Jump to ratings and reviews
Rate this book

Kilovegram

Rate this book
Kata orang, Aruna itu sebenarnya cantik, tapi…. gendut.

Iya, Aruna tahu ia gemuk. Ia pun kenyang dan tidak mempan lagi diejek. Habisnya bagaimana? Ia paling sulit menolak makanan, apalagi yang enak. Masakan Mama, misalnya. Atau traktiran Raka, sahabatnya.

Tetapi sikap cuek Aruna mulai berubah setelah Nada, sepupunya yang cantik dan serbabisa, masuk ke SMA
yang sama dengannya. Bukan itu saja, Raka terangterangan memuja dan mendekati Nada sehingga membuat Aruna merasa tersisih dan minder. Apa yang harus ia lakukan agar bisa seperti Nada?

Aruna pun memutuskan mulai berdiet. Bagaimanapun caranya, ia harus langsing, langsing, langsing! Ia tidak
akan kalah dengan cewek-cewek lain di sekolah dan akan mendapatkan kembali perhatian Raka.

272 pages, Paperback

Published January 29, 2018

10 people are currently reading
97 people want to read

About the author

Mega Shofani

2 books9 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
35 (19%)
4 stars
88 (49%)
3 stars
43 (24%)
2 stars
10 (5%)
1 star
2 (1%)
Displaying 1 - 30 of 73 reviews
Profile Image for Fahri Rasihan.
478 reviews125 followers
May 17, 2018
Masalah dalam kehidupan remaja memang tidak ada habisnya untuk dibahas. Kali ini melalui Kilove Gram, saya diajak untuk melihat masalah rasa percaya diri dalam diri seorang remaja. Terkadang memang bentuk fisik, sifat, bahkan latar belakang keluarga selalu menjadi masalah utama dalam rasa percaya diri remaja. Mulai dari gengsi hingga malu pun menjadi alasan remaja menjadi kurang percaya diri dengan keadaannya. Kilove Gram lebih menyoroti masalah fisik dalam remaja yang memang sering terjadi di sekitar kita atau bahkan diri kita sendiri pernah mengalaminya ketika masih remaja. Melihat kover buku Kilove Gram sendiri bisa dibilang sangat mewakili isi cerita dan temanya. Dengan pemilihan warna yang cerah serta gambar yang imut menghasilkan perpaduan yang manis. Terlihat gambar seorang gadis yang tersenyum dengan dikelilingi aksen makanan sangat sesuai dengan tokoh Aruna yang suka makan. Kover buku Kilove Gram merupakn kover buku teenlit yang pas dan sesuai dengan tema teenlit yang diusung.

Akhir-akhir ini bisa dibilang saya sedang suka membaca novel-novel teenlit. Entah kenapa saya menemukan rasa nyaman ketika membaca novel teenlit yang sederhana dari segi cerita. Salah satunya adalah Kilove Gram yang mengangkat tema rasa percaya diri dalam diri seorang remaja. Diceritakan Aruna yang mulai merasa rendah diri akibat memiliki bentuk tubuh yang gemuk. Akibatnya Aruna mulai melakukan diet untuk menurunkan berat badannya. Mungkin kisah Aruna ini sangat relatable dengan kehidupan kita. Saya sendiri pernah bahkan sering merasa tidak percaya diri dengan fisik saya ketika remaja. Bahkan saya sendiri ingat pernah sampai dihina akibat fisik saya yang berkulit lebih gelap. Sama seperti Aruna saya pun menjadi rendah diri dan sedih mendengar hinaan tersebut. Saya suka saat penulis mengangkat tema ini karena jujur saja baru kali ini saya membaca novel teenlit dengan tema yang memiliki makna tentang mencintai diri sendiri seperti ini. Mega Shofani berhasil mengangkat tema remaja yang lebih dalam lagi yang tidak melulu soal cinta, keluarga, dan persahabatan.

Tokoh utama dalam novel ini adalah Aruna yang digambarkan sebagai seorang remaja yang ceria dan riang, tapi akibat bentuk tubuhnya yang gemuk membuat Aruna menjadi sosok yang rendah diri. Akibat bentuk tubuhnya juga Aruna hanya memiliki sedikit teman. Hanya Raka dan Nada yang setia menemani Aruna, meskipun seringkali mereka bertengkar akibat kesalahpahaman. Tidak jarang Aruna juga menjadi korban perundungan teman-teman di sekolahnya. Aruna juga sering membela diri dari hinaan dan olokan teman-temannya itu. Namun sayangnya Aruna terpengaruh dengan lingkungan sosialnya yang menyebabkan dia memutuskan untuk diet. Selain tokoh Aruna ada juga tokoh Raka yang digambarkan sebagai remaja yang tengil, tampan, dan populer. Lalu ada Nada yang anggun, cantik, dan lembut. Semua karakter dalam tokoh ini digambarkan dengan baik oleh penulis. Setiap tokoh memiliki sifat dan karakter yang berbeda-beda. Tokoh Aruna misalnya, meskipun dia seringkali rendah diri, tapi dia tidak tinggal diam jika ada yang menghinanya. Saya juga suka cara penulis dalam menggambarkan hubungan para tokohnya yang realistis. Di mana terkadang remaja bisa bersikap kejam, seperti tokoh Diana dan Imey yang sering menghina Aruna akibat bentuk tubuhnya. Semua itu memang banyak terjadi di lingkungan sekolah. Mungkin hampir sebagian remaja pernah mengalami hal yang dirasakan oleh tokoh Aruna.


Alur ceritanya sendiri berjalan cukup cepat dan mengalir dengan diselingi beberapa kejadian di masa lalu. Saya sendiri menikmati alurnya yang mengalir dan tidak membosankan. Menggunakan sudut pandang orang ketiga melalui tokoh Aruna, penulis berhasil memberikan sudut pandang seorang remaja yang rendah diri akibat bentuk tubuhnya. Saya merasakan hal yang sama dengan Aruna karena akibat 'kekurangan' menurut pandangan orang lain yang menjadikan korban perundungan. Gaya bahasa yang digunakan sangat sederhana dan anak muda sekali. Tidak sulit bagi saya untuk masuk ke percakapan antar tokohnya. Typo yang saya temukan hanya sedikit, tapi cukup mengganggu proses membaca.

Manis sekaligus miris merupakan kalimat yang pas untuk menggambarkan konflik yang ada dalam Kilove Gram. Di mana Aruna rela menyiksa tubuhnya hanya agar bisa tampil lebih kurus. Akibat penilaian orang lain, Aruna rela menderita dan mengurangi porsi makannya hanya untuk sebuah bentuk tubuh yang dianggap 'ideal'. Tekad Aruna untuk kurus sebenarnya bagus, hanya saja alasan dan caranya bisa dibilang miris dan menyedihkan. Ketika Aruna menganggap bahwa tubuh gemuk membuatnya jelek, di situ saya merasa bahwa Aruna tidak mencintai dirinya sendiri. Padahal jika Aruna nyaman dengan tubuh gemuknya, untuk apa dia harus diet? Namun sekali lagi karena tekanan sosial, Aruna menjadi korbannya. Selain itu terdapat pula konflik friendzone dan percintaan yang melengkapi konflik batin Aruna. Penulis memberikan konflik yang menarik untuk dibahas terutama bagi remaja yang mengalami krisis rasa percaya diri melalui tokoh Aruna.

Baru kali ini saya membaca novel teenlit dengan pesan moral yang sangat bagus bagi remaja. Kilove Gram mengajarkan saya untuk lebih mencintai diri sendiri dan lebih percaya diri. Melalui tokoh Aruna saya belajar bahwa tanggapan orang lain tidak lah penting jika kita merasa nyaman dengan diri kita sendiri. Unsur perundungan yang ada dalam novel ini juga sangat relate dengan realita yang ada. Di mana remaja bisa menjadi jahat hanya karena melihat kekurangan temannya sendiri. Banyak sekali pesan moral yang bisa saya dapatkan dari Kilove Gram. Secara keseluruhan Kilove Gram merupakan novel teenlit yang tidak hanya bercerita tentang cinta, tapi juga rasa percaya diri dan bangga terhadap diri sendiri apa pun itu bentuknya. Sebuah novel yang manis, miris, dan realistis.

Selengkapnya : https://www.facebook.com/Fahrirasihan...
Profile Image for Mega Shofani.
Author 2 books9 followers
Read
August 8, 2018
Whoaaa, ternyata baca buku karangan sendiri efeknya masih sama: bikin badan panas-dingin :))

Oya, aku juga sempat bikin visualisasi karakter-karakter dalam teenlit Kilovegram, lhooo! Yang penasaran siapa mereka, langsung baca Kilovegram yuk yuk yuk :3


Terima kasih banyaaak buat teman-teman yang sudah meluangkan waktu untuk membaca Kilovegram. Sangat ditunggu kritik dan sarannya ^_^ Aku menulis Kilovegram dengan seluruh energi positif yang kupunya dan semoga energi tersebut juga sampai kepada pembaca *kamekameha!*

Sama seperti teenlit pertamaku, Kilovegram butuh proses 3 tahun dari sebuah draft sampai benar-benar bisa digenggam dalam bentuk buku. Nah, buat-teman-teman yang tertarik ngintip proses panjang Kilovegram, bisa langsung ke sini: http://megasofunny.blogspot.co.id/201...

Ciao!
Profile Image for Aya Murning.
162 reviews22 followers
May 10, 2018
Book tour & giveaway berhadiah 1 eksemplar novel KILOVEGRAM + 1 handuk sport untuk 1 pemenang (periode 9-15 Mei 2018). Klik link di bawah ini buat join.
https://murniaya.wordpress.com/2018/0...

Cewek gendut yang baru saja menginjak bangku SMA itu bernama Aruna Mega. Segendut apakah ia? Bobot tubuhnya 90kg dengan tinggi badan 163cm, ukuran baju XXL dan nomor celana/rok adalah 38. Meski begitu, Aruna cukup PD dengan dirinya sendiri. Ejekan dari orang lain sudah jadi makanannya sehari-hari. Apalagi Aruna punya sahabat sebaik dan sesetia Raka Gheoputra yang akan selalu melindungi dan membelanya jika ada orang lain yang mengganggu Aruna. Mereka bersahabat sudah sedari kecil karena rumah mereka berdekatan, pun ibu mereka bersahabat sejak lama.

Saat Aruna baru masuk kelas X di SMA Angkasa yang sama dengan Raka, Raka adalah kakak kelasnya di kelas XII. Dengan begitu, Raka dan Aruna sudah seperti sepasang sejoli karena tiap hari selalu bersama-sama, entah itu pulang-pergi sekolah bareng atau pun saat makan ke kantin di jam istirahat. Hal itu banyak membuat orang-orang heran mengapa Raka yang kece itu bisa dekat sekali dengan cewek gendut seperti Aruna? Tingkah mereka sudah seperti orang pacaran saking lengket dan mesranya. Tak sedikit yang mengira kalau mereka itu beneran pacaran.

Tiap ada yang membahas soal perasaan yang lebih kepada sahabat lawan jenis, Raka dan Aruna selalu denial. Bagi mereka itu tak mungkin terjadi karena mereka merasa sudah sangat nyaman seperti kakak dan adik. Meski demikian, ada saja yang tetap tidak suka dengan kedekatan mereka. Seperti Imey dan Diana yang ternyata kembali satu sekolahan dengan Aruna di SMA Angkasa. Diana adalah cewek cantik yang sudah lama tergila-gila pada Raka dan selalu berusaha menarik perhatian Raka tapi selalu kalah oleh posisi Aruna.

Segala hal mulai berubah ketika Nada Aurelia — sepupu Aruna dari Tasikmalaya — pindah ke Jakarta dan mendaftar di sekolah yang sama dengan Aruna. Bahkan Mama Aruna sekalian mengusahakan supaya Nada bisa satu kelas dengan Aruna. Tapi, kehadiran Nada malah membuat perhatian Raka terbagi. Nada itu memang cantik dan serba ideal untuk standar cewek pada umumnya. Apalagi Nada pintar main musik makin menjadi nilai tambah untuknya. Aruna merasa bukan apa-apa jika dibandingkan dengan Nada.

Ada perasaan jengah di hati Aruna melihat kedekatan Raka dan Nada. Tidak hanya di sekolah, tetapi juga di luar jam sekolah. Kedekatan Raka dan Nada makin menjadi, sampai-sampai Raka seperti melupakan Aruna karena tiap hari yang ditanya dan dicari adalah Nada, Nada, dan Nada. Aruna pun memilih menjaga jarak dari kedua orang itu. Hingga pada akhirnya Aruna bertekad ingin merubah penampilan jadi lebih langsing dan cantik supaya Raka juga ‘melihat’ Aruna sebagai wanita, bukan bantal guling berjalan.

Benarkah Aruna hanya minder terhadap Nada?
Mungkinkah Aruna cemburu karena Raka kini sangat memuja Nada?
Berhasilkah misi Aruna menjadi langsing?
Akankah Raka menyadari perubahan Aruna kelak dan berpindah haluan dengan kembali memberi perhatian penuh pada Aruna?
Apakah sungguh tak ada sedikit pun percik-percik rasa cinta di antara Aruna dan Raka yang sudag belasan tahun bersahabat?

***

Senang sekali rasanya bisa membaca novel dari penulis yang baru dikenal. Ya, ini adalah novel pertama dari Mega Shofani yang saya baca meski ini bukan karya pertamanya yang diterbitkan menjadi buku. Setelah saya baca buku ini, nama Mega Shofani menjadi salah satu nama penulis yang bukunya tak sungkan kubaca lagi jika beliau menerbitkan karya baru. Mengapa? Okay, saya akan beberkan alasan yang membuat saya suka dengan Kilovegram.

Hal yang pertama kali menarik perhatian adalah dari cara Aruna dan Raka saling berinteraksi. Kalimat-kalimat olokan yang terlontar dari mereka berdua sukses membuat saya terkikik geli. Jokes ringan yang tersebar di sana sini sangat menghidupkan suasana. Apalagi gaya bercerita dan bahasa yang digunakan penulis sangatlah ‘remaja’. Chemistry mereka pun dibangun dengan apik. Beruntung sekali ya Aruna bisa punya sahabat kece dan setia seperti Raka. Sepintas saya malah jadi mirip Diana yang merasa iri pada Aruna karena punya sahabat sebaik Raka hehehe.

Dari blurb saja sebenarnya kita semua sudah bisa menebak inti jalan ceritanya akan seperti apa. Tetapi, proses yang dijalani oleh tokohnya untuk menuju ‘ke sana’ serta plot twist yang tak luput disisipkan oleh penulis tetap layak disimak. Meski ini novel remaja, saya sungguh menikmati isi ceritanya dengan baik. Konflik yang melibatkan perasaan para tokohnya pun cukup terasa akan tema romance yang diangkat. Pokoknya kalo kamu baca ini tetep bisa ngerasain geli-gelinya gitu deh. Rasa cinta yang tak disadari, rasa cemburu, rasa kesepian dan kehilangan, rasa dongkol dengan orang terdekat, rasa marah dengan musuh bebuyutan, rasa tidak percaya diri dengan diri sendiri, dan rasa minder karena orang lain itu bisa saya ikut rasakan. Walau pun saya tidak pernah merasakan jadi gendut seperti Aruna, tapi dilema yang Aruna alami di novel ini nyampe ke saya. Apa itu karena saya aja yang lagi ngerasa sensitif ya? Haha entahlah.

Untuk penokohan, masing-masing dari mereka masih terbilang standar lah ya. Aruna si gendut, Raka si jahil tapi perhatian, Nada si miss perfect, Mama Aruna tipikal ibu yang sangat penyayang, Vio si kakak kelas yang baik dan memotivasi, Imey dan Diana bagaikan step sister-nya Cinderella, dan Kak Valen yang diam-diam menebar pesona. Maksud saya, tidak ada sesuatu yang benar-benar unik dan out of the box dari mereka masing-masing. Tapi untungnya di novel ini tidak terlalu banyak tokoh yang muncul sehingga tidak sulit mengingat siapa saja mereka dan apa perannya. Dengan begini, penulis pun dapat fokus pada konflik utama dari tokoh utamanya. Soalnya saya jadi pusing sendiri kalo si sebuah cerita ada terlalu banyak figuran hehe.

...

Read more here
https://murniaya.wordpress.com/2018/0...
Profile Image for Hani Risjad.
73 reviews16 followers
February 15, 2018
❝Cinta memang bukan soal ukuran, bukan soal angka pada jarum timbangan, juga bukan soal wajah yang dipoles riasan. Cinta melibatkan lebih dari itu... Yaitu perasaan.❞
— [Kilovegram, hlm. 268]

Dunia remaja apalagi SMA memang selalu penuh dengan hal manis dan lucu. Sama seperti cerita ini. Ide ceritanya sederhana, simpel, manis, gemesin, bikin gregetan. Yah, High School Life gimana sih.
Apalagi konfliknya dibumbui dengan friendzone yang sudah terjalin sejak balita!

Jujur, aku terbawa. Aku meneteskan airmata pada beberapa part Aruna. Aku bisa ngerasain apa yg Aruna rasakan. Karena aku memang pernah mengalami fase seperti itu. Perjuangan menurunkan berat badan itu tidak semudah yang orang bayangkan lho! Menghadapi bullyan tentang kekurangan yang sebenarnya kelebihan untuk kita juga tidak mudah. Terkadang mulut orang itu sangat2 jahat, apalagi kalau sudah mengenai fisik. Aku tersentuh... Sangat! Penulis berhasil mengaduk-aduk emosiku di sini. Makasih lho ya, udah bikin Hani ketawa, bete, nangis dan kesal dalam 1 waktu.

konflik yang disuguhkan juga sebenarnya bukan sebuah permasalahan rumit. Tapi cukup menggemaskan dan bikin kesal pembaca khususnya aku ya! Nggak tau deh, friendzone emang selalu bikin gregretan! Wkwkwk...

Related dengan kehidupan remaja lah. Sejak dulu sih sebenarnya. Hal-hal yang seperti di cerita ini sudah sering ditemui.
Sebenarnya cerita ini tu mengingatkan aku sama salah satu judul novel dari penerbit mayor juga. Kurang lebih sama, si cewek berjuang untuk mengubah penampilan agar si cowok tertarik tapi bedanya yang ini mereka musuhan. Cuma ya, aku jadi seperti nostalgia dan menemukan bacaanku lagi lewat Kilovegram ini. Aku merasa kembali bertemu dengan teenlit jadul tapi di masa kini.

Kekurangan pasti ada. Aku sedikit nggak sreg pada bagian Nada yang menceritakan kisah cintanya dengan si mantan pacar. Karena ya, cukup shock aja kalau dia pacaran sejak usia 5 tahun tapi orang tuanya tidak melarang. Cuma ya mengingat jaman sekarang yg seperti itu sudah banyak yah... 😂
beberapa bagian juga rasanya sedikit terburu-buru. Too predictable sebenarnya cerita ini. Sudah bisa ditebak nantinya seperti apa. Tapi tetap saja, aku suka. Tidak buruk-buruk banget untuk sebuah teenlit.
Hubungan ibu dan anak di sini juga cukup terjalin dengan baik. Walaupun aku sebenarnya mengharapkan kalau Aruna itu dietnya di bawah pengawasan Mamanya.

Secara keseluruhan bagus! Romansa remajanya juga pas. Tokoh-tokoknya juga tidak terlalu berlebihan.

Panjang bgt ya?😂
Sukses kak Mega! Semoga aku bisa punya print book dari Kilovegram ini.
Profile Image for Nisa Rahmah.
Author 3 books105 followers
March 3, 2018
"Cinta memang bukan soal ukuran, bukan soal angka pada jarum timbangan, juga bukan soal wajah yang dipoles riasan. Cinta melibatkan lebih dari itu... Yaitu perasaan."

Jadi saya sudah menamatkan buku ini beberapa hari yang lalu. Bukunya menarik, page turner karena nggak kerasa dah selesai aja waktu bacanya. Ceritanya ringan. Kalau kalian menyukai novel ringan khas remaja, dengan tema yang nggak berat dan untuk dibaca santai, Kilovegram adalah buku yang tepat untuk itu. Membahas tentang cerita persahabatan yang dibumbui romansa dan juga tentang pembuktian diri. Premisnya menarik, dan juga cerita tokoh utama yang jauh dari kesan sempurna, membuatnya punya perjuangan untuk membuktikan diri dan menunjukkan eksistensinya.

Novel ini dibawakan dengan gaya penceritaan yang enak, menarik, dan nggak bikin bosen! Saya nggak merasa kelelahan atau punya keluhan seputar cara penceritaan novel ini. Apalagi, rasanya saat baca, saya nggak menemukan kesalahan penulisan juga. Cakep, deh 😍

Pesan moralnya, ah, baca sendiri saja 😛 Saya tak ingin menceritakannya, hahahaha. Yang jelas, bakal banyak pesan terselubung tentang penerimaan diri di buku ini. Salah satunya, yang tersirat adalah, cintai dirimu sendiri, terima apa adanya dirimu. Itu akan berarti banyak dan membuatmu melihat sesuatu dengan perspektif yang baru.

Satu lagi, saya suka dengan kalimat yang diucapkan ibunya Aruna ini:

"Sayang, kelak kamu akan mengerti ketika saat itu datang, bahwa cinta bukan sekadar mementingkan fisik. Melainkan melibatkan lebih dari itu... perasaan. Dan kelak akan ada saatnya seseorang yang membuktikan semua itu."
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book268 followers
February 10, 2018
Aruna adalah gadis dengan ukuran tubuh plus. Dia sendiri sudah kenyang dengan berbagai macam ejekan tentang tubuhnya itu. Bahkan ketika yang mengucapkannya adalah Raka, sahabatnya sendiri. Tetapi saat Nada, sepupunya datang dan tinggal bersamanya, Aruna mulai merasa insecure. Soalnya Raka mulai cuek pada dirinya dan semakin memperhatikan Nada dengan alasan karena Nada lebih cantik.

Saya tertarik dengan novel ini karena membaca sinopsisnya. Isinya sih bisa ditebak, banyak yang merisak Aruna hanya karena ukuran tubuhnya. Sampai guru sekolahnya sendiri. Cih.. Aruna sampai mengkonsumsi obat pelangsing demi mendapatkan body ideal. Syukurlah Aruna bukan cewek yang hanya diam saja. Balasan Aruna saat di-bully oleh Valen di kantin itu juara banget.
Profile Image for Nola Andriyani.
180 reviews
August 4, 2018
"Kelak kamu akan mengerti ketika saat itu datang, bahwa cinta bukan sekedar mementingkan fisik. Melainkan melibatkan lebih dari itu... perasaan." (hlm. 118)
.
.
Ini tentang Aruna yang cantik tapi gendut. Aruna yang hobi makan masakan Mama dan Aruna yang suka sekali dengan traktiran. Aruna yang bersahabat baik dengan Raka sejak mereka kecil. Tapi kehadiran Nada, sepupu Aruna dari Tasikmalaya, mengakibatkan Runa minder dan tersisih dari hari-hari Raka. Dengan banyaknya orang yang memandang sebelah mata dan membully dirinya, Aruna pun bertekad untuk diet, tapi dengan cara instan. Dan saat itu pula, perlahan Runa menyadari perasaannya terhadap Raka. Namun adanya Nada semakin menjauhkan jarak yang ada antara ia dan Raka.
.
.
Huhuhu aku telat yaa baca ini? Semoga nggak yaa.. Tbh, aku nggak terlalu suka teenfict. Tapi buku ini berhasil buat aku suka bahkan ada part yang buat aku mewek. Buku ini bagus sekali. Aku suka gaya menulis Kak Mega. Alur maju-mundur dengan pace-nya pas. Konfliknya seru, tema body shamming cukup kental dan kali ini si tokoh yang menjadi korban memiliki karakter kuat dan berani. Jadi walaupun udah dibully berkali-kali dia tetap optimis. Itu yang aku suka, nggak menye-menye. Tiap tokohnya down to earth menurutku karena masing-masing mempunyai sifat yang menyebalkan yang buat greget.
.
.
Covernya cantik, tapi aku masih menemukan beberapa typo. Tapi terlepas dari itu, buku ini bagus banget buat dibaca anak remaja, selain bisa meningkatkan rasa percaya diri bisa juga sebagai pengingat bahwa untuk mencapai sesuatu butuh usaha dan pengorbanan yang besar. Coba aja semua teenlit seperti ini, hahahaha...
137 reviews
January 22, 2022
4/5 🌟

Aku suka karakter Aruna yang gak gampang insecure terhadap omongan orang lain, padahal itu payaaaahhhh banget. Aruna bahkan berani ngelawan orang yang ngata-ngatain dia, yashh go gurl🤙

Kisah-kisah friendzone kayak gini selalu relate sama aku HAHAHAH dasar korban friendzone. Banyak review yang bilang gak suka Raka karena plin plan dan semacamnya, banyak yang gak suka sama eksekusi konflik antara Raka-Aruna. Tapi sebagai seorang remaja yang pernah ngalamin hal serupa aku paham dan semua di buku ini bener bangetttt,, dari malu-malunya, cemburu gak jelasnya, trus denial sama perasaan sendiri "gak ah cuma sahabat" wkwkw, yah emang target pasarnya memang remaja jadi kalau yang sudah cukup berumur bacanya ya wajar sih kurang relate hehe. Balik lagi selera sih ya.
Tapi konflik antara Aruna-Diana-Valen emang ujug ujug banget sih ya.

Selain itu, isu-isu kelebihan berat badan emang membuat perempuan insecure sih ya. Kalimat "Aruna sebenarnya cantik, tapi gendut" dengan "Aruna itu gendut, tapi cantik" beda kan ya feelnya?

Overall, novel ini ringan banget tapi bagian saat Raka mulai menunjukkan rasa sukanya ke Aruna make me blushing wkwkwkw gemesh banget.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Lala.
128 reviews46 followers
July 27, 2018
Aku baru pertama kali baca buku karya megashofani dan aku bisa bilang kalo aku cukup suka. Bukunya fun, bener-bener khas teenlit/remaja, mulai dari permasalahan hingga cara tokoh-tokohnya berdialog. Cerita #Kilovegram ini adalah tentang Aruna yang memiliki bobot berlebih, yang sering diledek dan dihina karena postur tubuhnya, bahkan ledekan yang sebenarnya kurang pantas juga dikeluarkan oleh Raka, sahabat Aruna sendiri yang super ganteng. Awalnya Aruna dan Raka apa-apa bareng, tapi ketika Nada, sepupu Aruna pindah ke rumah Aruna dan sekolah di SMA yang sama, perhatian Raka mulai teralih ke Nada yang cantik dan langsing.
.
Aku mau kasih tau apa aja yang aku sukai dari buku ini:
1. Setengah halaman awal dari buku ini bagus banget, hampir kukasih nilai 4.
2. Tokoh utama (Aruna) karena diledek dan dihina, nggak serta merta jadi pemurung.
3. Lucu banget! Dialog-dialognya kocak dan bener-bener sering ditemui dalam pergaulan jadi mengalir banget.
4. Pesannya bejibun. Yang dominan adalah mengenai betapa orang berbobot besar nggak berarti peluang dalam kehidupan sosialnya tertutup rapat-rapat, dia masih bisa merasakan cinta, dan sebagainya.
5. Yang aku sukai juga Kak Mega membuka mata kita betapa candaan yang selama ini kita anggap biasa saja dan lucu, bahkan ketika dilontarkan kepada sahabat sendiri belum tentu dia menerima. Meskipun di luar hanya mesem-mesen tetapi hatinya bisa menyimpan rasa sakit, dan itu bisa berefek besar kepada mentalnya.
Yang aku kurang suka:
1. Seharusnya awal perubahan Aruna bisa dijelaskan lebih rinci, supaya alasan dia untuk terus berubah semakin kuat, dan pembaca bisa memahami.
2. Penyelesaian konflik Diana-Aruna agak terlalu cepat.
3. Jujur aku agak kurang menyukai waktu mau klimaks cerita, krn mungkin lebih baik dijelaskan lewat sudut pandang Aruna biar lebih “terasa”. Aku krg puss juga lanjutan pasca klimaks cerita dan penyelesaian konflik antara Aruna-Raka.
4. Aku nggak suka Raka. 🤣
Profile Image for Sri Rayana.
6 reviews
August 8, 2018
Buku ini ada di perpus sekolah gw dan lagi rame digilir sana-sini setelah Twinwar yg punya nasib sama (digilir sana-sini). Walo ide ceritanya udah bertebaran di mana-mana, atpi yg bikin gw suka... pertama, gw suka judulnya yg ngingetin gw sama judul2 unik teenlit jaman dulu. kedua, gw suka tema-tema body acceptance begini. ketiga, daripada tokoh yg lemah dan termehek-mehek, gw sukkkka bgt tokoh yang berani membela dirinya kayak Aruna. keempat, gw super suka endingnya (menurut gw gemayyyy pisan! awwww). minus beberapa: typo, kurang kata, dan karakter Raka yang.... plis deh, cowok jangan drama! :P

Sisanya ok.
Profile Image for Angeline.
8 reviews
February 23, 2018
Bakal jadi review yang panjang dan mungkin rentan spoiler.

Menurut gue isi Kilovegram ini cukup menarik sih, ya. Direkomendasikan oleh guru les gue yang masih doyan baca teenlit. Ampun, deh. Dan yang bikin gue mau-mau aja baca teenlit, terutama Kilovegram, soalnya gue kenal seseorang yang mati-matian mencari pengakuan seperti karakter utama dalam novel ini.

Jadi singkatnya Kilovegram bercerita tentang Aruna yang cantik tapi gendut. Semula ia cuek-cuek aja dengan kondisi fisiknya sampai pada akhirnya datanglah Nada, sepupu Aruna yang membuat perhatian Raka, sahabat Aruna dari kecil, teralih dari Aruna. Awkey, dari sini udah ketahuan akan dibawa ke mana cerita ini, ya? Dengan kata lain, ide dasar Kilovegram sudah sering kita temui di novel-novel lain.

Lalu kenapa gue betah dan berhasil nyelesein Kilovegram? Bakal gue bahas sisi yang gue suka dulu.

. Lepas dari typo yang bejibun ampun-ampunan (ini yang "gemesin" penulisnya apa editornya, nih?), gue suka bagaimana penulis menciptakan konflik-konfliknya membuat novel ini bukan sekedar novel yang isinya cemburu-cemburuan anak remaja. Ya walaupun hal-hal semacam itu masih ada sih di novel ini.

. Setuju sama beberapa review di sini kalo suka banget karakter Aruna dan enegggghhhh sama karakter Raka yang eeeewwwwhhhh. Gue gak tau sih, penulis sengaja bikin karakter yang senyebelin ini atau gimana? Menurut gue karakter Raka terlalu realistis untuk jadi tokoh novel LOL, ya karena sebenernya di dunia nyata, cowok-cowok kebanyakan ya kayak gitu. Di luar sok cool, aslinya ngeselin abitch. Bukan, ini bukan curhat.

. Terus terang, gue malah pengin Aruna sama Valen aja. Interaksi mereka bikin gue senyum-senyum sendiri gimana gitu. Terutama waktu Valen godain Aruna pas Aruna mau nyari Raka.

. Bahasa yang penulis pake sederhana ya, gak berbelit-belit. Cocok sih kalo di gue.

. Pesan moral yang sangat sangat sangat kena di hati gue. Mungkin kalo adek gue beranjak remaja, Klovegram bakal jadi salah satu bacaan yang gue rekomendasikan untuk dia. Karena yang terjadi di novel ini ya berasa real aja buat gue (karena temen gue ada yang kasusnya beneran kayak Aruna. konyol, sumpah. makanya waktu baca ini gue rada mangap-mangap gak jelas gitu LOL)

Nah, saatnya gue bahas sisi yang gak gue suka.

. Pertama, blurb. Dibanding teenlit-teenlit lain, entahlaaaaaah... menurut gue blurb Kilovegram rada kaku gimana gitu. Ah, entah. Gue sih kurang enak bacanya.

. Typonya yang MasyaAllah... ya emang sih tidak mengubah jalan cerita, gue tau... tapi kan gimana-gimana ganggu juga. Jadi ini gue catet beberapa typo yang mungkin di kemudian hari bisa untuk koreksi SEANDAINYA Kilovegram dicetak ulang. Ya menurut gue novel ini ringan, lucu, bagus, jadi sayang banget kalo ada kesalahan segitu banyak...
* tersenyum sini - tersenyum sinis (hal. 71)
* ke ke kasur - ke kasur (hal. 79)
* ngak - nggak (hal. 85)
* seperti yang Aruna - seperti Aruna (hal. 115)
* sebenarnya kakinya sebenarnya sakit sekali - dobel sebenarnya (hal. 139)
* pinggan - pinggang (hal. 139)
* dan kepalanya pusing dan terasa berputar - dobel dan (hal. 141)
* menenangadah - menengadah (hal. 150)
* memcium - mencium (hal. 163)
* ketegangan yang lo agak berkurang - ketegangan lo agak berkurang (hal. 185)
* juga punya perusahaan sepatu yang cukup sukses juga - menurut gue dobel juga (hal. 188)
* Diana langsung kakaknya sambil menangis - Diana langsung memeluk (hal. 188)
* mungkin itu juga yang pada Diana - maksudnya yang TERJADI? (hal. 191)
* cukup Aruna tersanjung - cukup MEMBUAT? (hal. 214)
* tapi sama kemudian sekali... - tapi kemudian sama sekali... (hal. 231)
* buku yang mau LO - harusnya KAMU. Raka jadi gak konsisten (hal. 231)

Tuh, lumayan banyak, kan. Yang kecatet di gue sih segitu ya... gak tau kalo ada lagi. Terserah sih kalo dibilang gak ada kerjaan, LOL. Yang jelas gue nulis sepanjang ini demi kebaikan penulis juga. Atau sekalian editornya juga (gue sih gak nemu nama editornya di halaman-halaman depan). Semoga ke depannya bisa dikurangi dan dihindari kesalahan-kesalahan kecil seperti itu. Boleh jadi beberapa pembaca maklum, tapi kalo pembacanya yang tipenya kayak gue, kan rasanya gatel pengin nyoret-nyoret buku biar tulisannya jadi bener LOL.

Oke, segitu aja, ya. Silakan koreksi riviu gue kalo ada yang salah/kurang tepat. Gue gak naruh ekspektasi apa-apa sama novel ini, tapi setelah membaca gue merasa cukup puas. Gue yakin, kalau gak ada typo kebanyakan aja, pasti lebih mantep :)

3/5 bintang untuk cover yang lucu, isi yang menarik, dan ending yang manis (suka banget tipe-tipe ending begini).
Profile Image for Annelice.
200 reviews8 followers
September 19, 2022
Bintang 4!!

Actually 3 stars. Tapi saya kasih bonus 1 bintang untuk perwatakan tokoh Aruna! Yey!

Teenlit ke-3 diminggu ini. Entah kenapa akhir-akhir ini saya lagi suka baca teenlit. Padahal umur udah 25 lebih wkwk.

Kilovegram bercerita tentang Aruna, gadis berbobot 90 kilo dengan tinggi 163 cm yang sering mendapat hinaan dari teman-temannya. Tidak hanya hinaan verbal, gadis bertubuh tambun itu juga terkadang mendapaatkan serangan fisik.
Namun walaupun begitu, Aruna tidak serta merta merasa rendah diri dan terpuruk. Ia justru semakin semangat ketika seseorang menghina dirinya, tak jarang ia juga membalas hinaan tersebut dengan kata-kata yang tak kalah pedas dan tajam.
Inilah alasan saya memberikan tambahan 1 bintang untuk novel ini. Perlawanan Aruna yang tak gentar melawan bullyan membuat saya sebagai pembaca jadi ikut semangat. Saya merasa puas ketika pembully-pembully itu dibuat kicep oleh jawaban pedas Aruna.

Disisi lain ada Raka, cowok keren, ganteng, supel dan populer di sekolah yang menjadi sahabat Aruna sejak kecil. Dia adalah kakak kelas Aruna di sekolah. Sudah sejak lama Aruna naksir berat Raka, tapi ia merasa tidak PD dengan bentuk tubuhnya. Alhasil iapun tak pernah mengungkapkan perasaanya tersebut.

Lalu Nada, sepupu Aruna yang cantik, langsing dan pintar. Sejak pertama kali bertemu, Raka langsung jatuh hati pada cewek berbadan bagus ini. Tak malu-malu Raka bahkan menunjukan ketertarikanya pada Nada didepan mata Aruna.

Aruna yang merasa cemburupun kemudian bertekad mengubah penampilanya agar bisa merebut hati Raka. Lalu mampukah Aruna berubah menjadi cewek berbadan langsing dan membuat Raka jatuh cinta??

Sebenarnya ceritanya itu simpel banget ya dan premis cerita begini sudah sangat mainstream di dunia novel maupun drama-drama. Hanya saja watak tokoh yang tangguh seperti Aruna itu jarang. Yang mampu menghina dan serang balik si pembully. Kebanyakan kan pasti tokoh dibuat lemah, menangis tersedu-sedu dan menyalahkan diri sendiri.

Selain tokoh Aruna, saya juga suka tokoh Diana wkwk. Emang sih dia tukang bully tapi gimana ya, dia itu lucuuu! Receh aja gitu anaknya. "..Raka yang manisnya kaya kecap sachet..", "..Kak Valen itu emang nggak ganteng-ganteng amat, tapi kalau wajahnya dipukul kaya samsak tinju, masa depanya bisa punah" dan masih banyak lagi. Receh banget asli wkwkw. Eh tapi sebenarnya dia baik kok, lucu juga kalau lagi ngobrol sama Imey atau Kak Valen.

Kalau Raka.. sorry to say, saya nggak suka sama dia walaupun dia tokoh utamanya. Dia itu plin plan. Suka sama Nada, ngintilin tiap hari, ngapel, ngajak jalan tapi nggak mau Aruna menjauh. Selain itu cara bicaranya juga menyebalkan!! Sebenarnya Raka itu bisa dikategorikan sebagai pembully karena dia juga suka menghina fisik Aruna, tak jarang ia juga suka menertawakan penampilan Aruna. Tapi yah.. karena statusnya sahabat plus gebetan Aruna makanya sikap Raka terasa sah-sah saja. Padahal saya sebagai pembaca benci banget. Heran juga kenapa Aruna bisa naksir Raka meskipun udah disakiti berkali-kali. Kenapa engga move on atau sama Kak Vallen aja sih?? Ya walaupun Vallen pernah membully juga, tapi seengaknya dia cuma sekali, nggak kaya Raka. Menurut saya tokoh Raka itu justru menjadi salah satu minus dinovel ini.

Novel ini masih banyak saltiknya. Udah gitu ada beberapa kalimat yang kekurangan dan kelebihan kata.

"Tersirat penyesalan diwajah mereka karena tak mengikuti pertunjukan busana kategori C seperti yang Aruna" Aruna apa nih?

"Aruna menatap cewek itu dengan sangat geram menatap gadis yang berdiri di ambang pintu itu" Hmm.. Mungkin maksudnya Aruna menatap gadis yang berdiri diambang pintu itu dengan sangat geram.

"Siapa tahu bisa bikin ketegangan yang lo agak berkurang" Yang lo apa maksudnya?

"Diana langsung kakaknya sambil menangis" Langsung seruduk?
Dan masih banyak lagi.

Secara keseluruhan saya suka sih sama novel ini. Gaya penulisanya bagus, narasinya juga enak dibaca walaupun ada beberapa kalimat kacau. Tapi saya ngerti kok maksudnya. Hanya nggak setuju aja akhir novel harus begini. Aruna pantas dapat yang lebih baik.
Profile Image for Melani Ivi.
55 reviews5 followers
May 8, 2018
“... biarpun cewek di dunia ini nantinya Cuma lo, gue nggak akan pernah mau jadi cowok lo!” (hlm. 15)

“Gimana mau punya cowok kalo badan aja pipi semua? Gimana mau ada yang naksir, betis aja kayak tabung gas begini? Jatuh cinta sih jatuh cinta... Yang nangkep cintanya ada nggak?” (hlm. 21)

“... cinta bukan sekadar mementingkan fisik. Melainkan melibatkan lebih dari itu... perasaan. Dan kelak akan ada saatnya seseorang yang mebuktikan semua itu.” (hlm. 118)

Tema yang diangkat oleh teenlit satu ini memang nggak asing lagi di kalangan remaja. Tentang penilaian seseorang berdasarkan penampilan fisik semata serta konflik bullying yang mengiringi, juga kisah persahabatan yang berubah cinta. Tapi penulis menurut saya sukses mengeksekusi tema tersebut menjadi kisah segar yang menarik dan tetap relevan. Penggunaan POV orang ketiganya pas, membuat saya tetap merasa ‘dekat’ dengan masing-masing tokoh. Walaupun Aruna menjadi tokoh sentral, POV ini menjadikan tokoh lain terasa sama penting dan berperannya dalam keseluruhan kisah. Seting Jakarta, terutama di sebuah SMA, dengan segala pernik kehidupan siswa menjadikan novel ini tak kehilangan nuansa kehidupan remaja. Ditambah lagi kisah persaingan dalam kompetisi luar sekolah, masalah kenakalan remaja yang ada kaitannya dengan keluarga, menjadi ‘bumbu’ yang membuat kisah lebih menarik sekaligus tak kehilangan arah. Alur maju yang mendominasi juga nyaman untuk diikuti.

Tentang penokohan, selain Aruna sebagai tokoh sentral, kehadiran Raka dan Nada cukup menyita perhatian. Meskipun saya tidak bisa memfavoritkan Raka dengan segala keegoisan dan sikap kekanak-kanakannya, saya mengapresiasi perannya yang secara tidak langsung memicu semangat Runa untuk berani berekspresi dan mengusahakan perubahan. Nada pun menjadi tokoh penengah yang terkesan netral, walaupun tetap disisipkan sifat manusiawi di mana dia juga senang diperhatikan dan ingin memiliki seseorang yang disukai. Selain itu, Diana, Imey, dan Valen yang pada dasarnya menjadi antagonis, menambah keseruan cerita. Saya paling suka adegan ketika Runa berkonfrontasi dengan Diana dan Valen sebelum mereka berubah menjadi teman baik. Emosinya sangat terasa. Yang sedikit saya sayangkan adalah sosok Vio, seorang senior baik hati yang perannya terasa hanya secuil. Padahal sosok ini cukup menarik dan membuat saya penasaran dengan latar belakangnya. Sedangkan mama dari Aruna berperan cukup penting sebagai sosok dewasa pengayom dan panutan para tokoh remaja di sini.

Mengenai deskripsi, nuansa kehidupan sekolah dan remaja pada umumnya cukup sukses digambarkan. Hanya sedikit catatan mengenai fashion style para tokoh dalam beberapa kesempatan. Terutama momen ketika Runa, Nada, dan Diana terlibat kompetisi pagelaran busana. Saya merasakan detail pemaparan penulis tentang istilah-istilah khusus jenis busana dan aksesoris yang dikenakan masih kurang terperinci. Seharusnya riset bisa lebih mendalam lagi agar terasa ‘feel’ kompetisinya. Detail ini juga bisa mempertajam karakter tiap tokoh tersebut.

Secara keseluruhan, saya suka sekali dengan teenlit ini. Salut dengan sikap pantang menyerah Runa, dengan keberaniannya, dengan sikapnya yang terkesan cuek tapi baik hati dan mudah memaafkan, serta sikap hormatnya pada yang lebih tua. Runa mewakili pesan cerita tentang menjadi sosok remaja yang berkarakter, tidak mudah terpengaruh efek buruk pergaulan masa kini. Novel yang menghibur sekaligus patut dibaca oleh para pembaca belia masa kini, terutama yang sedang gamang mencari jati diri.

*Juga tayang resensi di blog saya: www.menukilaksara.blogspot.com

Profile Image for Seffi Soffi.
490 reviews143 followers
April 2, 2018
4.5 🌟

Membaca kisah Aruna ini menghibur banget, kisah tentang perjuangan Aruna yang menurunkan berat badannya. Yang awalnya dia cuek bebek aja gitu, tapi setelah temen-temen doyan ngebully ditambah sepupunya yang sempurna. Membuat dia minder, akhirnya dia mencari jalan cepat untuk dietnya. Sayangnya itu berakibat jelek buat Runa, apa ya itu? Baca aja deh. Aku cukup cerita sampe sini.
.
❤ Baca kisah teenlit itu selalu seru dan aku suka! Kenapa? Karena emang merasa dejavu akan kehidupan zaman sekolah dulu. Ditambah gaya bercerita penulis ini menarik dan detail, seruu banget bacanya sampe tau-tau udah bab akhir.
.
❤ Tokoh-tokoh yang kuat dan emang khas anak remaja banget. Remaja yang masih labil dan masih mencari jati diri dan juga kenyamanan. Aruna tokoh yang cukup bikin aku tertarik, sifatnya emang gemesin dan pintar. Raka, ini rada bikin kesel sih yak. Tapi ya logis juga sih, ketakutan akan persahabatan rusak. Jadi ya mending diam saja. Nada cukup supportif juga sih. Dia anak yang baik.
.
❤ Gaya bahasa yang mengalir dan ringan, memakai sudut pandang orang ketiga. Tapi pikiran para tokohnya tersampaikan dengan baik.
.
❤ Konfliknya bukan hanya tentang cinta, menurunkan berat badan, yang paling penting ini tentang Bullying. Ya disetiap cerita SMA, selalu ada perundungan begini yak. Meskipun hanya dengan verbal tapi menyangkut fisik, bikin sedih. Romansa cintanya, cukup pas porsinya. Gemes juga ya sama Raka. Banyak banget pembelajaran yang bisa diambil dalam novel ini. Tentang memaafkan dan persahabatan.
Oh ya, cuman ada satu pertanyaan sih. Tentang anak bandel yang merokok di Kantin. Boleh yah? Kalau lingkungan sekolah sih, ketauan Guru kan bahaya.
.
Aku selalu suka banget sama cerita teenlit! Dan teenlit bikin aku baper juga sih, ketawa dan sedih juga. Rekomen banget bagi yang suka cerita Teenlit ❤
Profile Image for Eksa.
292 reviews25 followers
July 14, 2018
Nyelesain ini cuma sehariii. Well.... Cukup terhibur😂😂 diliat dari garis besarnya, konfliknya memang klise sih, udah bisa ketebak gimana alurnya. Ada juga beberapa drama, khususnya yang bagian perubahan Diana ke Aruna.
Terus, banyak pula printilan-printilan yang bikin tepok jidat atau geleng-geleng sambil ngomong: hadeeeehhh.
Yha, tapi aku cukup terhibur kok, gaya bahasanya asik dan ringan, gak bikin bosen bacanya, gak bikin pengen lewat-lewat, trus humornya juga mayan lahhh.
Amanatnya juga oke, dan bagi org yang sensitif soal berat badan kayak aku..aku banyak sedihnya ketika baca Aruna dibully gini😭

Nah karakter.. Suda pasti aku suka Runa. Dia ini hebat ya, meskipun org2 banyak yg ngatain, bahkan Raka sahabatnya sendiriiii (kalau aku jadi Runa, udah aku musuhin tuh si Raka), abis Raka jahat deh, tega benerrr😭 tapi Runa tetep bisa bangkit dengan kekuatannya sendiri (ada sih penyemangat dari Vio di salah satu scene, tapi aku rasa Runa emg lebih banyak ngikutin kata hatinya sendiri, terutama saat dia harus ngeladenin org2 yg bully dia)

Karakter yg gak suka: Raka! Gak jelas bgt wkwkwk😂 udah jahat, plinplan, egois, (disebutin di buku) apa lagi ya...yha gitu deh. Raka ini paling nyebelin. Aneh. Berubah-ubah. Paling kesel sama Raka ketika dua scene ini: 1. ketika Runa baru mau siuman➡ hellooo rakaaa pliss dehhh tau tempat dan tau waktuuu ya, jangan lagi ya nak. Speechless sumpah, bukannya baper.
2. Ketika dia ngira kalau Nada gak akan suka sama dia➡ helooo rakaa😭😭 yg dari awal godain Nada siapa ya?😭😭
Ah sudahlah.

Karakter kasian: Nada, sabar ya nak, jauh-jauh pindah dari tasik mau nyari suasana baru malah masuk ke drama. Pukpuk.

Nah segitu aja kayaknya, buat yg nyari 'cemilan manis' disela-sela suntuk ataupun yang punya kisah relate sama tema ini, pasti bakalan suka kok! Ceritanya asik😄

P.s aku aja atau ada yg lain ya? Kalimat terakhir novel ini (ada juga di bab-bab sebelumnya) mengingatkanku sama qoute Pidi Baiq yang di novel Dilan trus ditulis juga di dinding jalan Asia Afrika. Heheheheh😂

P.s.s aku suka ini: "perasaan kok dipikirin, perasaan itu diungkapin!" Ngahahaha cucok😂👌
Profile Image for Priscilla Wibowo.
27 reviews
February 24, 2018
5 stars karena beyond my expectation. Membaca sinopsis di belakang sama beberapa review di goodreads membuat saya mikir novel ini bakal jadi super ringan dan super mainstream — ternyata widih... bisa dalem juga konfliknya. Seru!
Pas banget baca novel ini setelah kecewa membeli novel Resign! (yang katanya PO-nya sampe berdarah-darah). Mengobati kekecewaan banget :)
(Setelah garis di bawah, review saya mungkin mengandung mild spoilers).

Suka banget sama konflik batin Aruna, Raka dan Nada. Terbaik. Ini yang bikin novelnya jauh di atas espektasi saya.
Saya juga suka sama karakter Aruna, yang lumayan konsisten dengan karakternya yang “nggak peduli dengan omongan orang”. Bahkan sampai Aruna berubah pun, dia tetep diomongin orang dan dia nggak peduli. Wah, ini adegan paling nampol karena orang-orang Indo selalu gitu wkwk apa aja diomongin dan Aruna yaampun saya salut banget sama kamu huhu.
Terus, saya juga suka sama keberadaan Valen yang bikin novel ini jadi lebih greget #TeamArunaValen
Sisanya, novel ini ya tetep jadi novel yang ringan dan idem sama orang2, bisa ditebak. Contohnya, pas Aruna menang, kesannya agak maksa(?). TAPI, balik lagi ke opini saya di awal, what makes this novel special are the unpredictable conflicts.
Profile Image for Sayfullan.
Author 10 books39 followers
August 10, 2018
Saya berhasil baca dua kali duduk, karena dipending shalat jumat. Habisnya seru, ngalir, dan dialognya kocak. Sumpah, saya jatuh cinta sama tokoh Aruna. Karakternya loveable banget. Kuat, walau dihina-hina tapi tetap bangkit juga. SALUT!

YANG NGESELIN ITU RAKA!

Karakter type cowok pengecut dan bikin masalah, terus malah banyak menjatuhkan korban. Dia ababil banget. Eh, namanya juga masih remaja.

Jalan cerita sudah bisa ditebak ke mana arahnya. Namun, bagian Diana, saya rada kaget dengan scene tiba-tiba itu. Ternyata scene itu sangat penting untuk keperluan mendekatkan kakaknya ke Aruna biar Raka bisa cemburu.

Ending manis dan happy, membuat saya tersenyum setelah menutup buku. Muatan moralnya pun banyak banget. Good job Meg.

3.25 untuk Aruna yang keren dan penulisan yang renyah dan remaja banget.
Profile Image for Windi .
3 reviews
February 21, 2018
Beli dan baca buku Kilovegram karena penulisnya satu grup komunitas di Facebook sama eyke, Komunitas X-Tra L Indonesia, tempat berkumpulnya perempuan-perempuan kece bertubuh Plus Size :) Mega tau aja deh "target pasar"nya :D

Sebelumnya, selamat untuk Mega atas terbitnya Kilovegram. Walau mungkin eyke sudah terlalu tua untuk baca bacaan sejenis Kilovegram tapi Mega berhasil bikin eyke senyam-senyum sendiri lewat tulisannya. Ya karena bagi eyke yang bertubuh plus size, ceritanya nyerempet-nyerempet dikit seperti yang eyke alami. Terutama bagian body shaming yang dialami Aruna.

Buat eyke, novel ini bagus banget justru karena sederhana. Cerita yang sederhana, tapi banyak "pesan tersembunyi". Cocok abis untuk dibaca remaja masa kini!

Sekali lagi, selamat! 5 bintang untuk kerja keras Mega yang sudah menulis novel ini.
Profile Image for Vio Reads.
146 reviews
October 27, 2020
Kisah klasik percintaan anak sekolah 🙈 *eh pdhl aku jg masih sekolah wkww

Walau udh tau endingnya gimana, tetep fun aja liat masing2 tokoh berkembang. Aruna yang akhirnya bisa PD dengan tubuhnya, Raka yang mulai menyadari perasannya. Dan tokoh-tokoh lainnya yang mendukung perkembangan tokok utama di buku ini.

Bacanya cepet banget, tapi aku suka ❣
Profile Image for Nona Candra.
1 review1 follower
January 24, 2018
Terus terang saya dah lama gak baca buku dan bukan waktunya baca teenlit, gak pernah main goodread juga. Terakhir baca buku waktu kuliah kali ya? Baca buku inipun pinjem dari penulisnya langsung sebelum bukunya resmi terbit dan ditodong untuk diulas di sini... hehe. Langsung aja...

Kilovegram ini bacaan ringan dan remaja banget, tentang Aruna yg merasa gak pede sama bentuk tubuhnya dan gimana ia menepis komentar negatif sekelilingnya. Saya suka sama Kilovegram, tapi kayaknya ini lebih cocok jd bacaan buat anak saya besok kalo dia menginjak remaja. Selain ringan, pesan yg ingin disampaikan oleh Kilovegram juga bagus, pas banget untuk bahan motivasi remaja masa kini. Tadinya mau kasih 4 bintang, tapi karena lumayan banyak typo dan beberapa hilangnya kata yg harusnya melengkapi satu kalimat, jadi 3 bintang aja ya hehe. Btw, daripada Aruna-Raka saya malah lebih suka interaksi Aruna-Mama.

Semoga karya selanjutnya bisa lebih baik.

(Yen, dah direview nih :P)
Profile Image for Nana Chan.
89 reviews2 followers
May 23, 2018
Cerita yang manis. Bikin hati lumer dengan sikap manis Raka. Selain itu begitu banyak pesan moral yang disampaikan oleh penulis.
Profile Image for Lievadiar.
147 reviews16 followers
June 27, 2018
Judul : Kilovegram
Penulis : Mega Shofani
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman : 272
Tahun terbit : 2018

Buku kedua Mbak Meg yang kubaca setelah buku pertamanya yang berjudul Love Apart . Yuhuuuuu di buku kedua ini rasa-rasanya lebih baik daripada yang pertama, peningkatan nih.. yeay!

Dari tema bisa dikatakan mainstream sih ya.. friendzone gitu. Hmmm tapi tapi tapi diantara tema mainstream pasti selalu punya ciri khas tersendiri. Kayak Mbak Meg nih, nggak cuma friendzone yang dibahas. Kilovegram juga menceritakan si Aruna yang berbadan subur dalam menghadapi kejamnya dunia *ciaaaaaaat*

Kalo biasanya di novel-novel remaja tokoh ceweknya cantik, smart, seksi, aduhai lah yang gampang banget disukain cowok-cowok.. beda halnya dengan Kilovegram. Kamu nggak bakal nemuin tokoh utama cewek model begitu. Di sini tokoh utamanya cewek dengan kelebihan berat badan, tapi jangan salah.. selain BB yang berlebih, terdapat kelebihan-kelebihan lainnya pada diri Aruna. Tapi walaupun begitu tetap saja, banyak yang meremehkan Aruna. Banyak yang nge-bully di sekolah, bahkan sahabatnya sendiri (yang sialnya dia suka) pernah ngomong gini :

"Runa, biarpun cewek di dunia ini nantinya cuma lo, gue nggak akan pernah mau jadi cowok lo!" - hlm. 15


Gimana perasaan lo? Kalo Runa ya jelas tertantang, suatu motivasi dia buat merubah penampilannya

"Kemakan omongan sendiri baru tau rasa lo. Suatu hari kalau lo jatuh cinta sama gue, lo yang bakal kepayahan ngejar-ngejar gue. Kumpulin semua sel otak lo buat inget-inget itu ya!" - hlm. 15


Tapi dibalik semua keberanian itu tentu saja rasa insecure selalu menghantuinya. Apalagi kedatangan sepupunya yang langsung disorot semua orang, Nada. Sepupunya yang cantik, yang supel, yang lain-lainnya deh. Yah, remaja kan gitu.. selalu merasa nggak pede dengan apa yang ada pada dirinya, tak terkecuali Aruna

"Gimana mau punya cowok kalo badan pipi semua? Gimana mau ada yang naksir, betis aja kayak tabung gas begini? Jatuh cinta sih jatuh cinta... Yang nangkep cintanya ada nggak? Boro-boro nangkep, baru lihat badan gue segede meja makan begini aja mungkin udah bikin cowok-cowok keburu kabur." - hlm. 21


Tapi, dari banyaknya orang yang nge-bully Aruna, masih ada beberapa orang yang menyemangati dia agar lebih percaya diri, yang pertama ya Ibu. Aih terharu sama interaksi Aruna dan ibunya aku tuh (sedia tissue). Dan masih ada beberapa orang lagi, salah satunya dia nih.. favoritku (siapa? baca aja novelnya :p)

"Zaman sekarang kalo malu berekspresi dan berkarya, terus mau jadi apa? Sayang sekali kalo hanya malu sampai menghalangi kamu untuk membuktikan kualitas diri." - hlm. 98


"....setidaknya kamu udah mencoba untuk lebih percaya diri dengan bentuk tubuh kamu saat ini. Nggak semua orang bisa seperti itu. Emang yang mengolok-olok kamu bisa kayak kamu? Ayo dong, jangan pesimis. Badan besar bukan halangan untuk berekspresi kok." - hlm. 98


Novelnya teenlit banget, ringan, nggak berat konfliknya. Tapi tapi tapi banyak pesan yang lumayan dalem, juga ada bahas diet yang baik itu seharusnya gimana. Dan kocaknya cerita ini dapet banget! Nggak asal baper-baper doang, hahaha. Novel ini naikin moodku yang kemarin sempet dibikin down banget gara-gara baca buku dengan ending yang begitu.. *cry*

Yang disayangin sih banyak missing words yang suka bikin emesh, ya gimana ya.. pas baca sampe akhir kalimat kayak nggantung gitu.. atau di tengah-tengah kalimat kayak yang.. lah ini maksudnya gimana? Karena ada 1-2 kata yang hilang dalam 1 kalimat. Dan ada juga yang salah sebut nama, hmmm. Semoga ada cetak ulang lagi biar bisa lengkapin missing words itu di cetakan selanjutnya ya~

Overall 3.8 aku buletin ke 4 bintang untuk novel ini, yeay!
Profile Image for Fikriah Azhari.
362 reviews148 followers
March 3, 2018

“Memangnya siapa gue sampai merasa berhak untuk sakit hati?” — Kilovegram


3.5 of 5

Salah satu teenlit baru terbitan GPU yang rasanya wajib untuk dibaca bagi kalian yang ingin diaduk-aduk emosinya. Menceritakan tentang Runa yang sering mendapatkan komentar mengenai ukuran tubuhnya, bahkan ketika sekarang ia sudah berada di bangku SMA.

Juga kehadiran Nada, sepupunya yang kemudian berhasil menyita perhatian Raka, sahabatnya.

Berbagai tekanan dirasakan Runa, terlebih setelah kedatangan Nada, perbandingan antara dirinya dan Nada semakin sering terdengar. Dan, hal itu juga yang menjadi acuan dirinya untuk berubah.

Kilovegram menyajikan kisah cinta pertama yang penuh dengan emosi, di mana pastinya hal itu datang meski kita sedang tidak menyadarinya.
Profile Image for Ika.
103 reviews3 followers
April 2, 2018
Novel ini dibuka dengan cerita MOS di SMA Angkasa. Di salah satu sudut lapangan ada Aruna yang sedang push-up sebanyak seratus kali, jika untuk cewek yang berukuran tubuh normal, mungkin push-up itu sedikit jadi mudah, tapi ini untuk Aruna, cewek cantik yang memiliki berat badan sembilan puluh kilogram dengan tinggi badan 163 sentimeter.
.
Aruna pingsan dan itu karena Raka Gheoputra —yang kata Aruna gantengnya mirip Ridwan Ghany tapi lebih gantengan si Ridwan Ghany—.
.
"Gimana lo mau langsing dan punya cowok Run, kalo tiap gue salah sama lo hanya bisa dimaafkan dengan traktiran?" — Hal. 14
.
Ya begitulah Aruna Mega, cewek cantik yang tidak bisa menolak dengan yang namanya makanan. Kalau Raka buat salah, pasti permintaan maafnya akan diterima oleh Aruna jika Raka mentraktir gadis tambun itu.
.
"Runa, biarpun cewek di dunia ini nantinya cuma lo, gue enggak akan pernah mau jadi cowok lo!"
"Kemakan omongan sendiri baru tahu rasa lo. Suatu hari kalau lo jatuh cinta sama gue, lo yang bakal kepayahan ngejar-ngejar gue."
"Heh, pipi tembem, lengan petinju! Suatu hari yang lo maksud itu nggak bakal terjadi."
— Hal. 15
.
Nah.. Apakah satu hari yang dimaksud Aruna akan terjadi? Raka Gheoputra, kakak kelas Aruna yang juga sahabatnya akan takluk padanya?
.
.
Raka dan Aruna bersahabat. Persahabatan mereka membuat beberapa orang di sekolah tidak suka dan tidak percaya bahwa cewek tambun seperti Aruna bisa berdekatan dan bersahabat dengan cowok ganteng seperti Raka.
.
Imey dan Diana, salah dua orang yang suka mengolok-ngolok Aruna. Mereka berdua tidak suka melihat Aruna yang selalu terlihat berdekatan dengan Raka.
.
Sangking tidak sukanya, Imey dan Diana menyebut Aruna dengan Arundut. Bahkan mereka tidak sungkan mengungkit kejadian yang berkaitan dengan kedua orang tua Aruna.
.
Di lain kesempatan, Aruna senang banget dengan kedatangan Nada, sepupunya, yang akan pindah ke sekolahnya. Tetapi siapa sangka kehadiran Nada membuat persahabatan Aruna - Raka merenggang. Bahkan Raka tidak menganggap kehadiran Aruna lagi.
.
Raka tidak ada ketika Aruna ingin curhat karena sakit hati dengan ucapan Imey dan Diana. Bahkan, ketika Aruna dijegal oleh Valen, jangankan menolong, Raka hanya melengos seolah-olah tidak mengenal Aruna.
.
Disini tuh aku kesal banget sama Raka. Nggak suka aja sama tingkahnya Raka. Aku bisa merasakan kesedihan Aruna.
.
Aruna berpikir bahwa Raka tidak "melihat" dia karena Nada lebih cantik. Sejak kejadian itu, Aruna bertekad untuk langsing. Semua cara ditempuh Aruna mulai dari olahraga sampai minum pil pelangsing.
.
Aruna melakukan diet tersebut karena tidak ingin kalah sama cewek-cewek lain. Dan yang paling penting, Aruna melakukan diet karena ingin merebut perhatian Raka.
.
Berhasilkah Aruna melakukan dietnya?
.
.
Setelah usaha yang dilakukannya, kini Aruna memiliki "penampilan" baru dan Mama Aruna meminta dirinya untuk ikut peragaan busana. Kali ini peragaan busana yang akan diikuti Aruna terasa spesial bukan karena "penampilan" baru Aruna tetapi juga ia akan memakai sebuah gaun berharga peninggalan Papanya.
.
Ahh.. Mataku menghangat ketika scene ini.
.
"Lo jangan senang dulu, Aruna. Percuma aja lo menang kalau buat ngedapetin hati Raka aja nggak bisa. Kita sama-sama kalah. Lo ataupun gue nggak akan pernah mendapatkan Raka. Dan bagi gue, itu cukup adil." — Hal. 176
.
Ya begitulah Diana. Gadis cantik yang juga ikut peragaan busana ini selalu tidak menyukai Aruna. Ada saja omongan jahat yang dilontarkan dari mulutnya hanya untuk menyakiti Aruna. Aku hanya berharap Aruna tidak tersakiti dengan omongannya.
.
Jangan terlalu membenci seseorang karena bisa jadi seseorang itu yang akan menolong mu dan jangan terlalu menyukai seseorang karena bisa jadi seseorang itu yang akan menyakitimu.
.
Mungkin ungkapan ini lah yang cocok kita sematkan pada Diana. Ketika Diana dilecehkan...hampir diperkosa, Aruna datang menolongnya. Orang yang ia jahatin, malah yang menolongnya.
.
Kasus yang menimpa Diana ini, tidak hanya membuat Aruna dekat dengan Diana tetapi juga dekat dengan Valen, kakaknya Diana. Dan kedekatan Aruna - Valen itu membuat Raka berang. Bahkan Raka sampai menonjok Valen.
.
"Yah, gue maklumin aja dia jadi nggak waras dan asal main jotos begitu. Namanya juga orang jatuh cinta. Jadi gila." — Hal. 222
.
Apa yang sebenarnya terjadi pada Raka? Apa benar yang dikatakan Valen bahwa Raka jatuh cinta pada Aruna?
.
.
"Cinta memang bukan soal ukuran, bukan soal angka pada jarum timbangan, juga bukan soal wajah yang dipoles riasan. Cinta melibatkan lebih dari itu... Yaitu perasaan." — (Kilovegram, Hal. 268
.
.
Siapa sangka aku langsung jatuh cinta sama tulisan Mega hahaha..
.
Novel bercover pink magenta *ini menurutku* tidak hanya menyajikan cerita tentang romansa dan persahabatan anak SMA tetapi juga tentang isu bullying baik secara verbal maupun fisik. Bullying itu sama sekali tidak diperbolehkan karena bisa mengakibatkan fatal lho.
.
Novel yang menggunakan POV 3 ini berhasil menyihir aku dikarenakan bahasa yang ringan, alur cerita yang menarik dan eksekusi endingnya cukup manis.
.
Dari semua tokoh yang ada, tentu saja aku sukanya sama Aruna dan Nada. Aku suka Aruna karena anak ini berhati baik, selalu baik sama siapa saja walaupun orang itu telah menyakitinya. Sedangkan Nada, aku suka karena anaknya fair, tidak suka memaksakan kehendaknya, dan sayang banget sama Aruna.
.
"Sebenarnya gue itu anaknya asik kalo gak diusik. Nggak bakal nyolot kalau nggak ada yang nyulut." — (Aruna, Hal. 190)
.
Banyak sekali pesan moral yang disampaikan penulis melalui novel ini, salah satunya adalah bahwa cinta itu bukan sekedar mementingkan soal fisik tetapi melibatkan lebih dari itu yaitu perasaan. Karena cantik itu ejaannya bukan K.U.R.U.S 😊😊 ya readers.
.
.
IG @dumzcharming
Profile Image for Ani Widihastuti.
11 reviews1 follower
April 29, 2018
Aruna sebenarnya cantik, tapi sayangnya gendut. Awalnya Runa tak mempermasalahkan berat badannya yang hampir mencapai satu kuintal. Toh Raka -sahabatnya- juga tak pernah benar-benar menyuruh Runa mengurangi porsi makannya. Kepercayaan diri Runa cukup tinggi meski ia mendapat bullying dari teman satu sekolahnya. Aku salut sama kepribadian Runa, dia bisa survive di tengah perundungan yang ia dapatkan.

Sampai suatu ketika, Nada, sepupunya dari Tasikmalaya datang dan berencana melanjutkan pendidikan di sekolah yang sama dengan Runa. Bahagia? tentu saja. Itu yang dirasakan Runa. Menjadi anak semata wayang dan hanya tinggal berdua dengan sang Mama membuat Runa menerima kehadiran Nada dengan tangan terbuka. Apalagi sikap Nada yang supel dan pembawaan yang ceria.

Dari segi fisik, Nada berbanding terbalik dengan Runa. Meski Runa juga cantik, tetapi apa yang ada dalam diri Nada merupakan apa yang diinginkan Runa. Badan tinggi, cantik, berlesung pipi, dan tentunya langsing. Bodygoals kalau istilah zaman sekarang.
Di sekolah pun Nada langsung menyedot perhatian warga sekolah, termasuk Raka.

Seiring berjalannya waktu, Raka yang dari awal menunjukkan ketertarikan dengan Nada seolah melupakan kehadiran Runa. Banyak waktu yang Runa jalani sendiri hanya karena Raka lebih memilih bersama Nada. Awalnya Runa merasa biasa saja, sampai suatu ketika Raka melontarkan ucapan yang membuat Runa merasa minder. Runa jauh bila dibandingkan dengan Nada. Wajar jika ia tak memiliki teman selain Raka dan Nada. Wajar juga Raka memilih Nada dibandingkan dirinya. Akibat ucapan Raka itulah, Runa bertekad untuk berubah.

Pertanyaannya, apa Runa berhasil menurunkan berat badannya? Jikalau pun berhasil, apa Runa akan bahagia meski alasan dia berubah justru tak peduli dengan perubahan itu. Temukan jawabannya di Kilove Gram.

Aku suka dengan ide cerita yang diangkat. Bagaimanapun, fisik memang cukup sensitif untuk beberapa orang. Kak Mega berhasil memainkan perasaanku. Konfliknya sukses membuat hati nyeri. Aku seolah berada di posisi Runa saat membaca novel ini. Sampai sekarang pun, aku masih belum bisa move on.
Dari segi bahasa pun enak untuk diikuti, seperti mengalir dan ingin terus membuka lembar demi lembar.

Karakter masing-masing tokoh juga kuat. Termasuk Raka. Kak Mega, aku izin mau nguncir bibir dia boleh nggak? Abis omongannya nggak difilter sama sekali. Bikin greget.

"Untung namanya Aruna Mega, bukan Aruna Giga."
"Ya namanya pake Mega aja segede gini, giman Giga?" Hal. 65

Ya ampun Raka. Ini aku antara ingin ketawa tapi juga ikut nyesek.

Nah, eksekusi konfliknya juga berhasil. Disini, aku jadi ingin nimpuk kepala Raka biar sadar. Mereka cewek woi! Astaga. Sepanjang cerita, aku justru malah sering mengumpat karena kelakuan Raka. Harus banyak-banyak istigfar ini mah.

Pokoknya, Kilove Gram recomeded untuk kamu baca. Novel ini mengajarkan untuk tetap percaya diri, apapun kondisimu. Fisik bukan segalanya. Syukuri apa yang telah kamu dapatkan, karena itu bentuk anugerah dari-Nya. Aku sangat terkesan dengan ketenangan Runa saat menghadapi bullying teman-temannya. Ini bisa menjadi contoh untuk semuanya agar jangan diam saja saat tertindas. Buktikan bahwa kita nggak lemah seperti yang mereka kira. Selain itu, berubahlah untuk diri kalian sendiri serta atas kemauan hati.

So, tunggu apalagi. Yuk jemput Kilove Gram toko buku atau online shop terpercaya
Profile Image for Nabila.
40 reviews
July 9, 2018
aku mendapatkan buku ini dari giveaway yang diakan oleh kak Mega di twitter pada awal bulan Mei kalau ga salah. terima kasih kak Mega:)

sebelumnya aku juga mau minta maaf baru bisa baca dan review sekarang:"

Cerita singkat :
Kilovegram menceritakan tentang seorang gadis yang baru masuk SMA bernama Aruna. Aruna ini sangat spesial karena memiliki bobot tubuh yang lumayan untuk anak seusianya.

Di SMA barunya, Aruna ternyata satu sekolah dengan Raka, sahabatnya sedari kecil. Raka yang notabene kakak kelas Aruna dan juga anggota OSIS ini ternyata memiliki wajah yang menarik dan mudah untuk membuat cewek jatuh cinta. Namun, bagi Aruna tidak. Raka hanyalah sahabatnya yang konyol dan suka merebut makanannya.

Sepulang dari sekolah, Aruna mendapat kabar kalau Nada, sepupunya yang tinggal di Tasikmalaya akan pindah dan tinggal di rumah Aruna. Dan yang lebih menyenangkan lagi Nada akan satu sekolah dan satu kelas dengan Aruna.

Akhirnya Nada pun masuk sekolah dan Aruna juga mengenalkan Nada pada Raka, yang membuat Raka jatuh cinta pada pandangan pertama pada Nada yang berwajah cantik. Hal itu membuat gelisah dalam diri Aruna. Aruna pun memutuskan untuk menjalani diet walau dengan cara yang salah. Bagaimana ya kisah dari Aruna selanjutnya?

***

Review :
Kilovegram ini kisah remaja banget. Berkisah tentang sepasang laki-laki dan perempuan bersahabat sangat sering dijumpai dalam kehidupan remaja. Kalau bahasa kerennya sih friendzone.

Aku suka banget sama gaya bahasanya yang mengalir dan bikin aku terbawa dengan perasaan Aruna saat berusaha untuk diet.

Aku juga sempat meneteskan air mata di beberapa bagian dari novel ini dan tertawa saat membaca bagian interaksi Aruna dan Raka.

Namun, begitulah. Tak ada namanya persahabatan murni antara laki-laki dan perempuan. Semuanya mengalir begitu saja tanpa ada kepura-puraan.

Dan aku suka banget sama endingnya! Gemes banget sama Raka. Eh, sama Aruna juga sih hehe.

Terima kasih kak Mega atas bukunya yang menyenangkan:) Ditunggu karya selanjutnya
Profile Image for Melanie.
3 reviews
March 1, 2018
Izinkan gw mengulas dari sudut pandang gw dan cara gw (sebagai seseorang yg baru belajar membuat review)....

So, Aruna ini baru masuk SMA. Bisa kita tebaklah ya umurnya baru 15/16 tahun, masa-masa nak cewe lagi doyan baper. Aruna punya badan besar yang membuat ia sering dibully oleh teman-temannya. Dia cuma punya satu sahabat sejak kecil Raka namanya. Dari sini aja gw udah bisa nebak, tapi eksekusi mayan... tapi tunggu dulu. Gw lanjutin dulu. Tetiba sepupu Aruna, Nada, pindah ke sekolah yg sama dengan Aruna, membuat perhatian Raka tersedot oleh Nada. Aruna yg biasa mendapat perhatian lebih dari Raka merasa ada yg kurang dan mengubah penampilannya demi menarik perhatian Raka lagi.

Gw berusaha memahami apa yg ingin penulis sampaikan lewat buku ini. Namun yang gue gak pahami... Raka, oh, Raka... kenapa dirimu begitu, siiih? Katanya sahabat? Sahabat kok gengges. Terus terang Raka adalah karakter yang paling gw gak suka di sini sekalipun sikapnya ke Runa manis banget (kalo lagi bae). Jadi gimana ya... karakter Raka ini… ke sana nyakitin, ke sini nyakitin, (tapi gamau disakitin ha-ha-ha) HANYA KARENA DIA NGGAK NGERTI SAMA PERASAANNYA SENDIRI. Yawlaaa... cowok cem apa sih kamu? Heh?!?!?!

Atau mungkin author sengaja pengin bikin KZL dengan karakter yg kayak Raka? Mengingat zaman now banyak banget lelaki brengseeee cem Raka, LOL. Jadi tipe Raka tuh, tipe orang yang bermasalah sama dirinya sendiri but he always blames everyone. Thor, author, kalo emang sengaja pengin bikin yg nyebelin, selamat, anda berhasil.

3 stars untuk karakter Aruna yang melawan saat ditindas, karakter Kak Vio yang sekelebat doang padahal gw suka, dan ending yang manis. Yaaa, gw suka banget sama endingnya sih, walopun menuju ending itu sendiri rada bosenin dikit buat gw. Ah, segini dulu. Moga tulisan penulis lebih bae lagi.
Displaying 1 - 30 of 73 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.