Jump to ratings and reviews
Rate this book

Queennora

Rate this book
Sahabat bukanlah guru walau sering memberi petuah, bukan juga orangtua meski selalu menasehati, bukan pula pelawak kendati kerap mengukir tawa. Seorang sahabat akan marah seperti ayah, peduli seperti ibu, kadang mengganggu seperti kakak, dan sering menyebalkan seperti adik. Tapi yang pasti, mereka menyayangi kita lebih dari kekasih.
Bersahabat baik, Queen dan Nora adalah dua pribadi yang berbeda. Queen yang penuh tanya dan Nora yang penuh ilmu, membagi kisah mereka tentang pentingnya persahabatan. Bahwa bersahabat bukan hanya tentang saling tertawa bersama, namun juga tentang saling mengingatkan.

366 pages, Paperback

Published July 1, 2017

2 people are currently reading
5 people want to read

About the author

Uniessy

7 books2 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
9 (60%)
4 stars
3 (20%)
3 stars
2 (13%)
2 stars
0 (0%)
1 star
1 (6%)
Displaying 1 - 3 of 3 reviews
Profile Image for Nora Apriyani.
151 reviews
January 14, 2018
"Agama seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya." (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).

Buku ini bukanlah sebuah novel, tetapi buku yang terdiri dari beberapa kisah di mana tiap kisahnya berisi ilmu dan pelajaran yang disampaikan penulis melalui kisah persahabatan antara Queen dan Nora. Queen yang penuh tanya dan Nora yang penuh ilmu, berdua mereka mengajarkan kita banyak hal yang mungkin selama ini luput untuk kita ketahui.

Bahasa yang digunakan sederhana hingga memudahkan untuk dipahami. Isinya tentang kehidupan sehari-hari dan banyaaakkk sekali membuat saya merasa 'disentil'. Beberapa kali saya dibuat malu, karena ternyata banyak hal yg belum saya ketahui. Semisal tanda dari khusyuknya shalat kita itu bukan terlihat dari kita takbir s.d salam, melainkan dilihat dari kita salam sampai kita takbir kembali. Yang maknanya, shalat kita ditandakan khusyuk apabila jarak dari shalat tersebut ke shalat kita yang berikutnya kita terjaga dari perbuatan nista dan jahat, maka barulah shalat kita tersebut bisa dikatakan khusyuk.

Lalu ada juga disebutkan di dalam buku ini bahwa seluruh mushaf yang kita punya itu mempunyai hak untuk dikhatamkan minimal satu kali setiap tahun. Jadi kalau punya 3 mushaf, berarti hendaknya khatam 3 kali dalam setahun. Dan jujur, bagi seorang saya, mungkin itu lumayan berat. Tapi tentu bukan berarti hal tersebut tidak mungkin (mudah-mudahan bisa. Harus bisaaa!!!).
Dan masih banyak lagi ilmu dan pelajaran di dalam buku dengan tebal 333 halaman ini.

Saya juga kerap dibuat menangis , ketika membaca buku ini, terutama di bagian yang membahas Rasulullah. Pas di bagian hafalan Quran juga bikin mata basah, soalnya sukses ingat orang tua pas bagian ini, hiksss.

Secara keseluruhan buku ini bagus banget. Kedua tokoh utamanya sama-sama mengagumkan. Nora yang digambarkan mendekati sempurna (cantik, pintar, rajin ibadah) memang layak dikagumi. Tapi sosok Queen juga tak kalah menyenangkan. Ia digambarkan sebagai gadis kekinian yang suka social media, drama korea, dsb. Tetapi ia juga sosok yang haus ilmu, menerima akan nasihat kebaikan, iri dengan ibadah Nora yang menurutnya lebih baik dari dirinya, dan berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan istiqamah di jalanNya. Kedua sosok ini bisa banget untuk diteladani, apalagi untuk remaja saat ini. Hingga saya merasa buku ini cocok sekali, recommended sekali untuk dibaca oleh semua orang utamanya remaja perempuan.

Buku ini saya beri 4,5/5 bintang.. minus setengah bintang dari nilai sempurna karena buku ini hadir tanpa pembatas buku, yang mana sungguh disayangkan. Serta adanya kisah yang terjalin kurang rapi, mungkin penulis dan editornya kurang teliti sehingga saya merasa ada satu kisah yang janggal, tepatnya di kisah dengan judul: Haid dan Mandi Janabah. Di situ dikisahkan Queen dan Nora berkomunikasi via telepon, tapi tiba-tiba ada kalimat seperti ini: '...," kata Nora sambil menepuk pahaku.' (seakan-akan mereka berada dalam satu ruangan, padahal sebelumnya ditulis mereka sedang berbicara lewat telepon). Ini jelas tidak sinkron dan menimbulkan ketidaknyamanan saat membacanya. Tapi sedikit ketidaknyamanan itu syukurnya tidak mengurangi maksud yang ingin disampaikan dari kisah tersebut.
Good job Uniessy.. Saya aminkan harapanmu yang menginginkan buku ini berkah. InsyaAllah... :)

NB: Saya mempunyai kebiasaan, setiap buku yang sudah selesai saya baca, maka saya akan menaruh buku tersebut di rak buku di luar kamar saya (sebuah rak buku besar yang bisa dianggap sebagai 'rak buku perpustakaan' nya saya). Sedangkan buku yang belum saya baca, saya letakkan di rak buku kecil di dalam kamar saya, untuk memudahkan saya membacanya.
Nah, untuk buku ini sepertinya harus mengalami pengecualian alias akan menjadi penghuni tetap di rak buku kamar saya meski saya sudah tuntas membacanya, karena saya merasa buku ini bisa banget saya baca (ulang) sewaktu-waktu. Saya bisa mengambil salah satu kisahnya secara random, lalu membacanya sebentar (karena satu kisahnya pendek aja), maka saya bisa menebalkan ilmu yang mungkin bisa terlupa sewaktu-waktu.
Profile Image for tia.
239 reviews7 followers
March 19, 2022
Bener kata Queen. Seenggaknya, setiap manusia perlu satu sosok yang kaya Nora. Jadinya, kalau belok dikit, bisa dilurusin💖
Displaying 1 - 3 of 3 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.