". Padahal aku mengendus bau konflik potensial kalau adegan itu dituliskan utuh--atau setidaknya digambarkan dalam simple present tense, bukan sebatas kilas balik. Terus juga ada beberapa pengulangan dari narasi ke dialog, yang menurutku bikin ceritanya jadi flat, gitu-gitu aja. Aku lebih suka kalau di dalam dialog si tokoh mengungkapkan hal yang lebih dalam dari yang sudah dijabarkan dalam narasi.

Wis lah, koko made sayonara.
Profile Image for Ardina Rahma.
134 reviews14 followers
January 1, 2018
Kisah Ona dan Rey dalam A Sweet Mistake saya jadikan sebagai buku ke-80 yang saya baca dan buku terakhir yang saya baca di tahun 2017.

Dear Author,
Terima kasih, A Sweet Mistake menjadi penutup bacaan yang manis di tahun 2017.
Profile Image for Fahri Rasihan.
478 reviews125 followers
January 30, 2018
Sebagai juara tiga dari Gramedia Writing Project (GWP) batch 3, A Sweet Mistake sukses menarik perhatian saya. Mungkin sudah banyak novel yang mengangkat cerita tentang hubungan love-hate. Namun, bagi saya A Sweet Mistake salah satu novel yang berhasil mengemas cerita itu dengan cukup baik. Senang sekali rasanya ketika melihat sebuah cover buku bisa membuat mata saya langsung tertarik. Seperti cover buku A Sweet Mistake ini yang sangat eye-catching dengan latar warna yang cerah. Pertama kali ketika saya melihat cover bukunya, awalnya saya kira genre-nya adalah teenlit, tapi ternyata genre-nya adalah young adult. Dengan menggunakan gambar seorang pria dan wanita yang dipadukan dengan gambar sebuah boneka kelinci, sangat menggambarkan tokoh Liona dan Rey. Saya salut terhadap Sukutangan yang berhasil membuat cover buku semanis dan secantik ini.

Premis yang coba ditawarkan dalam A Sweet Mistake sebetulnya unik. Meskipun jalan ceritanya mudah ditebak akan seperti apa jadinya, tapi penulis bisa menceritakannya secara mengalir. Bisa dibilang buku ini memiliki tema young adult bercitarasa teenlit. Meski buku ini masuk dalam kategori young adult, tapi saya merasa bahwa ceritanya seringan teenlit. Mungkin karena tokohnya sudah berusia 20n tahunan, jadi buku ini masuk dalam kategori young adult. Novel dengan cerita sepasang pria dan wanita yang pada awalnya saling benci kemudian jatuh cinta sebenarnya sudah banyak diangkat. Hanya saja penulis bisa memasukan dialog-dialog yang lucu dan sangat khas anak muda. Seperti contohnya saling meledek, bercanda, hingga gaya hidup. Saya dibuat nyaman saat membaca buku ini karena selain premisnya yang unik, gaya bercerita penulis pun menjadi nilai tambah bagi A Sweet Mistake.

Tokoh Liona merupakan seorang gadis muda yang masih kuliah. Liona memiliki karakter yang dingin, cuek, dan pendiam. Karakternya ini terlihat dari raut wajahnya yang selalu datar tanpa ekspresi. Jika melihat latar belakang keluarganya, wajar saja jika Liona memiliki karakter seperti ini. Dimana ayahnya memperlakukan Liona dengan tidak adil. Namun, jika dihadapkan dengan Rey, Liona menjadi lebih cerewet dan bisa menampakan sedikit ekspresinya. Sementara tokoh Rey digambarkan sebagai mahasiswa abadi yang masih belum lulus. Sifat Rey bisa dibilang konyol, kekanakan, dan juga manja. Semua sifatnya itu terbentuk akibat latar belakang keluarganya yang kaya raya. Rey bisa mendapatkan apa pun yang diinginkannya tanpa harus bekerja. Rey juga memiliki obsesi untuk membuat Liona menangis dengan cara mengerjainya, tapi usahanya selalu gagal karena Liona masih saja menampakan wajah ‘papan’-nya. Saya cukup menyukai bagaimana cara penulis dalam menggambarkan kedua tokoh utamanya. Dimana tokoh Liona dan Rey digambarkan secara berbeda dengan karakter dan sikap mereka masing-masing. Namun, meskipun penulis sukses menggambarkan kedua tokoh utamanya, tapi saya tidak bisa bersimpati terhadap mereka. Alasannya adalah karena menurut saya kedua tokoh ini terlihat kekanakan karena tidak mau saling mengalah jika sudah adu mulut.

Novel ini memiliki alur cerita yang sangat cepat, terlihat dari konflik yang sudah muncul di awal cerita. Dengan alur yang cepat sebenarnya membuat saya betah untuk membacanya, tapi sayang ceritanya jadi terkesan terburu-buru. Menggunakan sudut pandang orang ketiga melalui tokoh Liona dan Rey, membuat saya cukup memahami isi pikiran keduanya. Gaya bahasanya sangat ringan dan mengalir. Saya juga suka ketika penulis menggunakan kata ‘gue’ dan ‘lo’ dalam dialog antar tokohnya, karena memang terasa pas untuk obrolan anak muda di perkotaan. Saya juga tidak menemukan typo sama sekali saat membacanya yang membuat nilai tambah untuk buku ini.

Novel ini memiliki konflik yang sangat sederhana, yaitu Liona dan Rey harus menikah akibat ulah iseng yang dilakukan oleh Rey. Selama tinggal satu atap, adu mulut antara Liona dan Rey pun tak terhindarkan. Namun, ada satu konflik lagi yang bagi saya hanya menjadi pemanis saja, yaitu hubungan antara Liona dan ayahnya yang buruk. Menurut saya konflik antara Liona dan ayahnya ini terkesan dipaksakan, karena alasan kenapa hubungan Liona dan ayahnya yang buruk terlalu aneh. Selain itu penyelesaiannya pun terkesan terburu-buru dan dipaksakan. Padahal jika penulis bisa lebih fokus dengan konflik antara Liona dan Rey saja, mungkin konfliknya akan menjadi lebih menarik. Saya sendiri sebenarnya tidak masalah dengan konflik antara Liona dan ayahnya, tapi alasan dan cara penyelesaiannya terlalu sulit untuk diterima. Namun, saya tetap menikmati konfliknya yang ringan dan sederhana.

Menyenangkan sekali rasanya bisa membaca kembali novel young adult dengan cerita yang ringan dan manis. A Sweet Mistake berhasil mengemas hubungan antara Liona dan Rey dengan cukup baik. Dimana terkadang saya bisa dibuat tertawa dengan adu mulut yang dilakukan oleh Liona dan Rey. Saya juga sangat menikmati gaya bercerita penulis yang mengalir dan tidak bertele-tele. Selain itu premis ceritanya pun cukup unik, meskipun saya rasa konflik yang mengharuskan Liona dan Rey untuk menikah ini terlalu memaksa. Menurut saya latar belakang keluarga Rey yang kaya raya seharusnya bisa lebih berpikir terbuka lagi untuk mencari solusi lain bagi Liona dan Rey, daripada memilih untuk menikahkan mereka. Konflik antara Liona dan ayahnya pun terkesan tiba-tiba dan porsinya terlalu sedikit dengan penyelesaian yang dipaksakan pula. Padahal jika penulis bisa lebih sabar dalam menceritakan hubungan Liona dan ayahnya dengan lebih banyak, mungkin saya akan bisa menerima alasan ayah Liona untuk membenci Liona. Menurut saya alasan ayah Liona untuk membenci putrinya ini terlalu kekanakan dan sudah terjadi bertahun-tahun yang lalu. Bukannya seharusnya ayahnya sudah bisa move on dan mulai menerima kenyataan. Namun, untuk selebihnya A Sweet Mistake berhasil memberikan nuansa teenlit dalam cerita young adult yang membuat saya terhibur dengan ceritanya yang ringan.

Selengkapnya : https://www.facebook.com/notes/fahri-...
Profile Image for Harumichi Mizuki.
2,449 reviews73 followers
September 7, 2018
Tadinya aku sudah berencana mau memoligami buku ini dengan buku Alicia Lidwina (Unspoken Words) dan Haruki Murakami (What I Talk About When I Talk About Running). Tapi rencana itu buyar berantakan begitu aku masuk ke dalam buku ini. Rasanya eman aja ngasih jeda buku ini buat baca buku lain hauhauahaua. Too tempting. Kebanyakan reviewer memuji teknik penulis yang rapi dan menarik dalam mengikat pembaca. Kalau itu aku pun sepakat.

Bagian awal sampai pertengahannya memang mengasyikkan. Anehnya pas hubungan Rey dan Liona membaik baru aku mulai merasa perjalanan menuju akhir buku ini terlalu lama. Akhirnya di halaman 180an, aku selingkuh juga dengan Absolute Justice-nya Akiyoshi Rikako. Ahaha.

Ini adalah buku berlabel young adult dengan rasa teenlit. Mungkin karena temanya pernikahan setingan dan para tokohnya sudah berusia mahasiswa. Tapi aku pernah loh baca teenlit yang para tokohnya mahasiswa. Hmm...

***

Mayoritas yang baca BLURB mungkin penasaran dengan yang dimaksud "Liona masuk ke dalam perangkap Rey". Aku juga sudah membayangkan perangkap Rey mungkin sesuatu yang bakal menekan dan menyiksa Liona begitu lama. Ternyata yha... nggelethek. Maksudku, Liona jelas tersiksa dengan ulah Rey. Kalau aku jadi Liona, cowok ini pasti udah kutampar bolak-balik pakai bakiak haha. Tapi yah... aku membayangkan sesuatu yang lebih kompleks sebenarnya ahaha. Sesuatu yang mungkin berhubungan dengan reputasi Liona sebagai mahasiswa calon cum laude di kampus.

Yang jelas gara-gara ulah Rey (yang dikompori teman-teman setannya!), Liona dan Rey jadi dipaksa menikah oleh keluarganya. Konservatif sekali dua keluarga ini. Kayak-kayak Liona dari keluarga timur tengah aja (tapi kalau di Timur Tengah, Liona bakal mati, bukannya dipaksa nikah wahahaha). Sejujurnya aku khawatir dengan diriku yang menganggap alasan keluarga Rey dan Liona menikahkan kedua orang ini sebagai sesuatu yang sepele. Itu berarti aku meremehkan apa yang dilakukan Rey. Aaaargh. Pengaruh pergeseran nilai moral zaman now, nih. Bahaya.

***

Jadi apa yang terjadi kalau dua orang yang sudah musuhan sejak kecil malah dipersatukan oleh ikatan rumah tangga? Kacau. Konflik yang disajikan mulai naik sedikit demi sedikit. Rey yang supermalas dan menolak membantu mengerjakan pekerjaan rumah (sampai Liona harus tawar-menawar dengannya). Rey yang egois dan tidak pernah menawari Liona untuk bareng naik mobil ke kampus. Hal-hal semacam itu. Rey tak diceritakan punya love interest lain yang biasanya akan disisipkan cerita (dorama Korea wkwkw) serupa untuk memperkeruh suasana. Buku ini seratus persen berpusat pada mereka berdua.

Tapi menurutku akan lebih seru kalau konflik mereka ditambahi untuk menaikkan tingkat keegoisan Rey di mata pembaca. Rey yang lebih milih gaul ama teman ketimbang menemani Liona ke acara keluarga misalnya. Atau Rey yang meremehkan kegiatan kepenulisan skripsinya dan Liona harus membereskan kekacauan itu. Rey yang tidak menganggap serius keharusan untuk bermasyarakat. Mungkin bisa ditambahi konflik mereka yang berkali-kali nyaris ketahuan dosen dan teman-temannya kalau udah menikah. Gosip tetangga kepo, dsb.

***

Justru karena sederhana, cerita ini sebenarnya bisa diisi dengan keseruan apa saja untuk menaikturunkan mood pembaca. Dalam hal ini aku merekomendasikan buku Fake Love: Aku, Suamiku, dan Gunpla-nya karya Shireishou (yang diterbitkan Elex) bagi penulis untuk mencermati teknik mengemas drama keluarga dan perkawinan sederhana yang bikin gereget. Di buku itu aku bolak-balik harus merevisi pendapatku apakah aku bakal menyukai tokoh suami atau tidak. Di buku ini Rey sedemikian cepat berubah menjadi lebih baik. Kalau menempatkan diri di posisi Liona, aku pasti akan senang dengan perkembangan aman seperti ini. Tapi sebagai pembaca aku pingin ada drama yang dinamikanya naik-turun agar lebih berkesan. Hehe.

Yang berhasil bikin aku gemes di awal cerita ya sikap keluarga Liona dan Rey yang dengan mudah menghakimi dan menyalahkan mereka berdua. Kayak ga percaya banget sama anak sendiri. Meskipun, ternyata ada penjelasan yang memadai di balik sikap ayah Liona yang langsung percaya saja kalau Liona "memang bejat". Sementara bagi keluarga Rey insiden itu seolah dianggap sebagai anugerah karena akhirnya bocah manja itu punya sosok yang bisa diandalkan seperti Liona untuk mengurusinya. What the? Sebenarnya ini kalau diolah pun bisa jadi konflik yang makan hati Liona. Like Liona bisa dibuat berpikir, "Kenapa gue yang harus ngurusi anak manja hasil didikan elu-elu pada?!" Tapi buku ini memilih alur yang aman.

Aku juga geregetan dengan alasan kedua keluarga untuk menikahkan Rey dan Liona cuma gara-gara "kayaknya mereka udah ga bisa nahan nafsu". Adddduuuhhh, nikah kan gak cuma urusan melampiaskan nafsu dengan cara halal. Tapi kayaknya memang banyak yang berpikir sesimpel itu. Bagian ini pun bisa juga diutak-atik untuk "mendidik" pembaca betapa fatalnya cara pandang kedua keluarga itu.

Konflik Rey dengan Tommy dan Adrian yang jadi sumber malapetaka di buku ini juga berakhir dengan sangat damai. Huah. Memang sih jadi pemaaf itu baik. Dan entah apa para cowok memang bisa dengan mudah memaafkan teman baiknya sesetan apa pun mereka. Tapi bakal lebih asik kalau Rey juga dapat pelajaran keras soal mana teman yang bisa dipercaya ketika dia sedang dilanda masalah berat.

***

Bagian terbaik dari cerita ini adalah interaksi pertengkaran Rey dan Liona. Bikin gemes dan malah bikin ngakak. Aku mulai senyam-senyum dan ngerasa enganged banget pas Rey kelimpungan harus beliin pembalut buat Liona yang lagi sakit kena dilep. Favoritku adalah waktu Rey memaksa Liona mencium tangan demi beberapa potong Pizza. Dan Lionanya ya mau gitu lho. Bwahahaha. Wasem! XD Bakal lebih epic kalau Rey dibuat ga nyangka Liona mau melakukannya demi pizza (ternyata harga diri loe rendah, ya? XD), dan ternyata Liona lalu menggigit tangan Rey wkwkwk. Komik banget imajinasiku.

Catatan buat para pengantin baru, nih ye: Kalau lagi berantem apa pasangan, ajak aja si doi bikin kue bareng, biar akhirnya bisa ketawa-ketiwi sambil perang oles krim kue. Huahuahua. (Lalu mendadak baper sendiri XD).

Tentang sikap Liona ini juga mau kusoroti. Di awal aku udah dibuat terpukau dengan kemampuan Liona membela diri dengan tenang dan wajah datar tiap diganggu Rey. Tapi sejak menikah Liona mendadak berubah pasif dan lebih pasrah. Jika perilaku keluarga Liona bisa sampai mengguncang psikis Liona sampai mendadak menanggalkan karakter tegasnya, kuharap penulis bisa menggambarkan hal itu dengan lebih menggigit.

Ada juga konflik antara Liona dengan ayahnya yang terkesan bisa selesai begitu saja. Rey memang melakukan sesuatu secara sembunyi-sembunyi drmi mengatasi masalah Liona. Tapi buku ini kan pakai sudut pandang ketiga! Ga ada salahnya kan kalau pembaca dikasih tahu si Rey ngapain aja. Wkwkwk.

Beberapa kali buku ini menyodori potensi konflik. Misalnya soal pengaturan uang anggaran rumah tangga. Tapi yaaa... Lagi-lagi selesai gitu aja. Haduuuh. Emaaaan. Tapi no worry, lah. Saya yakin penulis insyaallah bisa menyajikan cerita ringan tanpa mengurangi bobot dan kompleksitas konflik pada karya-karya mendatang. It's just about time.

Menjelang akhir cerita, penulis sudah berusaha menaikkan tensi dengan rencana perceraian Rey dan Liona justru di saat mereka sudah merasa cocok satu sama lain. Tapi... semua selesai dengan air mata Liona. Aaaaa... We want more dramas and conflicts, Missy. Wkwkw... Alasan Rey dan Liona bermusuhan sejak kecil juga tak dieksplor dengan maksimal. Aku berharap ada satu ulah Rey atau Liona yang menyebabkan trauma atau salah paham parah di masa lalu yang kemudian berlanjut hingga sekarang.

***

Sebenarnya tak ada yang salah dengan cerita ringan. Selalu saja ada tempat untuk cerita ringan demi meredakan stres akibat tekanan hidup zaman sekarang. Malah kalau melihat model ceritanya, kurasa buku ini pas kalau diadaptasi jadi FTV. Penyelesaian konflik di FTV juga biasanya gak terlalu rumit, kan. Plus dengan mengadaptasinya ke media lain, penulis bisa pelan-pelan merekonstruksi lagi bangunan ceritanya. Kalau seandainya buku ini jadi FTV judulnya bakal diadaptasi jadi bagaimana? Masa Cinta Remang-Remang, sih? XD *becanda

Lagipula aku salut dengan penulis yang bisa menulis empat belas bab lanjutan dalam masa kurang dari sebulan setelah pengumuman peserta Expert Writing Class GWP3. Sebagai sesama peserta yang juga ikut event itu dan mengalami hal yang sama (harus segera submit sisa draft novel dalam waktu terbatas), kemampuan penulis untuk menyelesaikan ceritanya dengan rapi (dan dapat Juara 3!) jelas sesuatu yang perlu diapresiasi. Mungkin ini bisa jadi himbauan untuk penyelenggara event dan para editornya, agar lebih sabar dalam memberikan waktu revisi bagi para penulis yang sudah mereka scout. Jadi buah yang bisa dipetik berupa buku karya mereka pun bisa matang maksimal tanpa diburu-buru. Toh yang menang udah terpilih, kan. Sekalian poles ceritanya sampai bener-bener gereget.

Yang terakhir, aku ingin menyoroti soal ending. Perjalanan Liona dan Rey dimulai dengan sesuatu yang jelas salah (ulah Rey). Seharusnya konsekuensi akan tindakan salah itu diperberat bobotnya. Meskipun judulnya memang A Sweet Mistake, sih. Tapi kuharap kesimpulan yang didapat pembaca secara umum kuharap bukan "untung Rey bikin kesalahan semacam itu, yak". Sejak membaca The Art of Visual Love-nya Ary Nilandari aku jadi banyak berpikir ulang tentang konsekuensi adegan interaksi fisik antara para tokoh dalam cerita. Apa gejolak yang seharusnya dirasakan para tokohnya yang terutama menggenggam adat ketimuran.

Sukses terus Rara. Katanya buku wattpadnya mau terbit? Semangat! Jangan segan untuk promo pada para penggemar setiamu di sana!
Profile Image for Tita Nasution.
4 reviews
December 12, 2017
Well, Akhirnya kelar juga baca novel yang satu ini. novel yang sudah di incar sejak pengumuman pemenang GWP 3. dan Saya cukup puas membaca ceritanya.

Tadinya sempat menduga2 kalau Novel ini bercerita tentang percintaan Anak SMA yang menye2 tapi ternyata.... diluar Ekspektasi euy.

Mahasiswa Abadi Vs Si Muka Papan!!!

Saya menyukai semua karakter wanita pintar dan karakter itu ada di diri Ona si Pemeran wanita utama dinovel ini. Saya suka Cowok berengsek yang takluk ditangan cewek pintar, itu selalu menarik untuk dinikmati. Surprise me, cerita ini mengangkat kebiasaan yang selama ini masih jadi Pro-Kontra di beberapa daerah di Indonesia dengan menikahkan sepasang muda-mudi yang malam2 ketahuan berduaan ditempat sepi. Tema sederhana sebenernya tapi masih jarang yang mau eksplore tentang ini. Walaupun masih kurang dijabarkan sih bagaimana pro-kontranya aturan ini. Btw, Ini menarik! Bagi Saya yang sering mengunjungi perkampungan bahkan pedalaman untuk urusan pekerjaan. cukup tau kalau di beberapa daerah di Negeri ini masih banyak aturan2 konservatif untuk menjaga pergaulan anak cucu mereka agar tidak terjerumus ke hal2 negatif. Aturan ini lazim digunakan untuk mencegah perbuatan tercela versi daerah tersebut dan bagi pendatang disana juga wajib menghormati aturan itu. Nah mungkin Kakek dalam cerita ini mungkin termasuk yang konservatif ini. tapi Kakek kurang kejam menurutku, di beberapa daerah yang masih kental agama dan kepercayaannya, aturan jam malam muda-mudi itu bukan main2. Begitu ketahuan ada yang bahkan langsung dinikahi pemuka masyarakat setempat di balai desa dengan mahar seadanya. Bahkan ada yang maharnya hasil dari pinjaman saksi. nah siapa si Kakek yang dimaksud? baca aja ceritanya hehe...

Awal baca sempat terganggu dengan penggunaan istilah "Muka Papan." mungkin karna merasa agak asing saja. beberapa interaksi Leona dengan Rey juga kurang terasa feelnya. yang paling terasa nga dapet feelnya itu ketika mereka berantem masak mi pas awal2 pindah ke rumah baru. mungkin karna mereka masih musuhan tapi tetep saja terasa tanggung musuhannya.
menghilangnya Teman2 Rey pas mereka ketahuan berduaan di tempat gelap juga cenderung nga masuk akal. Masukannya, Kenapa Tommy Cs ini di buat bukan menghilang tapi di Usir secara halus pas Ona dan Rey ketahuan, para orang tua cuma butuh perjelasan tersangka utama bukan Tommy CS. dan ketika Tommy dan Silvi datang ke rumah baru Ona dan Rey, mereka bertamu karna minta maaf tidak bisa membantu saat itu sekaligus turut bersimpatik atas apa yang menimpa pasangan baru tersebut, Dengan begitu mungkin jadi lebih masuk akal.

Over all, cerita ini cukup ringan. nggak sia2 nunggu lama buat beli. Dari 242 hal bahkan nggak ditemui Typo sama sekali. Saya bahkan baca ulang novelnya untuk nyari typo. mana typo... Typo mana.... Khusus untuk ketelitian ini Sayah kasih 5 bintang. Tapi untuk keseluruhan dikasih bintang 4 saja, Karna memang masih terasa ada yang kurang. Karakter Rey kurang Badung. mungkin penulis bisa lebih membadungkan Rey ini hehe.... nextnya mungkin bisalah dikasih bintang.... tergantung juga sih. terakhir daripada makin panjang lebar, 2 kata untuk novel debut Rara di GPU... "Cucok Meonglah."
Profile Image for Biondy.
Author 9 books234 followers
December 11, 2017
Berawal dari taruhan kalau dia bisa mencium Liona, si muka datar di kampus, Rey justru berakhir dengan menikahi gadis itu. Ini semua karena ayah mereka menangkap Rey yang sedang berduaan di tempat gelap bersama Liona. Rey dan Liona akhirnya sepakat untuk menjalankan sebuah sandiwara karena tidak bisa mengelak dari paksaan keluarga mereka.

Saya jujur kurang sreg dengan premisnya. Jadi gini, ceritanya itu si Rey mengajak Liona, yang kebetulan tetangganya, untuk bicara di tempat yang agak gelap. Sebenarnya itu rencananya si Rey buat mencium Liona sebagai bagian dari taruhannya. Nah, tapi sebelum berhasil mencipok cewek itu. mereka tertangkap oleh ayahnya si Rey dan Liona. Kakek Rey marah dan mengusulkan agar keduanya dinikahkan. Alasannya? Klasik. Supaya tidak dosa.

"Kakek maklum dengan darah muda, tapi ya tetap saja itu bukan hal yang baik. Jadi daripada kalian berbuat dosa, lebih baik disegerakan saja untuk menikah." (hal. 31)


Saya langsung pengin dnf begitu selesai baca bab pertama. Melihat semua karakter yang ada, saya langsung tidak sreg untuk lanjut membaca. Keluarga yang main hakim sendirilah, pemikiran kalau menikah berarti menghindari dosa, si Liona yang kayak tokoh protagonis bisu di game RPG-lah (secara spesifik, Suikoden IV), dan tidak ada satu orang pun (khususnya para orang dewasa) yang berusaha untuk membicarakan masalah mereka dengan sudut pandang berbeda.



Saya tahu kok kalau ada saja orang yang dinikahkan dengan alasan di atas. Saya pernah kerja dengan seorang cewek yang dinikahkan dengan pacarnya saat keduanya masih SMA. Sayang akhir cerita mereka tidak bahagia. Perpisahannya karena alasan klasik lainnya: uang.

Uang ini juga satu faktor yang saya sayangkan karena dipermudah. Jadi, si Rey dan Liona ini sama sekali tidak ada permasalahan keuangan karena mereka masih dibiayai orang tua. Bahkan si Liona bisa diberi mobil dan sopir pribadi sama kakeknya Rey. Soal ini mengingatkan saya pada novel Pasangan Labil yang juga mengeliminasi faktor ekonomi dari kisah pernikahan sepasang muda-mudi yang bahkan belum bekerja.

Sisa plotnya tidak seberapa menarik buat saya. Permasalahan antara Liona dengan ayahnya sudah tertebak sejak pertama kali diperkenalkan. Soal kelulusan kuliah juga tidak memberikan tantangan apapun pada kedua karakternya.

Hal positif dari buku ini adalah penulisannya. Penulisnya punya rasa yang bagus dalam mengolah adegan dan dialog. Hal ini yang menolong saya untuk terus membaca hingga selesai.

Secara keseluruhan, A Sweet Mistake untungnya tidak begitu menjadi mistake buat saya. Sweet? Ada juga bagian yang terasa manis, tapi lebih banyak rasa tawar dan tidak peduli saat membaca novel ini. Mengikuti ulasannya Mas Tsaki, saya juga menunggu tema yang lebih cetar dari Vevina Aisyahra.
Profile Image for Deira.
10 reviews
February 19, 2018
Gue suka cerita nya. Ringan tapi enak aja gitu baca nya.
Profile Image for Sweetdhee.
514 reviews115 followers
January 15, 2018
Iya, premisnya agak dipaksakan.

Tapiiiiiiiiiiiiii, semua tertolong oleh narasi dan dialog yang asik banget!
Ngalir.
Interaksi dua tokoh utama gemezin.

Alasan Liona benci Rey mungkin terungkap, tapi Rey ke Liona? Apa cuma iseng atau gimana ya?
Sama itu solusi Liona vs Papa kayaknya kurang dieksplor ya.

Beneran deh, gaya bahasanya asyik banget!
Profile Image for Mahfudz D..
Author 1 book21 followers
February 17, 2018
4/5 bintang untuk kelucuan-kelucuan absurd di antara Liona dan Rey. Bagian favorit tentu pas Liona M dan Rey harus beliin pembalut 😂

Review agak panjang menyusul (kalau sempat, sih) 😛

Oh, iya, dan benar kata banyak orang. Cara bercerita Rara emang enak banget. Like it.
Profile Image for Hana Rahmalia.
26 reviews26 followers
January 12, 2018
gak menaruh ekspekasi berlebih pas baca, tapi ternyata seru! gak lepas dari awal sampai selesai. 3,8⭐
Profile Image for Alifiana Nufi.
Author 5 books16 followers
August 17, 2018
Jujur pas baca blurb-nya saya penasaran sama perangkap yang dibuat Rey buat ngerjain Liona. Tapi, pas tahu akhirnya mereka menikah karena hal itu, saya jadi kurang sreg 😥 Ini masalah selera aja kali ya, alasan mereka dinikahkan karena ketahuan 'ciuman' di tempat gelap itu agak dipaksakan sih, kalau menurut saya. Apalagi mereka juga jarang interaksi di rumah (walaupun dijelaskan keluarga mereka mengira Rey dan Liona backstreet), masa iya si Kakek nuduh mereka nggak bisa nahan nafsu? Jadi, agak gimana gitu. Nggak tahu deh, kalau menurut Mas Anang 😉
.
Ada dua tokoh utama di novel ini, Liona Anastasya dan Reyvo Danuarta. Mereka ini tetanggan dari kecil, tapi saling benci dan ingin saling menjatuhkan satu sama lain.
.
Awalnya saya kurang sreg sama karakter mereka berdua. Benci jadi cinta gitu, tapi interaksinya agak nanggung. Tapi, lama-lama nyambung juga sih 😉
.
Saya pribadi mulai gereget kalau pas bagian Papanya Liona. Ya ampun, itu si Om umur berapa sih? Gitu banget mikirnya 😭 Kasihan Liona tau, Om 😭 Nyesek banget tiap baca bagian Liona sama Papanya. Sayangnya, bagian ini kurang dibahas lebih lanjut. Ada juga bagian lain yang bikin nyesek pas Rey mengingatkan perjanjian mereka setelah wisuda 😭 .
Perjanjian apa sih yang bikin nyesek itu? Baca sendiri ya 💕 Buat yang suka cerita perjodohan dengan bumbu benci jadi cinta, serta hubungan orang tua dan anak, novel ini cocok buat kamu 😉
.
⭐⭐⭐ 3 bintang untuk A Sweet Mistake 😉 Ditunggu karya selanjutnya ya 💕
Profile Image for Nurul.
312 reviews38 followers
January 20, 2018
Review lengkap : https://dailybooksread.wordpress.com/...

Kalau bahas tentang Liona dan Rey yang saling benci dan mereka akhirnya jatuh cinta pasti keliatan klise ya, banyak banget novel yang mengangkat tema itu.

Tapi cerita ini lumayan unpredictable karna yang awalnya saya nggak mikir mereka bakalan nikah. Saya kira ya cuma cewek cowok satu kampus saling benci tapi ya lama-lama saling cinta entah dari masa lalu atau apa. Tapi, ternyata novel ini nggak saudara-saudara. Makanya saya kasih satu bintang karna itu hehe.

Untuk gaya bahasa penulis saya suka karna bahasanya ngalir dan novel ini juga lucu, banyak adegan yang bikin saya ketawa apalagi pas mereka berdua adu mulut. Penulis juga pandai milih premis ceritanya dan unik aja gitu dan saya nggak nemu banyak typo kok.

Tapi ada karakterisasi yang kurang konsisten menurut saya
Profile Image for Ana  Fitriana.
160 reviews32 followers
May 24, 2019
Sweet mistake

Aku kira Sweet Mistake ini cerita tentang cowo ciwi kuliahan biasa. Ternyata nggak ding, aku kecele. Konfliknya lebih kompleks dari sekedar anak kuliahan. Btw, aku missing deh, ini tokohnya kuliah jurusan apa yak? Setting kampusnya cuma sampai di kantin doang pula. Hahahahaha.

1. Rey dkk yg kayak bocah smp. Sesekali sih terhibur dg obrolan mereka. Tapiii kalau mereka lagi ngobrolin Liona Si Muka Papan, mereka nggak keliatan kayak anak kuliah semester akhir. Seringnya obrolan mereka kayak bocah smp yg lagi kepo sm adik kelas.

2. Aku suka deh cara penulinya bercerita. Dialognya meski sesekali kerasa garing, tapi tetap bisa membuat aku bertahan menikmati kisah Liona ini. Imajinasi aku terbentuk dengan baik aja gitu. Good job, Ra. ❤

3. Julukan Rey utk Liona --> Si Muka Papan. Meh, God, berapa sih umur Rey? 12,5th?

4. Karena kepergok berciuman. Nggg... bukan berciuman sih, tepatnya Rey yg mencium Liona (poin no 2), mereka terpaksa dinikahkan. HAH??!!!wolesss... Gw juga kaget.

5. Kenapaaa kenapaaa Liona juga harus menanggung akibat dari kejahilan Rey? Yang salah 100% itu Rey, tapi orang-orang tua di sini malah maksa Liona untuk menikah dg Rey. Terlebih bapaknya Liona yang membabi buta nyalahin Liona. Sh*t!!! Ini udah mirip kayak korban pemerkosaan yang dipaksa menikahi si penjahatnya.

6. Tokoh orang-orang tua -mak bapak Rey dan Liona, termasuk kakeknya Rey- "unik" banget deh. Tipe orang tua yang bisanya menghakimi dan memaksakan kehendak. Berpikiran pendek dan nggak percaya sama anak sendiri.

7. "Besok kita nikahkan mereka. Rey sudah tidak bisa menahan nafsu" kira-kira seperti itulah kalimat dari kakeknya Rey yg terkenal konservatif dan religius, tapi di mataku malah terlihat mengkerdilkan konsep pernikahan. Menikah kan bukan sekadar urusan nafsu bawah pusar, Kek. Dan mereka nggak boleh protes pula. Seriously, ini benar-benar pemerkosaan hak-hak hidup Liona dan Rey. Padahal misal dipakai alasan lain, mungkin nggak terlihat picik amat ya si kakek ini. Kan ada kesebut dikit beliau ini katanya punya penyakit jantung, kenapa nggak ini aja gitu yang dijadikan alasan untuk memaksa kawin-kawinan gitu. Biar kerasa gitulah dramanya. Tapi sama kayak pendapat ttg menahan nafsu tadi, penyakit jantung ini juga kerasa ngambang. Nggak benar-benar dibahas. Atau mungkin dengan semua karakter orang tua yang tukang ngehakimin begini, percuma juga kali ya. Yang penting kawiiiinnnn.

8. Hlm 118, saat Rey menceritakan insiden pembalut (yang menurutku lebih cocok dibilang mengesalkan ketimbang lucu) yang mampu menghadirkan tawa di wajah Liona. Sayangnyaaaa, moment sentimentil ini lewat begitu saja. Penulis nggak nambahin apalah-apalah gitu untuk membahas tawa pertama Liona. Padahal alasan dari kejahilan Rey selama ini karena penasaran dg ekspresi muka Liona. Kapan hari Liona senyum tipiiisss aja, Rey and the gank bisa heboh. Terus kenapa tawa ini malah terlewat begitu sahazaaaa? Di bab-bab selanjutnya juga gitu, kalau Liona senyum Rey langsung tersentuh, langsung heboh. Rapunzel kan binguuuung.

9. "Ehm... Pa. Papa ingat nggak pohon jambu yang di depan rumah, dulu tahun berapa ya ditanamnya?" trus papanya Liona jawab dengan judes "ya nggak ingat lagi lah"
Gw kalau ditanya gitu kalau nggak melongo ya jawab dengan judes juga kali ya. Aneh-aneh aja pertanyaan Liona ini. Dan... kenapa dan mengapa Liona mendadak bertanya ini ke papanya, nggak dijelaskan. Tebakanku sih untuk ngobrol sama papanya. Tapi topiknya ambigu banget karena sebelumnya lagi ngobrol dg mamanya ttg musim ujian adeknya Liona.

10. Selain konflik Rey-Leona, ada juga konflik antara Liona dan orang tuanya. Singkatnya, hubungan Liona dan papanya tuh bermasalah udah lamaaa banget, sejak Liona kecil. Liona juga punya masalah pribadi untuk menerima ibu tirinya. Tapiii, sayangnya, sejak awal konfliknya nggak tergali dengan baik. Disuguhkan dengan gamblang, dan diselesaikan dengan sangat gampang(an).








Profile Image for Cepi Dini.
Author 2 books8 followers
January 27, 2018
🐰 Baca novel ini tuh nyaaaantaiii banget. Nyaris nggak ada konflik berarti kecuali permasalahan Liona dan papanya. Banyak manis-manis gemesinnya.

🐰 Benci jadi cinta, musuh jadi kekasih, mungkin sudah umum dipakai. Alasan papa Liona benci Liona juga bisa ditebak dan sering juga dijumpai. Tetapi, tetap saja, cara penulis mengekaekusi ide menentukan enak tidaknya bacaan. Dan menurut saya, Rara sukses dalam mengeksekusi ide yang banyak dipakai ini menjadi bacaan yang manis dan membuat nyaman pembaca.

🐰 Awalnya, saya kira agak berlebihan saat kakek Rey memutuskan untuk menikahkan mereka hanya karena terpergok ciuman (atau kecupan lebih tepatnya, karena berlangsung sangat singkat). Saya pikir mestinya ada kondisi yang lebih ambigu untuk ‘hukuman’ sebesar itu. Tetapi, setelah dijelaskan bahwa kakek Rey orang yang konservatif dan religius, sepertinya cukup masuk akal sih.

🐰 Mengenai kehidupan Rey dan Liona setelah menikah, memang terkesan terlalu mudah menurut saya. Dan karena saya juga belum pernah menikah, saya nggak tahu konflik yang umum terjadi pada pasangan yang baru menikah (apalagi tanpa cinta) mestinya seperti apa. Tetapi karena ini novel Young Adult, saya pikir konflik yang dipaparkan pas, lah buat pembaca muda. Kalau terlalu berat, nanti nggak cocok sama genrenya 😅

🐰 Ada satu hal yang sedikit mengganggu, yaitu penjelasan waktu ketika Liona mendapat mobil dari kakek Rey. Saat itu dikatakan Liona bertemu Kakek saat berjalan kaki setelah "beberapa hari" naik angkutan umum. Lalu esoknya Kakek datang membawa mobil untuk Liona. Di situ Rey berpikir, apa Kakek tahu kalau "kemarin malam" ia sempat kesal karena Liona tidak memasak makan malam untuk mereka. Padahal adegan Liona tidak memasak makan malam terjadi di hari pertama mereka kuliah setelah absen dua hari untuk menikah. Dan keesokan harinya ada adegan Tommy dan Silvi yang bertandang ke rumah mereka. Jadi, saya agak bingung, apakah kemarin malam yang dimaksud Rey itu kemarin-kemarin (yang sudah agak lama) atau mungkin ada kejadian Liona tidak memasak makan malam lagi yang tak dituliskan?

🐰 Saya juga agak penasaran dengan suatu kejadian saat Rey masih kecil dulu yang diceritakan Kakek. Apakah itu? Kenapa Rey sangat sebal dan tak ingin Liona tahu? 🤔
Baiklah, mungkin bukan hal penting. Mungkin hanya kisah memalukan Rey di masa lalu. Makanya nggak diceritakan. Saya hanya penasaran aja, sih 😝

🐰 Well, itu aja sih. Secara keseluruhan novel ini enak dibaca. Santai, nggak bikin banyak mikir. Dan seperti judulnya, manis 😉.
Dan gara-gara baca ini, saya jadi pengin nikah. Wkwwkw... abaikan 😅
Profile Image for Yessie L. Rismar.
136 reviews2 followers
February 2, 2018
Novel ini memiliki premis yang menarik dan saya rasa cukup berani. Saya juga punya teman yang ketahuan berduaan dengan laki-laki dan langsung dinikahkan oleh ayahnya. Mungkin bagi sebagian orang premis novel ini agak aneh atau terkesan dipaksakan, tapi sebenarnya real, lho.

Bukan hanya premis, saya juga suka gaya bahasa yang ringan dan interaksi setiap tokohnya yang natural. Konfliknya sudah terlihat sejak awal dan itu penting banget untuk menarik perhatian pembaca. Selain tentang Rey dan Liona, ada juga konflik antara Liona dan ayahnya. Sikap ayahnya terhadap Liona ini dingin, tapi... entahlah, saya rasa alasannya kurang kuat dan penyelesaiannya terlalu cepat.
Profile Image for Autmn Reader.
883 reviews93 followers
November 29, 2020
Baca di GD

Aku sbnernya menikmati baca buku ini sampe setengahnya. Ada bagian ngakak. Walaupun di awal juga ada ketidak konsistenan yang dilakukan sama penulis. Contoh pas akad. Aku lupa halaman berapa. Katanya baju kebaya yang dipakai Liona itu pas, tapi beberapa paragraf di bawahnya bilang agak longgar. Yang mana? Wkwk. Nah kupikir bakalan ada konflik yang gimana gitu, kan. Ternyata datar sampai akhir, wkwk.

Terus aku nggak paham juga, muka papan tuh gimana? Karena sepanjang buku itu kayaknya dia berekspresi aja sebelum atau sesudah nikah.

Pernikahannya juga sebabnga bikin aku kerut kening dan bilang "What?"

Tapi setengah awal aku enjoy. Heuheu.
Profile Image for Ossy Firstan.
Author 2 books102 followers
February 28, 2018
Saya suka cara berceritanya, ngalir gitu meski tema benci-jadi-cinta dan nikah-mendadak-berakhir-jatuh-cinta adalah tema yang acapkali diangkat di kisah-kisah merah muda. Meskipun saya nggak suka sih dengan keputusan kakek yang mengingatkan berita-berita 'sepasang kekasih ditemukan sedang gelap-gelapan dan dinikahkan'. Terima kasih sudah menemani minum kopi siang ini, saya tunggu tulisan lain dari kakaknya ^^
Profile Image for Yonea Bakla.
322 reviews36 followers
March 20, 2018
Akhirnya baca juga cerita tentang Liona dan Rey yang dipaksa menikah karena tercyduk Papa Liona dan Papa Rey. Rumah tangga kedua orang yang sedang sibuk skripsi ini seru untuk disimak. Konflik ringan dan mudah tertebak sih. Tapi, aku suka gaya tulisannya. Sayangnya eksekusinya terlalu terburu-buru dan kurang drama. Haha. Semoga di karya selanjutnya penulis bisa lebih baik menata alur dan plot. Rekomended buat yang nyari bacaan selingan.
3,4/5⭐
Profile Image for Wardah.
953 reviews172 followers
January 10, 2018
Premisnya menarik! Bannget! Buat ukuran novel YA ini rasanya beda ahaha.

Sayangnya,
1. Segalanya teralu cepat. Seriusan ngebut. Apalagi di awal pas Liona dan Rey ketangkap basah itu.
2. Masalah Liona dan ayahnya selesai juga kelewat cepat. Bukannya udah bertahun-tahun ya? Hmmmm.

Yah, ditulis dengan asik dan jelas lebih bagus lagi kalo lebih mendalam.
Displaying 1 - 30 of 64 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.