Jump to ratings and reviews
Rate this book

Orang Orang Gila

Rate this book
Jalan hidup bagi Marno dan Astrid terasa amat mudah dilalui. Tidak ada persoalan yang mesti dipikirkan sampai capek. Tidak pernah ada kebimbangan sebab seluruh ketakutan mereka telah melebur bersama khayalan-khayalan mereka yang tak bisa dikekang oleh aturan maupun hukum apa pun. Mereka gila. Peduli setan meski hidup dikepung cacian, biar pun terpenjara dalam bangsal. Hidup terus berjalan seperti adanya. Toh orang-orang gila juga tak pernah merasa dikucilkan.

Sebaliknya, justru saat kegilaan mereka mulai luntur, ketika mereka terpaksa melihat persoalan dari standar kewarasan kebanyakan orang, keduanya malah menderita. Meski sebenarnya tak begitu jelas apakah Marno dan Astrid-lah yang waras atau dunia yang mereka tempatilah yang gila.

254 pages, Paperback

First published February 11, 2018

9 people are currently reading
55 people want to read

About the author

Han Gagas

9 books4 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
9 (15%)
4 stars
32 (55%)
3 stars
13 (22%)
2 stars
3 (5%)
1 star
1 (1%)
Displaying 1 - 16 of 16 reviews
Profile Image for Aguspratama.
33 reviews1 follower
August 11, 2020
First , let me clap for the author. He is great writer for his succesful attempt to wreck my mind. The ending was messed up and the narrative make me asked

" Who is the crazy one?'

Tepuk tangan yang meriah untuk sang penulis. Dia berhasil membuat otak gua keleyengan denga narasi yang gila tenan.

Akhir cerita sinting yang buat gua bertanya sama diri sendiri

"Siapa yang gila?"
Profile Image for Teguh.
Author 10 books334 followers
February 22, 2018
Sebelumnya yang ingin saya komentari adalah kualitas cetakan dan jilidan buku ini. Meski, beberapa mengelompokkan sebagai buku indie, tapi saya rasa kualitas cetakan tidak kalah. Bahkan menurut saya bagus dibandingkan dengan beberapa cetakan indie yang pernah saya pegang.

Kisah Marno dan Astrid sepertinya sesuai dengan tebakan saya. Karena penulis memisahkan Astrid dan Marno, maka tebakan saya mereka akan bertemu di akhir dan menjadi gong. Dan memang benar. Ya, sebagaimana judul buku ini berkisah tentang yang dianggap gila oleh kebanyakan orang.

Saya ingin menandai kutipan yang sepertinya perlu dicroscek ulang, karena pas saya baca langsung saya mengernyit, sepertinya keliru. Yaitu kutipan lirik lagu Adele.

Tertulis:
I heard that your settled down,
that you found a girl and your married now (h.132)

saya baca sepertinya ada yang keliru dengan susunan kalimat itu dan setelah saya tanya kepada Mbah Kiai Google memang ada kekurangan huruf yang mengubah susunan. Kalau saya temukan,

I heard, that you're settled down
That you found a girl and you're, married now
(koma adalah pemenggalan Adele menyanyi)

Itu saja. Selebihnya Mas Han memang sudah menemukan lokus cerita yang perlu diacungi jempol.

Profile Image for intan prw.
51 reviews
August 14, 2021
Orang-orang normal kalau melihat orang yang mengalami gangguan jiwa, langsung melabeli dengan sebutan yang nggak enak buat didengar.

Padahal, kalau dipikir-pikir orang yang telah mengalami gangguan jiwa sebenarnya nggak benar-benar gila. Justru kebanyakan orang normal sendiri bisa dikatakan gila.

"Kok bisa?"
"Iya, bisa, dan memang benar adanya."

Adalah Astrid & Marno, mereka mempunyai permasalahan yang cukup pelik. Kemudian, mereka bertemu di pemakaman, merajut asa, juga cinta. Namun, sangat disayangkan mereka berakhir penuh duka.

Aku suka dengan cara penulis bercerita, serta mengangkat tema yang cukup berani, sindiran halus yang kentara banget.

Lokalisasi pelacuran, rumah sakit jiwa, dan rumah tahanan menjadi latar yang membuatku getir ketika membacanya.

"Pada setiap pemandangan ia menemukan kehadiran Tuhan di sana. Pada kesepian ia menemukan Yang Kekal Yang Menemani. Hatinya bergetar, dalam rengkuhan semesta yang membuatnya jadi begitu kecil laksana sebutir debu dalam miliaran partikel debu di hamparan bumi yang ia pijak. Rasanya hidup begitu bahagia." hlm: 193
Profile Image for Sari Novita.
Author 1 book16 followers
March 11, 2018
Buku ini tentang kisah dua orang gila yang diceritakan secara lancar dan empuk. Marno dan Astrid mempunyai riwayat dan perjalanan yang berbeda, namun secara pribadi, perjalanan Marno lebih mengesankan disbanding Astrid. Bagi saya, Astrid adalah perempuan bodoh ... haha ... sedangkan Marno adalah orang gila yang cerdas. Meski gila, pembunuh, gelandangan, tapi perjalanannya menakjubkan.

Cerita dalam buku ini merupakan perenungan dan isi-isi kepala orang yang sekarat. Saat dunia dan manusianya sedang serempak menjadi gila, buku ini bisa menambah kegilaan yang penuh. Jangan nanggung menjadi gila, barangkali itu yang dimaksud Marno. Tapi saya yakin, pembaca lain punya pandangan berbeda.

Kisah dengan lokasi rumah sakit jiwa begitu hidup, saya serasa sedang berada di antara mereka-melihat pertikaian, ejekan, dan tawa mereka yang diikuti para suster dengan meledak.

..A must read ....
Profile Image for Estelita.
25 reviews2 followers
July 5, 2019
At first, I was a little bit skeptic about the book. I was like, "Ah, this must be another shallow cheesy book" (please forgive my stupid thought). But then, when I started reading, I cannot stop. It was SO good. For someone, who stopped reading Indonesian novel for a while (because all those skeptical issue), I was satisfied. This book, though with that "nyeleneh" typical Indonesian writing, does not lose its essential purposes of giving us the different perspective about life, especially those who labeled "nuts", "crazy", or having mental disorder by social. Given that this book is written in Bahasa and I wrote a review in English, a little bit ironic, isn't it? So, for my Indonesian fella who red this, BUKUNYA BAGUS BANGET, BACALAH! Jadikan kado untuk orang-orang terdekatmu.
Profile Image for ain..
37 reviews1 follower
March 23, 2021
Ketika pertama kali saya membuka lembar pertama buku ini, saya langsung mendapat tamparan pembuka oleh satu kutipan sebelum memasuki dunia gila di dalam buku ini.

Kutipan tersebut berbunyi, "Untuk para bajingan yang punya rasa bersalah dan keinginan untuk memperbaiki diri."

Entah kenapa, saya merasa tertampar membaca kalimat itu. Namun, karena itulah, tanpa sadar saya ikut terbawa arus, menyusuri kisah perjalanan dari dua orang gila (begitu anggapannya) sampai babak terakhir bab mereka.

"Wow!" kataku setelah menutup lembar terakhir novel ini. "Gila!" kata kedua yang kuucapkan setelah menerima kesadaranku kembali. Banyak hal-hal mengejutkan yang digambarkan dalam novel ini, yang bahkan tidak sampai hati saya membayangkan jikalau kejadian ini benar-benar terjadi. Terlalu kejam dalam nalar kemanusiaan. Novel ini akan membuka mata kita tentang kenyataan sosial di bumi kita secara gamblang.

Buku ini dibuka dengan kejadian tragis yang dialami oleh Marno. Lalu, dilanjutkan dengan kejadian yang sungguhㅡmungkin binatang tidak akan sampai melakukan hal ituㅡyang dialami Astrid. Ya, Marno dan Astrid adalah dua tokoh utama dalam buku ini dengan narator orang ketiga. Marno sebagai mantan tahanan dari panti rehabilitasi kejiwaan. Dan Astrid yang terjerumus dalam dunia gemerlap seksualitas. Mereka berdua harus bertahan hidup bagaimana pun caranya.

Hingga banyak hal yang dilalui, Marno dan Astrid dipertemukan. Mereka membangun kehidupan baru bersama. Saya pikir, kehidupan mereka akan mengalami perubahan dalam hal yang baik secara perlahan. Namun, penulis seperti belum cukup membuat mereka menderita di awal, sampai akhir pun mereka harus bernasib mengenaskan.

Menurut saya, Marno dan Astrid merupakan korban dari penyakit dunia. Ya, dunia ini sebetulnya sudah dipenuhi oleh penyakit. Manusia sudah tidak tahu bagaimana cara memanusiakan manusia lain. Manusia yang cuma mementingkan ego duniawinya sendiri. Manusia yang sudah tidak memiliki hati untuk memberikan rasa simpati. Bahkan, orang gila yang dianggap gila terkadang jauh lebih waras daripada orang yang menganggapnya gila. Sungguh sebuah ironi.

Banyak pelajaran sosial yang dapat diambil dari novel ini. Sejatinya, seperti itulah dunia yang kita pijak sekarang. Pada kenyataannya, orang besarlah yang selalu berkuasa untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Sedangkan, orang cilik harus terus meringkuk memalangi nasib mereka sambil berpikir bagaimana cara mendapat sesuap nasi besok. Seperti itulah nasib saudara kita yang malang.

Buku ini wajib dibaca! 👍
Profile Image for Oiy Yoy.
5 reviews1 follower
June 10, 2019
Orang-orang yang dianggap gila. Mungkin lebih cocok jd judul buku ini.
.
Lumayan banyak pelajaran dari marno & astrid. Kalo masalah yg sedang km hadapi, km pikir adalah yg terburuk, sampai2 tdk akan lagi ada yg lebih buruk dari itu, percayalah itu akan bertambah buruk.
.
Lumayan vulgar bahasanya, layan sarcas diksi dalam dialognya, & lumayan menghibur alur ceritanya.
.
Gak sabar nunggu terusan kisahnya yang masih nyangkut diakhir ini.
Profile Image for tia.
239 reviews7 followers
February 26, 2021
Buku ini membawa kisah mengenai orang-orang yang dianggap gila oleh masyarakat dan dilabeli dengan stigma negatif yaitu orang gila.

"Siapa yang gila? Aku atau kamu?"

Jujur, hanya ini yang bisa saya pikirkan ketika membacanya. Terenyuh, kesal bahkan hingga menangis? Sungguh mengoyak perasaan saya. Labeling stigma pada orang gangguan jiwa dan masyarakat yang katanya waras justru bersikap sebaliknya. Jadi, Marno dan Astrid yang gila, atau masyarakat ya?✨
Profile Image for Annas Karyadi.
15 reviews
January 18, 2023
Sebagai ODB, menurutku novel ini masih "agak kurang" dalam menggambarkan kehidupan orang yang mendapat label "gila". Dari depan ke tengah cukup asyik, dari tengah ke belakang kurang "gila". Tapi toh tetap saja ada nilai plus dari sebuah cerita seperti pengetahuan tentang kehidupan di panti rehabilitasi, penjara, lokalisasi, serta pembaca jadi merasa perlu berkontemplasi perihal "kegilaan".
Profile Image for Ayu Widya.
6 reviews
December 12, 2020
Buku yang keren. Ya, menurut saya pribadi ini kerenn. Mojok emang mantap si.
ah, saya suka dengan pengangkatan isu sosial dalam buku ini. Relate bangett. Recommended deh buat kalian yang suka baca buku berbau isu sosial.
21 reviews
December 1, 2018
Buku yang akan membuat anda semakin tidak waras dan akan menambah kegilaan anda di tengah dunia yang semakin gila
Profile Image for Ayu Mintorogo.
146 reviews
February 17, 2019
Yang menarik buku ini adalah memahami cara berfikir orang-orang yang dianggap gila bisa jadi kegilaan itu sendiri adalah kemerdekaan jiwa, sungguh suratan Tuhan
Profile Image for Widya.
6 reviews
January 24, 2019
Perjalanan seorang Marno dan Astrid yang dianggap gila oleh masyarakat sekitar hanya karema mereka berbeda. Perjalanan hidup Marno dan Astrid di kisah kan terpisah yang kemudian bertemu secara tak sengaja ketika keduanya sudah sama-sama "lelah" dengan hidupnya sebagai klimaks dari buku ini. Meski kisah yang di tuang agak berlebihan, membaca kisah Astrid terbersit haru dan marah yang berkelindan dalam hati. Ada beberapa hal yang melompat dalam kisah ini, sedikit membuat saya mengernyitkan dahi tapi tetap cukup enak untuk dinikmati. Layak untuk dibaca sambil sesekali mengukur "kewarasan" dalam diri kita sendiri. 😊😊
Profile Image for Truly.
2,767 reviews13 followers
June 30, 2022
Bintang 3,5 untuk kisah ini.

Jadi, mungkinkah dalam diri kita sebenarnya sudah ada unsur kegilaan? Hanya kadar saja yang menentukan perbedaan kita.

Astri dan Marno membuat hidup seakan mudah saja jika mau menjalani dengan berbeda, bahkan cenderung gila.

Direnungkan lagi, saya memang memiliki unsur "gila" dalam diri saja. Buktinya, lihat koleksi LW saja. Dari proses berburu, menabung supaya bisa membeli, hingga bagaimana cara merawat koleksi. Bagi orang lain, yang saya kerjakan bisa dianggap "gila"

Tapi saya juga punya hak untuk menganggap orang yang berbeda dengan saya "gila", misalnya mereka yang hobi mengoleksi sepatu harga jutaan rupiah. Semuanya tergantung persepsi kita masing-masing bukan?
Profile Image for yuri.
27 reviews2 followers
July 30, 2022
Bacaan gila untuk orang waras yang mempertanyakan, "apakah aku gila juga?" buku ini baru untuk saya. semua di dalamnya rasanya fresh dan berantakan. Saya baru membaca buku sebagai orang gila yang jadi point of view nya. Berantakan, gila, dan tak terduga adalah tiga kata yang menggambarkan buku ini. Saya suka sekali ketika tiap bab menceritakan dari sudut pandang berbeda kemudian cerita mereka bergerak menjadi satu cerita yang sama.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Displaying 1 - 16 of 16 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.