Ini hanya tentang Luna, yang dibuat pusing, bingung dan gemas dengan ara pahlevi, cowok asal perth dengan sifatnya yang berubah-ubah mengikuti terbit dan terbenamnya Matahari.
Ini juga tentang Luna, yang marah saat Ara menyuruhnya menjauh. Tentang Luna yang bingung setiap kali ia menemukan puisi dalam lacinya. Tentang Luna yang meleleh setiap kali cowok itu tiba-tiba muncul di depan rumahnya, kemudian mengajaknya menjelajah makassar, lalu mengukir kenangan indah di setiap tempat yang mereka pijaki.
Buku dan pengalaman membacanya adalah sesuatu yang personal. Buat saya, cerita novel ini sinetroniyah dan deus ex machina-esque, banyak kalimat redundan pada percakapan Bahasa Korea (pidato kelulusan yang segitu panjangnya ditulis dalam Bahasa Korea dan Indonesia, padahal sedikit petunjuk di awal juga saya rasa cukup mewakili ke-Korea-annya), minimnya chemistry baik itu antara Luna-'Ara siang' maupun Luna-'Ara malam', dan yang paling membuat saya mengernyitkan dahi, romantisasi broken cool guy yang bisa disembuhkan dengan *~cinta sejati~*. Bukan tugas Luna untuk menaklukan 'Ara siang' dan Ara sudah seharusnya memohon pertolongan profesional alih-alih meminta gebetannya (direct quote) 'menaklukkannya'.
Oh ya, saya baca yang versi terbitan Grasindo, dan sepertinya ada beberapa bagian yang dipotong dari terbitan sebelumnya.
Tapi saya lancar sekali membacanya, mengalir saja. Judulnya juga mengundang. Misterinya berhasil membuat saya penasaran kenapa Ara bisa ber-dualisme seperti itu. Terus, ada potensi ceritanya mengingatkan saya akan lagu Panic! At The Disco, Northern Downpour, terutama di bagian 'Hey moon, don't you go down'. Penokohannya cukup jelas.
Kalau kamu memang suka drama remaja masa kini yang penuh kejutan untuk melepas penat, buku ini bisa jadi pilihanmu. Sayangnya, bukan buat saya.
Let me show you my expression with emoticon when im read this book.
1. Perkenalan I = :( 2. Konflik II = :I 3. Klimaks = x)))))
Mungkin cuman buku ini, buku yang pernah saya beli langsung dari tangan penulisnya. Namanya Asa, nama lengkapnya Asabelia. Orangnya Humble sekali. Waktu saya ketemu, sekitar bulan oktober 2017 lalu, dia banyak bercerita soal project buku selanjutnya yang dia angkat dari kisah nyata. Kebanyakan bukunya lebih menyasar ke target pembaca remaja. Karna sebelum aktif menulis cerita di Wattpad, memang awalnya dia berangkat dari penulis fan fiction Justin Bieber di Facebook. Salah satu yang membuat saya kagum dengan orang ini adalah kedekatannya dengan para pembacanya. Dari obrolan waktu itu saya banyak belajar dari dia. Eniwei, itu sudah beberapa bulan berlalu dan bukunya baru selesai saya baca sekarang x)
Southern Eclipse adalah kisah romantis antara dua remaja Ara dan Luna yang berlatar belakang di kota Sulawesi Selatan. Ada beberapa tempat yang coba di eksplor penulis dalam buku ini, salah satunya di Toraja, Rammang-Rammang, Trans Studio, dll. Tapi substansinya hanya sekedar tempat untuk menjalankan adegan saja.
Seperti yang saya tunjukkan di emoticon. Bagian awal-awal sampai pertengahan buku ini menurut saya, suspensnya terlalu lemah. Asa, berusaha menonjolkan keindahan lewat rayuan dari dialog-dialog Ara, hanya saja tak tau kenapa terasa hambar dan mudah ditebak. Polanya terbaca.
Untungnya bagian tengah menuju akhir, membuat ceritanya sedikit terselamatkan. Pola yang menurut saya sudah terbaca, beberapa kali dipatahkan oleh ke-naturalan cerita disini. Mengalir dan tidak terlalu dipaksakan. Padahal bagian ending ini, sebenarnya berpotensi besar dibuat sedih, sendu jika Asa mau sedikit memaksakan keadaan. But, dia tidak melakukannya. Dia patuh pada logika cerita. Dan ini membuat dugaan saya salah.
Beberapa kali saya sedikit agak terganggu dengan gestur karakter yang terlalu sering dipakai oleh Asabelia, seperti "Membasahi bibir bawah", "Menggigit bibir bawah" dan segala gestur yang selalu melibatkan bibir. Gestur seperti ini terlalu sering dipakai bahkan hampir pada semua karakter. Tidak ada salahnya mamakai gaya seperti ini untuk menyampaikan pesan yang 'tersirat' dari body language karakter. Hanya saja, saya tidak habis membayangkan, kalau laki-laki juga melakukan gestur seperti itu.
Selain itu. Saya sudah tidak bisa lagi menghitung berapa kali kata 'entah' terbaca ditiap paragraf dan tiap halaman. Kata seperti ini juga sering dipakai secara berulang. Seakan-akan penulis tidak terlalu banyak tau apa dan darimana itu berasal.
Lebih dari itu, saya suka filosofi nama dan judul buku ini. Setidaknya memberi warna baru bagi genre Teen Fiction yang ada di Indonesia, Khususnya di Sulawesi Selatan.
Sebenernya saya baca yg versi new edition yg diterbitin sama Grasindo. Tapi, karena kebetulan gaada lapak buat versi yg ini, jadi saya pinjam lapaknya dulu yah:")) kalau sudah ada lapak sendiri, nanti saya move kok, hehe.
Ada bagian dari buku ini yg menurut saya ga ketebak, dan bikin saya terhanyut ke dalam ceritanya *asek. Tapi sayangnyaaa, saya masih nemuin typo, kelebihan kata, atau kalimat yg susunannya ga teratur. Tapi yasudahlah, saya bodoamatin bagian itu dan fokus aja ke ceritanya hehe.
Saya bingung mau ngetik apa lagi. Buku ini seruuu, terurama banyak puisi yg terselip di beberapa babnya. Puisinya juga indah banget. Dan buku ini hampir bikin saya nangis di beberapa titik. Buku ini banyak menyimpan luka~
Gaya penulisan penulisnya saya suka~! Narasinya dapet, dialognya juga dapet. Cara penulis ngedeskipsiin ceritanya tuh kayak menghayati banget, bikin saya juga jadi merasa ikut masuk ke dalam cerita.
Ya udah segitu aja, hehe. Tapi jangan terlalu berpacu sama review saya yah, mungkin karena saya memang masih remaja, jadi hormon untuk membaca ginian(?) memang kuat, HAHA. Canda. Ya pokoknya ini hanyalah dari perspektif saya aja. Selamat membaca~!
Satu lagi novel jebolan wattpad yang belum bisa jadi favorit saya. Ada TMI perihal novel ini, saya beli karena tertarik dengan desain sampul dan tulisan Best Sellernya, tentu saja untuk mencapai prestasi itu novel ini berarti memiliki cerita yang bagus. Tanpa sadar, kali kedua ke toko buku, saya beli lagi. Akhirnya saya jadi punya 2 novel yang sama. Sebegitu menariknya desain sampul novel ini buat saya. Kudos for Aqsho Zulhida for the prettiest cover.
Di bab awal, saya merasa begitu bosan. Jujur saja. Apalagi tentang kepribadian Ara, siang dan malam? Yang benar saja. Sangat tidak masuk akal. Tetapi saya punya prinsip, bila sudah memulai, saya harus menyelesaikan. Jadi saya paksa diri saya untuk terus membaca halaman demi halaman. Hingga sampai di bab pertengahan, penulis mulai menghadirkan konflik. Meskipun konflik selesai dengan mudah, saya pikir akan dibuat lebih tragis. Lalu sudut pandang cerita mulai berubah-ubah, menghadirkan sesuatu yang menarik dan membuat saya lebih fokus.
You can't expect too much from teenfic, karena saya rasa cerita ini harusnya sudah selesai pada konflik pertama. Tapi penulis merasa perlu menghadirkan konflik selanjutnya, yang sangat tidak perlu. Entahlah. Rasanya ada yang kurang, ada yang hilang dan tidak tepat.
Ada beberapa typo yang saya temukan, sangat mengganggu tentu saja. Tetapi secara keseluruhan, penulis sudah membuat cerita mengalir dengan baik. Saya harap kedepannya lebih baik lagi.
Tell you what, I'm giving it 2 stars only because I have an open mind and adek kelas aku jatuh hati banget sama cerita ini.
Not much to say, bener-bener your average romance story. High school, kenalan, gitu-gitu lah, exactly the kind of plot I'm against. And just how clueless could the main character be? Sampe sekarang aku masih kesel-kesel frustrasi gimana gitu kalo inget alur ceritanya, kalo inget gimana ceritanya aku bisa lebih tahu plot yang mau diceritain dan bukan tokoh utamanya yang tahu duluan. Too predictable. Not the book for me, definitely against it. Maybe buat romance readers, ini lumayan. The plot twist near the end seemed rushed and forced, but will take any other romance readers off guard. Tapi buat pembaca yang udah biasa sama buku-bukunya Dan Brown, this isn't for you.
Akhirnya bisa selesai baca buku ini setelah beberapa kali pengen udahan di tengah jalan, tapi karena aku tipe pembaca yang sekali memutuskan buat baca suatu buku harus selesai sampe akhir, jadi aku tetep paksa buat baca terus. banyak banget kalimat-kalimat yang "mengganggu" contohnya "aku menggigit bibir bawah" yang banyak diulang-ulang buat gambarin si tokoh yang lagi grogi, nervous, takut, dsb. padahal, author bisa cari pemilihan kata lain tanpa terus mengulang kalimat itu—tbh it's quite annoying.
Untuk plot ya ordinary teens romance gitu, mudah ketebak dan di akhir pun klimaksnya rada "maksa". tapi emang buat puisi-puisi pembuka di setiap bab-nya bagus dan beberapa relatable. dan ya, covernya cantik banget (jujur aku pertama kali jatuh cinta sama buku ini karena covernya). But in conclusion, I still feel this book was really not for me.
I just love this book sm, aku baca ini pertama kali itu when I still an elementary student and this book is amaze me by the plot dan aku inget pertama kali beli buku ini karna aku TERTARIK BANGET dengan hal berbau bulan, bintang, hujan, dan hal lain yang berbau alam. Pada saat itu aku juga suka puisi jadi pas aku nemuin buku ini tanpa banyak mikir lagi aku langsung beli and the cover is really pretty <3.
Jujur kekurangan dari novel ini tuh karna there are some part yg menurut aku agak aneh aja yaa kalo di pikir pakai logika as example tuh about two personalities nya ara yaitu ara siang dan ara malam hari yg menurut aku aneh aja kalau perubahan nya sedrastis itu just bcs kebiasaan dia untuk menyamai sikap nya dengan ortu nya (but ik its just a reason to made luna trust him) and the other part that menurut aku kurang aja tuh part dimana mereka bahas korea karna jujur agak cringe sih bahasa korea yg dipake but I just found out that the author of this book love korea. I think that's makes sense, we are also act like that when we love something new. Semua hal kita pautin sama hal yang kita suka jadi kayak nya author nya mau munculin di novel sedikit hal tentang korea yang dia tau karena author nya lagi tertarik tentang hal berbau korea.
But overall I love the plot also the characters, specially Ara Pahlevi he is such a gorgeous boy I love him sm 💗 TAPI KNP DIA MOKAD SII 😿 Rest in peace Ara 💐. Jujur masih ga terima sama ending nya karna ara harus mokad tapi tbh aku pecinta sad ending dan itu malah bikin cerita ini berbekas di hati aku apalagi sosok ara disini tuh misterius banget and I love the part when author nya pakai teori matahari dan bulan untuk nama character nya bcs once again I said I love anything about bulan, bintang, matahari.
For me this novel is so underrated, aku udah nyari review tentang novel ini di berbagai medsos dan juga ke temen aku tapi ternyata di sekitar aku ga pernah ada yg baca bahkan gatau tentang novel ini cuma di goodreads doang aku bisa nemu review orang lain about this novel karna kita pasti excited ga sih kalo mau tau pandangan orang lain tentang novel favorite kita. Tapi pas aku baca review novel ini di goodread I think banyak yg kurang srek sama ceritanya tapi emg preferensi masing masing sih.
But for me I love this book sm, this book got me crying over a fictional character yaitu Ara Pahlevi my boy. This book has a special space in my heart 💗
Novel ini saya baca saat masih duduk di bangku sekolah menengah pertama.
Luna adalah seorang piatu, memiliki ayah yang senang mabuk, dan kakak laki-laki bernama Vahrus yang bekerja di luar kota. Dengan keadaan keluarga seperti itu, Luna merasa hidupnya hampa, ia pun tidak memiliki teman dekat di sekolah -sebelum Luna menjadi seorang piatu- .
"Segala yang berlebihan akan lebih berpotensi untuk membawamu pada kekecewaan."
Suatu hari, Albi, mantan pacar Luna sedang membully salah satu siswa baru. Luna datang untuk menyela kegiatan itu. Ara Pahlevi, baca Luna dalam hati pada papan nama siswa yang dibully Albi tersebut. Ara, laki-laki berkacamata yang bersifat dingin dan kaku.
Malam harinya, Luna bertemu Ara kembali di sebuah supermarket 24 jam dekat sekolahnya untuk membeli cat air. Tak disangka, Ara -si laki-laki baru yang dibully oleh Albi tadi siang- itu sedang melakukan pembalasan kepada Albi. Luna memergokinya. Dan sejak saat itu, pertemanan mereka pun dimulai.
Ara pada malam hari sangat berbeda dengan Ara pada siang hari. Ara yang dingin dan kaku itu, tidak sama dengan Ara yang pemberani di malam hari. Luna, menyukai keduanya.
"Sekarang kamu punya saya, kita bisa sama-sama menjadi penakluk." "Itu ajakan pertemanan?" "Bukan." "Lalu?" "Ini sebuah permohonan izin." "Izin? Untuk apa?" "Izin untuk memasuki kehidupanmu." Percakapan Ara dan Luna di malam kedua saat mereka tidak sengaja bertemu. Anehnya, Ara di siang hari selalu mengabaikan Luna. Bertolak belakang dengan Ara di malam hari.
Hingga akhirnya, "Selamat karena sepertinya kamu telah berhasil menaklukkan separuh lain dari Ara, lagi. Mulai sekarang kamu punya saya, ya?" Kata Ara di siang hari.
Woooshhhhh! Luna berhasil menaklukan Ara, sepenuhnya. Luna dan Ara menjadi dekat, layaknya pasangan umum seperti biasanya, mereka berdua saling mengirim pesan, bermain bersama, dan berbagi cerita. Hari demi hari mereka dekat, tapi tiba-tiba Luna dipaksa untuk menjauhi Ara oleh kakak perempuannya, Asca.
Setelah disuruh ngejauhin Ara, banyak fakta yang terungkap tentang kejanggalan Ara selama ini. Tentang sifatnya yang berubah di siang dan malam hari.
Asli baca buku ini nyaman rasanya karena dibuat penasaran terus. Agak kaget karena ngga begitu nyangka alasan di balik Ara punya sifat yang berbeda.
Yang suka baca genre romance dan suka cerita mengandung plot twist, buku ini bisa dijadiin salah satu bacaan kalian :)
This entire review has been hidden because of spoilers.
"Ketika kenyataan ternyata hanya membawa luka dan mengubah segalanya, terkadang menjadi pura-pura bodoh itu akan kulakukan, andai pun bisa."
Luna tak menyangka aksi heroiknya menolong Ara di sekolah berbuntut panjang. Itu bukanlah pertemuan pertama mereka, malah melahirkan pertemuan-pertemuan selanjutnya.
Luna yang pernah merasakan kehilangan, menjadi nyaman dengan Ara. Padahal Ara seakan punya 2 kepribadian berbeda, saat pagi hingga siang dan kemudian malam hari. Jika pagi hingga siang, Ara begitu kaku dan dingin. Malam hari Ara menjadi lebih hangat dan terbuka.
Ara bahkan telah memperingatkannya untuk jangan mendekatinya terutama saat pagi hingga siang, daripada terluka. Peringatan yang tidak dipedulikan Luna. Peringatan yang membuat Luna jatuh cinta kemudian patah hati berkeping-keping. Akankah Luna bisa merasakan kebahagiaannya kembali?
"Di antara semua kecerobohan yang pernah saya ciptakan. Kecerobohan paling berkesan adalah 'ceroboh memasukkan kamu ke dalam kehidupan saya'."
Wah, aku tak menyangka kisah ini akan serumit ini. Kisah yang tak sesederhana kelihatannya. Awalnya kupikir ini hanya tentang kisah cinta remaja biasa, tetapi lebih dari itu. Kisah keluarga dan romansa saling menyatu merangkai menjadi sebuah kisah yang mengharukan. . Jika disuruh memilih mungkin aku akan jauh lebih menyukai sisi Ara saat malam hari yang lebih hangat, tetapi ternyata sosok pagi hingga siang hari juga tak lebih memikat. Karena Ara siang hari punya sejuta misteri yang ingin dipecahkan.
Pertama, saya sangat menikmati alurnya. Terkesan mengalir dan sungguh! tidak bisa ditebak sama sekali. Saya sebenarnya baca versi terbitan Grasindo dan mungkin ada perbedaan dengan versi sebelumnya. Namun, saya sungguh menikmati ceritanya!
Jadi ingat, Southern Eclipse adalah buku pertama yang saya baca di wattpad kala itu. Jadi sekalian bernostalgia sedikit, haha.
Kedua, penokohan karakternya terasa sangat kuat dan nyata. Seolah mereka ikut bernapas bersama saya di dunia ini.
Ketiga, keseluruhan ceritanya benar-benar tak bisa saya tebak. Terhitung, sudah beberapa kali saya terus meleset meski beberapa tahun lalu juga begitu sih.
Terakhir, seluruh isi ceritanya sangat bisa dinikmati terutama oleh kalangan remaja seusia saya. Jadi buku ini masih bisa cocok dibaca untuk mencari versi gemes, sedih, frustasi, itu sendiri.
Agak kaget sama endingnya yang ternyata “begitu”. Secara keseluruhan sih cukup seru, tapi karena saya kurang suka korea-koreaan jadinya ya ....
Saya baca yang terbitan grasindo, dan cukup kaget karena ternyata banyak banget typo. Ya ampun! Sekelas grasindo gitu lho! Emang sih gak berpengaruh sama ceritanya. Tapi tetep aja yang namanya typo itu bikin sakit mata.
Gak kepengin review ceritanya, jadi mending baca sendiri aja. Pengin baca gratis? Tenang, di Ipusnas ada kok. Saya juga baca di situ.
Ada waktu yang tepat untuk buku yang tepat. Boleh jadi saya membaca novel ini bukan pada waktu yang tepat.
Dialek daerah dalam percakapannya terlalu sedikit, mungkin dimaksudkan agar pembaca lain mudah memahami. Tapi sebagai pembaca yang hidup di Makassar, sulit membayangkan percakapan dengan aksen Jakarta di sekolah.
Beberapa plot dan lokasi terkesan memaksa, misalnya menyaksikan gerhana di Toraja akan susah untuk perjalanan satu hari dari Makassar.
Novel ini lebih cocok untuk remaja meskipun ada keterangan 17+ pada sampulnya.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Sewaktu novel ini masih ada di wattpad dan kemudian naik cetak, itu beberapa tahun lalu sewaktu aku masih sekolah, dan aku masih inget sama hype-nya. Tapi, aku baru bisa baca sekarang. Aku kurang bisa merasakan chemistry-nya Luna sama Ara, interaksi-interaksi mereka menurutku kurang untuk kemudian bisa berkembang jadi suatu perasaan khusus. Dan ada beberapa dialog korea yang diiringi dengan terjemahan indonya, yang menurutku jatohnya jadi nggak penting nulis dialog korea panjang-panjang, karena pada akhirnya pembaca prefer baca terjemahannya.
Southern Eclipse menjadi salah satu buku favorit aku. Buku ini cantik banget bukan cuman covernya doang tapi kata-katanya, puisi yg ada di buku ini semua nya cantik. Baca buku ini tuh kyk lagi diajak naik roller coster alias kita dibawa naik turun, ada kalanya seneng, baper, sedih. Apalagi di pertengahan buku sampai akhir cerita dibikin bingung plot twistnya bener-bener ga ketebak dan sukses membuat aku nangis sejadi-jadinya.
Novel Sad Ending pertama yang bikin aku jatuh cinta. Asli pas baca novel ini kayak rollercoaster efeknya. Kadang kita dibuat baper, Penasaran, sedih, nangis, dan banyak kejutan di novel ini. Kalau biasanya aku nggak suka sad ending. Tapi khusus di novel ini aku sukaa. Pokoknya very recomendeed. Segeraa bacaa ya bagi yang belum
BACANYA SAKIT BANGET TOLONGGG JADI BINGUNG MAU SEDIH APA SENENG CZ FINALLY AKU BISA BACA INI BUKU HUAAAA 😭😭😭 Bakal masuk salah satu buku favoritku sih iniii, and yap page turner abiss! Selama baca dibikin nangis terharu seneng terus ketawa terus nangis lagi. Bagus deh pokonya, sayang Ara dan Luna banyakkk² dan pelukkk jauh buat Arez 😭🖤
Wow... what kind of hazard have I just gone through... 🫠
Yang bagus cuma prosanya aja, puitis dan effortless. Adegannya ringan + page-turning juga.
Tapi dari segi plot, struktur tiga babak, tata bahasa, chemistry antar tokoh, eksekusi in general... it's hard to decide, tapi emang lebih cocok dikasih 2 🌟🌟
suka dengan buku ini. teen sekali haha. apalagi dengan puisi-puisi disetiap awal bab itu bener-bener jadi pemanis buat ceritanya. karakter tokohnya juga kuat, mulai dari Luna, Ara-Siang, dan Ara-Malam. hahaha aku suka banget sama Ara-Malam. kalau ngegombal emang paling bisa HAHAH
Walaupun sebenernya udah di spoilerin, tapi si penulis tetep bisa mancing kita buat belok sama pemikiran bohongnya. Bener-bener ya setiap karakter disiksa bertubi-tubi setelah mereka merasakan kebahagiaan. Kejam juga ya mbak asabelia ini wkwk
Semuanya terasa mengalir dengan kisah yang menyenangkan. Alur maju dengan karakter yang kuat membuat saya terbawa suasana. Bahkan saya sampai kesal namun juga gemas dengan cerita yang ditulis oleh Asabelia ini. Alur ceritanya tidak mudah ditebak. Saya beberapa kali salah duga terhadap alurnya.
Awal² cerita kamu bakal disuguhkan dengan romance manis yang tipis² tapi kmakin kesini makin kesana BETUL BETUL NOVEL YANG MEMBAGONGKAN SEKALI ENDINGNYA. Sebagai tim menolak sad ending zuzur aku merasa tersakiti sekali dengan novel ini😭💔💔
salah satu novel adaptasi wattpad yang keren bangetttt. ceritanya ada plot twist yang bikin mikir padahal sebenernya isi ceritanya udah bisa ditebak dari judul bukunya sendiri (tapi tetep pas awal gak bisa ketebak). dan yaa bukunya cukup menguras air mata tapi bagus sekalii