Kumpulan pengalaman yang tidak akan kita dapatkan kalau datang hanya sebagai turis ke Jerman. Dari pengalaman jadi tukang kayu, susahnya membuat SIM di Jerman, kapoknya menginap di rumah sakit Jerman, sampai membeli isteri dari katalog! Apa yang terjadi di Jerman? Bagaimana sebenarnya kehidupan sehari-hari warganya?
Poin plus dibuku ini banyak sekali mengenai kebudayaan dan tradisi Jerman yang sebelumnya saya tidak ketahui seperti adanya membangun rumah sendiri, pencarian jejak harta karun, penggantian ban mobil musim panas dan musim dingin, budaya saling menolong saat ada hajatan, adanya SIM sepeda, tidak ada penggantian barang ketika pembeli memecahkan benda di supermarket, Hari usil, dan banyak hal lainnya yang membuka cakrawala saya. Saya salut penulisnya pinter mengungkapkan sisi Jerman lainnya yang sebelumnya kita tidak ketahui. Buku travelling ini berbeda dengan buku-buku travelling lainnya yang hanya menampilkan bagaimana cara mau Jerman, apa saja objek wisatanya, dan akomodasinya
sebagai orang yang menikah dgn orang Jerman dan tinggal di Jerman, penulis menceritakan kehidupan sehari2, kebudayaan, adat, takhyul dan aturan yang berlaku di negeri ini dengan cara ringan, kadang puitis, humoris diselingi kata-kata bhs Jerman dan sedikit Jawa sbg variasi agar kalimat tidak monoton dan membosankan
meski sebagian orang sudah tahu tentang hal2 di Jerman, dengan tinggal sbg penduduk di negeri ini memberi informasi lebih seperti aturan2 yg berlaku, jenis2 asuransi, SIM mobil, motor, sepeda dan surat ijin memancing, cara membuang sampah menurut jenisnya, jenis makanan, dan lain-lain
dalam pikiran orang Indonesia, orang Eropa umumnya digambarkan sbg masyarakat maju, modern, akrab dgn teknologi canggih dan individualistik. namun penulis menceritakan sisi lain yg lebih manusiawi, sosial, akrab dan ramah dgn tetangga, toleransi antar agama, pendidikan di sekolah anak-anaknya, yang secara garis besar sama dgn kultur ramah tamah org Indonesia tapi dgn adat kebiasaan orang Jerman daerah Baden Wurtemberg, tempat penulis tinggal
meski bukan sebuah buku traveling untuk turis, informasi yang ditulis berguna untuk membuka wawasan pengetahuan tentang kehidupan sehari2 orang Jerman