Kau boleh pergi ke mana pun kau bisa, tapi kau tetap mengakar di satu tempat yang disebut rumah. Kau bisa mempunyai jutaan teman, tapi keluarga adalah mereka yang mengulurkan tangan pertama kali saat kau merasa susah dan sedih.
Kelima kakak-beradik Ansori sama sekali tak menyukai pemuda 17 tahun yang baru datang dalam kehidupan mereka. Wajah pemuda itu sangat manis seperti perempuan, sikapnya lembut, pembawaannya sopan, dan dia juga pintar memasak. Laki-laki macam apa yang suka memasak? Satu lagi, dia juga suka bersih-bersih.
Sialnya, pemuda bernama Jora Ananta itu adalah adik tiri mereka. Adik yang muncul tanpa diundang. Ansori bersaudara ingin sekali menendang anak itu jauh-jauh, kalau bukan menguburnya hidup-hidup.
Namun, lambat laun mereka menyadari ada yang berbeda dalam diri Jora. Ternyata Jora tidak seburuk yang mereka sangka. Ya, dia memang ringkih dan rapuh. Namun, kehadirannya membawa wana yang berbeda, warna yang tak pernah mereka ketahui sebelumnya.
Bisakah Ansori bersaudara menerima kehadiran sang adik tiri, walaupun perlahan?
bagi pencinta buku2 bergenre family-bromance bisa bgt baca ini. iykwim bromance tuh gmna ya muehehe~
ceritanya gemes bgt. tetang Jora Ananta, kayak cinderella gt tp yg jahat ayah tirinya. Jora tipikal anak emak bgt yg selalu dimanja, disuapin, dilayanin. bahkan skolah dan barangnya branded gt. tp pas ibunya mati dan ayahnya jahat, Jora diusir ayah tirinya dan gadisisain harta. mau gamau Jora balik ke rumah mantan suami si ibu karena wasiat ibunya.
jd Jora punya kaka tiri laki2 dari ibunya ada 5. Benjamin, ibrahim, johan, mori, acenna. ke lima2nya nakal. barbar. keji. jahat. pokonya yg jelek2 lah wkwk
buku ini banyak momen gemes yg dilakuin kaka adik. romance yg dimaksud tuh lebih ke “kasih sayang” kakak ke adiknya. gt jg sebaliknya.
gue paling suka momen IbrahimJora sama MoriJora. well, intinya dri 5 kaka itu gue paling suka ibrahim. ibrahim tuh tolol bgt tp dia blakblakan dan jujur. gagah tinggi kekar perkasa penguasa terminal se pelosok jakarta wkwkw dia yang paling paling paling protektif ke Jora.
“kau sentuh adikku sedikit aja, abis kau kukuliti” kata Ibrahim ke Jon karena Jon iseng gangguin Jora.
di buku ini Jora digambarin sebagai cowok SMA yg lebih mirip anak baru masuk SMP. kecil, kurus, matanya lentik bgt, kulitnya putih mulus tanpa bulu, rambutnya coklat kemerahan, dan bibirnya ranum merekah. simpelnya: Jora itu cantik. dia mewarisi kecantikan abadi sang ibu yg hobi gonta ganti suami. semua teman2 kakaknya kalo ketemu Jora pasti dikira adek cewek padahal cowok😂😂
lalu Mori Ansori alias kakak keempatnya yg sebenernya cerdas dan berbakat jd sastrawan ato youtuber review film tp malah jd pencuri wifi kantor camat buat donlotin video porno dan dijual lagi 😑 gue suka candaan Mori tentang dunia film. dia jg paling tengil, bisa bgt ngelawan sodara lainnya dgn kata2, ga melulu fisik. Mori protektif tp protektifnya agak bejat. karena katanya “wajah Jora nih mahal, bisa kujual ke org2 TV. makanya harus dijaga jangan sampe bonyok” 😂😂😂
Ben dan Johan yang paling jutek dan paling susah menerima Jora. alasannya karena Jora terlalu mirip si ibu yg ninggalin 5 anaknya yg masih bocah saat itu. Tp sebenernya ada alasan lain kenapa Ben sama Johan gabisa seterbuka itu sama Jora dan itu berhubungan dengan status Jora sebagai “adik bontot”.
Alasannya nyambung ke Acenna, kakak terakhirnya yg jarang ngomong sama Jora tapi diem2 selalu merhatiin Jora. kayak ngeliatin gitu eqhem.. wkwk
Klo mo tau kenapa Ben,Johan,Ace awalnya dingin ke Jora tapi nanti diakhir kisah Jora paling suka deket2 ama Ace, baca sendiri aja.
gaya bahasanya bagus kayak novel transletan tapi easy reading bgt. ga alay. ga yg lebay bgt diksinya. sarkasmenya pas. gue sampe ga ngeh sama latarnya yang Jakarta saking dialog tokoh2nya tuh pake Aku-kau. gada gue-lu atau aing-sia kas orang2 jkt kekenian wkwk malah ngirain ini latarnya di batak gitu wkwk
Minus cerita ini cuma di tingginya ekspektasi gue ke sang ibu. karena gue kira bakalan dikasih tau alasan ciamik kenapa Karina setega itu ninggalin 5 anak2nya tapi taunya ya Karina sumpek aja nikah ama si Ansori dan harus ngurus 5 anak laki2 yang nakal2. Dan sampe akhir jg gadisebut sbenernya Jora tuh anak Karina sama siapa karena Karina nikah dan gonta ganti pasangan udah 3 kali wkwk kan gue jd kepo :”)
Btw, gue bayangin Jora disini kayak Alex Sho. Ibrahim kayak Gasperd Uliel. Ben kayak Tom Welling. Johan kayak Yu shirota. Miro kayak Reza Rahadian. dan Ace kayak Harry Style. asli, ciamik bgt bacanya wkwk
This entire review has been hidden because of spoilers.
Sebagai penulis yg berangkat dari wattpad, Ateu Lily adalah salah satu yang ada di baris depan. Baris depan yg diisi para Penulis wattpad. Penulis yang berani keluar cangkang dengan tema penulisan adalah nilai-nilai keluarga meski berkendaraan romansa para anggota keluarga yg sedang ia ceritakan.
Saya terbiasa mencari core dr sebuah cerita. Maksud tujuan dari sebuah fiksi, maka dari itu saya mengagumi tulisan ini. Sebuah sarkas dan sindiran gamblang pun protes tatanan sosial yang sedang bergeser saat ini. Berteriak tentang perbedaan kelas tanpa malu malu, menunjukan dengan lugu bagaimana cara tumbuh seorang anak akan terbentuk oleh lingkungannya. Tidak semata utuh pada bibit bebet bobot -saya salut dengan tidak malu-malunya ini.
Sehingga pada akhirnya bentukan jati diri manusia itu akan mewujud di saat ditanam pada kenyataan hidup.
Bagaimana berkeputusan dan bersikap memang bukan nilai asali manusia-manusia pelakon kisah ini. Memperjelas kalau sebutir zarah kebaikan tidak akan muncul ke permukaan saat tidak pernah diberi kesempatan. Anshoris yang tanpa harapan dan beringas dikendalikan Jora, si calon oppa dan berbentuk jasmani androgini, hingga terlihat jelas tetap memiliki nilai-nilai manusiawi. Mempunyai harga diri yang menyebabkan perilaku lancang Benjamin bisa ditolerir dengan akal sehat. Pun melepas pertanyaan tajam, akankah kau anggap sekedar mimpi tingkah polah macam Marwan?
Semua dibalut sarkas, getir dan sedikit baper dalam dominasi sudut pandang Jora yg dikuatkan oleh the Anshoris.
Saya menikmati gaya bahasa Bijoutroian. (saya pembaca yang menyukai gaya khas krn plot fiksi sudah habis diperas) Jadi, kemudian, benturan terjadi saat menyadari mengapa kisah realistis begini dalam universe yg diakui realistis ada, cerita ini terasa menjadi macam angan-angan belaka? Ada sebuah titik yang membuat Hujan Merah Jambu yang realistis ini menjadi semacam angan-angan yang harusnya jadi tugas naskah-naskah utopia dan distopia.
Ya, perasaan getir yang cuma sedikit harapan takut-takut untuk menghadapi hidup.
Apa ini? Apakah karena ternyata, pada akhirnya, tokoh-tokoh ini terlihat tidak sempurna ini tapi justru menjadi ideal saat ditanamkan dalam universe ketidaksempurnaan khas Bijoutroian? Ini kelebihan atau kekurangan? Saya anggap keduanya: dua ujung tombak dengan resikonya. Sungguh sebuah dark humor, sebagaimana satir yg jd ciri khas Bijoutroian.
Tapi abaikan saja. Saya menikmati baca ini meski di tengah panas terik dan nyinyiran banyak teman yang memicing wattpad saja tidak. Tidak masalah. Setidaknya, meski tidak sempurna, progres Bijoutroian sudah pada jalurnya. Teruslah menulis, Ateu Mbah!
"Kau boleh pergi ke mana pun kau bisa, tapi kau tetap mengakar di satu tempat yang disebut rumah. Kau bisa mempunyai jutaan teman, tapi keluarga adalah mereka yang mengulurkan tangan pertama kali saat kau merasa susah dan sedih", --- Setelah ibunya meninggal, Jora langsung diusir oleh keluarga Albert, ayah tirinya. Satu-satunya harapan Jora adalah lima bersaudara Anshori, kakak-kakaknya yang ditinggalkan ibunya belasan tahun lalu. . Ada Ben si sulung, bujang lapuk mantan napi yang menjaga warung. Ada Ibrahim, putra kedua yang merupakan mantan begal. Johan, putra ketiga, seorang tentara. Miro, putra keempat yang malas mandi dan penjual DVD porno. Serta Ace, si bungsu yang nyambi menjadi demonstran bayaran. . Kelima Anshori bersaudara tidak menyukai Jora pada awalnya, yang menurut mereka terlalu manis untuk ukuran laki-laki. Serta memiliki wajah yang sangat mirip dengan Karina, ibu yang telah mebelantarkan mereka. Bisakah Jora mengambil hati ke lima kakaknya? . Suka banget sama cerita keluarga Anshori ini 😆😆. Apalagi gaya bahasanya penuh humor sarkasme yang membuatku terpingkal-pingkal sepanjang membacanya. Ben yang ketus, Jora yang naif tapi keras kepala dan kepo, Ibrahim yang short tempre, Miro yang filosofis. Belum lagi tetangga-tetangga mereka yang tak kalah heboh. . Kisahnya kompleks banget, ada drama percintaan dari tiap saudara ini yang gak kalah seru dan manis. Tapi juga ada tragedi masa lalu yang masih menghanntui, yang membuatku mewek 😭. Buku bagus yang gak boleh banget kamu lewatkan.
AKHIRNYA KESAMPAIAN BACA CERITA FULL-NYA. Aku udah baca versi potongan di wattpad sejak 2018/2019 kayaknya, udah publish di toko buku. Tapi saat itu uang saku nggak kuat buat beli, jadi aku diemin sampe lupa hehe.
Terus buka wattpad lagi dan inget masih ada janji ke diri sendiri yang belum terpenuhi. What a long, long, time.
Aku suka cara penyampaian yang sarkas-sarkas komedi. Pembaca diajak ngikutin banyolan Ansori brothers, tapi kemudian di akhir disibak rahasia gelap masa lalu mereka.
Beberapa alur memang agak berbeda dari yang versi wattpad, kayak perihal Gendhis (perubahan alur ini lumayan menjadi pencipta konflik yang bikin cerita maju), Salwa (yang ini agak disayangkan soalnya ucapan mengenai Ibrahim-Hajar punya anak Ismail di toko pakaian dalam iconic banget huhu).
Aku juga agak ngerasa penggunaan bahasa kasar di versi cetak agak di’rem’, mungkin biar tidak terkesan liar. Padahal bagian umpat-mengumpat itu yang paling seru wkwk.
Secara keseluruhan aku nikmatin banget baca versi bukunya. Ceritanya ngalir gitu aja. Aku serasa diajak fangirling oleh tokoh-tokoh bikinan penulis. Ben yang kayaknya cuek tapi sebenernya yang paling peduli, Ibrahim si preman setengah tobat, Johan yang asdfghjk (Ansori favoritkuuu), Miro yang bau, Ace si bungsu ganteng.
Bacaan menyenangkan, di beberapa potong kalimat bikin pembaca ikut mikir mengenai esensi kehidupan. Semua penasaran sudah dibayar tuntas di akhir buku.
Di dalam novel, ada momen-momen di mana karakter lain menunjukkan sedikit kepedulian, tetapi seringkali diselimuti kepentingan pribadi. Ini mengisyaratkan bahwa empati dalam masyarakat modern adalah barang langka, seperti unicorn yang bersembunyi di balik tumpukan tagihan atau satirnya, "Mari kita semua berempati! Asalkan tidak mengganggu jadwal Netflix."
Melalui deskripsi kehidupan di kota, penulis menggambarkan bagaimana individu dapat dengan mudah kehilangan identitas mereka. Jora merasa terasing di tengah hiruk-pikuk kota, di mana orang-orang lebih peduli dengan urusan pribadi mereka daripada saling membantu. Ini mencerminkan fenomena dehumanisasi di masyarakat modern, di mana interaksi manusia sering kali tergantikan oleh kepentingan pribadi.
Meskipun banyak elemen gelap dalam cerita, harapan tetap ada di sana—meskipun kadang tampak seperti lelucon yang buruk. Jora berjuang untuk menemukan tempatnya di dunia, dan meskipun banyak kesulitan, dia tetap melangkah maju. Di sini, moral bisa seperti, "Jangan khawatir, hidup itu indah! Cukup tambahkan sedikit harapan dan banyak dosis kenyataan pahit, dan Anda pun siap merayakan kesedihan."
Novel ini juga menunjukkan bagaimana empati sering kali bersifat selektif. Karakter-karakter lain menunjukkan kepedulian tetapi sering kali hanya untuk kepentingan mereka sendiri. Ini menyoroti hipokrisi dalam cara orang berinteraksi, di mana tindakan baik sering kali disertai dengan motif tersembunyi. Dengan demikian, penulis menantang saya untuk mempertanyakan sejauh mana mereka benar-benar peduli terhadap orang lain.
Punya bukunya udah lama tapi baru baca di tahun 2019 ini, dan menambah koleksi buku favoritku di tahun ini. Buku ini keren sih, setelah dibikin ngakak terus dibikin nangis, terus senyum" sendiri. Pokoknya banyak banget pelajaran yang bisa di petik. Buku ini juga berhasil membuat aku merubah mindsetku yang selama ini ternyata baru kusadari itu salah banget.
bagus banget, gaya bahasanya sederhana dan isi ceritanya juga membuka mata sekali. buku pertama yang bikin aku mau baca novel selain romance. di dalam buku ini banyak banget pembelajaran yang bakal diambil dan bikin aku mikir soal hidup
Ya karena baik itu dari inti ceritanya, alurnya, karakternya, semuanya pas dan cukup! Awalnya ragu apakah buku dengan jumlah halaman HANYA 290an ini akan memberikan ending yang memuaskan? Dan ternyata YES, DEFINITELY!
Ansori bersaudara bener-bener berhasil nyuri perhatian dari awal cerita banget, authornya ga terlalu lebay membumbui latar belakang tiap karakter tapi sudah sangat berhasil memberikan kesan ke pembaca tentang tiap karakter tersebut. Walaupun hanya dengan halaman yang sedikit, authornya ga lupa buat ngedeskripsiin detail-detail suasana yang dibutuhkan dengan baik dan rapih, gua sebagai pembaca pun sangat gampang membayangkan apa yang dituliskan author.
Sepanjang baca, ga cuma Ben-Ibrahim-Johan-Miro-Ace yang dapet kehangatan sejak hadirnya Johan di hidup mereka, tapi juga gua sebagai pembaca dapat ngerasain itu juga. Kalo si Johan ini nyata rasanya pengen gua salamin bilang makasih banyak udah ngebahagiain ansori bersodara dengan hadirnya lu di dunia mereka! (lol sorry, this is just too personal)
Makasih buat author sudah menghidupkan karakter-karakter fiksi ini dan mengenalkannya ke kita sebagai pembaca. Looking forward for your next book author! 'cause I really really into this one.
Buku yang mengajarkan arti kehidupan, dan persaudaraan. Buku yang nggak berfokus pada soaal romansa, dan aku suka. Banyak pemikiran yang selama ini aku keliru, setelah membaca cerita Mbah mulai memahami konsepnya dari pemikiran keliru itu. Konflik dalam cerita bagus, hanya saja aku sangat menyayangkan beberapa part sepertinya memang sengaja di hapus. kalau boleh memilih aku suka yg di wattpad. Tapi yang Versi novel juga Oke!
rekomendasi banget buat kalian yg Ingin keluar dari zona nyaman baca Buku Romansa.