Binorrow nyaris putus asa dihina terus-menerus karena kebodohannya. Ia bahkan melakukan percobaan bunuh diri. Beruntung, ia mampu bertahan. Dan kembali melakukan kegiatan sebagaimana biasa. Peristiwa menyedihkan itu membuat orang tuanya memindahkannya ke sekolah berasrama.
Di sekolah barunya, Binorrow bertemu Leon, Franklin, dan Evelyn. Ketiga sahabat yang melenyapkan bayangan seram ‘sekolah berasrama’. Mereka juga ikut serta dalam petualangan menuju gunung Sweeden, gunung angker yang menjadi batas antara dunia manusia dan Dunia Grovog.
Berbagai rintangan menghambat Binorrow dan ketiga sahabatnya dalam mendaki gunung Sweeden. Dari bertemu manusia kerdil, makhluk penjaga puncak Sweeden, hingga menghalangi para Grovog membuka pintu ke dunia manusia. Perjalanan yang menguji tekad dan persahabatan, serta mengantarkan Binorrow menemukan dirinya yang sejati.
“Lebih baik kau belajar daripada diam di sini melihat langit. Langit tidak akan membuatmu pandai sekalipun kau memelas padanya.” Hlm. 9
Seperti judulnya, Binorrow ini adalah nama tokoh utamanya. Sang tokoh yang memiliki daya ingat kurang, sehingga di cap Bodoh dan Zombi. Kehidupan Binorrow tak mengenakan karena selalu di bully atas kebodohannya, dalam sebuah cibiran. Karena selain tusuka pedang tajam, kata-kata pun bisa menyakitkan bukan?
Yang membuat Hotaru Books geram adalah Kepala Sekolah juga Guru terang-terangan membullynya. Sebodoh apa pun seorang murid, pengajar itu tak pantas mengeluarkan kata-kata mengerikan terhadap muridnya. Dampaknya bisa fatal, Binorrow malah melakukan aksi bunuh diri, anehnya tidak berjalan mulus. Binorrow malah dikejutkan dengan hal-hal di luar nalarnya.
Terlebih saat aksi nekat bunuh diri yang kedua. Kejadian aneh mendatangi dalam tidur komanya. Dia bertemu dengan Aesclin Cleon yang misterius dan aneh dan sedikit bercerita tentang sosok Binorrow yang asli. Lalu, burung gagak kesayangan ibunya, Jerewich yang memiliki jambul putih yang ternyata dapat bicara, ditambah kisah Rumah Pohon itu sendiri yang penuh misteri.
Yang membuat Hotaru Books penasaran adalah, alasan Ibu Bonorrow tidak memercayai Tuhan. Dan, guru yang membully Binorrow malah berada di asrama, sekolah baru Binorrow. Juga murid yang menyebutnya zombie malah satu sekolah di asrama. Aneh, memang? Sepertinya ada hal lain tentang guru ogil itu.
Pertemuannya dengan 3 sahabat di Asrama, Leon, Franklin dan Evelyn, membuat Binorrow berani melawan terhadap orang-orang yang coba mengerjainya. Hingga merek berakhir dengan pendakian menuju gunung Sweeden. Gunung angker, penuh misteri dan taka da satupun yang berani ke sana. karena berdasarkan alkisah, siapa pun yang mencoba ke sana tidak akan bisa kembali. Wajar saja si karena di sana, terdapat danau kematian yang dihuni roh jahat, manusia kerdil yang sangat cepat larinya, makhluk batu besar, serta grovog.
“Kau melihta dari mataku. Kau mendengar dari telingaku. Kau di sini karena sebagian jiwaku bersamamu.” Hlm. 139
Namun, berbeda dengan Binorrow, gunung Sweeden seolah memanggilnya untuk ke sana. Petualangan yang tidak biasa itu membuat tegang, keputusasaan, dan keyakinan. Walau mereka tidak tahu tujuan ke sana untuk apa, walau konon ada buah keajaiban yang dapat membuat panjang umur. Sayang, mereka tidak tertarik. Anehnya, mereka tetap yakin untuk melanjutkan hingga puncak.
Memang si, Hotaru Books pernah mengalami saat tersesat di hutan karena salah jalan, itu ada dua pilihan, lanjut atau kembali? Hotaru Books memilih lanjut dengan penuh keyakinan bahwa aka nada jalan di depan sana. Yes, walau tidak tahu apa yang akan terjadi di depan sana, tak perlu untuk mengkhawatirkan hal yang berbau negative. Karena sejatinya hidup seperti itu bukan, kita tahu ada apa dimasa depan. Namun, dengan senang hati tetap menjalaninya. Tentu dengan tekad dan keyakinan yang kuat.
“…Tujuan adalah alasan untuk seseorang hidup. Jika kita tidak memiliki tujuan di sini, kita hanya akan terombang-ambingdengan ketidakpastian saja.” Hlm. 188
Untuk keberhasilan mereka sampai puncak, Hotaru merasa ragu, kecuali jika Binorrow menyadari satu hal tentang kelebihan dirinya. Karena mereka masih bergantung pada keberuntungan atas bantuan Jerewich, gagak kesayangan ibu Binorrow. Namun, gagak ajaib itu juga bukan Tuhan. Jerewich memiliki batas terhadap kekuatannya.
Karakter Binorrow ini memang polos-polos gemes, kurang peka karena daya ingatnya juga kurang. Sehingga karena kebodohannya dia mudah dihasut oleh guru yang tak tau diri bernama Ogil itu. sedangkan untuk karakter ketiga sahabatnya mereka saling melengkapi, Leon si pemberani yang hobi mengunyah permen karet. Siapa sangka permen karetnya berguna saat melawan manusia kerdil. Franklin, gak kalah bodoh dengan Binorrow, mudah tertidur dan suka sekali dengan anggur. Evelyn, gadis pintar dan tak kalah galaknya seperti Leon.
Overall, aku terhibur dengan petualangan Binorrow dan ketiga sahabatnya.Sayang kurang greget fantasinya. Alurnya juga agak lambat. Sosok guru Ogil menjelang akhir cerita yang terkesan hanya pemanis novel ini. Tapi, tetap rekomen nih yang suka fantasi dan diselimuti misteri.
Di awal cerita, saya sudah disuguhi dengan keajaiban dari seorang anak yang sangat bodoh, Binorrow, yang menabrakkan dirinya kepada mobil yang melaju dengan kencang. Setelah terpental beberapa meter, seorang pria misterius memeriksa keadaan Binorrow, kemudian mengatakan, “Dia masih hidup!”. Pria itu kemudian berkata lagi kepada Binorrow yang sudah siuman, “Kau memang lelaki pilihan Tuhan, Nak. Kau tidak mudah mati,”. Kalimat itulah yang membuat saya ingin melanjutkan membaca novel ini hingga tamat.
Alur yang terdapat pada novel ini begitu lambat. Dapat saya katakan, butuh delapan puluh tujuh halaman untuk benar-benar mengantarkan novel ini mencapai bagian “munculnya permasalahan”. Pada bab “Tujuh Roh Boorne” atau bab terakhir, barulah Binorrow dihadapkan dengan apa yang menjadi takdirnya: melawan Moren, musuh yang ingin menguasai dunia. Sangat saya sayangkan, pertemuan Binorrow dan Moren berlangsung singkat. Pertemuan itu pun tidak memiliki percakapan-percakapan basa-basi atau sebagainya. Binorrow yang pertama kali melihat Moren langsung saja menyerangnya. Mereka bertarung hingga Binorrow berhasil menghentikan Moren. Kemudian cerita berakhir ketika Binorrow dan teman-temannya terbangun dari pingsannya di rumah Binorrow.
Ini pertama kalinya aku membaca novel karya Kak Sudarman BK. Mengangkat tema pendidikan novel ini bermula. Novel ini mengisahkan tentang seorang anak bernama Binorrow yang sejak kecil memiliki ingatan yang kurang tajam dan sulit mengikuti pelajaran di sekolah.
Dia sering mendapatkan perlakuan buruk karena Binorrow kurang pandai. Mulai dari guru hingga teman sekolahnya.
Hal ini membuat Binorrow harus pindah sekolah berulang kali namun sama sekali tak ada perubahan. Binorrow tetap tak punya teman bahkan nekat mengakhiri hidupnya sendiri.
Semua mulai berubah ketika dia pindah ke sekolah asrama. Binorrow akhirnya bisa punya teman dan mendapatkan pengalaman petualangan luar biasa ke Gunung Sweeden. .
Lumayan seru dan menyenangkan. Walaupun novel fantasi tapi ceritanya mudah dimengerti dan ringan. Kamu yang ingin mencicipi fantasi karya penulis dalam negeri bisa mencoba membaca novel ini
Binorrow adalah anak yang dianggap bodoh oleh guru dan teman-temannya di sekolah. Sampai-sampai, ia harus sering pindah sekolah karena ia merasa tidak bisa mengikuti pelajaran yang diberikan. Namun, suatu hari, ia merasakan hal-hal aneh yang terjadi pada dirinya, salah satunya ketika ia menabrakan diri ke mobil dan mengalami koma. Dalam ketidaksadarannya, ia bermimpi bertemu seseorang yang mulai mengungkapkan siapa Binorrow sebenarnya. Binorrow memang bukan berasal dari dunia manusia. Setelah itu, ia pindah ke asrama dan bertemu Evelyn, Leon, dan Franklin untuk pergi ke Gunung Sweeden. Petualangan pun dimulai.
Novel fantasi yang cukup menarik untuk dibaca. Karena selain ringan, berisi dialog-dialog tentang betapa pendidikan kita memang kurang memihak kepada anak yang belum pintar, padahal ia sudah berusaha. Selain itu, saya rasa novel ini bersambung dan akan ada kelanjutannya.
Bayangkan seorang anak yang hampir tidak memiliki kelebihan apa pun, kurang diterima, dan sederet hal lain yang membuatnya mendapatkan perlakuan tidak mengenakan. Begitulah cerita ini dimulai.
Siapa yang akan menyangka jika kelak Binorrow—si tokoh utama—punya sesuatu di dalam dirinya yang kemudian mengubah kehidupannya. Sebuah kekuatan besar. Karena hal itu pulalah yang membawa ia masuk ke ‘dunia lain’ dan memulai petualangan yang mengancam nyawanya sendiri.
Sebagai pembaca awam novel dengan genre seperti ini, saya pun seolah berada di tengah-tengah petualangan itu. Mendebarkan. Dan, akhir cerita yang sudah seharusnya.
The first Indonesian book that I read in this kind of genre. Full of thrill and adventure, but I feel like the author kinda rushing to finish the story at the end of the book, whether there will be the next book or not I think the author could end this book better without any rush.
Gila ini novel fantasi seru banget, bahasanya nggak ribet kayak novel fantasi pada umumnya. Tapi mohon kejelasan endingnya ini gimana ya? Aku mengemis tolonglah diadakan lanjutannya, wahai penulis. 😭
Aku pikir ini adalah cerita fantasi yang menarik. Masuk salah satu wishlist aku lho! Dan benar! Aku suka gaya penceritaan kak Sudarman. Suka tema pembukaan cerita. I like it so much. But, ending! Ending menjatuhkan. Aku gak tahu itu ada kelanjuyannya atau gimana. Intinya semua masih gantung jadian.
Awalnya, aku pikir ini hanya berisi pendapat penulis terhadap sistem pendidikan di negara ini. Tentang masih banyak sekolah yg pilih-pilih siswa, memiliki kriteria tertentu agar seorang calon siswa dapat belajar di sekolah tersebut. Itulah kenapa, aku menandai bagian ini "Jika tujuan sekolah untuk mencerdaskan, kenapa mereka hanya menerima murid yang pandai?" (8) Karena hampir setengah isi buku ini menceritakan bagaimana malangnya Binorrow yg harus pindah-pindah sekolah hanya karena dia dicap bodoh. Sungguh alasan tersebut yg bikin aku mikir "oh ini novel tentang pendidikan" ternyataa......
Salah besar!!!
Bumbu fantasi yang menyelimuti novel ini baru terasa di beberapa bagian awal. Saat Binorrow mencoba bunuh diri tetapi dia malah selamat. Di sana aku sudah mulai curiga. Ternyata, fantasi di cerita ini luar biasa. Aku memang jarang baca cerita fantasi. Tapi untuk cerita ini dan ditulis oleh penulis lokal, aku acungkan dua jempol!!
Banyak hal di novel ini bila kuulas nampaknya akan menjadi spoiler. Jadi sulit mengulasnya. Tapi aku akan sarankan buku ini kepada kalian yang suka cerita fantasi.