Jump to ratings and reviews
Rate this book

Call Me Miss J.

Rate this book
Tujuh alasan kenapa aku benci dipanggil Miss J:

7. Nama itu semacam pengingat kalau aku punya masalah penampilan.
6. Nama itu dikasih oleh orang yang paling kubenci sejagat raya.
5. Nama itu bikin aku ditertawakan seisi kantin.
4. Nama itu bikin aku terkenal (tidak dalam artian baik) dan jadi objek mading di sekolah.
3. Nama itu membuatku dihukum seminggu.
2. Nama itu bikin cowok yang kusukai bilang aku perlu berubah.
1. Praktisnya, nama itu bikin MALU.

Bisa bayangkan penderitaanku? Aku kan sudah kelas sebelas!

Bagaimana aku bisa memulai romansa SMA-ku kalau terus menerus dipanggil Miss J?

312 pages, Paperback

First published September 1, 2006

51 people are currently reading
888 people want to read

About the author

Orizuka

29 books1,743 followers
Books written by Orizuka:

1. Me & My Prince Charming (Puspa Swara, 2005)
2. Summer Breeze (Puspa Swara, 2006)
3. Duhh... Susahnya Jatuh Cinta...! (Tanda Baca, 2006)
4. Miss-J (Tanda Baca, 2006)
5. High School Paradise (Puspa Swara, 2006)
6. Fight for Love! (Puspa Swara, 2007)
7. High School Paradise 2nd Half: Love United (Puspa Swara, 2008)
8. The Truth about Forever (Gagas Media, 2008)
9. 17 Years of Love Song (Puspa Swara, 2008)
10. The Shaman (Gagas Media, 2008)
11. FATE (Authorized Books, 2010)
12. Our Story (Authorized Books, 2010)
13. Infinitely Yours (Gagas Media, 2011)
14. Oppa & I (Penerbit Haru, 2011)
15. I FOR YOU (GagasMedia, 2012)
16. Best Friends Forever: High School Paradise Golden Goal (Puspa Populer, 2012)
17. With You (GagasMedia, 2012)
18. After School Club (Bentang Belia, 2012)
19. Oppa & I: Love Missions (Penerbit Haru, 2012)
20. The Chronicles of Audy: 4R (Penerbit Haru, 2013)
21. Oppa & I: Love Signs (Penerbit Haru, 2013)
22. The Chronicles of Audy: 21 (Penerbit Haru, 2014)
23. INTERTWINE (Penerbit Haru, 2015)
24. The Chronicles of Audy: 4/4 (Penerbit Haru, 2015)
25. Apa Pun selain Hujan (GagasMedia, 2016)
26. The Chronicles of Audy: O2 (Penerbit Haru, 2016)
27. Momiji (Penerbit Inari, 2017)

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
240 (30%)
4 stars
289 (37%)
3 stars
209 (26%)
2 stars
32 (4%)
1 star
10 (1%)
Displaying 1 - 30 of 136 reviews
Profile Image for Syifa Adiba.
140 reviews22 followers
May 6, 2013
7 Alasan kenapa harus baca buku ini :


Yap! Akhirnya, saya berhasil menyelesaikan novel remaja bergenre ringan. Biasanya saya baca novel dengan genre kelas berat alias dewasa. Hahaha. Novel ini simpel. Berkisah tentang Azalea atau biasa dipanggil Lea, anak SMA biasa. Bisa dikatakan tidak cantik dan tidak buruk rupa. Hanya ada satu masalah dalam hidupnya. JERAWAT! Ya. Masalah typically yang dimiliki oleh anak seusianya.

Dia punya tiga orang sahabat. Vidi si ceplas-ceplos. Alex si pemberani dan hobi naik gunung. Dan Sabil, si pintar dan cengeng. Tambahan : Lea punya satu adik tiri yang seumuran dengannya dan satu gebetan yang juga adik kelasnya.

Lea tergila-gila setengah mati dengan Dimas, adik kelasnya yang menurutnya imut setengah mati. Apalagi, setelah Lea terkena 'pukulan cinta' dari Dimas berupa pecahnya jerawat di jidad Lea akibat lemparan bola basket dari Dimas itu.

Dimas mulai mendekati Lea, meskipun Vidi curiga ada campur tangan dari Barbie, ketua OSIS sekolah mereka yang diktator dan otoriter. Barbie berusaha sekuat mungkin untuk menjatuhkan Lea cs dengan segala cara.

Lalu, muncullah Raya. Cowok yang didaulat mirip Chace Crawford. Anak dari dokter kulit Lea sekaligus sahabat ibunya. Selanjutnya? Seperti biasa. Kisah romansa Lea akan dimulai. Pilih Dimas, Raya, atau bahkan Rio?

Ada beberapa poin yang saya tandai disini.

Profile Image for Dion Yulianto.
Author 24 books196 followers
February 4, 2018
Selain Windry Ramadhina, Orizuka adalah penulis genre teenfictioj yang selalu saya nantikan karya-karyanya. Selalu ada kesegaran baru tiap kali membaca novel2 mereka. Miss J ini buku sma yang auranya positif bnaget, mengajarkan pembaca untuk melawan pembulian. Plus bonus ada jurnal Raya yang manis banget di edisi baru ini.
Profile Image for Yessie L. Rismar.
136 reviews2 followers
February 23, 2019
3.6 untuk Miss J.
Ceritanya seru. Bahasanya ngalir. Konfliknya padat. Meskipun sangat mainstream, tapi katakter tokohnya oke, jadi hidup aja feelnya selama baca. Ada bagian yang agak berlebihan sih, ada yang menurut saya belum selesai juga masalahnya (tentang si Rio, wkwk), tapi gapapa... 😂
Profile Image for Caca Venthine.
372 reviews10 followers
June 19, 2013
buset buset ini buku udah lama banget dibaca tapi baru inget buat review..

salah 1 novel kak Okke yang memang remaja banget ceritanya,cocok pasti buat yang masih sekolah ^^
Profile Image for Gifty Zabina  Agung.
75 reviews
November 20, 2021
Ini pertama kalinya baca buku karya Orizuka. Dan aku pikir ini buku terjemahan, eh, kaget dong waktu lihat isi buku ini, ternyata orang Jakarta tulen, haha.

Baca buku ini asyik. Meski awal-awal agak bosan dan leluconnya garing. Tapi lumayanlah jadi bisa nostalgia sama zaman-zaman 2000-an. Khas banget anak-anak zaman itu. Ceritanya mengalir, kelihatan kalau Orizuka bukan nyoba-nyoba bikin novel.

Pesan tersirat di sini juga bagus. Si tokoh utama, yakni Azalea, awalnya mendapat julukan 'Miss J' karena ejekan dari seseorang soal jerawat di wajahnya. Namun seiring waktu, kita diperlihatkan bagaimana Azalea mengatasi julukan tersebut menjadi suatu yang membanggakan. Ada juga pesan tersirat lain yang bisa kalian cari sendiri di sini.

Hampir keseluruhan ceritanya mengenai perundungan, kata lainnya bullying. Aku agak terrified sama yang satu ini. Karena bullying yang dilakukan Barbie gak main-main. Baca buku ini jadi teringat masa-masa sekolahku dulu yang hampir setiap hari dapat penindasan. Tapi aku tidak seberuntung Azalea yang didampingi sahabat-sahabatnya. Dan tidak semenarik dirinya.

Kelemahan pada buku ini menurutku ada di karakternya. Rasa-rasanya, semua kentara mana yang di pihak hitam dan mana yang di pihak putih. Seolah-olah penulis hanya membutuhkan karakter antagonis untuk si tokoh utama. Eh, tapi ini 'kan novel remaja, apa sudah biasa seperti ini, ya? Hmmmm.

Satu lagi yang bagiku begitu penting, yaitu kurangnya peran orang dewasa yang bijak di sini. Padahal untuk tema sekolahan, apalagi bullying, peran orang dewasa sangat dibutuhkan. Namun, aku tak bisa menemuinya di buku ini. Para guru seperti tutup mata sama kejadian-kejadian penindasan yang dilakukan Barbie. Barbie, 'kan, ketua OSIS, apa tak ada satu guru pun yang mengawasi jalannya OSIS? Aku pernah jadi anggota OSIS, dan tahu betapa kerasnya ikut organisasi ini. Untuk mengajukan prokes atau sebagainya, perlu usaha besar agar disetujui guru. Tapi Barbie dengan mudahnya bisa menghasut para pejabat sekolah untuk hadir dan ikut serta dalam pemilihan ketua OSIS baru. Oh, iya sih, ayahnya Barbie ketua yayasan, jadi mudah saja baginya. Hebat juga para guru yang tidak mengetahui kalau dana sekolah disalahgunakan sama si Barbie. Dan aku bisa merasa sekolahnya mereka ini termasuk sekolah yang bergengsi di daerahnya. Haha, bergengsi tapi kok gak peduli sama kehidupan siswanya? Azalea yang diberi kata-kata kasar di Mading juga, apa guru-guru gak tahu, atau pura-pura gak tahu? Begitulah, orang-orang 'dewasa' di buku ini kayak bayangan semua.

Yah, untuk bagian kedekatan antara Raya dan Azalea lumayan menghibur. Aku juga sering tertawa baca buku ini. Jadi, penilaian dariku untuk buku ini, standar saja. Mungkin bakal coba baca karyanya Orizuka yang lain, terutama The Chronicles of Audy yang beken itu.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Nisa.
327 reviews18 followers
May 6, 2013
Hai,

saya #TeamRaya lho!

*nerobos Universal High School terus nyolong jumper Raya*

Oke, langsung ke intinya aja ya hahaha :P

Jadi, aku sengaja beli buku ini paketan bareng The Truth About Forever. Tetep ya online di kak Orizuka langsung, dapat potongan harga plus ttd di setiap buku. hihi.

Waktu pertama kali aku megang langsung novel ini di toko buku (waktu itu bukunya belum sampai ke rumah) aku agak kaget. Ternyata novelnya tebal ya? Aku kira novel ini sama simplenya seperti HSP Series! Tapi ternyata dugaanku salah :P

Call Me Miss J menceritakan tentang seorang perempuan jerawatan bernama Lea. Kehidupan sekolahnya benar-benar mengasyikan menurutku. Apalagi punya sahabat-sahabat kece kayak Alex, Sabil, dan Vidi. Oh ya, jangan lupakan Barbie and the gank sebagai musuh sejati mereka di sekolah.

Secara umum ceritanya sama kok kayak cerita-cerita anak SMA pada umumnya. Naksir cowok ganteng yang ternyata jahat, punya musuh kakak kelas yang tengilnya amit-amit, dan ketemu cowok kasat mata bernama Raya yang ternyata ganteng punya.

Lea dan Raya sudah pasti ujung-ujungnya bakal jatuh cinta satu sama lain. Tapi perjalanan menuju jatuh cinta itu yang menurutku ga biasa. Hari gini sebenernya susah lho nemu cowok macam Raya! Yang bisa jatuh cinta sama cewek jerawatan yang nyablak udah gitu senengnya ngerepotin.

Yang aku suka dari novel ini tuh unsur komedinya yang dapat banget. Aku sampai ketawa ngakak sendirian malam-malam karena aku pribadi lebih senang baca/nulis di malam/dini hari. Aku menyelesaikan novel ini selama 4jam dan alasannya karena baca novel kak Orizuka itu susah banget lho berentinya.

Tapi aku bersyukur novel ini diterbitkan ulang. Novel ini layak banget diterbitkan ulang dan dibaca sama para Readerizuka :) ga pernah nyesel baca novel karya kak Orizuka (kecuali The Saman-hiiiih) Selalu menanti novel-novel kak Orizuka selanjutnya :D

Hwaiting!

♥Best Regards♥
Profile Image for Lin Ulfah Minnati.
33 reviews4 followers
July 23, 2013
Gokil. Dan sku suka.
Intinya sih itu. Kalau mau tau alasan lebih jelasnya.. oke, aku ga keberatan buat membeberkan semua, hihi.

Entah ini novel Kak Orizuka yang ke berapa yang aku suka banget, konfliknya berasa banget, seneng di anti-klimaks nya juga berasa banget.
Sumpah! Aku ngerasa jadi si Lea! Maksudnya bukan karena aku juga Miss J, bukan juga karena aku mengalami kejadian yang dialami Lea. Bukan. Asli bukan.
Maksudku adalah.. apa yang dirasain Lea bener-bener aku rasain juga, dari yang sifat si Vidi yang nyebelin banget tapi keren, yang dikerjain si Bar-bar dan Dimas, yang pas orasi itu, sampe ditembak Raya.
Yah sejujurnya yang paling paling paling paling paliiiiing aku rasain banget itu.. ya pas ditembak Raya. Soalnya.. yaaa.. ehm.. aku ngefans juga sama Raya. Hehe. Aku jadi berbunga-bunga gitu baca sesi penembakannya.. sumpah! Aku ga bohong!
Novel ini menghibur banget menurutku, bikin ngakak ga berenti-berenti.. contohnya waktu Lea nama lengkapnya Raya. Aku sampe diliatin sama temen-temenku dengan pandangan aneh, mereka pikir aku gila atau semacamnya.

Ada satu yang disayangkan..
Tata letaknya itu lhooo, menurutku, ehm, maaf ya Kak, ga rapi. Di buku punyaku, margin bawahnya ga konsisten, kadang sampe mepet banget sama batasnya, kaya hampir ga ada jeda. Istilah lainnya.. margin bawah sama margin atas ga seimbang gitu lho. Jadi kan kesannya kurang rapi.. Itu aja sih kurangnya menurutku.
Tapi entah ya kalo dicetakan yang lain kaya gimana. Sama apa ngga ma punyaku aku juga ga tau. Ini sih.. menurutku aja.
Profile Image for Dinur A..
258 reviews98 followers
August 5, 2017
Iseng re-read setelah empat tahun berlalu. Masih suka banget :(
Sumpah, dari 20-sekian cowok ciptaan Orizuka, sampe kapan pun Raya akan selalu jadi nomor satu buat saya (dulu juga ngikutin Jurnal Raya di blog-nya Orizuka sampe tamat saking cintanya saya sama Raya. Parah!!!).

Romcom remaja terbagus yg pernah saya baca. 4,5 bintang.
Profile Image for Nora Apriyani.
151 reviews
June 28, 2017
Berkisah tentang Lea - gadis SMA biasa dengan selera yang sangat mainstream dan wajah penuh dengan jerawat. Untuk itu ia mendapat julukan Miss J a.k.a Miss Jerawat dari musuh bebuyutannya yang bernama Barbie.
Beruntung Lea memiliki Alex, Vidi, dan Sabil sebagai teman-teman yang solid, hingga untuk melawan kediktatoran Barbie sebagai ketua OSIS menjadi sesuatu yang tidak terlalu menyulitkan bagi Lea.
Namun berkat kehadiran sosok Dimas (cowok pujaan Lea), persahabatan mereka hampir saja berantakan. Tapi waktu menunjukkan segalanya, siapa teman dan siapa lawan.
Kemudian muncul sosok misterius bernama Raya - cowok datar yang sangat minim kehidupan sosial, padahal Raya memiliki wajah serupa Chace Crowford. Lalu apa jadinya bila Lea bertemu dengan Raya?? Ahhh.. I think you should read this book!! Karena kisah Lea dan Raya ini sungguh menggemaskan :)

*** *** *** *** ***

Call Me Miss J adalah buku Orizuka pertama yang saya baca, ckckck, padahal karyanya udah banyak banget. Beli buku ini karena kemarin pas jalan ke perpus provinsi yang lagi ngadain bazar buku, eh ternyata ada buku ini dengan kondisi 75% masih bagus, ya sudah tanpa pikir panjang langsung bawa buku ini ke bagian kasir. Well, bisa dibilang saya gak nyesal udah beli buku ini, yang saya sesalkan justru kenapa baru sekarang saya baca buku ini, hehehe... karakter Lea dan Raya nya oke banget. Jalinan persahabatan dengan Alex, Vidi, dan Sabil pun terasa super keren. Saya sempat berkhayal andai saja buku ini dibikin film, pasti asyik.

Dan layaknya pembaca lain yang sudah baca buku ini, saya juga mau bilang kalo saya masuk ke dalam #teamRaya , hahaha... (dan akhirnya saya merasa se-mainstream Lea :D ).

4/5 bintang untuk buku ini ;)
Profile Image for Bila.
315 reviews21 followers
July 11, 2019
Sebuah teenlit tentang self-love (secara ringan sih) yang remaja abis. (Ya iya lah, namanya juga teenlit. -,- Dan juga sinetron banget.

Dibilang remaja banget karena masalahnya memang sungguh remaja: jerawat, perasaan cinta, perisakan, dan pengorbanan sahabat.

Sementara itu, dibilang sinetron banget soalnya si tokoh antagonisnya memang tipikal FTV/sinetron: cantik (atau centil?), populer, sok berkuasa, tukang bully, ngegeng sama orang kecentilan juga. Penderitaan tokoh utama juga sungguh sinetron.

Kalau aku membaca buku ini di masa awal-awal terbit, aku akan bilang kalau buku ini adalah teenlit terbaik dan paling cocok. Tapi kalau sekarang, kayanya terlalu drama dan lebay deh. Tapi ga tau juga sih 😂
Profile Image for Ana Indriyani.
87 reviews19 followers
September 24, 2018
ini novel remajaa banget,
adanya pingin ketawa ngelihat tingkah dari si Miss J ini.
ya walau kadang dia chlidish dan yang jelas lebay, tapi ni cwe konyol juga. gue jg mau kalau punya temen kaya dia. ya walau dia orang yg g percayaan atapi dia orang yang mau belajar dari pengalaman. Ya jelas mau mengakyi kesalahan dan membela kebenaran.
ciyeee...
Profile Image for Pradnya Paramitha.
Author 19 books459 followers
November 19, 2013
Ini bukan review yang baik dan benar. Ini hanyalah sebuah curhat akan perasaan galau-galau norak bahagia, dan pertanyaan-pertanyaan-nggak-penting-penting amat yang memengaruhi gue setelah menutup buku ini. Jadi kalau ingin baca sinopsis yang oke, plus kekurangan plus kelebihan buku ini, segeralah scroll halaman dan buka review selanjutnya. Serius.



Tadi malam gue bersumpah: Besok siang, setelah UTS terakhir selesai, untuk merayakan kebebasan setelah seminggu pnuh digempur ujian-paper-presentasi-dan-sebagainya-dan-sebagainya, gue harus ke toko buku!

Dan pagi tadi, ketika sedang menjawab pertanyaan 'Apa bukti manusia mempunyai pikiran?' di ruang ujian, gue memperbarui sumpah gue: Di toko buku gue harus membeli satu buku, harus (biasanya gue cuma ke toko buku numpang baca berjam-jam dan pulang dengan tangan kosong). Bukunya Orizuka, harus(kenapa buku Orizuka? Karena berdasarkan jam terbang gue yang udah lumayan ini, buku-buku mbak Ori selalu bisa bikin gue fresh dan bahagia lagi. Well, kecuali I For You sih. Gue nggak suka buku yang nangis-nangis. Hidup gue aja udah menyedihkan, kenapa harus...ah sudahlah. Aku mau merokok saja).

Akhirnya sumpah gue terpenuhi. Jam 12 gue berangkat ke toko buku. Jam 14.00 sampai kosan dengan Call Me Miss J. di tangan. Dan jam 18.00 tadi menutup halaman terakhir novel ini sambil cengar-cengir kayak orang bego. Omagah! RAYA! GUE CINTA DIA!


Jadi ceritanya begini. Ada anak SMA namanya Azalea. Biasa dipanggil Lea. Jerawatan. Naksir abis sama adik kelasnya, si cowok sinetron. Musuhan sama kakak kelasnya, si cewek-telenovela (namanya aja Barbara). Dan ketemu sama kloningan Chace Crawford (sungguh, gue cuma bengong ketika Lea mengomeli semua orang yang nggak kenal Chace Crawford. Sungguh, gue udah lama hidup dan baru denger namanya. Sungguh, gue merasa beda generasi. Sungguh.). Nah, lalu apa hubungannya Azale, Barbara, si-cowok-sinetron, dan Chace Crawford ini? Baca sendiri yaa sodara-sodaraaaaa *lalu ditimpuk masa*


Dan tebakan gue benar. Selama empat jam membaca buku ini, gue ngakak-ngakak bahagia. Karakter Lea dan Raya, juga temen-temen Lea, semuanya asik. Nggak bisa berhenti baca sampai nahan pipis. Konfliknya juga khas anak SMA banget, bikin gue kangen masa-masa muda dulu. Hmm.

Cuma ada pertanyaan yang tertinggal di benak gue. Soal Rio, mbak. Jadi Rio ini naksir siapa? Bukan naksir Alex? Apa karena Alex jadian sama Divo, jadi Rio nggak jadi naksir dia? Ataukah sebenarnya Rio naksir Sabil? Tapi kenapa Sabil malah jadian sama cowok-kelas-dua-belas? Dan siapa cowok-kelas-dua-belas itu? Apa Rio naksir Vidi? Ah, tapi jangan deh. Biarkan Vidi tetap tak tersentuh dengan segala pesonanya. Lalu Rio sebenarnya naksir siapa? Kenapa masalah percintaan Rio seakan hilang tertelan isu-isu politik lainnya? *eh*

Sayang yang di bagian Lea dan Dhimas (si-cowok-sinetron)itu ketebak sih. Atau nggak juga. dan mungkin gue aja yang terlalu pintar menebak kali ya *kibas rambut ala Barbie*


Tapi yasudahlah. yang penting novel ini bisa bikin gue hepi. Dan Raya, cepat besar ya dek!

Oiya, mau request ke mbak ori supaya bikin sekuelnya tentang Vidi dan Rio. Plis mbak, plis. aku cinta dua orang itu.
Profile Image for Devi Latifah.
5 reviews
June 11, 2016
Entah kenapa, tiap karakter cowok yang diciptakan lewat tangan kak Orizuka selalu berhasil bikin aku jatuh cinta. Tingkat akut. Sumpah.

Terus terang, awalnya kupikir yang jadi lead male caracther itu Rio. Secara dia itu digambarin sebagai cowok cool tapi diam-diam perhatian. Tipe aku banget! Dan aku setuju kalo Lea dipasangin sama Rio.

Lalu the real prince charming is come. Raya. Nama yang aneh karena mirip nama cewek. TAPI! Hei Raya, kamu itu tipikal cowok langka di dunia, yang bawaannya pengen aku karungin terus bawa pulang! Sayangnya aku bukan Lea. Aku tetep setuju kalo dia dipasangin sama Raya.

Dari novel teenlit romance yang paling aku suka adalah bagian di mana ada adegan manis antara si cewek dan si cowok. Termasuk adegan saat Raya ngajak dansa Lea di tengah lapangan sepak bola. Thats sweet scene I ever read! :')

Lea harus bersyukur sama segala kekurangan dia (jerawatan, ceroboh, craptalk, jayus) karena dengan begitu dia memiliki segalanya; keluarga oke, adik yang cute, temen-temen amazing dan tentu aja... Raya!

Kak Orizuka berhasil membuat aku bertambah ngefans sama karya-karya yang dia lahirkan. Overall, aku kasih 4 bintang untuk si Miss J :)
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book265 followers
June 10, 2016
Jadi... saya menemukan 2 bukunya Orizuka di bookmate. Buku ini sama yg judulnya Meet The Sennas. Jadi saya membacanya secara berurutan karena lagi butuh bacaan yang menyegarkan. Dan Orizuka memang jagonya bikin cerita segar dan lucu.

Begitu juga dengan buku ini. Saya berkali-kali senyum-senyum sendiri membacanya. Meskipun karakter tokoh utama di buku ini mirip dengan yg di buku Meet The Sennas (cewek lugu, tertindas, tapi lucu dan nyablak), saya tetap terhibur membacanya. (Hey...setelah dipikir-pikir Audy di The Chronicles of Audy tipenya juga sama).)
Profile Image for Banhanaa Cubbiey.
8 reviews1 follower
July 12, 2013
Miss j! Omegooott!! RAYA! Yassalam!! Ini neeh, dari skeian tokohnya kak Ori yang Q suka dan cintaaaaaa buangeeett! Ada gak yah du dunia nyata??
Most wantednya kak Ori teenage probelem! Yah, ermaja gak jauh-jauh dari jearwat kan? Kak Ori mengemasnya dengan baik lewat Miss J! Dan Most wanted banget novel ini di repacked! Bikin ngiler pengen punya versi barunya.
467 reviews
October 28, 2013
Nambah satu lagi dah buku di my bookshelves 'my favorite book' X))

Dan yeah.... again. Karya Orizuka. Hahahaha *gak heran lagi*.

Seperti biasa, ini bukan sebuah review, hahaha. Ini hanyalah sebuah cuap-cuap belaka. Kayaknya aku nggak akan pernah sanggup mereview karya-karya kak Orizuka, karena tiap baca bukunya, pasti yang ada aku pengen memuaskan diriku dengan ngomong sesuka-suka hati mengeluarkan apa yang ada di kepalaku. XD


Ini ceritanya tentang anak gadis SMA biasa bernama Azalea Mariska atau biasa dipanggil Lea. Nggak ada yang spesial dari sosok gadis ini, sama lah kayak pada gadis SMA umumnya, yang hidupnya dipenuhi dengan masalah-masalah sepele semacam cinta, jerawat dan bullying di sekolah. Rrrr... mungkin bullying kurang tepat kali ya, terdengarnya gimananaaa gitu, kesannya Lea sering ditindas dan disiksa. Sebenarnya, nggak gitu juga. Yah, memang ada kasus tindas-menindas, dan kesenioritasan di sini, tapi Lea dan para sahabatnya bukan lah orang-orang lemah yang tahunya cuma pasrah dan mewek kayak di sinetron-sinetron gitu saat dijajah oleh para anggota cewek bobrok yang sepertinya terobsesi banget pengen kayak cewek-cewek di film Mean Girls -..-

You know what I mean lah ya... semacam sekelompok gank yang dipimpin oleh seorang cewek dengan lagak sok menguasai sekolah, dan merasa dirinya paling cantik, bahkan dibandingkan semua Miss Universe yang pernah ada, lengkap dengan gaya dan logat yang dibuat-buat ala-ala American Girls. Dan kerjaan mereka sudah sangat ketebak, sangat nggak berpendidikan, yaitu mencela dan menindas mereka-mereka yang lemah.

Dan yak benar, anggota cewek bobrok itu pastinya punya ketua gank lah. Mereka nggak akan terbentuk kalau nggak ada yang mimpin kan?? Dan, mari aku perkenalkan ketua gank tercinta mereka yang menjadi musuh abadi Lea cs ini,... yaitu..tet tet toreeett !! Bernama Barbie, yang juga adalah ketua OSIS. Rasanya tak perlu aku deskripsikan lagi seperti apa sosok Barbie dan kroni-kroninya itu. Silahkan bayangin aja cewek-cewek norak di sinetron atau di film-film ABG itu.

Barbie. Namanya aja udah norak banget gitu -,-

Perseteruan antara Barbie dan Lea seakan nggak ada habisnya, karena Barbie yang jelas-jelas memang bukan tipe yang mau dikalahkan dan terkalahkan begitu saja, dan Lea bersama para sahabatnya yang sama sekali tak gentar menghadapi Barbie cs. Itu juga sebab akhirnya tercipta julukan Miss J, yang membuat hidup Lea seakan semakin buruk saja. Baginya, sudah cukup lah wajah penuh jerawat itu mengganggu hidupnya, dan hampir memusnahkan harapannya untuk memiliki kisah percintaan masa remaja yang seakan sudah tak terselamatkan lagi. Mean, cewek mana yang percaya diri akan bisa mendapatkan cowok idaman dan pujaan hatinya dengan dalam keadaan wajah penuh jerawat? Dan seakan itu belum cukup sempurna, tambahan julukan yang tak ada bagus-bagusnya itu seakan benar-benar ingin menamatkan perjalanan kisah kasihnya dengan Dimas yang baru hendak dirintis.


Siapa lagi yang menciptakan dan memprovokasikan julukan Miss J a.ka Miss Jerawat itu? You know that person. :))

Mendadak Lea yang tadinya cewek biasa-biasa saja, langsung tenar satu sekolah! Tak ada yang tak tahu siapa Lea sekarang! Kalau ditanya, mereka pasti akan menjawab, "Tahu! Lea si Miss-J(erawat)kan??"

Ups... ternyata ada satu makhluk di sekolah itu yang tak tahu loh siapa Lea, apalagi Miss-J. Cowok selengean, dan agak cuek, yang hobinya tidur-tiduran di rumpun dekat lapangan sepakbola yang letaknya 'mungkin' sangat strategis.

Sejak kemunculan julukan itu, dan juga kemunculan cowok ini.. hidup Lea semakin penuh warna saja!!

Urusan jerawat nggak kelar-kelar, ditambah ulah parah pasukan si nenek lampir Barbie yang tak ada habisnya.. masalah cinta pun ikut menari-nari.

...

Lanjutannya baca sendiri ya, bagaimana Lea dan para sahabatnya saling serang dengan Barbie cs, dan puncaknya saat Lea memutuskan balas dendam dengan berani mengajukan diri menjadi saingan Barbie dalam merebutkan tahta Ketua OSIS! :D

Dan... mungkin kalau juga penasaran, mau tahu bagaimana Lea memperjuangkan cintanya dengan tanpa harus melakukan operasi plastik untuk membasmi semua jerawat di wajah..? Akankah akhir cintanya pada Dimas mendarat dengan mulus, atau mungkin kah dia, akan memiliki benih-benih cinta dengan Rio, adik tirinya itu? Atau.. si cowok cuek penyendiri yang selalu tidur-tiduran di rumpun itu yang malah menjerat hatinya? silahkan baca, monggo! :D

===

KOMENTAR :

Sebentar... kasih aku waktu sejenak untuk narik napas...


hhhh....

Dan.... .....

Izinin aku histeris dulu yaaaa...

AAAAKKKKK!!! Kemana aja aku selama ini!!????? *jambak-jambak rambut*

Semesta nggak akan menghukumku, kan, kalau sekarang aku bilang, aku tergila-gila mampus sama Raya???? *dilemparin kaleng kosong sama #TeamRaya lovers*

HIKS... T_T

Kemana aja ya aku selama ini? Bisa-bisanya selama 3 tahun ini aku mandang Raya cuma dengan sebelah mata... :'((( *nangis bombay*

Kalau aku bilang, aku mau cowok kayak Raya, dan meresmikan diri jadi Raya lover, pasti para istri-istri Raya udah nyiapin pasukan kemoceng sama linggis nihh :/ *lirik kiri kanan*

Yaaa... aku akuin memang telat banget. Banget. Banget!! Banget!!!!

Masih kurang puas??

Iya. aku. telat. BANGET!!!!!!!

Hari giniiii... baru nyadar kalau Raya cowok paling keren sejagat raya?? Dah tahun 2013 loh, Kaaa! Pleaseeee.

Oke... Raya mungkin nggak sekeren itu ya.. Mungkin dia nggak jago berantem kayak Nino, dan juga nggak punya lesung pipi mauttt yang sanggup mematahkan hati para wanita. Dan mungkin dia nggak dikenal satu sekolahan dan dipuja-puja layaknya para F4 Athens (walau aku yakin pasti sekarang dia sudah mulai digilai para cewek seantero sekolah X)) ). Atau... satu lagi, mungkin dia nggak sejenius Surya. Atau... yah apapunlah yang dimiliki para cowok keren kebanyakan.

But... you know, cowok jago berantem dan sering bawa tongkat baseball, lengkap dengan lesung pipi super mauttt menawaann, ughh.. >< (daritadi lesung pipi kiri mulu Ka yang lu bahas, nggak ketinggalan ><), pernah nidurin cewek satu sekolahan pula, jelas-jelas hampir nggak mungkin ada di dunia nyata. Adanya di novel dan khayalan aku aja paling. Kalau ada beneran, siniii tak pacarinnn :p

Empat cowok yang super tenar, super jenius, super ganteng, super keren, super hero, tak kalah bersinarnya dengan F4, itu juga paling adanya ya di Athens doang, gak ada di siniiii. Kalau ada, yuk mariii tak pacarin empat-empatnya :p

APALAGI empat cowok bersaudara super kece, dan ganteng-ganteng semua, dan seakan kurang sempurna apalagi... mereka JENIUS. (Hahaha you know who are them!), rasa-rasanya ya... itu adanya di fiksi lah. Di komik! Di novel! Di otak aku!! X))

TAPI, cowok yang merokok, suka main sepakbola, kulit gosong dan rambut merah karena kena sengat matahari, anak Bahasa yang bahkan kejeniusannya diragukan, ... hmmmm ini masih sangat ada kemungkinan ada. Bukan kemungkinan ada sih, tapi ya sangat mendekati laaahhhh. Karena aku tetap sanksi sih ada yang benar-benar seperti Raya di dunia ini -_- Mana mungkin ada sih cowok di sini yang bisa nyama-nyamain Raya. Raya is limited edition! hahaha

Gimana yaaa.. susah dijelaskan lah. Harus baca dan meresapi sendiri buku ini untuk bisa menemukan letak sisi kerennya seorang Raya!! X))

Sebenarnya, aku sudah lama baca buku ini. Dulu, pertama kali baca tahun 2010 , baca yang terbitan versi lama (terbitnya tahun 2006), pinjem punya teman. Tapi, waktu itu... percaya gak percaya, aku sama sekali gak tertarik dan gak minat sama cerita ini X))

Dan, aku waktu itu kasih 2 bintang! hahaha

Aku sama sekali gak bisa menemukan dimana letak sisi bagusnya cerita ini dan sisi kerennya Raya. Jadi, kalau orang pada muja-muja Raya, aku cuma bisa bengong. Bukan karena nggak suka, tapi yah karena... aku ke Raya itu nggak ada perasaan apa-apa dan nggak tahu kerennya dia apa, jadi sering milih gak komentar apa-apa. Jadinya ya bengong doang, sambil mikir "ada yang salah dengan seleraku kayaknya" X))

Gak tahu kenapa aku dulu begitu... aku aja sekarang bingung mikirinnya :s

Apa karena faktor usia? Atau faktor lain? Misalnya... karena waktu itu minjam, bukan punya sendiri. Jadi, bacanya cuma sekali dan setelah itu lupa detailnya (karena baca sekali doang)? Entah.

Selama ini, bagiku, cowok paling keren dalam karya kak Orizuka itu adalah Leo. Dan selalu Leo.

Tapi anehnya, nggak ada yang sependapat sama aku :/

Yah... tapi, walau gitu aku nggak sedih juga sih, karena artinya BAGUS! Leo milikku dan Nana seorang :D Hahaha


3 tahun kemudian, buku Miss J ini diterbitkan lagi dengan judul baru, dan aku baca...dan.... waaaaaaa~ kegilaanku dimulai sejak ituuuu!

Pokoknya merasa bodoh banget lah selama ini -,- Berasa baru keluar dari planet mars setelah kesasar selama 3 abad.

Ehhhh.... tapi setelah kupikir-pikir... Raya dan Leo bisa dibilang masih satu spesies loh! Coba deh baca baik-baik, dan bandingkan karakter mereka.. :))

Jadi, sekarang aku dah gak heran kenapa bisa jatuh cinta sama Raya. Dia dan Leo ternyata tak terlalu beda. Ya memang karakter mereka tak sepenuhnya sama. Leo lebih ke yang lembut, sedang Raya lebih ke yang nyeleneh X))

TAPI kalau kalian baca masing-masing bukunya, dan pelajari karakter mereka, pasti nemu beberapa kemiripan walau tak banyak. Just a little . A little, but it means alot for me! :D

Sedangkan untuk tokoh Lea....rr... X))

Sepertinya, dia sukses jadi tokoh kesukaan para cowok! Muahahaha.

Bahkan, teman aku, cowok, suka baca novel juga.. selama ini nggak pernah yang benar-benar tertarik sama tokoh-tokoh di dalam novel. Dia baca, ya baca aja. Kalau udah selesai, ya udah..selesai. Kelar gitu aja. Tapi, kali ini, dia benar-benar suka banget sama Lea. Menurutnya, Lea itu tipe yang menarik. Pertanyaannya: Dimana bisa nemu cewek kayak Lea??

Ya aku mana tauu.. hahaha. Kudu manggil penulisnya ini berarti mah, (yang mana aku yakin karakter Lea itu adalah karakter si penulisnya banget, muahaaha).

X))

Back to about this novel..

Lebih bagus dari terbitan sebelumnya, secara kualitas. Covernya juga.

Cover yang terbitan versi baru ini, kita bisa lihat itu adalah Lea dan Raya.

Sedangkan untuk cover versi terbitan yang duluuu.... rasanya ada kesalahan teknis. Judulnya boleh Miss-J, tapi rasanya gambar yang diletakkan itu gambarnya Barbie, bukan Lea a.ka Miss J. Muahahahaha! X))

Sementara ceritanya, oh okay... aku nggak harus bilang lagi kan untuk yang ke sekian kalinya, kan, bahwa..walau ceritanya Klise, tapi penulis berhasil membuatnya menjadi sesuatu yang menyenangkan dan sangat menghibur untuk dibaca. 4 Bintang nih kukasih, 4 bintang!! :))

Recommended banget untuk dibaca oleh anak ABG, apalagi yang pencinta Novel-novel Orizuka!

Walau ada beberapa hal yang sedikit masih menggangguku, bahkan walau aku sudah menamatkan ceritanya. Yaitu, soal Rio.

Jadi, Rio, adik tiri Lea ini... pernah kepergok sedang memandangi Lea and The Gank waktu di kelas kan?? Awalnya, yeah.. emang nggak ada clue yang mengarah ke siapapun sih.. tapi sempat ada something gitu kan sama Sabil.Tapi, ternyata, yeah.. nothing. Sabil dan Rio nggak ada apa-apa. Jadi, siapakah gerangan yang dipandangi oleh Rio itu, kak Orizuka? (kalau kak Orizuka baca, semoga mau menjawab pertanyaan ini >_<)

Dan, walau aku bilang karakter Raya itu mendekati realistis, masih ada harapan lah bisa nemu cowok kayak gitu di sini.. xixixixi *ngarep*, tapi untuk ceritanya, jujur aja sebenarnya nggak bisa dibilang realistis banget. Maksudku, masa iya ada pemilihan Ketua Osis dengan cara seperti itu?? Dan juga segala penindasan-penindasan yang ada, rasanya agak terlalu ekstrem untuk ukuran anak sekolahan. Ya.. mungkin ada yang begitu, tapi aku kali ya yang belum lihat langsung :s

Dan juga.. atraksi *?* dari gank si cewek barbar itu, yang misalnya gerakan menoleh ke arah yang sama dengan kepala diputar, dan rambut terkibas secara serempak.. rasanya cuma ada di sinetron-sinetron dan film American deh X))

Di sekolah aku sih dulu juga pasti banyak dan ada beberapa yang kesannya sekelompok dan mungkin berasa 'ada kuasa', tapi kalau sampai ngomong dengan gaya dibuat-buat, semacam 'ewww' or 'euuhhh' ,atau langkah kaki yang serempak dan selalu berderet berbaris rapi membentuk suatu formasi, lengkap dengan kibasan rambut... rasanya tak pernah lihat ^ ^; hehehe

Yah.. yang-yang semacam itu lah.

Tapi karena ini novel, ya bisa diterima lah. Aku mah suka-suka aja bacanya, dan cerita seperti ini memang selera aku banget (tapi tergantung juga dari bagaimana cara penulisnya bercerita), malah berasa seru, dan dibuat ngakak terus XD.

Masalah penulisan... oke, apa aku harus mengulanginya lagi, setelah sudah sering mengatakannya berkali-kali??

Kak Orizuka, siapa yang akan meragukan lagi gaya penulisannya?? Selalu selera aku banget!! Sehingga, seklise apapun ceritanya, tapi kalau di tangan kak Orizuka entah kenapa jatuhnya bisa menjadi sangat menarik!

Contohnya, tak jauh-jauh ya Call Me Miss-J ini. Jelas-jelas kalau dilihat, ceritanya klise kan? Cuma ngemasalahin jerawat, dan cinta-cintaan anak SMA nggak penting, plus saling tindas-menindas sama sekelompok cewek bobrok.. Yah.. udah biasalah ditemuin di sinetron atau di novel-novel lain cerita kayak gini mah. Tapi, nggak... Ide cerita boleh klise, tapi lihat cara penulisnya menyampaikan alur ceritanya.. Amazing! X))

Jujur saja sih, kak Orizuka kalau menulis dalam sudut pandang pertama, kesannya terasa sama saja. Antara Miss-J dan Audy the series, bisa dilihat ada kesamaan dalam beberapa hal. Cara si tokoh utama-nya berpikir. Iya. Tapi, nggak menggangu sama sekali. Aku tetap suka X))

Aku kadang bertanya-tanya sendiri, ihhh..kak Ori ini nemu kata-kata darimana sih?? Bisa banget gitu bikin komentar-komentar yang sarkastik khas Lea dan Audy, yang selalu sukses bikin aku ngakak!

Contoh:

Waktu Lea mengomentarin pintu kamarnya yang baru dipasang Ayahnya.

Walaupun bentuknya megah seperti pintu-pintu di istana, tapi pintu ini juga mirip pintu Ke Mana Sajanya Doraemon karena pada kenopnya terdapat angka-angka kecil. Kuharap aku menemukan kamar tidurku yang sederhana di balik pintu ini alih-alih hutan berisi Pteranodon atau Tyranosaurus.


X)))

atau ini..

.. bersumpah akan menyuruh Ayah untuk membuang pintu itu dan kembali menggantinya dengan gordin. Maksudku, siapa, sih, yang mau kamarnya dipasangi pintu kedap suara? Kalau tiba-tiba kebakaran dan aku sama sekali tak tahu keadaan di luar bagaimana? Oh, ya, tenang. Pintu itu, kan, kedap segala macam. Aku akan aman di dalam kamarku, asyik mendengarkan iPod sementara para tetangga menyirami rumahku dengan air dari ember.


X)))))

Bahkan aku suka banget sama pemikiran Lea saat mengomentari si anggota cewek barbar itu a.ka Barbie cs.

Barbie sepertinya mendengar kami, karena dia berhenti dan memandangi kami dengan sinis. Geng-nya secara otomatis mengikuti setiap gerkannya. Mungkin mereka ditanami chip atau apa. Kok, bisa-bisanya menoleh nyaris berbarengan seperti tadi?



And, this one..

Barbie tertawa mengejek setelah mendengar kata-kata VVidi. Seluruh geng-nya ikut tertawa secara otomatis. Aku sampai bergidik mendengar suara tawa yang sepertinya dimulai dari kunci G dengan birama empat per empat itu.


Huahahaha... X)))

Haduhhhh masih banyakkk lagi, dehhh... hehe, silahkan saja baca sendiri (dan juga novel Audy: 4R).

Eh.. setelah aku pikir-pikir, nggak heran memang novel kak Ori yang menggunakan sudut pandang pertama pasti penuh dengan kata-kata yang penuh mengocok perut. Karena, rasanya emang beginilah karakternya si penulis X)). *jadi curiga, kak Ori sering nggak sih debat batin dengan celetukan-celetukan aneh begitu?*

Soalnya, sebagai pengikut setia blog kak Ori dari zaman dulu novelnya masih HSP the series, gaya nya kak Ori saat bercerita tentang daily stories nya memang begitu (persis seperti cara berpikirnya Lea dan Audy). Aku ingat banget, postingan di blognya selalu bikin aku ngakak, hahaha. Ada cerita saat Kak Orizuka facial pertama kali (dan waktu itu dia bersumpah itu akan jadi yang terakhir kali), juga saat dia sibuk ngejar dan ngebasmi kecoak di kamar, atau saat mencuci baju dan underwear nya masuk dalam lubang WC (apa gitu namanya, aku lupa) dan harus diambil oleh tukang, bahkan ada cerita mengubek-ubek tong sampah demi sebuah undian di bungkus wafer/Tanggo (lupa detailnya), dan saat nonton di bioskop ada cowok di sebelah yang kerjaannya nelepon kenceng-kenceng hampir sepanjang film.. dan kak ori sibuk ngedumel lucu gitu, dan bilang : "Kurang norak apalagi nih orang kalau dia sampai tidur (selama nonton film di bioskop)!" (kurang lebih gitu sih, aku lupa persis kalimat kak Ori gimana hehe). Dan yeah... orang itu beneran ngorok sampai film selesai! Dan kak Ori makin keki...kkkk~ Masih banyak lagi cerita kocak lainnya :"D

Sayangnya, blog lama itu sudah gak ada... hiks... Kangen dengan gaya nulis blog kak Ori yang dulu. Untungnya, aku sempat copy-paste sebagian besar postingannya dan ngeprint, trus aku jilid..buat dibaca-baca setiap sebelum tidur (dulu sudah minta izin kak Orizuka hehe).

Ngomong-ngomong, ada satu hal yang ingin kutanyakan sebenarnya ke Kak Orizuka, yang baru terpikirkan saat mengetik ini. Kak Orizuka ini ada terobsesi/tergila-gila sama cowok yang punya lesung pipi sebelah kiri ya??

Karena, sudah ada tiga tokoh dalam novelnya yang punya lesung pipi sebelah. Nino di Our Story, Putra di After School Club, dan Regan di Audy:4R!

Kenapa aku ingat dan hapal? Karena aku juga terobsesi sama cowok yang punya lesung pipi di sebelah kiri. Hahahaha X)) Makanya aku dulu histeris banget pas baca Our Story. Lesung pipi Nino itu mauuut banget, sukses bikin aku klepek-klepek, soalnya sesuai banget dengan apa yang aku pikirkan dan bayangkan tentang cowok berlesung pipi selama ini. Arrgghhh~ *kembali menggila*
Profile Image for Fanny.
98 reviews26 followers
July 19, 2018
Aah, what a trip down the memory lane.

Ga sengaja intip buku ini di Google Play Books, dan berhubung harga e-book nya ga mahal2 amat, akhirnya mutusin buat beli (by the way, Play Books lumayan generous buat ngasih sample! Take that, Kindle).

First impression sih biasa aja ya. I mean, udah ketahuan sih akhirnya bakalan gimana. Yang ga ketebak (for the first few chapters) was bakalan sama siapa Lea bakalan jadian. Gue kira bakalan sama Rio, tapi ternyataaa.

Gue sebenernya suka sama gaya nya Orizuka. Dialog2 yang dia bikin pas banget sama jaman gue dulu - mungkin karena kita seumuran ya. Tapi yang susah dipercaya itu ya kondisi settingan buku nya, e.g apa iya ada OSIS yang segitu diktator nya di Jakarta? Trus, apa iya ada ketua OSIS yang segitu nyebelinnya kayak Barbie aka Barbara? Gue juga sempet ngakak pas pemilihan ketua OSIS scene. It was so hard to relate karena pas jaman gue ya ga gitu2 amat si pemilihan ketua OSIS. Lumayan civil dan kampanye nya juga ga pake saling sikut, plis lah.

Dan gue ada beberapa complaints soal karakter2 lain di buku ini. Itu tolong deh, diperjelas kenapa Alex sama Divo bisa tiba2 jadian setelah naik gunung. Masa ga ada backstory nya sama sekali? Lalu Sabil yang katanya naksir Rio - kenapa tiba2 jadi disebut2 pacaran sama anak kelas dua belas? Dan, gue somehow yakin Rio naksir sama Lea. Mungkin ada buku kedua yang gue ga tahu dan disitu dijelasin backstories nya temen2 Lea?

And then, Raya. Gue suka karakter ini. Suka banget. Sayangnya, dia ngerokok. And I have low tolerance to such character. Trus again, backstory nya juga bikin gue naikin alis. Gara2 dia besar di US trus dia dibully trus dia jadi ga percayaan sama orang? Come on. This is too drama for my liking.

Despite my complaints, I kinda enjoyed how this book brought me back to my high school memories. Sure I didn't have such a dramatic life like Lea. I didn't have pimple problems (yet) and I wasn't a rebel cause fortunately my OSIS was tame. But those butterflies you feel and disappointment you have when you have a crush - yes, those are so familiar to me.

2.5 stars, tapi gue naikin jadi tiga. Semoga buku2 Orizuka yang lain lebih bagus daripada ini.
Profile Image for Jessica Rianna.
31 reviews
April 11, 2020
Endingnya oke...

Tadinya mau kasih bintang 2 atau 3 karena pas awal-awal baca aku tuhh nggak dapet feel sama karakternya..

Rasanya kaya cerita ini tuh baru di mulai pas Lea daftar jadi ketua OSIS sebelum itu rasanya nggak perlu-perlu amat.

Soal orasinya...
* Pembuka
Openingnya ok, Lea berapi2 diawalnya cukuo bikin semangat karna akhirnya lancar orasi tanpa teks dan cukup menarik minat seandainya gw salah satu anak eskul.
* Isi
Masuk ke isinya gw rasa kayaknya banyakan curhatan apalagi soal Lea dan temen-temennnya yg ceritanya diperlakukan semena-mena, please intinya aja.. Visi misi dadakan itu oke juga, pengalaman memang sumber daya terbaik yg lo punya.
* Penutup
Oke untuk penutup nya dieksekusi cukup baik, karna permohonan Lea supaya setidaknya selamat klo dia nggak ke pilih haha.

Gw ga berharap barbie dapat siksaan neraka atau apa tapi gw sih tadinya pengen tau barbie diapain ya..

Btw aku tuh tiba-tiba pengen baca buku ini cuma karena inisial "MISS J" aja.. you know lahh J for JESSICA wkwk..

Soal jerawat itu juga faktor pendukung yg buat eikeh berminat, emang gmna ceritanya klo jerawat dijaddiin bahan cerita. Gw pikir sihh bisa di lebih-lebihin lagi, karena gw juga penderita jerawat akut...

Ahhh pokoke yg nambahin satu bintang itu bukan soal lea atau orasinya ya, actually just because Raya sihh.. agak kagok ya ko Raya nama cowok, tapi basa basinya Raya nembak Lea itu yg menghasilkan satu bintang tambahan. Gimana dong... Le, klo udah ga mau sama Raya buat gw ajanya, sisain cuy... Eikeh siap nampung.. sekian, terima kasih.

PS : Kayaknya ini buku Orizuka yg pertama kubaca
Profile Image for Riri.
141 reviews2 followers
September 12, 2020
Hmmmm okeee. Kayaknya emang spesialisasi Orizuka ya bikin cerita tentang cewe dengan energi not-like-other-girls, naksir sama cowo pujaan yang punya segalanya, tapi karena ini itu akhirnya jadian sama cowo sinis, datar dan tak berperasaan.
Dari smp, aku suka banget sama karyanya Orizuka. Baru kali ini aku banyak bereaksi pake "hmmmm".

Oke jadi aku baca ini di tahun 2020, sedangkan buku ini terbit tahun 2006. Mungkin kalau aku baca buku ini di waktu itu, reaksi yang aku kasih gaakan kayak gini. Mungkin.

Menurutku, beberapa hal agak mengganggu. Pertama, alurnya sinetron abis. Ini hal yang paling bikin aku gregetan dari awal. Ya berantem di kantin, dan semua orang nyimak, semua orang heboh, kayak tiba-tiba spotlight nyorot ke mereka yang lagi berantem ini. Apalagi di tambah figur Barbie yang jadi idola anak sekolah banget. Cantik, ketua osis dan anak pemilik yayasan, dan kalo lewat sambil nyibak rambut. Starter pack banget.

Kedua, aku menganggap kalo si Lea ini very LOUD. Sedikit-sedikit jerit, histeris, aku yang baca sampe capek juga. Atau aku menginterpretasikannya terlalu heboh ya? Entahlah.

Ketiga, pas adegan orasi, semua murid dengan gampang nyela orang yang ngasih orasi. Aku masih oke dengan mereka yang cuma nimpalin ledekan aja. Masih bisa diterima. Tapi ngasih pertanyaan? Aku mikir "emang gaada sesi tanya jawab?", dan pas baca sampe akhir ternyata emang gaada. Jadi....yaudahlah.

Tapi, aku masih enjoy baca buku ini. Seperti biasa, tulisan Orizuka comical banget, bikin pembaca nunggu apa yang bakal terjadi selanjutnya, dan sukses bikin ikut senyum senyum gara gara kelakuan si cowo.

ps. jurnalnya Raya CUTE BANGET
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Raf.
9 reviews
August 24, 2025
Akhirnya baca buku sambil ngakak-ngakak & nendang-nendang kasur lagi. Beli buku di BBW 5 tahun lalu (?) (kurang lebih), saya tuntas baca buku ini in 3 hours or even less. Tadinya hal ini membuat saya menyesal (kenapa sih enggak saya baca dari dulu!!) tapi saya ingat bahwa tiap buku punya waktunya sendiri-sendiri, dan teori itu punya preseden baik hari ini.

Menurut saya, Call Me Miss J lebih berkesan daripada serial The Chronicles of Audy-nya Orizuka. Tambahan jurnal Raya (yang syukur sekali masih saya simpan bahkan ketika saya pindahan rumah), membulatkan rate buku ini menjadi 4/5. Meskipun plot-wise sangat terkesan klise dan ‘American’ (menurut saya ini sangat jelas berhubung Penulis banyak menulis referensi yang sama)—gaya cerita, pilihan diksi, dan ‘scenes’ yang ditulis berhasil membuat pengalaman membaca saya jadi super menyenangkan. Saya meyakini, sama menonton film, pengalaman membaca berhak untuk menentukan opini final saya tiap menuntaskan cerita—meskipun tentu, cerita ini tidak luput juga dari beberapa hal yang kerap saya tertawakan—atau, saya tentang (agree to disagree moment :D)

Potret persahabatan Lea & kawan-kawannya—terlepas dari konflik penuh drama—juga berkesan dan menggelitik. Above all—saya senang bisa kenal Raya (saya bisa yapping satu esai tentang Raya + komedi-komedi satirnya yang lucu). Saya juga senang bisa (secara tidak langsung) kenal Pak Darsono. :)

Terima kasih Orizuka sudah menulis cerita ini. I wish you stars wherever you are now. :)

Sekian!
Raf. 25/8/25
(wow debut nulis review di goodreads)
Profile Image for ShinHyunRin 신현린.
122 reviews13 followers
March 22, 2018
Udah lama baca ini, tapi baru inget buat ngereview (dan baru inget, halo, punya akun goodreads loh)

Ceritanya khas anak sma. Galaunya masa puber, wajah jerawatan, punya gebetan tapi tengsin pdkt karena kawah di muka, dan adanya sosok antagonis yang khas sinetron.

Im not judging, karena emang ini yang disasar ke pembacanya. Gimana kita harus tetep pede dan let it flow aja. Yes, punya kekurangan diri emang ga ngenakin, ga bikin pede, tapi itu ga membuat diri kita rendah. Yang membuat diri kita rendah adalah pemikiran2 yang ada di dalam diri aja kok.

Now, talking about the guy. Lucu namanya. Raya. Jalan Raya... hahahaha, kebetulan ada anak didik di sekolah yang juga dipanggil Raya, tapi dia cewek. As far as I knew, ga ada yang ngeledekin anak itu di sekolah. But, I dunno in the future when she enter high school. Makanya aku ga surprise2 amat waktu tau nama hero di buku ini Raya.

Tapi lucu kok interaksinya sama heroinenya. Apa ya, meski mereka sama2 masih sma, tapi cara pandang mereka menarik. Lea yang awalnya cinta banget banget sama berondong di sekolahnya kemudian ganti haluan ke Raya. Tapi itu karena diceritain si berondongnya brengsek juga sih... sayang aja gitu, kenapa ga si berondongnya digambarin kayak Romeo di kroniknya Audy gitu. Jadi kan pembacanya ikut galau mau pilih Raya apa si berondong.
Profile Image for Al Szi.
57 reviews4 followers
September 8, 2018
Awalnya skeptis sama teenlit jaman skr yang bawaannya pasti pingin koreaan. Dan pernah liat juga bukunya Orizuka judulnya Oppa & I or something jadinya males nyoba2 beli. Tapi taunya nemu buku ini di tumpukan buku diskonan yg membuat aku mikir “oke kita coba beli, deh! Nothing to loose juga!” And turned out... buku ini asik!!!!

Kayanya Teh Ori senengnya baca buku terjemahan, jadi baca buku ini gaya bahasanya kaya buku2 terjemahan sejenis percy jackson. Tapi biar begitu narasinya enak dibaca dan sesuai banget sama pemikiran anak SMA, you know, melebih-lebihkan perasaan. Dan itu seru, kenapa? Karena memang begitulah anak SMA ya! Merasa cinta sama seseorang setengah mati dan bisa tiba2 bilang benci keesokan harinya krn suatu hal. Lebay? Namanya juga anak SMA, anak SMA mana yg engga lebay? Karakter lea juga lucu, ngomong ceplas ceplos sekenanya. Bener kata Sabil, jayus tapi justru karna itu dia lucu.

I like it. 🤗 mungkin akn baca karya orizuka yg lain jika butuh sesuatu yg ringan dan santai. Kadang otak butuh istirahat and sometimes when in my reading slump, i just want to have fun with my book and my bed!! 💆🏻‍♀️💆🏻‍♀️💆🏻‍♀️
Profile Image for Theliya.
5 reviews
May 15, 2023
Really love Raya character he so attractive!!!!


Lea siswi SMA yang dijuluki Miss J, karena wajahnya yang berjerawat. Panggilan itu diberikan oleh musuh Lea dan sahabatnya yaitu Barbara atau biasa disebut Barbie. Gank Barbie selalu membully Lea dan para sahabatnya.

Suatu ketika Lea bertemu dengan siswa laki-laki bernama Raya. Laki-laki ini mampu merubah pola pikir Lea tentang definisi cantik. Menurutnya cantik itu tidak harus dari fisik melainkan dari hati. Raya juga memberikan saran agar membalas kejahatan Barbie dengan mengikuti sebagai kandidat ketua Osis.

Awalnya Lea sempat pesimis untuk mengikuti Osis, karena ia tidak punya potensi apapun. Lea mempunyai cara agar terpilih sebagai ketua OSIS, yaitu dengan memperbaiki kekecewaan para murid pada sistem Osis terdahulu dan memanfaatkan Julukan Miss J sebagai Miss Jolie bukan Miss Jerawat lagi. Hingga akhirnya Lea terpilih menjadi ketua Osis dan disukai oleh warga sekolah karena ke ambisiusan nya.

"Jangan membandingkan diri sendiri dengan orang lain, karena setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing".
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Fumyrain.
64 reviews6 followers
December 25, 2020
Call Me Miss J bercerita tentang Lea, cewek yang dikenal dengan sebutan Miss J(erawat), hingga suatu hari cowok yang Lea suka 'meminta' Lea untuk 'berubah'. Namun setelah semua yang berlalu, ternyata ada something dengan si cowok ini.

Ada baiknya Lea ingin merubah diri. Karena dengan demikian Lea kenal dengan anak dokter kulitnya, Raya si cowok misterius.
.

.
Sepanjang cerita, bisa-bisanya Raya bikin aku senyum (bahkan ketawa) sendiri! Seperti biasa, aku selalu suka gaya penulisan floaty diselip humor yang gak bosenin ala kak Orizuka, dengan alur cerita yang cukup sederhana ala anak SMA (yang memang kebanyakan tulisannya adalah novel-novel untuk remaja). Ada sebuah part yang agak ngingetin aku sama vibes High School Musical. High school memories!

Aku juga sangat menikmati waktuku membaca jurnal Raya. Ternyata dia gak sepolos yang aku kira. Makasih buat pak Darsono yang udah buat Raya nulis jurnal ini 😂
Profile Image for Ellamara.
36 reviews4 followers
February 23, 2019
Reaksi pertamaku waktu lihat judul buku ini : Waaaaa jadi inget waktu maba mukaku isinya jerawat semua 😂🔫 Tapi tenang aja, hidupku waktu maba engga separah Azalea kok. Enggak parah, tapi lebih absurd 😂

Terlepas dari persamaan nasib, aku suka buku ini. Kenapa aku suka?

Pertama, aku emang suka buku-bukunya Orizuka. Terutama yg tokoh utamanya sableng macem HSP atau Audy.

Kedua, tokoh utama kita ini, Azalea, sebenernya agak sableng, cuma agak ya. Soalnya dia masih bisa jaim malu-malu kucing gitu. Tipikal anak SMA yg lagi kesemsem sama gebetan, langsung berubah jadi anak kucing tiap ketemu gebetan. Untungnya Lea punya temen-temen yang sama sablengnya (jadi kan dia ngga sableng sendiri hehehe).

Ketiga, aku suka plot ceritanya. Nggak sekedar tentang cewek-jerawatan-yg-mau-berubah-jadi-cantik-demi-gebetan. Ceritanya juga nggak melulu berfokus ke Lea yg berjuang buat ngedapetin gebetannya.

Sebenernya ada cukup banyak konflik kecil-kecilan di buku ini. Konflik Lea dengan ketua osis atau dengan teman-temannya sendiri malah. Itu yg bikin aku ngerasa buku ini jadi lebih realistis, kayak "Hei goals-mu itu bukan cuma cari pacar, tapi ada hal yg lebih penting dari itu!"

Apalagi buku ini termasuk agak tebal untuk ukuran teenlit. Tapi itu nggak masalah kok. Soalnya konflik dan penyelesainnya jadi lebih ngalir dan nggak ada pemaksaan ending. Makanya aku suka 💚
Profile Image for aura.
92 reviews1 follower
April 28, 2024
Memang hidup itu butuh hiburan, contohnya dengan baca novel teenlit kayak gini. Ceritanya nggak cringe (mengingat umurku yang sudah 20 an ini) dan masih masuk akal. Bisa dibilang ini masuk salah satu buku teenlit kesukaanku. Karakternya hidup! Meskipun di beberapa bagian pertengkaran Barbie sama geng Miss J agak bikin geli, tapi emang si Barbie dibutuhkan buat perkembangan karakter Miss J kan yaa.

Oh goshh Raya dan Lea is such a cute couple! Mereka sangat cocok satu sama lain. Maksudku mereka bikin satu sama lain jadi orang yang lebih baik gitu. Suka banget sama penggambaran hubungan Raya dan Lea yang penuh kejujuran (?). Mereka ketemu juga yang nggak ujug" langsung lovey dovey, ada prosesnya. Kalau dibaca sama target pasarnya, yang mana anak smp-sma, menurutku ini bisa jadi buku bacaan yang baik. Ini buku kedua karya Orizuka yang aku baca dan aku suka!
Profile Image for loren..
4 reviews
June 23, 2025
For a high school story set in Indonesia, I reckon the background, characters, and storyline felt really authentic. Zero Korean influence, which was refreshing. (Tiny spoiler alert!) The seniority bits felt a bit much, if I'm honest, but I still stuck with it.

Lea's character is probably really relatable for any teenagers struggling with acne and losing their confidence because of it. But then you have Raya, who's a guy, and he's super open-minded and just a great complementary friend. I say 'complementary' because Lea's existing group of friends already balance each other out pretty well.

The ending was really satisfying, not just on the romance front, but also with Lea's personal revenge against one of the antagonists. Definitely a light read – I got through it in about a day!
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Widyantika.
20 reviews
June 19, 2022
Jujur pas baca novel ini, saya ketawa nggak berhenti-berhenti karena gokil banget. Lea ini tipe orang yang suka malu-maluin, suka ngarep ketinggian, tapi untungnya nggak gampang patah semangat. Saya suka banget karakter dia yang selalu stay positive. Tingkahnya di awal tiap kali liat Dimas juga saya relate banget hahaha.
Topik tentang pembullyan yang suka terjadi diantara kakak kelas-adik kelas di sekolah juga disajikan dengan menarik di novel ini, walaupun dikemas secara ringan. Saya suka banget part balas dendamnya Lea ke Barbie yang SUPER KEREN (thanks to Raya atas idenya).
Tapi part favorit saya adalah jurnalnya Raya hahaha, apalagi bagian ide menu kateringnya. 4,5 for Call Me Miss J!
8 reviews
December 3, 2025
Ceritanya bagus. seneng di akhir cerita pemeran utamanya mau mengupgrade diri. tp ada beberapa bagian yang buat aku greget banget sama pemeran uatamanya. sampai akhir dia ngandelin temen temennya. terutama bagian pidato dia pas calonin diri untuk jadi ketua osis pun dia andelin temennya dan ga siapin script pidatonya. walau akhirnya dia ga pakai itu tp menurutku itu tandanya dia masih blm siap dan semua ketua osis kan harus punya rencana matang untuk organisasinya sampai setahun kedepan. pemilihannya juga aneh, masa osis dipilih random dan ga diseleksi dari dia yang memang mau dan punya pengalaman di bidang mereka.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for FranSisty .
15 reviews
September 15, 2018
DAEBAK!!
Well,sebenernya belum selese gue baca..tapi tinggal beberapa lembar aja yg belum.
gue cuma gak tahan pengen cepet2 komen.dan sumpah!! its more than amazing! its badaass..!!
Yg bikin gue KAGUM sama ORIZUKA.. dia itu.. apa ya~
Buat cerita yg tokoh2nya dibuat sedemikian 'timbul'.. Apa ya bahasa kerennya.. pokoknya tiap tokohnya punya porsi cukup yg memiliki andil untuk menyukseskan cerita. gak ngambang gitu.semua dapet peran yg ngena banget.
pokoknya SUKAAAA!!!
DISINI GUE PALING SUKA SAMA VIDI!!!
Displaying 1 - 30 of 136 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.