Jump to ratings and reviews
Rate this book

Susah Sinyal

Rate this book
Jakarta bukan jenis kota yang membuatmu jatuh cinta pada pandangan pertama. Tiga puluh enam tahun hidup di Jakarta sudah cukup untuk membuat Ellen paham bahwa kota ini bukan buat yang lemah dan gampang menyerah, dan itu membawanya sebagai seorang pengacara sangat sukses di usia yang masih terhitung muda.

Ellen selalu punya solusi untuk segalanya, kecuali untuk anaknya sendiri Kiara, remaja pemberontak yang lebih banyak melampiaskan emosinya dan kreativitasnya di media sosial. Sebagai single mom, Ellen membesarkan Kiara dibantu ibunya, sosok yang bagi Kiara lebih seperti ibu daripada Ellen. Tanpa Ellen sadari, hubungan mereka kian renggang dan selalu terganjal masa lalu yang Ellen simpan rapat-rapat.

Segalanya ada pada waktunya. Seperti segalanya juga bisa tiada pada waktunya, dan kita tidak bisa apa-apa. Hidup mereka langsung berubah ketika sebuah tragedi menerjang tanpa diduga, yang menyebabkan Ellen "melarikan diri" ke Sumba dengan Kiara, meninggalkan sementara kasus besar yang sedang dia tangani.

Diadaptasi dari skenario film Susah Sinyal karya Ernest Prakasa dan Meira Anastasia, novel kolaborasi pertama Ika Natassa dan Ernest Prakasa ini akan membawa kita dalam perjalanan menemukan diri sendiri, berdamai dengan masa lalu, dan menerima kenyataan, sepahit apapun, tanpa kehilangan harapan.

275 pages, Paperback

First published January 31, 2018

11 people are currently reading
187 people want to read

About the author

Ika Natassa

21 books2,367 followers
IKA NATASSA is an Indonesian author who is also a banker at the largest bank in Indonesia and the founder of LitBox, the first literary startup of its kind in the country, which combines the concept of mystery box and onine promotions for writers.

She loves writing since since was a little kid and finished writing her first novel in English at the age of 19. She is best known for writing a series of popular novels focusing on the lives of young bankers in Indonesia. Her debut novel A Very Yuppy Wedding is published in 2007, and she has released six books since: Divortiare (2008), Underground (2010), Antologi Rasa (2011), Twivortiare (2012), dan Twivortiare 2 (2014), and Critical Eleven (2015). A Very Yuppy Wedding is the Editor's Choice of Cosmopolitan Indonesia magazine in 2008, and she was also nominated in the Talented Young Writer category in the prestigious Khatulistiwa Literary Award in the same year. She loves to experiment with writing methods, Twivortiare and Twivortiare 2 are the two novels she wrote entirely on Twitter. Antologi Rasa and Twivortiare are currently being adapted into feature films by two of the most prominent production houses in Indonesia.

Natassa is also one of the finalists of Fun Fearless Female of Cosmopolitan Indonesia magazine. In 2008, she was awarded with The Best Change Agent at her company for her active role in corporate culture implementation in the bank, and in 2010 she was awarded for 2010 Best Employee Award. Her success in maintaining a career at the bank whilst pursuing writing as her other passion led to her being awarded awarded as the Women Icon by The Marketeers in 2010.

Out of the love of books, in 2013 she founded LitBox, a brand new concept she's in introducing to readers in Indonesia. It's the first literary startup company of its kind, aiming to provide readers with recommended books, to help writers get their writings read by people, and to help publishers introduce new talents to the market. On July 2014, she commenced a social movement campaign to promote the joy of reading called Reading is Sexy, so far supported by Indonesian and regional public figures such as Acha Septriasa, Jason Godfrey, Hamish Daud Wyllie, Karina Salim, Ernest Prakasa, Mouly Surya, and many more.

Twitter and Instagram: @ikanatassa
LinkedIn: Ika Natassa
Personal website: www.ikanatassa.com

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
39 (26%)
4 stars
59 (40%)
3 stars
41 (27%)
2 stars
6 (4%)
1 star
2 (1%)
Displaying 1 - 22 of 22 reviews
Profile Image for Lelita P..
632 reviews59 followers
February 16, 2018
Bagus. Mengobati rasa kangen pada tulisannya Mbak Ika Natassa. Saya nggak tahu pembagian porsi novel ini karena citarasanya khas Mbak Ika semua (saya belum pernah baca tulisan Bang Ernest sih). Khas Mbak Ika dengan kedalaman perenungannya, "melantur dulu" ke analogi ini-itu sebagai background pemikiran si tokoh sebelum masuk ke inti adegan, juga pembangunan chemistry antarkarakter dan eksplorasi hubungan-hubungan mereka. Sangat Mbak Ika.

Sebagai orang yang sudah menonton filmnya (dan sangat menyukainya), membaca novelisasi ini rasanya sempurna. Karena selama membaca, adegan di film langsung terbayang di kepala dengan runutnya. Jadi membaca novel ini rasanya seperti menapak tilas feel ketika menonton film, dengan visualisasi adegan per adegan menjelma di kepala, plus pendalaman rasa yang mengakar karena dituliskan lewat kata-kata. Banyak hal di buku ini mengeksplorasi apa yang tidak dijelaskan di film dikarenakan memang tak ada ruang untuk itu, misalnya tentang papa Kiara, tentang hubungan Ellen dan papa mamanya, tentang bagaimana Ellen dan Aji kenal, dan macam-macam lagi. Universe Susah Sinyal tergali lebih dalam dan komprehensif di novel ini, hal-hal yang sangat mungkin menjadi pertanyaan di benak penonton saat menyaksikan filmnya. Makanya saya bilang novel ini adalah pelengkap sempurna bagi yang sangat jatuh cinta pada filmnya. Sebaliknya, jika kelak ada yang membaca novelnya dulu sebelum menonton, visualisasi yang disajikan filmnya akan mewujudkan gambaran di novel, dengan humor dan emosi yang lebih tersampaikan berkat akting para pemainnya.

Menonton film dan membaca novel Susah Sinyal memberi saya pelajaran berharga: bahwa sebuah cerita dapat sama-sama berbicara dengan baik melalui media yang berbeda, dan meskipun emosi yang diperoleh akan berbeda, keduanya sama-sama bisa dinikmati secara utuh.

Novel ini dalam, serius, dan kental dengan cerita keluarga. Beberapa bagian menyentuh saya sampai ingin terharu rasanya. Dan saya cukup terpukau karena Mbak Ika bisa mendalami tema keluarga dengan sebegini bagusnya. Memang ada guideline-nya, yaitu skenario asli yang digubah. Namun, sebagai penulis yang biasanya menulis tentang cinta, agak mencengangkan melihat hasil eksplorasi Mbak Ika ini. Apalagi di novel ini banyak sudut pandang Kiara, yang notabene masih remaja. Saya tak tahu Mbak Ika--yang tokoh-tokoh novelnya selalu sudah dewasa matang--bisa menulis dari sudut pandang seorang remaja dan cukup dapet "rasa remaja"-nya. Apa mungkin menovelkan skenario Susah Sinyal ini menjadi tantangan tersendiri juga buat Mbak Ika? Sepertinya. But she nailed it greatly.

Satu hal yang agak membuat dahi saya mengernyit adalah umur Ellen dan Kiara. Saya tak begitu yakin tapi tampaknya ada bagian ketika usia itu salah disebutkan atau bagaimanalah sehingga menimbulkan kerancuan. Atau mungkin sayanya saja yang kurang perhatian.


Senang rasanya bisa menyusuri kembali perasaan hangat saat menonton Susah Sinyal dengan membaca novel Susah Sinyal. Direkomendasikan bagi yang sudah menonton filmnya, belum menonton filmnya, penggemar Mbak Ika Natassa, juga bagi para pecinta cerita drama keluarga dan tak pernah tahan dengan cerita-cerita semacam itu--seperti saya.
Profile Image for yun with books.
717 reviews243 followers
February 19, 2018

Gamang mau kasih bintang 3 atau bintang 4.
Mungkin saya kasih bintang 3.5 kali ya biar fair

Jadi, saya membeli buku ini karena Ika Natassa merupakan novelis favorit saya. Sekaligus, karya dari Ernest Prakasa pertama yang saya baca.
Sejujurnya saya tidak menonton filmnya, karena tidak sempat dan males juga sebenernya (karena berhubungan dengan sikap pesimis terhadap perfilman Indonesia).. hehehe maaf ya. Jadinya, membaca buku ini pure karena gak mau ketinggalan karya Kak Ika Natassa.

Sinopsis
Bercerita tentang hubungan seorang wanita, bernama Ellen yaitu seorang pengacara dan single mother, dengan anak perempuannya, yaitu remaja berusia 16 tahun bernama Kiara. Kesibukan Ellen sebagai pengacara andal sehingga tidak punya waktu untuk berkomunikasi dengan anak perempuan semata wayangnya, Kiara menjadi inti alur buku ini. Tentang Kiara yang lebih dekat dengan Oma-nya. Tentang memperbaiki hubungan antara Ellen dan Kiara setelah Oma tiada. Buku ini memberikan pandangan tentang bagaimana susahnya menjadi single mother tetapi namanya hidup harus dijalani.

Pros:
- Buku ini fun, menyentuh tapi enggak alay. Khas tulisannya Kak Ika Natassa banget.
- Memang sih resolusi konflik antara Ellen dan Kiara cuma begitu doang, keliatannya meh gitu. Tapi, saya bacanya enak aja gitu.
- Kurangnya cerita romantis a la remaja tidak mengurangi nilai buku ini. Saya pikir akan ada cerita romantis lebih antara Kiara dan Abe atau Ellen dan Aji. Tetapi, gak ada tuh.
- Iwan is my favorite character. Gila ya si Cina ini... kocak abis. hahaha
- Oma, she is the best.

Cons:
- Mungkin karena buku ini berdasarkan skenario film, jadi kesannya singkat banget.
- Ada beberapa kalimat yang harus dibaca dua kali karena di otak itu pelafalannya beda dengan ngomong. Gimana ya jelasinnya. Ya gitu deh... haha

Saya kasih bintang 3 bukan karena ga suka. Cuma buku ini tidak sebegitu spesialnya, TETAPI buku ini worth it banget buat dibaca.
Profile Image for Finesta Biyantika.
353 reviews
April 7, 2018
Baru banget paketnya sampe, dan ga sabar mau langsung baca. Bener sih lebih detail dari filmnya, lebih berasa kegalauan hati para tokohnya. Btw, jadi deg-degan sendiri tiap adegan yang ada Aji, ngebayangin Darius mempesona bgt di filmnya, haha.
Profile Image for Faridilla.
66 reviews
February 9, 2018
Karena sudah nonton filmnya , otomatis aku nyambungin cerita di film sama novel. Beberapa hal yang mengganjal seperti kenapa sih ini Kiara dan Ellen gak bisa dekat, kok bisa Bu Roslina (Kepsek Kiara) bisa manggil Ellen seolah akrab (padahal biasanya yang datang untuk urusan sekolah Oma Agatha), kenapa Ellen bisa semuda itu menikah padahal dia terobsesi menjadi pengacara seperti ayahnya, akhirnya bisa terjawab di buku ini.

Dialog-dialog lucu yang ada juga bikin cerita gak melulu kaku seperti hubungan Ellen & Kiara. Sebagai seorang ibu, baca cerita di buku ini rasanya tuh….uh, kok baper.

Profile Image for ijul (yuliyono).
815 reviews971 followers
June 8, 2018
Galau mau ngasih berapa bintang, akhirnya mentok di tiga.

Baca udah dari awal Maret, tapi mau bikin reviu kok ya maju-mundur, jadinya gak bikin. Ya sudahlah. Dibanding buku Kak Ika yang lain, ini kurang nendang aja. For me, saya ngehindarin baca buku setelah nonton film, karena bakal cenderung membandingkan. Meski belum nonton filmnya, saya sudah terpingkal-pingkal nonton trailer Susah Sinyal, jadi waktu baca versi bukunya kok ya beberapa jokes-nya jadi garing ternyata. #ngek.
Entahlah.
Profile Image for ade.
274 reviews16 followers
February 11, 2018
sama bagusnya sama filmnya... ada beberapa kisah masa lalu ellen yang diceritakan lebih gamblang di novel...tp selebihnya sama

jujur saya berharap endingnya bisa dieksplore..berharap lebih banyak aji.. tp ternyata tidak terlalu banyak penambahan

baiklah.. takapa.. tetep oke ko!
Profile Image for Maya Yudhianto.
72 reviews10 followers
April 17, 2018
There is no way to be a perfect mother and a million ways to be a good one - Jill Churchill

Motherhood is not a state, it's a journey

Menjadi ibu mungkin pantas disebut pekerjaan paling sulit di dunia. Tanpa bayaran, tanpa waktu istirahat, tanpa libur, menguras tenaga dan emosi, rentan dibanding-bandingkan, menguji kesabaran, dan selalu menentang batas kesabaran.
Hari ini, setelah 17 tahun menyandang gelar ibu, Ellen akhirnya mengerti. Tidak ada satupun beban hidup seorang ibu yang tidak dapat terangkat oleh senyuman dan kecupan tulus dari anaknya.
.
.
Bercerita tentang Ellen, pengacara sukses yang selalu punya solusi untuk segalanya kecuali untuk anaknya sendiri, Kiara, remaja pemberontak yang lebih sering melampiaskan emosi dan kreatifitasnya di media sosial. Sebagai single mom, Ellen membesarkan Kiara dibantu ibunya, sosok yang bagi Kiara lebih seperti ibu dibanding Ellen. Tanpa dia sadari hubungan mereka kian renggang dan selalu terganjal masa lalu yang dia simpan rapat-rapat.
.
.
Kalau selama ini kita tahu banyak film yang diadaptasi dari novel, maka buku ini sebaliknya. Diadaptasi dari skenario film yang berjudul sama karya Ernest Prakasa dan Meira Anastasia. Sebagai penggemar tulisan Ika Natassa, saya langsung beli buku ini begitu terbit. Dan sukaak sekali dengan ceritanya.

Gaya penulisan yang khas Ika Natassa membuat buku ini selesai dalam waktu kurang dari 2 jam. Banyak analogi dan narasi ini itu dalam menceritakan Ellen (masa kecilnya, hubungan dengan orangtuanya, dengan Kiara, pergulatan batinnya, dll) dan Kiara (rasa rindu terhadap ibunya, keingintahuan tentang ayahnya, cintanya kepada sang Oma, dll). And as always banyak quote indah yang berkaitan dengan cerita. Saya salut juga terharu melihat perjuangan Ellen untuk mendapatkan hati anaknya.

Profile Image for Asmira Fhea.
Author 7 books31 followers
September 18, 2018
Sebenarnya, saya bukan termasuk orang yang begitu suka menikmati karya yang dialihwahanakan. Namun, satu-satunya alasan untuk membeli (dan menikmati) karya ini, adalah, penulisnya. Yup, karena kangen cara bertuturnya Ika Natassa yang casciscus abis setiap kali bercerita.

Saya sudah menonton filmnya sejak diputar di bioskop. Dan perlu diakui, film garapan Ernest ini termasuk film yang menyenangkan. Cara mengangkat isu terkini, membungkus dalam bingkai romantis inspiratif, dikasih bumbu komedi pula. 90% isi novel bercerita sesuai dengan scriptnya. Hanya saja, Ika Natassa memperkaya rasanya lewat kata-kata. Saya sempat menyayangkan sisi komedi yang ditampilkan di buku jadi lebih hambar daripada di film. Namun, saya menyukai sisi dramatis Ellen-Kiara dalam memecahkan masalah di antara mereka.

Dan saya juga suka bagaimana tiap tokoh, meski cuma selewatan, punya karakter sendiri-sendiri yang melekat di penonton (dan pembaca).

Jadi, 3.5 stars lah ya!

-AF
Profile Image for Vanda Kemala.
233 reviews68 followers
April 24, 2018
Hal pertama yang mengganggu, pasal 335 KUHP soal perbuatan tidak menyenangkan itu udah dihapus di tahun 2014. Rasanya aneh kenapa masih aja dicantumin di novel yang dicetak di tahun 2018. Dengan semua penjelasan soal dunia advokat di sini, walaupun nggak terlalu mendalam, nggak paham kenapa pasal ini bisa ditulis gitu aja.

Hal kedua, entah karena terlalu berharap bisa ketawa pas baca buku ini atau urat ketawa lagi gangguan, tapi nggak paham di mana letak lucunya. Garing. Banget. Akhirnya berusaha balikin niat awal baca buku ini, well, sekadar lagi pengen baca bacaan yang agak santai.

Apiknya, as another Ika Natassa's novel, ada beberapa kata-kata bijak yang quotable. Emosi para tokohnya keliatan, walaupun IMHO, emosi Kiara untuk anak seumuran 17 tahun dengan semua kejadian yang sudah dia alami, agak kurang terasa pemberontakannya.
Profile Image for ami.
210 reviews26 followers
January 12, 2020
Baca buku ini jadi bikin kangen tulisan Ika Natassa. Hanya saja sangat disayangkan perjalanan menyelusuri aspek emosional baik dari Ellen dan Kiara gak punya resolusi yang memuaskan, rasanya kaya datar aja, padahal membangun ke arah sana-nya udah oke banget, apalagi dengan narasi-narasi yang emang menuturkan pandangan kedua karakter utama di buku ini, walaupun bisa dibilang lebih banyak membahas tentang Ellen, dibandingkan Kiara. Beberapa jokes juga garing hehe, tapi beberapa juga work karena emang lucu menurutku, seperti percakapan Iwan dan ibunya mengenai pernikahannya LOL.

Karakter-karakternya, karena diadaptasi dari karya Ernest Prakasa, banyak yang konyol, terutama Yos dan Melki yang gaada abisnya. Duet tulisan yang solid dan patut dibaca sih menurutku, hehe.
Profile Image for Ade Putri.
216 reviews
May 21, 2018
Saya nggak nyesel minta Susah Sinyal untuk hadiah #ResensiPilihan Gramedia :’) Ternyata bukunya bagus banget! Waktu itu saya memang tertarik dengan blurbnya sih. Yang pas bagian kutipan:

Novel kolaborasi Ika Natassa dan Ernest Prakasa ini akan membawa kita ke dalam perjalanan menemukan diri sendiri, berdamai dengan masa lalu, dan juga menerima kenyataan, sepahit apa pun itu, tanpa kehilangan harapan.

Selengkapnya di Delina Books
Profile Image for Widsie.
24 reviews4 followers
July 22, 2019
Ika Natassa 😍😍 novel ini khas bgt gaya Ika Natassa dgn quotes2 yg sederhana tp nyentil. Gak tau jg sih tulisan kolaborasi ini gimana nyusunnya krn bacanya rasa 'ika banget'. Sy sndiri blm pernah baca tulisan Ernest dan gak nonton film Cek Toko Sebelah. Tp bc buku ini krg dr 24 jam sdh tamat. Ckup menguras emosi apalagi jika anda adalah seorang ibu yg sedang gamang 😄😅
Lesson learned. Bnyk hal dan kesalahan dlm hidup akan berefek sepanjang sisa hidup kita. Tp selalu ada cara memperbaiki sesuatu.
Walaupun judulny susah sinyal (sounds 'easy'), tp makna buku ini dalem.
Profile Image for Ardina Rahma.
134 reviews14 followers
February 11, 2018
Sebuah karya kolaborasi yang membuat saya penasaran adalah : mana bagian Ika, mana bagian Ernest? Beberapa dialog nyeleneh pasti bagian Ernest, narasi dengan kutipan quotable pasti bagian Ika. Eh gitu? :P

Susah sinyal.
Susah sinyal tidak hanya Ellen temukan saat ia berlibur bersama Kiara ke Sumba, tapi juga ia temukan saat berusaha memahami Kiara, putri kandungnya.
"How did you get so big so fast, Kiara? How did we turn from mother and daughter into strangers?"
Profile Image for Savitri.
26 reviews1 follower
March 3, 2018
Agak susah ya untuk ga ngebandingin dengan filmnya. Mungkin karena udah terlalu suka dengan filmnya, buku ini jadi selalu ada di bayang-bayang filmnya. Meskipun oke sih, ringan, dan bisa bikin gw beres baca bukunya in one go.
Profile Image for Asti Wisnu.
Author 2 books2 followers
May 9, 2018
Cerita sederhana tentang kasih seorang Ibu terhadap anaknya. Terlepas dari semua hal, naluri ibu yang memiliki anak hanya ingin mengasihi sang anak sepenuhnya.
Profile Image for Dika.
125 reviews25 followers
July 1, 2018
Better Than Film Ver

I Think?
Profile Image for Andini.
24 reviews4 followers
September 27, 2019
alur ceritanya benar benar sangat bagus, sesuai dengan filmnya
Profile Image for Rina Andriani.
16 reviews2 followers
November 30, 2019
di buku ini, menjelaskan hal-hal yang tidak ada di film. melengkapi hal-hal yang terasa ganjil, dan mengungkap yang sebagian besar kita pertanyakan di film; Ayah Kiara.
Profile Image for Balqis Abdillah.
84 reviews3 followers
May 14, 2024
📱Judul Buku : Susah Sinyal
Penulis : ika Natassa & Ernest Prasaka
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
275 halaman
Baca di @dinasarsip

📱Novel ini diadaptasi dari skenario film susah sinyal, menceritakan single mom yang sulit memahami anaknya semenjak oma nya meninggal. Sejak kecil Kiara diasuh oleh oma nya. Bahkan oma nya yang lebih tau segala sesuatu tentang Kiara dibanding ibunya, Ellen. Ellen yang hanya sibuk bekerja sampai tak sadar anaknya sekarang bukan bayi atau balita yang selalu ia titipkan kepada oma nya kini sudah tumbuh remaja. Ayahnya Kiara dan ibunya sudah bercerai sejak Kiara berumur 2 tahun. Sampai saat ini Kiara tidak tahu dimana keberadaan ayahnya. Sepeninggal oma nya, mereka memutuskan untuk liburan. Disinilah dimulai kedekatan Kiara dengan mamanya, Ellen. Akibat susah sinyal yang dialami mereka di pelosok Sumba. Mereka jadi lebih memahami satu sama lain.

📱Setelah baca buku ini, aku langsung nonton filmnya. Menurutku kalo di buku lebih ke sedih karena hubungan anak dan ibu ini, tapi memang tokoh pembantunya lucu2 semua. Aku ketawa2 kalo udah baca part Ngatno dan Saodah. Sedangkan di film dari awal sampe akhir aku ketawa terus, pemain2 nya kocak semua. Gaada sedih2nya lagi deh 🤣🤣. So far, alur cerita di buku dan di film juga sama persis. Mungkin ada beberapa bagian yang berbeda tapi ga keliatan banget!!! Suka banget sama kedua versinya. Versi buku maupun versi film.👏👏

📱Rate dari aku ⭐️4,5/5
#Susahsinyal #owobmembaca2024 #filmsusahsinyal #TantanganMembacaBookishMedan : Film to Book
Displaying 1 - 22 of 22 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.