Huh...
Yes, itu yang terlahir saat saya habiskan bacaan. Kisah kisah di dalam ibaratnya saya melihat satu fashion show di New York Fashion Week dimana pereka fashion saling berlawan ego dengan pereka fashion yang lain, menunjukkan siapa yang lebih avant garde dan haute couture. Ini bukan suatu yang salah ya? Ini sesuatu yang bagus. Kisah kisah di dalam, kita boleh menilai busana busana mana yang melekat pada citarasa kita. Ada yang terlondeh, ada yang singkat, ada yang terus bogel dengan hanya chandelier tiara menutupi wajah sang model. See? Interesting bukan?
Penulis yang semestinya tinggi lampai handsome dan berkaca mata itu ada menyatakan yang beliau bereksperimentasi dengan air cerita. Sebabtu ada kalanya kita akan HUH? Dan ada kalanya kita akan DAMN SON. Membaca cerita cerita beliau juga meningatkan saya kepada game Bayonetta di pelantar ps3. Lepas satu level yang sukar, kita akan berhadapan lagi dengan level yang sukar, berhenti tarik nafas lawan dengan boss dan kembali istighfar sambil melaungkan kalimah keramat SIAL PUNYA BOS! Ya, begitulah emosi saya yang saling berperang sambil mengesat air mata I’m such a loser why lah aku tak paham cerita ni?! APA DOSA AKU TUHAN?!
Seperti kata sang penulis yang handsome, karya yang akan mencari pembacanya dan itu logik dengan cerita cerita di dalam buku ini. Sekali lagi saya tegaskan, ini bukan suatu kejian atau ketidakpuashati-an, tetapi saat anda memegang buku ini, gear up your mode to HARD MODE if you ever a gamers atau jika anda seorang penggemar filem, up kan level anda seperti Martin Scorsese atau secara lokal maybe Redz... oh wait. Maaf. Tidak sedefensive itu.
Enter at your own risk! I’m DEAD INSIDE!