Isshin Saitou, paman Yakumo, ditusuk ketika sedang berada di aula kuil. Demi mengungkap kasus itu, Yakumo pun mengunjungi penjara untuk menemui Miyuki Nanase yang mengaku sebagai penusuk Isshin.
Di saat yang bersamaan, beredar rumor mengenai sesosok hantu anak perempuan yang berkeliaran di rumah sakit tempat Isshin dirawat. Namun, ketika Yakumo dan Haruka berhasil mengaitkan kejadian-kejadian tersebut, mereka dipaksa untuk mengambil sebuah keputusan besar yang dapat menghancurkan hati mereka…
Lagi2, sbg cerita detektif, gak bgt menantang. Kasusnya hanya satu, lempeng, gak banyak kelokannya. Sgbn besar misteri pasti sdh terpikirkan oleh pembaca, sdg pemikiran detektif polisinya bener2 konyol kl gak diarahkan. Tapi penyelesaiannya apik. Twist akhirnya cukup bikin deg2an, dan mengikat semua benang2 lepas sepanjang cerita jd simpul yg kuat.
Nah, bagian favoritku justru letupan2 kecil emosi para tokohnya. Yakumo tentu saja, Haruka gak heran *Yakumo tuh emang perlu dijitak kok*, tapi juga Gouto dan istrinya, Ishii dan Makoto, bahkan juga Insp. Kepala Miyagawa. Meski semakin membentuk karakter masing2, tapi jg memperlihatkan sisi manusiawi mereka.
Dan yg bagian yg plg menyentuh, adalah saat Yakumo memutuskan untuk meneladani Isshin dan 'memutus rantai kebencian' antara mereka semua. Rasa marah pasti ada, tapi kerelaannya... bikin terharulah.
Di versi anime, di titik ini cerita selesai. Walau aku suka adegan terakhir di buku ini -Hanami and all- , aku lbh suka adegan terakhir anime, lebih nohok... eaaaak :)
Dalam kasus yang terjadi selama ini, Yakumo selalu berdiri sebagai penonton.
Namun, kali ini berbeda.
Kali ini ia berdiri sebagai keluarga korban, yang merupakan posisi paling menyakitkan.
---
Detail-detail di buku ini bikin nyesek.
Akhirnya kita enggak bakal ketemu lagi sama tokoh Isshin Saitou—pamannya Yakumo. Beliau udah meninggal.
Gimana Manabu Kaminaga sensei ngegambarin Yakumo yang nangis, gimana untuk terakhir kalinya Yakumo ngucapin salam perpisahan ke rohnya Isshin, gimana Yakumo ngasih lensa kontak milik dia sama pamannya ke Haruka, gimana Ishii nyaris mati, gimana Pak Gotou dan istrinya–Atsuko–akhirnya mutusin buat ngadopsi Nao, gimana sebenernya pelaku cuman seorang ayah yang pengen nyelamatin putrinya... semua itu nyesek banget. Misteri, angst, sama supernatural di volume kali ini patut banget buat gue acungin jempol.
Gue sampe bingung mau review bagian penulisannya gimana... Yah, masih banyak typo sih, tapi enggak jadi masalah besar. Enggak ganggu.
Gue juga seneng cover kali ini warnanya putih, enggak kayak cover2 lainnya yg warnanya hitam—di buku side story beda lagi sih. Kesan putih kayak cocok aja gitu sama akhir dari Isshin Saitou yang, yah... bisa dibilang sedih juga bahagia. Ilustrasi di cover juga Haruka, bukan Yakumo kayak biasanya. Really, feels differently heartwarming.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Di kisah sebelumnya diceritakan Paman Isshin tertusuk dan saat ini sedang terbaring di rumah sakit dengan kondisi mati otak. Miyuki Nanase, narapidana yang masih dipenjara menjadi tertuduh utama karena sidik jarinya menempel pada pisau. Tapi apa itu mungkin, seseorang yang berada di penjara yang memiliki sistem pengamanan yang kuat dan canggih bisa menyelinap keluar penjara untuk membunuh dan kemudian kembali lagi ke penjara? Ngga masuk akal kan ya? Perkembangan penyelidikan Yakumo cs berkembang dengan adanya motif lain yang melibatkan orang baru. Kemunculan hantu anak kecil perempuan yang riwa riwi menanyakan kapan seseorang mati juga mulai menunjukkan titik terang, tentang siapa anak kecil itu.
semangat banget baca buku ini, setelah baca yg pertama langsung lanjut baca yg kedua ini dibuku yg kedua ini akhirnya terungkap trik2 bagaimana cara melukai pak Isshin, siapa saja pelaku yg terlibat dan yg paling nyesek adalah motif si pelaku, disini juga mulai terungkap sosok ayah Yakumo. buku ini bener2 menguras emosi. berasa gak rela kalo harus kehilangan pak Isshin. disini juga berasa banget emosi dari para tokoh yg terlibat pak Ishii yg biasanya clumsy & penakut terlihat pemberani & bisa diandalkan Haruka mulai terang2an menunjukkan perasaannya ke Yakumo pak Gotou yg terkenal cuek & kasar pun dibuku ini menunjukkan sisi lembutnya