Siapa yang nggak kenal Lyla Melati? Playgirl dari Fakultas Bahasa Inggris itu terkenal dengan kecantikan dan ciri khasnya yang selalu mengenakan baju warna putih. Sifatnya yang ramah tapi cool bikin cowok-cowok penasaran dan gemar mengejarnya. Mempunyai reputasi sebagai cewek playgirl yang hobi bikin rontok hati para cowok sama sekali bukan masalah bagi Lyla. Baginya, cinta sejati itu omongkosong. Dia cuma ingin hidup glamor dan dikelilingi para pria yang memujanya.
Namun, kemudian serentetan peristiwa pahit menimpanya. Semua bermula saat ia berkenalan dengan Om Leonard, pria pemilik kafe Rain & Jazz di seberang kampus. Dia membuat Lyla terbuai. Di saat bersamaan, Lyla tak sengaja berkenalan dengan cowok bernama aneh. Rain. Sayangnya, yang terjadi selanjutnya tidak sesuai dengan harapan.
Kali ini, Lyla si playgirl harus menerima pelajarannya dengan cara yang sangat menyakitkan.
Yah... "Karma is a bitch" Ini novel kedua dari seri badgirl yang aku baca. Lumayan lama buat akhirnya bisa nyelesaiin buku ini. Mungkin aku nggak nemu flow nya di awal. Jadi sempet istirahat dan baca buku lain. Masalah yg disajikan sebenernya nggak complicated dan menguras hati buat baca. Karena mungkin saking santainya, jd berasa nggak ada masalah.
Saya suka konfliknya, terus buat cinta-cintaannya Lyla sama Rain lebih kerasa natural dan ngga kebanyakan jadi bikin gemes sendiri. Cuma sifat playgirl-nya Lyla kurang ditunjukkin, maksud saya lebih ke telling daripada showing-nya. Saya kira bakalan ada banyak adegan Lyla bikin cowok patah hati gara-gara dia.
Terus closure-nya menurut saya kurang memuaskan karna masalahnya ngga begitu ditindaklanjuti.
#BadGirlSeries - 2! Iyes, serie keduanya nih dan buku pertama mbak author yang Saya baca. Sama sekali clueless sama gaya nulisnya sih, ga kaya KaLex udah hampir apal gitu hihi, dan pasti ekspektasi Saya soal bau-bau ada misteri pasti ada nggak pernah salah. Yang ini? Ada sih yang bikin penasaran, lebih ke arah begidik bukan karena liak acara berdarah-darah sih tapi tetep aja penyimpangan. Bikin dahi menyerngit aja.
Lyla Melati, Kembang nya fakultas sasing yang terkenal dengan predikat nggak bagusnya. Iya dia emang cantik abis, trus signature looknya yg pake white shirt + sunnies, tapi terkenal juga suka koleksi cowok. Playgirl lah kalau kata orang. Namanya juga netijen ya La, mana tahu kenapa kamu gitu kan? Bukan tanpa alesan sih, Lyla punya role model—Aunt Lily, adik ibunya yang maha cantik tapi super mandiri—dia ga pengen kaya mamanya yang selalu patuh ama papa yang kerjannya sibuk kerja melulu. Lyla juga pengen menikmati masa muda, lum pengen kawin cepet, yah aselinya belom ketemu yang bikin jantungnya dag dig dug aja. Sampai suatu ketika...
Lyla diajakin nongki di kafe baru seberang kampus—Rain & Jazz—sama si Moon. Moon ini cewe berpenampilan cowok yang gosipnya lesbo gitu. Nambah deh gosipnya Lyla, yang gosip sih cewek/cewek yang sirik sama Lyla ya. Oh ya balik lagi, di kafe itu Lyla kenalan sama Om Leon—Leonard dan Rain—kembaran Moon. Long story short, Lyla dan Om Leon sempat berkencan yang bikin seisi kampus heboh karena skrg Lyla mainnya sama Om-Om. Sebenarnya udah banyak peringatab ke Lyla soal kencannya dia sama Om Leon tapi Lyla mengabaikannya. Bagi Lyla Om Leon yang dewasa itu baik, auranya beda, gak pernah anggep Lyla anak kecil sekalipun beda usia mereka cukup jauh, terus tatapannya ke Lyla itu bikin Lyla rada keder juga, padahal kalo sana cowo-cowo seumuran Lyla selau bisa pegang kendali.
Ajakan kencan berikutnya pun tiba, Lyla gak tega nolak ajakan Om Leon yang berdalih hari itu ulangtahunnya. Abs makan es krim si Om ngajakin ke suatu tempat katanya mau nunjukin masterpircenya—ke apart si Om ternyata. Well sebenernya si Lyla udah mulai curiga, dan saat si Om nunjukin karyanya dan minta Lyla buat jadi next masterpiece nya dia Lyla sempat goyah, tapi untungnya dia sadar dan milih kabur. Dia kabur dan minta ketemu Rain buat minta penjelasan. Yah Rain akhirnya ngasih tau tentang Om nya yang aneh itu.
Setelah beberapa hari dihantui mimpi buruk tentang kejadian hari itu, Lyla pikir hari akan berjalan normal. Yah orang cantik cobaannya banyak juga yes. Hubungannya dengan Moon, Rain, dan Om Leon terpampang di majalah kampus dan menggiring opini orang-orang ke arah yang nggak banget pokonya. Lyla sempat nggak mau gubris, karena masalah ini bukan tentang dirinya saja. Tapi dia nggak punya pilihan saat dipanggil dekan dan harus menjelaskan apa yang sebenernya terjadi. Dan... orang nggak selamanya sial mulu ko, si Lyla ternyata dapet dukungan penuh dari Moon dan Rain.
Lyla dan Rain? Hmm hubungan mereka unik ya, si Rain ini sbenernya udah naksir Lyla tapi semacam unrequited love gitu lho. Pas udah deket aja, malah si Lyla yang kaya ngerasa kena karma. Iya, kali ini dia digantung sama Rain. Udah deket, sering ke rumah, jadi favorit si kembar tapi sekalipun nggak pernah gombalin apa berusaha nembak Lyla. Yan Rain seunik namanya sih, tenang aja guys. Mereka kahirnya couple kok, hehehe.
"Sering kali kita nggak bisa mengendalikan cinta. Cinta jenis apa, atau pada siapa yang kita miliki. Sering kali juga, cinta nggak sejalan dengan logika dan norma. Cinta membuatmu kehilangan akal sehat." (hlm. 68) . Mungkin prnh ada yg bilang, nakal (selingkuh) dulu sebelum menikah. Begitu jg yg terjadi dengan Lyla Melati, cewek cantik yg selalu menggunakan baju berwarna putih. Tak heran, bila dia dijuluki playgirl. Cowoknya bejibun. Putus satu, tumbuh seribu. Lyla pun tak percaya adanya "true love". Lalu berhasilkah dia menemukan cinta sejatinya? . Awalnya, aku agak kurang "sreg" dengan sosok Lyla ini. Kesannya terlalu pede dengan kecantikannya. Tebar pesona ke mana-mana. Yang bikin tambah sebel, kelakuan cowok-cowoknya, mereka seperti lalat yg mengerubuni Lyla 🙈🙈 Aku sih kalau jadi Lyla bakalan risih. . Makin lama aku makin menikmati kisah di buku ini. Mungkin karna menyadari kalau tema di seri ini tentang "bad girl", jadi ya mau nggak mau harus "nrimo" 😂😂 Banyak hikmah yg bisa diambil dalam kisah Lyla ini, selain menemukan arti "true love", di buku ini juga membahas bahwa "menjadi cantik butuh keberuntungan". . Hanya satu yg bikin aku heran, kenapa Moon sengaja ngajak Lyla ke cafe Omnya, padahal dia sendiri nggak nyaman bila berdekatan dgn sang Om (?) Bukankah bisa mengenalkan Rain (yg katanya suka dgn Lyla) di kampus? Toh mereka semua satu kampus 😅😅 . Overall, aku lebih suka dengan buku kedua dari #BadGirlSeries ini. Jadi penasaran dengan tiga buku lainnya 😊
Uwouwouwo! Cerita ini berkisah tentang Lyla Melati, playgirl di sebuah kampus yg punya trademark make baju selalu warna putih dan pastinya disukai banyak cowok. Karena sikapnya yg stay cool tapi ramah sama cowok2 itu, bikin banyak yg berharap lebih sebelah pihak doang. Nah, sehubungan dengan hal itu, otomatis banyak cewek yg iri dan sinis banget sama Lyla sampe2 ada yg neror segala!
Hidup Lyla mulai berubah semenjak dia kenalan sama pemilik kafe yg baru aja buka di dekat kampusnya, bersamaam dengan cowok kalem yg keliatan smart bernama Rain. Gosip2 gaenak seputar itu langsung merebak di kampus Lyla, terutama lingkungan fakultasnya.
Diceritakan menurut sudut pandang tokoh utama alias Lyla, jalan ceritanya oke bgt nih, karakter tokoh2nya berasa hidup, dengan konflik yg lumayan bikin gereget dan bahasa sehari2 yg ringan, bener2 menghibur dan memberi beberapa pelajaran, seru banget deh^^
Jujur aku suka dengan beberapa karakternya dan aku baper banget sama perlakuan Rain ke Lyla. So sweet and cutie! Aaakkk>.<
This entire review has been hidden because of spoilers.
Cerita baru, pelajaran baru. Konflik utama dari cerita ini bikin mikirrrr dan jadi pelajaran banget buat aku. Kayaknya emang semua perilaku nggak baik itu ada banyak alasannya kenapa terjadi dan bisa aja setitik respon kita jadi salah satunya.
Yaa, novel ini bawa cerita simpel dan ringan yang harusnya bisa dicerna dan diambil dengan baik pelajarannya. Walau bukan tipikal novel yang bikin kegemesan, tapi dia bawa sebuah kehangatan.
Untuk aku sendiri, novel ini pas. Kayak cukup aja gitu, kurangnya nggak ada, tapi yang bikin wah juga nggak se wah itu. Tapi PAS.
(Walau orang kayak Rain kayaknya akan sangat jaranggg dan hampirrrr tidak mungkin ditemui, tapi mari tetap berharap dan berdoa)
(Buat cowo kayak Om Leon atau mirip kayak dia, semoga cepat insaf! Karma menunggu!!!!!)
Hmhm okeee thumbs up buat Kak Christina, ini novel ringan yg worth it lah dari segi pemaparannya Walaupun ceritanya simpel, gampang ditebak, ada sedikit twist ditengah cerita (wew lumayan mengejutkan juga, ga kepikiran sampe sana twistnya) yg bikin semua pertanyaan pembaca kejawab. Dan untuk novel ini yg bikin aku tertarik adalah pengembangan karakternya, mulai dari tokoh utama dan pendukungnya dibuat karakternya mengalami "kedewasaan" Yah karena ringan sekali jalan aja kok buku ini habisnya. Keep up the good work
Jadi, saya baca buku ini bareng sama kakak blogger hits, Afifah Mazaya.
Enak banget buat dibaca sekali duduk, walau pengantarnya rada bosenin dan cukup banyak bagian yang terkesan tempelan aja. Serunya sih, udah mulai ada konflik selain sekadar drama percintaan remaja. Walau, penyelesaian dan penjelasan masalahnya masih tergolong sederhana aja menurut saya.
Review lebih lengkap, menyusul di blog ya. Iyain aja.
Ini series #badgirl yang kubaca terakhir dan terlama (mungkin karena yang lain dibaca di hari Minggu dan ini tidak). Kukira akan diceritakan Lyla yang mematahkan banyak orang, tetapi tidak. Cukup mengalir, meski dari awal sudah tak suka dengan Om Leon, dan bingung jika Moon tak suka Om Leon kenapa pula mau kenalin Lyla dan Rain di kafe itu. Tapi, kalau nggak dibawa ke sana kan Lyla tabertemu om-om pelukis naked itu wkwk. Terima kasih dan sukses untuk kaka penulis ^^
Novel kedua kak Christin yang aku baca. Dan lagi-lagi, tokoh ceweknya kuliah di jurusan Sastra Inggris. Nggak masalah sih, cuma jadi suatu ciri khas gitu kali ya. Novel ini menurutku, konflik yang dipakai termasuk hitungan berat alias complicated. Tapi seru menurutku. Selain itu, ada pesan moral yang bagus yang bisa diambil.
Pesan moralnya dapat banget. Oke bangett nii buku, rekomended dan layak banget dibaca. Apalagi di zaman sekarang dgn anak2 milenial yg bertebaran. Twist nya oke parahhhhhhhhhhhhhhhhh. Aku terkejut. Bener2 nggak nyangka.
Buku ini dikemas dengan sangat waw. Dari sudut pandang Lyla semua memang bingungkan apalagi ngehadapi sikapnya Rain. Tapi parah, coba pikir, kalo semisal ini dari sudut pandang Rain? Pasti waaaah AAA. CO-COWOK ITU KENPA FIKSI??
Tokoh Lyla seolah ingin menunjukkan terkadang kaum muda mempunyai idealisme yang sangat dipegang teguh. Sesuatu yang diyakini dengan sangat, bahkan cenderung merasa bisa mengendalikan idealisme tersebut. Buku ini, dengan cara yang sangat ringan, tampak ingin menunjukkan bahwa idealisme terkadang salah jalan.