Jump to ratings and reviews
Rate this book

Hijab For Sisters #1

Hijab For Sisters

Rate this book
Di hari pembagian rapor, Asha yang menjadi langganan juara umum di Pondok Pesantren Modern Putri Siti Fatimah, dikejutkan oleh pengumuman Ustazah Nurul mengenai beasiswa yang akan diberikan pihak pesantren. Namun karena nilainya nyaris seimbang dengan Khalda, para ustazah bingung menentukan siapa yang laik diterbangkan ke Jerman untuk mendapat pendidikan yang diimpi-impikan banyak santri.
Seakan masih kurang mengejutkan, pesantren mengirim keduanya untuk mengikuti satu semester pendidikan di sekolah umum sebagai tes akhir siapa yang lebih berhak mendapatkan beasiswa. Rangkaian tes ini sangat penting, karena baik Asha maupun Khalda bisa langsung menerapkan ilmu-ilmu agama yang sudah dipelajarinya di tengah-tengah siswa-siswi yang majemuk. Mampukah keduanya bersaing dengan sehat selama berada di sekolah umum yang terasa asing bagi mereka? Lantas, setelah mengalami berbagai kejadian yang membuat keduanya kian dekat, apakah pengumuman siapa yang akan mendapat beasiswa tersebut masih penting?

272 pages, Paperback

First published January 29, 2018

24 people are currently reading
194 people want to read

About the author

Anastasha Hardi

6 books4 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
46 (48%)
4 stars
31 (32%)
3 stars
15 (15%)
2 stars
3 (3%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 22 of 22 reviews
Profile Image for Fahri Rasihan.
478 reviews125 followers
June 13, 2018
Ini merupakan pengalaman pertama bagi saya membaca lini LaiQa dari penerbit Elex Media Komputindo. Lini ini menerbitkan novel-novel dengan cerita Islami. Saya senang saat ada penerbit yang mau menerbitkan novel-novel dengan bumbu Islami seperti Hijab for Sisters ini. Kehidupan remaja yang diberi bumbu ilmu agama merupakan hal yang baru bagi saya. Dan melalui Hijab for Sisters saya bisa melihat bagaimana pandangan Islam dalam membantu umat manusia dalam memecahkan masalah, terutama masalah yang dialami oleh remaja. Melihat kover bukunya yang manis berhasil membuat saya tertarik sekaligus penasran. Dengan menggunakan gambar sembilan tokohnya juga menambah nuansa manis dan ceria, seperti kehidupan remaja. Ditambah dengan latar berwarna pink membuat aura kecantikan dari kover buku ini semakin terasa. Penempatan judul dan nama penulisnya pun terbilang pas dan tepat dengan ukuran serta font yang sesuai.

Hijab for Sisters memiliki tema kehidupan remaja yang dibalut dengan unsur Islami. Jika dalam novel teenlit lebih terfokus kepada permasalahan remaja, tapi dalam Hijab for Sisters saya diajak untuk menyikapinya melalui pandangan Islam. Di mana Asha dan Khalda yang harus pindah dari pesantren ke sekolah umum harus menghadapi berbagai macam konflik yang mereka hadapi dengan ilmu mereka selama di pesantren. Menurut saya novel teenlit dengan bumbu Islami seperti ini harus lebih banyak lagi. Selain terhibur, kita juga bisa mendapatkan ilmu tentang agama Islam yang sangat bermanfaat. Satu hal yang saya sukai dari buku ini adalah cara penulis memasukkan unsur agama Islam yang terasa pas dan tepat, tapi tidak menggurui. Meskipun mungkin ada tokoh Khalda yang agak-agak bikin gemes, tapi selebihnya penulis cukup sukses mengemas ceritanya.

Tokoh utama dalam novel ini adalah Asha yang merupakan seorang santriwati pesantren yang memiliki karakter polos, baik hati, dan pintar. Semua karakter ini terbentuk dari didikan pesantren yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama. Namun, untuk mendapatkan beasiswa Asha harus bersosialisasi di sekolah umum. Dan akibat kepolosannya Asha merasa tegang dan kurang nyaman jika berbicara dengan laki-laki, terutama Aidan. Kemudian ada tokoh Khalda yang merupakan teman Asha di pesantren yang memiliki sifat lugas, berani, dan sensitif. Tak jarang kelugasan dan keberanian Khalda dalam memberikan komentar membuat teman-temannya sakit hati. Meskipun niat Khalda itu baik, tapi menurut saya sofatnya yang terlalu menghakimi dan merasa paling benar lumayan membuat saya gemas dan kesal. Ditambah lagi rasa sensitifnya yang tinggi menambah kekesalan saya. Akan tetapi semua sifat Khalda itu bisa dibilang wajar jika melihat latar belakangnya. Selain kedua tokoh tersebut, terdapat juga beberapa tokoh lainnya seperti Aidan, Ami, Chika, Paulin, Susanto, dan masih banyak lagi. Dari semua tokoh yang ada saya lebih menyukai tokoh Susanto yang entah mengapa bisa menghidupkan interaksi para tokohnya dengan tindak-tanduknya yang lebay. Penulis berhasil menghidupkan karakter para tokohnya dengan cukup baik, meskipun latar belakang mereka tidak digali terlalu dalam. Saya juga suka interaksi antara Asha dan Mama-nya yang luwes dan tidak kaku.

Dengan menggunakan sudut pandang orang ketiga melalui tokoh Asha, penulis berhasil memberikan jalan cerita yang lebih sederhana dan jelas. Alur ceritanya berjalan cepat dan mengalir. Saya sangat menikmati gaya bercerita penulis yang mengalir, jelas, dan tidak bertele-tele. Selain itu gaya bahasanya pun sangat sederhana dan mudah dimengerti terutama untuk para remaja. Typo yang saya temukan juga tidak terlalu banyak sehingga membuat saya nyaman ketika membacanya.

Konflik yang terdapat dalam Hijab for Sisters terbilang sederhana. Di mana Asha dan Khalda yang harus sekolah di SMA Pancasila Sakti harus dihadapkan dengan lingkungan sosial yang majemuk. Sementara mereka sudah terbiasa dengan kehidupan mereka di pesantren. Masalah-masalah yang dihadapi oleh Asha dan Khalda antara lain bersosialisasi dengan laki-laki, masalah pacaran, dan pentingnya menjaga kehormatan. Semua permasalahan ini diramu menjadi satu menghasilkan sebuah konflik sederhana yang seru dan pas untuk dinikmati remaja. Saya suka cara penulis dalam meramu konfliknya, tapi menjelang akhir cerita saya merasa jika penulis terlalu terburu-buru dalam menyelesaikannya. Namun secara keseluruhan konflik yang ada dalam novel ini bisa dinikmati sekaligus memberi ilmu baru tentang agama Islam.

Membaca novel Hijab for Sisters saat bulan Ramadhan terbilang pas. Ini karena cerita yang disuguhkan penulis sarat akan makna agama Islam. Kehidupan remaja saat ini yang terlampau bebas membuat nilai-nilai agama tidak dihiraukan lagi. Melalui buku ini pembaca diajak---terutama remaja---untuk melihat adab atau cara menyikapi masalah remaja melalui sudut pandang Islam. Penulis tidak terkesan menggurui, malahan penulis terbilang cerdas dalam menyelipkan pesan-pesan agama dalam ceritanya. Walaupun jujur saja di awal saya sempat jengkel dengan tokoh Khalda yang terlalu menghakimi orang lain. Konflik yang ada pun terbilang ringan dan mudah dicerna. Penulis tidak terlalu memberikan konflik yang ruwet dan langsung pada intinya. Secara keseluruhan Hijab for Sisters merupakan sebuah bacaan yang ringan, menghibur, dan sarat akan ilmu. Salah satu buku yang wajib dibaca terutama oleh remaja.

Selengkapnya : https://www.facebook.com/notes/fahri-...
Profile Image for Seffi Soffi.
490 reviews143 followers
May 31, 2018
Baca kisah Asha dan Khalda ini remaja yang harus bisa dijadikan panutan. Mereka pintar dan juga pendidikan agamanya bagus. Apalagi cara mereka menyingkapi masalah yang ada, sifat optimis mereka menghasilkan sesuatu yang baik bagi sekitarnya. Adaptasi yang dilakukan diluar pondok, awalnya berat. Tapi setelah mereka yakin, akhirnya mereka mampu. Tapi ya ternyata banyak cobaan yang menghampiri mereka, apa aja ya? Boleh banget dibaca dibukunya :)
.
Pertama kalinya aku baca cerita teenlit islami, ceritanya fresh banget. Apalagi tentang dua anak yang pinter ini bersaing sehat demi beasiswa. Senengnya mereka saling mendukung satu sama lain! Keren... Gaya cerita yang sangat menarik, bikin aku larut sama ceritanya.

Tokohnya kuat, sifat Khalda yang punya sifat teguh dan keras ini menjadi poin utama, tapi kadang emang berlebihan sih. Tanpa dia sangka, kadang omongan dia nyakitin. Kalau Asha, orangnya asik dan selalu tenang. Dia selalu menjadi penolong Khalda kalau udah salah ngomong. Ada juga Mama Asha yang sangat bijak, keren nih mamanya. Dan tokoh lainnya yang porsinya cukup pas.

Gaya bahasa yang digunakan mengalir, memakai sudut pandang orang ketiga. Penulis mampu menceritakan tokohnya dengan baik.

Konfliknya untuk ukuran remaja rumit, lebih ke konflik batin sih ya... Gimana cara mereka harus kuat menghadapi cobaan yang ada. Endingnya aku kurang puas ah, masih ada yang mengganjal menurutku dan masih butuh jawaban. Overall, aku menikmati ceritanya. Bagi para remaja, wajib baca novel ini!

"Hidayah Allah selalu datang untuk siapa saja yang mencarinya." - Hal. 198
Profile Image for Laila Karima.
31 reviews1 follower
March 12, 2018
Kehidupan sekilas asrama, kemudian pindah ke sekolah umum?
Hmm... Mungkin ini bisa jadi 'bahan' tambahan pelajaran buat kamu yang dari pondok mau ke sekolah umum atau sebaliknya.

Buku ini di awal-awal, terasa seperti buku anak-anak. Jadi bertanya deh dalem hati, "Ini sebenernya bener buku remaj bukan, sih?"

Eh, sudah pertengahan semakin kelihatan kalau ini buku remaja yang membahas jauh mengenai pergaulan bebas remaja sekarang yang harus diobati dan dicegah.


Tadinya mau kasih rate 4, tapi krena suka secara keseluruhan, 5!
Profile Image for Nola Andriyani.
180 reviews
June 20, 2018
"Setiap kejadian yang berlangsung di muka bumi ini adalah rentetan sebab dan akibat untuk kejadian-kejadian lain. Sikap, perilaku, tindakan serta keputusan yang kita ambil dalam menghadapi peristiwa hari ini akan sangat berpengaruh pada nasib kita di masa depan." (hlm. 181)
.
.
👯Jujur aku nggak terlalu suka baca teenfic, tapi... teenfic ini beda karena bertema islami. Konfliknya bisa dibilang cukup berbeda juga dari teenfic lain, karena penulis nggak menyampaikan tentang cinta-cintaan, tapi semangat belajar dan berdakwah serta bersaing dengan cara yabg sehat. Dan buku ini juga terdapat beberapa contoh sikap, seperti pacaran dan pergaulan bebas, dan argumen yang pastinya selalu ada di kehidupan anak remaja jaman now, yang lewat tokohnya diberikan pengertian bahwa itu nggak baik.
👯Aku suka gaya menulisnya yang ngalir, nggak berbelit dan nggak terkesan menggurui tapi lebih ke sharing. Pesan yang ingin disampaikan penulis lewat tiap tokohnya juga dapet. Diceritakan lewat sudut pandang orang ketiga, aku ngerasa puas dari sisi Asha tapi nggak dapet feel dari sisi Khalda dan Aidan, padahal mereka termasuk tokoh penting juga. Walaupun rada kesel sama sikap dan penyampaian dakwah Khalda sih. Padahal Khalda itu menurutku pendiem, tapi lebih lembut Asha sikapnya. Aku juga suka sama Mama Asha. Kenapa? Baca aja yaa.. Oiya, jangan lupakan Susanto, si makhluk astral.
👯Buku ini aku rekomendasiin banget buat siapapun, baik remaja maupun orang tua. Karena lewat buku ini aku berharap anak-anak remaja yang kelakuannya sedikit menyimpang bisa terselamatkan. Dan orangtua juga bisa tau bagaimana harus bertindak terhadap anak-anaknya, apalagi orangtua yang nggak punya waktu banyak untuk anaknya. Aku setuju sih sama statement "masuk pesantren biar terselamatkan hidupnya". Sayangnya, aku butuh kelanjutan buku ini😭
Profile Image for Dion Sagirang.
Author 5 books56 followers
April 20, 2021
Anastasha Hardi sangat mahir memasukkan unsur agama dengan apik, tanpa ada tendensi untuk menceramahi, menggurui atau memaksakan nilai moral untuk masuk ke dalam ceritanya. Ia piawai membuat cerita remaja yang dibalut unsur islam ini dengan sederhana, tapi mengena. Pengkarakteran yang dia buat pun sangat kuat. Bagaimana seorang Khalda yang kukuh dengan keyakinannya, kalau aturan adalah aturan, di mana tempatnya, dia harus ditegakkan. Berbeda dengan Asha yang lebih longgar, yang mana aturan dalam agama disesuaikan dengan karakteristik tempat dan manusianya sendiri. Kendati disampaikan oleh tokoh-tokoh remaja, dan konten yang memang ditujukan untuk remaja, tapi kenyataannya orang-orang seperti mereka ada di dekat kita dan saya percaya, para orangtua juga harus membaca buku ini, menghadiahkannya kepada putra-putri mereka. Ini cara penyampaian yang sederhana tentang keyakinan.
Profile Image for Nurina Widiani.
Author 2 books15 followers
April 9, 2018
Awalnya agak jengah dengan salah satu karakter yang tampak terlalu menghakimi. Semangat menegakkan apa yang diyakininya so annoying. Namun semakin ke belakang ada banyak karakter yang asyik, terutama Susan...to, saya nggak bisa berhenti membaca sampai habis saking serunya alur novel ini, dan awwww~ saya suka banget dengan endingnya!!
Well, semoga bisa segera bikin reviewnya di blog ;)
Profile Image for Hani Risjad.
73 reviews16 followers
June 2, 2018
Menyesal kenapa baru membaca buku ini sekarang. Kisah apik antara 2 muslimah yang berjuang pada ujian demi beasiswa ke Jerman.

Anastasha Hardi sangat-sangat baik sekali dalam memasukkan unsur agama tanpa berusaha untuk menggurui seseorang atau menceramahi benar atau salahnya tindakan orang. Tapi beliau menyentil tepat sasaran sebagai seorang muslimah. Memberi pengertian apa hijab dan jilbab itu sendiri. Memberi pemahaman atas pergaulan-pergaulan yang baik dan benar menurut kaidah agama Islam. Dan bagaimana memanage perasaan tertarik pada lawan jenis tanpa membuatnya menjadi sebuah dosa.

Banyak sekali pelajaran yang bisa diambil dari buku ini. Sungguh! adik2 remaja khususnya yang masih jadi pelajar wajib baca buku ini.

Dibuat sangat fun dan masih diselipkan jokes-jokes receh ala2 remaja. Tidak bikin boring karena dibumbui dengan romansa2 tipis, naksir-naksiran ala remaja SMA yang cukup manis.

Hubungan ibu dan anak yang terjalin cukup baik dan terbangun dengan apik.
Banyak pemahaman-pemahaman yang aku yakin sebagian dari teman2 juga aku sendiri yg belum terlalu paham, dan cukup membantu di sini.

Sayang, masih ada typo di beberapa halaman. Tapi, tidak mengurangi keinginan untuk menyelesaikan misi membaca buku ini!
Berkah sekali Ya Rabb, bulan baik saya membaca buku yang baik dan sangat banyak ilmunya. Membuat saya semakin yakin dan memantapkan diri untuk memulai hal yang baik, belajar menghijabi diri dan hati? why not!

finally, 4❤ for this awesome book! Thank you kak Nimas untuk rekomendasi terbaiknya... Saya menuntut hijab for sisters season 2! 😚
Profile Image for Fathiyah Azizah.
110 reviews34 followers
October 10, 2024
Bagaimana jadinya ketika 2 santri berprestasi, yang sepanjang hidupnya dikelilingi sekelompok orang yang sefrekuensi alias pondok pesantren, harus keluar berinteraksi dengan orang-orang yang heterogen? Ikhtilat jelas tak bisa dihindari. 2 santri ini adalah Asha dan Khalda. Mulanya, saat penerimaan rapor, Asha dan Khalda dikumpulkan untuk penjelasan adanya kesempatan beasiswa kuliah ke Jerman, hanya saja kesempatan itu berlaku untuk 1 orang. Karena 2 anak ini meraih nilai yang seimbang, maka uji selanjutnya seberapa jauh ketahanan mereka ketika menghadapi dunia nyata. Sebab itulah, 2 anak ini pindah belajar di sebuah sekolah umum, SMA Pancasila Tangerang.

Anakku duluan yang selesai baca. Kata dia seru dan bikin campur aduk perasaaan. Dia antusias untuk lanjut buku 2 dan 3, bentar lah, masukin wishlist dulu 🔥 Melalui nomik ini, pembaca jadi memiliki gambaran seperti apa interaksi di dunia nyata dengan luwes tanpa menggadaikan agama. Bukan lagi eksklusif merasa diri paling suci, tapi merangkul dengan batasannya.

Setelah kubaca, novel untuk remaja ini cukup oke, page turner, ada bagian yang bikin ngakak dan haru, value islamnya cukup mewakili. Aku sebagai orang tua, membaca nomik ini jadi terhibur dan nostalgia masa SMA. Versi Nomik ini jadi makin menguatkan kesan humornya, aku suka sangat dengan ilustrasinya. Tokoh-tokoh di sini beragam, representasi karakter dunia nyata, ada yang rada kaku dan cukup ambis, ada yang kelakuan kayak setan bin julid, ada yang meramaikan dunia. Isu yang diangkat cukup relevan, utamanya tentang interaksi lawan jenis dan tentang amar ma’ruf nahi munkar yang tidak bikin kita jadi resek alias bisa lebih diterima. Gimana sih cara seorang muslimah agar kehadirannya bisa mewarnai lingkungan?
Novel ini jawabannya 👌
Profile Image for Sho Pim.
30 reviews
February 5, 2023
Saat membaca novel ini ada satu perasaan yang paling mendominasi, nostalgia. Sebagai anak pesantren yang setelah lulus memilih jurusan dan kampus yang tergolong umum, saya mengangguk berkali-kali seolah mendapat dan memberikan validasi saat kedua tokoh utama mencurahkan perasaan khawatir dan kebingungan ketika memasuki lingkungan heterogen setelah selama ini terbiasa dengan homogenitas di pesantren.

Menurut saya, di antara novel remaja dengan label islami yang telah saya baca, Hijab for Sisters mengangkat tema yang menyentuh dan segar. Sekalipun Asha dan Khalda adalah anak pesantren, karakteristik remaja masih melekat pada kepribadian mereka. Seperti keras kepala, ceroboh, dan sejenisnya.

Bukan karena mereka anak pesantren, tiba-tiba jadi bijak ala-ala orang dewasa yang sudah menjalani hidup berpuluh-puluh tahun. Hal ini membuat kedua tokoh tersebut terasa nyata dan dekat. Tokoh-tokoh lain pun terasa memiliki dimensi dan kehadiran yang berarti, tidak hanya asal ada untuk mempermanis cerita.

Hal yang paling saya suka adalah jalan pikir kedua tokoh. Bagaimana keduanya memikirkan masalah secara lebih mendalam daripada hanya menelurkan solusi yang hanya menyelesaikan permasalahan di permukaan. Seperti saat membahas tentang perintah untuk berjilbab, yang dibahas bukan hanya jilbab, tapi juga tentang keimanan. Begitu pula ketika membahas tentang masalah lainnya seperti pacaran, ikhtilat, khalwat, dan sejenisnya.

Saya juga suka dengan pertemanan di pesantren yang walaupun porsi ditampilkan hanya sedikit, tetap memberikan nilai berarti di cerita. Mengingat belakangan ini sepertinya banyak sekali pemberitaan miring di media terkait pesantren.

Saya rekomendasikan Hijab for Sisters untuk pembaca remaja, baik yang menuntut ilmu di sekolah umum ataupun di pesantren. Ceritanya kaya akan pelajaran, tapi tidak terasa menggurui.
Profile Image for Rizky.
1,067 reviews89 followers
July 26, 2018
Rasanya sudah lama sekali aku tidak membaca novel remaja islami. Hijab for sisters menjadi pilihan yang tepat sekali untuk kubaca di bulan Ramadan ini.

Walaupun memang masuk kategori novel remaja, tetapi novel ini bisa dinikmati siapa saja. Karena melalui kisah Asha dan Khalda, kita diajak untuk lebih memahami Islam lebih dalam. Bagaimana Islam mengajarkan kita untuk bergaul antara pria dan wanita, tentu saja ada batasan-batasannya yang memang untuk kebaikan.

Bagaimana pun potret pergaulan bebas remaja saat ini sungguh mengkhawatirkan. Bagaimana berita terkait remaja yang terlibat berbagai macam masalah sering kita dengar.

Disinilah Asha dan Khalda hadir di sekolah umum, mencoba berdakwah dan memberikan inspirasi bagi teman-teman seusianya.

Asha dan Khalda memang berbeda karakter. Pendekatan yang mereka lakukan juga cenderung berbeda. Khalda lebih condong keras dan tegas, sedangkan Asha condong lebih lunak dan bijak. Tetapi, semua dalam 1 misi yang sama.

Aku suka sekali bagaimana interaksi keduanya. Keluar dari zona nyaman tentu saja berat. Masalah demi masalah yang dihadapi membuat mereka teruji. Walaupun mereka juga harus dihadapkan sejumlah fitnah, itu terasa realistis sekali.

Sebuah novel remaja yang inspiratif sekali. Cocok sekali dibaca buat remaja. .
Profile Image for Ghina Syakila.
17 reviews
February 22, 2019
Akhir-akhir ini aku emang lagi cari kisah-kisah inspiratif perjuangan nyari beasiswa. Tahu-tahu aku ketemu buku ini hasil minjem teman! Gimana gak seneng. Novel ini pesan moralnya padet banget. Nampar abis. Teenlit islami yang banyak menyadarkanku tentang batasan bergaul tanpa menggurui. Mantep lah pokoknya!
Profile Image for Icha.
55 reviews1 follower
December 24, 2024
Hampir aja mau nyerah ketika nyampe di konflik akhir, untungnya masih sabar dan pas selesai malah terkesan banget sama ending buku ini!

Memutuskan baca buku ini karena blurb-nya yg menarik, dan bener aja dong. Buku ini punya cerita yang gak cuma menarik, tetapi juga bikin nostalgia masa-masa SMA yg cukup mirip sama cerita di sini. Meski beda alasan pindah sekolahnya dengan cerita di buku, tapi aku jadi bisa kebayang dan relate sama perasaan tokoh utama ketika menghadapi lingkungan di luar zona nyaman.

Dari dua tokoh yang paling disorot, aku suka sekali perangai tokoh Asha. Bisa dibilang Asha ini lumayan luwes dan selalu berpikir mendalam sebelum melakukan sesuatu. Berkebalikan sama tokoh Khalda yang sering banget bikin aku mencak-mencak, geregetan, dan bikin pengin nyubit dikit wkwk. Tapi aku juga salut sih sama keberanian dan sisi bold si Khalda, meski dalam hatiku kayaknya kalo aku sih gak bisa temenan sama orang macam Khalda di rl hehe.

Seperti yg diungkap di blurb, buku ini berpusat pada cerita Asha dan Khalda yang berupaya untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah hetero dan pergaulan anak muda yang nano-nano, sering di luar dugaan bahkan kadang bikin istigfar. Seiring berjalannya waktu, Asha dan Khalda jadi punya misi juga untuk membawa nafas islami ke lingkungan pergaulan di sekolah. Dipikir-pikir sih yaa pasti sulit banget, tapi Asha dan Khalda memang cerdas hingga akhirnya misi mereka gak cuma sekadar rencana belaka.

Menurutku penulisnya pinter banget bikin plot cerita remaja islami yang sisi remajanya masih sangat kental tapi at the same time bumbu islaminya cocok sama tema cerita remaja dan gak terasa menggurui. Aku suka banget pas Asha dan Khalda membuka forum untuk saling diskusi dan menurutku ini jadi satu poin yg sangat bagus. Enjoy banget deh baca buku ini.

Seperti aku bilang di awal, aku hampir aja give up pas di klimaks terakhir. Karena aku ga suka Khalda (wkwk maaf ya Khalda abis kamu nyebelin dan gamau dengerin melulu) dan aku juga ngerasa penyelesaiannya terlalu singkat. Part favoritku dari buku ini adalah endingnya wkwk. Gemes banget sama endingnya ih!
139 reviews
April 3, 2021
4,6/5🌟

sebenarnya konfliknya itu ringan banget, tapi 4,6 bintang ini untuk segala pelajaran dan pemahaman baru yang aku dapat dari novel ini <3 suka bangett!!!!

Asha dan Khalda benar-benar bisa menyampaikan semua hal tanpa terkesan menggurui walaupun pas awal-awal Khalda ini ngeselin🙈tapi seiring berjalannya waktu kelihatan kok perubahan sifatnya dia ini (sama kayak perubahannya Yova, sukaa🖤)

Segalanya digambarkan dengan jelas, memasukkan konflik-konflik atau percakapan dasar yang sering banget terjadi di kehidupan sehari-hari (khusunya bagi para remaja).

Yang terakhir, ya ampun Asha sama Aidan kenapa cute banget wkwkwk,, gak too much tapi bisa gemeshin, ditambah karakter Susanto yang biking ngakak dan jadi angin segar di novel ini.

Love this novel so much!!<3
aku pasti bakal baca 2 buku selanjutnya😙

satu lagi tambahan, sayangnya aku belum tau ilustrasi di covernya itu siapa-siapa aja:( karena gak ada deskripsi fisik yang benar-benar dijelaskan di novelnya dan kalau ditebak sesuai tokoh yang sering muncul juga gak cukup:"), yang aku tau kayaknya cuma Aidan deh hehe yang nomor 1 dari kiri barisan tengah (benar gak yaa?😂🙈) soalnya di novelnya Aidan lumayan dijelaskan ciri-ciri fisiknya dan sepertinya sesuai.
Profile Image for Shabieela.
22 reviews
March 19, 2020
5 bintang 🌟

Cerita novel ini apik dan rapi banget . Mungkin karena notebane nya aku anak pesantren jadi Aku sangat mengerti sama perasaan Asha dan Khalda yang akan menghadapi dunia luar yang jauh banget sama kehidupan di pesantren . Apalagi menegakkan kehidupan pesantren sama kehidupan sekolah umum itu susah banget .

Tapi , Aku lebih suka cara Asha menangani semua itu dengan tenang dan lembut. Khalda memang keras dalam memberitahu kebenaran , tapi aku kadang kesal sama perilakunya yang terlalu menghakimi sehingga membUat orang gampang tersinggung .

Di tambah karakter Aidan , yang-gak tau kenapa Suka bikin senyum-senyum sendiri . Konflik ceritanya Dan penanganannya bagus banget , Sangat rapi .

Novel ini seperti menginspirasi Aku untk meneruskan ilmu yang pernah dapat di pesantren , seharusnya sebagai anak pesantren kita tidak hanya diam saja melihat sesuatu yang bertentangan dari syari'at . Beri nasihat dengan cara yang baik dan lembut , itu strateginya.

Terima kasih kak Anstasha telah memberi ilmu tanpa menggurui malah seperti bincang santai gitu 😆
Profile Image for Mare Mare.
Author 6 books1 follower
November 18, 2022
Idenya unik, dan tokoh-tokohnya itu relate. Kita pasti bisa menemukan Asha, yang orangnya ga enak kalau nasihatin orang secara frontal. Dia cenderung lebih friendly. Sedangkan Khalda, dia orangnya menggebu-gebu, kompetitif, straightforward. Apalagi dalam berdakwah. Lalu teman-teman mereka di SMA Pancasila itu beragam dan benar-benar menggambarkan keadaan remaja.

Banyak pesan moral yang bagus untuk remaja. Temanya tentu saja bagaimana seorang muslimah menjaga dirinya. Tentang Islam yang menyuruh umatnya untuk menyayangi tubuhnya dengan tidak mengumbar aurat dan tidak mengizinkan lawan jenis dengan mudahnya menyentuhnya. Dikemas dengan bahasa yang ringan khas remaja, jadinya pesan moralnya masuk secara halus.
1 review
May 12, 2024
Buku ini banyak sekali pembelajaran yang saya bisa didapatkan sebagai remaja muslim. Banyak permasalahan remaja sekarang yang diangkat lewat novel/nomik ini seperti hubungan lelaki dan perempuan yang sekarang terlalu bebas, permasalahan gender yang juga diangkat, dan hal yang bisa dipelajari lainnya untuk umat muslim/muslimah. Tapi, rasanya buku ini terlalu banyak momen yang terlalu banyak menyenggol sekolah umum yang sebenarnya nggak harus untuk menyenggol sekolah umum sehingga, rasanya tidak nyaman ketika membaca bukunya. Buku ini sudah bagus dan lumayan saya nikmati sebagai buku pelajaran yang diselimuti hal yang menyenangkan disebabkan buku ini dibuat format novel/nomik, tetapi ada beberapa kekurangan yang harus diperhatikan seperti terlalu memojokkan sekolah umum, dsb
1 review
July 13, 2020
buku ini bercerita tentang 2 orang remaja yang pintar.Dan dalam kalimat saia,mereka di uji selama 1 semester di SMA pancasila sakti di tangerang.Nah,di bagian ini saya bingung,terutama saat Asha bertemu dengan Aidan saat pertama kalinya masuk sekolah.Seharusnya dia langsung kabur dan menyelamatkan diri seperti yang khalda lakukan,tetapi tidak! saya suka peran susanto yang ngondek dan alay.Tapi bikin lucu. Buku ini juga mengajarkan tentag pendidikan agama yang memang ngak terlalu terkesan menggurui dan boring.Apalagi authornya bikin penasaran sama cerita yang kedua
Profile Image for Dian Pradikta.
42 reviews2 followers
November 8, 2023
"Perasaan itu bukan untuk dibunuh, tapi dijadikan itu energi positif, sehingga tidak akan menjerumuskanmu dalam bahaya." (P.257).

.
"Hijab For Sisters" merupakan potret remaja yang patut diteladani. Asha dan Khalda yang taat agama berusaha menerapkan syariat agama agar teman - temannya menjadi lebih baik. Keduanya tidak menyerah meskipun baku hantam menerpa secara tiba - tiba.

.
Novel ini memberikan pembelajaran kalau berubah menjadi lebih baik itu keren. Banyak kejadian yang menggoyahkan iman, salah satunya sapaan Aidan. Aidan, idola sekolah yang berusaha mendapatkan hati Asha.
Profile Image for nir.
17 reviews
September 23, 2021
Suka banget sama karakter Asha! Vibes ceritanya manis banget. Aku selalu ketawa setiap si Susanto muncul, hehe ^^
Displaying 1 - 22 of 22 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.