Buku ini mau memberikan informasi menyeluruh tentang apa itu yang namanya Katolik. Ciri-ciri khasnya, sejarahnya, kitab sucinya, apa yang diimaninya, hal dosa dan penebusan, malaikat dan setan, kematian, api penyucian, neraka dan surga, serta akhir zaman. Lalu hakikat, susunan dan tugas panggilan, dan etika Gereja Katolik, termasuk etika seksual, etika politiknya dan teologi pembebasan. . . Bab akhir menunjuk pada tantangan-tantangan yang dihadapi Katolik di abad ke‐21. Buku ini tidak menghindar dari pertanyaan-pertanyaan keras: apa Kitab Suci dapat dipercayai, siapa sebenarnya Yesus dari Nazaret, apa Allah dapat punya anak, apakah Gereja harus mempertahankan pandangan tradisionalnya tentang homo-seksualitas, apakah mungkin pernah akan ada imam perempuan? . . Dalam buku ini Romo Magnis‐Suseno memberikan orientasi yang dapat dipercaya, ringkas, ketat, lengkap, dalam bahasa blak-blakan, tidak hanya bagi orang Katolik yang ingin lebih mengerti Gerejanya sendiri, melainkan juga bagi siapa saja yang ingin tahu betul apa itu Gereja Katolik, apa yang dipercayainya, apa misinya dan apa tantangannya. Buku seperti ini belum ada dalam pustaka Indonesia. Siapa saja yang mencari jawaban jelas atas pertanyaan tentang implikasi iman Katolik di masa sekarang akan merasa sangat terbantu.
Prof. Dr. Franz Magnis-Suseno SJ adalah rohaniwan yang lahir tahun 1936 di Eckersdorf, Jerman, dan sejak 1961 hidup di Indonesia. Dia adalah guru besar filsafat sosial pada Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara di Jakarta dan guru besar luar biasa Falkutas Pasca Sarjana Universitas Indonesia, dosen tamu pada Geschwister-Scholl-Institut Universitas Munchen, pada Hochschule fur Philosophie, Muchen, dan pada Falkutas Teologi Universitas di Innsbruck. Ia belajar Filsafat, Teologi dan Teori Politik di Pullach, Yogyakarta dan Muchen. Pada tahun 1973 ia memperoleh gelar Doktor dalam ilmu filsafat dari Universitas Munchen dengan sebuah disertasi tentang Normative Voraussetzungen im Denken des jungen Marx (1843-1848) (1975,Alber)
Buku ini cocok dibaca baik untuk umat Katolik maupun umat beragama lain bahkan yang tidak beragama sekalipun yang ingin mengetahui secara lengkap namun ringkas mengenai Gereja Katolik. Gaya bahasa khas Romo Magnis yang blak-blakan ia tunjukkan dalam bukunya ini. Ambil contoh catatan kaki nomor 48 yang menceritakan pengalaman Romo Magnis ketika ditanya oleh Himpunan Mahasiswa Islam, mengapa beliau yang kelihatan bersimpati dengan Islam, tidak sekalian masuk Islam saja. Pertanyaan tersebut alih-alih dijawab secara apologetik, oleh Romo Magnis justru dijawab melalui pengalaman iman pribadinya. Debat doktrin Trinitas juga tidak dilewatkan oleh Romo Magnis dalam bukunya ini, bahkan dijadikan subbab tersendiri di 4.11. Menurut saya, kekuatan buku ini ada di dalam Bab 7. Romo Magnis mengupas berbagai isu muktahir yang dihadapi Gereja Katolik akhir-akhir ini. Salah satu yang paling berkesan buat saya adalah kritik terhadap Gereja Katolik yang semakin sentralistik dan hal ini belum pernah ada sebelumnya dalam sejarah. Sentralisme, menurut Romo Magnis, tidak mempunyai dasar apapun dalam Kitab Suci. Buku ini merupakan bacaan ringan, tidak sepenuhnya ditulis dalam bahasa populer memang, namun setidaknya tidak menggunakan bahasa teologis yang mengawang-awang.
Buku ini dapat dibaca oleh semua kalangan. Menjelaskan tentang sejarah katolik, juga hubungan katolik dengan agama agama lain, terutama protestan dan Islam. Romo Magnis menggambarkan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh semua kalangan tentang pandangan katolik terhadap perkembangan jaman dan pandangan gereja terhadap non katolik tentang keuniversalan. Bahwa kasih dapat menjangkau semua orang.
Buku ini memiliki penjelasan yang sangat komprehensif tentang agama Katolik, cocok dibaca untuk penganut agama Katolik maupun agama lain. Buku ini sangat membuka mata saya tentang agama Katolik dan membuat diri saya lebih mengerti tentang agama Katolik.