Jump to ratings and reviews
Rate this book

Ranggalawe: Sang Penakluk Mongol

Rate this book
Peralihan takhta tanah Jawa dari Raja Singasari, Kertanegara, ke tangan Jayakatwang, penguasa Kediri, memaksa Adipati Tuban Ranggalawe harus menentukan sikap. Saat Wijaya, menantu Kertanegara, melarikan diri ke Sumenep, Ranggalawe segera tahu kepada siapa ia mesti berpihak. Di bawah kendalinya, siasat pemberontakan pun disusun. Kediri berhasil dilibas seiring kedatangan pasukan Mongol yang hendak menaklukkan Jawa. Tak lama berselang, pasukan Mongol pun berhasil ditundukkan dengan siasat yang rumit. Kubilai Khan, kaisar Mongol yang memimpin langsung pasukannya, terbunuh dalam perang akbar tersebut.

Wijaya menjadi penguasa kerajaan baru bernama Majapahit, melanjutkan trah kuasa Ken Angrok yang mengalir dalam tubuhnya. Tetapi perseteruan tak lantas berhenti. Wijaya enggan melepaskan Lumajang dan Tigang Juru kepada Wiraraja, ayah Ranggalawe, sesuai Perjanjian Sumenep sebelum pemberontakan dilakukan. Untuk mempertahankan wilayah tersebut, Wijaya bermaksud melumpuhkan Ranggalawe, orang terkuat di belakang Wiraraja.

Rencana Wijaya untuk menyerang Tuban membuat para pejabat Majapahit terpecah. Tuban bergegas membangun persekutuan dengan orang-orang Kendeng Utara untuk meredam gempuran Majapahit. Ketika perang sudah di ambang mata, seorang pertapa meramalkan bahwa Majapahit akan menjadi negara besar justru di tangan seorang keturunan Ranggalawe. Apakah makna ramalan itu?

503 pages, Paperback

Published February 6, 2018

9 people are currently reading
73 people want to read

About the author

Makinuddin Samin

2 books10 followers
Makinuddin Samin lahir di pesisir Tuban, tepatnya di Desa Bulu, Kecamatan Bancar. Ia bersekolah di MI Muhammadiyah dan SMP Muhammadiyah di desanya. Setelah itu dia mondok di Pesantren Muhammadiyah Karangasem, Paciran, Lamongan, sekaligus bersekolah di Madrasah Aliyah Muhammadiyah di sana. Selepas itu dia mondok lagi di Pesantren Tinggi Ilmu Dakwah dan Fiqih Manarul Islam, Bangil, Pasuruan, tapi tak sampai tamat, hanya satu tahun. Ia lalu melanjutkan kuliah di Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, lulus pada tahun 2001. Sekarang sedang menyelesaikan tesis di Universitas Islam Nusantara, Bandung.

Selama tahun 2001-2006 dia bekerja sebagai peneliti untuk isu buruh, agraria, dan perempuan usaha kecil di Pusat Analisis Sosial, Bandung. Pada tahun 2002-2004 dia membantu petani Lampung Tengah untuk melakukan pembaharuan pengelolaan irigasi. Sejak tahun 2006 sampai sekarang dia bekerja untuk Program Bidang Manajemen dan Pembelajaran pada jenjang Pendidikan Dasar di Sumatera Utara dan Jawa Barat. Sekarang tinggal di Cirebon bersama istri dan dua anaknya. Penulis bisa dihubungi secara pribadi melalui alamat email: makinuddin.samin@yahoo.com

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
20 (66%)
4 stars
8 (26%)
3 stars
2 (6%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 11 of 11 reviews
Profile Image for Jenny Meike.
314 reviews31 followers
January 15, 2018
Ranggalawe adalah novel kedua dari Mas Makin yang saya ikut bantu meriksa aksara.
Frankly speaking, novel ini lebih pekat aroma konspirasi, pengkhianatan, dan peperangan dibanding Ahangkara. Bisa dibilang Ranggalawe merupakan prekuel dari Ahangkara (novel pertama Mas Makin, sudah diterbitkan Javanica tahun 2017) dan mungkin ada lanjutan yang mengejutkan dari penerbit tsb mengingat bukunya berakhir di Sumpah Palapa dari Bekel Majapahit, Gajah Dipta atau lebih dikenal dengan nama Gajah Mada *semoga*

Oke... skg balik ke Ranggalawe. Awal ngerjain sempet keteteran ngapalin tokoh2 yg banyak, nama2 yg ga lazim didenger, banyaknya basa Jawa yg ada di naskah ini, tapi ttp bertahan karena ceritanya luar biasa, sampe harus bolak balik baca karena kadang ga sadar kl harus meriksa (kirain lagi baca buku aja) *self jitak*
Di bab2 tertentu, saya harus menahan napas *ga sengaja* krn koq seru banget yaaaa... (ini di bab mereka ehem2) *ga boleh spoiler*
Ada juga bab2 tertentu yg saya meratap sendirian dan pelampiasannya pasti ke makanan ya (derita proofreader)
Dan ada bab saya harus nanya ke editor ato ke mas penulisnya krn ga tahan (sambil berharap tokoh itu ga dimatiin) *ngekek*

Daaaan ada di bagian bab tertentu yg saya kesel sama Wijaya, berasa pengen jedotin pala berbie deh 😂 apalagi pas dia ngotot pengen ngawinin semua anak Kertanegara 😤😤😤
Over all, buku ini keren banget! Buku ini layak dapat 5 bintang. Mas Makin menunjukkan kelasnya sebagai penulis novel sejarah yg mumpuni.

Sekian review bias dari saya (yg sebenernya gatel pengen spoiler tapi takut kena jitak berjamaah dari temen yg udah ikutan PO buku ini)
Profile Image for Truly.
2,764 reviews13 followers
December 30, 2018
Buku ini sarat dengan informasi perihal sejarah. Namun meski begitu saya bisa menikmati kisah dengan santai tanpa ada kesan sedang dicekoki informasi sejarah. Ini tipe buku yang dibaca dengan perlahan. Dinikmati tiap lembarnya. Menarik.
Profile Image for Shalahuddin Gh.
31 reviews12 followers
January 15, 2018
Di beberapa bagian di novel ini, khususnya terkait konspirasi dan jaringan telik sandi, Makin menunjukkan kelasnya sebagai penulis hebat.
1 review
March 29, 2018
Novel sejarah yang satu ini luar biasa. Alurnya terjaga, ceritanya solid, cerita perangnya seru, berhasil mengikat pembacanya dari awal sampai akhir. Buku ini menyajikan perspektif yang berbeda dari pakem umum.

Terima kasih mas Makinuddin. Saya menjadi lebih mengenal sejarah Tuban dan pesisir utara Jawa Timur. Mohon secepatnya menerbitkan cerita lanjutannya.
Profile Image for Leea.
13 reviews
July 20, 2018
“Sejarah di kubur untuk menyembunyikan kebenaran, sejarah juga dibuat dan direkayasa untuk mencari pengaruh dan merebut kekuasaan.”
- Hlm. 274

Adipati Tuban -- Ranggalawe, beliau dikenal sebagai ahli siasat yang luar biasa. Ranggalawe merupakan tokoh penting dalam sejarah berdirinya kerajaan Majapahit, namun nama beliau seolah lenyap bersamaan dengan Majapahit yang mencapai masa keemasannya dan juga kemasyhuran tokoh lainnya, terlebih lagi Ranggalawe di cap sebagai pemberontak. Melalui buku ini aku di ajak mengenal lebih dalam sosok Ranggalawe dengan segala perjuangannya mengabdikan diri untuk tanah Jawa.

Banyak sekali tokoh yang berperan penting dalam kisah ini, (tak bisa ku sebutkan satu per satu) masing-masing tokoh punya karakteristik yang kuat dan menonjol. Penulis membuat mereka Seolah hidup melalui pergolakan batin yang dihadapi tokoh tersebut.

Tak hanya mengisahkan tentang perebutan takhta, buku ini juga mengisahkan sekelumit kisah romansa percintaan yang melunturkan sejenak ketegangan yang melanda.

Membaca buku ini emosiku di buat naik turun, sebentar memunculkan adegan yang membuat tegang, lalu sebentar aku terbuai dengan penuturan dilematis khas orang yang sedang jatuh cinta.

『Perang--dimana kawan pun bisa menjadi lawan dengan ancaman terbesar』

Kisah ironi sosok pahlawan yang mengerahkan seluruh keahliannya dalam membuat siasat untuk memukul mundur pasukan Mongol yang ingin menaklukkan tanah Jawa. Beliau begitu memperjuangkan kehormatan serta keluhuran tanah Jawa, namun kisah hidupnya berakhir tragis dan memilukan.

Penulis menorehkan kisah perjuangan beliau dengan begitu telaten, tiap adegan di buat sedetail mungkin dengan gaya bertutur yang menghanyutkan. Setiap lembarnya terasa begitu emosional. Bagaikan candu yang membuatku terus penasaran--apa yang terjadi dan siapa saja yang terlibat di lembar selanjutnya, karena penulis selalu memberikan hal-hal tak terduga.

Secara keseluruhan, buku ini menambah wawasanku perihal kosa kata bahasa Jawa, juga membukakan mataku betapa besarnya pengabdian leluhur kita pada nusantara.
5 reviews
April 8, 2023
Salut untuk penulis novel ini yang berhasil membawa pembaca kembali ke masa ratusan tahun silam di bumi Nusantara.
Semua penggambaran tradisi, kebiasaan gaya hidupnya sangat detail.

Kisah yang dirangkai sangat masuk akal jika dilihat dari dan karakter setiap tokohnya. Ada yang menjadi gelap mata untuk mempertahankan image wibawanya karena dalam hatinya sadar tidak ada yang bisa dia banggakan dari dirinya selain trah keturunannya.

Sementara Ranggalawe berbesar hati mengorbankan dirinya untuk terwujudnya suatu visi yang lebih besar dari bangsa ini.

Penggambaran gugurnya yang begitu menyedihkan tapi juga legowo dan penghormatan dari pihak lawan membuktikan wangi sejati dari tokoh yang sangat membanggakan.
Profile Image for Erika Ravine.
3 reviews1 follower
January 8, 2019
Ranggalawe adalah novel genre sejarah yang pertama saya baca. Maklum, malas sekali baca novel sejarah karena takut membosankan. Tapi ternyata itu tidak berlaku untuk novel yang satu ini.

Novel ini mengenalkan banyak tokoh beserta latar belakangnya, sehingga kita tidak bingung mengapa suatu tokoh bisa melakukan suatu tindakan. Setiap tokoh punya karakter khas yang digambarkan oleh penulis dengan sangat baik.

Alur cerita juga sistematis dan tidak terduga. Ditambah dengan kemampuan penulis merangkai kata membuat novel ini sangat apik.
Profile Image for Raisyah Antony.
31 reviews
November 10, 2024
Penceritaan yang cukup detail hingga buku yang mudah dibaca cukup menjadi selling poin bagi saya , emosi juga tergambar epik haru hingga kegembiraan , manis sekali ketika membaca novel ini saya harap novel seperti ini akan ada lagi dari author ini
1 review
February 16, 2020
membaca buku ini untuk memperdalam literasi sejarah indonesia
Profile Image for Lidwina Christine.
9 reviews
March 1, 2020
My second book of Makinuddin Samin. The plot and the history just blew my mind. A deff-book-to-read kalau mau tau sejarah in a blink🙂
Displaying 1 - 11 of 11 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.