Novel ini dibuka dengan cerita MOS di SMA Angkasa. Di salah satu sudut lapangan ada Aruna yang sedang push-up sebanyak seratus kali, jika untuk cewek yang berukuran tubuh normal, mungkin push-up itu sedikit jadi mudah, tapi ini untuk Aruna, cewek cantik yang memiliki berat badan sembilan puluh kilogram dengan tinggi badan 163 sentimeter.
.
Aruna pingsan dan itu karena Raka Gheoputra —yang kata Aruna gantengnya mirip Ridwan Ghany tapi lebih gantengan si Ridwan Ghany—.
.
"Gimana lo mau langsing dan punya cowok Run, kalo tiap gue salah sama lo hanya bisa dimaafkan dengan traktiran?" — Hal. 14
.
Ya begitulah Aruna Mega, cewek cantik yang tidak bisa menolak dengan yang namanya makanan. Kalau Raka buat salah, pasti permintaan maafnya akan diterima oleh Aruna jika Raka mentraktir gadis tambun itu.
.
"Runa, biarpun cewek di dunia ini nantinya cuma lo, gue enggak akan pernah mau jadi cowok lo!"
"Kemakan omongan sendiri baru tahu rasa lo. Suatu hari kalau lo jatuh cinta sama gue, lo yang bakal kepayahan ngejar-ngejar gue."
"Heh, pipi tembem, lengan petinju! Suatu hari yang lo maksud itu nggak bakal terjadi."
— Hal. 15
.
Nah.. Apakah satu hari yang dimaksud Aruna akan terjadi? Raka Gheoputra, kakak kelas Aruna yang juga sahabatnya akan takluk padanya?
.
.
Raka dan Aruna bersahabat. Persahabatan mereka membuat beberapa orang di sekolah tidak suka dan tidak percaya bahwa cewek tambun seperti Aruna bisa berdekatan dan bersahabat dengan cowok ganteng seperti Raka.
.
Imey dan Diana, salah dua orang yang suka mengolok-ngolok Aruna. Mereka berdua tidak suka melihat Aruna yang selalu terlihat berdekatan dengan Raka.
.
Sangking tidak sukanya, Imey dan Diana menyebut Aruna dengan Arundut. Bahkan mereka tidak sungkan mengungkit kejadian yang berkaitan dengan kedua orang tua Aruna.
.
Di lain kesempatan, Aruna senang banget dengan kedatangan Nada, sepupunya, yang akan pindah ke sekolahnya. Tetapi siapa sangka kehadiran Nada membuat persahabatan Aruna - Raka merenggang. Bahkan Raka tidak menganggap kehadiran Aruna lagi.
.
Raka tidak ada ketika Aruna ingin curhat karena sakit hati dengan ucapan Imey dan Diana. Bahkan, ketika Aruna dijegal oleh Valen, jangankan menolong, Raka hanya melengos seolah-olah tidak mengenal Aruna.
.
Disini tuh aku kesal banget sama Raka. Nggak suka aja sama tingkahnya Raka. Aku bisa merasakan kesedihan Aruna.
.
Aruna berpikir bahwa Raka tidak "melihat" dia karena Nada lebih cantik. Sejak kejadian itu, Aruna bertekad untuk langsing. Semua cara ditempuh Aruna mulai dari olahraga sampai minum pil pelangsing.
.
Aruna melakukan diet tersebut karena tidak ingin kalah sama cewek-cewek lain. Dan yang paling penting, Aruna melakukan diet karena ingin merebut perhatian Raka.
.
Berhasilkah Aruna melakukan dietnya?
.
.
Setelah usaha yang dilakukannya, kini Aruna memiliki "penampilan" baru dan Mama Aruna meminta dirinya untuk ikut peragaan busana. Kali ini peragaan busana yang akan diikuti Aruna terasa spesial bukan karena "penampilan" baru Aruna tetapi juga ia akan memakai sebuah gaun berharga peninggalan Papanya.
.
Ahh.. Mataku menghangat ketika scene ini.
.
"Lo jangan senang dulu, Aruna. Percuma aja lo menang kalau buat ngedapetin hati Raka aja nggak bisa. Kita sama-sama kalah. Lo ataupun gue nggak akan pernah mendapatkan Raka. Dan bagi gue, itu cukup adil." — Hal. 176
.
Ya begitulah Diana. Gadis cantik yang juga ikut peragaan busana ini selalu tidak menyukai Aruna. Ada saja omongan jahat yang dilontarkan dari mulutnya hanya untuk menyakiti Aruna. Aku hanya berharap Aruna tidak tersakiti dengan omongannya.
.
Jangan terlalu membenci seseorang karena bisa jadi seseorang itu yang akan menolong mu dan jangan terlalu menyukai seseorang karena bisa jadi seseorang itu yang akan menyakitimu.
.
Mungkin ungkapan ini lah yang cocok kita sematkan pada Diana. Ketika Diana dilecehkan...hampir diperkosa, Aruna datang menolongnya. Orang yang ia jahatin, malah yang menolongnya.
.
Kasus yang menimpa Diana ini, tidak hanya membuat Aruna dekat dengan Diana tetapi juga dekat dengan Valen, kakaknya Diana. Dan kedekatan Aruna - Valen itu membuat Raka berang. Bahkan Raka sampai menonjok Valen.
.
"Yah, gue maklumin aja dia jadi nggak waras dan asal main jotos begitu. Namanya juga orang jatuh cinta. Jadi gila." — Hal. 222
.
Apa yang sebenarnya terjadi pada Raka? Apa benar yang dikatakan Valen bahwa Raka jatuh cinta pada Aruna?
.
.
"Cinta memang bukan soal ukuran, bukan soal angka pada jarum timbangan, juga bukan soal wajah yang dipoles riasan. Cinta melibatkan lebih dari itu... Yaitu perasaan." — (Kilovegram, Hal. 268
.
.
Siapa sangka aku langsung jatuh cinta sama tulisan Mega hahaha..
.
Novel bercover pink magenta *ini menurutku* tidak hanya menyajikan cerita tentang romansa dan persahabatan anak SMA tetapi juga tentang isu bullying baik secara verbal maupun fisik. Bullying itu sama sekali tidak diperbolehkan karena bisa mengakibatkan fatal lho.
.
Novel yang menggunakan POV 3 ini berhasil menyihir aku dikarenakan bahasa yang ringan, alur cerita yang menarik dan eksekusi endingnya cukup manis.
.
Dari semua tokoh yang ada, tentu saja aku sukanya sama Aruna dan Nada. Aku suka Aruna karena anak ini berhati baik, selalu baik sama siapa saja walaupun orang itu telah menyakitinya. Sedangkan Nada, aku suka karena anaknya fair, tidak suka memaksakan kehendaknya, dan sayang banget sama Aruna.
.
"Sebenarnya gue itu anaknya asik kalo gak diusik. Nggak bakal nyolot kalau nggak ada yang nyulut." — (Aruna, Hal. 190)
.
Banyak sekali pesan moral yang disampaikan penulis melalui novel ini, salah satunya adalah bahwa cinta itu bukan sekedar mementingkan soal fisik tetapi melibatkan lebih dari itu yaitu perasaan. Karena cantik itu ejaannya bukan K.U.R.U.S 😊😊 ya readers.
.
.
IG @dumzcharming