Jump to ratings and reviews
Rate this book
Rate this book
Menyandang nama Indonesia bukanlah perkara mudah. Hal ini dialami oleh anak Mala dan Nora. Banyak teror, baik fisik maupun mental yang harus dihadapinya ketika membawa nama ini ke hadapan publik. Indonesia adalah sosok yang kuat dan unik. Jiwa nasionalisnya sudah terpupuk sejak bayi. Ia hanya bisa dininabobokan dengan lagu “Indonesia Raya”. Namun, sanggupkah ia menghadapi dosa warisan dari orang tuanya ketika politik telah menjelma kubu-kubu yang siap memangsanya? Mampukah ia menunaikan cita-cita mulia yang terkandung di namanya?

400 pages, Paperback

Published September 1, 2017

1 person is currently reading
14 people want to read

About the author

Putu Wijaya

77 books106 followers
Putu Wijaya, whose real name is I Gusti Ngurah Putu Wijaya, is an Indonesian author who was born in Bali on 11 April 1944. He was the youngest of eight siblings (three of them from a different father). He lived in a large housing complex with around 200 people who were all members of the same extended family, and were accustomed to reading. His father, I Gusti Ngurah Raka, was hoping for Putu to become a doctor, but Puti was weak in the natural sciences. He liked history, language and geography.

Putu Wijaya has already written around 30 novels, 40 dramas, about a hundred short stories, and thousands of essays, free articles and drama criticisms. He has also produced film and soap-opera scripts. He led the Teater Mandiri theatre since 1971, and has received numerous prices for literary works and soap-opera scripts.

He's short stories often appear in the columns of the daily newspapers Kompas and Sinar Harapan. His novels are often published in the magazines Kartini, Femina and Horison. As a script writer, he has two times won the Citra prize at the Indonesian Film Festival, for the movies Perawan Desa (1980) and Kembang Kertas (1985).

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
4 (44%)
4 stars
5 (55%)
3 stars
0 (0%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 2 of 2 reviews
Profile Image for Syifa.
19 reviews9 followers
January 2, 2024
Sialannya adalah lagi-lagi aku jatuh cinta dengan tokoh fiksi yaitu Indonesia. Kalau kata Indonesia,
“jatuh sampai ke dasarnya!”
Awalnya ada cerita Indonesia kecil dengan sindiran dunia pendidikan yang membuatku malu dan terenyuh. Namun terus mengikuti alur ceritanya ada banyak hal yg membuatku terhibur dan termenung.
“Barangkali, sebagaimana juga terjadi pada setiap orang, ia sudah salah menakar dirinya.
Ia sudah terkecoh ingin memaksa sejarah berbeda dengan fitrahnya. Begitulah selamanya, sejarah setiap manusia rata-rata. Hidup menjadi sekadar pembuktian bahwa ia lebih banyak berkhayal daripada menjalani kehidupan. Dan itu selalu datang, di akhir kisah.

Hidup ternyata terus memberi, walaupun sangat sedikit dan lambat.”
Begitulah kurasa. Aku rindu menyelindap dalam ruangan kata penuh makna. Dengannya aku bisa menjadi apa saja dan tanpa ingin penuh pengakuan atau cemoohan. Dia tetap menjadi dirinya dan aku tetap meresapi setiap darinya. Aku terpengaruh, memang. Tapi bagian itu yang aku suka. Kau mana bisa merasakannya, bukan?
Aku yang awalnya pun kalut sungguh telah merasa dipeluk puluhan kali.
“Orang lain bahkan tak sempat melihat nasibnya. Mereka terlalu repot untuk menghadapi hidupnya yang sulit. Kita bukan orang yang paling menderita, kita justru orang yang dipilih untuk diselamatkan. Jangan terlalu sedih.”
Aku jatuh cinta pada Indonesia.
Displaying 1 - 2 of 2 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.