Jump to ratings and reviews
Rate this book

Ice Break

Rate this book
Pelangi Azalia terjebak pada situasi ketika dia harus meluluhkan hati Tirta Natawijaya. Seseorang yang terkenal kejam, dingin, juga jarang tersenyum. Seseorang yang kata murid-murid SMA Nusantara tidak punya hati. Lewat acara di ekstrakulikuler jurnalistik, takdir mempertemukan keduanya kembali.

“Karena sebenarnya, saya orang yang takut kehilanga.” –Tirta Natawijaya

“Aku lelah… kapan kamu tidak menyuruhku pergi? Aku bosan medengar kata ‘pergi’”-Pelangi Azalia

“Sahabat akan memperjuangkan apa pun untuk orang yang ia sayang, walau dari jauh sekalipun. Dan tak ternilai.” -Kalista

500 pages, Paperback

First published January 29, 2018

29 people are currently reading
209 people want to read

About the author

Inge Shafa

4 books3 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
42 (42%)
4 stars
30 (30%)
3 stars
16 (16%)
2 stars
9 (9%)
1 star
3 (3%)
Displaying 1 - 7 of 7 reviews
Profile Image for inas.
393 reviews37 followers
October 4, 2023
Premis ceritanya menarik, tentang misi klub jurnalistik buat meluluhkan orang-orang yang dianggap "dingin" cenderung introvert, biar nggak jadi kaku-kaku banget.

Aku cukup enjoy sama ceritanya. Gaya bahasanya lumayan mudah buat diikuti. Dan ceritanya ringan abis, nggak terlalu banyak konflik berat.

Cuman, ada beberapa hal juga yang aku kurang sreg. Mulai dari typo yang banyak dan cukup parah, motivasi tiap tokoh yang kurang jelas, sampe perkembangan plot yang menurutku bisa lebih padet kalo alurnya lebih terarah.

Pertama, Pelangi. Cewek ini dibikin bergantung ke Tirta, meski udah dijahatin berkali-kali. Memang, sebagai pembaca, aku jadi sadar kalo perilaku ini salah dan nggak wajar. Tapi, selama baca, aku jadi kesel sendiri. Udah ditinggal di tengah jalan out of nowhere pas lagi hujan deres, HP Pelangi dibanting ke jalan padahal cuma mau ngehubungi ketua ekskul, di-ghosting, ditarik-ulur, kok ya masih percaya Tirta bisa "berubah" jadi hangat lagi. Unless she's a masochist, I've no idea what's gotten into her. (・3・)

Kedua, Tirta. Meski dibilang dingin, punya masa lalu kelam, somehow , karakternya menurutku yang paling dangkal. Motivasinya nggak jelas apa. Perannya memang dibuat nyebelin, tapi perubahan emosi, keputusan, dan gerak-geriknya terlalu random dan nggak jelas pemicunya apa. Kalau alasannya Tirta tantrum, dan memang mood swing, harusnya tetep dibuat konsisten. Dan masalahnya bisa diselesaiin satu per satu.

Mungkin ini masalah selera ya, tapi aku kurang suka aja pas Pelangi sama Tirta udah mencapai kesepakatan, terus salah satu dari mereka mulai debat, ngajuin pertanyaan, akhirnya berantem lagi, saling ragu lagi, dan gituuuu terus nggak selesai-selesai. Jatuhnya redundant dan kurang ngena.

Ketiga, Kalista. Ini tokoh antagonis yang terlalu hitam-putih dan kurang fleshed out. Aku ngerasa penulisnya pengen ngasih kesan baik buat Kalista, bahwa nggak semua orang jahat itu sejahat yang terlihat. Tapi, dia juga udah sering bully Pelangi: mulai dari jegal kakinya, HP Pelangi dilempar, rambut Pelangi dijambak sampe hidung Pelangi berdarah. Mau apa pun alasannya, kekerasan menurutku nggak bisa diubah atau dimaafkan hanya dengan Like, that's so messed up and borderline manipulative. (ФωФ)

Urutan kejadian di novel ini juga agak berantakan menurutku. Aku sulit buat menjaga konsentrasi. Misal, di awal udah ada acara pensi dan rekam video. Di beberapa halaman berikutnya masih ada lagi itu pensi, tapi aku nggak ngerti kenapa kok ada jeda beberapa halaman. Intinya agak susah buat keep up sama tiap adegannya. Dan nggak ada yang ninggalin kesan berarti buat aku selain Tirta-Pelangi berantem-baikan-berantem-baikan, for 490-ish pages. (ノдヽ)

I guess I won't read any of her work again, wkwkwk. Udah intip dikit yang di Gramdig, dan kayaknya bakal nggak cocok lagi. 🥲

So, two out of five stars 🌚⭐️⭐️
Profile Image for Karina Manthovani.
10 reviews
July 5, 2022
Emotional rollercoaster banget ☹️😭 Aku merasa ini novel genre nya agak angst gitu karna cerita dari hidup beberapa karakter utama nya menyedihkan banget. Sering greget bgt sm Tirt yang suka tarik ulur, tapi kadang juga greget sama Pelangi yang bisa melakukan hal yang sangat bodoh!! Ending nya OK lah Pelangi dan Tirta akhirnya bersatu tapi kenapa harus ada salah satu character yang mati tragis 😭😭 Tapi yang aku suka dari buku ini tuh quotes - quotes nya simple gampang dimengerti tapi juga puitis, indah bahasa nya.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Isah.
83 reviews
May 19, 2024
⭐️ 2.7
Baca novel ini pas lagi zaman zamannya seneng bngt sama watt*ad, jd udah lumayan lama. Tapi kalau membandingkan buku buku lain dari platform yg sama, kepenulisan Ice Breaker terbilang lumayan cantik 😁
1 review
Want to read
February 2, 2021
.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Displaying 1 - 7 of 7 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.