Jump to ratings and reviews
Rate this book

Sketsa-sketsa Kembangmanggis

Secangkir Coklat Panas

Rate this book
Sketsa-sketsa Kembangmanggis "Secangkir Coklat Panas" merupakan rangkaian kisah-kisah ringan keseharian dalam impresi aliran kata-kata dan impresi tarikan garis-garis ilustrasi yang tidak sempurna, dalam rangkaian hidup yang serba-tak-sempurna.

Hidup ini sederhana. Hidup ini penuh warna. Hidup ini problem. Tentu saja! Namun di tangan kitalah keputusan untuk menyikapinya.

Bisa dibaca sambil tertawa atau terharu.
Sambil mengisi waktu santai atau saat menunggu.

Ada kebijakan dalam napasnya.
Ada inspirasi.
Ada kesederhanaan keseharian.
Ada warna-warni kehidupan.
Ada wawasan.
Ada kebebasan pada setiap diri kita. Yang sering terlupakan.

240 pages, Paperback

First published December 1, 2017

3 people are currently reading
50 people want to read

About the author

Kembangmanggis

16 books17 followers
Nama asli: Baby Ahnan

Nama Kembang Manggis sekarang ini barangkali tidak banyak yang mengenal. Namun, pada kisaran tahun 80-an, nama itu lumayan beken sebagai penulis novel.

Mungkin Anda yang gemar membaca fiksi atau berlangganan majalah Hai, ingat sebuah cerita bersambung di majalah remaja itu yang berjudul TIA. Oleh Gramedia Pustaka Utama, cerbung tersebut kemudian diterbitkan dalam bentuk novel. Nah, pengarangnya adalah Kembang Manggis.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
19 (31%)
4 stars
32 (52%)
3 stars
8 (13%)
2 stars
1 (1%)
1 star
1 (1%)
Displaying 1 - 17 of 17 reviews
Profile Image for Dhani.
257 reviews17 followers
January 8, 2018
Buku ini berisi kumpulan kisah kisah keseharian penulis, yang disajikan secara menarik.Banyak di antaranya bisa dipahami dengan mudah( dan biasanya berakhir dengan senyuman/ geleng geleng kepala).Dan sebagian kecilnya lagi, dibahas secara lebih" berat"
Secara keseluruhan, buku ini enak dibaca, tanpa diburu buru.Dibaca satu demi satu, ditertawakan, disedihkan atau dipikirkan, di waktu luang.
Profile Image for Yenny.
6 reviews
April 25, 2022
rangkaian cerita di buku ini menghangatkan seperti secangkir coklat panas di kala hujan turun
Profile Image for Alin.
2 reviews2 followers
August 23, 2020
Picked this book because it was written by a name familiar to me. I read Kembangmanggis' novels "Tia" and "Warisan" back when I was in elementary school albeit the books were targeted to more mature audience.
What I love most from this book is how Kembangmanggis used short, simple sentences yet they were sharp and clear. Having known her for a long time, I could see how she has transformed from a university student (with "Warisan") to a middle-aged lady with two grown daughters and a doctoral degree in philosophy. Her stories were very close to her life that are similar to her audience's. I felt her journey somehow similar to mine as a woman, a mother, and a kind of rebel with all the perks!
Her stories ranged from humble day-to-day encounters with her surroundings to those which offered deep thoughts about life journey and social issues. My favourite essay is "Mimpi" in which she taught herself and her children to embrace their dreams. She learnt that dreams might reveal buried things or feelings that otherwise were neglected. A doctor in philosophy speaking here, so I don't argue!
Definitely will check out other books in this series: "Anak-Anak Tukang", "Gatal Menawar", and "Jangan Sisakan Nasi dalam Piring". Might as well re-read "Tia and "Warisan", plus another one I haven't read: "Burung-Burung Kecil". Kembangmanggis has shown me simplicity and down-to-earth stories can be interesting and engaging.
Profile Image for Dannyart.
90 reviews3 followers
October 14, 2021
Menceritakan kisah acak kehidupan seorang wanita, seorang ibu dari dua anak, sekaligus seorang sahabat yang baik. Disampaikan dengan sangat lembut dan menarik. Amanatnya mudah ditangkap dan diingat. Setiap awal cerita selalu menimbulkan pertanyaan “Kenangan apa lagi kali ini?” dan di tengah-tengah membaca membuat otak berpikir “Hmm.. keunikan apa lagi ya yang akan kutemui?”

Tidak terlalu menonjolkan banyak konflik secara tersurat, namun perasaan sesak dalam dada terkadang hadir tanpa diundang. Tentu saja, tidak di semua cerita, kok. Namanya juga bukan buku galau.

Bisa dibaca kapanpun saat sibuk, bosan, galau, bahagia, sedih, bingung, dan berbagai macam emosi. Karena setiap cerita memiliki emosi yang berbeda pula.

Terkadang saya senyum-senyum sendiri saat membacanya. Atau berkomentar “Gila, serius nih?”. Bisa juga bergumam hmmm.. benar juga ya. Atau kadang berseru setuju “Bener, bener banget. Suka bener deh.” Pernah juga sesekali saya mengatakan “Eh, gitu banget pembicaraannya”. Di beberapa bab tak jarang terlontar tawa kecil. Terlebih dari semua itu, di setiap akhir cerita saya selalu mengangguk paham. “Oo.. jadi begitu”. Seakan saya mendapatkan metode dan pandangan lain untuk menyikapi setiap peristiwa dalam hidup. “Bisa dicoba, nih.”

Memilih kisah romansa persahabatan sebagai kisah pembuka. Cerita jatuh cintanya pada seorang sahabat tunarungunya. Ditutup dengan kisah ketergantungannya pada sebotol minyak kayu putih. Di antara keduanya terselip naskah-naskah kehidupan lain yang tak sempurna. Mulai dari tukang bakso, hingga kura-kura. Filosofi mimpi hingga energi positif. Dan lainnya yang kalau saya sebutkan takut jadi spoiler.

Sembari didampingi sketsa-sketsa halus pada setiap bab membuat setiap tokohnya semakin hidup. Dengar-dengar sih sang penulis seorang lulusan seni rupa kampus ternama di Bandung. Namun hebatnya, ia tidak menjadikan pembaca seakan mengalami kisah-kisah tersebut. Karena faktanya, semua itu bukan kisah kita, melainkan kisah sang Kembangmanggis. Hebatnya, ia berhasil membuat pembaca belajar dari kisah hidup tokoh tersebut yang seakan nyata terjadi. Walaupun entah itu benar terjadi atau tidak. Masa bodoh, yang penting nilai di dalamnya menurut saya berhasil tersampaikan. Bahkan terkadang saya ingat di sela-sela aktivitas saya.

Ditambah lagi, saya sebagai pecinta keindahan sebuah tempat, pulau, kota, kabupaten, desa, pantai, gunung, pesantren, dan berbagai tempat lainnya, buku ini membuat saya jatuh cinta pada Bogor kala itu. Sebagai pecinta kota Malang dan Bintaro, saya menjadi tertarik dengan kesederhanaan Bogor yang digambarkan di dalamnya. Mayoritas kisahnya mengambil suasana Bogor kala pagi, siang, sore, malam. Kala panas, terik, hujan, dan padam. Banyak kearifan lokal yang digambarkan. Saya dibuatnya penasaran “Bagaimana ya rasanya tinggal di Bogor?”.

Hal penting terakhir yang ingin saya bagi, setiap kisah membukakan pintu ide bagi saya untuk mulai belajar menggambarkan tulisan-tulisan saya melalui cerita. Karena seorang penulis dan editor pernah mengatakan pada saya bahwa "Cerita akan lebih menarik dibaca daripada literasi-literasi berbahasa berat." Bagi para remaja, ini bisa menjadi umpan di setiap tulisan untuk mengajak remaja lainnya gemar membaca. Oya, saya hanya baru belajar menulis, seperti anak kecil.

Saya tidak suka memberi peringkat pada buku, karena tidak ada buku bagus atau jelek. Semua buku ditulis untuk memberi manfaat pada pembacanya. Yang ada hanya buku apa yang sedang ingin dibaca oleh si pembaca.

Buku ini asyik dibaca, tidak berat, dan membuat saya menjadi “Baca ini ah, mumpung lagi gabut”. Sebuah buku yang berhasil membuat saya mulai merutinkan aktivitas membaca saya-yang tidak pernah serutin ini sebelumnya.

Bagi kalian yang merasa ingin lebih produktif di waktu luangnya dengan membaca, kalian yang bingung buku apa yang cocok untuk memulai hobi membaca, dan kalian yang butuh hiburan buku ringan namun tetap berfaedah, maka buku ini menjadi buku terbaik yang saya rekomendasikan.
Profile Image for Ammar Jayyid.
71 reviews2 followers
December 19, 2020
[Cerita-Cerita Hangat dan Menenangkan seperti "Secangkir Coklat Panas" dari Kembangmanggis]

Saya baca buku ini ketika sedang dirawat di rumah sakit. Ternyata cukup menyenangkan. Sampai beberapa sketsa cerita, saya masih belum melihat halaman "tentang penulis". Baru di cerita kesekian saya coba baca. Dan ternyata pantas lah ini menjadi cukup menarik. Latar belakang penulisnya cukup unik. Seorang perempuan yg mengambil S1 di senirupa ITB, lanjut S2 dan S3 di filsafat UI, sembari mengurus dua anak dan bisnis kue. Bagi saya latar belakang ini penting karena sangat berpengaruh dengan tulisannya.

Cerita banyak berputar di Bandung, Bogor, kedua anaknya, toko kue, makanan, dan tentu filsafat. Tapi pencampuran semuanya tetap asik dinikmati, seperti secangkir coklat panas. Selipan2 filosofi yg masuk lewat sketsanya terasa. Dengan tokoh2 filsafat dan masing2 gagasannya. Terasa relevan malah. Dan tak lupa sketsa2 yg beliau gambar sendiri.

Saya suka beberapa cerita. Lebih banyak tentang hubungan penulis dengan kedua anak perempuannya. Beliau, seperti yg ditulis juga, bukan ibu kebanyakan. Beliau punya komunikasi dan cara mendidik yg berbeda, menyesuaikan kondisi mereka. Saya suka bagaimana ia membangun komunikasi dan menanamkan atau menyampaikan sebuah pesan ke anak2nya. Dan tentu cerita tentang atau dibalik itu.

Beberapa pesan atau nilai yg saya suka sekali dr buku ini adalah tentang bersyukur, berempati, makna kehidupan dan kematian, kepemilikan, berbagi, menghargai diri sendiri dan memaafkan. Hal2 sederhana yg sebenarnya banyak kita temui dalam hidup namun kadang tidak semuanya bisa kita lewati dengan baik.

Sesuai judulnya, Kembangmanggis berhasil mengantarkan kehangatan dan ketenangan lewat "Secangkir Coklat Panas".
Profile Image for Rin.
Author 1 book17 followers
December 4, 2021
Akhirnya selesai juga baca buku ini! ♡

Jadi ini tuh novel, ya. Bukan kumcer seperti dugaanku di awal cerita. Banyak bab yang memberi kesan lucu dan hangat, juga membuatku overthinking: oh iya juga ya, pemikiran ini gak salah.

Aku suka karakternya yang punya beberapa adiksi unik tapi juga lucu, dan terutama pada pola pikirnya yang segar dan pintar. Ia juga mau mengakui kesalahan dan mengatasinya dengan bijak. Aku suka caranya mendidik anak-anak.

Pada sekitar bab 20an, yang mulai membahas pramuka─saat itulah aku baru merasa jenuh dengan cerita. Mungkin ini subjektif karena aku tidak pernah suka pramuka. Aku agak memaksakan diri menyelesaikan bab-bab akhir, padahal 2/3 bagian awal cukup menyenangkan dan aku suka sekali.

Ending ceritanya juga agak mengambang, tipe open ending yang membuat pembaca bisa berspekulasi apa yang terjadi selanjutnya. Tapi yang ini terasa agak memaksa dan tidak memuaskan. :(

Karena itulah, niatku yang ingin memberi 5⭐ justru turun menjadi 4⭐, yang cukup untuk buku ini.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Magnolia11.
9 reviews
April 23, 2022
Ini buku pertama yang aku baca dari Sketsa-sketsa Kembangmanggis. Menceritakan tentang seorang ibu dan dua anaknya dengan keseharian mereka yang banyak memiliki pesan moral didalamnya.
Buku ini terdiri dari 30 bagian, dengan cerita yang pendek-pendek. Di tiap bagian punya pesan moralnya. Selain itu juga diselingi pengetahuan tentang psikologi, seperti behavioristik dan lainnya. Jadi nambah ilmu baru pas baca ini. Di bagian ke-14 akan dijelaskan soal secangkir coklat panas sesuai judulnya. Nggak banyak disebutkan, tapi isinya cukup mengena di pikiran.
Untuk ceritanya cukup mudah dipahami, bahasanya ringan sehari-hari, diselipi sedikit istilah asing yang cukup umum didengar.
Profile Image for Aleetha.
486 reviews29 followers
April 22, 2018
It is slightly different from Anak-Anak Tukang. But it is still wonderful journey to take. I was always excited to open each chapter. There are lots of greay thoughts to read here. They are something for my brain to digest.

Look how she revealed many things about Scout. I am not a girl scout. I never get involved in any activities. But it is still splendid story to read.

I think I need my own hot chocolate.
Profile Image for Amel.
209 reviews4 followers
February 1, 2022
Keren banget!
Yassss! Sesuai janjinya yang tertulis di sinopsis, buku ini memang berisi cerita-cerita ringan yang dialami oleh beberapa orang, tokoh yang mungkin. Tidak terlalu dijelaskan secara penokohan. Tapi itu bukan masalah, karena pesan-pesan yang ingin disampaikan dapat tetap tersampaikan dengan baik.
Cerita ringan dengan pesan mendalam. Sangat keren!
Profile Image for Hujan Buku.
133 reviews2 followers
December 6, 2023
Ratingnya 4.5/5

Aku bersyukur bisa direkomendasikan oleh seorang booktwit mengenai karya kembang manggis. Awalnya aku pikir ini novel fiksi... ternyata lebih ke slice of life penulisnya. Meski slice of life tapi aku mengambil beberapa banyak pelajaran dari kembang manggis

Cocok untuk orang yang cari bacaan tidak berat namun bermakna
Profile Image for Ringsang.
25 reviews
November 30, 2020
Saya baca buku ini karena terkesan dgn buku yg saya baca sebelumnya, Anak-Anak Tukang.

Tapi tulisan di Secangkir Cokelat Panas agak membosankan yah. Terasa diceramahi terus menerus jadinya. Preachy.
Profile Image for novi a. puspita.
155 reviews15 followers
January 29, 2021
buku yg sederhana, tp bersahaja..
lebih nikmat disesap perlahan seperti menikmati secangkir coklat panas.
Profile Image for Ara Kucing.
32 reviews
June 14, 2022
be prepared for a heart wrenching towards the end of book.
on the other side, bahasan pramuka di beberapa penggal bab bikin saya rindu pramuka juga!
Profile Image for Zalza Puspita.
2 reviews1 follower
July 31, 2022
this book was like home. I always read it everytime I had breakdown eventhough I already know the whole story. But the story and the writings of Kembang Manggis, is just on another level
Profile Image for feebyy.
3 reviews
March 27, 2025
Seperti mendapat petuah dari nenek yang dikemas dalam bentuk cerita. Gaya cerita, penuturan, dan kisah-kisahnya terasa begitu dekat untuk saya.

Ada 30 isi cerita dan tiap ceritanya menghabiskan sekitar 6-8 halaman saja. Jumlah yang sangat pas, saya sendiri menghabiskan semua cerita tanpa rasa bosan sedikit pun.

Saya akan mengutip bagian favorit saya dari buku ini:

"Karena yang paling baik dalam pertengkaran adalah ada kejujuran di dalamnya.
Kejujuran yang satu dan kejujuran yang lain bertabrakan. Tidak apa-apa. Yang penting masih ada kejujuran dalam sebuah relasi.
Bertengkarlah! Agar masih ada kejujuran.

Saya memilih bertengkar daripada diam.
Terutama, bila relasi itu penting. Bila tidak penting, ya tidak apa-apa diam."

Secangkir Coklat Panas adalah bacaan yang bisa habis dalam sekali duduk. Ia ringan, tapi juga bermakna banyak.



---------------------------------------------------------------

Review di atas ternyata sudah berusia 5 tahun. Saya mencoba mengingat kembali memori pribadi tentang buku ini. Selain nuansa "sedang dapat wejangan dari nenek" yang begitu terasa akrab itu, dulu buku ini juga pernah dipinjam seorang teman saat kami di bangku SMA. Dia seorang lelaki yang sangat pendiam dan mungkin pemalu akut.
"Feb, boleh pinjam bukunya?". Dia mengatakan itu tanpa melihat mata saya. Kepalanya menunduk seperti hari-hari biasa dan tatapannya hanya terpaku pada novel di meja saya.

Saya mengizinkannya dan buku itu kembali pada saya beberapa hari kemudian dalam kondisi sama persis ketika saya meminjamkannya. Tepat ia menyodorkan buku ini, "Bukunya bagus, Feb. Makasih ya." Ia tersenyum sumringah. Menurut saya itu kemajuan, ternyata sebuah buku bagus dapat membangkitkan kepercayaan diri seseorang. Saat itu, ia jadi berani mengangkat kepalanya dan menatap mata saya.

Ini adalah jenis buku yang akan saya baca ulang ketika rindu nenek.
Profile Image for Inggit.
3 reviews
February 6, 2018
buku ini sangat unik. dilihat dari judulnya dan pengarangnya. mencari sekitar setengah jam di Toko buku Book & Beyond di Mall Lipppo Cikarang, akhirnya menemukan buku ini, dan langsung masuk keranjang pembeliaan.

kembang manggis dalam buku ini telah menceritakan kisah hidupnya, yang menurut dia, "hidup ini sederhana, marilah kita mengindahkannya." buku yang ditampilkan sketsa-sketa kehidupan yang banyak orang lain merasakannya juga, termasuk saya. dia tidak hanya bercerita tentang suatu kejadian, tapi di balik cerita itu juga mengandung hal lucu, unik, dan pastinya pesan yang sangat mendalam. seperti:

"manusia itu bebas, dan tak ada seorang pun dapat memaksanya, kecuali dia mengizinkannya." ini penyakit masyarakat indonesia, yang korban penjajahan. jangan hanya bangsa yang merdeka, tapi juga jiwa dan raga ini juga ikut merdeka. kita bangsa yang hebat, mampu menguasai sumber daya alam ini. percaya itu!

"yang dijadikan acuan adalah karena hal itu menjadikan diri sendiri, sesuai potensi, sesuai dengan saya, sesuai dengan kemuliaan. tapi sampai kini banyak orang yang menjadikan acuannya adalah karena banyak orang yang melakukan itu atau memilih itu." ini juga penyakit. banyak orang udah nikah, nah. yang belum nikah karena berbeda dari orang kebanyakan jadi bullian. hemm ga boleh bulli ya. ga baik, nanti masuk neraka.

"penyembuhan bagi penderita abnormal diharapkan terjadi dengan penyikapan manusiawi lingkungannya. dibutuhkan kepedulian dan empati lingkungan. sehingga yang harus diterapi terutama adalah lingkungannya, keluarganya, masyarakatnya. bukan subjek pesakitannya." nah ini. banyak orang yang balik dari tempat rehab, eh pas nyampe rumah kambuh lagi. hidup ga hanya berpikir untuk diri sendiri. pikirkan orang lain juga ya.

"bila kita takut sesuatu, cobalah memahami latar belakang sesuatu itu, dengan itu dapat menggantikan ketakutan dengan empati yang sangat mendalam." diceritakan kembang manggis yang bertemu orang gila.

"cukup bukan tergantung kondisi. cukup adalah sebuah keputusan." yap, betul. semakin kita sadar akan sesuatu, di situ kita dapat berpikir dan bisa bertindak yang benar.

"pertengkaran itu akan melahirkan kejujuran. tidak jujur tidak apa-apa, tapi hanya akan menimbulkan kedamaian semua. dangkal. tidak mampu menukik ke dalam. untuk apa mengharmonikan permukaan bil di dalamnya kosong?" hahahaa. hayoo siapa yang ngerasa kaya gini?.. ga baik hubungan datarrrrrr terus.

"Mary Cover Jones membuktikan bahwa kecenderungan negatif bisa "tersembuhkan" oleh kecenderungan positif." ini cocok buat orang galau (-), dibalasnya dengan hal positif ya.

"mengelompokkan manusia hanya akan menyesatkan keunikan setiap pribadi." ga boleh justisfikasi orang se-enaknya ya. kita kan ga tau orang itu kaya gimana.

"Frankl membuktikan bahwa harapan yang tidak terpenuhilah yang menjadikan energi hidup habis." duh,,,, terus majuya. jangan berharap sama harapan semu.

"tidak perlu menakuti sesuatu yang belum terjadi." inilah nasihat yang selalu saya dengar dari martabak telor.

"utuh lah dalam menanggapi segala hal, jangan hanya menerima positifnya aja, tapi negatifnya pun. jangan hanya berkata _keep positif thinking_ tapi itu tidak memecahkan masalah sama sekali, maka dari itu hadapi dan terima secara utuh."eaaaa, aku terima kamu utuh. masa sih?"

itulah sebagian pesan-pesan yang saya dapat dari buku ini. bahasa yang digunakan sangat padat dan tidak bosan membaca dari judul ke judul. semoga bermanfaat

Displaying 1 - 17 of 17 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.