Jump to ratings and reviews
Rate this book

Aroma Karsa

Rate this book
Jati Wesi, pria 26 tahun, tinggal di TPA Bantar Gebang selama hidupnya. Ia diasuh oleh penadah bernama Nurdin Suroso yang memperkerjakan Jati sejak kecil. Di antara berbagai pekerjaan kasar yang dilakukan Jati, ada satu profesi yang paling ia banggakan, yakni peracik parfum. Penciuman Jati yang sangat tajam memampukannya meniru segala parfum dengan akurat, bahkan lebih baik.

Jati bekerja di toko parfum isi ulang bernama Attarwalla. Pemilik Atarwalla, Khalil Batarfi, adalah orang yang dianggap Jati sebagai ayah sendiri.

Pada satu sore, Jati dan seluruh karyawan Attarwalla diciduk oleh polisi.

Sebuah perusahaan kosmetik besar, Kemara, mengadukan produk parfum mereka bernama Puspa Ananta yang telah dibuat tiruannya oleh Jati dan dijual di Attarwalla. Kemara menuntut Khalil dan Jati. Kemara bersedia melepaskan tuntutan dengan syarat Jati seumur hidup bekerja buat mereka. Tak tega jika Khalil dihukum, Jati setuju.

Kehidupan Jati berubah drastis. Pemilik Kemara, perempuan 58 tahun bernama Raras Prayagung, memperlakukan Jati dengan istimewa. Hal itu menimbulkan protes keras dari Tanaya Suma, perempuan sebaya Jati yang merupakan putri tunggal sekaligus tangan kanan Raras Prayagung. Suma menolak kehadiran Jati sejak hari pertama. Diam-diam, Jati mengamati bahwa Suma memiliki kemampuan penciuman serupa dengan dirinya.

Obsesi Raras mencari tanaman mitos bernama Puspa Karsa, yang konon hanya bisa diidentifikasi melalui aroma, akhirnya mengantarkan Jati ke sebuah ekspedisi yang penuh tantangan. Semakin jauh Jati terlibat, semakin banyak misteri yang ia temukan, tentang dirinya sendiri dan masa lalu yang tak pernah ia tahu.

724 pages, Paperback

First published January 18, 2018

678 people are currently reading
7847 people want to read

About the author

Dee Lestari

28 books5,596 followers
Dee Lestari, is one of the bestselling and critically acclaimed writers in Indonesia.
Born in January 20, 1976, she began her debut with a serial novel: Supernova in 2001. Supernova’s first episode, Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh (The Knight, The Princess, and The Falling Star), was sold phenomenally, achieving a cult status among Indonesian young readers. She has published four other episodes: Akar (The Root), Petir (The Lightning), Partikel(The Particle), and Gelombang (The Wave).
Aside of the Supernova series, Dee has also published a novel titled Perahu Kertas (Paper Boat), and three anthologies: Filosofi Kopi (Coffee’s Philosophy), Madre, and Rectoverso — a unique hybrid of music and literature.
Dee also has an extensive music career, producing four albums with her former vocal trio, and two solo albums. She has been writing songs for renowned Indonesian artists.
Perahu Kertas (Paper Boat) was turned into a movie in 2009, marking Dee’s debut as a screenplay writer. The movie became one of the national's block busters. Following the same path, Madre, Filosofi Kopi, Madre, and Supernova KPBJ, were made into movies.
In February 2016, Dee released the final episode of Supernova, Inteligensi Embun Pagi (Intelligence of the Morning Dew). All Dee’s books are published by Bentang Pustaka.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
5,043 (64%)
4 stars
2,239 (28%)
3 stars
390 (5%)
2 stars
57 (<1%)
1 star
45 (<1%)
Displaying 1 - 30 of 1,751 reviews
Profile Image for Teguh.
Author 10 books334 followers
March 25, 2018
Semenjak aroma karsa bergulir (saya tidak berlangganan versi digital, karena saya sedikit zadul dan lebih menunggu kisahnya komplet dalam bentuk buku saja), saya hanya penasaran adegan seperti apa yang mengharuskan Dee riset langsung kepada Ananda Mikola. Kalau sekadar informasi sirkuit, spesifikasi mobil balap, atau suasana mungkin masih bisa ditanyakan ke Mbah Google. Tetapi, kok Dee sampai harus menemui pembalap langsung, pastilah ada data krusial yang tidak boleh main-main. Dan, memang adegan kebocoran cooler sebelum tokoh Arya, kekasih Tanaya Suma, hanya bisa dicari langsung ke sumber, yakni pembalapnya langsung. Ketika masuk adegan ini, saya sudah tidak meragukan lagi kalau Dee adalah penulis dengan kekuatan riset yang enggak main-main. Makanya saya hampir percaya dengan dunia "Puspa Karsa" yang dibangun. Soal Perancis, Bantargebang, dll, sudah enggak diragukan lagi.

Kisahnya berkutat soal menemukan keberadaan "puspa karsa" yang diyakini oleh Janirah, eyang Raras Prayagung (entah mengapa saat Dee menyebut Janira bagian dari keraton, saya tidak bisa lepas dari Moerjati Soedibyo)sebagai bunya yang mampu mengendalikan orang dan dunia. Karena Raras satu-satunya penerus baik usaha wewangian dan ambisi pribadi soal puspa karsa.

Nataya Suma anak Raras kelak akan bertemu dengan Jati Wesi. Keduanya digambarkan memiliki kemampuan mengendus yang tidak biasa. saking tajamnya, bahkan Jati Wesi mendapatkan gelar "hidung tikus" di tempat tinggalnya, yakni TPA Bantargebang. Keduanya kemudian berkelindan menjadi kisah, mulai dari bisnis, cinta, dan tentu menguak misteri Puspa Karsa...

Kelengkapan kisahnya, harus dibaca sendiri. Karena saya akui kisahnya menarik. Mulai dari mistis, mitologi, dunia astral, dan bagaimana Gunung Lawu digambarkan memiliki kawasan astral yang saling pararel dengan dunia manusia.
Selama membaca saya mencatat beberapa hal
1. Entah mengapa sejak di halaman pertama, ingatan saya dibawa ke novel "Perfume" Patrick Suskind. Bedanya, kalau di Perfume arah mengendusnya justru ke arah psikopat.
2. Dee menggambarkan hubungan badan-ranjang, apik banget. Enggak vulgar, tapi indah.
3. Ketika wawancara dengan Sarah Sechan, host berkata "ditunggu film dari buku ini". Saya justru akan menentang kalau buku ini di filmkan. Karena saya sendiri belum yakin ada produksi film Indonesia yang mampu bikin adegan astral di Gunung Lawu bagus. Takutnya malah menjadi sekelas film indosiar. Heeeheeee. Menggambarkan makhluk Koingkong, itu bagaimana coba...? Kecuali kelasnya holywood.

Saya yakin ini akan ada kelanjutannya. Gerbang cerita besar baru saja dibuka......
Profile Image for Daniel.
1,179 reviews853 followers
February 20, 2019
Dee Lestari
Aroma Karsa
Bentang Pustaka
724 halaman
7.3

Spoiler Aroma Karsa tanpa konteks.
description

Dalam salah satu episode Spongebob, Spongebob dan Patrick yang terjebak di kapal Flying Dutchman harus melewati ruang pameran parfum yang membuat keduanya pening karena aroma parfum yang terlalu menyengat (ditunjukkan pada gambar di pojok kanan bawah). Mungkin seperti itulah yang harus dirasakan oleh Jati dan Suma (Jati sebagai Patrick, Suma sebagai Spongebob) pada saat keduanya harus mengunjungi Bantar Gebang. Mungkin perbandingan yang terlalu mengada-ada, dan mungkin akan dianggap sebagai perbandingan yang main-main, tetapi saya serius. Tidak ada hal yang tidak bisa digambarkan oleh Spongebob.

Awalnya berupa cerita bersambung daring, Aroma Karsa kemudian akhirnya dicetak. Dilihat dari pemenggalan babnya yang ringkas dan bagian pengenalan karakter yang panjang, buku ini terasa seperti versi tankobon dari penggalan bab dalam majalah manga. Hampir setiap bab diakhiri dengan misteri yang membuat pembaca tak sabar menunggu kelanjutannya. Taktik yang dieksekusi dengan sangat baik, membuat buku setebal lebih dari tujuh ratus halaman ini bisa hampir dibaca dalam sekali duduk. Adanya unsur misteri serta ditemani karakter yang menarik membuat Aroma Karsa menyenangkan untuk dibaca dan begitu page-turner, I gotta give that.

Sebelumnya saya harus mengaku kalau baru pertama kali saya membaca buku Dee--sayup-sayup saya dengar suara olok-olok nun jauh di sana--tetapi saya sudah sering mendengar banyak respons positif soal karya-karyanya, termasuk betapa mendetail riset yang sering Dee lakukan. Dalam Aroma Karsa saya harus mengamini komentar tersebut. Dengan mendetail, Dee mendeskripsikan soal beragam aroma, mulai dari aroma sehari-hari, sampai ke aroma yang gugus kimianya belum pernah kita dengar sama sekali. Beberapa bisa terinkorporasi dengan baik, meski beberapa terkesan show-off-y. Tetapi ini tidak terlalu mengganggu saya, berbeda dengan plot cerita, yang setelah saya endus-endus, kurang gereget bagi saya. Saya tak terlalu masalah dengan bagian pengenalan tokoh yang terlalu panjang, atau plot cerita yang baru berjalan di sekitar halaman seratus, atau bagian klimaks yang terlalu singkat, tetapi buat saya yang mengharapkan sesuatu yang epik, Aroma Karsa terasa flat. Belum lagi ada beberapa bagian yang membuat saya tertawa, seperti bagian makeover Jati (digambarkan dengan gambar di sebelah kiri bawah) yang terasa seperti bagian cerita yang ditarik dari anime-anime serta karakter Suma yang agak sedikit berlebihan. Meski demikian, saya cukup kagum dengan worldbuilding yang Dee buat. Cukup sederhana, tidak pelik, mudah dibayangkan, meski kurang tereksplorasi. Jelas Aroma Karsa membuka sebuah portal ke dunia Dee yang baru. Meski Dee sendiri tidak menangkis atau mengiakan adanya kemungkinan sekuel, tetapi akhir cerita berupa cliffhanger ini jelas indikasi bahwa ini bukan terakhir kalinya kita akan bertemu dengan Suma dan Jati.
Profile Image for yun with books.
724 reviews244 followers
August 6, 2021
Auto 5 stars.
The best Indonesian book of the year.


"Asmara. Tidak bisa dipahami, cuma bisa dirasakan akibatnya."


Sinopsis:
Jati Wesi adalah pemuda berusia 26 tahun yang sepanjang hidupnya tinggal di TPU Bantar Gebang, bersama bapak tua yang tambun bernama Nurdin. Jati memiliki kemampuan penciuman yg luar biasa dan di atas rata-rata manusia pada umumnya.
Raras Prayagung, wanita yang merupakan seorang pengusaha besar, yaitu Kemara memiliki ambisi untuk menemukan Puspa Karsa.
Tanaya Suma, wanita muda berusia 26 tahun merupakan anak angkat Raras. Suma memiliki kemampuan penciuman yang sama dengan Jati.
Raras telah mempersiapkan Jati dan Suma sebaik mungkin, agar dapat mencapai ambisinya memiliki Puspa Karsa. Ekspedisi Puspa Karsa tidak hanya berbahaya, namun juga mengupas misteri-misteri di balik Gunung Lawu dan juga kehidupan Jati Wesi dan Tanaya Suma.

My reaction after I finished this gem:


Pertama-tama, saya berterima kasih banyak kepada Ibu Suri Dee Lestari yang telah melahirkan sebuah masterpiece ini. Berkat riset dan usaha yang maksimal, buku ini menjadi buku Indonesia yang paling sempurna yang saya baca. Pegal di mata dan lengan karena membaca kurang lebih 700 halaman sangat jelas terbayarkan.


Sebenernya, saya juga bingung harus mulai me-review dari mana? This book is making me crazy.
[image error]
Tapi coba saya usahakan....

Pros:
+ Tema ini sebagian hampir mirip dengan tema Supernova series, yaitu tentang mitos, misteri tentang alam yang teknisnya tidak akan pernah terjamah oleh pemikiran manusia rata-rata. Dan menurut saya, Aroma Karsa LEBIH BAIK daripada Supernova series.
+ Dee Lestari membuka pandangan baru tentang indera penciuman. Wangi dan bau yang diungkapkan di dalam buku ini akan membuat Anda takjub sekaligus penasaran. Salut banget buat usahanya.
+ Setting tempat, yaitu Bantar Gebang dan Gunung Lawu yg menurut saya anti-mainstream. Mitos-mitos fiktif yang ada di Gunung Lawu, seperti ada desa "gaib" bernama Dwarapala, yang di dalamnya ada Empu Smarakandi, Banaspati, binatang kiangkong (semacam binatang kaki seribu sebesar paha orang dewasa)-- beneran memukau.
+ Keberhasilan Dee Lestari yang terus membuat pembaca penasaran selalu menjadi nilai tambah buat saya. Mana tau kalau di balik kebaikan Raras ternyata ada kelicikan. Mana tau kalau di balik namanya yang bikin penasaran, Puspa Karsa adalah hal yang paling berbahaya bagi manusia dan seisi Desa Dwarapala.
+ Kisah romansa antara Jati dan Suma membawa kehangatan sekaligus rasa was-was.
+ Buku ini sempurna. Menceritakan tentang asal-usul kenapa bisa begini dan begitu serta bermacam flashbacks dari berbagai sudut pandang kehidupan masing-masing karakter dibalut dengan sempurna dan tidak bikin pusing.
+ Plot twists yang ada di buku ini sangatlah banyak. Saya terus terkaget-kaget dan bergumam, "KOK BISA?"
+ Kehadiran karakter tambahan seperti Pak Iwan, Jindra, Yustinus Herlambang, Empu Smarakanda, Pucang, Sinom, Khalil, Anung dan Ambrik menjadi pelengkap kisah Aroma Karsa.

Cons:
- Mungkin bagi pembaca awam yang baru kenal karya Dee Lestari, buku ini menakutkan dan membosankan di seperempat buku. Karena isinya hanya berhubungan dengan indera penciuman. Tentang wangi-wangian dan bau.
- Akhir buku membuat saya ingin membanting sekaligus cinta. Tulisan TAMAT mempertegas kalau kisah ini berakhir. Padahal, akan seru jika kisah Jati dan Suma dilanjutkan.
- Gak tahu mau nulis kekurangan apa lagi. Saya kepalang jatuh cinta dengan buku ini.

Profile Image for Wardah.
954 reviews172 followers
July 15, 2018
Bikin penasaran. Page turner banget. Tebel tapi nggak terasa. Sayangnya, merasakan sensasi sama kayak baca buku-buku akhir seri Supernova. Sejak Raras di bagian itu muncul langsunh berasa deja vu sama baca Partikel. Yah setidaknya ini lebih baik karena berbagai hal itu muncul sedari awal. Btw rada bikin merinding gitu. Ngomongin demit, bunga gaib, dan gunung angker sih.

Ulasan lengkap bisa dibaca di sini.
Profile Image for Ginan Aulia Rahman.
221 reviews23 followers
September 1, 2018
Novel ini pasti ditulis pake mind map. Dee menulis udah kayak mau ke medan perang. Dia persiapin tuh semua strategi dan sudah ia lihat peta keseluruhan zona perang. Sudah ia rancang plan A B C. Akhirnya pembaca akan mengibar bendera putih. Nyerah. Trus mengumpat

"Setan! Candu bgt nih buku!"

Cerita yang Dee tulis character driven. Itu dia kuncinya kita bisa kepincut baca tulisan Dee sampai akhir. Cerita tulisan Dee digerakkan oleh tokoh yang menarik. Misalnya Supernova, setiap serinya menawarkan tokoh yang unik. Ada Bodhi si budha sebatang kara yang tukang tatto keliling asia tenggara mencari cewe misterius bernama Ishstar. Elektra yang pendiam jahil berubah jadi ratu warnet. Zara anak ditinggal ayah bertemu alien di hutan lalu tumbuh jadi fotografer yang keliling dunia. Alfa orang cerdas yang insomnia akut jago marketing di Amrik. Semuanya menarik.

Di Aroma Karsa, Jati Wesi emang edan sih. Kisah hidupnya bikin kepo banget. Anak sebatang kara tumbuh di Bantar Gebang. Dia punya kemampuan penciuman dahsyat. Bagi orang normal, paling aroma itu ada bau dan wangi aja. Sudah! Kita tidak punya kosa kata lain. Sedangkan untuk Jati si hidung tikus. Dia punya kamusnya sendiri dalam masalah bebauan.

Saya penasaran banget siapa Jati sebenarnya. Bagaimana nasibnya di akhir cerita. Tokoh-tokoh yang lain juga menyimpan misteri dan bikin kepo.

Novel Aroma Karsa membuktikan lagi keyakinan saya bahwa novel itu cerita tentang seseorang. Bukan tentang peristiwa. Semakin menarik karakter yang kita ciptakan semakin menarik isi novelnya. Orang menarik akan menarik peristiwa-peristiwa menarik.
Profile Image for Utha.
825 reviews402 followers
May 4, 2022
"Tan wěnang kinawruhan ng kartsnān, wěnang rinasan ri manah juga."

Buku tebal yang sangat lezat!
3.6/5 bintang
Profile Image for Zulfy Rahendra.
284 reviews76 followers
April 6, 2018
Sungguh sedang ramai diperbincangkan buku ini sekarang. Pas pertama kali buku cetaknya keluar, saya agak kaget liat harganya. KOK MAHAL BANGET, JENDRAAALLL #sobatqizminselalu. Tapi ternyata pas liat wujudnya ya wajar aja sih 700 halaman. Tebel bangeeett~~


Tapi ternyata 700 halaman itu ga kerasa. Bukunya enak dan gampang dibaca. Page turner sekali. Tipe buku one-more-chapter-one-more-chapter-ujug-ujug-tamat-aja. Terbukti sama saya yang kebablasan baca ini sampe jam 2 pagi yang berakibat badan saya makin remuk redam dan suasana hati saya cenderung buruk ketika paginya. Maafkan Nyai Dasimah, wahai kalian yang kena damprat hari ini~~


Tapi selain itu, rasanya novel ini.... biasa aja. Bagus, istimewa malah dengan ide aromanya. Tapi... entahlah, ga cukup memorable buat saya. Suka banget sebenernya sama gimana Dee gabungin legenda, sejarah, mitos, hal-hal klenik, petualangan, keluarga, cinta, misteri dan segalanya di buku ini. Epik banget. Semuanya itu bikin ceritanya jadi "penuh". Preambulnya jadi panjang. Tapi sayangnya, buat saya, giliran cerita intinya kayaknya kependekan. Petualangan di Dwarapalanya bentar, pencarian Puspa Karsanya rasanya 'gitu doang' kurang dahsyat, penyelesaian ceritanya kayak diburu-buru. Macem kenalannya lama, eh jadiannya mah bentaran doang. Sebel. Mana endingnya ga jelas lagi ditinggal gitu aja ga ada kabar. Ga tau malu emang. Eh bukan, bukan Dee. Bukan buku ini. Saya lagi cerita mantan. (LAH LAGIAN NGAPAIN CERITA MANTAN DI SINI, NYAI UPI SRIWEDARI MAHAWATIIII??!!!)


Entah karena saya emang ga fokus karena lagi capek banget, entah bahasanya yang njelimet dan nama-namanya bikin saya pening, entah karena apa, yang jelas buat saya eksekusi akhirnya terlalu.... kompleks. Terlalu mbulet. Terlalu embuh. Terlalu ribet. Bikin pengen komen, "hah? Apa? Bentar, gimana ini gimana?" Atau bisa jadi sayanya aja yang emang agak telmi. Abisnya ending Supernova juga sampe sekarang ga paham paham amat. Butuh asupan minyak hati ikan kod ini kayaknya.


Mungkin karena ide awalnya dibikin cerbung, satu bab di buku ini jadinya pendek banget dan (kalo kata rekan sejawat) ngebut banget tik tok ganti POVnya. Ga terlalu mengganggu sih sebenernya, tapi rasanya kalo udah jadi buku gini kurang cantik aja. Kurang rapi gitu. Kayak ngeliat potongan-potongan disusun acak. Kalo diliat dari jauh berantakan. Walaupun isi ceritanya nyampe nyampe aja sih.. (upi ih riwil anjir). Selain itu, ga enaknya POV pindah-pindah kecepetan gini bikin saya ga bisa dapet emosinya. Seru baca bukunya, tapi lempeng aja. Ga jadi terkenang sama tokoh-tokohnya.


Suka kok, suka. Ceritanya ngingetin ke novel Perfume. Jati Wesi ini laksana Jean Baptise-Gernouille dengan kearifan lokal. Di bayangan saya, Sanghyang Batari Karsanya ini kembang kanibal di kedalaman Amazon bentuknya kayak Rafflesia Arnoldi tapi bisa mangap-mangap kayak Demigorgonnya Stranger Things (deskripsi ini pernah saya tulis juga di review novel Vegetarian ketika bayangin si mbaknya. Imajinasi saya ternyata gitu-gitu aja hhhhhh). Buku ini juga bikin saya penasaran sama bau tubuh saya. Penasaran di hidung Jati Wesi dan Suma saya ini bau apa. Apakah bau bedak bayi kayak yang suka dibilang sodara-sodara saya, apa bau vanili, apa bau asam klorida sisa kerja di lab seharian, apa bau permen yupi, apa bau dusta, apa bau rasa bersalah karena tidak cukup sabar tidak berusaha cukup keras tidak bertahan cukup lama.. (NAON SIIIHHH)


Quote favorit:
"Buset, Jati. Bau setan!" -Ningsih (-hal. 74)
123 reviews14 followers
March 22, 2018
Sebelum ini, karya Dee yang pernah saya baca cuma Perahu Kertas dan Madre. Jadi belum begitu ikutan hype ketika ada pengumuman bakalan ada karya baru Dee.

Setelah membaca premis Aroma Karsa, saya langsung tertarik. Jarang-jarang ada novel yang mengangkat topik parfum, aroma, dan mitologi Jawa sebagai topik cerita utamanya. Sebagai pembaca fantasi, saya penasaran.

Karena kebetulan saya tidak di Indonesia dan entah kapan bakalan bisa baca buku cetaknya, saya ikut PO versi digital. Aslinya sih lebih suka kalo baca full langsung kayak di kindle/google play books/gramedia digital, tapi penasaran juga gimana sensasinya baca cerita bersambung.

***

Cerita

Aroma Karsa menceritakan tentang Jati Wesi, seorang pemuda yang memiliki kemampuan penciuman aroma melebihi orang biasa. Seumur hidupnya, dia tinggal di TPU Bantar Gebang, jadi dia sudah terbiasa dengan segala macam aroma sampah. Di awal cerita, dia bekerja di toko parfum aspal, namun karena satu dan lain hal dia ditangkap polisi. Salah satunya karena dianggap menjiplak formula parfum dari perusahaan parfum Kemara.

Jati kemudian diberi pilihan untuk tetap berada di penjara atau bebas namun terikat kontrak bekerja di perusahaan parfum tersebut. Jati memilih pilihan kedua dan harus ikut Raras, pemilik perusahaan Kemara, ke kediamannya.

Saya berkesempatan membaca versi digital yang dipotong menjadi 18 bagian dan dirilis tiap hari Senin dan Kamis. Kalau boleh diringkas, 18 part ini bisa dikelompokkan menjadi 3 bagian besar:

- Perkenalan Jati, Raras, Suma dan karakter-karakter pendukung. Jati yang hidup di Bantar gebang bersama orang-orang terdekatnya. Raras yang ambisius dan punya misi khusus untuk Jati. Suma yang punya kemampuan penciuman mirip Jati dan langsung menaruh ketidaksukaan ketika Jati dibawa oleh Raras ke kediaman mereka.
- Petualangan Jati belajar parfum di perusahaan Kemara dan love-hate relationship-nya dengan Suma. Di sini Jati belajar lebih lanjut mengenai parfum dan penciuman dan aroma-aroma yang tak pernah ia ketahui sebelumnya di Bantar Gebang. Suma sendiri, walaupun tidak suka dengan Jati, mulai penasaran dengan pemuda yang sempat membuatnya kesal di pertemuan pertama mereka.
- Inti cerita: petualangan perburuan Puspa Karsa. Sedikit kontras dengan dua bagian sebelumnya yang lebih mengangkat cerita parfum dan hubungan antar karakter, bagian ini lebih berfokus pada perburuan dan penyelidikan apakah Puspa Karsa yang legendaris itu benar-benar ada.

Elemen fantasi di bagian sepertiga akhir lumayan kental dengan sisipan dialog bahasa Jawa halus yang saya pun cuma tahu sebagian, sebelum baca terjemahannya. Beberapa elemen fantasinya sih rekaan tapi ada beberapa nama legenda yang cukup familiar, yang dulu sempat saya dengar dari cerita orang-orang tua di kampung jaman kecil.

Bagian romance di novel ini masih di taraf cukup dan nggak kebanyakan dan menurut saya di-handle dengan sangat baik.

Deskripsinya detail banget, sampai saya seolah bisa mencium aroma bunga, bahan-bahan parfum, dan aroma tropis ketika membacanya. Berasa banget kalau Dee melakukan riset mendalam untuk buku ini.

Penggambaran karakter-karakternya cukup kuat. Walaupun Jati mengambil peran sentral di novel ini, karakter-karakter utama lain seperti Raras dan Suma mengambil peran besar di cerita. Mereka berdua digambarkan sebagai karakter perempuan mandiri dan tidak bergantung pada laki-laki untuk mencapai tujuan mereka. Karakter-karakter sampingan seperti Ningsih, Arya, dan Janirah pun cukup memorable hingga memunculkan beberapa fan theory dari para pembaca.

***

Format Cerbung

Saya sempat skeptis dengan format cerbung di platform Bookslife. Selain karena webnya kurang mobile-friendly , banyak komplain tentang sistem dan teknis lainnya. Tapi lama kelamaan, pengalaman baca cerbung ini asyik juga kok. Kudos buat tim Bookslife buat supportnya dan respon cepat buat mengatasi masalah-masalah pembaca.

Baca format cerbung asik karena:
- Tiap part terdiri dari +- 50 halaman, jadi buat yang suka segan duluan sama tebal bukunya kayak saya, bacanya jadi berasa lebih ringan
- Tiap part dari 18 parts cerita dipotong di cliffhanger, jadinya ikutan penasaran gimana nasib karakter berikutnya
- Ada digital tribe berupa group facebook yang pasti rame dengan meme dan fan theory dan diskusi-diskusi receh lain tiap kali part baru rilis. Digital tribe ini dimoderatori oleh tim penulis dan penerbit. Jadi sambil baca bisa ikut tahu cuplikan proses kreatif langsung mengenai suatu bagian cerita. Pengalaman baca cerita bersambung ini kayak nonton serial tv mingguan lalu baca-baca diskusi di reddit soal fan theory dan detail-detail yang terlewat sewaktu baca/nonton kali pertama.
- Meme di digital tribe lucu-lucu.

***

Walaupun baru baca 3 buku dari Dee, Aroma Karsa ini karya terbaik Dee menurut saya. Saya suka cerita dan karakter-karakternya. Pas sempet khawatir endingnya bakalan antiklimaks dan cerita tentang Kemara dan Bantar Gebang bakalan ditinggalkan demi inti cerita Puspa Karsa, saya dikejutkan dengan ending yang menurut saya fitting buat cerita ini.

Apakah bakal ada sekuel Aroma Karsa? Menurut blog Dee sih belum ada rencana. Tapi masih ada celah dan pertanyaan tak terjawab yang bisa dieksplor lagi barangkali Dee mau menulis lanjutannya.

4.5* buat Aroma Karsa.
Dibulatkan jadi 5 karena covernya kece dan pengalaman baca cerita bersambung yang seru.
Profile Image for Ramdani Tonga.
43 reviews4 followers
September 22, 2019
Seru. Sains memegang peranan dalam semua sisi plot. Dee membayar kekecewaan pembaca IEP dengan penuh karsa.... Keren. Gegara ngangkat tema yang sama : aroma-penciuman-dan wewangian, mau tak mau memang sangat mudah dicium aroma novel "Perfume" karya Suskind di novel ini.


Harus diakui, novel "Perfume" sangat terasa menyengat di bagian awal hingga sepertiga novel. Meski dengan jelas terbaca, Dee dengan kesadaran yang kuat ingin menepis bayangan Suskind dengan ceritanya yang berbeda. Aahh... tapi filsafat penciuman, teologi parfum, dan obsesi di sekitar hidung memang jelas sudah duluan Suskind dengan novel ya "Perfume". Hanya ini memang yang saya cium. Plot dan gaya jelas Dee punya sendiri. Maka bacalah sendiri novelnya, supaya kita bisa mengenal Indonesia yang juga kaya akan keharuman. Dee berjasa untuk mengenalkannya ke kalangan anak muda (dari pembacanya).

Meski begitu kita harus adil, Dee memang punya cerita sendiri. "Perfume" nya Suskind sudah mulai menguap saat memasuki setengah buku. Dee punya semesta plot yg lebar, dan sepertinya ini juga akan serial. Seru. Memang seru sekali ceritanya. Aaahh... Telah lahir Dan Brown Indonesia... Ups! Kiding.c
Profile Image for Astrid Paramita.
175 reviews68 followers
April 2, 2018
Let me start by saying I’m a skeptic when I pick up this book. I’m not a fan of Dee Lestari’s previous books, and yet I found the synopsis on this book so compelling.
- Historical fantasy about ancient Javanese? ✅
- Intertwined in modern life? ✅
- Stories about the sense of smell? ✅
- Somewhat beauty related? ✅

Dee Lestari took me to a new world of senses, where I can imagine catching a whiff of the gentlest scent to the most pungent smell. I also love how Jati (one of the main characters) described smell as neutral, as it is us who labeled it as good or bad.

The mystery that holds the story together is great, kept me curious till the end of the book. The romance is kind of so so, a little bit forced at time, but still alright.

It lived up to my expectations and even more. Very impressed and possibly one of the best Indonesian novels I read so far (possibly biased because I love the theme).

Totally recommended if you’re into perfumes, hyper senses, and historical fantasy.

The book is Indonesian and I’m hoping it will be translated to English :).
Profile Image for Lunar Angel.
79 reviews12 followers
June 19, 2021
UNTUK KALIAN PENGGEMAR PARFUM WAJIB BGT BACA BUKU INI
BAGUSS BGT GAK SANGGUP BERKATA-KATA LAGI 😭

Buku ini bercerita tentang Raras Prayagung yang ingin mencari Puspa Karsa bunga yang paling berharga dan bisa mengendalikan kehendak. Lalu ia bertemu Jati Wesi si hidung tikus. Dia memiliki penciuman yang luar biasa. Raras juga memiliki anak beranama Tanaya Suma. Bersama dengangan Jati dan anggota tim ekpedisi lainnya mereka pergi ke gunung lawu terpatnya menuju desa mistis bernama Dwarapala untuk mencari Puspa Karsa.

Ini novel tertebal yang pernah kubaca selama ini and it turns out novel ini page turner bgttt... Aku kira aku bakal habisin 1 bln ternyata 9 hari udh kelar karna seseru itu. Kisah Jati Wesi yang bikin penasaran bgt. Aku juga suka sih cerita yg di relate-in sama Jawa kuno.

Riset dlm buku ini bener-bener KEREN. Mulai dari riset tentang penciuman, parfum, anggrek, kisah jawa kuno, sampai TPA Bantar Gebang. Semuanya disusun dengan apik. Pokoknya keren kalian harus baca !!!

Bakal jadi salah satu buku fiksi indo fav ku.
Overall 5
Profile Image for Dita.
362 reviews17 followers
October 10, 2018
Belom tamat, tapi buku terbitan Bentang ini lay-out nya ganggguuuu banget.
1) Font size nya kegedean, kayaknya masih bisa dikurangin 0.5 - 1pt.
2) Spasi antar paragraph-nya kejauhan, pun udah ada indent di tiap awal paragraph. Semestinya spasi ini ga perlu untuk naskah panjang, apalagi untuk naskah yang obral dialog. Tiap teks jadi berjarak antar satu dan lainnya.
3) Ikon antar section break bagus sih idenya, tapi eksekusinya kurang oke. Ikon terlalu rumit untuk ukuran sekecil itu, jarak antara text terakhir dan ikon dan text berikutnya juga terlalu dekat jadi rasanya papuket kituuu...
4) Header "Aroma Karsa" di tiap halaman ganjil rasanya ga perlu deh. Ini buku tebal, novel, rasanya tiap pembaca juga ngeh kalo dia baca buku ini. Mungkin perlu buat versi dijital tapi bukan buat versi cetak. Kalopun penting banget pembaca diingatkan, ukuran font-nya ga usah sebesar itu.

Pantesan ujung-ujungnya jadi 700-an halaman. Kalau urusan lay-out dilakuin dengan benar (dan tentunya juga penuturan cerita yang bagian awalnya kelama-lamaan), kayaknya 400 halaman juga cukup. Apakah memang tujuannya agar pembaca merasa pencapaian tinggi dengan membabat 700 halaman?
Profile Image for Emily.
217 reviews39 followers
September 2, 2019
5/5. Hands down the best Indonesian Literature I have ever read thus far. Even the much celebrated Cantik Itu Luka does not hold a candle to this book.

This book takes a topic that I'm specifically interested in - scents and the olfactory senses and packaged it in the wrappings of solid characters and decent plot, and then tied them up with the ribbon of beautiful phrases and rich cultural and heritage backgrounds. Anyone looking for a different take on the Indonesian heritage (especially Javanese) should read this book. Although Dee could have made the heritage aspect a lot deeper in this book (and there are plenty of opportunities to do so), I felt like this book does the job well.

In whole, my words could never do this book justice and the proper recognition and praises it deserves. Dee, you have my heart. Up next (soon!), the Supernova series..
Profile Image for Khalisha.
48 reviews1 follower
June 10, 2025
Buku super tebal yang aku kira bacanya bakal super lama dan genre yang aku kira akan kesulitan membacanya, tapi ternyata salah! Baca buku ini tuh gak kerasa banget, tiba-tiba sudah melewati banyak bab. Bahkan menurutku ceritanya masih kurang panjang! Setiap babnya hanya terdiri dari beberapa halaman, dan juga tiap paragraf bukan yang panjang banget kok. Jadi gak bakal berasa deh bacanya!

Aku jadi ikut pengin merasakan bau-bau yang Jati Wesi dan Tanaya Suma bisa rasakan! Dulu sempat mengira buku ini hanya tentang Bantar Gebang dan parfum saja, tapi ternyata buku ini tentang flora dan fauna wkwkwk… Aku lebih tertarik ketika mereka sudah melakukan ekspedisi dibandingkan ketika masih di Kemara, tapi tentu kedua bagian tersebut gak bisa dipisahkan.

Sering bgt pengin aku bawa baca di luar, tapi kalau dipikir-pikir lagi dia bakal jadi beban di tasku yang udah gak tau berapa kg itu

±696 halaman!!
Profile Image for Colleen .
37 reviews3 followers
October 16, 2022
penulisannya cantik banget... literal beauty. ceritanya juga semakin ke pertengahan bikin gak bisa berhenti, beneran seru abees ekspektasi aku udah tinggi karena orang" bilang kalau buku ini walaupun tebel gak bakalan bikin bosen dan ternyata emang bener 😸😸 aku suka banget gimana endingnya dibuat mengambang kayak begitu dan SATU lagi, part anung-ambrik really wrenched my heart T____T oh god... anw arya jayadi deserves better #peace
Profile Image for ABO.
419 reviews47 followers
March 13, 2018
Akhirnya baca enam bab terakhirnya karena versi cetaknya udah nyampe duluan sebelum dua part terakhir versi digitalnya tayang di bookslife.
Belum bisa cerita banyak sih, kepingin baca ulang dari awal lagi x)
Rating yang dikasih bisa sewaktu-waktu berubah. Hahaha
Profile Image for Oda Ayu.
Author 6 books167 followers
April 10, 2020
Tolong, saya sesak napas. Ada benturan realitas dan mimpi yang bersatuan dalam satu garis batas setelah berhasil menyelesaikan Aroma Karsa dalam dua malam. Rasanya membuncah, ingin mengeluarkan air mata, tapi tidak mampu. Juga ingin bernapas tapi rasanya udara berhenti berkeliaran untuk masuk ke dalam sistem kehidupan saya.

Buku ini dahsyat. Pada permulaan, saya kira buku ini menawarkan fantasi berkabut realisme. Lalu beranjak ke tengah rasanya berubah menjadi gumpalan cerita metropolitan berbalut idealisme yang khas. Menuju ke inti dari semuanya - Puspa Karsa, kisah ini mendadak menjadi seperti fiksi ilmiah yang menegangkan. Hingga kemudian benturan realitas itu menghunus menawarkan satu pertanyaan; Apakah Puspa Karsa benar-benar ada?

Saya rasa itu alasan saya ingin menangis namun tak bisa, ingin bernapas tapi sesak yang terasa. Saya ketakutan.

Mistik Gunung Lawu dan Dwarapala, serta romantisme Puspa Karsa awalnya saya kira merupakan metafora yang Dee Lestari tawarkan untuk berbagai permasalahan pelik sosial manusia. Tentang keterikatan pada perasaan kuat menginginkan sesuatu. Seperti opium. Seperti agama - misalnya . Hingga kemudian halaman demi halaman penghabisan membuat saya sesak. Terutama bagian penutupnya.

Bagaimana jika ini adalah pertanda?

Bagaimana jika Puspa Karsa adalah nyata?

Seperti bagaimana saya merasa Supernova adalah sebenar-benarnya kerangka pikiran dan perasaan Dee Lestari yang sudah begitu berkembang mampu menyeleksi filosofi kehidupan, lalu disampaikan ulang sebagai peringatan lewat tulisan.

Intelegensi Embun Pagi pernah memberikan efek yang hampir mirip. Saya mempertanyakan realitas Supernova serta para Peretas yang Dee Lestari ciptakan. Hanya saja, IEP tidak membuat saya ketakutan. IEP hanya membuat saya gamang.

Aroma Karsa memiliki hasil yang berbeda. Sesungguhnya, saya sangat amat ketakutan. Aroma Karsa mungkin memang hanya metafora. Lebih baik percaya demikian bukan? Ini hanyalah dongeng Jati Wesi dan tugasnya yang masih tersisa dari identitas lamanya. Namun begitu, ketakutan itu tetap menyergap manakala mengingat bahwa dunia manusia memang sudah begitu hancurnya, dan mungkin Puspa Karsa memang benar-benar ada.

Baiklah, saya sepertinya sudah gila.

Terima kasih Dee Lestari untuk bukunya yang begitu gila. Saya tidak akan pernah menyesal pernah membacanya.
Profile Image for Mandewi.
575 reviews10 followers
March 20, 2018
‪3,5 deh. Bonus 0,5 untuk Anung Linglung.

*

Nggak usah bahas isi ceritanya, ya. Sudah banyak yang bahas juga, dan ulasan mereka bagus-bagus. Nggak usah juga saya bahas kepiawaian Dee menjalin kalimat dan mendeskripsikan adegan Jati makan di warteg Bantar Gebang dengan sangat puitis. Page turner-lah pokoknya.‬

*

‪Standar cerita petualangan yang saya pakai adalah Partikel. Begitu tahu ada yang aneh, Zarah langsung berangkat. Ekspedisi dimulai sejak awal. Berbekal harapan itu, saya memasuki semesta Aroma Karsa.‬

Tapi memang, ya, yang namanya harapan itu kadang anu.‬ Semesta sukanya bercanda.

‪Sebagai novel yang berdiri sendiri, pembagian cerita di Aroma Karsa terasa timpang. Setelah baca sampai habis, saya paham bahwa dunia cerita yang ingin disampaikan amat sangat luas. Maka Dee membutuhkan dua per tiga novel untuk diisi dengan pembukaan, pengenalan, persiapan. Kemudian sepertiga terakhir barulah disisakan untuk cerita soal ekspedisi. ‬

‪Nah, akan beda ceritanya kalau kisah Jati Wesi di Hidung Tikus ini adalah serial. Maka Aroma Karsa menjadi seri pembuka yang bisa dibilang sempurna. Segala pengenalan, pembukaan, persiapan di buku ini jadi fondasi yang kuat. Dan bab terakhir Aroma Karsa, hmm, adalah sebuah prolog yang berhasil memantik rasa penasaran untuk seri berikutnya.

‪*) saya sudah baca Part 19, dan saya tetap berpendirian bahwa Aroma Karsa ini serial.‬ Tapi saya nggak suka memburu-buru kok. Take your time, Mbak Dee.
Profile Image for h.
375 reviews148 followers
July 25, 2022
I read this in less 24 hours.

Page turner banget jadi gak kerasa pas baca, tiap bab punya halaman yg sedikit seolah punya efek samping buat selalu baca dan baca, semua karakter dan kejadian punya cerita masing-masing yg akhirnya tersusun layaknya puzzle di akhir, dan plot-twist yang bertubi-tubi di dua ratus halaman terakhir. Bikin tegang dan juga bikin bertanya2. Last, karena ceritanya seperti kebanyakan mitos2 yg dipunya setiap orang adat di desa, jadi ceritanya berasa dekat dan relate.
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book272 followers
December 11, 2018
Saat mendapatkan informasi bahwa buku ini akan diterbitkan secara digital, sudah ada niat dalam hati untuk membeli versi digitalnya saja. Apalagi versi digital ini terbit lebih duluan dibandingkan versi cetak. Namun sebagai kolektor buku-bukunya Dewei Lestari, saya pasti akan membeli juga versi cetaknya. Lantas saya teringat IEP yang belum saya baca (baik versi digital maupun versi cetaknya), saya lantas mengurungkan niat membeli buku ini. Hanya saja godaan itu terlalu kuat, dan akhirnya 2 hari sebelum jadwal terbitnya, saya membeli versi cetaknya. Banyak keuntungannya ternyata... selain bisa dapat PO buku versi cetak, dapat diskon 20% juga nantinya.

Membaca ebook tidak asing lagi bagi saya. Sepanjang tahun kemarin jumlah ebook yang saya baca jauh lebih banyak dari buku cetak. Untuk orang yang (ngaku-ngaku) sibuk kayak saya, membaca ebook itu sangat menolong. Kapan saja, dimana saja. Tapi membaca ebook cerita bersambung, itu pengalaman baru.

UPDATE:
Udah beres baca versi digitalnya. Reviewnya bisa dibaca di sini http://www.destybacabuku.com/2018/03/...
Profile Image for Tia Ayu Sulistyana (tiareadsbooks).
266 reviews73 followers
September 21, 2024
4.8/5⭐️

❝Kadang-kadang ada perasaan yang datang tanpa penjelasan.❞
—Page 432

❝Tan wĕnang kinawruhan ng katrsnān, wĕnang rinasan ri manah juga. Asmara tidak bisa dipahami, cuma bisa dirasakan akibatnya.❞
—Page 614

•••

Baru kali ini hangover setelah baca buku. Baca sekitar 2 hari, dan hampir 3 hari pula hangover! Masih belom bisa move on dari Aroma Karsa. Mau bikin review aja bingung. I would say that Aroma Karsa by Dee Lestari is one of the best book that I ever read! This one is EPIC! Recommended!

Aroma Karsa berkisah tentang pencarian Puspa Karsa, bunga yang dapat mengendalikan kehendak. Berbekal dongeng dan sebuah lontar kuno yang diwarisi dari sang nenek, Raras Prayagung pun menghalalkan daya upaya untuk menemukan bunga sakti itu. Ekspedisi pencarian Puspa Karsa pun melibatkan Jati Wesi dan Tanaya Suma. Keduanya memiliki kemampuan penciumannya yang luar biasa yang diyakini dapat mengidentifikasi lokasi Puspa Karsa.

Buku dengan tebal 710 halaman ini menyuguhkan pengalaman membaca yang luar biasa. Aku terjerat dalam dunia aroma yang belum pernah aku singgahi, mencoba mengendus segala wewangian yang dideskripsikan dengan sangat baik melalui Jati dan Suma Tak hanya itu, pembaca pun diajak merasakan bagaimana kehidupan Jati yang dibesarkan di TPA Bantar Gebang, meramu parfum di ASFO Grasse Prancis hingga mistisnya Gunung Lawu dan Dwarapala. Indra penciuman, petualangan, mitologi Jawa, sejarah, dunia astral, keluarga, dan cinta berpadu menjadi sebuah cerita yang menarik. Dee Lestari memiliki kekuatan riset yang gak main-main, tak heran ceritanya terasa begitu nyata!

Alurnya terasa lambat, namun mengalir dengan sangat apik dan begitu mendetail. Tata bahasa dan pemilihan diksinya pun dibuat dengan indah. Sulit untuk meletakkan buku yang cukup berat ini meski lengan mulai pegal, bikin penasaran dan sangat page-turner! Pengambaran karakternya begitu kuat. World building-nya membuat kagum! Jujur susah untuk menebak arah cerita ketika membaca buku ini. Banyak plot twist yang gak disangka-sangka. What an ending! Sangat cliffhanger! Semoga bener bakal ada sekuelnya!

P.S. Selain karakter Jati, aku sangat suka dengan karakter Arya! Oh, dan juga Bang Sarip! Kemunculannya membuat gelak tawa!
Profile Image for Uci .
621 reviews123 followers
April 6, 2018
Bagi saya, kata paling tepat untuk menggambarkan pengalaman membaca buku-buku Dee adalah: tersihir. Tulisan Dee seolah menyimpan sihir yang membuat pembacanya enggan menutup buku dan memilih bersegera membaca sampai tuntas. Memang, dari sekian buku yang telah dihasilkan, ada yang sihirnya bertahan lama, ada juga yang hanya sekejap. Aroma Karsa termasuk yang pertama. Setelah mengakhiri buku ini, kisahnya masih terngiang-ngiang dan saya tak ingin buru-buru melanjutkan ke buku yang lain.

Kali ini, Dee membawa kita memasuki semesta aroma. Rupanya, meskipun penciuman adalah indra pertama yang terbentuk pada janin, jendela pertama dalam memahami dunia, jarang sekali penggambaran dari indra penciuman diangkat ke halaman fiksi. Mungkin itu sebabnya saya merasa tersihir, menyadari betapa banyaknya bau-bauan di sekitar kita, tapi hanya mampu kita jelaskan dengan "bau enak" dan "bau tidak enak." Melalui tokoh Jati dan Suma yang punya daya penciuman di luar kenormalan manusia, kita dibawa mengenali beragam jenis bau dan memahami arti penting aroma.


Suma paham bagaimana aroma dapat digunakan untuk menjangkarkan kenangan. (Hal. 404)

Kemiripan aroma laut dan aroma tubuh membuatku mulai percaya bahwa manusia pertama lahir dari rahim samudra. Kami hadir di sini karena terpanggil wangi leluhur. (Hal. 249)


Sekali lagi, saya angkat jempol untuk riset Dee dalam penulisan Aroma Karsa. Setting yang berpindah dari kekumuhan Bantar Gebang, rumah mewah di Sentul, kerajaan parfum Prancis, sampai kemisteriusan Gunung Lawu, tidak terasa dipaksakan dan malah menambah kaya pengalaman membacanya.

Topik yang menarik, jalan cerita yang bikin penasaran, gaya bertutur yang tak pernah gagal memikat, ending yang memuaskan (dengan sedikit celah untuk dilanjutkan ke buku berikutnya 😁), membuat saya tak ragu menyematkan 5 bintang untuk buku ini.

14 / 40 buku
Profile Image for Truly.
2,768 reviews13 followers
May 24, 2018
Gara2 ngak bisa tidur, iseng ambil timbunan terdekat. Ternyata buku ini.
Dan akhirnya saya malah baru tidur jam 3.30 pagi setelah menamatkan kisahnya. Tinggal bikin reviewnya yang agak2 lola (maklum saya sedang malas membuat sesuatu, lebih konsen pada babat timbunan).

Awalnya saya mengira akan menemukan intrik tentang dunia kosmetik, minyak wangi tepatnya ketika membaca nyais setengah buku. Awalnya malah menduga ini berawal dari urusan perebutan perhatian dari sang penguasa melalui kosmetik racikan sendiri (maklum jarang baca blurb dengan baik dan benar). Makin kebelakang kisahnya makin seru. Akhirnya kisah malah membuat saya berandai-andai. Adakah sambungannya?

Beberapa bagian secara spontan langsung menggiring ingatan saya pada seorang pengusaha kosmetik sukses yang membuat rahasia putri keraton menjadi konsumsi publik. Mungkin beliau hanay sekedar inspirasi bagi sang penulis, tapi bagaimana lagi, sosok beliau seakan pas dengan kisah ini.

--------
Akhirnya jadi juga coretan sederhana
http://trulyrudiono.blogspot.co.id/20...
Profile Image for Alvin Zirtaf.
Author 4 books31 followers
March 18, 2018
Novel ini ... entahlah, bagi saya ini bukan novel. Lebih seperti skenario. Terlalu banyak *** dalam setiap bab yang pendek, dua-tiga halaman langsung dipatahkan; Ganti POV, atau ganti setting.

Jati Wesi adalah tokoh Dewi Lestari yang tidak bisa menyampaikan perasaan. Melebihi keterbataan Alfa di Gelombang.

Mungkin ini perkara selera, tapi saya gagal menyatu dengan buku ini. Setiap tokoh hendak melakukan apapun, terseraaah~ tidak ada empati dan simpati. Mungkin hanya penokohan Arya dan Sarip yang saya kagumi.

Dan hingga ratusan halaman kemudian, saya masih dihantui pertanyaan kenapa bisa-bisanya Jati Wesi secerewet itu menginterupsi Bunda Ratih.
Profile Image for Nining Sriningsih.
361 reviews38 followers
April 23, 2018
"orang-orang paling berbakat adalah jenis yg paling susah diurus." - hal 246

"kadang-kadang ada perasaan yg datang tanpa penjelasan." - hal 432


jujur, pas awal baca penasaran, tertarik, apalagi pas lht review yg udah pada baca..

700 halaman..
kalau baca buku terjemahan luar negeri kayak Rick Riordan, Dan Brown, tebal bukunya gapa" asal seru..
baca novel ini, pas di setengah novel bacanya, udah mulai nggak sabar, ini kapan selesainya..
pas ending, cuma gitu doank, pas endingnya agak" sadis gimana gitu..
yg q sangka di awal kebenaran, ternyata kesalahan besar..
😣
Profile Image for el (celestialbronz).
582 reviews186 followers
June 10, 2021
Jadi duduk perkara dari buku yg jumlah halamannya hampir 700 ini adalah... bunga. Menurut saya ceritanya seru tapi ya seru aja ngga seru bgt yang "wah". Temponya diatur sedemikian rupa dan ngga terburu-buru. Di bagian-bagian awal saya ngerasa kesal pada beberapa bagian, dan baru seru di 100 halaman terakhir apa ya.

Agak terganggu sama sifat beberapa karakternya, dan hubungan antar-karakter lumayan klise. Tapi masih bagus sih. Latarnya okee bgt, penggambarannya detail dan sangat bisa dibayangkan. Terakhir, gaya penulisannya cantik banget❤
Profile Image for Taurus Reader (bigpileofbooks).
315 reviews299 followers
June 16, 2022
4.5⭐

Can't believe I finished this giant book in 4 days!

First of all, I want to appreciate whoever made this beautiful cover, it's really a masterpiece!

Ngl, I almost DNF-ed this book several times because I was intimidated by how big this book is (700+ pages) and the plot in the first 150 pages was really slow.

But after that, I flew through this book because the writing style literally immersed me into the story and voila! I can't stop reading it until the very end.

Overall, recommended if you love historical-fantasy-romance!
Profile Image for caka.
9 reviews1 follower
February 22, 2023
696 halaman seperti buku 300 halaman, page turner banget walau diawal temponya lambat. aku sendiri baru menikmati buku ini dari halaman 200 ke atas, so you have to give the story a chance for action. oh iya, di dalamnya juga dapat insight nama-nama parfum, tanaman, dan rempah (setidaknya itu yg ku ingat) dan juga bisa meramal saat akan turun hujan 😂
Displaying 1 - 30 of 1,751 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.