Ann, dari kecil, aku susah sekali bicara banyak. Namun, sejak bertemu denganmu, aku ingin bisa banyak berkata-kata, khususnya saat bersamamu.
Aku tahu, aku jenis orang yang sedikit rumit. Namun, percayalah Ann, aku berusaha sekeras mungkin untuk bisa membuatmu memahamiku, walaupun aku tahu itu sulit.
Berat sekali rasanya harus meninggalkanmu ke Berlin. Harus membiarkanmu sendirian dengan banyak pertanyaan. Kamu bisa sabar, kan? Tunggu ya, Geez akan pulang untuk Ann.
Satu-satunya yg aku suka dari novel ini adalah diksi nya yang indah. Aku kurang suka sama ceritanya karena ((menurutku)) banyak kejadian2 yang kurang logis di novel ini, yg mencolok di mataku sih part yang dia pergi ke kalibiru, jd ceritanya si Ann habis beli bunga naik sepeda ke kalibiru, padahal kalibiru sama tempat awal Ann itu jauh bgt :( emng dia ga pegel :( Pertemuan antara Ann- Geez sama Ann- Bayu juga klise banget, kayaknya setiap Ann melangkah kemanapun bisa tiba2 ketemu sama Geez atau Bayu. Apalagi si Bayu ini, entah kenapa setiap Ann pingsan pasti yang nemuin si Bayu, kayaknya si Bayu ini stalkernya Ann deh wkwk Lalu Ann ini kan pelajar, murid SMA yang ingin jadi dokter, aku berharapnya diceritain gitu perjuangan nya Ann yang pengen jadi dokter, tapi ternyata engga. Tiba-tiba aja si Ann yang ((kayaknya))engga pernah belajar, selalu galau terus tiba2 jadi lulusan terbaik di SMA nya dengan nilai 9,75 dan bisa jd dokter. Hmm mungkin dia emng genius bgt kali ya. Pokoknya novel ini semua isinya berkutat ttg kegalauan Ann yang ditinggal sama Geez. Ohya btw,aku jg dibuat kagum sama kemampuan penjual bunga lily, dia ga pernah ketemu sm Ann tapi dia tahu kalau perempuan yg lagi beli bunga lily itu Ann cm gara2 liat senyumannya:) kagum deh pokoknya..
Masih belum klik sama Geez Ann, masih sebel kenapa Ann rela di-ghosting sama Geez bertahun-tahun (?)
Terus aku overthinking banget pas bagian Ann bilang dia kabur ke Kalibiru (hal 77) dan ke Parangtritis jam 2 pagi (hal 191). Kenapa? Karena di hal 185 dikatakan kalo rumah Ann itu sekitaran Sleman.
Dengan bantuan google maps didapatkan data bahwa Sleman - Kalibiru : +/- 1 jam 10 menit dengan motor "Aku meninggalkan kios bunga dan pulang ke rumah, mengambil sepeda kemudian pergi ke Kalibiru..." (hal 84) . Apa Ann tidak gempor ke Kalibiru naik sepeda? Atau yang dimaksud Kalibiru di sini Kalibiru yang lain? Bukan Kalibiru yang di Kulonprogo? Kalo bukan yang di Kulonprogo terus di mana dong?
Nah kalo Sleman - Parangtritis : +/- 1 jam 6 menit dengan motor. Untungnya pas ke Parangtritis jam 2 pagi ini ada yang nemenin, diantar naik motor. Awalnya sih ngga mau ditemenin, kalo ngga ada yang nemenin, Ann mau ke sana naik apa? Mau naik sepeda? Benar-benar ngga ada logika ya kamu..
Sungguhlah aku terlalu overthinking... Semoga di buku selanjutnya ngga ada yang bikin aku overthinking lagi. Plizz 😂
Edit : Mungkin Ann seperti masyarakat zaman sekarang, rela ngegowes berpuluh-puluh kilometer..... Ok.
gua kesel ada yang ritwit topik begini melulu jadi gua ngintip dikit cerita versi bukunya kaya apa. ternyata big no for me. too iyuh gua gak tahan. rip logic juga, sepanjang baca (cuma kuat sampe halaman 60) muka gua begini nih: -_-
You know, when you read a book that is all-around bad, in all its aspects, it can be kind of difficult to explain why you didn't like it? Because your dislike is so all-encompassing? This is what i feel about this book btw.
I disliked the writting style, the characters, the story, the non-existent character development, the fucked up pacing, and the vapidness. But I could forgive these things, I could forgive the cringyness, bcs they had been entertained me lmao
Edit: After thinking overnight, i came into conclusion: I hate giving one star ratings. I don't think they're fair. Unfortunately, it also wouldn't be fair to give this book two stars since some two star books I've read were significantly better. So yeah...
Ann galau karena ditinggal Ge'ez yang kuliah ke Jerman. Meskipun status hubungan mereka tak jelas. Ann tetap memberikan hatinya ke Ge'ez menunggu kepulangannya meski dia tak tahu harus menunggu sampai kapan. Ditengah kegampangan hatinya Ann bertemu dengan Raka, seseorang yang dia harapkan dapat menjadi pengganti Ge'ez tapi cowok itu justru menorehkan luka dihatinya, setelah itu Ann menjalin hubungan dengan Bayu. Kira kira begitulah alur cerita novel ini.
Dear Ann
aku nggak menemukan alasan yang kuat buat lu terus menantikan geez. Dalam rentang waktu sejak lu SMP sampai lu kuliah, lu cuma sempat ketemuan sama geez beberapa kali, Dia bahkan nggak kasih kejelasan soal status hubungan kalian ketika dia berangkat ke jerman. tapi lu bisa begitu cinta mati sama dia.
Ketika geez nemuin lu di jogja dia memang sudah mengiyakan bahwa kalian emang pacaran, tapi setelah dia balik lagi ke Jerman dia cuma beberapa kali kasih kabar ke elu habis itu hilang bak ditelan bumi dan lu menghabiskan waktu lu untuk bergalau ria gara gara cowok yang nggak jelas itu?
Dear geez
Kalo elu emang suka sama Ann dan menggap Ann sebagai pacar lu. Lu harusnya selalu menjaga komunikasi lu sama Ann dengan rutin berkirim kabar. Tak peduli betapapun sibuknya lu pasti lu bakalan sempet sempetin kirim email ataupun surat. Bayangin aja. Udah LDR an sejauh jogja jerman, terus nggak ada kabar selama bertahun-tahun pula. Cewek manapun pasti bakalan nyari cowok lain lah. Kalau Ann sampai berhubungan sama Raka dan Bayu. Seratus persen itu adalah salah lu.
Masih bisa bikin baper meskipun eror logic dimana mana.
Hancur banget nih novel. Penokohannya, alurnya, deskripsinya, dan gak masuk akal semua njir. Ya kali ada cewek yang mau nunggu sampe bertahun2 cuma buat seorang cowok? Tanpa ada status lagi. Konyol. Edan.
Gue saranin nih ya, buat kalian yang mau baca cerita2 ringan bertemakan cinta remaja yang MASUK AKAL, jangan baca novel ini deh. Serius. Bisa sakit kepala kalian)
Bintang 1 buat diksinya yang indah tapi nggak dengan ceritanya yang asjbhbjdbkofz.
Mirip seperti novel "Kata dari pengarang yang sama. Mungkin pasar dari novel ini memang bukan orang-orang seumuranku, karena tadi itu, masa romantis-remajaku udah lewat. Dengan latar yang sedikit gak masuk akal, kalau gak salah ada bagian dia naik sepeda ke Waduk Sermo Kulon Progo, entah dari mana rumahnya. Padahal yang kubayangkan, rumah dia ada di daerah Kota Yogyakarta, bukan di Kabupaten Kulonprogo. Rasanya gak make sense ketika dia dengan mudah mencapai Waduk Sermo yang jalannya menanjak, dengan sepeda pula. Hmmm, apakah pengarangnya kurang detail observasinya hehe. Itu saranku, ya mbak Rintik Sedu. Gaya bahasa kids jaman now, dengan sedikit Indie pada tokoh-tokohnya, menggambarkan keadaan remaja masa kini. Cocok. Sayangnya cerita hanya berputar di tempat menurutku, seolah hanya ada mereka di dunia. Konflik kurang luas dan kurang greget hehe. Tapi buku ini bagus untuk menginspirasi anak-anak muda untuk menulis teenlit sejenisnya. Bagus untuk membangkitkan semangat menulis atau untuk jadi novelis. Tapi, nak, jangan mudah puas dengan membaca satu karya, coba perkaya pengetahuanmu tentang penulis lain, ataupun novel genre lain. Supaya apa? Supaya konflik dan latar ceritamu bisa jauh lebih luas dan ada maknanya. Sekian.
*beli di Google Playstore 16rb, pas ultah Gagas Media =)
ehmm.. beli ebook ini, tertarik karena kata'y mau dijadiin film, lihat rating yg 3,9 d Goodreads, dan kebetulan lagi ada diskon dr penerbit'y.. :p
kenapa q kasih bintang 2.. mungkin karena q yg terlalu berkhayal ketinggian buku ini bakalan bagus banget, setelah dibaca ternyata.........
awal cerita cuma anak SMP ternyata, kirain q ini novel yg usia'y udah dewasa.. yaaach walaupun makin lama makin dewasa sich, tapi terlalu cepat aja gitu diceritain dlm satu novel.. terlalu banyak keanehan di novel ini, apalagi Geez'y.. kl q jd Ann, dan di tinggal gitu aja n baru ketemu beberapa tahun lagi, q pasti marah", mana alasan'y nggak dijelasin sama Geez..
yaach, inti'y q nggak terlalu suka sama novel ini, kok bisa yaa mau dijadiin film.. :O
tapi q bakal lanjut baca buku kedua'y sich, itupun krn q udah terlanjur beli ebook'y jg pas ultah penerbit'y.. >,<
dnf. Sempet ngikutin waktu di wattpad. Pas baca lagi gatau knp kurang sreg aja(?) rada cringe(?) entahlah mungkin udh bkn seleraku lagi hehe tbtb merasa tua🥲
Beruntung sekali bisa purchase buku ini yang saat Pre-Order luar biasa berebutannya. Gue menyelesaikan 2 seri buku ini dalam dua hari. Oke berhubung ini page untuk seri pertamanya, reviewnya akan dikhususkan untuk seri 1 saja.
5 bab awal cukup membuat gue triggered untuk melanjutkan membaca. Setiap dialog memiliki peran tersendiri dan akhir dari setiap sub-bab dan bab sangat mengikat.
Tapi untuk 4 bab selanjutnya, honestly bosen.
Selanjutnya gue akan me-review mengenai jalan cerita,
Kesimpulannya, Geez & Ann cukup baik untuk novel teenlit yang berbahasa puitis, namun untuk alur cerita dan ikatan antar tokoh (dan analogi analogi didalamnya) sangat....tidak banget. Ini yang membuat saya tidak mendapat 'feel' kegalauan dari Ann. But I do enjoy the book. Lumayanlah buat mengingat kisah cinta jaman kasmaran dulu, haha
Buku ini bercerita tentang kisah cinta Ann. Seorang perempuan yang dibuat terbang setinggi-tingginya oleh rasa cinta lalu dibuat jatuh sejatuh-jatuhnya oleh perpisahan. Kalo bahasa kerennya sih di-ghosting.
Gaya bahasa dan struktur penceritaannya tipikal novel Wattpad teen lit. Banyak pertemuan yang tidak masuk akal, glorifikasi karakter dan terkesan melankolis.
Beberapa kali saya kerap menemukan inkonsistensi karakter terhadap novel Geez dan Ann ini. Contohnya dialog Raka yang awalnya memakai kata ganti subjek "Lo-Gue" di beberapa bagian kadang berubah jadi "Kamu-Aku" saya tidak tahu ini adalah sebuah karakter development atau memang sebuah plot hole yang tidak di sadari penulisnya.
Selain itu, karakter dari teman-teman SMP Ann menurut saya terlalu banyak. Kalo tidak salah ada 5-8 orang. Semua karakternya tidak digali dengan baik sehingga hanya terkesan numpang lewat. Tidak terlalu mengambil andil yang penting dalam cerita.
Tapi secara keseluruhan, Rintik Sedu sebagai penulis menurut saya berhasil membangun dunia imajinasi Geez dan Ann dengan sangat baik. Dia memiliki gaya bercerita yang cukup unik. Sebuah cerita yang menurut saya cukup kompleks ketika ditulis oleh seorang anak kelahiran tahun 1998.
Aku terlalu ekspektasi tinggi sih awalnya, karna denger podcast rintik sendu jadi penasaran bagaimana cinta 8 tahunnya menjadi 3 buku. Aku paham sih beberp adegan pasti dikembangkan untuk cerita tapi rasanya mudah ketebak aja, karakter-karakter yg tbtb hadir kerasa banget untuk menuhin jalan cerita karna bingung harus bahas apa selama Geez pergi. Terus perpindahan waktu juga lumayan banyak cepat. Tipikal wattpad banget ceritanya dan awal-awal aku merasa kok Geez jadi semacam Dilan tp versi kalem kali.
Dan karakter temannya banyak banget yang pas SMP tapi ga kepakai gitu loh.. kaya kita ga begitu kenal, masing-masing, bahkan Dina yang temen sekelasnya. Aku ngerti sih mungkin mempertahankan banyak temannya untuk menyesuaikan sama kisah nyatanya kali ya?? Kurang tau juga sih atau tribute untuk terima kasih sama teman-teman SMPnya.
Secara tulisan mudah dibaca karna ringan karna untuk +-250 halaman ak cepat banget selesaikan bacanya. Terus yang aku bingung, kenapa ya sejak awal Ann itu ga mau minta nomor HP kek atau paling ngga pas Geez ke Berlin deh, masa mereka belum punya handphone dan mau kontakan hanya via email, tapi sudah pada puny iPod. Seharusnya sudah pada punya hape ngga sih wkkw #CMIIW
sebenernya dulu awal-awal masuk toko buku, aku nggak tertarik sama sekali untuk baca. setelah tau kalo mau di-film-kan, aku jadi penasaran, apalagi castnya junior sama hanggini :)). selain itu juga pamornya mbak rintiksedu di dunia tulis menulis di indonesia ini cukup bagus, bagus banget malah. aku suka tulisan-tulisan puitisnya di instagram.
ternyata hal-hal itu malah membangun suatu ekspektasi yang terlalu tinggi buat novel ini. di awal-awal aku masih menikmati, tapi aku sadar terlalu banyak kebetulan di dalam cerita yang sangat-sangat nggak relatable, terlalu banyak drama, and i guess this book is not my cup of tea.
mungkin cerita ini bakal cocok untuk dibaca sama remaja-remaja yang suka kisah-kisah cheesy ala abg.
"Maybe he's a good man, but he's not right for you"
Salah satu bacaan yang sangat bagus untuk mengawali reading challenge tahun ini!! Yey!
Aku penasaran akan kelanjutan ceritanya. Tapi, disisi lain... sepertinya aku belum siap untuk membaca kelanjutannya. Takut. Ada beberapa hal yang bahkan mirip dengan kehidupan pribadiku. Aku terlalu takut untuk melanjutkan kisahnya. Tapi sepertinya rasa penasaranku terlalu besar. Baiklah, akan kumulai saja membaca kelanjutannya. Sepertinya nanti sore saja. Ketika aku benar-benar sendirian. Menutup pintu kamar kemudian memakai selimut sampai menutup keapala, tentunya aku akan menyediakan tisu sebanyak mungkin.
Geez, apa yang kamu lakukan ke Ann itu.... Jahat!—okay skip! Kalau boleh jujur sik agak-agak mirip AADC nih, versi movie yang kapan hari muncul di bioskop, iya yang Rangganya aduhai banget itu.
Hmm... Saya nggak nyaman sama chapter-chapter awal. Mungkin niatnya penulis mau nyeritain tahun-tahun penuh tanda tanya Ann, tapi mereka ketemu pas masih kelewat muda. Banyak part-part yang kerasa hyperbola-nya, terlalu banyak kebetulan, dan terlalu too good to be true. Bikin dedek-dedek gemay SMP jadi pengen ada diposisi Ann aja—dikecengin senior maha kece berotak Einstein.
Unfinished business. Ugh, seriusan deh ini tipe hubungan yang wajib banget dihindarin, sebisa mungkin ya—yadeh, Saya pernah masuk club itu, LOL. Ini penyakit banget kalau kata Saya. Ibarat angin bertiup, ga jelas arahnya. Dibilang demen? Ya, iya! Berkorban dengan segenap jiwa dan raga? Iya! Nyaman tingat dewa? Iya! Status dan kelanjutan hubungan? Well babay aja deh ya, wqwq. Oh ya mau nyapa LDR-mates juga, mana suaranya... wqwq ((kalau aja hubungan Geez dan Ann ini punya nama sih ya))
Geez & Ann, 6 tahun sudah saling kenal, tapi yah if its means to yo, it would never go. Sekalipun udah mengorbankan banyak hal buat Ann, jagain Ann meskipun dari jauh ono—jagain jodoh orang om?—tapi mereka ngga bisa bersatu juga, entah dibuku #2 ya. Geez, just so you know, menunggu itu bukan pekerjaan menyenangkan, apalagi tanpa kabar. Belum lagi ada jenuh yang muncul tanpa diundang—yang dirasa Ann—dan kehadiran orang diwaktu yang tepat—Bayu. Miris banget sih sebenernya Geez & Ann ini, disaat yang satu udah lelah dan memilih sang prajurit. Si pangeran masih aja memperjuangkan kebahagiaan si peri kecil. So sad waktu dengar ceritanya pak & bu yang jaga rumah pohon. Tapi apa mau dikata, semua udah terjadi, bisa dirubah jadi happy ending?
Kalau inget-inget chapter awal Saya truly mau rate 2/5 aja. Tapi kebelakang rasanya kaya cubit gitu 😂😂 bahasa kasarnya kaya kesentil 😂😂 so.. 2,5/5 deh ya, jadi kasi 3/5 boleh laah....
Besok mau baca seri 2nya, semoga ga mengecewakan sih. Kalaupun seandainya Geez & Ann nggakbisa bersatu as an item Saya ngerti kok alesannya 😌
🎶🎶 Where would we be now baby, Where would you do now darlin', if I said these simple words, I'll wait.... I'll wait, as long as you want 🎶🎶 —Where would we be now, Good Charlotte
Kesan pertama pas baca buku ini: agak halu dan dramatis. Maksudnya, kejadian yang terjadi tuh banyak yang terlalu unreal (spt setting tempat bolak balik jkt-jogja yg cepet banget, mungkin dari penulisannya terlalu mendadak dan bikin bingung). Ditambah lagi, tokoh Geez hanya berbicara tentang apa yang bagus dan mau didengar oleh banyak wanita, karakteristiknya kurang spesifik. Tapi setelah sampai akhir, pembaca dibuat penasaran akan kelanjutannya. Mungkin target buku ini buat remaja yang baru puber dan mau pacaran kali ya...
entah kenapa saya membaca buku ini. Niatnya lanjut ke buku kedua dan nonton film. Tp seperempat awal saya sudah ingin cepat-cepat menyelesaikan buku ini. Ceritanya yang terlalu panjang dan memang panjang sekali terlalu membosankan untuk diikuti. Penceritaannya juga terkesan jenuh. Juga terlalu banyak gombal seperti ftv. Apalagi tokoh yang masih berusia SMP. Juga didalamnya banyak sekali hal-hal yang tidak masuk akal.
Walau menutur gue ceritanya terlalu ribet tapi bagus, cuma disini banyak banget kejadian-kejadian tak terduga yang jatuhnya malah jadi pertanyaan "Lah?! Kok gini?" Dan masih banyak lagi.
Kalo baca dari awal rasanya aku ingin ngasih nilai 2 aja ke buku ini, karna ya percintaanya amat sangat dimulai dari kecil yaitu SMP dan menurutku kisah cerita yang diciptakan ini terlalu berlebihan untuk anak SMP.
Makin kesini makin ngerti, ternyata ini menceritakan dari awal banget kisah Ann ketemu Geez. Makin makin juga aku nambah ratting untuk buku ini, treat Geez ke Ann membuat hatiku hangat walaupun cuman hanya sebentar-sebentar, di buku ini harusnya judulnya About Ann, karna Geez disini cuman sekedar nama kisahnya seuprit banget.
Juga, terlalu banyak kebetulan-kebetulan yang pas baca "whaaat? Tiba-tiba aja gitu?" like ketemunya ditoko buku sama Geez, tiba-tiba Geez ada di Jogja dan mukulin Raka, tiba-tiba Bayu nemu Ann pingsan di Jogja, tiba-tiba Bayu pindah ke bandung, tiba-tiba Ann nabrak Raka di Bandung. Banyak kan kebetulannya?
Tapi yang membuat hati aku hangat adalah perlakuan Geez ke Ann, dia selalu berusaha yang terbaik buat Ann walaupun dari jauh, entah bagaimana caranya dan siapa intelnya karna tau aja gimana kabar si Ann, dan yang paling ganggu adalah ketika Ann nyalahin Geez karna dia gak bilang ke Ann sama sekali ada di Jogja selama 3 bulan dan menyalahkan Geez atas keputusanya. PADAHAL SEMUA SALAN ANN SENDIRI HEY! gemezzz saya.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Adalah Keana Amanda -nantinya akan di sapa akrab 'Ann'- seorang siswa yg masih duduk di bangku SMP. Ia bertemu dgn alumni SMP nya bernama Gazza atau biasa di panggil dgn nama Geez. Pertemuan yg singkat namun meninggalkan kesan yg cukup dalam di hati keduanya. Sampai pada masa dimana keduanya harus berpisah saat itulah rasa yg tertinggal itu di pertanyakan kehadiran dan kekuatannya.
Bagaimana kisah yg hadir diantara Geez dan Ann? . . 💖 Ada beberapa hal yg saya sukai dari novel ini: Saya suka dengan tiap diksi yg digunakan penulis, begitu indah sekali. Jadi jangan heran kalau novel.ini termasuk.novel.yg quotable banget. Kemudian, setiap scene yg terjadi antara Geez dan Ann begitu manis dan selalu bikin envy. Akhir kisah yg tak terduga membuat saya tidak bisa berkata-kata. Kepolosan dan kesucian pemikiran ann tentang cinta membuat kisah ini tidak sesederhana yg di duga, banyak sekali adegan2 yg d luar dugaan terjadi pada Ann. . . 😢 Ada beberapa hal yg kurang saya sukai mengenai Geez dan Anna. Jujur saja d awal kisah, saya sangat menikmati setiap curhatan Ann untuk Geez, tapi makin ke tengah saya ngga habis pikir dgn tingkah Ann yg begitu mendramatisir keadaannya. Saya merasa, apa yg d gambarkan Ann pada dirinya sendiri tak sesuai dgn kenyataan yg ada, rasanya flat dan ambigu 😢. Agak mengesalkan dgn rasa hati Ann yg seperti roller coster (cepat berubah). Karakternya tak bisa di prediksi, setiap konflik terasa seperti tumpang tindih. Alurnya tidak bisa ditebak, terkadang lama terkadang bisa cepat. Lama saya berfikir apa yg salah? hingga ketika saya mengingat ttg masa2 remaja, saya baru paham. Perasaan anak remaja tidak sesimple yg di pikirkan oleh orang dewasa. Satu kata yg dapat menjelaskan kekurangan ini, "LABIL". Labil adalah kata yg tepat sekali untuk menggambarkan emosi dan perasaan remaja. Karena itu saya bisa memahami kekurangan ini. Dan ternyata kesimpulan saya ini terbukti dgn adanya bimbingan dri lingkungan untuk Ann, ada mama, abang Ann dan eyang Ann. . Rekomendasi buat anak remaja yg sedang belajar ttg cinta.
"Mau buru-buru ke mana lagi kalau rumahku sudah ada tepat di sebelahku."
Ini buku yang akan aku suka kalau bacanya jaman SMP. Pasti bakal dibikin senyum-senyum sendiri. Tapi karena bacanya udah di umur 20-an, perasaannya beda. Ada banyak adegan yang kurasa terlalu tiba-tiba. Tau-tau dekat sama Raka, lalu Bayu. Pertemuan sama dua orang itu terlalu tiba-tiba dan menimbulkan pertanyaan "Kenapa?".
Aku merasa karakter Ann itu mudah deket sama laki-laki, karena dengan mudahnya dia cerita ke Bayu waktu pertama kali mereka ketemu. Sama Raka yang katanya musuh pun, tiba-tiba aja jadi dekat dan Ann sendiri yang ngeladenin. Karena gak ada timeline tiap kejadian juga, jadi berasa terlalu cepat aja. Perpindahan satu adegan ke adegan lain juga ada yang buat bingung, gak ada tanda kalau ini udah pindah tempat dan waktu. Kalau untuk dialog, aku udah tahu cara menulis Paus dan gak terlalu mempermasalahkan itu meski memang sepertinya gak mungkin anak Jakarta dialognya sepuitis itu. Tapi ya, gak terlalu mengganggu.
Satu lagi yang cukup mengganjal, waktu Ann ketemu sama orang-orang yang ternyata udah pernah ketemu Geez, gimana mungkin mereka bisa kenalin Ann dari senyumannya aja? Kayak ... kurasa ini terlalu gak realistis? Juga, ada terlalu banyak kata 'semesta' di sini. Tapi kalau pembaca lain ada yang bilang "Masa Ann mau digantungin bertahun-tahun?" menurutku bukan tentang mau dan gak mau, sih. Tapi bisa dan gak bisa, yang jawabannya adalah bisa. Seperti yang Raka bilang, dia mengorbankan banyak hal termasuk dirinya sendiri. Dan ya memang ada orang begitu di dunia nyata. Jadi kalau dibilang gak mungkin ada yang serela itu, ya jawabannya mungkin mungkin aja.
Kalau pertanyaannya abis ini aku mau baca buku keduanya atau gak, jawabannya jelas iya, dong. Hehe.
"Kamu mungkin tidak hancur, tetapi perasaanmu sekarat ketika mendengar kabar itu."